Anda di halaman 1dari 12

KEBIJAKAN KESEHATAN HAJI

Oleh :

D-IV Keperawatan ( Kelas 2A )

Ketut Dian Wahyuni (P07120215025)


I Gusti Ayu Rosita Tri Rejeki (P07120215026)
Ni Putu Eka Ari Suardewi (P07120215027)
Ni Putu Candra Dewi (P07120215028)
Veranita Nindi Probo Utami (P07120215029)
Ni Made Whasu Pramesti (P07120215030)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan paper ini yang disusun agar pembaca dapat
memperluas ilmu dan mengerti tentang Kebijakan Kesehatan Haji. Meskipun banyak
tantangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tetapi kami berhasil
menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah meluruskan
penulisan paper ini, baik dosen maupun teman-teman yang secara langsung maupun tidak
langsung memberikan kontribusi positif dalam proses pengerjaannya.
Kami menyadari paper ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
diharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan paper kami ini untuk ke
depannya. Semoga paper ini bermanfaat bagi peningkatan proses belajar mengajar dan
menambah pengetahuan kita bersama. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Denpasar, 6 Februari 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman depan

Kata Pengantar ...................................................................................................


ii

Daftar Isi ...................................................................................................


iii

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang.................................................................................................


1

1.2 Rumusan Masalah ...........................................................................................


1

1.3 Tujuan ...................................................................................................


1

1.4 Manfaat ...................................................................................................


1

BAB II Pembahasan

2.1 Dasar Hukum ...................................................................................


2

2.2 Tujuan Penyeleggaraan Kesehatan Haji...........................................................


3

2.3 Kebijakan Penyelenggaraan Kesehatan Haji....................................................


3

2.4 Lingkup Pelayanan Kesehatan Haji..................................................................


4

BAB III Penutup

3.1 Simpulan ...................................................................................................


8

iii
3.2 Saran ...................................................................................................
8

Daftar Pustaka

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tugas nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah secara inter
departemental Departemen Kesehatan bertanggung jawab dalam pembinaan dan
pelayanan kesehatan calon/Jemaah haji Indonesia. Tanggung jawab pelayanan ini
sejak sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, diperjalankan pergi/pulang, selama
di Arab Saudi dan setelah kembali ke tanah air.
Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan,
pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya melalui sistem dan manajemen
penyelenggaraan yang terpadu agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan
aman, tertib, lancar, dan nyaman sesuai dengan tuntutan agama serta Jemaah haji
dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri sehingga diperoleh haji mabrur.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apasajakah dasar hukum dari kebijakan penyelenggaraan haji?
1.2.2 Apasajakah tujuan dari kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji?
1.2.3 Apasajakah kebijakan dari penyelenggaraan kesehatan haji?
1.2.4 Apasajakah ruang lingkup penyelenggaraan kesehatan haji?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui dasar hukum dari kebijakan penyelenggaraan haji.
1.3.2 Untuk mengetahui tujuan dari kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji.
1.3.3 Untuk mengetahui apa saja kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji.
1.3.4 Untuk mengetahui apa saja ruang lingkup penyelenggaraan kesehatan haji.

1.4 Manfaat
1.4.1 Agar mengetahui dasar hukum dari kebijakan penyelenggaraan haji.
1.4.2 Agar mengetahui tujuan dari kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji.
1.4.3 Agar mengetahui apa saja kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji.
1.4.4 Agar mengetahui apa saja ruang lingkup penyelenggaraan kesehatan haji.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dasar Hukum


Dasar hukum kebijakan penyelenggaraan haji antara lain:
1. UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Keputusan Presiden No. 62 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Urusan
Haji
3. Kepmenkes Nomor : 442/MENKES/SK/VI/2009 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Kesehatan Haji
4. Permenkes Nomor : 2407/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pelayanan
Kesehatan Haji
5. UU No. 13 Tahun 2008
Bab III Pasal 6
Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan
perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan
ibadah haji, akomodasi, transportasi, Pelayanan Kesehatan, keamanan,
dan hal lain yang diperlukan oleh jemaah haji.
Bab VIII Pasal 31
1) Pembinaan dan pelayanan kesehatan ibadah haji, baik pada saat
persiapan maupun pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji,
dilakukan oleh menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung
jawabnya di bidang kesehatan.
2) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikoordinasi oleh menteri.
6. PP. No 79. Tahun 2012 Tentang pelaksanaan UU 13 tahun 2008 tentang
Penyelenggaraan Ibadah Haji
BAB II. Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler
a. Pasal 14
Bimbingan jemaah haji bimbingan kesehatan dilaksanakan
sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, selama perjalanan dan
selama di Arab Saudi.

2
b. Pasal 27
Pembinaan dan pelayanan kesehatan wajib diberikan
sebelum keberangkatan.
Pemerintah wajib melindungi jemaah haji dari penyakit
menular.
BAB III. Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus (PIHK)
Pasal 36 ayat 1 : PIHK wajib memberikan bimbingan, pelayanan
kesehatan dan perlindungan kepada jemaah haji khusus.
BAB IV Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)
Pasal 58 : Penyelenggara perjalanan ibadah umrah wajib memberikan
Pelayanan = diantaranya pelayanan kesehatan jemaah umrah.

2.2 Tujuan Penyelenggaraan Kesehatan Haji


Tujuan penyelenggaraan kesehatan haji :
1. Meningkatkan kondisi kesehatan Jemaah haji sebelum keberangkatan.
2. Menjaga agar Jemaah haji dalam kondisi sehat selama menunaikan
ibadah, sampai tiba kembali ke tanah air.
3. Mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa
keluar/masuk oleh Jemaah haji.
Secara khusus tujuan penyelenggaraan kesehatan haji adalah :
1. Terlaksananya pemeriksaan, pengobatan dan pemeliharaa kesehatan
Jemaah haji sebelum keberangkatan.
2. Terwujudnya pencatatan data status kesehatan dan faktor resiko secara
benar dan lengkap.
3. Terwujudnya fungsi Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH) sebagai
media informasi kesehatan Jemaah.
4. Terwujudnya persyaratan kesehatan (istithoah)

2.3 Kebijakan Penyelenggaraan Kesehatan Haji


1. Melaksanakan perekrutan tenaga kesehatan profesional secara transparan
2. Meningkatkan kemampuan teknis medis petugas pemeriksa kesehatan
jemaah haji di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit
3. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit
dengan menerapkan standar pelayanan bagi jemaah haji

3
4. Melaksanakan pelayanan kesehatan bermutu bagi jemaah haji di
Puskesmas, Rumah Sakit dan Embarkasi
5. Melaksanakan pembinaan kesehatan sejak dini bagi jemaah haji resiko
tinggi di Tanah Air
6. Memberikan vaksinasi Meningitis meningokokus bagi bagi jemaah haji
dan petugas
7. Melaksanakan pelayanan kesehatan bermutu, cepat dan terjangkau bagi
jemaah haji selama menunaikan ibadah haji
8. Mengembangkan sistem informasi manajemen kesehatan haji pada setiap
jenjang administrasi kesehatan
9. Mengembangkan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat KLB,
bencana, serta musibah massal

2.4 Lingkup Pelayanan Kesehatan Haji


Pelayanan kesehatan bagi jamaah haji dilaksanakan :
1. Di tanah air sebelum berangkat haji.
2. Di Embarkasi menjelang pemberangkatan.
3. Pelayanan kesehatan penerbangan (saat berada di dalam pesawat).
4. Di tanah suci selama menjalankan ibadah.
5. Deberkasi (saat) kepulangan Jemaah.

Secara umum upaya pelayanan kesehatan berupa; pembinaan kesehatan


bagi para jamaah, perlindungan dari kemungkinan terserang penyakit, dan
pelayanan kesehatan jika terkena penyakit.
Dengan demikian pelayanan kesehatan haji berupa; perawatan kesehatan
haji, yaitu kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka koreksi
disorder/disfungsi disabilitas jemaah haji untuk memperoleh penyembuhan dan
pemulihan kesehatan agar dapat memenuhi kriteria isthithoah kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan haji adalah kegiatan atau serangkain kegiatan dalam
rangka memelihara kondisi kesehatan Jemaah haji agar tetap dapat memenuhi
kriteria isthithoah kesehatan dengan menjaga tetap hidup sehat dan produktif.

4
Berikut ini penyelenggaraan kesehatan di embarasi (di asrama haji
menjelang keberangkatan)
1. Melakukan sosialisasi kepada penitia penyelenggara kesehatan haji.
2. Melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada Jemaah haji di asrama haji
dan terminal haji.
3. Melakukan supervise dan asistensi dengan menggunakan check list terhadap
pelaksanaan kegiatan :
a. Surveilans epidemiologi dan kekarantinaan di asrama haji dan
terminal haji.
b. Sistem kewaspadaan dini KLB di asrama haji dan terminal haji.
c. Pemeriksaan sanitas asrama haji dan terminal haji.
d. Pemeriksaan jasa boga asrama haji dan pesawat.
e. Pemberantasan vector di asrama haji dan terminal haji.

5
f. Pelayanan kesehatan Jemaah haji (validasi pengisian BKJH,
pemeriksaan lanjut, tujukan/konsultasi, imunis asi dan pemeriksaan
laboratorium) di asrama haji dan terminal haji.
g. Pengawasan OMKA di asrama haji dan terminal haji.
h. Pemeriksaan validasi dokumen layak terbang bidang keseharan
(BKJH, ICV, dll) di asrama haji atau di terminal haji.
4. Melakukan koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan kesehatan haji dengan
menyelenggarakan pertemuan.

Selanjutnya pelayanan kesehatan selama keberangkatan dan saat jamaah


berada di tanah suci adalah sebagai berikut :
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN
KLOTER SARANA KESEHATAN
- Pelayanan kesehatan haji mobile - BPHI MAKKAH, MADINNAH
yang mendampingi Jemaah haji & JEDDAH (Oktagon Dan Hujjaj)
- Jumlah Jemaah haji/kloter berkisar - Sektor Makkah Dan Madinnah
- BPH Mina & BPHI Jeddah
antara (360-450 orang selama 41
hari)
- Tenaga kesehatan di kloter 1 orang
dokter umum dan 2 perawat

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN


DAKER BIDANG KESEHATAN SEKTOR
- Melaksanakan fungsi pelayanan - Lebih mendekatkan dan
kegawatdaruratan. meningkatkan mutu layanan
- Melaksanakan pelayanan
kesehatan kepada jamaah.
pengobatan rawat jalan dan rawat - Pelayanan Rawat Inap dan Rawat
inap. Jalan.
- Fungsi rujukan (referral system) - Pelayanan Kefarmasian.
- Melakukan kegiatan pencatatan dan - Pencatatan dan Pelaporan.
pelaporan (recording and
reporting).
- Pelayanan kesehatan.

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Secara khusus tujuan penyelenggaraan kesehatan haji adalah :


a. Terlaksananya pemeriksaan, pengobatan dan pemeliharaa kesehatan
Jemaah haji sebelum keberangkatan.
b. Terwujudnya pencatatan data status kesehatan dan faktor resiko secara
benar dan lengkap.
c. Terwujudnya fungsi Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH) sebagai media
informasi kesehatan Jemaah.

7
d. Terwujudnya persyaratan kesehatan (istithoah)
Pelayanan kesehatan bagi jamaah haji dilaksanakan :
a. Di tanah air sebelum berangkat haji.
b. Di Embarkasi menjelang pemberangkatan.
c. Pelayanan kesehatan penerbangan (saat berada di dalam pesawat).
d. Di tanah suci selama menjalankan ibadah.
e. Deberkasi (saat) kepulangan Jemaah.
Secara umum upaya pelayanan kesehatan berupa; pembinaan kesehatan
bagi para jamaah, perlindungan dari kemungkinan terserang penyakit, dan
pelayanan kesehatan jika terkena penyakit.

3.2 Saran

Dengan dibuatnya makalah ini penulis berharap bahwa

DAFTAR PUSTAKA

Pjj_kemenkes.2015.Penyelenggaraan Kesehatan
Haji.http://www.slideshare.net/pjj_kemenkes/kb-3-43451983. Diakses
pada tanggal 6 Februari 2016

Anonim.2016.Makalah Kesehatan
Haji.https://www.scribd.com/doc/109718922/Makalah-Kesehatan-Haji.
Diakses pada tanggal 6 Februari 2017