Anda di halaman 1dari 29

BAB IV

PENGUJIAN RELAI ARUS LEBIH / OVER CURRENT RELAY


(OCR) DAN RELAI GANGGUAN TANAH / GROUND FAULT
RELAY (GFR)

Pengujian relai arus lebih / over current relay (OCR) dan relai gangguan tanah /
ground fault relay (GFR) merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui
unjuk kerja relai sehingga dapat disimpulkan apakah relai tersebut masih layak
digunakan atau tidak dalam sistem proteksi distribusi 20 kV. Relai yang akan
dilakukan pengujian yaitu jenis MCGG82, SPAJ 140C dan MiCOM 122/123,
sedangkan alat uji yang digunakan adalah SVERKER 760.

4.1 Relai Arus Lebih / Over Current Relay (OCR) dan Relai Gangguan Tanah /
Ground Fault Relay (GFR)
Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa OCR adalah
relai yang dipasang antar fasa dan bekerja berdasarkan indikator arus yang
telah disetting sedangkan GFR adalah relai gangguan tanah yang dipasang
antara fasa dan ground. Kedua relai ini pada dasarnya sama yang membedakan
adalah pemasangannya pada sistem tenaga listrik, yaitu OCR pada fasa-fasa
dan GFR pada fasa-tanah.

Gambar 4.1 Relai arus lebih dan relai gangguan tanah

28
29

4.2 Pengujian Relai Arus Lebih / Over Current Relai (OCR)


Pengujian Relai Arus Lebih / Over Current Relay (OCR) terdapat dua
jenis, yaitu

a. Pengujian individual

Pengujian individual adalah pengujian individu relai itu sendiri ,


untuk mengetahui apakah masih dalam keadaan standar atau tidak

b. Pengujian fungsi

Pengujian fungsi adalah menguji fungsi dari sistem proteksi secara


keseluruhan apakah masih berfungsi atau tidak

Selain itu juga terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
melakukan pengujian relai, yaitu :

1. Cara setting

2. Internal diagram relai

3. Alat uji / rangkaian pengujian

4. Item pengujian

5. Prosedur pengujian

6. Hasil uji dan kesimpulan

Sehingga diharapkan apabila telah benar-benar memperhatikan komponen


di atas pengujian relai dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang
presisi sesuai dengan yang diinginkan.

Bebapa komponen pengujian diantaranya adalah

1. Arus pick up (arus awal / mula)

Arus pick up adalah arus minimum yang menyebabkan relai bekerja

2. Arus drop off (reset/ kembali)

Arus drop off adalah arus maksimum yang menyebabkan relai tidak
bekerja.
30

3. Rasio arus pick up dengan drop off

Rasio antara arus pick up dan arus drop off yang akan menjadi
pertimbangan dalam setting relai

4.3 Pengujian Relai Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR)


Seperti halnya relai arus lebih, relai gangguan tanah juga terdapat dua
jenis pengujian yaitu :

a. Pengujian individual

Pengujian individual adalah pengujian individu relai itu sendiri ,


untuk mengetahui apakah masih dalam keadaan standar atau tidak

b. Pengujian fungsi

Pengujian fungsi adalah menguji fungsi dari sistem proteksi secara


keseluruhan apakah masih berfungsi atau tidak

Untuk pengujian relai gangguan tanah terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan pengujian, yaitu :

1. Sistem pentanahan titik netral

Pentanahan sistem atau pentanahan titik netral adalah cara


menghubungkan titik netral dari sistem (generator dan transfomer
tenaga) ke tanah. Pentanahan sistem ini akan menentukan terhadap
pengaruh tegangan dan arus masing masing fasa ke tanah pada saat
terjadi gangguan tanah. Sehingga pola pengaman untuk masing
masing sistem tergantung pada pola pentanahan sistemnya.

2. Besarnya arus hubung singkat satu fasa ke tanah

Besarnya arus hubung singkat fasa-tanah dipengaruhi oleh pola


system pentanahan yang dipakai

3. Arus ketidakseimbangan beban

Arus maksimum yang dapat ditanggung oleh sistem pada saat


terjadi ketidakseimbangan beban

4. Arus kapasitansi jaringan


31

Arus kapasitas jaringan adalah arus maksimum yang dapat


ditanggung oleh sistem

Jenis pentanahan sistem yang digunakan yaitu :

1. Sistem Yang Tidak Ditanahkan ( Floating System)

2. Sistem Ditanahkan Lewat Impedansi :

a. Tahanan tinggi

b. Tahanan rendah

Pada sistem yang ditanahkan melaui Tahanan rendah,


kemencengan tegangan pada saat terjadi gangguan ke tanah relatif
kecil dibandingkan dengan sistem yang ditanahkan melalui
tahanan tinggi. Arus resistif relatif lebih besar dibandingkan
dengan arus kapasitif.

c. kumparan (reaktansi)

d. Trafo pentanahan ( untuk Generator )

3. Sistem Ditanahkan Langsung ( Solid Grounding)

3
Pada sistem ini arus gangguan satu fasa ke tanah relatip sangat
besar. Sehingga pengaruh dari arus kapasitip dapat diabaikan.
Demikian juga tegangan pada fasa yang sehat relatip tetap sama
dengan tegengan fasa fasa dibagi .

4.4 Prosedur Pengujian Relai Arus Lebih / Over Current Relay (OCR) dan Relai
Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR)

Pada prosedur pengujian ini masing-masing jenis relai mempunyai prosedur


yang berbeda, hal ini dikarenakan dari setiap jenis relai yang digunakan selalu ada
32

teknologi baru yag diterapakan mulai dari relai MCGG, SPAJ sampai dengan
jenis MiCOM yang sudah menggunakan system logic. Sedangkan alat uji yang
digunakan pada ketiga jenis relai tersebut masih sama yaitu jenis SVERKER 760.

4.4.1 SVERKER 760

SVERKER 760 adalah salah satu alat pengujian relai 1 fasa yang
digunakan oleh para engineer. Kontrol panel yang digunakan mempunyai fitur
tampilan logika. Fitur ini membuat pengujian yang dilakukan lebih efisien dan
lebih mudah. Sebagai contoh hasil pengukuran dapat ditampilkan untuk
pengukuran Z, R, X, S, P, dan Q serta cos phi-nya. Semua hasil pengukuran
ditampilkan dalam tampilan yang mudah untuk dibaca.
33

Gambar 4.2 Sverker 750/760

a. Keterangan tombol dan fitur pada SVERKER 750/760


34

Gambar 4.3 Fungsi Tombol SVERKER 750/760

Keterangan :

1. Pengaturan resistor

Plug-in pengaturan berfungsi untuk membuat kenaikan tegangan dan arus


masukan lebih fleksibel

2. Display

Display yang menampilkan waktu, arus, tegangan dan besaran yang lain.
Juga digunakan dalam pengaturan yang lain dengan cara menekan mode
setting pada tombol yang ada.

3. Tombol Freeze

Tombol yang digunakan untuk menghentikan display yang terus berganti


karena besaran yang terus berubah.
35

4. Kondisi start dan stop

Digunakan untuk mengatur waktu kapan untuk start dan kapan untuk
stop pengujian. Hal ini dapat dikondisikan sehingga dapat seperti halnya
pada autorecloser.

5. Indikator status

Mengindikasikan bahwa rangkaian sudah tertutup. Hal ini


memungkinkan untuk mengecek apakah sirkuit sudah terhubung
sempurna atau belum.

6. Masukan waktu

Masukan waktu dibedakan masing-masing untuk kondisi start dan stop,


hal ini dapat digunakan untuk pengukuran waktu start dan stop secara
bersamaan pada siklus pengujian.

7. Start Switch

Digunakan untuk mengontrol masukan sumber arus dan mengatur waktu.

8. Serial Port

Untuk menghubungkan alat ini dengan computer/PC

9. Make/Brake Contact

Dapat merubah posisi kontak meskipun pada saat dilakukan pengujian.

10. Sumber Arus

Menyediakan range antara lain 0-250 A AC, 250V AC dan 0-300 V DC.
Tergantung dengan output rangkaian yang diinginkan.

11. Plug-in untuk ammeter dan voltmeter

Digunakan sebagai plug-in apabila dibutuhkan ammeter atau voltmeter


tambahan pada saat pengujian.

12. Sumber Tegangan


36

Menyediakan dalam range 20-220V DC.

13. Sumber Tegangan AC

Digunakan terutama untuk masukan tegangan pada peralatan proteksi


relai.

14. Tripping Indicator

Berupa lampu indicator yang akan berkedip apabila relai yang dipasang
sudah dalam kondisi trip.

15. Knob Utama

Digunakan untuk mengatur output arus dari sumber arus yang terpasang.
37

Gambar 4.4 Contoh pemasangan SVERKER 750/760

4.4.2 Prosedur Pengujian Relai Arus Lebih / Over Current Relay (OCR) dan Relai
Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR) jenis MCGG82

a) Relai MCGG82

Gambar 4.5 Relai MCGG82

Relai arus lebih MCGG82 adalah jenis relai arus lebih 3 fasa yang juga
dilengkapi dengan relai gangguan tanah serta pengaturan komponen waktu
instan. Relai ini digunakan pada sistem yang membutuhkan relai arus lebih dan
relai gangguan tanah secara bersamaan. Relai ini dapat digunakan pada sistem
tegangan tinggi dan system distribusi. Relai ini adalah jenis relai yang paling
38

konvesional yang sampai sekarang masih digunakan dalam sistem tenaga listrik
terutama sistem distribusi 20 kV.

Kelebihan dari relai MCGG82 ini adalah cenderung tidak terlalu sulit
dalam pengoperasiannya karena semua bentuk setting dapat langsung dilihat
pada luar relai.

b) Wiring Diagram Internal MCGG82

Gambar 4.6 Wiring internal relai MCGG82

c) Pemasangan wiring MCGG82 dengan SVERKER 760


39

Gambar 4.7 Wiring sverker760 dengan MCGG82

d) Prosedur pengujian

Prosedur pengujian yang dapat dilakukan yaitu setting awal relai


sebelum digunakan, fungsi arus pick-up dan arus drop-off, fungsi waktu kerja
instan dan fungsi waktu kerja tunda.

1. Setting awal

Setting awal adalah langkah pertama yang harus dilakukan


sebelum melakukan pengujian, langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Buat rangkaian pengujian seperti gambar diatas

Hubungkan arus oitput dari alat uji ke input arus relai


yang diuji.

Hubungkan input Stop dari Timer ( STOP ) ke kontak


trip relai yang diuji.

Jika arus uji tidak begtu besr dapat disambung ke


tahanan yang disambungseri ke dalam sirkuit arus dan
hubungkan terminal Rx/Cx dari alat uji.

2. Hidupkan alat uji dengan menekan tombol main Switch.


40

3. Pindahkan Ammeter test point ke output arus yang


diinginkan, bila mengukur arus kira kira 6A , gunakan
Ammeter yang lebih teliti. Ini dapat dilkukan tep demi step
dengan tombol A yang dialokasikan disebelah kanan . Bila
test point dipilih lampu indikator menyala.

4. Aktipkan kondisi top yang diingikan untuk Timerdengan


menset top input untuk fungsi kontak make dan atau break
dan untuk kontak nertegangan atau beba.

5. Jika display berhenti membaca arus pada saat operasi , cek


apakah fungsi HOLD berfungsi / tidak. ( ini dapat diktipkan
dengan tombol HOLD )

2. Fungsi arus pick-up dan drop-off

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kapan arus pick-up


dan drop-off yang dimiliki oleh relai. Langkah pengujiannya adalah
sebagai berikut :

1. Hidupkan sumber arus dengan mengktipkan Start Switch pada


posisi ON ( tekan tombol ON sekali dimana lampu indikator
kan menyala )

2. Naikkan arus perlahan lhan dengan memutar Main Knob


sampai relai pick up ( I> ON ), dimana indikator trip akan
menyala.

3. Baca / catat besarnya arus pada display.

4. Tekan tombol HOLD dua kali ( reset )

5. Kurangi nilai arus perlahan lahan sampai relai drop off ( I>
OFF ) dimana indikator trip akan padam.

6. Baca / catat nilai arus pada display

7. Kurangi nilai tegangan sampi nol ( main knob putar kekiri )


41

8. Matikan sumber arus dengan menekan tombol start switch


pada posisi OO

3. Fungsi Kerja Tunda Waktu ( I > On + Time Delay )

Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui


waktu tunda relai yang telah diatur dengan waktu tunda yang
sebenarnya, apakah keduanya saling bersesuaian atau tidak. Berikut
langkah pengujiannya :

1. Hidupkan sumber aru dengan menekan tombol start swirch


pda posisi ON, dimana lampu indikator ON akan menyala.

2. Naikan arus 1,5 kali arus pick up ( i> ON )

3. Matikan sumber arus dengan menekan tombol start swich pada


posisi OFF

4. Aktipkan I> ON + Time Delay dengan menekan tombol start


switch , dimana timer akan start.

5. Bila relai bekerja maka timer akan stop ecara otomatis, sumber
arus akan mati, dan indikator trip akan menyala.

6. Baca dan catat waktu kerja pada display

7. Ulangi langkah 3 s/d 6untuk arus uji 2 kali dan 3 kali I> ON
Time Delay, dan juga fasa fasa yang lainnya

4. Fungsi Instant Arus Pick Up/Drop Off

Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui nilai arus pick up


dan drop off pada setting

1. Pindahkan hubungan ke output arus yang sesuai

2. Hubungkan kontak trip ke timer stop input ) STOP ) bila


kontaknya berbeda dengan kontak I>
42

3. Hidupkan sumber arus dengan menekan tombol start switch,


dimana lampu indikator ON akan menyala.

4. Naikan arus dengan cepat sampai relai kerja dan lampu


indikator trip akan menyala.

5. Catat nilai arus ini

6. Kurangi nilai arus sampai relai drop off, lampu trip akan mati.

7. Cata nilai arus ini.

5. Waktu Kerja Instantaneous

Berikut langkah pengujian yang dilakukan :

1. Hidupkan sumber arus dengan menekan tombol start switch


pada posisi on, lampu indikator ON akan menyala.

2. Naikan arus s/d 1,5 kali I>> ON

3. Matikan sumber arus dengan menekan tombol start swich pada


off.

4. Aktipkan ON+TIME dengan menggunakan start swich,


dimana timer akan tart.

5. Bila relai kerja timer stop dan indikator menyala.

6. Catat waktu kerja yang ditampilkan oleh display

7. Ulangi pengujian diatas untuk fasa fasa yang lain

4.4.3 Prosedur Pengujian Relai Arus Lebih / Over Current Relay (OCR) dan Relai
Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR) jenis SPAJ 140C

a) Relai SPAJ 140 C


43

Gambar 4.8 Relai SPAJ 140 C

Gambar 4.9 Relai SPAJ 140 C

Relai SPAJ ini adalah relai semi konvensional, yang sudah lebih canggih
dari relai jenis MCGG. Relai ini merupakan relai dwifungsi yang bisa
44

berfungsi sebagai relai arus lebih dan relai gangguan tanah yang dipasang
pada system 3 fasa. Pada penerapannya, ketika relai ini bekerja maka akan
memberikan perintah kepada Circuit Breaker untuk trip dan auto-recloser
untuk bekerja, menyalakan alarm dan mencatat hasil gangguan. Type
karakteristik yang dimiliki relai dimaksud adalah Normal Inverse, Very
Inverse, Extremely Inverse, Definite Time & Instantaneous.

Pada relai SPAJ 140 ini terdapat bebarapa terminal utama yaitu terminal
65, 66 yang digunakan untuk pengujian arus trip sedangkan terminal 74, 75
untuk pengujian arus pick-up/starting. Untuk pemilihan fungsi OCR/GFR
terdapat pada terminal 1, 3 (OCR) dan 25,27 (GFR).

b) Langkah pengujian

Cek Mula
Setelah relai disambungkan dengan aux SUPLLY DC 80 265 Volt
melalui terminal relai nomor 61 dan 62, sesaat kemudian lampu
indikator Uaux menyala dan display menyala perSegmentnya,
kemudian display akan padam.
Kemudian periksa lampu indikator Trip, caranya sebagai berikut :
a) Tekan tombol Step Reset sehingga display menunjuk seperti di bawah ini :
[nx1s]

0 0 0 0

b) Kemudian tekan Push Botton Program kira-kira 5 detik sampai display


menunjuk seperti di bawah ini : [ 5 s ]

0 0 0 0
I > [ In ] Reset
t>[s] Step
k
I >> [ In ]
T >> [ s ]
Io > [ In ]
to > [ s ]
Io >> [ In ]
to >> [ s ]
Program
SGF
SGB
SGR TRIP
45

c) Kemudian tekan push botton Program kira-kira 1 detik sampai display


menunjuk seperti di bawah ini ( lampu indikator tk>/tk>>/tok</tok>>
menyala ).
0 0 0 0

d) Kemudian tekan push botton Reset Step dan Program secara bersamaan,
maka lampu indikator Trip akan menyala dan display menunjuk
seperti di bawah ini ( berarti relai sudah reset dan siap untuk
digunakan).

0 0 0 0

e) Kondisi display dibawah ini, kemudian tekan 1 detik push button Step
Reset, maka lampu indikator IRF akan menyala ( berarti OKE ).

0 0 0 0

c) Cara Setting ( Pemrograman )


Setelah melakukan pengecekkan seperti dijelaskan sebelumnya, kemudian kita
harus melakukan setting selanjutnya seperti dibawah ini.
a) Tekan push button Step Reset sampai lampu LED indikator SGF
menyala dan display menunjuk seperti dibawah ini.

0 0 0
46

b) Kemudian tekan push button Program kira-kira 1 detik sehingga display


menunjuk seperti dibawah ini.

0 0 0

c) Kemudian tekan push button Program kira-kira 5 detik sehingga display


menunjuk seperti di bawah ini.

0 0 0

d) Kemudian tekan push button Program 1 kali, sehingga display menunjuk


seperti di bawah ini :

1 1 0

e) Kemudian tekan push button Program kira-kira 1 detik, sehingga display


menunjuk seperti di bawah ini :

1 2 0

f) Kemudian tekan kembali push button Program kira-kira 1 detik,


sehingga display menunjuk seperti di bawah ini.

1 3 0

d) Cara Pemrograman ( Setting ) I>/I>>/Io>/Io>>/tk>/tk>>/tok>/tok>>


1) Setting I> : misalnya Iset = 1,05 x In.
Caranya adalah sebagai berikut :
Tekan push button RESET STEP kira-kira 5 detik, sehingga lampu LED
I> menyala dan display menunjuk seperti di bawah ini.
47

0 8 0

Kemudian tekan Push Botton PROGRAM kira-kira 1 detik, sehingga


display menunjuk seperti dibawah ini.

1 0 8 0

Kemudian tekan Push Button PROGRAM kira-kira 5 detik, sehingga


display menunjuk seperti di bawah ini.

1 0 8 0

Kemudian tekan Push Button PROGRAM kira-kira 1 detik sehingga


display menunjuk seperti di bawah ini.

1 0 8 0

Kemudian tekan Push Button RESET STEP 5 kali, sehingga display


menunjuk seperti di bawah ini.

1 0 8 5

Kemudian tekan Push Button PROGRAM kira-kira 1 detik, sehingga


display menunjuk seperti di bawah ini.

1 0 8 5

Kemudian tekan Push Button RESET STEP 2 kali sehingga display


menunjuk seperti di bawah ini.

1 0 0 5
48

Kemudian tekan Push Button PROGRAM kira-kira 1 detik, sehingga


display menunjuk seperti di bawah ini.

1 0 0 5

Kemudian tekan Push Button RESET STEP 1 kali, sehingga display


menunjuk seperti di bawah ini.

1 1 0 5

Kemudian tekan Push Button PROGRAM kira-kira 1 detik, sehingga


display menunjuk seperti di bawah ini.

1 1 0 5

Kemudian bila kita menghendaki perubahan titik desimal


( memindahkan titik desimal ), maka tekan Push Botton Step Reset
sesuai keinginan kita.
Kemudian tekan Push Button PROGRAM kira-kira 1 detik, sehingga
display menunjuk seperti di bawah ini.

1 1 0 5

Kemudian tekan Push Botton Reset Step dan program secara bersamaan,
sehingga display menunjuk seperti di bawah ini.

1 - - - 1 1 0 5

Artinya : Selanjutnya :
Semua data Display
sudah disimpan. Menunjuk spt
diatas
49

Catatan :
1. Jika menghendaki untuk pemrograman (setting) untuk STAGE 2, setelah
melakukan langkah pada butir m) diatas, kemudian tekan Push Button
PROGRAM kira-kira 5 detik, sehingga display menunjuk seperti di
bawah ini.

1 1 0 5

2. Kemudian tekan Push Button RESET STEP kira-kira 1 detik


( merubah angka stage ), sehingga display menunjuk seperti di bawah
ini.

2 1 0 5

3. Setelah itu lakukan seperti prosedur ( langkah-langkah ) pada butir d)


sampai dengan butir m).
50

Gambar 4.10 Relai SPAJ 140 C


4.4.4 Prosedur Pengujian Relai Arus Lebih / Over Current Relay (OCR) dan Relai
Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR) jenis MiCOM 122/123

a. Relai MiCOM 122/123


51

Gambar 4.11 Relai MiCOM 122/123

Relai jenis MiCOM adalah relai universal yang dapat digunakan dalam
berbagai sistem seperti pengaturan, proteksi dan pengawasan pada instalasi
industri, sistem distribusi, jaringan dan gardu induk serta sebagai sistem
back-up pada sistem tegangan tinggi (TT) dan tegangan ekstra tinggi
(TET).
52

Gambar 4.12 Wiring Diagram Relai MiCOM 122/123

Gambar 4.13 Push button relai MiCOM 122/123


53

Gambar 4.14 Internal Diagram MiCOM 122/123

b) Prosedur Pengujian MiCOM 122/123

Berikut prosedur yang dilakukan untuk melakukan pengujian relai


MiCOM 122/123 :

Cara Melihat / Merubah Setting


54

1. Tekan tombol akan muncul OP PARAMETER, kemudian tekan

sampai muncul PROTECTION G1 , artinya setting Grup 1

2. Tekan muncul [ 50/51 ]Phase OCR artinya dipilih OCR

3. Tekan muncul I> ? YES artinya OCR diaktipkan (*1) Untuk mengubah

menjadi NO (OCR tidak diaktipkan)

Tekan , bila muncul PASSWORD, selanjutnya tekan akan

muncul PASSWORD OK

Tekan maka cursor berkedip pada YES , tekan atau

maka YES akan berubah menjadi NO, kemudian tekan .

4. Tekan muncul nilai setting I> 1,0 In, artinya OCR disetting 1,0 xIn rele (

1A atau 5A )

5. Tekan Delay Type IDMT, tekan muncul Idmt , IEC SI artinya

menggunakan kurva SI ( standar invers )

6. Tekan muncul Tms 0,5 , artinya setting Tms pada 0,5. Kalau ingin

mengubah kurva SI menjadi VI/EI dan mengubah setting. Tms maka lakukan
seperti pada (*1)

7. Tekan muncul t RESET 0ms


55

8. Tekan muncul I >> ? NO , artinya setting I >> diblok. Untuk

mengaktipkan setting instant atau mengubah NO menjadi I >> ? YES maka


lakukan seperti pada (*1)

9. Selanjutnya tekan muncul [50/51N] E/Gnd artinya setting GFR,

selanjuenya lakukan seperti item no 1s/d8

10. Selanjutnya apabila sudah selesai menyetel GFR, tekan maka pada

display muncul [50/51N] E /Gnd

11. Dari posisi [50/51N] E/Gnd tekan muncul [46] Neg Sec OC , tekan

muncul [49]Therm OL, tekan muncul [37] Under Current, tekan

muncul [79] Eutorecloder.

12. Untuk melihat / mengubah setting pada posisi seperti item no 11 lakukan
dengan menekan dan lakukan seperti pada (*1 ) untuk melakukan

perubahan setting.

Untuk Mengubah Output Contact Relay (R2 Sd R8)

1. Tekan muncul OP PARAMETER, tekan-tekan sampai dengan

muncul AUTOMAT. CTRL.


56

2. Tekan muncul TRIP COMMOND, tekan-tekan sampai dengan

muncul OUTPUT RELAY

3. Kemudian tekan muncul Trip : 8 7 6 5 4 3 2

0 0 0 0 0 0 0

ini artinya Relai 2 sd 8 posisi tidak aktip

4. Tekan muncul I > : 8 7 6 5 4 3 2

0 0 0 0 0 0 0

Ini artinya untuk starting OCR tidak menggunakan kontak dari 2 sd 8. Kalau
untuk starting OCR menggunakan kontak dari salah satu R2 sd R8 (artinya
mengaktipkan salah satu R2 sd R8) maka lakukan seperti pada (*1)

5. Tekan muncul tI > : 8 7 6 5 4 3 2

0 0 0 1 0 0 0

Ini artinya untuk Trip OCR menggunakan kontak no 5

6. Selanjutnya tekan untuk memilih Relay 2 sd 8 untuk fungsi-fungsi

lainnya (I >> ; tI >> dsb)