Anda di halaman 1dari 4

vr

Jumat Agung:
Menghormati Satu Salib Yesus
C.H. Suryanugraha, OSC

p ernah terjadi di suatu paroki, pada saat peng-


hormatan Salib dalam liturgi Jumat Agung,
semua umat harus menghormati dua Salib dari
merebaklah bentuk penghormatan pada kayu
Salib Kristus itu. Pada akhir abad IV seorang
peziarah bernama Egeria yang ketika itu (antara
tujuh Salib yang tersedia di depan altar. Praktek 383 atau 384) mengunjungi Yerusalem mencatat
yang aneh dan tak masuk akal. Mengapa ada tujuh dan mengisahkan ritual pada liturgi Jumat Agung
Salib dan harus menghormati dua Salib di antara- itu. Ritual dimulai pagi hari sekitar pukul o8.00.
nya? Ini benar-benar lebay, berlebihan. Bisa diba- Sebuah takhta untuk uskup sudah disiapkan di
yangkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan? tempat yang diyakini sebagai bekas tempat Yesus
Ada kisah lain, tiga Salib yang tersedia di depan disalibkan, di bukit Golgota. Kayu Salib kemudian
altar dipegang para misdinar. Seorang anak kecil ditampilkan di depan umat. Sebuah peti berlapis
tak mau antri di lajur bagian kiri dan kanan. Dia perak berisi potongan kayu Salib Yesus dibuka.
mau yang di tengah saja, karena menurut imajina- Kayu Salib dan prasasti dikeluarkan dan diletak-
sinya yang di tengah itu adalah Salib Yesus, se- kan pada sebuah meja. Setelah diletakkan, dengan
dangkan yang di kiri dan kanan itu salib para pen- segera uskup sambil duduk memegang ujung-
jahat. Cerita lain, ketika untuk pertama kali suatu ujung kayu Salib itu dengan tangannya. Seorang
paroki menerapkan hanya satu Salib saja yang di- diakon yang berdiri di dekatnya menjaga. Begitu-
hormati dalam liturgi itu, muncullah protes seke- lah ritus eksposisi Salib saat itu. Kemudian umat
lompok umat yang kecewa dan tidak setuju, pa- satu per satu memberi penghormatan. Mulanya
dahal sebagian besar umat malah memuji dan mereka membungkuk, menyentuh Salib dan pra-
mensyukurinya. Contoh-contoh ini menyiratkan sastinya, pertama dengan kening, dengan mata,
dua hal yang perlu dilihat secara proporsional: lalu mengecup Salib itu, dan meninggalkannya.
norma liturgis dan kebutuhan pastoral tentang Venerasi atau penghormatan itu berlangsung
penggunaan Salib dalam liturgi Jumat Agung. hingga akhir tengah hari.
Selain itu Paulinus dari Nola (403 M) juga me-
laporkan bahwa setiap tahun selama Paskah Tu-
Kisah ritual penghormatan Salib
han uskup Yerusalem membawa kayu Salib itu
Secara tradisional diakui bahwa Helena, ibun- untuk dihormati oleh umat dan is sendiri yang
da Kaisar Konstantinus, telah menemukan Salib memimpin ritual penghormatan itu. Bahkan
yang digunakan untuk memuncaki kesengsaraan uskup Yerusalem secara ajeg mencuwili kayu Salib
Kristus di tanah Yerusalem itu. Kayu Salib itu suci itu menjadi relikwi-relikwi kecil dan menye-
sungguh dihormati, dan dengan segera barkannya ke seluruh dunia. Sirilus dari

36 Vol. 22, No. a., Januari - Februari 2011


Yerusalem juga mengakui prak- dengan Salib yang menampilkan sekedar berlutut dan menyen-
tek itu. Maka dari itu, adorasi tubuh Kristus yang terpancang tuhkan tangannya. Ada yang
pada Salib berkembang juga di (crucifixion). Ini karena penga- menyediakan bejana di depan
Gereja Timur. Baru pada akhir ruh rontoknya cara pikir simbo- Salib dan setiap umat menaruh
abad VII, berkat pengaruh Kons- lis abad pertengahan yang terde- bunga yang dibawanya dalam
tantinopel, venerasi Salib mulai sak oleh era sekular dan pemikir- bejana itu. Ada juga yang mele-
muncul di Roma. Liturgi ke- an humanistis ala Renaisans. takkan kayu Salib terbaring dan
pausan punya praktek agak ber- melakukan tabur bunga di atas
beda. Kayu Salib yang disimpan Salib itu. Kreativitas yang di-
dalam tempat khusus berlapis Satu Salib , tanda yang sejati kembangkan pun bisa melen-
emas dan bertakhta permata (re- ceng dari makna asali ritus ini,
likuiarium). Paus sendiri mem- seperti contoh dengan cara me-
bawa pedupaan di depan kayu nabur bunga. Kita menghormati
Salib itu. Selama perarakan itu Salib kok seperti menaburkan
dinyanyikan Mazmur 118 ("Li- bunga di atas pusara atau gun-
hatlah kayu Salib ..."). Sesampai- dukan tanah yang ditimbunkan
nya di Basilika Salib Suci Paus, di atas peti mati. Dalam praktek
para klerus, dan umat berdoa penghormatan pribadi ternyata
bersama, kemudian mereka me- kita temukan juga problem sim-
ngecup relikwi Salib itu. Da-lam bolisme, yakni ketidaksambu-
Pontifikal Romawi-Jermani ter- ngan antara simbol (Salib) dan
ungkap suatu kebiasaan atraktif, bahasa (gestural) yang diperlu-
yakni penghormatan kayu Salib kan untuk menampilkan makna
dengan berlutut atau bahkan simbolisme penghormatan itu.
berbaring-tiarap. Problem lainnya adalah tentang
Selama abad XI-XII biara penggandaan Salib, yang ter-
Cluny dan pusat-pusat pemba- nyata mengingkari makna kese-
ruan gereja di Franko-Jermani jatian simbol Salib Yesus.
membawa angin segar bagi Ro- Sesuai dengan yang terdapat
ma. Praktek venerasi makin ber- dalam buku Missale Romanum
kembang. Paus digambarkan (Feria VI in Passione Domine, n.
melepas sepatunya lalu berba- 19), Surat Edaran Perayaan Pas-
ring tiga kali sebelum mengecup kah dan Persiapannya (Litterae
kayu Salib yang masih terselu- Circulares de Festis Paschalibus
Salib Yesus di Gereja Paroki PIK Jakarta
bungi kain (Ordo XXXI). Setelah Praeparandis et Celebrandis)no-
itu is mengambil nada "Ecce mor 69 mau menegaskan kern-
lignum crucis" (Lihatlah kayu bali: "Salib harus disajikan kepa-
Salib) tiga kali dengan setiap da setiap orang beriman untuk
kalinya membuka selubung itu. dihormati, karena penghormat-
Madah Trisagion, Pange lingua Praktek penghormatan Salib
an pribadi adalah unsur hakiki
dan lain-lainnya dinyanyikan se- secara pribadi setelah seruan
perayaan ini; hanya bila hadir je-
lama penghormatan Salib. tiga kali masih dilakukan juga di
maat yang amat besar, ritus
banyak gereja di Indonesia. Cara
Sebagian besar praktek ritual penghormatan bersama dapat
tradisional ini masih diperta-
tadi masih terawat dalam Missa- dilaksanakan. Hanya satu Salib
hankan karena dianggap masih
le Romanum Paulus VI (197o),
disediakan untuk dihormati, ka-
bermanfaat bagi kebutuhan ro-
baik teks maupun tata geraknya. rena dituntut kesejatian tanda..."
hani umat. Namun, ekspresinya
Namun ada juga perkembangan Kutipan ini dapat dibaca ulang
bisa "lain ladang lain belalang"
menarik bahwa relikwi kayu Sa- dan dipersingkat begini: "Hanya
dengan kreativitas beragam. Ada
lib sudah tidak lagi dipakai da- satu Salib yang dihormati oleh
yang menghormati dengan cara
lam venerasi sejak sekitar abad setiap jemaat secara pribadi. Jika
mengecup tubuh Yesus yang ter-
XIV. Objek adorasi itu diganti jumlah jemaatnya amat besar,
gantung di kayu Salib. Ada yang

Tanda-tanda Pengudusan Dunia 37


maka penghormatan pribadi da- an penggandaan dan penghor- kondusif lagi karena nada-nada
pat diganti dengan penghormat- matan Salib yang sudah salah keresahan seperti menguasai
an bersama." kaprah. Salib yang digandakan ruang perayaan. Semua menanti
jelas mengingkari kesejatian setelah melaksanakan ritual
Memang dari kutipan Surat
simbolis yang diharapkan Ge- yang mungkin tidak dimengerti.
Edaran itu tidak ada saran, pe-
reja. Salib adalah tanda sejati un- Itukah simbolisme yang dike-
luang, ataupun tafsiran untuk
tuk Yesus yang dikenangkan hendaki? Apakah makna peng-
menggandakan Salib atau
wafat pada hari Jumat Agung, se- hormatan kepada Kristus Sang
menghapuskan penghormatan.
Sarannya hanyalah: jika jemaat- telah melalui proses penistaan Tersalib dapat terungkapkan de-
yang memilukan dan memun- ngan simbolisasi yang kurang ju-
nya melimpah silakan meng-
gantikan penghormatan pribadi cak pada kayu Salib. Salib Yesus jur seperti penggandaan Salib
yang di Golgota itu dihadirkan itu?
dengan penghormatan bersama.
kembali di tengah umat dalam
Kenyataannya, teks tadi mung-
perayaan Liturgi. Penghormatan
kin ditafsirkan berbeda. Banyak
pribadi adalah unsur hakiki pe- Satu Salib demi
paroki kita yang malah meng-
rayaan itu untuk memuliakan simbolisme yang jujur
gandakan Salib demi penghor-
matan pribadi itu. Harus dicatat Yesus Sang Tersalib yang jaya, Penggandaan Salib dapat di-
juga bahwa praktek penghor- pemenang atas kesengsaraan katakan sebagai bentuk ketidak-
dan kematian.
matan bersama yang disarankan jujuran menampilkan simbol.
itu jangan dijadikan alasan un- Alasan penggandaan dengan Ketidakjujuran ini dapat meng-
tuk penghematan waktu, de- penghormatan pribadi biasanya halangi penghayatan atas sim-
ngan begitu saja menghapus adalah masalah jumlah jemaat bolisme penghormatan. Seperti
penghormatan pribadi meski- yang amat besar. Ditambah per- contoh seorang anak yang tak
pun umat beriman yang hadir soalan waktu yang terbatas, me- mau menghormati Salib di lajur
tidak banyak. Jadi, kalau keada- ngingat masih ada perayaan li- kiri atau kanan, karena berang-
an dan jumlah umat bersesuaian turgi selanjutnya. Ternyata, pe- gapan bahwa Salib Yesus yang
dengan waktu yang tersedia, mecahan masalah ini makin hari harus dia hormati adalah yang di
maka penghormatan pribadi makin tidak memuaskan. Sema- tengah. Maka, sebaiknya kita
kepada satu Salib haruslah di- kin bertambah jemaat, maka ada mulai mempertimbangkan lagi
adakan. kemungkinan penambahan Sa- kemungkinan atau kebiasaan
lib lagi. Waktu yang dibutuhkan penggandaan Salib itu. Pedom-
untuk penghormatan pun sema- an dari Surat Edaran yang diku-
Penggandaan Salib untuk kin panjang dan melelahkan. tip di atas mungkin dapat mem-
memecahkan masalah? Kor sudah kehabisan nyanyian bantu mencerahkan kita.
Kita bisa mengkritisi kebiasa- dan suara, penghormatan belum
Tawaran Surat Edaran untuk
juga berakhir. Suasana jadi tidak
mengganti penghormatan pri-
badi dengan penghormatan ber-
sama sudah merupakan jawaban
terhadap problem pastoral li-
turgi zaman ini. Kehadiran umat
yang melimpah menuntut pe-
ngaturanwaktu yang bijaksana.
Penggandaan Salib Konsekuensinya, dibutuhkan
penyikapan terhadap ritual pe-
dapat dikatakan sebagai nghormatan yang menuntut wa-
ktu lama. Durasi wajar untuk
bentuk ketidakjujuran Ibadat Jumat Agung sebaiknya
jangan melebihi tiga jam. Lebih
menampilkan simbol. dari itu suasana perayaan akan
terganggu oleh beberapa reaksi

38 Vol. 22, No. 1, Januari - Februari 2011


kelemahan manusiawi. Pera-
yaan bisa menjadi tidak khidmat Tidaklah bijaksana
lagi dan suasana batin umat
tidak terfokus. menyandera umat berjam-jam
tanpa melakukan kegiatan
Langkah pembaruan
bermakna dalam perayaan,
Berikut ini beberapa langkah
untuk mengupayakan penghor-
matan bersama kepada satu
selain menanti selesainya
Salib yang kiranya tidak mengu-
rangi nilai penghormatan pri- seluruh kegiatan itu.
badi:
1. Pikirkan dengan baik alokasi
waktu yang diperlukan dengan
tetap mempertimbangkan kon-
disi fisik dan batin umat, mau-
pun lingkungan sekitar tempat
perayaan. Jika Ibadat bisa di-
langsungkan secara baik, benar, yang diutamakan adalah sisi mang diharapkan. Maka, sosiali-
dan indah dalam kurun waktu penghormatan dari pihak umat, sasi tentang perubahan itu perlu
dua hingga tiga jam, mengapa ti- bukan pemberkatan dari pihak dilakukan dengan baik dan bi-
dak diutamakan? Tidaklah bi- Allah. Amat dianjurkan menye- jaksana sebelum perubahan itu
jaksana menyandera umat ber- diakan bentuk Salib yang besar dilaksanakan. Pendekatan infor-
jam-jam tanpa melakukan ke- atau mudah terlihat oleh ke- matif maupun persuasif dapat
giatan bermakna dalam peraya- banyakan umat. dilakukan melalui berbagai me-
an, selain menanti selesainya se- dia, entah oleh pastor paroki
luruh kegiatan itu. 3. Penghormatan pribadi dari
sendiri, para pemimpin umat di
umat yang masih mengingin-
2. Cara penghormatan bersama tingkat lingkungan/wilayah,
kannya dapat diwadahi setelah
pada intinya sudah dilaksanakan atau oleh penanggung jawab bi-
Ibadat selesai. Misalnya, Salib
pada waktu imam membawa dan dang liturgi.
tetap berdiri tegak dalam tempat
mengangkat kayu Salib sambil perayaan dan umat dapat de- Langkah ini sudah memper-
menyanyikan, "Lihatlah kayu ngan leluasa mengungkapkan timbangkan prinsip pembaruan
Salib, di sini tergantung Kristus, penghormatan pribadi dengan liturgi pasca Konsili Vatikan II
Penyelamat dunia." Lalu umat cara sesuka hatinya. Atau, Salib yang mengharapkan tidak lagi
menjawab sambil berlutut, "Ma- itu dapat dipindahkan ke tempat terjadi pengulangan simbolis
ri kita bersembah sujud kepada- lain, jika tempat perayaan masih tanpa arti dan selalu dapat tam-
Nya." Jika itu dirasa masih belum akan digunakan untuk Ibadat pil anggun meskipun sederhana.
cukup, maka dapat dilaksanakan Jumat Agung selanjutnya. Cara Semoga kita dapat lebih menya-
penghormatan bersama sekali ini amat terbuka untuk ekspresi dari dan melakukan hal-hal po-
lagi dengan cara yang berbeda. spontan dan personal dari setiap kok dan bermakna, daripada
Misalnya, imam dapat meng- umat tanpa ikatan waktu dan melaksanakan kebiasaan yang
angkat lagi Salib Yesus yang satu aturan. tidak kita ketahui maknanya
itu di depan umat dan umat me- atau yang cenderung berten-
nanggapinya dengan nyanyian 4. Pilihan-pilihan di atas (no-
tangan dengan maknanya yang
pujian atau aklamasi khusus mor 1-3) sebelumnya perlu diko-
sejati.
sambil berlutut lama. Atau, Salib munikasikan kepada seluruh
itu diarak lagi mengitari tempat umat. Risiko terhadap perubah-
perayaan sementara umat ber- an atau pembaruan adalah ke-
nyanyi. Tidak perlu ada pember- mungkinan adanya penolakan,
katan dengan Salib itu, karena selain penerimaan yang me-

Tanda-tanda Pengudusan Dunia 39