Anda di halaman 1dari 13

SPECIFIKASI TEKNIS

Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan LPJU dan Meterisasi (Purwomartani)

Specifikasi Teknis Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan LPJU dan Meterisasi (Purwomartani) adalah sebagai
berikut :
A. UMUM
1. Umum : a. Jasa Konstruksi yang diadakan harus memenuhi kualitas, kuantitas dan spesifkasi teknis
Jasa Konstruksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.
b. Semua pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan diserahkan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) melalui Pelaksana Teknis pada waktu dan tempat yang telah ditentukan
dalam keadaan baru, lengkap dan baik secara kualitas maupun kuantitasnya.
c. Usul perubahan bentuk, jenis maupun waktu penyelesaian pekerjaan dapat diajukan dan
akan disetujui setelah dipertimbangkan oleh Pelaksana Teknis dengan ketentuan :
1) Tidak merubah kualitas.
2) Tidak merubah ukuran yang ditentukan.
3) Tidak mengakibatkan perubahan harga;
d. Apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan yang menyangkut ketentuan
teknis meliputi bahan, ukuran, cara penyelesaian pekerjaan yang mengakibatkan kerugian
Pemerintah menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa Konstruksi.
e. Apabila terjadi kekurangan maupun ketidaksempurnaan Jasa Konstruksi yang akan
diserahkan setelah dilakukan pengujian oleh Pelaksana Teknis dan Konsultan Pengawas,
dikembalikan kepada Penyedia Jasa Konstruksi/Pelaksana Pekerjaan untuk
disempurnakan atau ditukar dengan yang lebih baik.
f. Segala bentuk kerugian yang terjadi sebelum dilakukan serah terima kedua Jasa
Konstruksi hasil pekerjaan yang dinyatakan dalam bentuk Berita Acara Penyerahan Jasa
Konstruksi menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi / Jasa.
g. Sebelum jenis bahan dari Penyedia Jasa Konstruksi tersebut dilaksanakan dalam jumlah
sesuai kontrak, Penyedia Jasa Kontruksi diminta memberikan contoh barang terlebih
dahulu untuk masing-masing jenis barang ditunjukkan kepada Pelaksana Teknis,
Konsultan Pengawas dan yang tertuang dalam dokumen kontrak. Kemudian baru
dilanjutkan pemasokan barang dan pemasangan, sesuai jumlah yang telah ditentukan.
h. Jaringan instalasi listrik PJU harus dilengkapi dengan jaminan instalasi listrik dari
Lembaga/Asosiasi yang berwenang
B. RINCIAN PEKERJAAN

2. Pekerjaan : Pemasangan tiang lampu PJU bulat Galvanist beserta Kap lampu lengkap, untuk pemasangan
Pemasangan berpedoman pada gambar yang telah ditentukan baik lokasi, ukuran maupun jumlah dalam
Tiang PJU
setiap group

3. Pekerjaan Jaringan PJU


Jaringan PJU Langkah langkah Pemasangan Jaringan
a. Pemasangan wedge type (klem) dengan pengait bahan stainless steel ukuran standar.
b. Penarikan jaringan kabel Jaringan Udara dari tiang ke tiang dengan beberapa syarat yang
meliputi :
1) Kabel JU tidak diperbolehkan sejajar rapat/bersinggungan dengan kabel kabel
telekomunikasi
2) Bila terdapat persilangan dengan kabel kabel telekomunikasi maka jarak minimum
kedua kabel adalah 30 cm
3) Penarikan jaringan Kabel JU harus mengikuti dan sesuai dengan jaringan TR PLN
(batas batas supply gardu distribusi ) dengan lendutan maksimum 1,5 % dari jarak
antar tiang/panjang kabel
4) Pada setiap persimpangan jalan, maka penyambungan dari ujung ujung jaringan harus
menggunakan tap connector sesuai standard
5) Pada setiap ujung jaringan Kabel JU diharuskan menggunakan stoping bracket
sedangkan setiap puntir diamankan oleh dop penutup.

4. Pekerjaan Untuk penarikan jaringan kabel udara yang terhalang oleh pohon atau tiang yang dipasang
Penopingan/ diantara pepohonan dan dapat mengganggu jaringan tersebut maka Penyedia Barang/Jasa
Pemangkasan
diwajibkan untuk melakukan atau pemangkasan pohon dengan mengadakan koordinasi dengan
Pohon
instansi terkait.

5. Pekerjaan Proses pelaksanaan penyambungan daya listrik untuk keperluan PJU terpasang mengikuti
Pemeriksaan langkah langkah sebagai berikut :
Instalasi Dan
a. Penarikan kabel udara PJU (Kabel JU)
Penyambungan
Daya b. Penyambungan daya (montage) digardu gardu distribusi PLN yang bersangkutan
c. Penyedia Barang/Jasa mempersiapkan dokumen permohonan dan melaksanakan
pengurusan penyambungan daya koordinasi dengan PPK
d. Dokumen permohonan selanjutnya disampaikan kepada PT. PLN untuk mendapat proses
sesuai ketentuan.
e. PT. PLN akan melaksanakan penelitian teknis lapangan.
f. Penyambungan (montage) digardu dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa dan dibantu
oleh staf PLN yang bersangkutan dengan pemasangan NH Fuse pada rak TR, pemasangan
box tambahan (bila perlu)
6. Pemasangan Pemasangan Panel induk PJU dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai
Panel berikut:
a. Penempatan :
Penempatan letak pemasangan panel ditentukan dengan memperhatikan :
1) Jarak antara panel induk dengan gardu distribusi PLN sependek mungkin.
2) Mudah dilihat.
3) Mudah dijangkau oleh petugas untuk tujuan pengaman dan perawatan.
b. Ukuran Panel dan bentuk dapat dilihat digambar rencana.
c. Pada sisi bagian dalam pintu panel dilengkapi dengan wiring diagram yang menunjukan
jumlah beban dan jaringan PJU yang dilayani oleh panel tersebut.

C. SYARAT-SYARAT BAHAN DAN MATERIAL

7. Bahan/material : a. Kabel
Listrik yang 1. Kabel DX 2 x 10 sqmm digunakan untuk Jaringan Udara dan panel control ke jaringan
diadakan
udara (kelompok beban)
2. Kabel NYM 2 x 2,5 sqmm digunakan untuk sambungan instalasi ke lampu
b. Miniatur Circuit Breaker (MCB)
MCB yang digunakan untuk pembatas arus
c. Box Panel
Box panel ukuran menyesuaikan gambar rencana
d. Wedge Type.
Wedge Type digunakan untuk pengait/menarik kabel Jaringan Udara.
e. Bandet.
Bandet digunakan untuk sambungan kabel SM dengan JTR, kabel SP dengan JU dan
kabel JU dengan kabel beban.
f. Beugel
Beugel plat besi dengan tebal minimum 2mm digunakan untuk memasang pipa galvanist
(stang armature) dan box pada tiang PLN.
g. Stopping Beugle (Link)
Terbuat dari steel plate yang dilapisi dengan stainless
h. Stainless Steel Belt
Digunakan sebagai klem wdgw type , terbuat dari steel stainless.
i. Magnetik Kontaktor
Magnetik kontaktor SN 20/220V yang digunakan untuk saklar otomatis yang dikontrol
dengan fotocell.
j. Arde
Arde yang digunakan adalah sebatang coper rood 12 mm2 dan BC 16 mm2 dengan hasil
pengukuran hambatan tanah maksimal 5 Ohm.
k. Timer
Timer switch yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu (beban),
menggunakan baterai back up yang mampu menghandel catu daya clock dalam jangka
waktu min 12 jam.
8. Bahan/material a. Tiang PJU
Non Listrik yang Digunakan untuk pemasangan Kap lampu dan pemasangan jaringan udara
diadakan
b. Kap Lampu
Kap Lampu digunakan untuk melindungi lampu
c. Pipa Galvanis
Digunakan sebagai bahan stang untuk pemasangan kap lampu.
d. Box Panel uk 20x 50 x 70 cm
Box Panel Ukuran 20x50x70 cm digunakan untuk melindungi panel KWH
e. Beugel
Beugel digunakan sebagai bahan memasang stang, box panel & Kwh Meter, dan pipa
pelindung.
f. Besi siku
Digunakan sebagai bahan dudukan boks panel
g. Rel MCB
Rel MCB digunakan sebagai bahan untuk tempat terpasangnya MCB
h. Cover MCB
Cover MCB digunakan untuk pelindung MCB
i. Box MCB
Box Panel Ukuran 20x11x9 cm digunakan untuk pelindung MCB

9. Spesifikasi Bahan/material yang diadakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:


Teknis a. Kabel
1) Memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan LMK
2) Jenis : DX 2 X 10 mm2, NYM 2 X 2,5 mm2
3) Mampu dialiri tegangan 500 V
b. Wedge Type
1) Memenuhi standard industri Indonesia.
2) Memenuhi standard PLN dan LMK.
c. Banded
1) Memenuhi standard PLN dan LMK.
2) Mampu pada tegangan 220 V.
d. Stainless steel
1) Memenuhi standard PLN dan LMK
2) Memenuhi standard Industri Indonesia
3) Memenuhi standard untuk pemasangan tarikan jaringan udara.
e. Beugel
1) Memenuhi standard untuk pemasangan box panel, pipa dan stang.
2) Terbuat dari bahan plat besi tebal 3 mm dengan finishing Ho dip galvanis.
f. Box Panel
1) Memenuhi standard Industri Indonesia
2) Di cat dengan metode powder coating( cat serbuk), yang tahan korosi dan tahan
terhadap iklim tropis seperti hujan lebat, angin kencang, kelembaban tinggi dan suhu
sehari-hari yang panas.
3) Bentuk dan ukurannya menyesuaikan gambar rencana.
g. Pipa Galvanis
1) Memenuhi Standard Industri Indonesia
2) Ukuran medium B.
h. Stang/lengan Armature
1) Tipe Medium B
2) Galvanis
3) Desain sesuai gambar rencana
i. Timer Switch TB 388
1) Standard Industri Indonesia
2) Memenuhi standard PLN dan LMK.
3) Mampu dialiri arus 15 Ampere
4) Menggunakan Back up Batteray
5) Mampu dialiri tegangan 220V-240V.
j. Mini Circuit Breaker (MCB)
1) Standard industri Indonesia.
2) Memenuhi standard PLN dan LMK.
3) Mampu dialiri tegangan 220V-240V.
4) Untuk 1 phase
5) Minimum IP 20
6) Breaking Capacity 4500 A
7) Rated Frequency 50 Hz 60 Hz
k. Rel MCB
1) Produksi dalam negeri
2) Standard Industri Indonesia
3) Cocok untuk rel MCB, magnetic kontaktor.
l. Magnetik Kontaktor
1) Standart Industri Indonesia.
2) Memenuhi standart PLN dan uji LMK.
3) Mampu dialiri tegangan 220V-240V.
4) mampu dialiri arus 36 A/pole.
m. Lampu
1) Memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)
2) Mampu dialiri tegangan 220V-240V.
3) Jenis PLC 27- 29 Watt
4) Jenis kaki lampu E 27
5) Cahaya yang dihasilkan adalah putih
n. Kap Lampu
1) Kap lampu terbuat dari Stainlist Steel diameter 16 yang tahan korosi
2) Dalam kap lampu terdapat dudukan fitting lampu
o. Tiang Lampu
1) Terbuat dari pipa galvanis melampirkan Fotocopy Uji Galvanis.
2) Tiang yang digunakan adalah tiang PJU jenis tiang bulat, sesuai dengan gambar
rencana
3) Tiang PJU jenis bulat galvanist dengan ketebalan minimal 2,80 mm, tinggi 4,90 m dan
tiang PJU jenis bulat galvanist tanam ketebalan minimum 3,00 m, tinggi 7,00 m meter
diukur dari muka tanah
4) Ada dukungan dari pabrikan/Distributor Resmi
D. PELAKSANAAN PEKERJAAN

10. Tahap : Sebelum Pekerjaan dimulai Penyedia jasa harus melakukan persiapan persiapan sebagai
Persiapan berikut :
a. Penyedia jasa bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Konsultan Pengawas
melakukan peninjauan di lokasi pelaksanaan pembangunan LPJU
b. Membuat dan memasang rambu-rambu lalu lintas sementara dengan koordinasi dari
instansi yang berwenang
c. Memesan bahan dan menyediakan tenaga kerja sesuai dengan schedulle.
d. Sebelum melaksanakan Pekerjaan, Penyedia jasa harus membuat Shop Drawing sebagai
pedoman pelaksanaan pekerjaan. Shop Drawing sebelum dilaksanakan harus sudah
mendapatkan persetujuan dari Pelaksana Teknis, Konsultan Pengawas dan PPK.

11. Pengadaan a. Pengadaan semua bahan sesuai spesifikasi teknis dan volume bahan yang telah
Bahan/Material ditentukan.
b. Sampel bahan yang telah tersedia dilakukan cek lebih dulu bersama Pelaksana Teknis,
Konsultan Pengawas dan PPK.
c. Setiap bahan yang akan dipasang harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari
Pelaksana Teknis, Konsultan Pengawas dan PPK.
d. Material yang tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak baik oleh Pelaksana Teknis,
Konsultan Pengawas dan PPK, harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan dalam
waktu 2 x 24 jam, jika dalam waktu tersebut tidak dilaksanakan, Pelaksana Teknis,
Konsultan Pengawas dan PPK, akan mengeluarkan material tersebut dari tempat pekerjaan
dengan biaya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa.
e. Dalam penyetoran bahan-bahan/peralatan, harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu kepentingan umum.
f. Jika terjadi perselisihan paham mengenai material listrik, Pelaksana Teknis, Konsultan
Pengawas dan PPK berhak meminta kepada Penyedia Barang/Jasa untuk pemeriksaan
material listrik ke PLN Cabang Yogyakarta atau Laboratorium Teknik yang ditunjuk atas
biaya yang dibebankan kepada Penyedia Barang/Jasa
g. Syarat-Syarat yang belum tercantum dalam Dokumen Pengadaan ini akan diatur dalam
Surat Perjanjian Pemborongan yang akan dibuat kemudian.

12. Pondasi Tiang a. Uraian Pekerjaan


PJU Pemasangan pondasi tiang beton campuran 1pc:2ps:3kr dibuat umpak dengan pekerjaan
finishing plesteran dan acian
b. Bahan Material
Besi beton, pasir, semen, batu split, material bekisting dan lain-lain serta angkur tiang
c. Metode Pelaksanaan
Pemasangan Pondasi tiang dipasang sampai kedalaman 120 cm dibawah permukaan
tanah/ trotoar, dengan diberi umpak ketinggian 30 cm diatas permukaan tanah dasar
sebagai ground.
d. Kriteria Kinerja Produk
Didasarkan unit terpasang dengan ukuran dan sesuai butir dengan encana.
13. Tiang Bulat a. Bahan Material
PJU Galvanis GIP dengan ketebalan plate minimal 2,80 mm dan 3 mm
b. Metode Pelaksanaan
Pemasangan Tiang Bulat PJU type tanam Galvanis harus tegak lurus/vertical. Dengan
kedalaman pondasi 70 cm dan 120 cm, pondasi harus menggunakan beton dengan
ketinggian umpak 25 cm dan 30 cm dari permukaan tanah / Trotoar sesuai gambar
rencana.
c. Waktu Pelaksanaan
Dipersiapkan setelah penggalian dan pemasangan pondasi beton, sebelum memulai
pekerjaan Pasangan Armatur.
d. Kriteria Kinerja Produk
Didasarkan unit terpasang dengan ukuran dan bahan sesuai butir (a), (b) & (c). dan gambar
rencana

14. Pekerjaan Langkah-langkah pemasangan jaringan:


Jaringan PJU a. Pemasangan jaringan udara dilakukan setelah tiang berdiri kokoh.
b. Pemasangan wedge type (klem) dengan pengait bahan stainless steel ukuran standart.
c. Penarikan jaringan kabel dari tiang ke tiang dengan beberapa syarat seperti :
1) Kabel Jaringan Udara tidak diperbolehkan sejajar rapat/bersinggungan dengan kabel-
kabel telekomunikasi (jarak minimum 1 meter).
2) Bila terdapat persilangan dengan kabel-kabel telekomunikasi, maka jarak minimum
kedua kabel harus 30 cm.
3) Penarikan jaringan Kabel Jaringan Udara harus mengikuti dan sesuai dengan jaringan
TR PLN (batasbatas supply gardu distribusi) dengan lendutan maksimum 1,5 % dari
jarak antar tiang/panjang kabel.
4) Pada setiap persimpangan jalan, maka penyambungan dari ujung-ujung jaringan
harus menggunakan tap connector sesuai standart.

15. Pekerjaan a. Bahan Material


Pasangan Kabel DX Alumunium / Tembaga.
Kabel DX
b. Metode Pelaksanaan
1) Pemasangan Kabel Twisted, harus diberi lendutan maksimal dengan panjang kabel =
1,1 x jarak antara tiang
2) Tidak diperbolehkan ada sambungan kabel DX diantara tiang dengan tiang.
3) Kabel DX yang melintang jalan ketinggian minimal 6 m dari permukaan jalan
c. Waktu Pelaksanaan
Dilaksanakan setelah pemasangan Tiang PJU dan alat bantu PJU.
d. Kriteria Kinerja Produk
Didasarkan unit terpasang dengan ukuran dan bahan sesuai butir (a), (b) & (c).
16. Pekerjaan Pemasangan PHB induk dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
Pemasangan a. Penempatan.
Panel
Penempatan letak pemasangan panel ditentukan oleh Pelaksana Teknis, Konsultan Pengawas dan
PPKom dengan memperhatikan :
1) Pasang box panel control dan KWH Meter sesuai pada tempat yang telah ditentukan
2) Jarak antara panel PHB induk dengan gardu distribusi PLN sedekat mungkin.
3) Mudah dilihat dan mudah dijangkau oleh petugas untuk tujuan pengaman dan
perawatan.
4) Panel Induk ditempatkan di tiang PLN / Bangunan lain ditentukan bersama.
5)
menghalangi pandangan.
b. Pada sisi bagian dalam pintu panel PHB dilengkapi dengan wiring diagram yang
menunjukkan jumlah beban dan jaringan PJU yang dilayani oleh panel dimaksud

17. Pekerjaan Proses pelaksanaan penyambungan daya listrik untuk keperluan PJU terpasang mengikuti langkah-
Pemeriksaan langkah sebagai berikut :
Instalasi Dan
a. Penarikan kabel udara.
Penyambungan
Daya b. Penyambungan daya (montage) digardu-gardu distribusi PLN yang bersangkutan
c. Penyambungan beban dilakukan dengan menggunakan bandet, sehingga sambungannya
kuat.
d. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penyedia Jasa mempersiapkan dokumen
permohonan dan melaksanakan pengurusan penyambungan daya.
e. Dokumen permohonan selanjutnya disampaikan kepada PT. PLN Cabang Yogyakarta
untuk mendapatkan proses sesuai ketentuan.
f. PT. PLN akan melaksanakan penelitian teknis lapangan.
g. Setelah semua pekerjaan pemasangan selesai dilakukan, Penyedia Jasa harus memproses
penyambungan aliran listriknya sampai menyala, dengan BPUJL sesuai ketentuan PLN.

18. Pekerjaan Non a. Pekerjaan menyediakan perlengkapan yang diperlukan antara lain:
Listrik 1) Membuat gambar pemasangan Box Panel.
2) Diagram jaringan 1 (satu) garis.
3) Membuat gambar jaringan udara dan pengelompokan beban.
4) Mengadakan koordinasi dengan PT. PLN (Persero)
5) berkaitan dengan pembangunan jaringan udara,
6) pengadaan kwh meter dan kelengkapannya serta pengurusan kontrak daya.
b. Pekerjaan Pengecatan berikut penomoran tiang/kwh meter
1) Sebelum dilakukan pengecatan, permukaan dibersihkan terlebih dahulu dengan
menggunakan amplas kemudian dibersihkan dengan sikat ijuk.
2) Pengecatan harus rata dan rapi.
3) Pengecatan nomor dengan warna putih.
c. Setelah pekerjaan selesai, Penyedia jasa berkewajiban membersihkan sisa-sisa bahan
hingga bersih termasuk pengembalian kondisi jalan yang rusak akibat pekerjaan ini.
Selalu menjaga kelancaran lalu lintas dengan memasang rambu-rambu lalu lintas yang diperlukan.
19. Garansi Dan a. Garansi dari pabrikan, yang berlaku sejak penyerahan ke 2 (dua)
Jaminan b. Jaminan spare part (suku cadang) minimal 1 (satu) tahun operasional sejak penyerahan ke
2 (dua)
c. Jaminan tentang ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan untuk operasional selama 5
(lima) tahun.
E. PERSYARATAN KHUSUS SPESIFIKASI TEKNIS

20. Box Panel : a. Box Panel Kontrol dan KWH Meter terbuat dari plat besi tebal minimum 2 mm dengan
Kontrol dan ukuran sesuai gambar yang didalamnya berisi peralatan/perangkat keras untuk aliran listrik
KWH Meter
dan pengaturan waktu penyalaan lampu. Panel tersebut dipasang di tiang yang letaknya
sesuai dengan gambar dan petunjuk dari Pelaksana Teknis dan Konsultan Pengawas
sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan (mengoperasionalkan) dari lampu
yang dipasang serta memenuhi standard kualitas yang dipersyaratkan.
b. Konstruksi Box Panel
1) Box Panel harus terbuat dari plat besi dengan dudukan besi siku untuk mengikat pada
pondasi Box KWH.
2) Dalam box panel harus disediakan sarana pendukung kabel pentanahan (grounding)
dan terminal pentanahan yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan.
3) Pada dinding panel bagian sisi kiri dan kanan, harus disediakan lubang ventilasi serta
pada dalamnya diberi plat/lapisan pelindung sehingga dapat dicegah kemungkinan
terjadinya tusukan secara langsung terhadap bagian-bagian dalam panel yang
bertegangan.
4) Pada circuit breaker, sepatu kabel, kanal incoming dan outgoing serta terminal
penyambungan kabel harus diberi indikasi/label/sign plates mengenai nama beban atau
kelompok beban yang di catu daya listriknya. Label itu harus terbuat dari plat aluminium
atau sesuai standard.
5) Panel mempunyai tutup bagian dalam dan pintu luar yang dilengkapi dengan kunci dan
handle pintu. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun
bagian luar panel, untuk bagian dalam ditutup dengan pertinak/pengait.
6) Ukuran panel didalam sesuai gambar perencanaan, ukurannya dilengkapi komponen
dan peralatan penunjang yang sesuai standard pabrik pembuatnya.
7) Pada pintu luar panel bagian dalam harus digambarkan diagram system instalasi panel
tersebut secara lengkap dan baik serta harus di laminating.
c. Terminal Penyambungan
1) Panel harus sesuai untuk system 1 phase, 3 kawat dan mempunyai pentanahan
terpisah.
2) Terminal penyambungan harus disusun serta di baut dan dipegang oleh isolator
dengan baik sehingga mampu menahan electro mechanical forces akibat arus hubung
singkat terbesar yang mungkin terjadi.
d. Circuit Breaker
1) Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCB. Semua circuit breaker harus
diindentifikasi dengan jelas, identifikasi ini meliputi: breaking capacity, rating ampere
serta trip dari circuit breaker tersebut disesuaikan dengan beban yang dioperasikan.
2) Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan dan lain-
lain harus menggunakan dudukan plat. Pemasangan komponen komponen tersebut
harus rapi dan kokoh sehingga tidak akan lepas dari gangguan mekanis.
Jika didalam gambar perencanaan dinyatakan ada spare, maka spare tersebut harus terpasang
lengkap.
Alat Ukur/ Indikator/Electrical Auxilaries
Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus
dihubungkan ke system Pembumian Pengaman.
e. Gambar Skema Rangkaian Listrik
1) Panel harus dilengkapi dengan gambar skema rangkaian listrik, lengkap dengan
keterangan mengenai bagian instalasi yang diatur oleh panel tersebut.
2) Gambar skema rangkaian listrik dibuat dengan baik dilapisi plastik.

F. UKURAN POKOK DAN BENTUK

21. Ukuran Pokok : a. Penyedia jasa harus memeriksa kecocokan semua ukuran di dalam gambar, bilamana
Dan Bentuk terjadi ketidak cocokan wajib segera memberitahukan kepada direksi teknis dan Konsultan
Pengawas untuk minta dilaporkan kepada Pejabat pembuat Komitmen (PPK) dan bila
terjadi kekeliruan menjadi tanggung jawab Penyedia jasa.

b. Ukuran pokok dicantumkan dalam gambar rencana, ukuran- ukuran yang belum tercantum
dapat ditanyakan kepada Pelaksana Teknis dan Konsultan Pengawas.
c. Ukuran yang belum tercantum dalam Gambar rencana dan dokumen pengadaan akan
ditentukan kemudian.

G. MASA PEMELIHARAAN

22. Masa : a. Garansi diberikan pada masa pemeliharaan pada komponen hasil pabrikan.
Pemeliharaan Komponen hasil pabrikan harus ada garansi/jaminan kualitas dari pabrik, dan ketersediaan
komponen tersebut dalam masa pemeliharaan. Biaya penggantian tanggung jawab
Penyedia jasa.
b. Garansi kesempurnaan instalasi hasil pekerjaan (konstruksi).
Garansi konstruksi hasil pekerjaan diberikan dalam masa pemeliharaan yaitu 180 (Seratus
delapan puluh) hari kalender setelah selesai pemasangan. Selama masa garansi biaya
penggantian dan tenaga menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
Penyedia jasa harus dapat menjamin bahwa hasil pekerjaan pada masa pemeliharaan
adalah seperti saat penyerahan ke-1 (pertama)

H. PERBEDAAN

23. Perbedaan : a. Apabila dalam dokumen pengadaan tertulis/ tercantum, sedangkan dalam gambar belum
tercantum, maka dokumen pengadaan yang mengikat.
b. Apabila dalam gambar tertulis, sedangkan dalam dokumen pengadaan belum/tidak
tercantum, maka gambarlah yang mengikat.
c. Jika ada perbedaan antara gambar rencana dan gambar detailnya, maka Penyedia Jasa
wajib minta pertimbangan kepada Direksi Teknis, Konsultan Pengawas dan Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).
d. Apabila dalam gambar rencana dan dokumen pengadaan tidak tertulis/tercantum, maka
Pelaksana Teknis, Konsultan Pengawas harus melaporkan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) untuk diambil kesepakatan dengan penyedia jasa

I. PENGATURAN ARUS LALU LINTAS

24. Pengaturan : a. Penyedia Jasa harus memasang rambu-rambu lalu lintas dengan koordinasi dari instansi
Arus Lalu yang berwenang dalam pengauran raus lalu lintas pada saat pelaksanaan pekerjaan di
Lintas
lapangan
b. Selama pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa harus memperhatikan pengguna jalan

J. PEKERJAAN PEMBERSIHAN.

25. Pekerjaan Setelah: pekerjaan selesai, lokasi pekerjaan/lapangan harus segera dibersihkan dari segala kotoran akibat
Pembersihan. pelaksanaan pekerjaan maupun dari sisa- sisa bahan material.

K. PENGIRIMAN BARANG

26. Pengiriman : Pengiriman Material ke lokasi pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan dengan tenaga kerja,
Barang alat/peralatan dan transportasi dari Penyedia Jasa Konstruksi pada waktu yang telah ditentukan
sesuai batas waktu kesanggupan Penyedia Jasa Konstruksi yang telah disepakati bersama
dalam keadaan lengkap, baik dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan

L. PENEMPATAN DAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA.

27. Penempatan : a. Tenaga kerja lapangan yang digunakan mempunyai kualifikasi serta pengalamanyang
dan memadai dalam pemenuhan layanan Jasa Konstruksi dengan standar pada umumnya, tahu
Penggunaan
akan tugas dan kewajiban pelayanan Jasa Konstruksi.
Tenaga Kerja.
b. Penyedia Jasa wajib menempatkan tenaga kerja di loksi pekerjaan sesuai dengan metode
pelaksanaan yang disetujui

M. ALAT/PERALATAN KERJA

28. Alat/Peralatan : a. Penyedia Jasa harus menyediakan segala peralatan sesuai denganmetode yang disetujui
Kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
b. Segala resiko terhadap keamanan peralatan yang akan digunakan menjadi tanggung jawab
penyedia jasa konstruksi
N. IDENTITAS BARANG

29. Alat/Peralatan : a. Identitas barang harus asli, bukan barang palsu/tiruan/rekayasa.


Kerja b. Apabila ditemukan barang palsu/tiruan/rekayasa maka Pelaksana Teknis, Konsultan
Pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dapat menolak barang tersebut untuk
diganti dengan barang yang asli.

O. HASIL PEKERJAAN

30. Hasil Pekerjaan : Penyedia jasa Konstruksi harus dapat menjamin bahwa hasil pelaksanaan pekerjaan di lapangan
dapat berfungsi dengan baik

Demikian spesifikasi Teknis ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya

Sleman, Agustus 2014


Menetapkan
Pejabat Pembuat Komitmen
Bidang Sarana dan Prasarana

BAMBANG SUMEDI LAKSONO, SE.MM


NIP 19710113 199303 1 004