Anda di halaman 1dari 2

4.1.

3 Pembahasan

Percobaan Biochemical Oxygen Demand-Chemical Oxygen Demand (BOD-COD)


kali ini praktikan menggunakan sampel yang diambil dari air Sungai Karang
Putih, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Kondisi sampel air adalah jernih dan tidak berbau. Kondisi aliran air sungai saat
pengambilan sampel pun tidak terlalu deras. Lokasi sungai tempat pengambilan
sampel terletak di dekat pemukiman yang warga. Hal itu pun menjadikan
praktikan berhipotesis bahwa sumber pencemaran berasal dari limbah-limbah
yang dihasilkan oleh penduduk sekitar yang pada akhirnya mempengaruhi
keadaan sungai.

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diketahui bahwa larutan FAS yang
terpakai untuk mentitrasi sampel adalah sebesar 1,2 ml, sedangkan larutan FAS
yang terpakai untuk mentitrasi blanko adalah sebesar 1,4 ml. Berdasarkan hasil
perhitungan didapatkan kadar COD yang berada dalam sampel air adalah sebesar
6,4 mg O2/liter.

Peraturan yang dipakai dalam menentukan baku mutu COD dalam perairan adalah
Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air. Nilai kadar COD dalam golongan kelas I, II, III
dan IV secara berurutan adalah 10 mg/l, 25 mg/l, 50 mg/l dan 100 mg/l. Melihat
nilai kadar COD dari hasil perhitungan maka dapat dikatakan bahwa sampel air
yang praktikan ambil dapat digunakan untuk semua golongan kelas air, terutama
kelas I.

Berdasarkan peraturan yang telah disebutkan di atas, golongan air dibagi


berdasarkan kelas-kelas untuk peruntukannya tersendiri. Kelas satu air yang
peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum. Kelas dua air yang
peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/ sarana rekreasi air,
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan. Kelas tiga air yang peruntukannya
dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk
mengairi pertanaman. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan
untuk mengairi, pertanaman. Oleh karena itu, berdasarkan penjelasan di atas,
sampel air yang praktikan gunakan dapat diperuntukan sebagai air baku air
minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.

Apabila nilai COD tinggi dalam perairan menunjukkan jumlah mikroorganisme,


baik yang merupakan patogen maupun tidak pathogen juga banyak. Adapun
mikroorganisme patogen dapat menimbulkan berbagai macam penyakit bagi
manusia. Karena itu, dapat dikatakan bahwa konsentrasi COD yang tinggi di
dalam air dapat menyebabkan berbagai penyakit bagi manusia. Konsentrasi COD
yang tinggi pun menyebabkan kandungan oksigen terlarut di dalam air menjadi
rendah, bahkan habis sama sekali. Akibatnya oksigen sebagai sumber kehidupan
bagi makhluk air (hewan dan tumbuh-tumbuhan) tidak dapat terpenuhi sehingga
makhluk air tersebut manjadi mati. Salah satu dampak COD tinggi di perairan
adalah eutrofikasi yang memicu terjadinya algae blooming

Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengendalikan kadar COD
dalam perairan adalah dengan menggunakan aerasi ataupun reaktor biosand
filter yang dilanjutkan dengan reaktor activated carbon. Biosand filte
memanfaatkan air limbah sebagai makanan mikroba yang akan digunakan
untuk pengolahan limbah. Biosand filter merupakan suatu proses penyaringan
atau penjernihan air limbah di mana limbah yang akan diolah dilewatkan pada
suatu media proses dengan kecepatan rendah yang dipengaruhi oleh diameter
media dan keberadaan lapisan biofilm yang terdapat di atasnya.

Peran Sarjana Teknik Lingkungan dalam mengurangi kadar COD di dalam


perairan adalah melakukan pencegahan ataupun pengendalian terhadap suatu
badan air. Pencegahan yang dapat dilakukan seperti menghimbau masyarakat
untuk tidak membuang limbah domestik ke sungai dan merancang saluran
pembuangan air limbah yang tepat agar tidak mencemari sungai. Pengendalian
yang dapat diterapkan seperti mengaplikasikan teknik pengolahan air yang
tercemar seperti aerasi dan biosand filter.