Anda di halaman 1dari 4

TEKANAN, SUHU, DAN DENSITY UDARA

1. Perubahan Tekanan Udara

Tekanan udara adalah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan-


lapisan udara. Suatu tekanan didapat dari gaya per satuan luas yang bekerja
pada suatu bidang didalam ruang. Hal ini dapat dipahami bahwa setiap lapisan
udara yang dibawah mendapat tekanan udara dari yang diatasnya. Oleh karena
itu lapisan yang dibawah keadaan tegang. Ketegangan itu sangat besar sehingga
berat udara yang diatasnya bertahan dalam keadaan seimbang. Tinggi
barometer ialah panjang kolom air raksa yang seimbang dengan tekanan udara
pada waktu itu. Tekanan udara umumnya menurun sebesar 11 mb untuk setiap
bertambahnnya ketinggian tempat sebesar 100 meter. Tekanan udara
dipengaruhi oleh suhu, suhu udara didaerah tropis menunjukkan fluktasi
musiman yang sangat kecil. Oleh sebab itu dapat dipahami jika tekanan udara
dikawasan tropis relatif konstan.

Hubungan tekanan dengan ketinggian tempat, semakin tinggi suatu


tempat maka akan semakin rendah tekanannya, karena laju penurunan tekanan
berbanding lurus dengan laju penurunan suhu. Sehingga ketika di dataran tinggi
tekanan udara semakin rendah sehingga suhu udara pun menurun. Itulah salah
satu hal yang menyebabkan di pegunungan suhu udara lebih dingin dari suhu di
dekat laut. Sebenarnya bahwa daerah di pegunungan menerima radiasi matahari
yang lebih banyak tetapi radiasi yang diterima lebih banyak digunakan untuk
transfer energi. Faktor yang mempengaruhi besarnya RH suatu lokasi
diantaranya suhu, ketinggian tempat, tekanan udara, intensitas cahaya, dll.
Hubungan antara ketinggian tempat dengan tekanan dan intensitas cahaya
adalah semakin tinggi suatu tempat intensitas cahayanya semakin rendah
sehingga tekananya turun dan RHnya semakin tinggi.

a. Pengaruh tekanan

Gambar 2. Tekanan udara pada ketinggian

Terbang dari daerah tekanan tinggi ke arah daerah tekanan rendah tanpa
menyesuaikan altimeter akan menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian
sebebarnya.
Terbang dari daerah tekanan rendah ke arah daerah tekanan tinggi dengan
tanpa menyesuaikan altimeter pesawat tetap pada ketinggian sebebarnya.
2. Perubahan Suhu Udara

Suhu atau temperatur udara merupakan kondisi yang dirasakan di permukaan


Bumi diantaranya ada panas, sejuk atau dingin.
Perubahan suhu udara disekitar kita akan mempengaruhi semua sifat-sifat benda
atau zat. Panas udara yang kita rasakan adalah akibat dari radiasi bumi yang
telah menerima panas dari matahari, sehingga lapisan udara dekat kulit bumi
akan lebih panas daripada yang jauh dari kulit bumi.

Menurut penelitian, setiap kenaikan 1000 feet (304,8 meter), suhu udara
berkurang 1,98 C. Untuk memudahkan penghitungan, penurunan suhu ini
dibulatkan menjadi 2C. Dan suhu udara di sea level ditetapkan 15 C.

Hubungan ketinggian tempat dengan suhu udara, semakin tinggi letak suatu
tempat maka suhu udara semakin rendah. Panas yang kita rasakan di bumi tidak
semuanya langsung berasal dari matahari. Ketika matahari menyalurkan
panasnya, bumi akan menyerap panas tersebut kemudian memantulkannya
kembali. Semakin tinggi suatu tempat, maka kerapatan udara di tempat itupun
akan semakin berkurang. Sementara udara adalah salah satu penghantar panas.
Itulah sebabnya setiap 100 m ke atas, suhunya berkurang sekitar 0,6 C. Hal ini
berlaku hingga ketinggian 10.000 meter di atas permukaan laut. Di atas
ketinggian ini terdapat stratosfer, di mana suhu di sana tidak akan bertambah
dingin lagi
a. Pengaruh Suhu

Gambar 3. Pengaruh suhu udara pada ketinggian

Apabila udara lebih panas daripada rata-ratanya pesawat akan lebih tinggi dari
yang ditunjukkan oleh altimeternya.
Apabila udara lebih dingin daripada rata-ratanya pesawat akan lebih rendah
daripada yang ditunjukan altimeternya.
Apabila actoryre menurun selama perjalanan pesawat, pesawat akan lebih
rendah daripada ketinggian yang ditunjukan altimeternya.
Apabila actoryre naik selama perjalanannya, pesawat akan lebih tinggi daripada
yang ditunjukkan altimeternya.

3. Density Udara

Kerapatan atau density adalah property fisik dari materi yang


mengungkapkan hubungan massa terhadap volume. Kerapatan massa atau
kerapatan material didefinisikan sebagai massa per satuan volume.

Lift dan drag pada pesawat sangat dipengaruhi oleh kerapatan udara.
Sedangkan kerapatan udarapun dipengaruhi oleh adanya tekanan udara dan
suhu udara dan kelembaban udara. Pada ketinggian 18.000 ft, kerapatan udara
hanyalah setengah dari kerapatan udara dipermukaan laut. Jadi, untuk menjaga
lift diketinggian yang lebih tinggi pesawat terbang harus terbang dengan
kecepatan sebenarnya (true airspeed) yang lebih tinggi pada nilai angle of attack
berapapun.

Lebih jauh lagi, udara yang lebih hangat akan kurang kerapatannya
dibandingkan dengan udara dingin, dan udara lembab akan kurang
kerapatannya dibandingkan dengan udara kering. Maka pada waktu udara panas
dan lembab (humid) sebuah pesawat harus terbang dengan true airspeed yang
lebih besar dengan angle of attack tertentu yang diberikan dibandingkan dengan
terbang pada waktu udara dingin dan kering.

Jika actor kerapatan berkurang dan total lift harus sama dengan total weight
pada penerbangan tersebut, maka salah satu factor harus ditambahkan. Faktor
yang biasanya ditambahkan adalah kecepatan atau angle of attack. Karena
kedua hal ini dapat dikontrol oleh penerbang.

a. Kerapatan Udara Rendah

Gambar 4. Kerapatan udara rendah

Mesin menghisap lebih sedikit udara untuk mendukung pembakaran yang


menyebabkan tenaga akan berkurang.
Mesin propellers memperoleh lebih sedikit udara yang berpindah dibandingkan
dengan kondisi normalnya, daya dorong pesawat akan berkurang.
Pada mesin jet massa gas yang keluar lebih sedikit, akan mengurangi daya
dorong pesawat.
Karena molekul di udara lebih sedikit, udara yang mendesak sayap pesawat
akan berkurang, akan menyebabkan kurannya daya angkat pesawat.
Pengurangan daya dorong dan angkat berarti memerlukan runway yang lebih
panjang untuk takeof dan diperlukan daerah bebas hambatan di akhir runway
karena pengurangan laju mendakinya.

b. Kerapatan Udara Tinggi

Gambar 5. Kerapatan udara tinggi

Lebih besarnya daya dorong daripada normalnya disebabkan lebih banyaknya


jumlah molekul di udara yang menyebabkan mesin propellers dan jet dapat
berinteraksi.
Lebih besarnya gaya angkat udara sebagai akibat lebih besarnya udara yang
mendorong sayap- sayapnya
Kecepatan dan laju naik akan lebih cepat karena daya dorong dan daya angkat
pesawat bertambah besar.