Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

BUDI DAYA IKAN SIDAT


(Anguilla bicolor)

KELOMPOK IV :

1. ANDREANTO (04)
2. APRILIA DIAN PERTIWI (05)
3. ILHAM KURNIAWAN (10)
4. MAZIYATUL HUSNA (13)
5. RAISA ALMA MASKHA (23)
6. ULUL ALBAB (29)
7. VENA OMI HARTINI (30)
8. YULIALATUL ADHIYAH (32)

KELAS XI MIIA 1

SMA NEGERI 1 BATANG


TAHUN PELAJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkah dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah Prakarya & Kewirausahaan yang
berjudul Budidaya Ikan Sidat dengan lancar. Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas yang diberikan guru kepada kami. Selain itu, dapat menambah wawasan kami
dalam bidang Prakarya & Kewirausahaan khususnya budidaya ikan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang bersangkutan
dalam membantu kami menyusun laporan ini. Tidak ada yang sempurna di dunia ini,
karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Maka dari itu kami minta maaf
apabila masih kurang dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga laporan yang kami
buat dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Batang, September 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I : Pendahuluan

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat

Bab II : Pembahasan

A. Ikan Sidat
B. Budidaya Ikan Sidat

Bab III : Penutup

A. Kesimpulan
B. Saran

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, tidak
terhitung kekayaan yang terdapat di indonesia ini. Kekayaan itu sampai sekarang
belum di maksimalkan oleh sumber daya manusia yang ada termasuk dalam dunia
perikanan. Tidak dapat di pungkiri bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya
akan wilayah perairan daripada wilayah daratan, tetapi Indonesia belum bisa
memanfaatkan semua sumber daya yang ada tersebut.
Permintaan dan kebutuhan ikan sekarang ini terus meningkat yang di iringi
dengan kesadaran akan pola hidup sehat dan usaha untuk memenuhi kebutuhan
protein untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu ketersediaan ikan semakin lama
semakin menurun dikarenakan masyarakat hanya berusaha menangkap tanpa berfikir
untuk membudidayakan.Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami akan mengulas
tentang budidaya ikan sidat agar nantinya ikan sidat ini tidak akan tergerus masa dan
hanya tinggal sejarah.
Ikan sidat merupakan ikan asli Indonesia yang terutama daerah penyebaran di
samudra Indonesia. Ikan sidat mempunyai siklus hidup reproduksi yang unik dan
rumit, di mana ikan sidat dewasa yang telah matang gonad akan bermigrasi ke laut
dan berpijah di kedalaman laut lebih dari 300m. Setelah telur menetas, larva sidat
(leptocephalus) yang berbentuk seperti pita transparan, akan terbawa oleh arus laut
dan kembali ke perairan pantai. Sebelum memasuki perairan pantai, larva akan
bermetamorfosa menjadi glass eel dan siap tumbuh dan berkembang di sungai. Maka
dari daur ulang yang rumit itu yang jelas pada fase tumbuh dan berkembang ikan ini
di sungai atau air tawar maka membuat ikan sidat ini membuat suatu peluang usaha
yang berpotensi menghasilkan rupiah dan dapat memenuhi kebutuhan akan
permintaan yang ada sekarang.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu ikan sidat?
2. Bagaimana kelangsungan dan siklus hidup ikan sidat?
3. Apa saja potensi bisnis ikan sidat?
4. Bagaimana membudidayakan ikan sidat?
5. Apa saja manfaat ikan sidat?
C. Tujuan dan Manfaat
1. Menambah pengetahuan tentang budidaya ikan sidat
2. Berbagi ilmu kepada pembaca tentang budidaya ikan sidat
3. Mengetahui potensi bisnis ikan sidat

BAB II
PEMBAHASAN

A. IKAN SIDAT
1. Klasifikasi Ikan Sidat
Menurut Nelson (1994) ikan sidat diklasifikasikan sebagai berikut:
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Subkelas : Neopterygii
Division : Teleostei
Ordo : Anguilliformes
Famili : Anguillidae
Genus : Anguilla
Species : Anguilla spp.

2. Morfologi Ikan Sidat Gb. Ikan SIdat


Tubuh sidat berbentuk bulat memanjang, sekilas mirip dengan belut yang
biasa dijumpai di areal persawahan. Salah satu karakter/bagian tubuh sidat yang
membedakannya dari belut adalah
keberadaan sirip dada yang relatif
kecil dan terletak tepat di belakang
kepala sehingga mirip seperti daun
telinga sehingga dinamakan pula
belut bertelinga. Bentuk tubuh yang
memanjang seperti ular
memudahkan bagi sidat untuk
berenang diantara celah-celah
sempit dan lubang di dasar perairan.
Panjang tubuh ikan sidat bervariasi tergantung jenisnya yaitu antara 50-125
cm. Ketiga siripnya yang meliputi sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor
menyatu. Selain itu terdapat sisik sangat kecil yang terletak di bawah kulit pada
sisi lateral. Perbedaan diantara jenis ikan sidat dapat dilihat antara lain dari
perbandingan antara panjang preanal (sebelum sirip dubur) dan predorsal
(sebelum sirip punggung), struktur gigi pada rahang atas, bentuk kepala dan
jumlah tulang belakang.

3. Daur Hidup Ikan Sidat


Daur hidup ikan sidat dibagi menjadi 3 fase yaitu :
a. Fase hidup di laut, yaitu pada saat telurnya menetas menjadi larva
(leptocephali) berbentuk seperti pita transparan.
b. Fase hidup di daerah estuari, dimana larva telah berkembang menjadi elver
atau glass eel dengan cirri-ciri tubuh masih tembus pandang. Pada fase ini
larva aktif bermigrasi dari laut dalam ke arah estuari atau muara sungai
mencari salinitas yang lebih rendah, pada fase ini pigmentasi mulai
berkembang.
c. Fase hidup di sungai untuk tumbuh menjadi individu dewasa.
4. Jenis-jenis ikan sidat
Sidat (eels) adalah ikan dari famili Anguillidae. Ada sekitar 16 sd. 20 spesies
sidat, yang kesemuanya merupakan genus Anguilla. Di antaranya adalah
1. Sidat Eropa (Anguilla anguilla);
2. Sidat Jepang (Anguilla japonica),
3. Sidat Amerika (Anguilla rostrata);
4. Sidat sirip pendek (Anguilla australis),
5. Sidat putih (Anguilla marmorata),
6. Sidat loreng (Anguilla nebulosa),
7. Sidat loreng India (Anguilla bengalensis bengalensis),
8. Sidat loreng Afrika (Anguilla bengalensis labiata),
9. Sidat sirip pendek Indonesia (Anguilla bicolor bicolor),
10. sidat sirip pendek india (Anguilla bicolor pacifica),
11. sidat sirip panjang Indonesia (Anguilla malgumora),
12. sidat sirip panjang Sulawesi (Anguilla celebensis),
13. sidat sirip panjang Selandia Baru (Anguilla dieffenbachii),
14. sidat sirip panjang dataran tinggi (Anguilla interioris),
15. sidat sirip panjang Polynesia (Anguilla megastoma),
16. sidat sirip panjang Afrika (Anguilla mossambica),
17. sidat sirip pendek pasifik atau sidat pasifik selatan (Anguilla obscura)
18. sidat bintik sirip panjang atau sidat sirip panjang Australia (Anguilla
reinhardtii).

B. BUDIDAYA IKAN SIDAT


1. Pembuatan kolam
Dalam pembuatan kolam harus diperhatikan faktor-faktor yang dapat
mempercepat terhadap pertumbuhan dari ikan sidat sendiri diantaranya yaitu
suhu, bentuk kolam, kedalaman kolam, aliran air, ph, intensitas cahaya, dan
daerah disekitar kolam. Dalam pembesaran ikan sidat diusahakan agar suhu pada
media air untuk keangsungan hidup ika ini sekitar 180c-270, dalam kisaran suhu
tersebut ikan akan memiliki daya tahan yang bagus dan memiliki nafsu makan
yang tinggi. Selain itu ph juga sangat berpengaruh untuk pertumbuhan ikan sidat
ini. Untuk mendapat hasil yang terbaik sebaiknya dalam kolam ini terdapat ph
dlam kisaran 6,5-7,5.
Kolam budidaya untuk pembesaran ikan sidat terdapat bermacam-macam
jenisnya yaitu kolam jaring apung, kolam tanah dan kolam beton yang terbuat
dari semen. Air dalam kolam sebaiknya jernih dan terdapat lumutnya karena ikan
sidat lebih senang untuk bersembunyi dan bisa untuk sebagai makanan alami
untuk ikan sidat ini sendiri.
Pembuatan kolam untuk memelihara harus memenuhi berbagai persyaratan.
Adapun syarat-syarat yang harus diperhatikan itu antara yang lain: letak
tanah,keadaan tanah, luas kolam, bentuk kolam, dalam kolam, pematang, dasar
kolam, saluran pemasukan air,pintu pengeluaran atau monik,dan penggalian
kolam

2. Pemberian Pakan
Pemberian makanan kepada ikan adalah penting karena akan menentukan
tinggi rendahnya hasil. Selain makanan alami yang telah tersedia dengan
sendirinya, ikan-ikan yang kita pelihara harus pula diberi makanan tambahan.
Jumlah rangsum harian(makanan harian) adalah jumlah makanan yang diberikan
dalam sehari dibandingkan dengan berat badan ikan. Secara umum dikatakan
bahwa ikan yang semakin tua akan semakin kurang makanan yang diperlukannya.
Makanan harian ini diberikan 4-6 kali, yang diberikan mulai pagi dengan selang
waktu 3 jam dan berakhir sore.
Pakan yang diberikan adalah pakan buatan berbentuk pasta dengan
kandungan : Protein 47,93%,Lemak 10,03%,Seratkasar 8,00%, BETN
8,32%,Abu 25,71%. Pakan diberikan sebanyak 3% dari berat total ikan Konvensi
pakan sebesar 1,96. Dengan konvensi tersebut akan diperoleh laju perturnbuhan
rata-rata 1,46`% dengan mortalitas 9,64 %.

3. Masa Pemeliharaan dan Pemanenan


Pemeliharaan Ikan Sidat pada kolam jaring apung, kolam tanah dan kolam
beton selama 7 8 bulan, dan masa panen secara bertahap dapat dimulai pada
masa pemeliharaan 4 bulan. Ukuran Ikan Sidat yang, dipanen dapat mencapai
ukuran. konsumsi yaitu 180 200 gram per ekor. Pemeliharaan ikan Sidat pada
kolam keramba jaring apung merupakan salah satu alternatif dalam rangka
penganekaragaman budidaya ikan pada kolam keramba jaring apung. Namun
dalam penerapannya masih perlu diperhatikan kondisi serta kualitas perairan
umum yang dipergunakan.
Harga ikan sidat sekarang jika ikan sidat utuh, harga per kilogram hanya
Rp 120.000 per kg, sedangkan untuk ikan sidat yang berukuran lebih dari 1 kg,
maka harganya mencapai Rp 170.000 per ekor.Sebagai gambaran, harga ikan
sidat berbentuk fillet dibanderol Rp 300.000 per kilogram (kg) untuk pasar lokal.
Untuk pasar ekspor harganya bisa lebih tinggi, mencapai Rp 500.000 per kg atau
naik 66,6%.Bibit sidat bisa dibeli dari harga Rp 1,3 juta Rp 2 juta per kilo. Satu
kilo bibit bisa mendapatkan hingga 5 ribu ekor sidat. Apabila ikan satu kilo ikan
sidat terdiri dari 5-6 ikan, dapat didapatkan uang sekitar Rp 750.000.000,00.

4. Potensi Bisnis Ikan Sidat


Sidat memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi
komoditi perikanan unggulan karena permintaan dunia yang sangat tinggi. Pada
tahun 1995 permintaan akan sidat mencapai 205.000 ton yang senilai dengan 3,1
milyar dollar Amerika dan sebagian besar (92%) dihasilkan dari budidaya
(Rovara dkk., 2007). Sayangnya pasokan benih terus menurun secara drastis pada
beberapa negara yang teknik budidaya sidatnya sudah maju (Jepang, China,
Taiwan, Itali dan Belanda).
Sebaliknya Indonesia yang memiliki sidat dengan jenis yang cukup
beragam belum dimanfaatkan secara optimal. Kebanyakan sidat yang dipasarkan
merupakan hasil tangkapan dari alam. Sampai saat ini jumlah pembudidaya sidat
masih sangat terbatas, padahal potensi benih sidat (glass eel) di Indonesia cukup
tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa antara jumlah produksi benih yang dihasilkan
dari alam belum sepadan dengan pemanfaatnnya untuk pembesaran. Dengan
demikian perlu diwaspadai karena kenyataan di lapangan justru permintaan
ekspor terhadap benih sidat (glass eel) semakin meningkat, misalnya dengan dalih
untuk penelitian.
Saat ini pengkonsumsi ikan sidat terbesar adalah negara Jepang dengan
150 ribu ton pertahun dari total 250 ribu ton konsumsi ikan sidat di seluruh dunia.
Namun produksi negari sakura itu hanya 21 ribu ton per tahun dan sisanya
dipenuhi dengan mengimpor dari negara lain termasuk Indonesia (sebagian
sangat kecil). Negara peng ekspor sidat terbesar saat ini adalah Tiongkok, namun
itupun masih sangat jauh dari dari total kebutuhan dunia akan ikan sidat dan
ditambah lagi saat ini ikan sidat produksi Tiongkok mulai dijauhi karena banyak
mengandung bahan kimia. Harga ikan sidat yang mencapai 70 ribu / kg nya dan
kebutuhan yang jauh melebihi supplai tentu menjadikan bisnis pembesaran ikan
sidat ini sebagai salah satu bidang usaha yang sangat layak untuk dilirik. Sebagai
gambaran sederhana perhitungan bisnis pembesaran ikan sidat dengan modal
awal 15 juta bisa menghasilkan laba kotor hingga 13 juta dengan lama waktu 3
bulan.

5. Kandungan Gizi dan Manfaat Daging Ikan Sidat


a. Kandungan gizi daging ikan sidat :
Vitamin B1 25 kali lipat dari susu sapi
Vitamin B2 5 kali lipat dari susu sapi
Vitamin A 45 kali lipat dari susu sapi
Zinc (emas otak) 9 kali lipat dari susu sapi
Asam lemak omega 3 tinggi, 10.9 gr/100 gr
Gizi tinggi, kaya protein, vitamin D dan E serta asam amino lemak
ganggang dan asam ribonukleat
DHA 1337 mg/100 gr
EPA 742 mg / 100 gr
Mempunyai rentang salinitas sangat tinggi

b. Manfaat daging ikan sidat :


Menurunkan kandungan lemak jahat dalam darah.
Menghindari penyakit aterosklerosis dan mengurangi keletihan.
Mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan otak besar.
Meningkatkan daya ingat.
Memperbaiki sirkulasi kapiler.
Mempertahankan tekanan darah normal.
Mengobati pembuluh darah otak, rabun jauh, rabun dekat, glaukoma dan
penyakit mata kering karena kelelahan.
Meningkatkan imunitas tubuh sebagai antioksidan.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Dalam siklus hidupnya, setelah tumbuh dan berkembang dalam waktu yang
panjang di perairan tawar sidat dewasa yang lebih dikenal yellow eel berkembang
menjadi silver eel (matang gonad) dan selanjutnya silver eel akan bermigrasi ke
perairan laut dalam untuk memijah.
2. Cara budidaya ikan sidat menjanjikan dikarenakan nilai ekonomi yang sangat
tinggi, tetapi harus diperhatikan tahapan-tahapan dalam budidaya ikan ini yaitu
mulai penyediaan kolam, pemberian pakan dan lama waktu untuk pembesaran dan
waktu pemanenan.
3. Potensi ikan sidat dalam usaha perikanan di indonesia sangatlah tinggi
dikarenakan ikan ini memiliki nilai jual yang sanagt tinggi yaitu mulai dari
Rp160.000,00 sampai Rp200.000,00 yang terdiri dari 5-6 ekor ikan.
4. Ikan sidat memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi
komoditi perikanan unggulan karena permintaan dunia yang sangat tinggi.

B. SARAN
Dengan potensi ikan sidat yang cukup besar, seharusnya perikanan ikan sidat
di Indonesia harus lebih di optimalkan pemanfaatannya. Pemanfaatan bisa dilakukan
dalam segi pembudidayaan, dibuat sebuah produk dan ide-ide lain yang harus
dikembangkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA
1. www. unagiii.blogspot.com
2. www.ikansidat/ sidatmasapi.blogspot.com
3. http://carabudidaya.com/cara-budidaya-ikan-sidat/
4. http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/mengenal-ikan-sidat-lebih-

dekat.html
5. http://mazara30.wordpress.com/2012/06/03/160/
6. Warta Penelitian Perikanan Indonesia Vol. 4(4): 8-12.
LAMPIRAN

Gambar ikan sidat Gambar ikan sidat


Gambar kolam budidaya ikan sidat Gambar tingkat pertumbuhan ikan sidat

Gambar pengoalah ikan sidat setelah di Gambar dendeng ikan sidat


panen

Gambar olahan ikan sidat Gambar perbendaan ikan sidat dan belut

Beri Nilai