Anda di halaman 1dari 78

STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK PENGGUNA

KB IUD COPPER-T DI PUSKESMAS SUKARAHAYU


KELURAHAN CIGADUNG KECAMATAN SUBANG
KABUPATEN SUBANG TAHUN 2008

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh


Gelar Diploma Kebidanan

Disusun oleh:

DEWI MARLINA
E.0106.06.057

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR


JURUSAN ILMU KEBIDANAN
CIMAHI
2009
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul
Studi Evaluasi Karakteristik Pengguna KB IUD Copper-T Di
Puskesmas Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kecamatan
Subang Kabupaten Subang Pada Tahun 2008 ini benar-benar
karya saya sendiri. Pengutipan dari sumber-sumber lain telah saya
lakukan berdasarkan kaidah-kaidah pengutipan sesuai dengan etika
keilmuan yang berlaku, sehingga isi karya tulis serta semua
kelengkapanya ini merupakan karya asli. Apabila dikemudian
ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan pernyataan saya ini, saya
bersedia menerima resiko dan sangsi apapun.

Cimahi, 18 Agustus
2009
Yang Membuat
Pernyataan

Dewi Marlina
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
Jalan Kerkof No. 243 Leuwigajah Selatan Telp./Fax.
022.6670015
CIMAHI

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN KARYA TULIS ILMIAH


TAHUN AKADEMIK 2008/2009

STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK PENGGUNA KB IUD


COPPER- T
DI PUSKESMAS SUKARAHAYU KELURAHAN CIGADUNG
KECAMATAN SUBANG KABUPATEN SUBANG
PADA TAHUN 2008

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

DEWI MARLINA
E.0106.06.057

Diajukan Untuk Ujian Karya Tulis Ilmiah dan Telah Disetujui


Oleh Tim Pembimbing

Cimahi, 18 Agustus 2009

Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Budiman, SPd, SKp, SKM, Wati Sukarawati, SKM., Amd.


Mkes Keb

Mengetahui,
Ketua LPPM

Emy Salmiyah., S.Pd., S.Kep., Ners


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
Jalan Kerkof No. 243 Leuwigajah Selatan Telp./Fax.
022.6670015
CIMAHI

LEMBAR PENGESAHAN

STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK PENGGUNA KB IUD


COPPER-T
DI PUSKESMAS SUKARAHAYU KELURAHAN CIGADUNG
KECAMATAN SUBANG KABUPATEN SUBANG
PADA TAHUN 2008

KARYA TULIS ILMIAH


Telah dipersiapkan dan disusun oleh :
DEWI MARLINA
E.0106.06.057

Telah dipertahankan di depan dewan penguji


Pada tanggal 18 Agustus 2009

Penguji I Penguji II Penguji III

Upik Rahma, Dr. Budiman, SPd, SKp, SKM, Wati Sukarawati, SKM., Amd.
Skp MKes Keb

Mengetahui,
Ketua STIKes Budi Ketua Prodi Kebidanan STIKes
Luhur Budi Luhur Cimahi
Cimahi

Yosi Oktri, AMK.,S.pd.,AM.Keb


Ijun Rizwan, S,KM.
M.Kes
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
Jalan Kerkof No. 243 Leuwigajah Selatan Telp./Fax.
022.6670015
CIMAHI

LEMBAR PERMOHONAN UJIAN KARYA TULIS ILMIAH


TAHUN AKADEMIK 2008/2009

STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK PENGGUNA KB IUD


COPPER-T
DI PUSKESMAS SUKARAHAYU KELURAHAN CIGADUNG
KECAMATAN SUBANG KABUPATEN SUBANG
PADA TAHUN 2008

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

DEWI MARLINA
E.0106.06.057

Diajukan Untuk Ujian Karya Tulis Ilmiah dan Telah Disetujui


Oleh Tim Pembimbing

Cimahi, 18 Agustus 2009

Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Budiman, SPd, SKp, SKM, Wati Sukarawati, SKM., Amd.


Mkes Keb

Mengetahui,
Ketua Prodi D III Kebidanan

Yosi Oktri, AMK, Spd.AM,keb


DEWI MARLINA
E.0106.06.057
EVALUATION STUDY OF USER CHARACTERISTICS
OF IUD COPPER T AT SUKARAHAYU COMMUNITY HEALTH
CENTER CIGADUNG VILLAGE SUBANG
REGENCY 2008

ABSTRACT

Background : Family planning is an action that help individu or a


couple to get the particular object, to avoid having unexpected thing,
to get the expected birth of baby, to set the interval of pregnancy time,
to control the right time for giving a baby birth in accordance with her
husband and wifes age and dtermine a number of children in the
family. IUD or AKDR is contraception tool thai is inserted into womb. It
has various kind of shapes, made of plastic and is twisted by copper or
by combination of coper and silver that contain hormone. In indonesia,
contraception which is widely used is injection method ( 31,6 % ), the
next is pill ( 13,2 % ), IUD ( 4,8 % ) women kontap ( 3,1 % ) implant
( 2,8 % ), coitus interuptus ( 2,2 % ), calender system ( 1,5 % ),
condom ( 1,3 % ), men kontap ( 0,2 % ) and order methods.
Research objective / goal : The objective of this research is to
evaluate the characteristic of IUD Coper-T user ata sukarahayu
community health center cigadung village subang regency 2008.
Research Methodology : This research used descriptive methode.
The population of this research were mothers who use IUD Copper T
at cigadung village subang regency 2008 as many as 277 respondenst.
Sample of this research were 74 out of 277 respondenst obtained by
using random sampling technique from secondary data.
The result of the research : Based on univariate analysis of the data
obtained, it was found that mothers who used IUD copper T based on
age o was 67,6 %, based on the parity was 56,8 %, based on education
was 41,9 % and based on occuption was 45,9 %.
Conclusion : Based on the results of research, most mothers that use
IUD copper T are at the age of 21 35 years with a parity 0f 2 3 hish
school educated mother and housewife.

Key word : Evaluation study of user characteristics of IUD Copper T,


Descriptive
References : 23 Books published in 1999 - 2009
STIKes BUDI LUHUR CIMAHI

KARYA TULIS ILMIAH, 18 AGUSTUS 2009

DEWI MARLINA
E.0106.06.057

STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK PENGGUNA KB IUD COPPER


T
DI PUSKESMAS SUKARAHAYU KELURAHAN CIGADUNG
KABUPATEN SUBANG TAHUN 2008

ABSTRAK

Latar Belakang : Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu


individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objek objek
tertentu, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mendapatkan
kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara
kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan
umur suami dan istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.
IUD atau AKDR adalah Alat Kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam
rahim yang bentuknya bermacam macam, terbuat dari plastik, yang
dililit tembaga atau tembaga bercampur perak yang dapat berisi
hormon. kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu
metode suntik ( 31,6%), Pil (13,2 %), IUD ( 4,8 % ), Kontap wanita ( 3,1
%), Implant ( 2,8 %), senggama terputus ( 2,2 %), Pantang berkala (1,5
%), Kondom (1,3 %), Kontap Pria ( 0,2 %), dan metode lain.
Tujuan peneltian: Melakukan evaluasi karakteristik pengguna KB IUD
Copper-T di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kabupaten
Subang tahun 2008.
Metode Penelitian : Menggunakan metode deskriftif. Populasi penelitian
adalah semua ibu yang memakai KB IUD Copper-T di kelurahan
Cigadung Kabupaten Subang tahun 2008 sebanyak 277 responden.
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 responden diambil dengan
tekhnik random sampling secara acak dengan melihat data sekunder
K4 KB.
Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat didapatkan hasil
penelitian dari ibu yang menggunakan KB IUD CopperT berdasarkan
umur sebesar 67,6%, berdasarkan paritas sebesar 56,8%, berdasarkan
pendidikan sebesar 41,9% dan berdasarkan pekerjaan sebesar 45,9%.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar yang
menggunakan KB IUD CopperT adalah umur 21 35 tahun dengan
paritas 2 -3 yang berpendidikan SLTA dan ibu yang tidak bekerja

Kata kunci : Studi Evaluasi karakteristik pengguna KB IUD Copper T,


Deskritip
Daftar Pustaka : 23 Buku dari tahun 1999 2009
Karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari 5 BAB dan 37halaman
Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana
Di saat aku terluka
hingga akhirnya tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana

Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan


perjuangan,
terhenti oleh kerikil kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana
memberiku isyarat untuk tetap bertahan

Ibukau basuh kesedihanku, kehampaanku dan


ketidakberdayaanku
Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih

Kusandarkan diriku di bahumu


Terasakelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman
hatimu

Kutatap perlahan
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuhsetetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku.semoga semua itu tak akan
pernah layu!

Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan


dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Untuk ibunda dan ayahanda tercinta, aku telah melewati semua
inginmu, semoga semua ini kan buatmu bahagia. Terimakasih
buat kakak, adik dan seseorang yang selalu memberiku
semangat saat ku lelah dengan perjalannanku ini.
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang

telah memberikan rahmat serta hidayahnya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Studi Evaluasi

Karakteristik Pengguna KB IUD Copper-T Di Puskesmas

Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kecamatan Subang

Kabupaten Subang Pada Tahun 2008 Penulis menyadari bahwa

dalam penulisan ini masih jauh dari sempurna, disebabkan waktu,

pengetahuan dan pengalaman penulis. Pada kesempatan ini penulis

ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

memberikan bimbingan, saran bantuan dan doa serta dukungan baik

moril maupun materi, penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ijun Rijwan Susanto, SKM.,M.Kes selaku ketua STIKes Budi Lujur

Cimahi

2. Yosi Oktri,AMK.Spd.AM,Keb selaku ketua prodi D III kebidanan STIKes

Budi Luhur Cimahi.

3. Dr. Budiman Spd, Skp, S.KM, M.Kes Selaku pembimbing satu dalam

penyusunan karya tulis ilmiah, terimakasih atas bimbingan dan

kesabarannya.
4. Wati Sukarawati SKM, Am,Keb Selaku pembimbing dua dalam

penyusunan karya tulis ilmiah, terima kasih atas bimbingan dan

kesabarannya.

5. Seluruh staf dosen di STIKes Budi Luhur Cimahi.

6. Ayahanda dan Ibunda serta kakak dan adik tercinta yang tak henti

selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil,

terimakasih untuk semuanya.

7. Rekan-rekan D III kebidanan yang telah memberikan doa dan

semangat perjuangan selama kebersamaan kita di STIKes Budi

Luhur Cimahi.semoga semua itu menjadi kenangan yang indah.

Semoga Allah SWT, membalas budi baik juga rahmat dan hidayah

kepada kita semua,Amin. Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis

ilmiah ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya, penulis sadar

bahwa penulisan karya tulis ilmiah ini sangat jauh dari sempurna, oleh

karena itu kritik dan masukan yang membangun sangat penulis

harapkan.
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Cover Dalam
Halaman Pernyataan
Lembar Pengesahan
Abstract
ABSTRAK
KATA PENGANTAR.......................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................... 5
1.3 Tujuan Penelitian........................................................ 5
1.3.1 Tujuan Umum................................................... 5
1.3.2 Tujuan Khusus.................................................. 5
1.4 Manfaat Penelitian...................................................... 6
1.4.1 Manfaat Teoritis................................................. 6
1.4.2 Manfaat Praktis................................................. 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Keluarga Berencana................................................... 6
2.2 Karakteristik............................................................... 10
2.3 Macam Macam Kontrasepsi..................................... 12
2.4 KB AKDR..................................................................... 13
2.5 Cara Kerja.................................................................. 14
2.6 Keuntungan Kontrasepsi KB IUD................................. 14
2.7 Efek Samping IUD...................................................... 14
2.8 Jenis - Jenis IUD COPPER-T.......................................... 15
2.9 Keterbatasan KB IUD.................................................. 16
2.10 Wanita yang Boleh Menggunakan KB IUD.................. 17
2.11 Wanita yang tidak Boleh Menggunakan IUD............... 17
2.12 Instruksi Kepada Klien................................................ 18
2.13 Penanganan Efek Samping Yang Umum..................... 19
2.14 Penafisan IUD dengan Progestin................................ 19
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian........................................................ 21
3.2 Kerangka Konsep Penelitian....................................... 21
3.3 Definisi Operasional................................................... 23
3.4 Tempat dan Waktu..................................................... 23
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian.................................. 24
3.6 Pengumpulan dan Analisa Data................................. 25
3.7 Pengolahan Data........................................................ 26
3.8 Analisa Data............................................................... 26
3.9 Instrumen Penelitian.................................................. 27
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian.......................................................... 28
4.2 Pembahasan.............................................................. 30
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan................................................................. 36
5.2 Saran.......................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA.......................................................... viii
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel1.1 Tabel jumlah akseptor KB IUD di Kabupaten Subang tahun


2008.........3
Tabel1.2 Tabel Cakupan KB di puskesmas
sukarahayu.....................................4
Tabel1.3 Tabel Jumlah Akseptor KB di puskesmas
sukarahayu...........................4
Tabel 2.13 Penanganan Efek Samping yang
umum.........................................19
Tabel 2.14 Penafisan IUD dengan
Progestin...................................................19
Tabel 3.1 Kerangka Konsep penelitian Studi Evaluasi Karakteristik KB
IUD........22
Tabel 3.3 Definisi
Operasional........................................................................23
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Penelitian Berdasarkan
Umur.............................28
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Penelitian Berdasarkan
Paritas...........................29
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Penelitian Berdasarkan
Pendidikan.....................29
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Penelitian Berdasarkan
Pekerjaan......................30
BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Visi dan misi Program Keluarga Berencana (Program KB) dan

Kesehatan Reproduksi adalah Keluarga Berkualitas 2015. Garis-garis

Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 telah memberikan pijakan untuk

program ini. Salah satu intinya adalah meningkatkan kualitas

penduduk melalui pengendalian kelahiran, memperkecil angka

kematian dan meningkatkan kualitas Program KB(Geocities, 2009,

lomba media, dpcujabar.com, diaskes pada tanggal 13-03-09 jam

19.07 WIB )

Definisi Keluarga Berencana (KB) menurut WHO (World Health

Organisation : expert Committe :1970 ), adalah tindakan yang


membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan

objek objek tertentu, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,

mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur

interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam

hubungan dengan umur suami dan istri dan menentukan jumlah

anak dalam keluarga. ( Hartanto, 2004 )

Yang dimaksud dengan IUD adalah Alat Kontrasepsi yang

dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam macam,

terbuat dari plastik, yang dililit tembaga atau tembaga bercampur

perak yang dapat berisi hormon. Waktu penggunaan bisa berumur

10 tahun. Cara kerja KB IUD ini untuk Menghambat kemampuan

sperma untuk masuk ke tuba falopii, mempengaruhi fertilitas

sebelum ovum mencapai kavum uteri, memungkinkan untuk

mencegah implantasi telur dan uterus. ( Saefudin, 2003: MK 72-73 )

Notoatmodjo mengatakan bahwa ( 2001 ) perilaku kesehatan

dipengaruhi oleh faktor predisposisi yaitu nilai dan kepercayaan.

Nilai dan kepercayaan secara langsung dipengaruhi oleh intergitas

ibu diantaranya umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan. Dilihat

pada hasil penelitian di Kecamatan Grogol, Jakarta Utara pengguna

IUD mengalami penurunan dari 10,9 % menjadi 5,4 % pada tahun

2006. Sedangkan jumlah penduduk semakin meningkat pada tahun

2010. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan 16,2% ibu akseptor

KB yang memakai KB spiral. Data sebaran didapatkan 44,76 % ibu

akseptor KB berpengetahuan kurang, 40,95% mempunyai sikap

kurang, 45,71% mempunyai perilaku kurang terhadap alat

kontrasepsi IUD, 53,33% ibu akseptor KB usia 20 sampai dengan 30


tahun, 42,86% ibu akseptor KB mempunyai tingkat pendidikan yang

sedang, 70,48% ibu akseptor KB tidak bekerja, 73,33% dari

keluarga akseptor KB yang berada di bawah garis kemiskinan

( pendapatan sama atau kurang dari Rp.972.604 ), 60,95% ibu

akseptor KB memiliki jumlah anak lebih dari dua, 42,86% ibu

akseptor KB mengikuti satu kegiatan sosial ( aktivitas sosial yang

cukup ), 77,14% suami turut berperan untuk memutuskan pilihan

alat kontrasepsi yang akan digunakan.

( one.indoskripsi. 2009, node. Com diakses pada tanggal 19 februari

2009 jam 14.05 wib )

Tahun 2007 kontrasepsi didapat data cakupan KB di Indonesia,

kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu

metode suntik ( 31,6%), Pil (13,2 %), IUD ( 4,8 % ), Kontap wanita

( 3,1 %), Implant ( 2,8 %), senggama terputus ( 2,2 %), Pantang

berkala (1,5 %), Kondom (1,3 %), Kontap Pria ( 0,2 %), dan metode

lain ( 0,4 %). ( Koran Tempo, Jakarta : 11 Agustus 2008. 13.00 WIB)

Tahun 2007 data cakupan KB di Jabar, kontrasepsi yang paling

banyak digunakan di Indonesia yaitu metode suntik ( 56,33%), Pil

( 33,56 %), IUD (6,16 %), Kontap wanita ( 0,59 %), Implant ( 2,47

%), Kondom ( 0,82 %), Kontap Pria ( 0,02 %), (Bkkbn,2007, jabar,

go.id, diakses pada tanggal 24 april 2007)

Dilihat dari Data KB keseluruhan di Dinas Kesehatan Kabupaten

Subang pada bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2008

pengguna KB IUD selalu ada penaikan dan penurunan.

Tabel. 1.1 Tabel Jumlah Akseptor KB di Kabupaten Subang


N Bulan IUD stk Pil Implan MOW MOP
o
1 Jan 64 427 233 25 0 0
2. Feb 120 561 321 18 35 1
3 Maret 173 593 290 19 23 1
4. April 148 660 330 8 42 1
5. Mei 348 1138 525 7 76 0
6. Juni 487 1364 749 31 6 6
7. Juli 380 1569 636 96 35 0
8. Agust 331 1183 513 16 2 0
9. Sept 143 1381 713 94 2 0
1 OKt 97 1249 632 123 0 0
0
1 Nop 120 852 441 103 0 0
1
1 Des 122 739 291 27 12 0
2
Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Subang pada Tahun
2008

Pencapaian program kesehatan ibu dan keluarga berencana

sangat erat kaitannya dengan menurunnya angka kematian ibu dan

bayi ( AKI / AKB ), pencapaian indikator ini di puskesmas

sukarahayu dari tahun ke tahun menunjukan kenaikan dan pada

tahun 2008 secara umum telah mencapai target, namun masih ada

pedesaan yang dibawah target akibat mobilitas penduduk.

Tabel 1.2 Cakupan program KB dapat dilihat pada tabel berikut :


No Kegiatan Target ( % ) Jumlah Cakupan Cakupan(
( jmlh ) %)
1 Jumlah 13.607
pus
2 PUS 86,61 9548 70,17
3 IUD 100 3.113 1474 47,34
4 MOP 100 42 60 142,85
5 MOW 100 422 180 42,65
6 Kondom 100 68 68 100
7 Implan 100 101 67 66,83
8 Suntik 100 4.571 3507 76,72
9 Pil 100 3,469 4192 120,84
Sumber : Data di Puskesmas Sukarahayu Kecamatan Subang pada
tahun 2008

Sedangkan Data di Puskesmas Sukarahayu, didapat data dari

keseluruhan akseptor KB yang memeriksakan kepelayanan


kesehatan pemerintah di wilayah kerja Puskesmas Sukarahayu

kelurahan cigadung tahun 2008. Yaitu dapat dilihat dari Tabel

berikut :

Tabel. 1.2 Tabel Jumlah Akseptor KB di Puskesmas Sukarahayu


kelurahan IUD MOW Kondo Implan Suntik Pil Total
m t
Karangany 291 41 18 17 1112 1318 2797
ar
Sukamelan 515 59 27 24 610 832 2067
g
Cigadung 277 33 3 9 1047 1170 2539
Dangdeur 391 47 20 17 738 872 2085
Total 1474 180 68 67 3507 4192 9488
Sumber : Data Di Puskesmas Sukarahayu Kecamatan Subang pada
tahun 2008

Puskesmas Sukarahayu pada tahun 2008 terdiri dari 4

kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Karang Anyar ada 7.213 KK

dengan jumlah 23,964 jiwa 30 RW, Kelurahan Cigadung ada 5.120

KK dengan jumlah 19,591 jiwa 22 RW, Kelurahan Sukamelang ada

3.687 KK dengan jumlah jiwa 12,695 jiwa 16 RW dan Kelurahan

Dangdeur ada 4.100 KK dengan jumlah 13,371 jiwa 20 RW. Dilihat

dari tabel diatas pengguna KB IUD Copper-T di Kelurahan Cigadung

pada tahun 2008 sangat rendah dibandingkan dengan kelurahan

lainnya.

Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian

tujuannya untuk mengetahui Studi evaluasi karakteristik pengguna

KB IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan Cigadung

Kabupaten Subang pada tahun 2008.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, maka penulis membuat

rumusan masalah Bagaimana Studi evaluasi karakteristik pengguna


KB IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu, Kelurahan Cigadung

Kabupaten Subang.

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Melakukan evaluasi karakteristik pengguna KB IUD Copper-T

di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kabupaten

Subang tahun 2008.

1.3.2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengevaluasi kelompok umur ibu yang menggunakan

kontrasepsi IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan

Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008.

b. Untuk mengevaluasi kelompok paritas ibu yang menggunakan

kontrasepsi IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan

Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008.

c. Untuk mengevaluasi kelompok pendidikan ibu yang

menggunakan kontrasepsi IUD Copper-T di Puskesmas

Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang pada

tahun 2008.

d. Untuk mengevaluasi kelompok pekerjaan ibu yang

menggunakan kontrasepsi IUD Copper-T di Puskesmas

Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang pada

tahun 2008.

1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat Teoritis


Teori ini bertujuan untuk mengetahui angka penggunaan KB

IUD Copper-T Di Puskesmas Sukarahayu, Kelurahan Cigadung,

Kabupaten Subang pada tahun 2008.

1.4.2 Manfaat Praktis

a. Bagi Institusi D lll Kebidanan Stikes Budi Luhur.

Sebagai bahan informasi dan bahan pertimbangan bagi

mahasiswa dan pihak-pihak yang berkepentingan melakukan

penelitian lebih lanjut sehingga untuk penelitian yang akan

datang lebih baik lagi dan melengkapi khasanah bacaan /

kepustakaan D lll Kebidanan Stikes Budi Luhur Cimahi.

b. Bagi Puskesmas

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan

masukan dalam meningkatkan pelayanan KB di Puskesmas

Sukarahayu Kabupaten Subang.

c. Bagi Peneliti Lain.

Bisa bermanfaat bagi peneliti lain sebagai informasi dan

bahan acuan untuk peneliti selanjutnya


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KELUARGA BERENCANA

2.1.1 Definisi Keluarga Berencana (KB)


Definisi Keluarga Berencana (KB) menurut WHO (World

Health Organisation : expert Committe :1970 ), adalah tindakan

yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk :

a. Mendapatkan objek objek tertentu .

b. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan .

c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.

d. Mengatur interval diantara kehamilan.

e. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan

umur suami istri.

f. Menentukan jumlah anak dalam keluarga. ( Hartanto, 2004 )

2.1.2 Tujuan Pelayanan Kontrasepsi

a. Tujuan Umum

Memberikan dukungan dan pemantapan penerimaan

gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.

b. Tujuan Khusus

Penurunan angka kelahiran yang bermakna. Guna mencapai

tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan

mengkategorikan tiga fase untuk mencapai sasaran yaitu :

1. Fase menunda perkawinan / kesuburan ( umur <20 tahun )

2. Fase menjarangkan kehamilan ( 21-35 tahun )

3. Fase menghentikan/ mengakhiri kehamilan/

kesuburan(>36 tahun) (Hartanto : 2004)

2.1.3 Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya

kehamilan, upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula

bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah

satu variabel yang mempengaruhi fertilitas. ( Hanifa

winkjosastro : 2005 )

Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya

kehamilan yang bertujuan menjarangkan kehamilan,

merencanakan dan meningkatkan kesejahtraan keluarga agar

keluarga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang

maksimal pada anak.(Infoibu.com diakses pada tanggal 18

maret 2009 jam 14.05 Wib )

2.1.4 Syarat-syarat Memilih Metode Kontrasepsi

a. Aman/tidak berbahaya

b. Dapat diandalkan

c. Sederhana, sedapat-dapatnya tidak usah dikerjakan oleh

seorang dokter.

d. Murah

e. Dapat diterima oleh orang banyak.

f. Pemakaian jangka lama (continuation rate tinggi) ( Hartanto,

2004 : 36 )

2.1.5 Faktor Faktor Dalam Memilih Metode Kontrasepsi

a. Faktor Akseptor ( Motivasi dan Rehabilitasi ):

1. Umur

2. Gaya hidup

3. Frekuensi Senggama
4. Paritas ( lisady, 2009, kb-keluarga-berencana, blogspot. Com

5. Pengalaman dengan kontrasepsi yang lalu.

6. Sikap kewanitaan.

7. Sikap Kepriaan. ( Hartanto, 2004 : 36 )

b. Faktor kesehatan ( Kontraindikasi absolut atau relatif ) :

1. Status kesehatan .

2. Riwayat haid.

3. Riwayat keluarga.

4. Pemeriksaan fisik.

5. Pemeriksaan panggul. ( Hartanto, 2004 : 36 )

c. Faktor metode kontrasepsi ( Penerimaan dan pemakaian )

1. Efektifitas

2. Efek samping minor

3. Kerugian

4. Komplikasi-komplikasi yang potensial.

5. Biaya. ( Hartanto, 2004 : 37 )

2.2 Karakteristik

2.2.1 Umur

Usia seorang wanita dapat mempengaruhi kecocokan dan

akseptabilitas metode-metode kontrasepsi tertentu. Dua

kelompok pemakai remaja dan wanita perimenopause perlu

mendapat perhatian khusus. Secara umum, remaja kecil

kemungkinannya memiliki kontraindikasi medis terhadap

pemakaian metode ( kecuali remaja nulipara yang seyogianya

tidak menggunakan IUD. ( Pendit, 2006 : 44 )


Fase menunda kehamilan pasangan dengan istri berusia

dibawah 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilannya

karena pada usia ini alat alat reproduksi belum stabil

ditakutkan akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan dan.

Fase menjarangkan kehamilan usia 21- 35 tahun adalah

saat yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak

kelahiran 3 4 tahun. Untuk itu harus dipilih alat kontrasepsi

dengan reversibilitas dan efektivitas yang cukup tinggi.

Fase mengakhiri kehamilan usia ibu diatas 36 tahun

dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan. Karena diusia ini

memerlukan kontrasepsi yang aman dan efektif karena

kelompok ini akan mengalami peningkatan morbilitas dan

mortalitas jika mereka hamil.( Saefudin, 2003 )

Kontrasepsi yang paling baik untuk wanita diatas 36 tahun

ini harus memiliki efektifitas yang tinggi, reversibilitas yang

rendah dan dapat dipakai untuk jangka panjang serta tidak

menambah kelainan yang telah ada.

( Butterflystillfy, 2009, kontrasepsi, wordpress. Com, di akses

pada tanggal 09 juni 2009 jam 19.45 Wib )

2.2.2 Paritas

Paritas seorang wanita dapat mempengaruhi kecocokan

tidaknya suatu metode secara medis. Secara umum IUD tidak

dianjurkan bagi wanita nulipara karena pemasangan yang lebih

sulit, angka ekspulsi yang lebih tinggi dari pada wanita yang

pernah melahirkan, dan kemungkinan pemakaian IUD dapat

mengganggu kesuburan dimasa depan.


( Pendit, 2006 : 45 )

Makin muda usia terutama pada nuligravida makin tinggi

angka ekspulsi dan pengangkatan atau pengeluaran IUD.

( lisady, 2009,keluarga-berencana,blogspot.com diakses pada

tanggal 15-04-2009 jam.10.15 Wib )

Sedangkan pada 2 - 3 bisa menggunakan alat kontrasepsi

apa saja termasuk IUD karena dimana kondisi klien tidak ada

pembatasan apa pun dalam menggunakan metode kontrasepsi

dan penggunaan kontrasepsi lebih besar dibandingkan dengan

risiko yang akan terjadi pada klien. (Saefudin, 2003 )

2.2.3 Pendidikan

Faktor pendidikan seseorang sangat menentukan dalam

pola pengambilan keputusan dan menerima informasi dari pada

seseorang yang berpendidikan rendah. Pendidikan merupakan

salah satu faktor yang sangat menentukan pengetahuan dan

persepsi seseorang terhadap pentingnya sesuatu hal, termasuk

pentingnya keikutsertaan dalam KB. Ini disebabkan seseorang

yang berpendidkan tinggi akan lebih luas pandangannya dan lebih

mudah menerima ide dan tata cara kehidupan.

(Indoskripsi,2009,node,com diakses tanggal 09 juni 2009 jam

19.28 WIB )

2.2.4 Pekerjaan

Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita

waktu, bekerja bagi ibu ibu akan mempunyai pengaruh terhadap

keluarga. Pekerjaan dari peserta KB dan suami akan

mempengaruhi pendapatan dan status ekonomi keluarga. Suatu


keluarga dengan status ekonomi atas terdapat perilaku yang

mendorong untuk terbentuknya keluarga besar. Status pekerjaan

dapat berpengaruh dalam keikutsertaan dalam KB karena adanya

faktor lingkungan pekerjaan yang mendorong untuk ikut dalam

KB. (one.indoskripsi, 2009 node, com diakses pada tanggal 09

juni 2009 jam 19.28 WIB )

2.3 Macam Macam Kontrasepsi

2.3.1 Mal adalah alat kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air

susu ibu. Mal bisa digunakan bila ibu menyusui, belum haid dan

umur bayi kurang dari 6 bulan. ( Saefudin, 2003 : MK-1 )

2.3.2 Senggama Terputus adalah metode keluarga berencana

tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya ( penis )

dari vagina sebelum pria menacapai ejakulasi. ( Saefudin, 2003 :

MK-14 )

2.3.3 Kondom adalah selubung atau sarung karet yang terbuat dari

berbagai bahan diantaranya lateks ( karet ) dipakaikan saat

penis ereksi.

( Saefudin, 2003 : MK-17 )

2.3.4 Pil adalah kontrasepsi yang mengandung estrogen dan

progesteron. Cara kerja mempengaruhi proses ovulasi,

mencegah implantasi, Lendir serviks mengental sehingga sulit

dilalui oleh sperma, dan pergerakan tuba terganggu sehingga

transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.

( Saefudin, 2003 : MK-27 )

2.3.5 Suntikan adalah jenis suntik kombinasi adalah 25mg

Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat


yang diberikan injek I.M. sebulan sekali ( Cyclofem ) dan 50 mg

Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan

injek I.M. sebulan sekali.

( Saefudin, 2003 : MK-33 )

2.3.6 Implant adalah alat kontrasepsi yang disimpan dibawah kulit.

Macamnya ada norplant untuk 5 tahun. Untuk yang 3 tahun ada

jadena, indoplant, implanon. ( Saefudin, 2003 : MK-52 )

2.3.7 Sterilisasi yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat

sel indung telur pada wanita ( tubektomi ) atau testis pada pria (

vasektomi ). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ahli

ginekolog sangat efektif jika ingin melakukan pencegahan

kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia. (

keluargasehat, wordpress.com, kb di akses pada tanggal 11-03-

09 jam 10.41 wib )

2.4 KB AKDR

2.4.1 Definisi

Alat Kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang

bentuknya bermacam macam, terbuat dari plastik, yang dililit

tembaga atau tembaga bercampur perak yang dapat berisi

hormon. Waktu penggunaan bisa berumur 10 tahun. (

prov.bkkbn,2009, jabar diakses pada tanggal 11 maret 2009

pada jam 10.37 Wib )

2.5 Cara Kerja

Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba

falopii, mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum


uteri, memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dan uterus.

( Saefudin, 2003: MK 72-73 )

2.6 Keuntungan Kontrasepsi KB IUD

2.6.1 Efektif untuk jangka waktu panjang ( 10 tahun proteksi dari Cu-

T380A dan tidak perlu diganti )

2.6.2 Tidak berpengaruh pada kualitas ASI

2.6.3 Kesuburan cepat kembali sesudah AKDR diangkat

2.6.4 Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu AKDR ( Cu-

T380A )

2.6.5 Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun lebih atau

setelah haid terakhir). ( saefudin, 2003 : MK-62 )

2.7 Efek Samping IUD

2.7.1 Perubahan siklus haid ( umumnya 3 bulan pertama dan akan

berkurang setelah 3 bulan)

2.7.2 Kejang rahim selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan.

2.7.3 Pendarahan diluar haid ( spotting )

2.7.4 Darah haid lebih banyak dan lama ( menoragia )

2.7.5 Sekret vagina lebih banyak atau keputihan

2.8.6 Perubahan siklus menstruasi umumnya 3 bulan pertama dan

akan berkurang selama 3 bulan.

2.7.7 Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena

fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan.

2.7.8 Tidak baik digunakan untuk wanita yang mempunyai IMS

( infeksi menular seksual ). ( Saefudin, 2003: MK 73-74 )

2.8 Jenis Jenis IUD COPPER T

2.8.1 Copper IUD yang paling dikenal sampai saat ini adalah:
a. CuT-200 = Tatum T Panjang 36mm, lebar 32 mm, mengandung

200mm2 Cu ( luas permukaan Cu-nya ) daya kerja tiga tahun

dan cara insersinya withdrawal.

b. CuT-200B seperti CuT-200, tetapi ujung bagian bawah batang

IUD berbentuk bola.

c CuT-220Ag seperti CuT-200, tetapi mengandung inti Ag di dalam

tembaganya.

d. CuT-220C panjang 36 mm, lebar 32 mm, 220 mm 2 Cu di dalam

tujuh selubung, 2 pada lengan dan 5 pada batang vertikalnya.

Daya kerja tiga tahun, cara insersinya withdrawal.

e. CuT-380A sama dengan paragard panjang 36 mm, lebar 32

mm, 314 mm2 kawat Cu pada batang vertikal, 2 selubung Cu

seluas masing masing 33 m2 pada masing masing lengan

horizontal. Daya kerja selama 8 tahun dan cara insersi

withdrawal dengan tekhnik no-touch

f. CuT-380Ag seperti CuT-380A, hanya dengan tambahan inti Ag

didalam kawat Cunya dan daya kerjanya selama 5 tahun.

g. CuT-380S selubung Cu diletakkan pada ujung ujung lengan

horizontalnya berada didalam plastiknya dan daya kerja

selama 2,5 tahun. Penambahan selubung Cu yang dapat pada

lengan CuT-380 A dan CuT-220C dimaksudkan untuk

memeperbesar luas permukaan CU pada fundus uteri. Berbeda

dengan lilitan kawat Cu, selubung Cu yang padat tidak

mengalami fragmentasi in-utero, sehingga efektivitasnya lebih

lama.( Hartanto, 2004: 213-214 )

2.9 Keterbatasan
2.9.1 Diperlukan pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi

genitalia sebelum pemasangan IUD

2.9.2 Diperlukan tenaga terlatih untuk pemasangan dan pencabutan

IUD

2.9.3 Klien tidak dapat menghentikan sendiri setiap saat, sehingga

perlu bantuan tenaga kesehatan.

2.9.4 Dapat terjadi perporasi uterus pada saat insersi

2.9.5 Kejadian kehamilan ektopik cukup tinggi

2.9.6 Bertambahnya risiko mendapat penyakit radang panggul ( PRP )

sehingga dapat menyebakan infeksi

2.9.7 Harganya cukup mahal

2.9.8 Memperburuk perjalanan penyakit kanker payudara

( Saefudin, 2003 : MK-63 )

2.10 Wanita Yang Boleh Menggunakan IUD

2.10.1 Tidak semua ibu boleh menggunakan KB IUD hanya ada

beberapa kriteria ibu yang boleh menggunakan KB IUD

seperti :

a. Perempuan pada masa reproduksi

b. Perempuan dalam keadaan nulipara

c. Perempuan yang menginginkan kontrasepsi yang efektif

jangka panjang untuk menecegah kehamilan

d. Perempuan pasca keguguran dan tidak ditemukan tanda

tanda radang panggul

e. Perempuan yang rendah IMS.

f. Perempuan yang sering lupa menggunakan pil


g. Perempuan yang tidak menghendaki kehamilan setelah 1

5 hari senggama

h. Perempuan yang menyusui dan menginginkan kontrasepsi.

( Saefudin, 2003 : MK-74 )

2.11 Wanita yang Tidak Boleh Menggunakan IUD

2.11.1 Tidak semua wanita boleh menggunakan KB IUD ada beberapa

orang yang tidak boleh menggunakan IUD seperti:

a. Perempuan yang diduga hamil

b. Perempuan dengan pendarahan pervaginam yang belum

jelas penyebabnya

c. Perempuan yang punya vaginitis, salpingitis dan

endometrirtis

d. Perempuan yang menderita radang panggul atau pasca

keguguran septik

e. Perempuan dengan penyakit trofoblas yang ganas.

f. Perempuan dengan kelainan bawaan uterus yang abnormal

atau tomur jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum

uteri.

g. Perempuan dengan rahim yang sulit digerakkan

h. Perempuan dengan riwayat kehamilan ektopik


i. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm dan perempuan

yang terbkuti menderita penyakit tuberkulosis panggul.

( Saefudin, 2003 : MK-75 )

2.12 Instruksi Kepada Klien

2.12.1Dalam keadaan normal klien kembali untuk kontrol rutin

sesudah menstruasi pertama kali pasca pemasangan ( 4 6

minggu ) tetapi jangan sampai melewati 3 bulan sesudah

pemasangan IUD. Cek benang IUD dan jika terjadi salah satu

keadaan berikut ini, klien harus kembali ke klinik.

Hal hal yang perlu diperhatiikan :

a. Timbul kram di perut bagian bawah

b. Adanya bercak pendarahan antara haid atau sesudah

melakukan senggama.

c. Nyeri sesudah melakukan senggama atau jika suaminya

mengalami perasaan kurang enak waktu melakukan

senggama

d. Bila terjadi ekspulsi IUD atau keluar cairan yang berlebihan

dari kemaluan

e. Muncul keluhan sakit kepala atau sakit kepala makin parah.

2.13 Penanganan Efek Samping Yang Umum


Efek samping Penanganan
Amenorea Periksa apakah sedang hamil, apabila tidak
jangan lepas IUD, lakukan konseling dan selidiki
penyebab amenorea.
Apabila hamil jelaskan dan anjurkan ibu untuk
melepas IUD jika kehamilan kurang dari 13
minggu
Kejang Pastikan dan jelaskan adanya PRP dan
penyebab lain dari kekejangan. Tanggulangi
penyebabnya apabila ditemukan. Apabila tidak
ditemukan penyebab beri analgesik untuk
sedikit meringankan. Apabila klien kejang berat
lepaskan.
Pendarahan Pastikan adanya infeksi pelvik dan kehamilan
vagina yang ektopik. Apabila tidak ada kelainan patologis,
hebat dan tidak pendarahan berkelanjutan serta pendarahan
teratur hebat, lakukan konseling dan pemantauan. Beri
ibuprofen 800 mg, 3x1 untuk mengurangi
pendarahn dan berikan FE 1x1 sampai 3 bulan.
Apabila klien sudah memakai IUD lebih dari 3
bulan dan HB <7gl/% segera lepas.
Benang yang Pastikan adanya kehamilan atau tidak. Periksa
hilang talinya didalam saluaran endoserviks dan
kavum uteri jika tetap tidak terlihat anjurkan
untuk USG. Jika sudah lepas bantu klien
memilih kontrasepsi yang lain.
Adanya Pastikan pemeriksaan untuk IMS lepaskan IUD
pengeluaran apabila ditemukan ciri ciri IMS seperti GO,
cairan dari infeksi klamidal lakukan pengobatan yang
vagina memadai. Bila PRP diobati lepaskan IUD setelah
/dicurigai 48 jam. Dan beri metode lain untuk ber-KB.
adanya PRP

2.14 Penafisan IUD dengan progestin


N IUD adalah suatu IUD progestin IUD sebaiknya
o metode yang cocok sebaiknya tidak bukan menjadi
bagi perempuan dipakai oleh pilihan utama bagi
dengan satu atau perempuan dengan perempuan dengan
lebih karakteristik setiap masalah setiap keadaan
dibawah ini dibawah ini
1 Mengiginkan Kemungkinan hamil Menderita infeksi
kontrasepsi jangka vagina
waktu lama

2 Mempunyai Menderita PRP Dengan kondisi


kesulitan dalam medis yang
metode barier atau berisiko, diabetes,
mengingat aids atau gangguan
memakan pil KB imunologik lainnya
setiap hari dan
menginginkan suatu
metode yang
mudah
3 Telah mempunyai Keputihan yang Anemia yang parah
anak seorang atau akut dari servikal ( hb < 9 g/dl atau
lebih dan belum atau servisitis Ht < 27 atau darah
ingin punya nak lagi haid yang banyak
4 Sedang menyusui Mempunyai risiko Adanya fibroid atau
tinggi ISR dan IMS kondisi yang akan
mengubah bentuk
uterus
5 Lebih menyukai Menderita Adanya stenosis
metode non pendarahan yang serviks yang parah
hormonal karena tidak terdiagnosis
jklien seorang
perokok berat,
berumur > 35 tahun
atu dengan
hipertensi, DM atau
sakit kepala berat
6 Menderita kanker
alat genitalia atau
kanker payudara
6 Perempuan usia >
40 tahun dengan
penyakit jantung/
stroke
7 Pernah Bagi klien dengan Pernah mengalami
menggunakan IUD nyeri kepala hebat kehamilan ektopik
di masa lalu atau migrain hebat
8 Klien dengan Adanya penyakit
penyakit hati aktif jantung bawaan
9 Klien dengan resiko Menderita penyakit
rendah ISR DM > 20 tahun
dengan tanpa
komplikasi
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif

jenis studi evaluasi dengan variabel yang ada tanpa membuat

suatu perbandingan ataupun menghubungkan. Studi evaluasi

adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk menilai suatu

program yang sedang ataupun sudah dilakukan. Penggunaan desain

penelitian ini sesuai dengan tujuan peneliti yang ingin dicapai yaitu

pada tahun 2008. Studi Evaluasi karakteristik pengguna KB

IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan Cigadung

Kabupaten Subang Tahun 2008.

3.2 Kerangka Konsep

Untuk tercapainya keberhasilan alat kontrasepsi IUD tidak

terlepas dari faktor yang mempengaruhinya. Umur, Paritas,

Pendidikan dan pekerjaan. merupakan salah satu faktor yang

sangat penting yang mendasari seseorang dalam mengambil

keputusan dan tindakan dalam keikutsertaannya untuk menunjang

program Keluarga Berencana. Faktor Akseptor adalah Umur, paritas,

Pendidikan dan Pekerjaan. Faktor kesehatan adalah Status

kesehatan, Riwayat haid, Riwayat keluarga, Pemeriksaan fisik,

Pemeriksaan panggul. ( Hartanto, 2004 : 36 )

Usia seorang wanita dapat mempengaruhi kecocokan dan

akseptabilitas metode-metode kontrasepsi tertentu.

Paritas seorang wanita dapat mempengaruhi kecocokan

tidaknya suatu metode secara medis.

Pendidikan seseorang sangat menentukan dalam pola

pengambilan keputusan dan menerima informasi dari pada

seseorang yang berpendidikan rendah.


Pekerjaan dari peserta KB dan suami akan mempengaruhi

pendapatan dan status ekonomi keluarga.

Bagan 3.1 Kerangka Konsep Penelitian Studi Evaluasi Karakteristik


Pengguna KB IUD Copper-T

Faktor Pasangan :
1. Umur
2. Paritas
3. Pendidikan
4. Pekerjaan
Pemilihan metode
Kontrasepsi IUD
Faktor Kesehatan : Copper-T
1. Status Kesehatan
2. Riwayat haid
3. Riwayat keluarga
4. Pemeriksaan fisik
5. Pemeriksaan
panggul

Keterangan:

= Yang diteliti

= Yang tidak diteliti

3.3 Definisi Operasional


N Variabel Definisi Alat Ukur Kategori Skala
O Operasional
1 Umur Usia seorang Data Di - < 20 tahun Ordinal
responden dari Puskesmas - 21 - 35 thn
pertama dia Sukarahayu, - > 36 tahun
lahir sampai Kelurahan
dilakukan Cigadung ( Hartanto,2004
penelitian )
2 Paritas Jumlah anak Data Di - 1 Interval
yang dilahirkan Puskesmas -2- 3
baik dalam Sukarahayu, - 3
keadaan hidup Kelurahan (friendster,
atau mati oleh Cigadung 2008,tugas
responden akhirku.
sampai saat Dikebidanan
dilakukan dikutip tanggal
penelitian 18 april 2009
jam 09.40 wib )

3 Pendidikan Jenjang atau Data Di- - Tidak Tamat SD 0rdinal


tingkat Puskesmas - - Tamat SD
pendidikan Sukarahayu, - - Tamat SLTP
formal yang Kelurahan - - Tamat SLTA
diselesaikan Cigadung -- Tamat PT
sampai saat
dilakukan ( Data K4 KB )
penelitian.
4 Pekerjaan Segala usaha Data Di - PNS Nominal
yang dilakukan Puskesmas - Swasta
atau dikerjakan Sukarahayu, - Petani
yang Kelurahan - Tidak bekerja
mendapatkan Cigadung
upah yang
dapat dinilai
dengan uang
sampai saat
dilakukan ( Data K4 KB )
penelitian

3.4 Tempat dan Waktu

Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sukarahayu Kelurahan

Cigadung Kabupaten Subang pada tanggal 16 Feb 30 Juli 2009.

3.5 Populasi dan Sampel

3.5.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari

objek /subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari untuk

kemudian ditarik kesimpulannya populasi peneliti ini adalah

semua ibu yang memakai KB IUD Copper-T di Kelurahan

Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008 sejumlah 277

orang.

3.5.2 Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang pada tahun

2008.

Adapun jumlah sampel yang akan diambil adalah 74

responden. Responden yang menjadi sampel pada penelitian ini

adalah 74 responden. Untuk populasi kecil dari 10.000, dapat

menggunakan formula yang lebih sederhana lagi seperti

berikut :

Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

N
n
1 N (d ) 2

Keterangan :

N : Besar Populasi

n : Besar sampel yang akan diambil

d : Tingkat kepercayaan yang diinginkan ( 0.1 )

( Soekidjo Notoatmodjo : 2005 )


N
n
1 N (d ) 2

n = 277

1+ 277 (0,1)2

n = 73,42 dibulatkan menjadi 74 orang yang akan diteliti.

3.5.3 Tekhnik Sampling

Tekhnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini

adalah dengan menggunakan tekhnik simple random sampling

yaitu sampel secara acak sederhana.

3.6 Pengumpulan dan Analisa Data

3.6.1 Cara pengumpulan data dengan melihat data KB Puskesmas

Sukarahayu Kelurahan Cigadung dengan cara melihat data

sekunder seperti data umur , paritas, pendidikan dan

pekerjaan melalui K4 KB.

3.6.2 Prosedur Penelitian

Agar penelitian yang dibuat memenuhi syarat penelitian yaitu

sistematis, terencana dan mengikuti konsep ilmiah. (Arikunto,

2002)

Prosedur / langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai

berikut:

a.Tahap persiapan

1. Pemilihan lahan penelitian

2. Melakukan studi pendahuluan

3. Melakukan studi kepustakaan

4. Menyusun proposal penelitian

5. Mencari data Sekunder

6. Seminar proposal
b. Tahap pelaksanaan

1. Ijin penelitian

2. Melakukan pengumpulan data

3. Melakukan pengolahan dan analisa data

4. Menarik kesimpulan

c.Tahap akhir

1. Menyusun hasil akhir penelitian

2. Penyajian hasil

3.7 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan cara manual melalui langkah

langkah sebagai berikut :

3.7.1 Editing, yaitu melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan

dan kejelasan data yang disesuaikan dengan kebutuhan

penelitian.

3.7.2 Coding, yaitu mengubah data yang mengumpulkan kedalam

bentuk yang lebih ringkas dengan memberikan kode pada

semua variable

3.7.3 Pemindahan data, yaitu data sekunder dipindahkan ke dalam

master tabel.

3.7.4 Tabulasi, yaitu Mengelompokan dan menghitung jumlah

masing masing kategori dari master tabel selanjutnya

dipindahkan ke dalam distribusi frekuensi.

3.8 Analisa Data


Tekhnik analisa data yang digunakan penulis yaitu secara

univariat, untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase

dari tiap tiap variable. Tujuannya untuk menghitung persentase

ibu yang memakai kontrasepsi IUD Coper-T sehingga diperoleh

proporsi dari masing masing variable.

Untuk memperoleh gambaran proporsi tersebut dilakukan

perhitungan masing masing variable dengan menggunakan rumus

sebagai berikut:

P = n x 100 %

N
Keterangan :

P = Persentase

n = Jumlah ibu yang menggunakan KB IUD ( sampel )

N= Jumlah total ibu pengguna KB IUD di Kelurahan tersebut

( populasi )

3.9 Instrumen Penelitian

Untuk mendapatkan data yang relevan dengan masalah yang

diteliti maka diperlukan instrumen penelitian. Instrumen penelitian

adalah alat / fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam

menggunakan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya

lebih baik. Dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis

sehingga mudah diolah ( Arikunto, 2006 )

Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian

ini yaitu chek list dan rekam seri kartu. Chek list adalah suatu daftar

penegecek, berisi nama subyek dan beberapa identitas dan sasaran

pengamatan (Notoatmodjo, 2005 )


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 74 responden

yang dilaksanakan pada tanggal 16 feb 30 juli di Puskesmas

Sukarahayu Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang tahun 2009

melalui rekam seri kartu .

4.1.1 Karakteristik ibu yang menggunakan KB IUD Copper-T dibatasi

pada aspek menurut umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan.

Seluruh aspek karakteristik tersebut dapat digambarkan

sebagai berikut:

Tabel 4.1
Distribusi frekuensi yang menggunakan KB IUD Copper-T
berdasarkan umur di Puskesmas Sukarahayu
Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang
Tahun 2008
N Umur ( Tahun ) Frekuensi ( n ) Persentase ( % )
o
1 < 20 tahun 4 5,4
2 21 35 tahun 50 67,6
3 > 36 tahun 20 27,0
Jumlah 74 100
Pada tabel 4.1 diatas dapat dilihat pengguna KB IUD Copper-

T berdasarkan umur yang terbanyak adalah 21 35 tahun sebesar

67,6 % sedangkan yang terkecil adalah kelompok umur < 20 tahun

sebesar 5,4%
Tabel 4. 2
Distribusi frekuensi yang menggunakan KB IUD Copper-T
berdasarkan Paritas di Puskesmas Sukarahayu
Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang
Tahun 2008
No Paritas Frekuensi ( n ) Persentase ( % )
1 <1 17 23
2 2-3 42 56,8
3 >3 15 20,3
Jumlah 74 100
Pada tabel 4.2 diatas dapat dilihat pengguna KB IUD Copper-

T berdasarkan paritas yang terbanyak adalah 2 3 sebesar 56,8 %

sedangkan yang terkecil adalah kelompok Paritas > 3 sebesar 20,3

%.

Tabel 4. 3
Distribusi frekuensi yang menggunakan KB IUD Copper-T
berdasarkan Pendidikan di Puskesmas Sukarahayu
Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang
Tahun 2008
No Pendidikan Frekuensi ( n ) Persentase ( % )
1 Tidak Tamat 4 5,4
2 SD 10 13,5
3 Tamat SD 21 28,4
4 Tamat SLTP 31 41,9
5 Tamat SLTA 8 10,8
Tamat PT
Jumlah 74 100
Pada tabel 4.3 diatas dapat dilihat pengguna KB IUD Copper-

T berdasarkan Pendidikan yang terbanyak adalah Tamat SLTA


sebesar 41,9 % sedangkan yang terkecil adalah kelompok

Pendidikan Tidak Tamat SD sebesar 5,4%.

Tabel 4. 4
Distribusi frekuensi yang menggunakan KB IUD Copper-T
berdasarkan Pekerjaan di Puskesmas Sukarahayu
Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang
Tahun 2008
No Pekerjaan Frekuensi ( n ) Persentase ( % )
1 Pegawai 17 23
2 Pemerintah 15 20,3
3 Pegawai swasta 7 9,5
4 Petani 34 45,9
Tidak Bekerja
Jumlah 74 100
Pada tabel 4.4 diatas dapat dilihat pengguna KB IUD Copper-

T berdasarkan Pekerjaan yang terbanyak adalah ibu yang tidak

bekerja sebesar 45,9 % sedangkan yang terkecil adalah kelompok

ibu dengan pekerjaan petani sebesar 9,5 %.

4.2 Pembahasan

4.2.1. Umur

Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa ibu yang

berumur 21 35 tahun memiliki jumlah terbesar yaitu 67,6 %

dan yang memiliki jumlah terkecil terdapat pada kelompok usia

< 20 tahun sebesar 5,4 %. Pada usia 21 35 tahun ini adalah

fase untuk menjarangkan kehamilan dibutuhkan suatu alat

kontrasepsi jangka lama yaitu salah satunya adalah IUD.


Kontrasepsi IUD tidak mengganggu produksi ASI dan akan

mempengaruhi angka kesakitan dan kematian anak. Efektivitas

kembali kesuburannya juga cukup tinggi.

Dari keterangan diatas sesuai dengan teori yang penulis

dapat, bahwa umur ibu 21 35 tahun adalah fase

menjarangkam kehamilan. Pada fase ini adalah saat ynag

paling baik untuk melahirkan dengan jarak 3 4 tahun maka

dari itu diperlukan alat kontrasepsi denan reverbilitas dan

efektivitas yang cukup tinngi seperti IUD. Pada usia ini

memang memerlukan alat kontrasepsi jangka panjang agar

ada jarak antara kehamilan pertama dan selanjutnya.

( Saefudin, 2003 )

Dari hasil penelitian yang penulis dapatkan diatas tidak

adanya kesenjangan antara teori dengan hasil penelitian.

Seperti hasil penelitian yang diteliti oleh Lilis ( 2008 ) di

Kecamtan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dari 76

akseptor KB AKDR berdasarkan umur yang terbanyak adalah

21 35 tahun sebesar 77,6 % sedangkan yang terkecil adalah

kelompok umur < 20 tahun sebesar 0 %.

4.2.2. Paritas

Berdasarkan tabel 4.2 didapatkan bahwa ibu yang Paritas

2 3 yang menggunakan KB IUD Copper-T yang paling banyak

sebesar 56,8 %, dan paritas yang paling terkecil adalah

paritas > 3 sebesar 20,3 %. pada paritas 2 -3 bisa

menggunakan alat kontrasepsi apa saja termasuk IUD karena

dimana kondisi klien tidak ada pembatasan apa pun dalam


menggunakan metode kontrasepsi dan penggunaan

kontrasepsi lebih besar dibandingkan dengan resiko yang akan

terjadi pada klien. (Saefudin, 2003 )

Pemakaian IUD Copper-T dapat digunakan pada wanita

primipara, multipara dan grandemultipara kecuali pada wanita

nulipara karena makin muda usia makin tinggi angka ekspulsi

dan pengangkatan atau pengeluaran IUD. (lisady,

2009,keluarga-berencana,blogspot.com diakses pada tanggal

15-04-2009 jam.10.15 Wib )

Dari keterangan diatas sesuai dengan teori yang peneliti

dapat bahwa ibu dengan paritas 2 3 tidak mempunyai

batasan untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD jika tidak

ada kontra indikasi seperti: Perempuan yang diduga hamil,

pendarahan pervaginam yang belum jelas

penyebabnya,mengidap vaginitis, salpingitis dan

endometrirtis, menderita radang panggul atau pasca

keguguran septik, penyakit trofoblas yang ganas, kelainan

bawaan uterus yang abnormal atau tomur jinak rahim yang

dapat mempengaruhi kavum uteri, Perempuan dengan rahim

yang sulit digerakkan, Perempuan dengan riwayat kehamilan

ektopik, Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm. (Saefudin,

2003 : MK-75 )

Hasil penelitian yang penulis dapatkan adalah ibu dengan

paritas 2 -3 menggunakan alat kontrasepsi IUD terbanyak

sebesar 58, 6 %. Hal ini menunjukan tidak ada kesenjangan

antara teori dan hasil penelitian.


Pada paritas 2 3 bisa menggunakan alat kontarsepsi apa

saja termasuk IUD karena dimana kondisi klien tidak ada

pembatasan apapun dalam menggunakan alat kontrasepsi dan

penggunaan kontrasepsi lebih besar dibandingkan dengan

resiko yang akan terjadi pada klien ( Saefudin, 2003 )

Seperti hasil penelitian lilis ( 2008 ) dikecamatan

cihampelas kabupaten bandung barat dari 76 akseptor KB

AKDR berdasrkan paritas yan tebanyak adalah 2 -3 sebesar 75

% sedangkan yang terkecil adalah kelompok paritas

grandemultipara sebesar 7,8 %.

4.2.3. Pendidikan

Berdasarkan tabel 4.3 didapatkan bahwa ibu Pendidikan

yang terbanyak adalah Tamat SLTA sebesar 41,9 % dan

pendidikan ibu yang terkecil adalah ibu dengan Tidak Tamat SD

sebesar 5,4 %.Dari keterangan diatas sesuai dengan teori

faktor pendidikan seseorang sangat menentukan dalam pola

pengambilan keputusan dan menerima informasi daripada

seseorang yang berpendidikan rendah. Pendidikan merupakan

salah satu faktor yang sangat menentukan pengetahuan dan

persepsi seseorang terhadap pentingnya sesuatu hal,

termasuk pentingnya keikutsertaan dalam ber KB. Ini

disebabkan seseorang yang berpendidikan tinggi akan lebih

luas pandangannya dan lebih mudah menerima ide dan tata

cara kehidupan.

(Indoskripsi,2009,node,com diakses tanggal 09 Juni 2009 jam

19.28 WIB).
Tingkat pendidikan dapat mendukung dan mempengaruhi

tingkat pengetahuan dan tahap pendidikan yang rendah selalu

bergandengan informasi dan pengetahuan yang terbatas

sehingga ibu kurang mengetahui macam kontrasepsi,

keuntungan dan kerugian kontrasepsi.

(Indoskripsi,2009,node,com diakses tanggal 09 juni 2009 jam

19.28)

Menurut Notoatmodjo, 2003 Pendidikan adalah segala

upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi mereka

melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.

Faktor pendidikan seseorang sangat menentukan dalam pola

pengambilan keputusan dan menerima informasi dari pada

seseorang yang berpendidikan rendah. Pendidikan merupakan

salah satu faktor yang sangat menentukan pengetahuan dan

persepsi seseorang terhadap pentingnya sesuatu hal,

termasuk pentingnya keikutsertaan dalam KB. Ini disebabkan

seseorang yang berpendidkan tinggi akan lebih luas

pandangannya dan lebih mudah menerima ide dan tata cara

kehidupan.

Seperti hasil penelitian yang diteliti oleh lilis ( 2008 ) di

kecamatn cihampelas kabupaten bandung barat dari 76

akseptor KB AKDR berdasrkan pendidikan yang terbanyak

adalah Tamat SLTA sebesar 43,4 % sedangkan yang terkecil

adalah kelompok Tidak Tmat SD sebesar 11,8 %.

4.2.4. Pekerjaan
Berdasarkan tabel 4.4 didapatkan bahwa Pekerjaan ibu

yang menggunakan KB IUD Copper-T yang terbanyak adalah

ibu yang tidak bekerja sebesar 45,9 %, dan yang terkecil ibu

dengan pekerjaan petani sebesar 9,5 %. Bekerja umumnya

merupakan kegiatan yang menyita waktu, bekerja bagi ibu

ibu akan mempunyai pengaruh terhadap keluarga. Pekerjaan

dari peserta KB dan suami akan mempengaruhi pendapatan

dan status ekonomi keluarga. Status pekerjaan dapat

berpengaruh dalam keikutsertaan berKB karena adanya faktor

lingkungan pekerjaan yang mendorong untuk ikut dalam

pemilihan KB. KB. Pengetahuan responden yang tidak bekerja

karena kurangnya akses informasi dan kurangnya tuntutan

perubahan kebutuhan. Sedangkan ibu yang bekerja diluar

rumah ( sektor formal )memiliki akses yang lebih baik terhadap

berbagai informasi mengenai kesehatan. ( Depkes RI, 2002 )

Dari keterangan diatas ada kesenjangan antara teori

dengan hasil penelitian, dimana dalam penelitian didapat hasil

ibu yang tidak bekerja menggunakan alat kontrasepsi IUD

sebesar 45,9 %.

Hal ini tidak sesuai dengan teori bahwa pengetahuan

responden yang bekerja akan lebih baik dibandingkan dengan

pengetahuan responden yang tidak bekerja karena kurangnnya

tuntutan sedangkan pengetahuan yang bekerja akan lebih baik

dibandingkan dengan pengetahuan responden yang tidak

bekerja karena kurangnnya akses informasi dan kurangnya

tuntutan perubahan kebutuhan. Sedangkan ibu yang bekerja


diluar rumah ( sektor formal ) memilikiakses yang llebih baik

terhadap berbagai informasi mengnai kesehatan ( Depkes RI,

2002 )

Mungkin juga dikarenakan faktor ekonomi yang rendah

sehingga ibu memilih alat kontrasepsi IUD saat ada program

pemerintah yaitu Program safari.program pemerintah yang

mengadakan pemasangan UD secara masal dan gratis.

Sehingga ibu dengan status ekonomi rendah mau menggunkan

alat kontrasepsi jangka panjang ini.

Seperti hasil penelitian yang diteliti oleh Lilis ( 2008 ) Di

Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dari 76

akseptor KB AKDR berdasarkan pekerjaan yang terbanyak ibu

yang tidak bekrja sebesar 51,3 % sedangkan yan terkecil ibu

yang bekerja sebesar 48,6 %.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan jumlah pengguna KB IUD Copper-T pada tanggal

1 jan 30 Des 2008 di Puskesmas Sukarahayu kelurahan

Cigadung Kabupaten Subang tahun 2008, dapat disimpulkan

sebagai berikut :

5.1.1.Pengguna KB IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu

kelurahan Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008

periode 1 jan 30 Des tahun 2008 berdasarkan umur 21

35 tahun sebesar 67,6 %.

5.1.2.Pengguna KB IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu

kelurahan Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008

periode 1 jan 30 Des tahun 2008 berdasarkan Paritas 2 dan

3 sebesar 56,8%.

5.1.3.Pengguna KB IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu

kelurahan Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008

periode 1 jan 30 Des tahun 2008 berdasarkan Pendidikan

tamat SLTA sebesar 41,9 %.

5.1.4.Pengguna KB IUD Copper-T di Puskesmas Sukarahayu

kelurahan Cigadung Kabupaten Subang pada tahun 2008

periode 1 jan 30 Des tahun 2008 berdasarkan Pekerjaan ibu

yang tidak bekerja sebesar 45,9 %.


5.2 Saran

5.2.1 Bagi Puskesmas Sukarahayu

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan

masukan untuk meningkatkan pelayanan KB menjadi lebih baik

lagi khususnya pelayanan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas

Sukarahayu. Tetap pertahankan dan tingkatkan usaha usaha

mengenai program KB diwilayah kerja Puskesmas Sukarahayu,

sehingga diharapkan tahun yang akan datang akseptor KB

mengetahui tentang alat kontrasepsi yang digunakannya.

Penyuluhan bukan hanya didapatkan didalam puskesmas tetapi

bekerjasama dengan kader kader kesehatan ditiap kelurahan

yang termasuk wilayah kerja puskesmas sukarahayu.

5.2.2 Bagi STIKes Budi Luhur

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai

bahan dokumentasi atau sebagai referensi untuk menambah

pengetahuan bagi para mahasiswa dalam mengadakan

penelitian selanjutnya.

5.2.3 Bagi penulis

Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan dan

pengetahuan untuk mengenal permasalahan tentang alat

kontrasepsi IUD, serta mendapatkan kesempatan untuk

mengaplikasikan ilmu selama pendidikan, diperkuliahan untuk

membandingkan dengan teori. Teori yang didapat diperkuliahan

dengan kenyataan dilapangan. Juga sebagai bahan acuan bagi

peneliti yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, 2006, Prosedur Penelitian edisi VI,PT Rineka Cipta, Jakarta

Bkkbn,2007, jabar, go.id, diakses pada tanggal 24 april 2007

Butterflystillfy, 2009, kontrasepsi, wordpress. Com, di akses pada


tanggal 09 juni 2009 jam 19.45 Wib

Depkes RI, 1999,Program panduan BukuKlinis Layanan Keluarga


Berencana,Jakarta : Depkes RI

Friendster.com/2008/06/tugas.akhirku.dikebidanan dikutip pada


tanggal 18 april 2009 pukul 09.40 Wib

Geocities, 2009, lomba media, dpcujabar.com, diaskes pada tanggal


13-03-09 jam 19.07 WIB

Hartanto, Hanafi. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Cetakan ke 5.


Jakarta: 2004

Infoibu.com dikutip pada tanggal 18 maret 2009 pukul 14.05 Wib

Indoskripsi,2009,node,com diakses tanggal 09 juni 2009 jam 19.28 WIB

Keluargasehat, wordpress.com, kb di akses pada tanggal 11-03-09 jam


10.41 wib

Koran Tempo, Jakarta : 11 Agustus 2008

LIsady, 2009,keluarga-berencana,blogspot.com diakses pada tanggal


15-04-2009 jam.10.15 Wib

One.indoskripsi. 2009, node. Com diakses pada tanggal 19 februari


2009 jam 14.05 wib

Prov.bkkbn,2009, jabar diakses pada tanggal 11 maret 2009 pada jam

10.37 Wib

Pendit, 2006. Ragam Metode Kontrasespsi. Jakarta. EGC

Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tahun 2008

Profil Kesehatan Puskesmas Sukarahayu Kabupaten Subang tahun


2008

Profil Kesehatan Puskesmas Sukarahayu Kabupaten Subang tahun


2007
Saifudin, 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasespsi. Cetakan
Pertama, Edisi Pertma. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo

Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta 2005

--------------------------- 2003 Pendidikan dan Perilaku kesehatan, jakarta,


Rineka Cipta , Cetakan Pertama

Statistic-purwakarta.com. Data Bid kependudukan.swf. dikutip pada


tanggal 17 april 2009 pukul 08.45 Wib

Winjksastro Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan, Jakarta, Yayasan Bina


Pustaka Sarwono Prawirohardjo
LAMPIRAN
NAMA : DEWI MARLINA
NPM : 0106.06.057
DIII KEBIDANAN TK III/B
STIKES BUDI LUHUR CIMAHI

STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK PENGGUNA KB IUD COPPER-T


DI PUSKESMAS SUKARAHAYU KELURAHAN CIGADUNG
KABUPATEN SUBANG
TAHUN 2008

No No Seri Kartu Umur Paritas Pendidikan Pekerjaan


1 0005 2 2 4 1
2 0010 3 2 4 4
3 0013 3 3 5 2
4 0015 2 1 4 2
5 0018 2 2 2 4
6 0019 3 2 2 4
7 0025 2 1 3 4
8 0027 2 1 5 1
9 0035 3 2 3 4
10 0038 2 1 4 2
11 0040 2 2 4 1
12 0045 2 2 3 2
13 0048 2 1 4 4
14 0063 2 1 3 4
15 0067 2 3 4 2
16 0068 2 3 4 1
17 0070 2 1 2 1
18 0071 2 1 4 3
19 0075 2 2 2 3
20 0082 2 2 4 1
21 0097 2 2 4 4
22 0100 2 2 4 1
23 0107 2 2 4 4
24 0115 2 2 3 4
25 0120 3 3 5 1
26 0130 2 1 3 4
27 0139 2 2 5 1
28 0140 2 2 4 1
29 0142 3 3 3 4
30 0145 3 3 3 4
31 0146 3 3 2 4
32.. 0147 3 2 4 3
33 0149 2 2 4 2
34 0151 2 2 3 4
35 0154 3 3 4 2
36 0160 3 2 2 4
37 0165 2 2 3 4
38 0167 2 2 5 1
39 0169 1 1 1 4
40 0170 2 2 4 4
41 0172 2 1 4 1
42 0173 3 3 4 4
43 0175 2 2 3 4
44 0177 3 2 3 3
45 0179 1 1 3 3
46 0181 2 1 3 4
47 0189 3 3 5 1
48 0195 2 2 4 2
49 0199 3 2 4 2
50 0200 3 3 2 4
51 0211 1 1 3 4
52 0218 2 2 2 5
53 0219 2 2 5 1
54 0230 2 2 3 2
55 0231 2 2 3 4
56 0232 3 2 4 2
57 0239 2 2 4 4
58 0241 2 3 3 4
59 0242 2 2 4 2
60 0245 2 2 4 1
61 0251 2 3 4 4
62 0258 2 2 4 2
63 0259 2 2 4 1
64 0263 3 2 1 4
65 0264 2 2 3 4
66 0266 2 2 2 4
67 0268 2 2 5 1
68 0269 2 2 3 4
69 0270 3 3 1 3
70 0273 2 2 3 4
71 0274 2 1 4 2
72 0275 2 1 4 2
73 0276 1 1 1 4
74 0277 3 3 2 3

KETERANGAN :

Umur
1. < 20 tahun =1
2. 2135 tahun =2
3. > 36 tahun =3

Paritas
1. 1 =1
2. 2 - 3 =2
3. > 3 =3

Pendidikan
1. Tidak Tamat SD =1
2. Tamat SD =2
3. Tamat SLTP = 3
4. Tamat SLTA =4
5. Tamat PT =5

Pekerjaan
1. Pegawai Pemerintah = 1
2. Pegawai Swasta =2
3. Petani =3
4. Tidak Bekerja =4

Statistics

umuribu jumlahanak pendidikanibu pekerjaanibu


N Valid 74 74 74 74
Missing 0 0 0 0
Mean 2.22 1.97 3.39 2.82
Std. Error of Mean .062 .077 .120 .148
Median 2.00 2.00 4.00 3.00
Mode 2 2 4 4
Std. Deviation .530 .662 1.031 1.275
Minimum 1 1 1 1
Maximum 3 3 5 5

Frequency Table

1. umur ibu
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid < 20tahun 4 5.4 5.4 5.4
21 - 35 tahun 50 67.6 67.6 73.0
> 36 tahun 20 27.0 27.0 100.0
Total 74 100.0 100.0

2.jumlah anak

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent


Valid <1 17 23.0 23.0 23.0
2-3 42 56.8 56.8 79.7
>3 15 20.3 20.3 100.0
Total 74 100.0 100.0

3.pendidikan ibu

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent


Valid tidak tamat sd 4 5.4 5.4 5.4
tamat sd 10 13.5 13.5 18.9
tamat sltp 21 28.4 28.4 47.3
tamat slta 31 41.9 41.9 89.2
tamat pt 8 10.8 10.8 100.0
Total 74 100.0 100.0

4.pekerjaan ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid pegawai pemerintah 17 23.0 23.0 23.0
pegawai swasta 15 20.3 20.3 43.2
petani 7 9.5 9.5 52.7
tidakbekerja 34 45.9 45.9 98.6
Total 74 100.0 100.0

CURICULUM VITAE

Nama : Dewi Marlina


Tempat Tgl Lahir : Subang, 09 Desember 1988

Alamat Rumah : JL. Di. Panjaitan. Gg Seroja 1 No 2 Kel.

Karang anyar Kec. Subang Kab. Subang

41211

Pekerjaan : Mahasiswi

Riwayat Pendidikan

1. SD : 1994 - 2000

2. SMP : 2000 - 2003

3. SMA : 2003 - 2006

4. UNIV : 2006 - 2009