Anda di halaman 1dari 4

Water Pumping

Station, Isle of Draining surface water from the


Dog newly developed Enterprise Zone
of the Isle of Dogs, London

Proporsi (Simetris):
Bangunan ini memiliki proporsi yang
simetris antara bagian kanan dan kini
dengan tampang yang sama.

Simplicity:
Karena bangunan sudah mulai
menyederanakan bentuknya. Meskipun
ada ornamen tradisional, namun
bentukan-bentukan dasar geometri
masih digunkanan disni.

Ornamen: Masalalu dan Masakini:


Pencampuran antara bentukan dasar
Menggunakan ornament geometri, material tradisional (batu bata)
ketradisionalan pada ujung-atas sedikit ornament ketradisionalan, dan sudah
kolomnya. menggunakan utilitas modern dan material
modern untuk beberapa bagian.

Modifikasi:
Bentukan khas pantheon terlihat jelas disini,
namun mengalami modifikasi ukuran dan
skala. Juga terlihat pada sedikitnya kolom
yang digunakan dan besarannya.

Masif:
Bangunan menggunakan material utama batu
Universal:
bata. Sehingga membuatnya terkesan massif.
Dengan berbagai gubahan yang dilakukan,
Selain itu juga bangunan ini menggunakan
bangunan
dua buah kolom berukuran besar. Memberi ini jadi bersifat universal. Tidak
kesan private. hanya milik suatu daerah atau etnis.M Ridha Tantowi 3214100070
Water Pumping Station, Isle of
Dog
Jika dilihat bangunan Water Pumping Station ini memiliki unsur tradisional dan budaya
dibalut dengan permainan warna dan material yang bercahaya seperti plastik, aluminium, dan
stainless steel dipadu dengan batu dan kayu yang terlihat mahal dan eksklusif.

Ciri modern-nya tampak pada penggunaan rangka baja, system utilitas yang modern, system
struktur yang modern serta penggunaan baja I. Sedangkan ciri tradisionalnya terlihat pada
tampak bangunan yang menggunakan detail-detail tradisional, menggunakan material
tradisional (bata), kolomnya besar (ciri khas struktur Yunani dan Romawi), juga adanya
bentukan seperti pada jaman Mesir Kuno.

Oleh karena itulah, arsitektur Modern Traditionalism lebih cenderung dapat membuka diri
terhadap kebudayaan lama sekaligus teknologi modern dan estetika, dimana merupakan
gabungan antara tradisional dan modern (walau pada kenyataannya sedikit sekali unsur
modern yang digunakan).

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa bangunan water pumping station ini beraliran
Modern Traditionalism. Aliran dimana bangunan tradisional tetap tampak seperti bangunan
tradisional, padahal sebenarnya bangunan itu merupakan bagian dari suatu desain, teknologi,
memiliki identitas yang estetikal dan momen sejarah. Oleh karena itulah, arsitek masa kini
berusaha mengubah seni yang individual atau ideal menjadi sesuai dengan teknik bangunan
yang baru.

M Ridha Tantowi 3214100070


National Museum of Roman Art,
Merida By Rafael Moneo

Simplicity:
Proporsi (Simetris): Bentuk dasar gemetri sangat unggul di bangunan ini.
Bangunan ini memiliki proporsi yang Sehingga menekankan tentang kesederhanaan tanpa ada
simetris antara bagian kanan dan kini bentuk-bentuk kompleks.
dengan tampang yang sama.

Masa kini:
Bentuk masa kini sangat terlihat
dengan kesederhanaannya. Termasuk
dari fasad yang minimalis dan
penggunaan atribut kekinian.

\ Polos:
Bangunan ini berupaya mengabaikan
ornament atau hiasan-hiasan
klasik/traidisional yang mencolok.

Modifikasi: Masif:

Bentuk bukaan/jendela mengalami Bangunan menggunakan material beton


modifikasi dari bentuk lingkaran seperti dengan sedikit bukaan. Terkesan dapat
zaman klasik. melindungi user yang ada di dalamnya.

Universal:
Dapat adaptif ke semua zaman. Sampai
sekarang pun, semakin kesini semakin
banyak bangunan/gedung yang
menggunakan bentukan sederhana seperti
M Ridha Tantowi 3214100070
ini.
National Museum of Roman Art, Merida

Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya bangunan ini menganut fundamental classicism.


Arsitektur Fundamentalist Classicism merupakan aliran arsitektur Purna Modern yang paling
dekat dengan modernitas. Oleh sebab itulah, unsur klasik pada bangunan-bangunannya sudah
lebih jauh ditinggalkan, yang tersisa adalah unsur modernism.

Pengertian dari aliran Fundamentalist Classicism sendiri adalah suatu aliran yang mengikuti
tradisi, perubahan kembali dalam arsitektur pada suatu waktu yang berurutan, berkaitan
dengan permintaan untuk kembali ke asal, dimana ekspresi yang dipakai tidak lekang
dimakan waktu.

Bangunan arsitektur Fundamentalist Classicism lebih mementingkan logika dan komposisi


massa bangunan, memberi penekanan pada pemberian esensi dari bentuk-bentuk arsitektur,
yakni dengan tidak mengabaikan ornamen, namun juga tidak mengeksposnya secara
berlebihan.

M Ridha Tantowi 3214100070