Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL KEGIATAN POSBINDU PTM LANSIA

1.1.LATAR BELAKANG

Posbindu menurut Depkes RI (2002) adalah pusat bimbingan pelayanan kesehatan


yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari
petugas kesehatan dalam rangka pencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik
secara global, regional, nasional dan lokal. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian
adalah Diabetes Melitus (DM). Di Indonesia DM merupakan ancaman serius bagi
pembangunan kesehatankarena dapat menimbulkan kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes
(gangrene) sehingga harus diamputasi, penyakit jantung dan stroke.

Penatalaksanaan PTM lebih berfokus pada pengetahuan terutama pada faktor resiko,
gejala dan tanda sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan PTM sejak dini. Pencegahan
dan penanggulanagn PTM merupakan kombinasi upaya inisiatif pemeliharaan kesehatan
mandiri oleh petugas dan individu yang bersangkutan.

Pengertian lansia (lanjut usia) menurut UU no 4 tahun 1965 adalah seseorang yang
mencapai umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya
sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain (Wahyudi, 2000) sedangkan menuru UU
no.12 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang telah
mencapai usia diatas 60 tahun (Depsos, 1999).

Sedangkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pengertian lansia


digolongkan menjadi 4, yaitu:

1. Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun

2. Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun

3. Lanjut usia tua (old) 75 90 tahun

4. Lansia sangat tua (very old) diatas 90 tahun

Menurut pusat data statistik (2009) jumlah warga lanjut usia (lansia) sekitar 19 juta
(usia 60 tahun ke atas). Kalau dihitung dari yang 45 tahun keatas tentu akan jauh lebih
banyak lagi. Jumlah ini tidak bisa dianggap sebelah mata, mengingat bahwa kelompok lanjut
usia, termasuk kelompok yang rentan terhadap ancaman penyakit . Pada usia ini terjadi
proses penuaan (degeneratif) secara alamiah.

Di negeri kita, perhatian terhadap kaum lansia, masih sangat kurang. Hal ini
disebabkan oleh kemampuan keuangan Negara masih sangat terbatas. Maka sangat
diharapkan inisistif dan partisipasi masyarakat, untuk membantu terciptanya kesadaran dan
dimulainya pengembangan pelayanan bagi lansia di masing-masing wilayah. Posbindu Lansia
diharapkan ada di setiap desa. Oleh karena itu diperlukan kader kader yang benar benar
punya jiwa pengabdian yang besar untuk mengurusi POSBINDU PTM LANSIA ini,
mengingat bahwa para kader tidak mendapatkan gaji namun bekerja secara sukarela.

Untuk itu sebagai suatu terobosan dalam upaya preventif dan promotif di Puskesmas
Lalang dalam penanganan dan penanggulanagan PTM (Penyakit Tidak Menular) bagi lansia
dengan memfasilitasi mereka melalui Posbindu melalui kegiatan yang dilakukan setiap
bulannya .

1.2.TUJUAN POSBINDU PTM LANSIACC

Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :

1. Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat lansia


2. Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok masyarakat lansia
3. Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia untuk mengembangkan
kegiatan kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup
sehat.
4. Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada kelompok masyarakat lansia
dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk berdasarkan
letakgeografis .
5. Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta kelompok masyarakat lansia
dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat .

1.3. SASARAN DAN KEGIATAN

Kegiatan posbindu usila ini ditujukan untuk anggota masyarakat terutama mereka
yang menginjak pra usila dan usila. Dilaksanakan sekali dalam sebulan yang dilaksanakan
dirumah penduduk yang sukarela dijadikan tempat berkumpul atau di Balai Desa.

Kegiatan yang dilakukan berupa :

1. Senam untuk lansia


2. Penyuluhan Kesehatan
3. Pemeriksaan kesehatan

1.4. MASALAH

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Posbindu untuk usila di wilayah kerja puskesmas


Lalang ini sering menimbulkan kendala dan masalah. Adapun masalah yang dihadapi yaitu :

1. Sarana dan prasarana yang tidak mendukung


2. Kurangnya SDM ( sumber daya manusia) untuk menjadi kader sukarela
1.5.SARANA (PERALATAN )YANG DIBUTUHKAN

Dalam melakukan kegiatan posbindu usila ini, ada beberapa alat yang dibutuhkan
untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anggota posbindu. Diantaranya :

1. Pengukur tinggi badan


2. Timbangan berat badan
3. Pita pengukur badan
4. Alat pengukur gula darah,kolesterol ,trygleserid
5. Body fat analizer
6. Tensimeter

1.6.PERKIRAAN BIAYA YANG DIBUTUHKAN

Berikut perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk melengkapi sarana (peralatan) di


Posbindu PTM Lansia :

No Keterangan Jumlah Taksiran biaya

1 Pembelian pengukur tinggi badan dan 1 buah Rp. 50.000


pita pengukur badan
2 Pembelian pengukur berat badan 1 buah Rp. 150.000

3 Pembelian bodyfat analizer 1 buah Rp. 750.000

4 Pembelian alat cek gula darah, 1 buah Rp. 650.000


kolesterol dan asam urat
5. Pembelian tensimeter digital 1 buah Rp. 450.000

TOTAL Rp.2.050.000

1.7.PENUTUP
Demikianlah uraian proposal kegiatan Posbindu PTM Lansia Puskesmas Lalang,
semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat khususnya mereka yang berpastisipasi
dalam kegiatan tersebut.Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih.

Desa Lalang, 5 April 2014


Kepala Puskesmas Lalang

( dr. Sri Wahyuni)


NIP.19820417 201001 2 007
Gambar peralatan yang dibutuhkan :

Pengukur tinggi badan

Timbangan berat badan

Tensimeter
Pita pengukur badan

Bodyfat analyzer

alat cek gula darah, colesterol dan asam urat