Anda di halaman 1dari 34

SMA NEGERI 3 SIMPANG

HILIR
KABUPATEN KAYONG UTARA
TAHUN PELAJARAN
2015/2016

1
KARYA ILMIAH
Manfaat pisang bagi kesehatan

Disusun oleh:
Didi kurniawan

SMA NEGERI 3 SIMPANG HILIR


KABUPATEN KAYONG UTARA
2
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
KARYA ILMIAH
Disusun oleh :
DIDI KURNIAWAN

Di Sahkan Oleh

Wali Kelas XI IPA Guru


pembimbing

Janariani S.Pd Hadi Sasmito


S.Pd

NIP, NIP,

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 3 Simpang Hilir

Karomatusyafaah, S.Pd

NIP, 197211102002122004

3
PENILAIAN KARYA ILMIAH

Karya ilmiah ini telah dinilai pada tanggal

PENILAI

[.]

Saran-saran dari penilai :

4
MOTO DAN PERSEMBAHAN

MOTO

1.Hidup itu memang harus mempunyai mimpi, tetapi kurangilah mimpi banyakan
bukti.

2.sesungguhnya dibalik kesukaran atau kesusahan pasti ada kemudahan (Q.S. AL-
INSYIRAH,94 :5-6)

PERSEMBAHAN
Karya ilmiah ini saya persembahkan kepada kedua orang tua saya terutama
kedua orang tua saya ibu saya yang selalu berjuang untuk saya, baik dalam bidang
apapun terutama dibidang akademik ini, yang selalu mendoakan saya dalam
segala aktivitas dikehidupan saya ini, beliau bekerja dengan penuh pengorbanan
demi anak putra putrinya agar sukses untuk menghadapi masa depan nanti,itulah
yang membuat saya pantang menyerah dalam menggali ilmu dunia maupun
terlebih lebih ilmu akhirat,begitu juga dengan bapak saya yang selalu memotifasi
saya untuk terus menimba ilmu pengetahuan, ia sangat menekankan saya sekali
kedalam berbagai bidang agama. Yah, katanyasih "kita ini menjadi calon pemimpin
daerah belum tentu, tetapi kalau kita menjadi pemimpin agama itu sudah pasti,
dari omongan dia itulah yang membuat saya bertekad keras untuk mengejar cita-
cita saya menjadi menteri agama, tidak masalah di daerah saya ataupun di luar
daerah saya. Yang pastinya saya harus menjabati hal tersebut. Saya akan terus
berjuang demi masa depan saya, tidak melihat seberapa besar tantangan yang
harus saya lewati. Yang penting saya bisa menjadi orang yang dibanggakan oleh
banyak orang terutama oleh kedua orang tua saya sendiri. Selanjutnya karya
ilmiah ini saya persembahkan kepada kepala sekolah ibu Karomatusyafaah yang
telah bersedia berpartisipasi dalam pembuatan karya ilmiah yang saya buat
ini,kemudian kepada bapak hadi Sasmito selaku guru pembimbing saya, yang
telah mengajar,membimbing, mengarahkan dan mendidik saya, sehingga saya
bisa menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik. Juga kepada teman-teman saya
yang telah mendukung dan memberikan saran dalam karya ilmiah yang saya buat
ini, juga tidak lupa kepada wali kelas saya ibu janariani yang telah memberikan
motifasi berupa pemikiran dan lain sebagainya,

5
Kata pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
Karya Ilmiah Bahasa indonesia ini dengan baik.

Karya Ilmiah ini diharapkan mampu membantu saya dalam memperdalam mata
pelajaran Bahasa indonesia khususnya dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu
saya berusaha membuat karya ilmiah ini sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan pada waktunya yang berjudul PENGOLAHAN BUAH PISANG
MENJADI TEPUNG

Karya ilmiah ini memberikan informasi tentang apasih manfaat pisang bagi kita,
perlu kita ketahui bahwa manfaat pisang sangatlah banyak misalnya melancarkan
buang air besar dan masih banyak lagi manfaat lain dari buah buah pisang ini.
Diharapkan karya ilmiah ini dapat memberikan informasi bermanfaat dan akurat
bagi pembaca, saya sebagai penulias tentunya sudah menyadari bahwa karya
ilmiah yang saya buat ini tentunya masih banyak kekeliruan karna didalam hal
inipun saya masih dalam tahap belajar berusaha untuk membuat suatu karya
ilmiah yang baik, baik untuk diri saya sendiri maupun si pembaca. Oleh karena itu
kritikan ataupun saran dari pembaca yang bersifat positif dan membangun akan
saya terima dengan sepenuh hati, akhir kata saya sampaikan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mau bekerjasama dengan saya
untuk menyelesaikan karya ilmiah ini dari awal hingga akhir. Semoga Allah swt
meridhoi usaha apa saja yang kita lakukan. Amin,amin,amin yarobbalalamin.

Rantau panjang, MEI 2016

6
Penulis

Didi kurinawan

DAFTAR ISI
Halaman

Halaman Judul.......................................................................................................... i

Lembar Pengesahan.................................................................................................. ii

Kata Pengantar......................................................................................................... iii

Daftar Isi.................................................................................................................. iv

Daftar Gambar......................................................................................................... v

Daftar Tabel............................................................................................................. vi

Ringkasan Karya Tulis............................................................................................. vii

BAB 1. PENDAHULUAN..................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1

1.2 Identifikasi Masalah................................................................................ 2

1.3 Tujuan Penelitian..................................................................................... 2

1.4 Manfaat.................................................................................................... 3

BAB 2. TELAAH PUSTAKA................................................................................ 4

2.1 Tanaman Pisang ( Musa Paradisiaca )..................................................... 4

2.1.1 Deskripsi Pisang.............................................................................. 4

2.1.2 Daerah Penyebaran........................................................................... 8

2.1.3 Syarat Tumbuh................................................................................. 9

7
2.1.3.1 Iklim........................................................................................ 9

2.1.3.2 Media Tanam........................................................................... 9

2.1.3.3 Ketinggian Tempat.................................................................. 10

2.1.4 Pedoman Budidaya.......................................................................... 10

2.1.4.1 Pembibitan............................................................................... 10

2.2 Hama dan Penyakit Tanaman Pisang....................................................... 11

2.3 Manfaat dan Kandungan Pisang............................................................. 14

BAB 3. METODOLOGI......................................................................................... 17

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian.................................................................. 17

3.2 Bahan dan Alat........................................................................................ 17

3.2.1 Bahan................................................................................................. 17

3.2.2 Alat...................................................................................................... 17

3.3 Metode Pembuatan Tepung..................................................................... 18

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................. 22

4.1 Performa Tepung Pisang.......................................................................... 22

4.1.1 Performa Warna Tepung.................................................................. 22

4.1.2 Performa Tekstur Tepung................................................................. 22

4.1.3 Pengujian Tepung............................................................................. 22

4.2 Keunggulan dan Kelemahan.................................................................... 23

4.2.1 Keunggulan...................................................................................... 23

4.2.2 Kelemahan......................................................................................... 23

BAB 5. PENUTUP.................................................................................................. 25

5.1 Simpulan.................................................................................................... 25

8
5.2 Saran........................................................................................................... 25

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 27

.DAFTAR GAMBAR

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini merupakan ciptaan dari yang mahakuasa, yaitu
Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa kita sadari, sesungguhnya semua yang ada di alam ini bisa kita
manfaatkan guna memenuhi kebutuhan kita. Tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkannya
dan menjadikan bahan tersebut sebagai bahan yang bisa bermanfaat bagi kehidupan kita, karena
kita sebagai makhluk hidup tentu membutuhkan makhluk hidup lain yang ada disekitar kita.

Seperti tepung misalnya. Suatu ketika kita pasti akan membutuhkan tepung untuk keperluan
kita dalam mengolah makanan. Apabila kita sedang membutuhkan tepung tersebut, pasti kita
akan pergi ke toko atau pun pasar untuk membelinya. Padahal tepung tidak selalu bisa kita
temukan di tempat tersebut.karena ketersediaan tepung kadang kala juga terbatas. Oleh karena
itu, penulis akan mengolah pisang menjadi tepung agar bisa berguna bagi masyarakat dan para
pembaca.

Pisang merupakan nama umum yang diberikan pada tumbuhan tema raksasa berdaun besar
yang memanjang dari suku Musaseae. Beberapa jenis Musda meliputi, Musa acuminate, Musa
balbisiana, Musa paradisiae, dan lain sebagainya. Buah ini tersusun dalam tendan dengan
kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Buah pisang merupakan sumber energy, mineral,
dan kalium. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika sudah masak,
meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir
berwarna hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi dan kalium.
Nama pisang juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi,
seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas.

Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua, dan Australia
tropika). Pusat keragaman minor juga terletak di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim
tropis, panas dan, lembab, terutama di daratan rendah. Di daerah dengan hujan merata
sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia,
Kepulauan Pasifik, Negara-negara Amerika tengah, dan Brasil dikenal sebagai Negara utama
pengekspor pisang. Masyarakat di Negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat
tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.

Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya sedikit yang
dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur, seperti Gros
Michel dan Cavendish. Jenis-jenis lain biasanya ditanam berkelompok di pekarangan, tepi-tepi

9
lahan, dan tepi sungai. Banyak keajaiban terdapat di dalam pisang, mulai dari kandungannya
sampai manfaatnya. Mulai dari rhizome yang dimiliki sampai kulit pisangnya dapat kita ambil
manfaatnya. Terdapat berbagai jenis pisang, mulai dari pisang raja, pisang batu, pisang ambon,
pisang kapok, dan lain sebagainya dengan berbagai rasa dan fungsinya. Mereka juga memiliki
ukuran yang berbeda-beda, mulai dari yang berjari kecil sampai yang berukuran besar.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian singkat yang penulis sampaikan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut :

1. Pisang merupakan buah yang mengandung kadar gula cukup tinggi, apakah benar pisang bisa
dijadikan sebagai bahan pembuat tepung?

2. Bagaimana cara mengolah pisang menjadi tepung?

3. Apa manfaat yang terdapat dalam pisang?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk memanfaatkan pisang menjadi bahan makanan lainnya

2. Untuk mengetahui manfaat dan kandungan dari buah pisang

3. Memberikan informasi mengenai pisang

4. Untuk memberikan wawasan baru serta informasi mengenai pisang kepada masyarakat dan
para pembacanya

1.4 Manfaat

1. Memberikan informasi bahwa pisang bias dijadikan sebagai bahan pembuat tepung

2. Memberikan informasi tentang cara pembuatan tepung dari buah pisang

3. Mengetahui manfaat yang terkandung dalam buah pisang

10
11
BAB 2. TELAAH PUSTAKA

2.1 Tanaman Pisang (Musa Paradisiaca)

2.1.1 Deskrpsi Pisang (Musa Paradisiaca)

Pisang merupakan keturunan dari Musa Acuminata yang diploid dan tumbuh liar. Genom yang
disumbangkan diberi simbol A. Persilangan alami dengan Musa Balbisianamemasukkan genom
baru, disebut B, dan menyebabkan bervariasinya jenis-jenis pisang. Pengaruh genom B
terutama, terlihat pada kandungan tepung pada buah yang lebih tinggi. Secara umum, genom A

12
menyumbang karakter ke arah buah meja (banana), sementara genom B ke arah buah pisang
olah atau masak (plantain). Hibrida M. acuminata dengan M. balbisiana ini dikenal sebagai M.
paradisiaca. Khusus untuk Kelompok AAB, nama Musa sapientum pernah digunakan.

Tanaman pisang diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Keluarga : Musaceae

Genus : Musa

Spesies : Musa spp.

Mengikuti anjuran Simmonds dan Shepherd yang karyanya diterbitkan pada tahun 1955,
klasifikasi pisang budidaya sekarang menggunakan nama-nama kombinasi genom ini sebagai
nama kelompok budidaya (cultivar group). Sebagai contoh, untuk pisang Cavendish, disebut
sebagai Musa (AAA group Dessert subgroup) 'Cavendish'. Di bawah kelompok masih
dimungkinkan pembagian dalam anak-kelompok (subgroup)..

Contoh-contoh

Kelompok AA (diploid): pisang seribu, pisang lilin, pisang mas

Kelompok AAA (triploid,partenokarp):pisang susu, bananito, jenis-jenis pisang ambon atau


embun (seperti 'Ambon Putih', 'Ambon Hijau', 'Gros Michel' dan 'Cavendish'), pisang
baranganKelompok AAB (triploid,partenokarp): jenis-jenispisang raja, true plantain seperti
kultivar 'Silk' dari Amerika Selatan, pisang tanduk

Kelompok ABB (triploid,partenokarp):pisang kepok, pisang siam

Kelompok AAAB (tetraploid,partenokarp):

Kelompok BB (diploid):

Kelompok BBB:

Kelompok AABB:

Berdasarkan manfaat bagi kehidupan manusia, pisang dibedakan atas tiga macam,yaitu pisang
serat, pisang hias, dan pisang buah. Pada pisang serat (Musa Textilis), yang dimanfaatkan bukan
buahnya, melainkan serat yang terdapat pada batangnya yang digunakan untuk pembuatan

13
tekstil. Pisang hias umumnya ditanam bukan untuk diambil buahnya, tetapi sebagai hiasan yang
indah dan menarik. Contohnya, pisang kipas dan pisang-pisangan. Sedangkan pisang
buah (Musa Paradisiaca) ditanam dengan tujuan untuk dimanfaatkan buahnya. Pisang buah
dibedakan menjadi empat golongan.

Golongan pertama adalah pisang yang dapat dimakan langsung setelah buahnya matang (pisang
meja),contohnya pisang kapok, pisang susu, pisang hijau, pisang mas, pisang raja, pisang
ambon kuning, pisang ambon lumut, serta pisang Cavendish.

Golongan kedua adalah pisang yang dapat dimakan setelah dimasak terlebih dahulu.
Contohnya, pisang tanduk, pisang oli, pisang kipas, pisang pisang raja nangka, dan pisang
bangkahalu.

Golongan ketiga adalah pisang yang dapat dimakan langsung, baik setelah masak atau pun
setelah dimsak terlebih dahulu. Contohnya, pisang kapok dan pisang raja nangka.

Golongan keempat adalah pisang yang dapat dimakan sewaktu masih mentah, misalnya pisang
klutuk (pisang batu) yang rasanya sepat dan enak untuk mencegah sakit perut.

Untuk memperpanjang daya awet dan daya gunanya, pisang dapat diolah menjadi berbagai
macam makanan. Misalnya, pisang mentah diolah menjadi gaplek pisang, tepung pisang, tape
pisang, sirup glukosa, pati pisang, dan kripik pisang. Sedangkan pisang matang dapat dijadikan
sale, selai, dodol pisang, anggur pisang, saos pisang, sari buah pisang, pure pisang, nectar
pisang, pisang goring, pisang epe, pisang rebus, kolak pisang, dll.

Pisang mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dan sangat baik bagi kesehatan kita,
seperti menyediakan energy cukup tinggi dibandingkan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral,
seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin C, B,
kompleks B6, A, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran otak.
Ketika otak mengalami keletihan, maka pisang akan memberikan cadangan energy dengan
cepat ketika dibutuhkan. Pisang merupakan alternative terbaik untuk menyediakan energy di
saat-saat istirahat atau pada waktu otak sangat membutuhkan energy yang cepat tersedia untuk
aktivitas biologis.Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energy berupa glukosa.
Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain
diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut diperoleh dari sirkulasi darah
dalam otak dan dari asupan makanan sumber karbohidrat, karena glikogen merupakan cadangan
glukosa yang keberadaannya sangat terbatas.

2.1.2 Daerah Penyebaran

Manusia telah mengonsumsi pisang sejak zaman dahulu kala. Kata pisang berasal dari bahasa
Arab, yaitu maus yang oleh Linneus dimasukkan kedalam keluarga Musaceae, untuk
memberikan penghargaan kepada Antonius Musa, seorang dokter pribadi kasar Romawi
(Octaviani Agustinus) yang menganjurkan untuk memakan pisang. Itulah sebabnya pisang
disebut sebagai Musa Paradisiaca.

14
Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara yang disebarkan oleh para penyebar agama
islam ke Afrika Barat, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Selanjutnya, pisang menyebar
keseluruh dunia, yang meliputi daerah tropis dan subtropics. Negara-negara penghasil pisang
yang terkenal diantaranya, Brasillia, Filipina, Venezuela, Panama, Honduras, India, Equador,
Thailand, Karibia, Columbia, Mexico, dan Hawai.

Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus memungkinkan
tanaman pisang tersebar luas di Indonesia. Saat ini hamper diseluruh Indonesia merupakan
daerah penghasil pisang. Pisang tidak mengenal musim panen, dapat berbuah setiap saat.
Hasilnya dapat mencapai 1-17 sisir setiap tandan atau 4-40 kg per tandan,tergantung jenis
pisang itu sendiri.

2.1.3 Syarat Tumbuh

2.1.3.1 Iklim

1.Iklim tropis basah, lembab, dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian,
pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropics. Pada daerah tanpa air, pisang masih dapat
tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat
diharapkan.

2.Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan
mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

3.Curah hujan optimal adalah sekitar 1.520-3.800 mm/tahun dengan bulan kering. Variasi curah
hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.

2.1.3.2 Media Tanam

1. Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat.
Tanaman ini rakus makanan sehingga pisang harus ditanam di tanah berhumus dengan
pemupukan.

2 Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diairi
dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 - 200 cm, di daerah setengah
basah 100 - 200 cm dan di daerah kering 50 150 cm. Tanah yang telah mengalami erosi tidak
akan menghasilkan panen pisang yang baik. Tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak
hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

2.1.3.3. Ketinggian Tempat

Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di
dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk
tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl

15
2.1.4 Pedoman Budidaya

2.1.4.1 Pembibitan

Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas (anakan).

1) Persyaratan Bibit

Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1,5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm.
Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat. Tinggi bibit akan berpengaruh
terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). Bibit anakan ada dua jenis: anakan
muda dan dewasa. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga
dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak. Penggunaan bibit yang berbentuk
tombak (daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit) lebih diutamakan daripada
bibit dengan daun yang lebar.

2) Penyiapan Bibit

Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri.

Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. Satu pohon induk
dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas
anakan, dilakukan pemotongan/penjarangan tunas.

3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam

Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit, sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai
berikut:

a) Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.

b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. Buang
daun-daun yang lebar.

c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0,51% selama 10 menit. Lalu
bibit dikeringanginkan.

d) Jika tidak ada insektisida, rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam.

e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas
beberapa menit.

2.2 Hama dan Penyakit Tanaman Pisang

16
Perbanyakan secara vegetative, membuat pisang sangat mudah terkena serangan pengganggu
karena sempitnya keragaman genetic . suatu perkebunan yang terkena penyakit dapat menular
dengan cepat ke perkebunan lainnya.

Berikut merupakan beberapa contoh hama yang menyerang pohon pisang :

1.Ulat Daun (Erionota Thrax)

Ulat daun yang baru lahir akan langsung menyerang pinggir daun dan akan segera menggulung.
Bila ulat daun sudah besar, maka mereka akan pindah tempat dan akan membuat selubung baru
yang lebih besar dari sebelumnya. Telur-telur dari ulat daun tersebut akan mengelompok sekitar
20-40 butir tiap kelompoknya.

2.Ulat dari Jenis Kumbang (Cosmopolites Sordidus)

Tanaman pisang yang terserang hama ini adalah tanaman yang terdapat di daerah pegunungan.
Kumbang ini berwarna hitam agak abu-abu dan panjangnya mencapai 14 mm. Awalnya, telur
dari kumbang ini ditempatkan dekat dengan kaki kelopak daun yang sudah membusuk. Ulat
yang baru keluar akan membuat lorong-lorong ke atas dan ke bawah dalam kelopak daun yang
dekat dengannya. Pohon pisang yang terserang hama ini akan tumbuh merana dan lama-
kelamaan pohonnya akan roboh dengan perlahan-lahan.

3.Jenis Cacing (Nematoda Radhopolis Similis)

Jenis cacing ini panjangnya sekitar 0,7 mm. hama ini hanya akan merusak bagian akarnya saja.
Bila pertumbuhan akar tidak memadai, maka lama-kelamaan tanaman pisang akan merana.

Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman pisang meliputi

1. Penyakit Darah

Penyakit ini disebabkan bakteri Pseudomas. Pada awalnya penyakit ini hanya menyerang
bagian akar kemudian akan menular ke bagian daun dan buahnya. Pisang yang diserang, bentuk
daunnya akan bergris-garis dengan warna kuning kecoklat-coklatan dan buah serta batangnya
akan mengelurkan cairan merah.

2. Penyakit Bintik Daun

Disebabkan oleh cendawan Cercospora. Bagian yang diserang adalah daun dan saluran
makanan dalam batang pisang. Daunnya akan berbintik-bintik hijau kekuning-kuningan, lama-
kelamaan semakin besar dan daunnya pun menjadi layu.

3. Penyakit Cendawan

Disebabkan oleh cendawan jenis Fusarium. Pelepah daun bagian luar akan pecah memanjang.
Saluran pembuluh daun pisang akan berubah warna menjadi hitam.

17
4. Penyakit Pucuk

Disebabkan oleh virus yang mengakibatkan daunnya akan mengelompok menjadi satu pada
bagian pucuk daun.

5. Penyakit Layu

Disebabkan oleh bakteri Solanacearum. Pohon yang diserang menunjukkan tanda-tanda seperti,
daunnya akan menguning dan kemudian layu. Batangnya pun menjadi coklat dan akhirnya akan
mati.

6. Tanda-tanda Kekurangan Fosfat

6.1Pinggir daun berwarna perunggu dan akan berubah menjadi kehitam-hitaman

6.2Bagian tengah masih berwarna perunggu

6.3Tulang daun dan bagian tengah akan berwarna hijau tua

7. Tanda-tanda Kekurangan Kalium

7.1Bagian pinggir dan bagian tengah daun akan mengering

7.2Bagian pinggir sobekan daun ikut kering

7.3Tulang induk daun akan menguning

7.4Tengah daun bagian bawah masih agak hijau

8. Tanda-tanda Kekurangan Stikstof

8.1Pinggir daun agak mengering

8.2Tulang daun akan menguning

8.3Bagian daun sebelah kanan dan kiri tulang daun masih tetap hijau

8.4Bagian tengah daun berwarna hijau

2.3 Manfaat dan Kandungan Pisang

Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang yang matang, yaitu
kalori 99, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg, serat 0,7 gram, kalsium 8 mg,
fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, vitamin B 0,8 mg, vitamin C 3 mg, dan air 72
gram.

18
Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein,
lemak, dll. Sehingga, apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja,maka sudah tercukupi
secara minimal gizinya. Buah pisang dengan mudah dapat untuk kerja otak dan sangat bagus
untuk menghilangkan rasa lelah.

Beberapa manfaat pisang lainnya,meliputi

1. Untuk ibu hamil

Pisang perlu dianjurkan untuk para ibu hamil, karena pisang mengandung asam folat yang
mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, karena pisang
mengandung kalori yang cukup tinggi sekitar 85-100 kalori.

2. Untuk Penderita Anemia

Pisang mengandung zat besi yang tinggi, sehingga dengan mengonsumsi pisang minimal 2
buah pisang sehari, dapat mengurangi gejala anemia.

3. Manfaat bagi Penyakit Usus dan Lambung

Pisang yang dicampur susu cair dapat dijadikan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga
dapat digunakan untuk menetralkan keasaman lambung.

4. Untuk Penderita Lever

Penderita lever dianjurkan untuk mengonsumsi pisang yang dicampur dengan madu.

5. Bagi Penderita Luka Bakar

Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terkena luka bakar dengan cara
dioleskan abu daun pisang yang ditambah minyak kelapa karena mempunyai pengaruh untuk
mendinginkan kulit.

6. Bagi Penderita Diabetes

Bagi masayarakat Gorontalo, Sulawesi Utara, jenis pisang goroho atau pisang khas daerah
Gorontalo merupakan makanan tambahan atau pokok bagi orang yang menderita penyakit gula
atau diabetes mellitus, terutama buah pisang yang belum matang kemudian dikukus dan
dicampur kelapa parut muda.

7. Untuk Mencegah Stroke

19
Pisang dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

20
BAB 3. METODOLOGI

3.1 Tempat dan Waktu Pembuatan

Proses pembuatan tepung dari bahan dasar pisang dilaksanakan di rumah penulis sendiri pada
tanggal 17 Februari 2012 pukul 16.00, selama dua hari berturut-turut

21
3.2 Bahan dan Alat

3.2.1 Bahan

Bahan yang penulis gunakan dalam membuat tepung ini, antara lain

a. Buah pisang

Dalam proses pembuatan ini, buah pisang merupakan bahan utama.

b. Air

Air digunakan hanya sebagai bahan pelengkap saja untuk membantu proses pembuatan tepung
pisang.

c. Tempe

Tempe digunakan untuk melakukan pada pengujian pada tepung pisang. Apakah tepung
tersebut sudah bias digunakan atau pun belum.

3.2.2 Alat

Peralatan yang penulis gunakan dalam pembuatan ini, meliputi

a. Pisau

Digunakan untuk mengiris pisang

b. Tampan serta Daun Pisang

Penulis gunakan untuk menjemur hasil dari irisan pisang

c. Baskom

Digunakan untuk merendam irisan pisang

d. Alat penumbuk ( Alu dan Lumpang )

Digunakan untuk menumbuk irisan pisang yang telah kering

e. Ayakan atau Saringan

Digunakan untuk mengayak hasil dari irisan pisang yang telah ditumbuk

f. Wajan

22
Wajan digunakan untuk melakukan penyangan pada tepung pisang dan penggorengan pada
tempe.

3.3 Metode Pembuatan

1. Penggulitan atau Pengupasan

Sebelum pisang akan dibuat menjadi tepung, maka proses yang prtama adalah pengupasan kulit
pisang agar kulit dan buahnya terpisah.

2. Pengirisan

Setelah pisang dikupas dan terpisah dari kulitnya,maka langkah berikutnya adalah proses
pengirisan. Pisang kemudian diiris tipis-tipis agar ketika dijemur pisang mudah kering.

3. Penjemuran

Setelah pisang diiris tipis, maka pisang tersebut kemudian dijemur kira-kira selama dua hari
agar pisang benar-benar kering.

4. Penumbukan atau Penghalusan Kemudian, irisan pisang yang sudah kering lalu ditumbuk
sampai benar-benar halus. Apabila masih terdapat tumbuka yang belum halus, maka dilakukan
tumbukan ulang.

5. Pengayakan

Setelah pisang tersebut ditumbuk, maka langkah berikutnya adalah proses pengayakan.
Tujuannya adalah agar diperoleh hasil tumbukan yang benar-benar halus

6. Penjemuran

Kemudian pisang yang sudah halus dijemur agar tepung tersebut kering.

7. Penyanganan

Setelah tepung pisang dijemur hingga kering, kemudian tepung tersebut disangan agar serbuk
yang keruh terpisah dari serbuk pisang yang halus.

23
24
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Performa Tepung Pisang

A.1. Performa Warna Tepung

Dari hasil percobaan yang penulis lakukan, maka akan dihasilkan warna tepung yang lebih
cokelat dan sedikit agak keruh dibandingkan dengan warna tepung terigu yang biasa kita
gunakan sehari-hari. Tetapi, setelah tepung pisang menjalani proses pemanasan atau
penyanganan, maka warnanya akan sedikit lebih berbeda dari sebelumnya, walaupun masih
tetap berwarna cokelat.. Karena ketika tepung pisang menjalani proses penyanganan, serbuk
pisang yang berwarna keruh akan terpisah dari serbuk yang lembut. Sehingga warnanya akan
berubah menjadi lebih halus, karena serbuk yang keruh sudah terpisah.

A.2 Performa Tekstur Tepung

Sebelum tepung pisang disangan, teksturnya agak lebih lembut dari tepung terigu biasanya.
Tetapi setelah mengalami penyanganan, teksturnya akan berubah menjadi agak lebih kasar
karena mengalami proses pemansan.

A.3 Pengujian Tepung

25
Setelah dilakukan pengujian terhadap tepung dengan cara malakukan penggorengan terhadap
tempe, maka akan dihasilkan warna tempe yang lebih cokelat. Prosesnya pun lebih cepat
dibandingkan tempe yang digoreng menggunakan tepung terigu.

Dari data diatas terlihat perbedaan waktu penggorengan dengan tepung pisang dan tepung
terigu. Pada penggorengan tempe dengan menggunakan tepung pisang waktunya hanya sekitar
2 menit saja, sedangkan ketika menggoreng tempe denga tepung terigu, waktunya agak lebih
lama.

B.1 Keunggulan dan Kelemahan

Setiap pemakaian bahan makanan pasti memiliki suatu kelebihan dan kelemahan tersendiri,
begitu pula dengan menggunakan tepung pisang atau pun tepung terigu, pastilah memiliki
keunggulan serta kelemahan masing-masing tepung. Berikut adalah keunggulan serta
kelemahan dalam menggunakan tepung pisang :

B.1.2 Keunggulan

Dalam menggoreng tempe dengan menggunakan tepung pisang, waktu yang digunakan lebih
cepat dan lebih praktis dibandingkan dengan menggunakan tepung terigu. Karena tekstur dari
tepung pisang lebih mudah terkena panas sehingga hasilnya pun lebih mudah digoreng.

B.2.2 Kelemahan

Walaupun tepung pisang memiliki keunggulan dalam penggorengan, tepung pisang juga
memiliki kelemahan tersendiri. Seperti dari warnanya, tekstur, serta hasil dari penggorengan.

Warna tepung pisang sedikit lebih cokelat, sehingga mungkin banyak orang yang mengira
tepung itu tidak lebih abik dari tepung terigu. Serta teksturnya yang lebih kasar dari tepung
terigu, karena tepung terigu teksturnya lebih halus.

Hasil dari penggorengan tepung pisang agak lebih encer daripada tepung terigu.

Tabel 1. Sifat Fisik dan kimia tepung pisang dari berbagai varietas pisang

Varietas Warna Kadar Air Karbohidrat Kadar Asam

Kepok Putih 6,08 76,47 1,85

Nangka Putih coklat 6,09 79,84 0,85

26
Ambon Putih abu-abu 6, 26 78,99 1,04

Raja Bulu Putih coklat 6, 24 76,47 0,84

Ketan Putih abu-abu 6, 24 75,33 0,78

Lampung Putih 8, 39 70,10 0,49

Siam Kuning coklat 7, 62 77,13 1,00

Tabel 2. Perbedaan Komposisi Kimia pada Tepung

Komposisi Pisang Segar (%) Tepung Pisang Beras (%) Kentang (%)
Kimia (%)

Air 70 3 12 78

Karbohidrat 27 88,6 80,2 19

Serat Kasar 0,5 2 0,3 0,4

Protein 1,2 4,4 6,7 2

Lemak 0,3 0,8 4 0,1

Abu 0,9 3,2 0,5 1

B-Karoten(ppm) 2,4 760 - 13

27
Kalori (kkal/100 104 340 363 82
gram)

28
BAB 5. PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil percobaan yang penulis lakukan,maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara
lain :

1. Pisang (Musa Paradisiaca) memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, sehingga dapat
bermanfaat bagi kita semua.

2. Pisang (Musa Paradisiaca) juga bias diolah menjadi berbagai macam makanan, selain bias
langsung dimakan.

3. Pisang (Musa Paradisiaca) tergolong menjadi empat golongan, yaitu

a.Pisang yang dapat langsung dimakan setelah buahnya masak ( pisang meja )

b.Pisang yang dapat dimakan setelah dimasak terlebih dahulu

c.Pisang yang dapat dimakan langsung, baik setelah matang atau pun dimasak terlebih dahulu

d.Pisang yang dapat dimakan sewaktu masih mentah.

29
4. Pisang (Musa Paradisiaca) hanya bias tumbuh di daerah tropis dan sub tropis, serta di tanah
humus

5. Pisang dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menguntungkan, dengan cara diolah
terlebih dahulu atau pun tidak.

B.Saran

Setelah penulis melakukan penelitian ini, maka penulis mempunyai beberapa saran,
diantaranya :

1. perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat serta kegunaan dari pisang

2. produksi dan pembudidayaan pisang perlu ditingkatkan lagi

3. pisang perlu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita

4. penanaman pisang perlu dijaga dan dirawat dengan cara memberi pupuk, supaya bias tumbuh
dengan baik.

30
DAFTAR PUSTAKA

http://www.id.wikipedia.org/wiki/pisang

http://www.sehatalami.info/2009/serba-serbi-pisang.html

http://www.anneahira.com/pisang.html

http://www.idafaszz.com

http://www.id.wikipedia.org/wiki/Pisang _Cavendish

http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/pisang.pdf

31
32
33
34