Anda di halaman 1dari 22

BAB III

TEORI DASAR

Di PT.Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field terdapat beberapa fungsi di dalamnya yaitu


Field Manager, Planning Operation, Operasi Produksi, Petroleum Engineering, Work Over Well
Service, RAM, Human Resource, L & R, HSSE, SCM,Finance. Dalam kerja praktek yg kami
lakukan, kami lebih focus ke fungsi Petroleum Engineering, WOWS, dan Operasi Produksi.

3.1. WORK OVER WELL SERVICE


3.1.1. Work Over / Well Service (WO/WS)
Setelah lama berproduksi mengalirkan fluida dari reservoir ke permukaan sering kali
sumur produksi mengalami kerusakan, sehingga harus dilakukan perawatan. Pekerjaan tersebut
disebut Well Service. Bila kerusakan pada sumur tidak dapat diperbaiki dengan well service unit
yang ada atau harus dilakukan perubahan atau perbaikan pada jenis completion nya maka
mungkin harus dilakukan kerja ulang atau Work Over.
Adapun beberapa sub fungsi di WOWS ini yaitu :
Sonolog Dynagraph
Pump Shop
Stimulasi
Rig Service & Drill Tool Shop

3.1.1.1. Sonolog Dynagraph


Kegiatan sonolog adalah untuk menentukan DFL (Dinamic Fluid Level) dan SFL (Static
Fluid Level). Sedangkan Dynagraph untuk mengetahui beban dari rod string maupun beban dari
sumur.
Di tempat ini terdapat keseluruhan peralatan untuk Sonolog Dynagraph dan gas gun
sonolog dan sebagainya . sonolog menggunakan gas nitrogen untuk membuat gelombang yang
akan dikirim ke dalam lubang sumur.
Gambar 3.1.
Sonolog

Gambar 3.2.
Pengukuran Sonolog pada sumur SRP

Sonolog adalah pekerjaan pengukuran ketinggian level cairan diruang annulus (ruang
antara casing dan tubing) suatu sumur. Sistem kerja : Untuk mengetahui gelombang / getaran
suara dari sumber suara di permukaan kedalam annulus, gelombang suara yang masuk tadi di
pantulkan kembali oleh shock tubing (collar) dan cairan yang berada di dalam annulus ke
permukaan sehingga terdeteksi beberapa joint. Dilakukan pada sumur minyak yang
menggunakan artificial lift. Pengukuran Sonolog secara digital dengan alat yang dinamakan
Echometer. Adapun bagian-bagian dari Echometer ini yaitu :
Gambar 3.3.
Peralatan Echometer

Gambar 3.4.
Tabung Nitrogen

Gambar 3.5.
Gas Gun

Gas Gun
Alat ini berfungsi untuk menembakan gas nitrogen kedalam sumur yang kemudian akan di
terima oleh kabel penerima.
Gambar 3.6.
Kabel Penerima

Kabel Penerima
Selain mengukur Static Fluid Level secara digital,pengukuran secara automatic ini juga
dipakai mengukur Dinamic Fluid Level (DFL) yaitu permukaan fluida pada saat pompa
sedang bekerja. Hal ini bertujuan untuk menghitung Submargene, yaitu jarak antara PSN
dengan DFL. Untuk SRP, submargene antara 25m 50m dan untuk ESP 50m 75m.
Apabila kurang dari itu akan menyebabkan kekeringan pada sumur.

Dynagraph adalah suatu metode pengukuran yang bertujuan untuk mendeteksi performa
pada pompa angguk, baik dari segi kebocoran standing valve, traveling valve, kebocoran tubing
dan keseimbangan pompa. Prinsip kerja dari metode pengukuran ini adalah dengan mengukur
perubahan beban yang terjadi pada pompa pada setiap posisi kerja tertentu. Perubahan beban ini
yang kemudian di intrepretasikan sehingga diketahui kondisi performa pompa angguk tersebut.
Apabila terjadi kebocoran pada valve pompa, baik pada standing valve ataupun traveling valve,
maka hal ini akan mengurangi volume produksi. Sedangkan bila kondisi pompa tidak seimbang,
maka akan berpotensi merusak pompa.
Ada 3 metode pengukuran yang dilakukan saat dynagraph menggunakan peralatan
Dynamometer :
1) Metode Pengukuran Kinerja Pompa yg bertujuan untuk :
i) Mengetahui SPM (Stroke Per Minute)
ii) Mengetahui aliran liquid yang terangkat
iii) Mengetahui beban torsi dari pompa jack
iv) Mengetahui beban dari rod yang terpasang
2) Metode Pengetesan Kebocoran Valve pada pompa
i) Standing Valve
ii) Traveling Valve
3) Metode Pengetesan Keseimbangan antara pump jack dengan beban rod (Effect Counter
Balance). Untuk menghitung torsi yang bekerja pada system gigi (gear reducer) diperlukan
pengukuran efek counter balance terhadap polished rod. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan
menggunakan dynamometer jenis HST.
i) Berapa jauh diperlukan pergeseran counter weight bila unit tidak balance (HST)
ii) Apakah diperlukan analisa yang lebih teliti atau bahkan perancangan kembali unit
pompa (PRT dan HST)
3.1.1.2 Pump Shop
Pada umumnya, tugas utama dari pump shop adalah untuk menyiapkan, menyediakan,
mengelola dan bertanggung jawab dari down hole artificial lift di surface dan subsurface.
Artificial Lift yang digunakan di PT.Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field ada 3 tipe yaitu:

1. ESP (Electrical Submersible Pump) ESP adalah Pompa centrifugal yang daya angkatnya
(lifting head) mudah diatur, dirancang untuk beroperasi didalam lubang sumur, dan
berpenggerak motor listrik induksi ESP yang digunakan di Pertamina Tarakan adalah
Centrilift dari Baker Hughes, Reda Pump dari Schlumberger, dan ada Wood Grup dari
Weatherford.
Gambar 3.7.
ESP

Adapun konfigurasi sumur ESP sebagai berikut yaitu :


a. Down hole sensor, fungsinya untuk mengetahui / memonitor keadaan di bawah sumur.
b. Motor ,adalah sumber penggerak untuk menggerakkan poros rangkaian equipment di atas
permukaan .
c. Seal Section / protector adalah alat yang digunakan untuk memproteksi/melindungi cairan
dari annulus agar masuk ke motor, apabila masuk di bagian motor akan mengakibatkan
kerusakan atau konsleting pada motor tersebut.
d. Intake atau RGS (Rotary Gas Separator) adalah alat yang berguna sebagai jalan masuknya
fluida dari annulus ke dalam pompa dari wellbore. Intake biasanya digunakan untuk sumur
yang memproduksi gas rendah sedangkan RGS biasa digunakan untuk sumur yang
memproduksi gas yang besar.
e. Pump, adalah alat yang digunakan untuk menghisap fluida yang masuk melalui intake
kemudian mendorongnya ke permukaan melalui rangkaian discharge dan tubing.
f. Discharge, adalah alat yang berfungsi sebagai konektor atau penghubung untuk
mengalirkan fluida dari top pump ke tubing dibawah permukaan.
g. Tubing, adalah jalur yang mengalirkan fluida dari rangkaian ESP sampai ke atas
permukaan.
h. Cable Power, adalah kabel yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari atas
permukaan untuk menggerakkan motor dibawah permukaan atau di dalam sumur.
i. Port Head adalah socket yang menghubungkan dari kabel power ke motor dengan cara
mencolokkan ke socket motor.
j. Junction Box , berfungsi sebagai melepas gas agar tidak masuk ke VSD.

2. SRP (Sucker Rod Pump)


SRP umum digunakan di dunia perminyakan karena biaya yang diperlukan relatif murah
dan pengoperasiannya pun mudah. Prinsip mengangkat fluida dengan energy dari prime
mover permukaan yang di transfer ke subsurface pump yang diletakkan di dalam sumur.
Di PT.Pertamina Asset5 Tarakan Field terdiri untuk Subsurface facility ada 2 tipe yang
dipakai yaitu : Rod Pump dan Tubing Pump. Untuk Rod Pump ada tipe RWAC, sedangkan
untuk Tubing Pump memakai tipe THBM.

Gambar 3.6.
Conventional Pumping Unit
Gambar 3.8.
Bagian bagian SRP

SRP merupakan pompa yang terletak di atas permukaan tanah . Pompa ini bertujuan
untuk mengendalikan piston yang terpasang pada sumur minyak. SRP biasanya digunakan pada
daerah yang kandungan minyaknya cukup banyak. Besarnya pompa juga ditentukan oleh
kedalaman dan berat minyak yang akan dipindahkan. SRP mengubah gerakan putaran dari motor
menjadi gerakan vertical untuk mendorong batang pompa. SRP disokong oleh sebuah prime
mover. Umumnya digunakan motor elektrik untuk menggerakkannya, namun untuk daerah yang
aksesnya terpencil, kemungkinan digunakan proses pembakaran mesin seperti diesel. Begitu juga
di area ini, penggunaan motor elektrik disuplai oleh power plant.

1. Bagian Atas Permukaan (Surface) SRP


a. Wire
Wire adalah kawat baja yang diletakkan pada horse head dan pada ujung bawah
dirangkai dengan carrier bar.
b. Carrier Bar
Carrier Bar adalah pengikat pada polished rod dalam rangkaian wireline yang mana
pengikatannya dapat di setting.
c. Polished Rod
Polished Rod adalah alat yang menghubungkan dari pumping unit ke sucker rod pump
di dalam rangkaian barrel pump. Pada bagian permukaan kita bisa lihat pada gambar
diatas. Alat-alat ini meneruskan energy dari motor dan merubahnya dari gerak putar ke
gerak naik turun ke alat bawah permukaan. Untuk merubah dari putaran mesin sampai
gerakan naik turun tersebut, putaran mesin harus dikurangi dengan menggunakan gear
reducer dan juga diameter pulli belt sehingga kecepatan sesuai dengan gerakan naik
turun yang di inginkan. Pada bagian teratas dari rod adalah polished rod, rod sangat
halus permukaannya, sehingga bisa bergerak lancer serta tidak bocor di stuffing box.
Polished rod di klem pada carrier bar yang dihubungkan dengan horse head melalui
wireline hanger yang bersifat fleksibel agar polished rod tetap tegak lurus dalam
stuffing box. Walking beam ditunjang dekat titik beratnya oleh Sampson post. Walking
beam meneruskan gerakan dari pitman yang diberikan oleh crank. Panjang langkah
polished rod ditentukan oleh jarak dari pitman bearing ke crankshaft. Umumnya tersedia
tiga posisi untuk panjang langkah polished rod sehingga bisa diubah di tuas di pin
bearing sehingga diameter putaran akan lebih kecil kalau produksi menurun misalnya.
Alat penting lainnya adalah counter balance yang digunakan untuk mengimbangi
gerakan naik turun pompa agar tidak berbeda jauh dalam hal pembebanannya. Dengan
ini pompa dan motor akan lebih tahan lama. Efek counterbalance ini tegantung dari
berat, posisi, dan geometri alat.

2. Bagian Bawah Permukaan (Subsurface)


a. Travelling Valve
Travelling valve merupakan suatu system artificial lift SRP yang terkoneksi ke
rangkaian sucker rod pump sampai ke atas permukaan. Secara umum pada saat down
stroke, travelling valve terbuka dan standing valve tertutup, maka fluida masuk mengisi
ruang yang ada dalam plunger dikarenakan untuk menekan fluida agar dapat menekan.
Pada saat up stroke travelling valve tertutup dan standing valve terbuka karena adanya
gaya gravitasi kemudia fluida menekan ball and seat agar menutup.
b. Standing Valve
Standing Valve dirangkai dengan PSN pada waktu up stroke, standing valve terbuka
karena hisapan dari plunger yang bergerak ke atas, kemudian fluida dari sumur masuk
ke dalam barrel. Pada saat down stroke standing valve tertutup karena tekanan dari
fluida yang berada di dalam barrel akibat turunnya plunger sehingga fluida tidak
kembali ke sumur
c. Working Barell
Working Barell adalah pipa silinder yang berfungsi sebagai liner untuk memompakan
fluida sehingga terjadi efek swab atau penghisapan, sehingga fluida dalam sumur
terpompakan dalam sumur.
Gambar 3.9.
Peralatan Subsurface

Terdapat dua jenis alat bawah permukaan pada SRP yaitu RWAC dan THBM, tapi yang
paling banyak digunakan adalah yang jenis THBM. Dimana jenis-jenis tersebut mempunyai
ukuran yg berbeda-beda pula. Untuk RWAC hanya memiliki satu ukuran diameter yaitu 2 inch.
Sedangkan THBM memiliki beberapa ukuran diameter yaitu 2 inch, 2,5 inch, 3,5 inch. Dimana
setiap ukuran alat bawah permukaan akan mempengaruhi stroke length yang digunakan. Prinsip
kerja di bawah permukaan adalah sebagai berikut : ketika gerakan plunger kebawah, standing
valve akan tertutup karena ditekan fluida di atasnya, travelling valve terbuka karena mendapat
dorongan dari fluida di working barrel, fluida bergerak masuk dari barrel ke plunger-nya. Pada
gerakan ke atas, travelling valve tertutup, standing valve terbuka karena efek penghisapan, fluida
masuk dari sumur ke working barrel karena efek penghisapan tersebut. working barrel digunakan
untuk tempat naik dan turunnya plunger dan sebagai tempat pengumpul cairan.

3. HPU ( HYDRAULIC PUMPING UNIT )


Hydraulic Pumping Unit (HPU) merupakan salah satu jenis dari sucker rod pump. Sucker
rod pump digunakan sebagai salah satu alternatif sistem artificial lift. Penggunaan pompa
ini dilakukan jika tidak tersedianya gas yang cukup di lapangan, sehingga sistem gas lift
tidak dapat diterapkan.
Gambar 3.10. Gambar 3.11.
Hydraulic Jack Power Pack

Komponen Peralatan HPU


Peralatan HPU terdiri dari power pack, hydraulic jack dan peralatan dibawah permukaan.

Power pack berfungsi untuk memompakan hydraulic fluid menuju ke hydraulic jack.
Yang terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :

a. Electrical control box


Merupakan pusat pengontrol sebagian besar kelistrikan HPU. Komponen komponen
listrik terdiri dari sebuah motor starter, motor overload protector, dan sebuah
programmable logic controller.

b. Flow control valve


Digunakan untuk mengontrol jumlah aliran fluida. Katup yang bawah membatasi
penyebaran fluida, sedangkan yang atas membatasi seberapa cepat penghalang (valve)
dibuka.

c. System relief valve


Sistem ini memungkinkan untuk memberikan pressure selama pemeliharaan dan
perbaikan.

d. Tank Weldment
Menjaga agar cairan hidrolik tidak dibawah tekanan. Kapasitas minimal tangki 20
gallons.

e. Oil site gage


Memberikan suatu indikasi batas tinggi cairan. Sehingga hydraulic fluid dapat terus
terkontrol agar kinerja tetap berjalan lancar.

f. Manifold block
Memberi tekanan pada cairan hidrolik ke berbagai sistem hidrolik melalui control
valve.
g. Pressure switch
Berfungsi mengontrol motor untuk membatasi tekanan pada sistem.

h. Hand pump
Apabila ada gangguan listrik, pompa tangan (manual) digunakan agar sistem tetap
berjalan agar fluida tidak kosong dalam setting hydraulic jack. Klep harus digeser dan
kemudian dengan secara manual memompa hand pump sampai penghalang telah
menutup jalur fluida.
Pompa manual diharapkan untuk digunakan di saat operasi dalam keadaan darurat dan
akan memerlukan banyak siklus untuk mengangkat penghalang standard.

i. Pressure gage
Menunjukkan system pressure HPU secara aktual. Standar operasi harus kurang dari
2000 psi.

j. Accumulator
Berfungsi sebagai suatu reservoir tekanan untuk menyimpan cairan yang diberi
tekanan.

k. Pompa
Dihubungkan dengan electric motor dan memenuhi tekanan pemompaan untuk mengisi
akumulator.

l. Electric motor
Menjalankan pompa hidrolik.

m. EFO valve dan coil


Emergency Fast Operation (EFO), aliran dilewatkan melalui valve pada sirkuit kontrol
kendali dan membuat sistim memberikan aliran penuh saat tekanan tertinggi. Operasi ini
dimaksudkan untuk memindahkan penghalang (barrier) dalam waktu singkat. Misalnya
saat perbaikan ringan.
n. Base filter assembly
Untuk menyaring zat pencemar dari minyak hidrolik selama beroperasi.

o. Directional control valve


Mengoperasikan katup pada operasi normal. Mengalirkan cairan untuk melewati
penghalang (barrier).

p. Cabinet
Melindungi komponen pompa hidrolik. Apakah sudah kuat dan terkunci.
Hydraulic jack berfungsi untuk mentransmisikan pressure dari hydraulic fluid untuk
mengangkat rangkaian SRP. Yang terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :

a. Sensor pengatur panjang stroke (S)


Berfungsi untuk mengubah pengaturan panjang stroke sesuai desain yang diinginkan.

b. Tangga
Berfungsi untuk memudahkan pada saat mengatur komponen yang berada diatas
hydraulic jack atau untuk memeriksa kerusakan-kerusakan kecil pada hydraulic jack.

c. Menara
Sebagai pondasi untuk polished rod saat beroperasi agar kuat dan lebih sentral sehingga
kebocoran pada stuffing box dapat dihindari.

d. Stroke
Berfungsi sebagai penerima hasil transmisi hydraulic fluid bertekanan tinggi dari power
pack menjadi gerakan naik turun untuk mengangkat rangkaian sucker rod pump dibawah
permukaan.

e. Hydraulic hose
Berfungsi mengalirkan fluida bertekanan tinggi dari power pack ke hydraulic jack unit.
Ada dua jenis yang berukuran besar dan kecil. Hose berukuran besar berfungsi untuk
mengalirkan fluida bertekanan tinggi dari power pack sehingga akan menaikkan stroke
pada hydraulic jack (up-stroke). Hose yang kecil berfungsi mengalirkan hydraulic fluid
bertekanan tinggi dari hydraulic jack kembali ke power pack. Proses ini terus berulang
kali sehingga fluida pada sumur tersebut bisa diproduksi.

Peralatan pompa dibawah permukaan, terdiri dari SRP. Fungsi peralatan pompa sucker
rod didalam sumur adalah untuk membantu menaikan fluida sumur ke permukaan
melalui tubing. Unit pompa sucker rod terdiri dari :

a. Tubing
Tubing adalah pipa untuk produksi dan bisa dipindah atau diganti tidak seperti casing.
Tubing berfungsi seperti tempat mengalirnya fluida produksi sampai ke permukaan. Pada
artificial lift, tubing juga berfungsi sebagai tempat menggantungnya pompa.

b. Pompa
merupakan alat utama pada sucker rod pump, pompa dipasang diujung sucker rod,
yang terletak di dalam tubing. Pompa yang ada di dalam sumur terdiri beberapa
komponen, antara lain yaitu :

i. Working barel
Merupakan tempat dimana plunger dapat bergerak naik turun sesuai dengan
langkah pemompaan dan menampung fluida sebelum diangkat oleh plunger pada saat
up-stroke.

ii. Plunger
Merupakan torak atau tangkai pompa yang terletak di dalam working barrel,
apabila plunger ditarik ke atas (up-stroke) maka fluida akan masuk ke dalam working
barrel melalui standing valve, sedangkan sewaktu plunger diturunkan (down-stroke)
fluida akan keluar ke atas melalui travelling valve. Pada plunger ini terdapat ball dan
seat, yang berfungsi sebagai katup.

iii. Standing valve


Merupakan katup yang terdapat di bagian bawah working barel yang berfungsi
memberi jalan masuk bagi fluida dari dalam sumur masuk ke working barel (pada
saat up-stroke, standing valve terbuka) dan untuk menahan fluida agar tidak keluar
dari working barel pada saat plunger bergerak ke bawah (pada saat down-stroke,
standing valve tertutup). Standing valve terdiri dari sebuah bola besi dan tempat
dudukan (ball dan seat).

iv. Travelling valve


Merupakan ball and seat yang terletak pada bagian bawah dari plunger dan akan
ikut bergerak ke atas dan ke bawah menurut gerakan plunger. Fungsinya :

Mengalirkan atau memindahkan fluida dari working barrel masuk ke plunger,


hal ini terjadi pada saat plunger bergerak ke bawah.
Menahan fluida pada saat plunger bergerak ke atas sehingga fluida tersebut
dapat dipindahkan ke tubing untuk selanjutnya dialirkan ke permukaan.

v. Anchor
Merupakan komponen yang dipasang dibagian bawah pompa, yang berfungsi :
Untuk memisahkan gas dari minyak agar gas tersebut tidak ikut masuk ke dalam
pompa bersama - sama dengan minyak, karena adanya gas akan mengurangi
efisiensi pompa digunakan gas anchor.

Untuk menghindarkan masuknya pasir atau padatan ke dalam pompa digunakan


mud anchor.
Mengurangi atau menghindari terjadinya tubing stretch digunakan tubing anchor.

Sucker rod string


Energi ditransfer dari alat-alat permukaan ke plunger melalui sucker rod string. Rod
dibuat dari 90% lebih besi dengan campuran Carbon (supaya lebih kuat), Mangan dan
Silikat (mencegah Fe-Oksida), Nikel (anti karat), Molibdenum (lebih kuat), Cuprum (anti
karat). Ukuran yang umum adalah 5/8, 3/4, 7/8, 1 dan 1-1/8. Rod memberikan efek
terbesar dari seluruh gerakan dan kinerja seluruh instalasi HPU.

Sucker rod, merupakan batang/rod penghubung antara plunger dengan peralatan


dipermukaan. Fungsi utamanya adalah melanjutkan gerak naik turun. Umumnya
panjang satu single dari sucker rod yang sering digunakan berkisar 25 ft.

Pony rod, merupakan rod yang mempunyai panjang yang lebih pendek dari
panjang rod umumnya (<25ft. Fungsinya untuk melengkapi panjang dari sucker
rod, apabila tidak mencapai kepanjangan yang dibutuhkan ukurannya adalah: 2, 4,
6, 8, 12 ft.

Polished rod, merupakan tangkai rod yang berada diluar sumur yang
menghubungkan sucker rod string dengan carier bar dan dapat naik turun di dalam
stuffing box. Diameter stuffing box lebih besar dari diameter polished rod.
Panjang polished rod adalah 8, 11, 16, dan 22 ft.

3.1.1.3 Stimulasi
Stimulasi adalah proses perbaikan formasi disekitar lubang sumur untuk meningkatkan
kemampuan produksi suatu sumur. Dengan cara menambahkan material lain ke reservoir untuk
memperbaiki reservoir tersebut. Tujuan dari stimulasi adalah unutk meningkatkan productivity
dengan meningkatkan permeabilitas sumur, baik dengan menghilangkan scale disekitar rekah-
rekahan atau memperpanjang rekahan disekitar lubang bor. Stimulasi dibagi menjadi beberapa
yaitu:
a) Acidizing
Adalah salah satu kegiatan yang melakukan penginjeksian zat asam ke dalam formasi guna
memperbaiki permeabilitas formasi yang telah damage.
b) Acidizing Fracturing
Acidizing Fracturing hampir sama dengan acidizing tetapi di injeksikan di bawah kondisi
bertekanan sehingga dapat meretakkan formasi yang akan di acidizing.
c) Hydraulic Fracturing
Adalah proses peretakan formasi dengan menginjeksikan fluida (cair) ke formasi dibawah
kondisi bertekanan sehingga dapat meretakkan formasi disekitar lubang bor.
d) Acid Fracturing
Acid fracturing perekahan atau fracturing dilakukan dengan penginjeksian fluida yang
memiliki pH asam.

Ada 3 syarat asam untuk di stimulasi :


1) Harus bisa bereaksi dengan karbonat dan mineral lain untuk menghasilkan produk yang
bisa melarut.
2) Asam harus bisa menghambat karat (korosif) di peralatan sumur.
3) Hal lainnya adalah: save, cost, pengadaan, penyimpanan,dll.

3.1.1.4 Rig Service dan Drilling Tools


Kegiatan nya adalah menyiapkan peralatan Work Over , Drilling , dan Fishing Tool.
Fishing Job
Fishing Job adalah pekerjaan yang ada dalam pemboran , dimana pekerjaan ini adalah
pengambilan kembali/ memancing alat alat / potongan potongan yang tertinggal di dalam
sumur. Alat yang jatuh ke dalam sumur harus cepat di ambil ,karena semakin lama semakin sulit
diambil karena tertutup cutting atau mud cake dan lainnya. Kerugian dalam pekerjaan ini ada rig
time nya semakin panjang dan ini tentunya akan menambah biaya pemboran lagi.
Sebagai contoh jika adanya tubing putus atau patah di dalam sumur di kedalaman tertentu,
maka perlu diketahui ukuran dari tubing tersebut dan letak kedalaman berapa tubing tersebut
putus, dan juga harus mengetahui sebeb akibat kenapa bisa putus. Sebelum kita memulai
operasi , ikan/fish yang tertinggal harus kita tentukan dulu ciri ciri dari ikan tersebut.
Ada beberapa jenis fish (ikan) yang ada di dalam lubang bor. Jenis, ukuran, kekuatan alat
yang akan dipancing tersebut serta bentuknya bermacam macam bergantung dari situasi yang
ada, serta penyebab adanya ikan tersebut. Jenia, ukuran, bentuk ikan, situasi dan kondisi lubang
bor. Pada proses fishing akan banyak menentukan cara pemancingan serta alat yang di perlukan.
Peralatan peralatan fishing yang digunakan adalah:

1. Impression Block
Impression Block adalah alat yang digunakan untuk mengetahui ukuran fish yang ada di
dalam sumur, nanti ukuran ikan tersebut akan mengecap di permukaan ini.
2. Cable Spear
Cable spear merupakan alat fishing yang digunakan untuk mengambil wireline maupun
wire rope yang tertinggal di dalam sumur.
3. Tubing Spear
Alat ini digunakan fishing bila ada pipa yang tertinggal di dalam lubang sumur, cara
mengangkatnya melalu bagian Inside pipa yang di pancing.
4. Washover Pipe
Washover pipe digunakan untuk mencuci di sekitar pipa yang stuck agar bersih dan bisa di
fishing.
5. Junk Basket
Berguna untuk mengambil dan menampung cutting besar, mempunyai jari jari yang dapat
ditekuk disekeliling fish jika ditekan.
6. Overshoot
Overshoot adalah alat yang berbentuk mangkok yang fungsinya untuk mengirim atau
mengikat fish yang tertinggal di dalam sumur yang di dalam overshoot akan ada namanya
Grapell.
7. Jar
Jar adalah suatu alat yang memberikan pukulan atau getaran pada tubing untuk membantu
melepaskan fish yang melekat pada ujung lubang memakai oli untuk dapat naik ke atas
permukaan.
8. Pilot Mill
Pilot Mill adalah alat yang berfungsi untuk memperbaiki casing yang collapse atau scale
yang menempel di dinding casing.

9. Burn Shoe
Burn shoe adalah suatu alat fishing yang digunakan untuk membersihkan kotoran- kotoran
yang berada di sekitar casing. Bisa juga untuk mengebor CR (Cement Retainer).
10. Casing Spear
Casing spear untuk menyambung top drive ke casing, casing spear di desain untuk
penyambungan ceat pada casing.

Adapun peralatan peralatan yang berada di drilling workshop diantaranya adalah sebagai
berikut :
1. Packer
Adalah peralatan bawah permukaan yang digunakan untuk menyekat antara tubing dan
casing untuk mencegah aliran vertikal di sepanjang annulus casing tubing. Jika ada zona yang
mengeluarkan lebih banyak air atau gas akan di sekat dengan packer. Packer digunakan untuk :
Mempertahankan fluida reservoir dan tekanan terisolasi dari casing
Untuk memisahkan zone zone pada lubang
Membungkus lubang perforasi selama squeeze cementing
Tempat pemasangan casing pump
Sebagai fasilitas well service operation (stimulasi, squeeze)
Untuk memperbaiki kondisi aliran dan memperkecil munculnya heading

2. Wellhead (Christmas Tree)


Christmas tree adalah rangkaian peralatan yang di atas permukaan yang terdiri dari tubing
adapter, katup katup, fitting, alat pengukur tekanan dan choke. Fungsi Christmas tree adalah
sebagai pengatur laju aliran produksi.
Berdasarkan bentuk wing valve, Christmas tree di bedakan menjadi :
Berlengan Satu (single wing, single arm)
Berlengan Dua (double wing, double arm)
Pada pemakaiannya, keuntungan Christmas tree berlengan dua adalah dimungkinkannya
aliran produksi melalui dua jalur, sehingga jika akan mengganti choke, sumur tidak perlu ditutup
dan tidak akan mengganggu kelancaran produksi. Suatu Christmas tree hanya dapat bekerja pada
tekanan sumur tertentu saja. Berdasarkan hal ini, beberapa produsen mendesain Christmas tree
untuk kondisi tekanan kerja yang berbeda beda.
Berdasarkan jenis komplesi sumur, Christmas tree di bedakan atas:
Christmas tree komplesi tungga (single completion Christmas tree), untuk tekanan normal
dan untuk tekanan tinggi.
Christmas tree untuk komplesi majemuk (multiple completion Christmas tree).
3. Elevator
Elevator merupakan suatu alat yang digunakan untuk menahan ataupun menjepit casing,
tubing, dril lpipe maupun drill collar pada saat akan diturunkan maupun dinaikkan dari atau ke
dalam lubang wellbore.
4. Bridge Plug
Bridge plug merupakan suatu alat yang pensettingannya kurang lebih seperti packer. Alat
ini digunakan secara perlahan dan hanya dapat digunakan sekali saja. Setelah selesai digunakan,
biasanya alat ini langsung dihancurkan dengan cara dibor menggunakan burn shoe.
5. Bit
Bit yang sering digunakan adalah tricone, roller tooth bit, dan PDC bit.
6. Casing Roller
Adalah alat yang dipakai saat fishing job yang dapat memperbaiki casing pada bagian
inside agar diameter casing tetap terjaga.
7. Junk Sub
Adalah potongan potongan atau bagian bagian peralatan yang ukurannya kecil yang
harus diambil dari dalam lubang, junk harus diambil karena akan mengganggu operasi
pemboran.
8. Safety Joint
Safety joint adalah peralatan penyambung khusus yang dipasang pada salah satu dual
string completion pada directional well. Safety joint dipasang di bawah setiap packer, bagian atas
dari string yang digunakan untuk memasang dan melepaskan packer dapat di mundurkan jika
packer mengalami stucked pada saat pencabutan.
9. Internal Cutter
Fungsi dari internal cutter adalah memotong casing atau tubing jika casing sudah putus
maka casing yang putus tersebut diangkat menggunakan casing spear.

10. Stabilizer
Sebagai penyeimbang casing atau tubing agar tetap berada di tengah sumur agar tidak
kontak langsung dengan benda yang berada di outside.
11. Casing Scraper
Casing scraper adalah suatu alat yang digunakan untuk membersihkan casing dari scale,
mud cake, dan beberapa material lainnya yang berada di dalam dinding casing tersebut.

3.3 OPERASI PRODUKSI


Bagian produksi di Pertamina EP Tarakan lebih terfokus pada kondisi sumur dan hasilnya
serta kelancaran alur transportasi minyak dan gas setelah mencapai permukaan. Dari keseluruhan
sumur di lapngan tarakan tidak semua sumur berfungsi sebagai sumur produksi. Untuk
mengaplikasikan EOR dengan metode waterflood, tentunya ada beberapa sumur yang berfungsi
sebagai sumur injeksi. Diagram alir fluida hasil produksi lapangan Tarakan saat ini sudah
terintegerasi dengan diagram instrumentasi .
Sebelum di transfer ke RU V Balikpapan, minyak dari lapangan Tarakan akan diproses
terlebih dahulu untuk memisahkan air yang terkandung di dalamnya selain untuk menjaga
viskositasnya agar tetap bisa mengalir selama proses transfer.

3.3.1 Sumur Produksi


Sumur produksi adalah sumur yang memproduksi minyak yang terdapat di dalam sumur
kemudia di hisap oleh pompa. Pada umumnya tipe pompa yang di pakai di Pertamina EP Tarakan
ini bermacam macam tipe, tapi yang di pakai adalah tipe ESP, Pump Jack serta HPU.

3.3.2. Sumur Injeksi


Sumur injeksi merupakan bekas sumur produksi atau sumur yang sudah mati atau sudah
tidak menghasilkan minyak. Sumur sumur ini kemudian dimanfaatkan untuk water injection ke
dalam sumur. Karena pada prinsipnya air dan minyak tidak akan dapat tercampur, maka
diharapkan dengan adanya penginjeksian ke dalam perut bumi ini minyak bumi yang masih
terjebak akan terdorong atau mengalir ke jalur sumur yang lain. Air yang di injeksikan sebagian
merupakan air limbah hasil pemisahan minyak yang sudah di treatment terlebih dahulu.
Sehingga dengan metode ini limbah hasil pemisahan minyak dan air (sludge) bisa dibuang ke
dalam perut bumi dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.

3.3.2 Block Station (BS)


Block Station (BS) adalah tempat penampungan sementara hasil minyak yang berasal
dari sumur sumur yang nantinya akan dipisahkan minyak, air dan gas yang terkandung,
kemudian akan dikirim ke SPU Manunggul tempat penampungan akhir. Block station terdiri dari
beberapa peralatan yang mana fluida dari sumur dialirkan melalui flowline, manifold dan heater
selanjutnya menuju ke stasiun pengumpul Block station.

a. Flowline
Flowline adalah pipa penyalur minyak dan gas bumi yang mengalirkan fluida dari sumur
menuju ke fasilitas produksi. Dan alat yang untuk mengetahui total rate dari sumur adalah flow
analyzer. Kita bisa mengatakan bahwa batasan pipa flowline adalah pipa yang mengalirkan
fluida mulai dari wellhead sampai ke manifold. Panjang flowline bisa puluhan meter, ratusan
meter, bahkan terkadang ada flowline dengan panjang kiloan meter.

b. Manifold
Manifold adalah sekumpulan valve yang dideretkan untuk mengatur aliran masuk ke fluida
ke header dan separator yang di kehendaki

c. Tanki Penampungan
Tangki penampungan ini merupakan tangki penampungan sementara sebelum minyak
dikirimkan ke SPU Manunggul. Di area Block Stasion, jumlah tangki penampungan yang di
sediakan berbeda-beda, yakni 500 bbl dan 1000 bbls. Hal ini tergantung dari kapasitas fluida
yang mampu ditampung setiap block station.Pemompaan dilakukan non stop 24 jam, rate pompa
berdasarkan jumlah gross yang masuk untuk meminimalkan stock di block station.

3.3.3. SPU (STASIUN PENGUMPUL UTAMA)


SPU adalah tempat dimana dikumpulkannya semua minyak dari block station yang telah
diproses sebelum di kirim ke RU V Balikpapan. Minyak yang dikumpulkan berasal dari sumur
sumur di tarakan, sembakung,Di SPU terdapat fasilitas fasilitas sebelum minyak di
distribusikan ke pertamina RU V Balikpapan yaitu:

a. Tanki SPU
Tanki kilang adalah tempat terakhir dimana minya yang berasal dr Block station berkumpul
disini,
b. Pompa Transfer
Pompa transfer adalah pompa yang digunakan untuk mentransfer minyak dari tanki
c. Main Pump (Pompa Utama)
Pompa Utama digunakan untuk pada saat mengirim minyak ke Pertamina RU V Balikpapan,
pompa utama ini mentransfer dengan kapasitas 150 m3 perjam.

d. Emergency Pump
Pompa Emergency
Pompa emergency adalah pompa cadangan apabila terjadi sesuatu kebocoran atau
kerusakan dalam pengiriman minyak ke Pertamina Balikpapan. Emergency Pump berjumlah 1
buah dan ditandai dengan warna hijau.
Fire Water Pump
Fire water pump adalah pompa emergency yang digunakan apabila terjadi kebakaran di
area SPU Manunggul untuk mengirimkan air dan foam menuju area yang terjadi. Di
manunggul terdapat 2 buah pompa ini yang ditandai dengan warna merah.

e. Intertank Pump
Pompa ini berguna untuk mendrain atau membuang air ke tanki M1 yang berasal dari
M2,M3,M4,M5 agar mengurangi air yang ada di tanki tersebut.

f. Boiler
Boiler adalah alat yang digunakan untuk memanaskan tanki agar temperature dalam tanki
tersebut stabil. Suhu ini di jaga pada suhu 42 oC, agar minyak dalam tanki tidak membeku. Boiler
di manunggul terdapat 2 buah.

g. Pig Launcher
Ini adalah alat yang digunakan untuk meluncurkan scrapper untuk membersihkan sisa sisa
minyak terakhir yang ada dalam pipa saat pengiriman.

h. Shipping
Proses shipping adalah proses pengiriman minyak hasil produksi dari lapangan tarakan
menuju Pertamina RU V Balikpapan.