Anda di halaman 1dari 13

InfoPOM - Vol. 15 No.

4 Juli - Agustus 2014

TOPIK SAJIAN UTAMA:


Mengenal Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Bagi Bangsa Indonesia

ARTIKEL: SERI SWAMEDIKASI:


Berkenalan Dengan Uhuk... Uhuk... Uhuk...
Pemanis Buatan Batuk Kering Atau Batuk Berdahak?
SIARAN PERS:
Klarifikasi Produk Pangan yang Tidak Aman Dikonsumsi
Karena Mengandung Pemanis Buatan
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

TIM REDAKSI EDITORIAL


Penasehat : Baru saja kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke 69. Sudah
banyak yang dicapai oleh bangsa ini. Wajib belajar yang dahulu 6
Kepala Badan POM
tahun sekarang sudah menjadi 9 tahun, internet yang dahulu baru
terdapat di kota-kota besar sekarang sudah dapat dinikmati sampai
Pengarah : tingkat kecamatan melalui Mobile Pusat Internet Layanan Kecamatan
Sekretaris Utama Badan POM (MPLIK). Hal tersebut menimbulkan semakin mudahnya informasi
menyebar ke masyarakat melalui internet walaupun terkadang
informasi yang menyebar di masyarakat bukanlah informasi yang
Penanggung jawab :
valid. Informasi yang tidak valid ini yang dapat menyebabkan
Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan keresahan di masyarakat itu sendiri. Salah satunya adalah informasi
tentang bahaya pemanis buatan yang baru-baru ini kembali merebak
Redaktur : di masyarakat. Maka pada InfoPOM kali ini kami menurunkan artikel
pendukung dengan judul Berkenalan Dengan Pemanis Buatan
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt.,M.Pharm.
untuk memberikan informasi penyeimbang tentang pemanis buatan
yang boleh digunakan di Indonesia dan aman digunakan sepanjang
Editor : penggunaannya dibawah jumlah yang diperbolehkan. Selain itu
1. Dra. Murti Hadiyani Badan POM juga telah mengeluarkan klarifikasi mengenai Produk
2. Indah Widiyaningrum, S.Si, Apt. Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Pemanis
3. Arlinda Wibiayu, S. Si., Apt. Buatan. Diharapkan setelah membaca kedua artikel tersebut
masyarakat dapat lebih cermat memilih makanan dengan membaca
label terlebih dahulu.
Kontributor :
1. Yusra Egayanti, S.Si, Apt Pangan yang kita konsumsi mempengaruhi status gizi seseorang,
(Direktorat Standardisasi Produk Pangan) dimana status gizi dinilai baik apabila tubuh memperoleh asupan zat
2. Siti Maemunah, S.Farm, Apt gizi yang cukup, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik,
perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara
(Direktorat Standardisasi Produk Pangan)
optimal. Karena dengan badan yang sehatlah kita dapat mengisi
3. Dwi Resmiyarti, S.Farm., Apt. (PIOM) kemerdekaan. Maka pengetahuan tentang gizi diperlukan untuk
4. Arlinda Wibiayu, S. Si., Apt. (PIOM) dapat memilih pangan yang akan dikonsumsi. Jika pembaca ingin
5. Judhi Saraswati, SP. MKM (PIOM) dapat menghitung kebutuhan gizi untuk diri sendiri maka sajian
utama dengan judul Mengenal Angka Kecukupan Gizi (AKG) Bagi
Bangsa Indonesia tidak boleh dilewatkan.
Sekretariat :
1. Syatiani Arum Syarie, S.Farm., Apt. Dan untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau khususnya
2. Riani Fajar Sari, A.Md. dari gangguan batuk maka pada swamedikasi kali ini kami turunkan
3. Ridwan Sudiro, S.IP. tentang penanganan batuk. Beda jenis batuknya tentu beda jenis
4. Tri Handayani, S.Farm., Apt. penanganannya. Untuk batuk yang ringan dapat dilakukan terapi non
obat seperti menghangatkan daerah leher, tetapi untuk batuk yang
berat (cukup mengganggu) perlu ditangani dengan terapi obat. Lebih
Sirkulasi : jelasnya pembaca dapat membacanya pada artikel
1. Netty Sirait Uhuk...uhuk...uhuk....Batuk Kering atau Batuk Berdahak?
2. Surtiningsih
Forum SIKer Nas kali ini membahas tentang Susu Mengatasi
Keracunan, karena sering kali susu dianggap dapat menetralkan
Desain dan Fotografer :
keracunan. Padahal tidak semua jenis keracunan dapat ditangani
Michael Andikawan S., S.Des. dengan menggunakan susu. Sedangkan Forum PIO Nas kali ini
membahas tentang pertanyaan seorang apoteker rumah sakit
tentang Stabilitas Co Amoksiklav Injeksi.

Selamat membaca dan selamat berkarya!

R edaksi menerima sumbangan artikel yang berisi


informasi terkait dengan obat, makanan, kosmetika,
obat tradisional, komplemen makanan, zat adiktif dan
bahan berbahaya. Kirimkan tulisan melalui alamat
redaksi dengan melampirkan identitas diri penulis.
Alamat redaksi: Ged. Pusat Informasi Obat dan Makanan lt. 5
BPOM, Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat.
Telepon/fax: 021-42889117. Email ke informasi@pom.go.id

Halaman 2
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

MENGENAL ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG)


BAGI BANGSA INDONESIA
Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air merupakan zat gizi yang diperlukan manusia.
Banyak mengkonsumsi makanan banyak pula zat gizi yang diperoleh, tetapi belum tentu semua itu
yang dibutuhkan oleh tubuh. Alih-alih digunakan untuk tubuh, zat yang berlebih justru akan dibuang
oleh tubuh kita. Apa saja faktor yang menentukan kebutuhan gizi tiap individu?

Manusia memerlukan zat gizi untuk kelangsungan hidupnya, satu zat gizi juga menimbulkan gangguan kesehatan mulai dari
yang dapat diperoleh dari makanan atau minuman. Zat gizi gangguan yang ringan misalnya gangguan fungsi yang menurun
yang diperoleh dari makanan digunakan untuk tumbuh, bahkan sampai gangguan yang sangat berat atau sifatnya fatal.
bereproduksi, dan memelihara kesehatan yang baik. Secara Oleh karena itu untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal,
definisi zat gizi merupakan substansi pangan yang memberikan diperlukan asupan zat gizi yang harus didapatkan dari pangan
energi; diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan dan dalam jumlah yang sesuai dengan yang dianjurkan setiap harinya.
/atau pemeliharaan kesehatan; atau bila kekurangan atau Disinilah diperlukan suatu standar yang digunakan sebagai acuan
kelebihan dapat menyebabkan perubahan karakteristik biokimia tentang kebutuhan gizi seseorang.
dan fisiologis tubuh. Kalau dulu zat gizi tersebut terbatas pada
karbohidrat, protein, lemak, vitamin-vitamin dan mineral, namun Pada dasarnya kebutuhan zat gizi setiap individu berbeda
sekarang air ditetapkan termasuk sebagai salah satu zat gizi. tergantung pada jenis kelamin, umur, aktivitas, kondisi kesehatan/
penyakit. Laki-laki dan perempuan mempunyai kebutuhan gizi yang
Konsumsi pangan sangat mempengaruhi status gizi seseorang, berbeda, demikian pula bayi, anak-anak, orang dewasa juga
dimana status gizi baik apabila tubuh memperoleh asupan zat mempunyai kebutuhan yang berbeda pula. Orang dengan aktivitas
gizi yang cukup, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, yang banyak akan mempunyai kebutuhan gizi yang lebih besar
perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara dibandingkan dengan yang beraktivitas sedikit. Wanita hamil, orang
optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi seperti dengan penyakit tertentu pun akan mempunyai kebutuhan gizi yang
jumlah dan kualitas pangan serta faktor gangguan dalam sistem khusus untuk mempertahankan kesehatannya.
pencernaan yang diakibatkan oleh kelainan dan penyakit.
Penentuan kebutuhan gizi berbeda antar zat gizi. Meskipun
Status gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsi demikian berangkat dari prinsip yang sama, yaitu penentuan angka
dalam jangka waktu yang cukup lama. Kekurangan atau kelebihan atau nilai asupan gizi untuk mempertahankan orang sehat tetap
dalam waktu tersebut akan berdampak tehadap kesehatan. sehat sesuai kelompok umur atau tahap petumbuhan dan
Kekurangan salah satu zat gizi dapat menimbulkan dampak berupa perkembangan, jenis kelamin, kegiatan dan kondisi fisiologisnya.
penyakit defisiensi. Asupan yang berlebihan dari salah

Halaman 3
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

Untuk mengetahui kebutuhan gizi seseorang, maka sesuai dengan amanat Undang-undang Kesehatan (UU36/2009) bahwa Menteri
Kesehatan perlu menetapkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi Bangsa Indonesia. AKG merupakan suatu kecukupan rata-rata zat
gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktifitas tubuh untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimal. AKG bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan memenuhi kebutuhan sekitar 97-98% populasi sehat.

Istilah yang dipakai bagi angka kecukupan gizi berbeda-beda antar negara. Indonesia menggunakan istilah Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang
dianjurkan sebagai terjemahan dari RDA (Recommended Dietary Allowance). Filipina menggunakan istilah Recommended Energy and Nutrient
Intakes (RENI). Di Amerika Serikat mulai tahun 1997 (IOM, 1997) menggunakan istilah Dietary Reference Intake (DRI). DRI terdiri dari empat
angka, yaitu 1) kebutuhan gizi rata-rata (Estimated Average Requirement, EAR), 2) Konsumsi gizi yang dianjurkan (Recommended Dietary
Allowance, RDA), 3) Kecukupan asupan gizi (Adequate Intake, AI) dan 4) Batas maksimum yang diperbolehkan (Tolerable Upper Intake Level,
UL). Penggunaan masing-masing istilah tersebut berbeda tergantung konteks penerapannya.

Menteri Kesehatan telah menetapkan AKG bagi Bangsa Indonesia yang terbaru melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2013. Peraturan ini
mencakup : berat dan tinggi badan, kelompok umur, energi dan zat Gizi : protein, lemak, karbohidrat, serat, air, vitamin dan mineral.

Pada Tabel berikut diuraikan Angka Kecukupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Serat dan Air yang dianjurkan untuk orang
Indonesia (perorang perhari) :

Kelompok BB* (kg) TB* (cm) Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Serat (g) Air (mL)
umur
Total n-6 n-3
Bayi/Anak
0 6 bulan 6 61 550 12 34 4,4 0,5 58 0 -
7 11 bulan 9 71 725 18 36 4,4 0,5 82 10 800
1-3 tahun 13 91 1125 26 44 7,0 0,7 155 16 1200
4-6 tahun 19 112 1600 35 62 10,0 0,9 220 22 1500
7-9 tahun 27 130 1850 49 72 10,0 0,9 254 26 1900
Laki-laki
10-12 tahun 34 142 2100 56 70 12,0 1,2 289 30 1800
13-15 tahun 46 158 2475 72 83 16,0 1,6 340 35 2000
16-18 tahun 56 165 2675 66 89 16,0 1,6 368 37 2200
19-29 tahun 60 168 2725 62 91 17,0 1,6 375 38 2500
30-49 tahun 62 168 2625 65 73 17,0 1,6 394 38 2600
50-64 tahun 62 168 2325 65 65 14,0 1,6 349 33 2600
65-80 tahun 60 168 1900 62 53 14,0 1,6 309 27 1900
80+ tahun 58 168 1525 60 42 14,0 1,6 248 22 1600
Perempuan
10-12 tahun 36 145 2000 60 67 10,0 1,0 275 28 1800
13-15 tahun 46 155 2125 69 71 11,0 1,1 292 30 2000
16-18 tahun 50 158 2125 59 71 11,0 1,1 292 30 2100
19-29 tahun 54 159 2250 56 75 12,0 1,1 309 32 2300
30-49 tahun 55 159 2150 57 60 12,0 1,1 323 30 2300
50-64 tahun 55 159 1900 57 53 11,0 1,1 285 28 2300
65-80 tahun 54 159 1550 56 43 11,0 1,1 252 22 1600
80+ tahun 53 159 1425 55 40 11,0 1,1 232 20 1500
Hamil (+an)
Timester 1 +180 +20 +6 +2,0 +0,3 +25 +3 +300
Trimester 2 +300 +20 +10 +2,0 +0,3 +40 +4 +300
Trimester 3 +300 +20 +10 +2,0 +0,3 +40 +4 +300
Menyusui (+an)
6 bln pertama +330 +20 +11 +2,0 +0,2 +45 +5 +800
6 bln kedua +400 +20 +13 +2,0 +0,2 +55 +6 +650

Halaman 4
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

Selengkapnya AKG untuk vitamin (14 vitamin) dan mineral Peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan zat
(13 mineral) yang dianjurkan untuk orang Indonesia dapat gizi serta keunikan manfaat masing-masing zat gizi, telah memicu
dilihat dalam Permenkes nomor No. 75/2013 tentang Angka dunia industri menghasilkan dan memasarkan aneka produk
Kecukupan Gizi bagi Bangsa Indonesia. pangan yang diperkaya zat gizi atau produk suplemen makanan.
Untuk itu masyarakat perlu mencermati kandungannya agar tidak
Pada implementasinya, AKG digunakan sebagai acuan untuk: terjadi konsumsi zat gizi terutama vitamin dan mineral secara
a. menilai kecukupan gizi; berlebihan. Kandungan gizi produk pangan dapat diketahui dengan
b. menyusun makanan sehari-hari termasuk perencanaan membaca informasi nilai gizi yang tertera pada label.
makanan di institusi;
c. perhitungan dalam perencanaan penyediaan pangan Di lain pihak, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan
tingkat regionalmaupunnasional; yang diiringi dengan kemajuan yang pesat dalam bidang teknologi
d. pendidikan gizi; dan informasi dan komunikasi, telah menggiring masyarakat untuk
e. label pangan yang mencantumkan informasi nilai gizi. mengonsumsi berbagai makanan siap saji yang berlebihan dan
akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan.
Dalam praktek di masyarakat penerapan AKG memerlukan
ukuran porsi pangan untuk menilai maupun merancang Konsumsi makanan dengan pola gizi seimbang harus
konsumsi pangan. Beberapa contoh perkiraan jumlah energi memperhatikan empat prinsip dasar, yaitu keanekaragaman
(kkal) pada porsi bahan makanan dalam ukuran rumah tangga pangan, aktivitas fisik yang teratur dan terukur, kebersihan
(URT) antara lain 1 porsi nasi (3/4 gelas = 100 g) memberikan diri dan lingkungan yang terjaga, serta pantau atau
kalori 175 kalori yang juga setara dengan yang diberikan oleh 1 pertahankan berat badan ideal.
porsi kentang (2 buah), singkong (1 potong), roti (3 iris). URT
atau ukuran porsi dapat diperoleh dari berbagai sumber resmi. PENCANTUMAN INFORMASI NILAI GIZI PADA PRODUK PANGAN
Badan Pengawas Obat dan Makanan telah mengatur tata cara
Pemenuhan kebutuhan zat gizi dalam sehari dapat dilakukan pencantuman informasi nilai gizi pada label produk pangan melalui
dengan mengonsumsi 3 (tiga) kali makan besar (nasi, lauk hewani, Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.06.51.0475 tentang
lauk nabati, buah dan sayur) dan 2 (dua) kali makanan selingan Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi pada label pangan.
(camilan)., atau dikenal juga dengan gizi seimbang. Gizi seimbang Dari informasi nilai gizi tersebut konsumen dapat melihat berapa
adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi nilai gizi yang terkandung dalam satu sajian, sehingga dapat
dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh yaitu menghitung apakah konsumsi makanannya sudah memenuhi
jenis kelamin, umur dan status kesehatan. Secara umum menu angka kecukupan gizi atau malah berlebih dari angka kecukupan
makanan yang seimbang dengan komposisi energi dari karbohidrat gizinya. Adanya Informasi nilai gizi pada label pangan bagi
50% - 65%, protein 10% - 20%, dan lemak 20% - 30%. konsumen diharapkan dapat membuat konsumen melakukan
pemilihan yang bijak terhadap produk yang akan dipilihnya.
Kebutuhan zat gizi tersebut divisualisasikan dalam bentuk
piramida makanan. Penulis: Direktorat Standardisasi Produk Pangan

PUSTAKA
1. Undang-undang N0.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013 tentang Angka
Kecukupan Gizi Bagi Bangsa Indonesia
3. Prosiding Angka Kecukupan Gizi dan Acuan Label Gizi, WNPG VIII, 2004
4. Peraturan Kepala Badan POM nomor HK.00.06.51.047 tanggal
17 Januari 2005 tentang Pedoman Pencatuman Informasi Nilai
Gizi pada Produk Pangan.

Halaman 5
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

BERKENALAN DENGAN
PEMANIS BUATAN
Belakangan sering beredar isu tentang pemanis buatan yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Dari
gangguan ringan sampai penyakit berat dikambinghitamkan pada pengkonsumsian pemanis buatan.
Apa memang seperti itu?

Pemanis adalah salah satu jenis bahan tambahan pangan yang PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN YANG AMAN
dimaksudkan untuk memberikan rasa manis pada produk Ketentuantentangpemanistersebutditetapkanberdasarkankajian
pangan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 33 Tahun 2012 keamanan dengan dukungan bukti ilmiah dengan melibatkan tim
tentang Bahan Tambahan Pangan dan Peraturan Kepala Badan ahli yang berkompeten dibidangnya serta stakeholders terkait.
POM Nomor 4 Tahun 2014 tentang Batas Maksimum Kajian tersebut juga didasarkan atas kajian keamanan yang
Penggunaan Bahan Tambahan Pemanis maka pemanis dilakukan oleh Joint Expert Committee on Food Additive (JECFA)
dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu pemanis alami (Natural yang dibentuk oleh Food Agriculture Organization (FAO) dan World
Sweetners) dan pemanis buatan (Artificial Sweetener). Pemanis Health Organization (WHO). Hasil kajian JECFA ditetapkan sebagai
alami adalah pemanis yang dapat ditemukan dalam bahan alam standar internasional oleh Codex Alimentarius Commission (CAC).
meskipun prosesnya secara sintetik ataupun fermentasi Salah satu standar Codex tentang penggunaan Bahan Tambahan
sedangkan pemanis buatan adalah pemanis yang diproses Pangan adalah GSFA (Guideline Standard for Food Additive). GSFA
secara kimiawi, dan senyawa tersebut tidak terdapat di alam. ini merupakan salah satu acuan dalam penyusunan Peraturan
Kepala Badan POM tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan
Jenis pemanis alami yang diizinkan adalah Sorbitol (Sorbitol); Tambahan Pemanis.
Manitol (Mannitol); Isomalt/Isomaltitol (Isomalt/Isomaltitol);
Glikosida steviol (Steviol glycoside); Maltitol (Maltitol); Laktitol Pada masing-masing jenis pemanis buatan terdapat jumlah
(Lactitol); Silitol (Xylitol); dan Eritritol (Erythritol). Sedangkan maksimum bahan tambahan pangan dalam miligram per kilogram
jenis pemanis buatan yang diizinkan digunakan adalah sakarin, berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari selama hidup tanpa
siklamat, asesulfam-k, aspartam, neotam, dan sukralosa. Pada menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan yang lazim
dasarnya pemanis buatan atau pemanis alami yang diizinkan disebut Acceptable Daily Intake (ADI). Contohnya, untuk nilai ADI
merupakan pemanis yang aman jika digunakan dibawah kadar aspartam adalah 40 mg/kg berat badan, artinya nilai maksimal
yang diperbolehkan. aspartam yang boleh dikonsumsi dalam sehari untuk orang dewasa
dengan berat badan 50 kg adalah 2.000 mg atau setara dengan 2
gram. Nilai ADI aspartam yang disetujui

Halaman 6
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

di Amerika adalah 50 mg/kg berat badan sedangkan di Eropa Disamping itu, karena memperhatikan kebiasaan dan pola
adalah 40 mg/ kg berat badan. Penggunaan pemanis buatan konsumsi serta trend penggunaan pemanis oleh industri pangan
yang aman jika digunakan pada kadar masih dibawah nilai ADI. baik di industri besar, menengah, kecil, sampai industri rumah
tangga, pemerintah memandang perlu melakukan pendekatan
No Pemanis Buatan Nilai ADI prinsip kehati-hatian terhadap penggunaan pemanis buatan melalui
(mg/kg berat badan) pencantuman peringatan tersebut pada label pangan.
1 Sakarin 5
Ketentuan tentang pencantuman peringatan pada pangan yang
2 Siklamat 11
mengandung pemanis buatan tersebut dituangkan dalam Permenkes
3 Asesulfam-k 15 Nomor 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, Pasal 13 ayat
3 yaitu Pada label pangan yang mengandung pemanis buatan wajib
4 Aspartam 40
dicantumkan tulisan Mengandung pemanis buatan, disarankan
5 Neotam 2 tidak dikonsumsi oleh anak dibawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan
ibu menyusui.
6 Sukralosa 15

Penulis: Direktorat Standardisasi Produk Pangan

PRINSIP KEHATI-HATIAN PUSTAKA


Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM tersebut bahwa 1. Kementerian Kesehatan. Republik Indonesia. 2012.Peraturan Menteri
pemanis buatan dilarang digunakan pada produk pangan yang Kesehatan No.33 tentang Bahan Tambahan Pangan. Kemkes, Jakarta.
diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, ibu hamil 2. Badan POM. 2014. Peraturan Kepala Badan POM No.4 tentang Batas
dan/atau ibu menyusui. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa anak- Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pemanis. BPOM, Jakarta.
anak, ibu hamil dan ibu menyusui akan mengkonsumsi pangan lain 3. FDA.2014. Additional Information about High-Intensity Sweeteners
yang diperuntukkan untuk umum yang dibolehkan menggunakan Permitted for use in Food in the United States. http://www.fda.gov/
pemanis buatan. Sehingga, sebagai upaya perlindungan dan food/ingredientspackaginglabeling/foodadditivesingredients/
prinsip kehati-hatian bagi konsumen terutama pada 3 kelompok ucm397725.htm#Aspartame (September 2014)
tersebut perlu pencantuman peringatan pada label sehingga
diharapkan konsumen lebih cerdas dalam memilih produk pangan
agar produk yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan, harapan
dan kepuasan yang diinginkan.

CONTACT CENTER
Sejalan dengan Implementasi UU Nomor 14 tahun 2008
tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta sebagai
perwujudan komitmen Open Government Badan POM terhadap
masyarakat, Badan POM sebagai lembaga negara yang
berfungsi melindungi dan melayani masyarakat bertanggung
jawab atas pemberian informasi yang tepat, cepat dan akurat.

Dengan didukung oleh kemajuan teknologi, maka sebagai Untuk itu HALO BPOM 1500533 dirancang dengan
salah satu media penyampaian informasi yang cepat, Badan menggabungkan beberapa layanan infomasi publik yang selama ini
POM meluncurkan program Contact Center HALO BPOM telah berjalan terkait informasi obat dan makanan, keluhan dan
1500533 sebagai bentuk komitmen untuk meningkatan akses pengaduan, serta pencegahan dan penanganan keracunan.
publik untuk mendapat informasi terkait Badan POM.
HALO BPOM 1500533 dapat dihubungi melalui berbagai media
Dengan HALO BPOM 1500533, diharapkan masyarakat komunikasi seperti telepon, sms dan e-mail. Permintaan informasi
dapat lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang akan dijawab oleh agent call center yang telah terlatih. Petugas/
mereka butuhkan dan juga menjadi media bagi Badan POM agent juga dilengkapi dengan bantuan program knowledge base
untuk semakin dekat dengan masyarakat. dengan Manajemen basis data yang terintegrasi.

Anda ingin menghubungi contact center Badan POM?


Telp : 1500533 | SMS : 081219999533 | Email : halobpom@pom.go.id | Hari kerja Senin Jumat pukul 08.00 18.00
Di luar jam kerja, layanan informasi, layanan pengaduan dan layanan informasi keracunan melalui HALO BPOM 1500533
dialihkan secara otomatis ke layanan telepon seluler 24 jam

Halaman 7
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

KLARIFIKASI
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
TENTANG
PRODUK PANGAN YANG TIDAK AMAN
DIKONSUMSI
KARENA MENGANDUNG PEMANIS BUATAN

Sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai


media sosial mengenai ketidakamanan beberapa produk
pangan yang mengandung pemanis buatan, Badan POM
memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
1. Pengaturan tentang keamanan, mutu, gizi, dan label
pangan yang dilakukan Badan POM dimaksudkan untuk
perlindungan konsumen.
2. Pemberian Nomor Izin Edar (NIE) yang diawali dengan
tulisan BPOM RI MD atau BPOM RI ML menyatakan
bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan dan
aman untuk dikonsumsi.
3. Penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan di
Indonesia telah diatur dalam:
a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012
Tentang Bahan Tambahan Pangan; dan
b. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik
Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Batas Maksimum
Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pemanis.
4. Paparan pemanis buatan pada kelompok masyarakat rentan, yaitu
anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui perlu dikendalikan sebagai
bentuk kehati-hatian, pencantuman peringatan pada label pangan
yang mengandung pemanis buatan sangat diperlukan karena
merupakan hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur
mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa, namun
demikian sebagai konsumen cerdas, konsumen memiliki kewajiban
untuk membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur
pemakaian atau pemanfaatan barang dan/jasa, demi keamanan dan
keselamatan sebagaimana diamanatkan dalam UU Perlindungan
Konsumen.
5. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pencantuman peringatan
Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi

logo HUT RI
oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui
merupakan upaya perlindungan dan penyediaan informasi bagi
konsumen untuk membuat keputusan yang tepat dalam memilih
pangan yang sesuai dengan kebutuhan.
6. Kepada masyarakat dihimbau agar teliti dalam membaca label
untuk mendapatkan manfaat dari pangan yang akan dikonsumsi
dan jadilah konsumen yang cerdas serta tidak mudah
terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial, masyarakat
yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
Contact Center Badan POM HALO BPOM 1500533 atau sms ke
081.21.9999.533 atau email: halobpom@pom.go.id

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk dapat dimanfaatkan.

Jakarta, 11 Agustus 2014

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Halaman 8
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

UHUK...UHUK...UHUK.... Hujan lagi hujan lagi....... Namun hujan tak lantas menyurutkan Adi
untuk terus melanjutkan aktivitas. Sudah dua hari ini ia lupa tidak
BATUK KERING ATAU membawa payung di mobil padahal tempat parkir dengan gedung
tempatnya bekerja cukup jauh dan tanpa koridor beratap, walhasil
BATUK BERDAHAK? basah kuyup. Daya tahan tubuh menjadi turun, akhirnya flu dan
batuk menyerang.
Menjengkelkan sekali memang, batuk tak kunjung Setelah beberapa hari flu reda kini tinggal batuknya yang tak
henti. Lebih-lebih jika frekuensi kejadiannya sering, kalah menyiksa. Sebelum esoknya ia harus ke kantor terlebih
maka yang terjadi adalah mengganggu aktivitas dahulu ia menghubungi apoteker PIO Nas dengan harapan
bahkan saat istirahat ataupun tidur. Sebenarnya mendapat solusi atas sakitnya karena batuk sangat
batuk bukanlah penyakit, melainkan gejala. mengganggu aktivitas di kantor. Apalagi batuk-batuk di
Penyebab batuk bisa beraneka, dan untuk tengah-tengah rapat, sungguh tak enak.
penanganannya, anda perlu tahu terlebih dahulu
apa penyebabnya. Dengan penanganan yang tepat Saat menghubungi apoteker PIO Nas, Adi mengaku bahwa
uhuk-uhuk akan cepat berlalu. dahulu saat batuk, ia minum obat batuk antitusif dan sembuh.
Karena itu ia ingin mengulangi kisah sukses tersebut. Dengan
sabar PIO Nas berkata, Tunggu dulu Pak Adi, coba ceritakan
Musim hujan dan pancaroba, menjadi ancaman kesehatan bagi yang dulu kondisi batuknya sekarang. Setelah digali, batuk yang
mengabaikannya, dan yang sering dialami adalah batuk. Batuk yang tak diderita Adi dahulu adalah batuk kering sehingga memang
kunjung sembuh dapat terjadi karena salah penanganannya atau tidak sudah tepat jika diberikan obat batuk antitusif. Tapi kali ini
mengetahui penyebabnya. Batuk bukanlah penyakit, namun bentuk dari berbeda, batuknya mengeluarkan dahak. Maka pilihan yang
gejala. Gejala ini muncul jika ada gangguan atau penyakit pada saluran lebih tepat adalah obat batuk berdahak atau ekspektoran.
pernafasan. Misalnya, ketika ada benda asing masuk ke saluran Apoteker PIO Nas menyampaikan perlunya diperhatikan
pernapasan maka terjadi refleks pertahanan tubuh untuk membersihkan kandungan serta peringatan dalam produk obat batuk, karena
saluran pernapasan dengan cara batuk. Batuk yang terlalu sering dan ia harus melanjutkan aktivitas di kantor.
tak kunjung membaik menandakan adanya penyakit atau gangguan
pada saluran pernapasan.
lambung dan penyakit jantung. Batuk juga bisa terjadi karena efek
Batuk dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus samping penggunaan obat. Misalnya efek samping obat
(misalnya influenza, tuberkulosa, campak, pneumonia), antihipertensi seperti kaptopril, ramipril, atau delapril. Namun, jika
asma, bronkitis (radang tenggorokan), atau kelainan pada batuk terjadi karena efek samping obat ini terasa sangat
otak. Batuk juga dapat terjadi karena debu, alergi, makanan mengganggu, jangan langsung menghentikan penggunaan obat,
yang merangsang tenggorokan (misal: pedas, berminyak), melainkan dikonsultasikan dahulu kepada dokter. Dokter akan
rokok atau efek samping penggunaan obat. mempertimbangkan besarnya manfaat dan resiko penggunaan obat
sebelum memutuskan untuk meneruskan atau mengganti dengan
Batuk dapat berupa batuk kering dan batuk berdahak. pilihan obat yang lain, atau meresepkan tambahan obat untuk
Sebelum memilih obat maka perlu dikenali terlebih dahulu mengatasi efek samping tersebut.
jenis batuk yang diderita.
PENGOBATAN
BATUK BERDAHAK Pengobatan sendiri dilakukan untuk mengurangi frekuensi
Batuk berdahak yaitu batuk yang mengeluarkan dahak/sputum. batuk, meringankan gejala, dan mencegah terjadinya
Dahak perlu dikeluarkan karena mengganggu kemampuan komplikasi, namun pada umumnya bukan untuk
pernapasan dan kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi. menyembuhkan penyakit utama yang diderita. kental, c
Bentuk dahak dapat berwarna bening (misalnya disebabkan
bronkitis), berwarna nanah (misalnya disebabkan infeksi), atau TERAPI NON OBAT
mengeluarkan bau tidak sedap (misalnya disebabkan infeksi Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi batuk adalah:
bakteri anaerob). 1. Menghangatkan daerah leher serta hidung dengan
vaporub, balsam atau miyak penghangat lainnya.
BATUK KERING (TIDAK BERDAHAK) 2. Mengkonsumsi permen pelega tenggorokan.
Batuk kering yaitu batuk yang tidak disertai dengan dahak dan 3. Memperbanyak minum air putih, untuk membantu
terasa gatal pada tenggorokan. Batuk seperti ini biasanya terjadi mengencerkan dahak dan mengurangi iritasi atau rasa gatal.
karena flu atau terpapar iritan seperti debu atau asap rokok. Selain 4. Menghindari paparan debu, rokok, minuman atau makanan
itu, dapat juga karena adanya infeksi atipikal, gangguan yang dapat merangsang tenggorokan, dan udara malam.

Halaman 9
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

TERAPI OBAT
Bila batuk belum dapat teratasi dengan terapi non obat, maka dapat digunakan obat batuk. Pemilihan obat batuk akan efektif jika sesuai dengan jenis
batuknya. Obat batuk dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu ekspektoran (pengencer dahak) untuk jenis batuk berdahak, dan antitusif (penekan batuk) untuk
jenis batuk kering. Masing-masing dapat berbentuk tunggal (mengandung satu zat aktif) atau kombinasi (lebih dari satu zat aktif) dalam satu obat batuk.

OBAT BATUK BERDAHAK (EKSPEKTORAN)


Obat batuk ekspektoran yang dapat dibeli tanpa resep dokter adalah yang mengandung zat aktif Bromheksin, Gliseril Guaiakolat
(Guafinesin), atau Obat Batuk Hitam yang mengandung Amonium Klorida, dan Succus Liquiritiae. Zat-zat aktif ini bekerja dengan
meningkatkan sekresi cairan di saluran napas, sehingga akan mengencerkan dan mempermudah pengeluaran dahak.

BROMHEKSIN GLISERIL GUAIAKOLAT (GUAFINESIN) OBAT BATUK HITAM (OBH)

Selain dalam bentuk kombinasi dengan zat aktif Selain Bromheksin, zat aktif lainnya yang Obat Batuk Hitam atau OBH
lainnya, Bromheksin juga umum dalam bentuk digunakan untuk batuk berdahak adalah Gliseril sangat umum dipakai untuk
tunggal dalam satu obat batuk. Dosis Guaiakolat. Gliseril Guaiakolat atau disebut juga mengatasi batuk berdahak.
penggunaan untuk dewasa dan anak usia di Guafinesin umumnya beredar dalam bentuk OBH umumnya
atas 10 tahun adalah 1 tablet atau 10 ml sirup kombinasi dalam 1 obat batuk. Adapun dalam mengandung Succus
diminum 3 kali sehari, anak usia 5-10 tahun bentuk tunggal, penggunaan untuk dewasa Liquiritiae, Ammonium
tablet atau 5 ml sirup diminum 3 kali sehari, adalah 1-2 tablet diminum 3-4 kali sehari, Klorida, dan Solutio Ammonii
sedangkan untuk anak usia 2-10 tahun adalah sedangkan anak usia 2-6 tahun adalah -1 Spirituosa Anisata. Sering
tablet atau 5 ml sirup diminum 2 kali sehari. tablet diminum 3 kali sehari. Obat ini tidak pula OBH ini dikombinasikan
Obat ini tidak dianjurkan untuk anak usia di dianjurkan penggunaannya pada anak usia di dengan zat aktif lainnya.
bawah 2 tahun, kecuali atas petunjuk dokter. bawah 2 tahun, kecuali atas petunjuk dokter. Untuk dewasa OBH
diminum 15 ml 4 kali sehari,
Bromheksin dapat menimbulkan efek samping seperti Efek samping obat jarang terjadi, namun sedangkan untuk anak 5 ml
mual, diare, gangguan pencernaan, dan rasa penuh meskipun jarang, perlu diwaspadai jika efek 4 kali sehari.
diperut, tetapi umumnya bersifat ringan. samping muncul seperti diare, sakit kepala,
rasa gatal yang disertai bintik merah dan Perlu diperhatikan
Perlu diperhatikan penggunaan Bromheksin pada bengkak, mual, ruam kulit, atau sakit perut.
penggunaan OBH
penderita gangguan lambung, karena penggunaan
obat ini dapat mengganggu lapisan mukosa Gliseril Gauaikolat tidak dianjurkan pada penderita
lambung. Bromheksin aman digunakan pada digunakan untuk wanita hamil, akan tetapi penyakit hati, ginjal
wanita hamil, akan tetapi tidak direkomendasikan dapat digunakan untuk wanita menyusui dan jantung kronik.
untuk wanita menyusui karena diekskresikan juga dengan pengawasan dokter. Obat ini juga
Bagi penderita
melalui ASI walaupun dalam jumlah kecil. tidak dianjurkan pada lansia.
penyakit tersebut
harus berkonsultasi
kepada dokter jika
menggunakan OBH.

!
Jika mengalami kondisi sebagai berikut, dianjurkan tidak
melakukan pengobatan sendiri:
Penulis: Bidang Informasi Obat - Pusat Informasi Obat dan
Makanan
1. Batuk terjadi lebih dari 7 hari dan tidak membaik setelah
pengobatan sendiri. PUSTAKA
2. Batuk yang disertai panas tinggi (lebih dari 39.4 C). 1. Briggs, G.G et all. 2005. Drugs in Pregnancy and Lactation
3. Batuk yang disertai dengan kondisi: napas pendek, nyeri dada, Seventh Edition. Lippincott Williams & Wilkins: Philadephia.
berdarah, menggigil, keringat, berkeringat di malam hari, sesak 2. Chung K.F,. 2003. Cough: Causes, Mechanisms and Therapy.
napas, kaki bengkak, warna kulit menjadi kebiru-biruan, berat Blackwell Publishing Ltd: Australia
badan turun drastis, ruam, atau kepala sakit berkepanjangan. 3. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. 2006. Pedoman Penggunaan
4. Batuk menghasilkan sputum yang berwarna kuning kental, Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Departemen Kesehatan: Jakarta.
cokelat, hijau atau seperti nanah. 4. Krinsky, et all. 2012. Handbook of Nonprepcription Drugs: An Interaction
5. Batuk memburuk setelah demam dan flu berhenti. Approach to Self-Care. American Pharmacist Association: Washington DC
6. Batuk yang terjadi karena efek samping obat
5. U.S National Library of Medicine. 2011. Cough. http://www.ncbhttp://
7. Memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma, dan bronkitis
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0003563/. [10 Februari 2014]
kronis.
8. Batuk yang terjadi karena benda asing yang masuk dan
tertinggal di paru-paru.
Halaman 10
InfoPOM - Vol. 15 No. 4 Juli - Agustus 2014

OBAT BATUK KERING (ANTITUSIF)


Obat batuk kering bekerja pada dengan menekan pusat batuk dan menaikkan ambang rangsang batuk sehingga keinginan
untuk batuk berkurang. Antitusif yang dapat dibeli tanpa resep dokter adalah yang mengandung Difenhidramin HCl, atau
Dekstrometorfan HBr dalam bentuk kombinasi.

DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DEKSTROMETORFAN HIDROBROMIDA

Difenhidramin dalam bentuk tunggal beredar di pasar dalam bentuk Dekstromertofan yang dapat dibeli tanpa resep dokter
tablet, sedangkan bentuk sirup umumnya dikombinasikan dengan zat adalah dalam bentuk sediaan kombinasi dengan zat
aktif lainnya. Penggunaan Difenhidramin tablet pada orang dewasa aktif lainnya. Dosis penggunaan dapat dilihat pada
adalah 1 tablet diminum 3-4 kali sehari sedangkan untuk anak-anak kemasan/ brosur. Yang perlu diperhatikan bahwa obat
usia 6-10 tahun adalah tablet diminum 3-4 kali sehari. Obat ini tidak yang mengandung Dektromertofan tidak dianjurkan
dianjurkan penggunaannya bagi anak-anak usia di bawah 6 tahun. untuk anak usia di bawah 2 tahun.

Penggunaan difenhidramin perlu diperhatikan khususnya saat Seperti halnya Difenhidramin, Dekstrometorfan juga
beraktifitas karena difenhidramin dapat menimbulkan kantuk. menimbulkan efek samping mengantuk. Efek
Efek samping lainnya yang jarang terjadi adalah penglihatan samping lainnya yang jarang terjadi diantaranya
kabur, jumlah urin berkurang, dan mulut kering. Difenhidramin adalah mual, muntah, sakit perut, dan sakit kepala.
aman diminum pada wanita hamil, akan tetapi tidak
disarankan untuk wanita menyusui karena Difenhidramin Obat yang mengandung Dekstromertofan tidak dianjurkan
diekskresikan melalui ASI walaupun dalam jumlah kecil. digunakan untuk wanita hamil, sedangkan penggunaan
pada wanita menyusui harus di bawah pengawasan dari
Perlu kehati-hatian penggunaan pada lansia dan penderita asma. dokter. Perlu diperhatikan bahwa obat ini sebaiknya tidak
Penggunaan Difenhidramin pada lansia dihindari karena dapat digunakan pada penderita penyakit hati.
meningkatkan resiko terjatuh (hipotensi). Penderita asma perlu
menghindari obat ini karena adanya efek bronkokonstriksi Dengan mengenal karakter batuk dan pemilihan obat
(penyempitan saluran nafas). Dianjurkan untuk tidak menggunakan yang tepat, maka dengan cepat batuk teratasi. Seperti
obat ini apabila sedang menggunakan obat golongan penenang yang dijelaskan sebelumnya jika dengan pengobatan
dari dokter tanpa konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. sendiri, batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu 7
hari, agar segera periksakan ke dokter.

PUBLIKASI
Daging atau kulit buah manggis pada masyarakat digunakan secara
Judul : Serial Data Ilmiah Terkini
tradisional untuk mengobati diare, daging buahnya digunakan untuk
Tumbuhan Obat: MANGGIS
Garcinia mangostana L. mengobati radang tenggorokan, disentri, wasir, tukak, sering
meludah, dan keputihan. Selain itu bagian tumbuhan lainnya juga
Pengarang : T. Bahdar J. Hamid,
Sherley, dkk. dapat digunakan untuk pengobatan tradisional.

Penerbit : Direktorat Obat Asli Indonesia,


MANGGIS, merupakan satu dari beberapa buku serial Data Ilmiah
Badan POM RI
Terkini yang diterbitkan oleh Direktorat Obat Asli Indonesia Badan
Tahun : 2012
Pengawas Obat dan Makanan. Diulas pada buku ini tentang
Manggis, manggu dan beberapa nama lain digunakan untuk aktifitas farmakologi buah manggis yang diantaranya adalah
menyebut nama tumbuhan tegak dengan tinggi 6-25 meter. sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antinyeri, antimikroba,
Manggis mempunyai buah berbentuk bulat dengan diameter 4- antijerawat dan aktivitas ultraviolet-screening. Selain itu buku ini
7 cm, kelopak berwarna hijau muda, daging buah berwarna juga membahas tentang toksisitas dari daging dan kulit buah
putih berjumlah 4-8, berair dan bertekstur lembut, beberapa manggis, serta kontraindikasi pengobatan tradisional menggunakan
daging buah tidak berbiji, biji berwarna kecoklatan. Manggis manggis pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal. Apakah
termasuk buah langka karena masa tunggu panen cukup lama, hal ini membuat anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh manfaat
yaitu sekitar 10-15 tahun dan juga biaya panennya yang mahal. manggis? Silakan membaca buku ini secara lengkap.

Penulis : Bidang Informasi Obat - Pusat Informasi Obat dan Makanan

Halaman 11
STABILITAS CO AMOKSIKLAV INJEKSI SUSU MENGATASI KERACUNAN
Pertanyaan: Pertanyaan:
Mohon informasi bagaimanakah stabilitas co amoksiklav injeksi? Apakah susu boleh diberikan untuk mengatasi semua jenis
Kami sudah dua kali merekonstitusi co amoksiklav injeksi dari keracunan? (NN, Ibu rumah tangga)
produk yang sama, warnanya berubah menjadi cokelat. Pada
rekonstitusi yang biasa dilakukan sebelumnya pada produk yang Jawaban:
sama tidak ada perubahan warna. Produk sudah dipastikan tidak Keracunan dapat disebabkan berbagai jenis bahan maka perlu diketahui terlebih
kadaluarsa dan penyimpanannya sesuai dengan yang tercantum dahulu jenis dan sifat bahan yang menyebabkan keracunan sebelum
pada label. Apakah obat ini dapat digunakan? memberikan pertolongan. Pertolongan pertama kepada korban keracunan,
(Y-Apoteker) salah satunya adalah melalui dekontaminasi yang artinya menghilangkan
cemaran (racun). Dekontaminasi bertujuan untuk mengurangi penyerapan racun
Jawaban: sehingga dapat mencegah kerusakan jaringan.
Co amoksiklav injeksi tersedia dalam bentuk serbuk injeksi,
penggunaannya harus dilarutkan dengan pelarut steril untuk injeksi Pemberian susu merupakan salah satu cara dekontaminasi yaitu dekontaminasi
terlebih dahulu (rekonstitusi). Co amoksiklav yang merupakan saluran cerna yang dilakukan melalui metode pengenceran. Tujuan dari
campuran dari amoksisilin dan asam klavulanat, dalam bentuk pengenceran dengan menggunakan susu atau air adalah untuk mengurangi
sediaan injeksi stabilitasnya dipengaruhi utamanya oleh suhu konsentrasi racun pada saluran cerna sehingga racun dapat dikeluarkan melalui
penyimpanan. Co amoksiklav injeksi disimpan pada suhu kurang dari urin. Selain itu, susu juga berfungsi melapisi membran mukosa sehingga
atau sama dengan 25C, wadah tertutup baik (kedap udara), kering, mengurangi iritasi oleh racun. Namun demikian, tidak semua korban keracunan
sejuk dan terlindung dari cahaya. Stabilitas co amoksiklav injeksi dapat diberikan susu atau air.
juga dipengaruhi oleh konsentrasi, co amoksiklav injeksi kurang
stabil dalam konsentrasi tinggi. Oleh karena itu, co amoksiklav injeksi Pada kasus keracunan akibat bahan kimia, umumnya pengenceran hanya
harus segera digunakan, maksimal 20 menit setelah direkonstitusi. efektif dilakukan terhadap seseorang yang mengalami keracunan akibat
menelan bahan yang bersifat asam lemah (misal asam asetat dalam cuka) atau
Co amoksiklav injeksi setelah direkonstitusi menghasilkan larutan basa lemah (misal antasida pada obat mag/ tukak lambung). Sedangkan pada
jernih tidak berwarna. Pada kasus ini, jika setelah rekonstitusi kasus keracunan akibat menelan asam atau basa kuat, pemberian susu untuk
warnanya menjadi cokelat atau berbeda dengan informasi yang pengenceran hanya akan efektif jika dilakukan segera setelah menelan bahan.
diperoleh dari produsen, maka sebaiknya produk tidak digunakan. Namun, harus hati-hati agar pemberian susu tidak merangsang terjadinya
muntah, yang dapat memperparah luka korosi akibat bahan kimia pada saluran
Sebagai tambahan informasi stabilitas co amoksiklav injeksi dalam cairan cerna dan berisiko masuk ke paru-paru. Pemberian susu untuk dekontaminasi
infus, waktu stabilitas tergantung jenis pelarut dan suhu penyimpanan. tidak disarankan pada kasus keracunan karena tertelan bahan penyebab
Jika disimpan pada suhu 25C, stabilitasnya bertahan hingga 4 jam dalam keracunan yang mudah larut dalam lemak, seperti antara lain kapur barus/
pelarut steril untuk injeksi; 4 jam dalam NaCl 0,9%; 4 jam dalam natrium naftalen, sabun dan deterjen karena justru dapat meningkatkan penyerapannya
laktat M/6; 3 jam dalam NaCl 0,9% dan KCl 0,9%; 3 jam dalam larutan ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko keracunan.
Ringer; dan 3 jam dalam Ringer Laktat. Jika disimpan pada suhu 5C
maka stabilitasnya bertahan hingga 8 jam dalam pelarut steril untuk injeksi Bila pada korban keracunan dapat diberikan susu, maka pemberian
dan 8 jam dalam NaCl 0,9%. Co amoksiklav injeksi kurang stabil jika susu yang dianjurkan adalah - cangkir untuk anak-anak dan 1-2
ditambahkan cairan infus yang mengandung dekstrose, dekstran, atau cangkir untuk orang dewasa dan hanya dapat diberikan jika korban
natrium bikarbonat. dalam kondisi sadar dan tidak kesulitan menelan.

Pustaka Dapat disimpulkan bahwa tidak semua jenis keracunan dapat


1. Trissel, Lawrence A. Handbook on Injectable Drugs 14 th Edition. Hal 124. diatasi dengan pemberian susu.
2007. American Society of Health-System Pharmacist. Bethesda. Maryland.
2. Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency. Public Pustaka
Assessment Report Co-Amoxiklav Powder solution for injection or 1. Mullen, W.H. Caustic and Corrosive Agents in Poisoning and Drug Overdose. Fifth
infusion. MHRA. United Kingdom. Ed. Olson, K.R. (Ed.). The McGrawHill Companies, Inc. New York. 2007.
2. New Zealand National Poisons Centre. http://www.poisons.co.nz/factp.
php?f=19 (Mei 2014)
3. Gerald F. OMalley, DO; Rika OMalley, MD. 2013. Caustic Substances Poisoning
http://www.merckmanuals.com/home/injuries_and_poisoning/poisoning/
caustic_substances_poisoning.html (Mei 2014)
4. Medical Toxicology services for Kaiser Permanente. 2007. Clinical Guideline
Caustic Ingestion. http://www.kpssctoxicology.org/pdf/Caustic
Ingestion Guideline_.pdf (Mei 2014)
5. Canadian Centre for Occupational Health Safety. 2012. First Aid for
Chemical Exposures.
http://www.ccohs.ca/oshanswers/chemicals/firstaid.html?print (Mei 2014)

FORUM PIO Nas FORUM SIKer Nas


PIO Nas adalah Pusat Informasi Obat Nasional yang menyediakan akses SIKer Nas adalah Sentra Informasi Keracunan Nasional yang secara
informasi terstandar (Approved Label) dari semua obat yang beredar di aktif mencari dan mengumpulkan data/informasi keracunan dan
Indonesia yang telah disetujui oleh badan POM sebagai NRA (National menyiapkannya sebagai informasi yang teliti, benar dan mutakhir
Regulatory Authority). PIO Nas melayani permintaan informasi dan konsultasi serta siap pakai untuk diberikan/diinformasikan kepada masyarakat
terkait dengan penggunaan obat. Permintaan informasi ke PIO Nas dapat luas, profesional kesehatan, serta instansi pemerintah/swasta yang
disampaikan secara langsung dengan datang ke PIO Nas (Gedung Pusat membutuhkan dalam rangka mencegah dan mengobati keracunan.
Informasi Obat dan Makanan BPOM, Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta Permintaan informasi ke SIKer Nas dapat disampaikan secara
Pusat) atau melalui telepon di nomor 021-42889117 / 021-4259945, HP nomor langsung dangan datang ke SIKer Nas (Gedung Pusat Informasi
08121899530, email ke informasi@pom.go.id Obat dan Makanan BPOM, Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta
Pusat) atau melalui telepon di nomor 021-42889117 / 021-4259945,
HP SIKer Nas nomor 081310826879, email ke siker@pom.go.id