Anda di halaman 1dari 7

Nama : Elizabeth Magdalena Purba

NIM : 112014229

Fakultas Kedokteran Ukrida

Tugas

Hidrokel

Definisi

Hidrokel, hydroceles adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan


parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam
rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh
sistem limfatik di sekitarnya.
Etiologi

Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena belum sempurnanya
penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis
(hidrokel komunikans) atau belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam
melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik
(primer) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau
epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong
hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada
testis/epididimis.

Gambaran klinis
Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri pemeriksaan fisik
didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan
penerawangan menunjukkan adanya transluminasi.
Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit
melakukan pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi.
Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis, secara klinis dibedakan beberapa macam
hidrokel, yaitu (1) hidrokel testis, (2) hidrokel funikulus, dan (3) hidrokel komunikan.
Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada
saat melakukan koreksi hidrokel. Pada hidrokel testis, kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi
testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada anamnesis, besarnya kantong hidrokel tidak berubah
sepanjang hari.
Pada hidrokel funikulus, kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah
kranial dari testis, sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel.
Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Pada hidrokel komunikan
terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus
vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Pada anamnesis, kantong hidrokel besarnya dapat
berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. Pada palpasi, kantong hidrokel
terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen.

Terapi

Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan
harapan setelah prosesus vaginalis menutup hidrokel akan sembuh sendiri; tetapi jika hidrokel
masih tetap ada atau bertambah besar perlu difikirkan untuk dilakukan koreksi.

Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. Aspirasi
cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat
menimbulkan penyulit berupa infeksi. Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel
adalah: (1) hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah, (2) indikasi kosmetik,
dan (3) hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam
melakukan aktivitasnya sehari-hari. Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal
karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi
hidrokel, sekaligus melakukan herniografi. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan
skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupilisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau
plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel
secara in toto.

Varikokel

Definisi

Varikokel adalah dilatasi pleksus pampiniformis dari vena diatas testis. Merupakan gambaran
lazim dalam pria muda dan paling sering terlihat pada bagian kiri.pleksus pampiniformis
bermuara kedalam vena spermatika interna, yang mengalir ke dalam vena renalis di kiri dan vena
kava di kanan.

Etiologi

Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab varikokel, tetapi dari pengamatan
membuktikan bahwa varikokel sebelah kiri lebih sering dijumpai daripada sebelah kanan
(varikokel sebelah kiri 7093 %). Hal ini disebabkan karena vena spermatika interna kiri
bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus, sedangkan yang kanan bermuara pada
vena kava dengan arah miring. Di samping itu vena spermatika interna kiri lebih panjang
daripada yang kanan dan katupnya lebih sedikit dan inkompeten.

Jika terdapat varikokel di sebelah kanan atau varikokel bilateral patut dicurigai adanya: kelainan
pada rongga retroperitoneal (terdapat obstruksi vena karena tumor), muara vena spermatika
kanan pada vena renails kanan, atau adanya situs inversus.

Gambaran klinis

Pasien datang ke dokter biasanya mengeluh belum mempunyai anak setelah beberapa
tahun menikah, atau kadang-kadang mengeluh adanya benjolan di atas testis yang terasa nyeri.

Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri, dengan memperhatikan keadaan skrotum


kemudian dilakukan palpasi. Jika diperlukan, pasien diminta untuk melakukan manuver valsava
atau mengedan. Jika terdapat varikokel, pada inspeksi dan palpasi terdapat bentukan seperti
kumpulan cacing-cacing di dalam kantung yang berada di sebelah kranial testis.

Secara klinis varikokel dibedakan dalam 3 tingkatan/derajat:

1. Derajat kecil: adalah varikokel yang dapat dipalpasi setelah pasien melakukan manuver
valsava
2. Derajat sedang: adalah varikokel yang dapat dipalpasi tanpa melakukan manuver valsava
3. Derajat besar: adalah varikokel yang sudah dapat dilihat bentuknya tanpa melakukan manuver
valsava.

Kadangkala sulit untuk menemukan adanya bentukan varikokel secara klinis meskipun
terdapat tanda-tanda lain yang menunjukkan adanya varikokel. Untuk itu pemeriksaan auskultasi
dengan memakai stetoskop Doppler sangat membantu, karena alat ini dapat mendeteksi adanya
peningkatan aliran darah pada pleksus pampiniformis. Varikokel yang sulit diraba secara klinis
seperti ini disebut varikokel subklinik. Diperhatikan pula konsistensi testis maupun ukurannya,
dengan membandingkan testis kiri dengan testis kanan. Untuk lebih objektif dalam menentukan
besar atau volume testis dilakukan pengukuran dengan alat orkidometer. Pada beberapa keadaan
mungkin kedua testis teraba kecil dan lunak, karena telah terjadi kerusakan pada sel-sel
germinal. Untuk menilai seberapa jauh varikokel telah menyebabkan kerusakan pada tubuli
seminiferi dilakukan pemeriksaan analisis semen. Menurut McLeod, hasil analisis semen pada
varikokel menujukkan pola stress yaitu menurunnya motilitas sperma, meningkatnya jumlah
sperma muda (immature,) dan terdapat kelainan bentuk sperma (tapered).

Terapi

Masih terjadi silang pendapat di antara para ahli tentang perlu tidaknya melakukan
operasi pada varikokel. Di antara mereka berpendapat bahwa varikokel yang telah menimbulkan
gangguan fertilitas atau gangguan spermatogenesis merupakan indikasi untuk mendapatkan suatu
terapi.

Tindakan yang dikerjakan adalah:

(1) Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo melalui operasi terbuka atau bedah
laparoskopi,

(2) varikokelektomi cara Ivanisevich,

(3) atau secara perkutan dengan memasukkan bahan sklerosing ke dalam vena spermatika interna
( embolisasi ).
Pasca tindakan dilakukan evaluasi keberhasilan terapi, dengan melihat beberapa indikator antara
lain:
(1) bertambahnya volume testis,
(2) perbaikan hasil analisis semen (yang dikerjakan setiap 3 bulan), atau
(3) pasangan itu menjadi hamil.

Pada kerusakan testis yang belum parah, evaluasi pasca bedah vasoligasi tinggi dari
Palomo didapatkan 80% terjadi perbaikan volume testis, 60-80% terjadi perbaikan analisis
semen, dan 50% pasangan menjadi hamil.

Hernia Skrotalis

Definisi

Hernia Skrotalis adalah hernia yang keluar dari rongga peritonium melalui anulus
inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior kemudian hernia
masuk dari anulus ke dalam kanalis dan jika panjang menonjol keluar dari anulus inguinalis
eksternum dan sampai ke skrotum

Etiologi

1. Lemahnya dinding rongga perut


2. Akibat pembedahan sebelumya
3. Kongenital
4. Aquisial seperti tekanan intraabdominal yang meninggi (mengedan saat BAK dan BAB),
banyaknya preperitoneal fat, distensi dinding abdomen dan sikatrik

Gambaran Klinis

Sebagian besar hernia adalah simptomatik, dan kebanyakan ditemukan pada pemeriksaan
fisik rutin dengan palpasi benjolan pada annulus inguinalis superfisialis atau suatu kantong
setinggo annulus inguinalis profundus. Pasien merasa penonjolan semakin terasa apabila sedang
batuk. Salah satu tanda pertama hernia adalah massa dalam darah inguinalis manapun atau
bagian atas skrotum. Denan berlalunya waktu, sejumlah hernia turun kedalam skrotum sehingga
skrotum membesar. Pasien jga mengeluh tidak nyaman dan pegal pada daerah ini, yang dapat
dihilangkan dengan reposisi manual hernia kedalam kavitas peritonealis.

Terapi
Hernia inguinalis lateralis pada anak-anak harus diperbaiki secara operatif tanpa
penundaan, karena adanya risiko komplikasi yang besar terutama inkarserata, strangulasi, yang
termasuk gangren alat-alat pencernaan (usus), testis, dan adanya peningkatan risiko infeksi dan
rekurensi yang mengikuti tindakan operatif. - pada pria dewasa, dilakukan operasi elektif atau
cito terutama pada keadaan inkarserata dan strangulasi. Pada pria tua, ada beberapa pendapat
(Robaeck-Madsen, Gavrilenko) bahwa lebih baik melakukan elektif surgery karena angka
mortalitas, dan morbiditas lebih rendah jika dilakukan cito surgery.
1. Konservatif : - Reposisi bimanual : tangan kiri memegang isi hernia membentuk
corong sedangkan tangan kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan tekanan lambat dan
menetap sampai terjadi reposisi Reposisi spontan pada anak : menidurkan anak dengan posisi
Trendelenburg, pemberian sedatif parenteral, kompres es di atas hernia, kemudian bila berhasil,
anak boleh menjalani operasi pada hari berikutnya. - Bantal penyangga, bertujuan untuk
menahan hernia yang telah direposisi dan harus dipakai seumur hidup. Namun cara ini sudah
tidak dianjurkan karena merusak kulit dan otot abdomen yang tertekan, sedangkan strangulasi
masih mengancam
2. Operatif -Anak-anak Herniotomy : Karena masalahnya pada kantong hernia,maka
dilakukan pembebasan kantong hernia sampai dengan lehernya, dibuka dan dibebaskan isi
hernia, jika ada perlekatan lakukan reposisi, kemudian kantong hernia dijahit setinggi-tinggi
mungkin lalu dipotong. Karena herniotomi pada anak-anak sangat cepat dan mudah, maka kedua
sisi dapat direparasi sekaligus jika hernia terjadi bilateral - Dewasa Herniorrhaphy : Perawatan
kantung hernia dan isi hernia Penguatan dinding belakang (secara Bassini, Marcy Ferguson,
Halsted / Kirchner, Lotheissen-Mc Vay (Coopers ligament repair), Shouldice, Tension free
herniorrhaphy) Berliner repair The Lichtenstein repair The Wilkinson Technique Abrahamson
Nylon Darn Repair Lichtenstein Plastic Screen Reinforcement Klasifikasi dan terapi menurut
Gilbert tipe I-IV Rutkow Mesh-plug hernioplasty Rives Prosthetic Mesh Repair Stoppa Gerat
Prosthetic for Reinforcement of the Visceral Sac Minimally Invasive Surgery (Laparoscopy)
TAPP : Trans Abdominal Pre Peritoneal
TEP : Total Extra Peritoneal

Tumor Testis

Definisi

Tumor testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisamenyebabkan testis
membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantungzakar). Tumor testis berasal dari sel
germinal atau jaringan stroma testis. Lebih dari 90% berasal dari sel germinal. Tumor ini mempunyai derajat
keganasan yang tinggi, tetapi dapat sembuh bila diberikan penanganan yang adekuat.

Etiologi
Penyebab tumor testis belum diketahui dengan pasti, tetapi terdapat beberapa
faktor yang erat kaitannya dengan peningkatan kejadian tumor testis, antara lain maldesensus
testis, trauma testis, atrofi atau infeks testis dan pengaruh hormon. Penderita kriptokismus atau
bekas kriptokismus mempunyai resiko lebih tinggi terjadinya tumor testis ganas. Walaupun
pembedahan kriptokismus pada usia muda mengurangi insiden tumor sedikit, resiko terjadinya
tumor tetap tinggi. Kriptokismus merupakan suatu ekspresi disgenesia gonad yang berhubungn
dengan transformasi ganas. Penggunaan hormone dietilstilbestrol yang terkenal sebagai DES
oleh ibu pada kehamilan dini meningkatkan resiko tumor maligna pada alat kelamin bayi pada
usia dewasa muda.

Gambaran klinis
Pasien biasanya mengeluh adanya pembesaran testis yang seringkali tidak nyeri,
namun& mengeluh nyeri dan terasa berat pada kantung skrotum, sedang mengeluh
nyeri akut padaskrotum. Tidak jarang pasien mengeluh karena merasa ada massa di
perut sebelah atas karena pembesaran kelenjar para aorta, benjolan pada kelenjar
leher dan pasien mengeluhadanya ginekomastia. Ginekomastia adalah manifestasi
dari beredarnya kadar beta HCG didalam sirkulasi sistemik yang banyak terdapat pada
koriokarsinoma.Pada pemeriksaan fisis testis terdapat benjolan padat keras, tidak
nyeri pada palpasi dan tidak menun jukkan tanda transiluminasi. Pemeriksaan biposi
dan pemeriksaan radiografi seperti ctscan dan USG diperlukan pada kasus ini.
Pemeriksaan penanda tumor juga dapat membantu diagnosis. Pada tumor testis ini
yang dapat diperiksa adalah Alfa Fetoprotein dan HCG.

Terapi
Pada dugaan tumor testis tidak diperbolehkan melakukan biopsi
t e s t s k a r e n a i t u u n t u k penegakan diagnosis patologi anatomi, bahan jaringan harus diambil
dari orkidektomi. Orkidektomi dilakukan melalui pendekatan inguinal setelah
mengangkat testis dan funikulus spermatikus sampai annulus inguinalis internus.
B i o p s i a t a u p e n d e k a t a n t r a n s - s k r o t a l t i d a k diperbolehkan karena ditakutkan akan
membuka peluang sel-sel tumor mengadakan penyebaran. Pada eksplorasi melalui insisi
inguinal dalam instansi pertama funikulus spermatikus harusdiklem dulu untuk
menghindari penyebaran sel melalui darah atau saluran limfe. Kemudian tetis diluksasi dari
skrotum di dalam luka insisi dan diperiksa. Pungsi atau biopsi skrotum
harusdianggap sebagai satu kesalahan tindakan.