Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, Maret 2015

Penyusun

Page 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI 2

BAB I 3

1.1Pendahuluan 3

BAB II PEMBAHASAN 4

2.1 Format atau Bentuk Surat 4

2.2 Bagian Bagian Surat 5

2.3 Tembusan Surat 8

2.4 Bahasa Surat 10

2.5 Bentuk dan Pilihan Kata 11

BAB III PENUTUP 19

3.1 Kesimpulan 19

3.2 Saran 19

Page 2
BAB I

1.1Pendahuluan
Surat adalah sarana Komunikasi untuk menyampaikan informasi tertuis dari komunikator
kepada komunikan. Dalam surat, informasi yang disampaikan itu dapat berupa pemberitahuan,
Persyaratan, Perintah, Permintaan, atau Laporan. Hubungan yang terjalin dalam komunikator dan
komunikan disebut surat-Menyurat atau Berkorespondensi. Dengan perkataan lain,
Berkorespondensi adalah salah satu kegiatan berbahasa (Indonesia) yang diwujudkan dalam
komunikasi tertulis.

Dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya, surat tergolong pada tiga Bagian yaitu:

1. Surat Pribadi
2. Surat Dinas, dan
3. Surat Niaga.

Surat Pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang berisikan kepentingan pribadi
atau berisikan kepentingan kekeluargaan, Misalnya, Komunikasi antara anak dan orang tua,
antar kerabat, antar sejawat, antar teman.

Surat Dinas atau surat resmi adalah segala komunikasi tertulis yang menyangkut
kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi.

Surat Niaga adalah jenis surat yang dipergunakan orang atau badan yang
menyelenggarakan kegiatan usaha niaga, Misalnya, Perdagangan, Perindustrian, dan usaha
jasa (Perusahaan angkutan, Perusahaan bangunan, Perusahaan asuransi, dan perusahaan
Perbankan).

Dalam Penyusunan surat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain format atau
bentuk, Pemakaian kalimat (efektif), penerapan ejaan, dan pilihan kata. Sesuai dengan fungsinya,
Surat itu dikatakan sebagai utusan dari si pilihan kata. Sesuai dengan fungsinya, surat itu
dikatakan sebagai utusan dari si komunikator kepada si komunikan. Jadi, Hal-hal yang
disebutkan di atas haruslah kita perhatikan sebab hal ini erat kaitannya dengan informasi yang
kita maksudkan atau kita sampaikan kepada orang lain. Dengan perkataan lain, Surat yang
disampaikan haruslah mencerminkan kejelasan, Kelugasan, dan Kekomunikatifan. Pengertian
kejelasan dalam hal ini adalah jelas fungsi-fungsi kalimatnya (minimal harus ada subjek dan
predikat) kelugasan dalam bahasa surat berarti bahasa yang digunakan dalam surat tidak berbelit-
belit, tidak taksa, tetapi langsung pada permasalahan atau persoalan yang akan disampaikan
kekomunikatifan dalam surat dapat ditentukan oleh kelogisan dan kesisteman dalam hal ini,
kelogisan ditentukan oleh kaitan antar bagian, antar kalimat, antar alinea yang memperlihatkan
keruntutan pikiran si penulis yang diterima oleh si pembaca kesisteman dalam surat berkaitan
dengan sistem penyajian surat, misalnya, Format surat dan bagian-bagian surat.

BAB II

Page 3
PEMBAHASAN

2.1 Format atau Bentuk Surat

yang dimaksud dengan format atau bentuk surat ialah pola surat menurut susunan bentuk letak
bagian surat (seri penyuluhan 2 dalam bahasa Indonesia 1992: 4). Sebagaimana kita ketahui,
setiap bagian surat memiliki peranan yang sangat penting sebagai petunjuk pengelolaan surat.
Yang tergolong pada format surat, di antaranya tanggal, Nomor, Salam Pembuka, Salam penutup,
dan tembusan. Di dalam pola umum surat-Menyurat dikenal enak macam format surat, yaitu.

1. Format lurus penuh atau full block styler


2. Format lurus atau full block
3. Format setengah lurus atau semiblock styler
4. Format bertekuk atau indited styler
5. Format resmi Indonesia lama
6. Format resmi Indonesia Baru.

1. Contoh Bentuk Lurus Penuh 2. Contoh Bentuk Lurus

3. Contoh Bentuk Lurus Penuh 4. Contoh Bentuk Surat Lekuk

Page 4
2.2 Bagian Bagian Surat

Bagian Surat Resmi terdiri atas kepala surat, Tanggal, Nomor, Lampiran, Hal atau
Perihal, Alamat tujuan, Salam Pembuka, Isi surat, Salam Penutup, Pengirim surat, Tembusan,
Dan inisial.

1. Kepala Surat
Penulisan kepala surat harus lengkap, yaitu nama instansi, Alamat lengkap, nomor
telepon, Nomor kotak pos, faksimil, dan lambang atau logo. Perhatikan contoh berikut.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia (Badan Bahasa)
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun
Jakarta 13220
Kotak Pos: 2625 Telepon: 4896558, 4894564, 4894584
2. Atau dapat Pula ditulis
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PUSAT PEMBINAAN DAN PENGENMABGAN BAHASA (BADAN BAHASA)
JALAN DAKSINAPATI BARAT IV, RAWAMANGUN
JAKARTA 13220
KOTAK POS: 2625 TELEPON: 4896558, 4894564, 4896584
Yang perlu di perhatikan dalam penulisan kepala surat adalah semua bagian surat di atas tidak
boleh disingkat, Misalnya, telepon menjadi Tlp, jalan menjadi Jln., Biro Pendidikan dan
Pelatihan Menjadi Biro Diklat.
3. Tanggal

Page 5
Penulisan tanggal surat harus lengkap, artinya tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan
huruf, dan tahun ditulis dengan angka. Perhatikan contoh berikut:
Penulisan yang Baku Penulisan yang tidak baku
24 agustus 2013 24. 08. 13
24 Agustus 2013
24-Agustus-2013
24-8-2013
Bandung, 24-8-2013
Apabila Penulisan diletakkan pada bagian atas kanan, nama kotak tidak boleh dicantumkan.
Akan tetapi, Penulisan tanggal yang diletakkan pada bawah kanan nama harus dicantumkan.

4. Nomor, Lampiran, dan Hal


Penulisan Nomor, Lampiran, dan perihal diawali dengan huruf kapital dan diikuti oleh
tanda titik dua. Penulisan ketiga bagian surat di atas dapat pula disingkat asal taat atas, artinya
Nomor ditulis lengkap, lampiran dan perihal harus ditulis lengkap. Jika Nomor disingkat menjadi
No., Lampiran menjadi:
Nomor : 110/U/PPHPBI/2013
No. : 110/U/PPHPBI/2013
Penulisan nomor dan kode dapat pula dibatasi dengan tanda titik atau tanda hubungan, isi kode
pun dapat dinyatakan dengan angka (tidak hanya dalam Huruf) Misalnya:
Nomor : 10.10.3.03.90 atau
Nomor : 10-10-3-03-90
Menurut Kelaziman dalam tata cara penulisan surat resmi, Tanda garis miringlah yang sering
digunakan.

Kata Lampiran Ditulis di bawah nomor jika ada yang dilampirkan. Jika tidak ada yang
dilampirkan, kata Lampiran tidak perlu ditulis.

5. Bentuk yang tidak baku Bentuk yang baku


Lampiran 1 Berkas Lampiran: satu Berkas
Lamp: 1 (satu) Berkas. Lamp: Satu Berkas
Penulisan kata Hal Diikuti dengan tanda titik dua (lihat penulisan nomor dan lampiran).
Dalam penulisan pokok surat yang dinyatakan pada hal, hendaknya menggambarkan pesan yang
ada dalam surat (ingat, jangan terlalu panjang).
Bentuk yang tidak Baku
Hal: Permohonan tenaga Pengajar untuk memberikan Kuiah pada Kursus Penyegaran Ujian
Dinas Tingkat III
Hal: EDARAN PENYEGARAN TENTANG HIDUP SEHAT
Hal: Perpanjangan Izin Cuti.
Hal: Permintaan Tenaga Hansip.
Bentuk yang Baku
Hal: Permohonan tenaga pengajar

Page 6
Hal: Penyeragaman bentuk surat
Hal: Permintaan izin cuti
Hal: Permintaan Tenaga Hansip

6. Alamat Surat
Penulisan Alamat surat dapat dilakukan dengan dua cara, pertama, alamat surat ditulis di
sebelah kanan di bawah tanggal dan cara yang kedua ditulis di sebelah kiri atas di bawah bagian
hal atau sebelum salam pembuka.
Bentuk yang tidak baku Bentuk Yang Baku
Kepada Yth. Bapak Marwis
Yth. Bpk. MARWIS Kepala PT Meregehese
Kepala PT Meregehese Bandung
BANDUNG

7. Salam Pembuka
Salam pembuka merupakan awal dalam berkomunikasi antara penulis surat dan
penerima. Di dalam penulisan salam pembuka, kata pertama diawali dengan huruf kapital,
sedang kata kedua (atau ketiga bila ada) ditulis dengan huruf kecil, Kecuali nama orang.
Selanjutnya, salam pembuka diakhiri dengan tanda koma.

8. Bentuk yang tidak baku Bentuk yang Baku


Dengan Hormat Dengan hormat,
Salam Perjuangan, Salam Perjuangan,
Salam Sejahtera Salam Sejahtera,
Saudara tuti, yang Terhormat, Saudara Tuti yang terhormat,
Salam Pramuka Salam Pramuka,
MERDEKA! Merdeka,

9. Salam Penutup
Salam Penutup merupakan akhir di dalam berkomunikasi antara penulis surat dan
penerima surat
Bentuk yang Tidak Baku Bentuk Yang Baku
Hormat Saya. Hormat kami,
Hormat saya. Wasalam,
Hormat Saya, Salam takzim,
Wassalam,
Wasalam-,

10. Isi Surat


Pada garis Besarnya, isi surat terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian pembuka, Bagian isi,
dan bagian Penutup.
11.
Nama Pengirim
Penulisan nama pengirim surat ditempatkan dibawah salam penutup yang disertai tanda
tangan sebagai keabsahan surat dinas.

Page 7
12. Bentuk yang tidak baku Bentuk Yang baku
Kepala Personalia, Kepala Personalia,
(DRS. AHMAD ZAELANI) Ahmad Zaelani, Drs.
NIP. 196410111994031001 NIP 196410111994031001

Drs. Ahmad Zaelani Ahmad Zaelani, Drs.

KEPALA PERSONALIA Kepala Personalia,

DRS. AHMAD ZAELANI

NIP 196410111994031001.

KEPALA PERSONALIA,

2.3 Tembusan Surat

Penulisan tembusan surat diawali dengan huruf kapital (Tembusan) diletakan disebelah
kiri pada bagian kaki surat (disejajarkan dengan nomor, lampiran, dan hal) yang diikuti tanda
titik dua dan tanpa digarisbawahi atau dicetak miring.

1. Bentuk yang tidak baku

TEMBUSAN

1. Kepada Yth. Bapak Kepala

Personalia (sebagai laporan)

2. Arsip

Tembusan yang terhormat:

Direktur PT UNILON

(sebagai laporan)

Tembusan :

1. Kepada Yth. Kabag Perlengkapan agar

Menyediakan ruangan untuk seminar

Page 8
Tembusan :

1. Rektor Unpad

2. Pembantu Rektor II

3. Ketua Jurusan Sastra Jerman

4. Pertinggal

2. Bentuk yang baku

Tembusan :

Kepala Personalia

Tembusan :

Direktur PT UNILON

Tembusan :

Kepala Bagian Perlengkapan

Tembusan :

1. Rektor Unpad

2. Pembantu Rektor II

3. Ketua Jurusan Sastra Jerman

3. Inisial atau Sandi

Penempatan sandi atau inisial berada paling bawah sebelah kiri, yaitu dibawah tembusan
(bila ada). Sandi itu merupakan tanda singkatan pengonsep dan pengetik surat.

Bentuk yang tidak baku Bentuk yang baku

HA/SS HH/ss

2.4 Bahasa Surat

Ejaan

Page 9
Kesalahan pemakaian ejaan dalam bahasa surat misalnya tampak pada penulisan kata
berikut.

Bentuk yang tidak baku Bentuk yang baku

Di tulis ditulis

Bergarisbawah bergaris bawah

Melipat gandakan melipatgandakan

Ketidak tepatan ketidaktepatan

Penghancur leburan penghancurleburan

Antar kota antar kota

Mengangkat-ngangkat mengangkat-angkat

Acap kali acapkali

Pemakaian ejaan lain yang sering ditemukan keslaahan nya adalah pemakaian tanda koma dan
tanda pisah.

Bentuk yang tidak baku Bentuk yang baku

Oleh karena itu ... Oleh karena itu, ...


Selanjutnya ... Selanjutnya, ...
Akan tetapi ... Akan tetapi, ...
Dengan perkataan lain ... Dengan pekataan lain, ...
Sementara itu ... Sementara itu, ...
Meskipun demikian ... Meskipun demikian, ...
Jadi ... Jadi, ...
Pertama ... Pertama, ...
Akhirnya ... Akhirnya, ...

Bentuk yang tidak baku

(1a) Pertandingan itu dimulai pada tanggal 5-10 Maret 2013. Atau, Pertandingan itu dimulai pada
tanggal 5 -10 Maret 2013.

(2a) Bus Bandung Jakarta segera diberangkatkan, atau, Bus Bandung-Jakarta segera
diberangkatkan.

Page 10
Bentuk yang baku

(1b) Pertandingan itu dimulai pada tanggal 5 10 Maret 2013.

(2b) Bus Bandung Jakarta segera diberangkatkan.

2.5 Bentuk dan Pilihan Kata

Bentuk dan pilihan kata memegang peranan penting didalam penyampaian informasi atau
pesan penulis. Dengan perkataan lain, bentuk kata erat kaitannya dengan kebakuan (bentuk yang
dianjurkan), sedangkan pilihan kata (diksi) berkaitan dengan makna.

Bentuk yang tidak baku Bentuk yang baku

Mempertinggikan Mempertinggi/meninggikan
Dibanding Dibandingkan
Dikata, dibalik Dikatakan, dibalikkan
Merubah, mengobah Mengubah
Pemerentah Pemerintah
Diketemukan Ditemukan
Berkerja Bekerja
Perorangan perseorangan

Di dalam pemakaian kata atau diksi, penulis dituntut cermat dalam menghadirkan setiap
kata yang menjadi duta gagasannya. Berikut ini adalah contoh-contoh kata yang harus diejakan
pemakaiannya.

1. Ahmad mengaji Alquran di masjid.

2. Kami akan mengkaji ulang surat bapak.

3. Dalam surat itu, kami telah memberi tahu Ani untuk menyelesaikan pesanan barang.

4. Dalam surat itu, direktur memberitahukan ketentuan tata tertib kerja.

5. Isi surat itu adalah Sdr. Lisa ditugasi (oleh) pimpinan.

6. Akan tetapi, surat yang baru saya terima berisikan bahwa pimpinan menugaskan mencari
ruangan.

Page 11
Bentuk yang tidak baku

1. Kami mengharapkan lembaga yang saudara asuh untuk mengejar ketinggalan dan
keterlambatan.

2. Dengan surat ini kami beritahukan kepada Bapak bahwa putra Bapak Ahmad Sidiq menduduki
juara ke-2.

3. Sesuai dengan bunyi surat Ibu pada ...

4. Balasan surat ini adalah atau merupakan ...

5. Surat daripada bapak itu sudah kami balas seminggu yang lalu.

Bentuk yang baku

1. Kami mengharapkan lembaga yang Saudara asuh untuk mengatasi atau memperbaiki
ketinggalan, dan keterbelakangan.

2. Dengan surat ini kami beri tahukan kepada Bapak bahwa putra Bapak, Ahmad S., menjadi
juara ke-2.

3. Sesuai dengan (isi) surat Ibu pada ...

4. Balasan surat ini adalah/merupakan

5. Surat Bapak itu sudah kami balas seminggu yang lalu.

2.6 Kalimat

Kalimat yang digunakan dalam surat-menyurat (surat dinas) hendaklah menggunakan


kalimat efektif. Dengan perkataan lain, kalimat yang disampaikan kepada penerima itu singkat,
jelas, tegas, dan menaati kaidah struktur Bahasa Indonesia yang baik. Berikut ini akan disajikan
beberapa kalimat dalam surat menyurat yang tidak efektif. Di samping itu, diberikan pula
kalimat yang efektifnya.

1. Kalimat yang tidak efektif

(1) Sesuai edaran Bapak yang lalu tentang pembentukan Panitia Bulan Bahasa ...

(2) Dalam rangka pelaksanaan Peringatan Bulan Bahasa yang ke-68 di Fakultas Ilmu Budaya
Unpad yang akan melibatkan seluruh sivitas akademik.

(3) Berkenaan adanya telepon dari Bapak ...

Page 12
(4) Sehubungan penyelenggaraan litsus untuk capeg baru ...

(5) ... kami mengharapkan kedatangan Bapak/ Ibu/ Saudara pada :

Hari :

Tanggal :

Tempat:

Jam :

(6) menunjuk surat saudara No. ..., tanggal ....

(7) Atas perhatiannya, kami haturkan banyak terima kasih.

(8) Surat Bapak say sudah bacatiga hari yang lalu.

(9) Surat Bapak bertanggal ....

(10) Di dalam surat ini, akan menjelaskan tentang ....

(11) Harap menjadi periksa adanya.

(12) Harap menjadi maklum adanya.

(13) Sebelum dan sesudahnya diucapkan banyak terima kasih.

(14) Akhirnya, kami mengharapkan akan balasan Saudara dalam waktu yang sesingkat-
singkatnya dan secepat-cepatnya.

(15) Sampai hari ini banyak surat-surat yang belum kami jawab.

(16) Demikianlah harap menjadi maklum.

(17) Demikian atas perhatian dan kerja samanya yang baik selama ini, dihaturkan beribu-ribu
terimakasih.

(18) Demikianlah agr petunjuk Bapak Kepala Biro tersebut dapat dilaksanakan oleh Saudara
sebaik-baiknya.

(19) Demikian pemberitahuan kami atas perhatian dan kerja sama yang telah dibina selama
ini, kami ucapkan terima kasih.

(20) Bersama ini kami beritahukan bahwa ....

(21) Dengan ini kami lampirkan satu eksemplar ....

(22) Sekianlah surat ini harap menjadi perhatian.

Page 13
(23) Segera setelah kami menerimanya daftar buku lengkap dengan harga satuan masing-
masing kami akan membuat pesanan.

(24) Sehubungtan dengan surat lamaran Saudara tanggal 22 Agustus 2013, bersama ini kami
memanggil Saudara pada hari kamis, 11 September 2013 untuk diadakan tes.

(25) Dengan ini kami mohon untuk dipinjami tiga puluh kursi.

(26) Menunjuk kepada surat Saudara minggu yang lalu, Kami tidak ada maksud untuk
membatalkan perjanjian itu.

(27) Selain dari pada itu, kami ingin jelaskan kepada Saudara bahwa ....

(28) Dalam surat itu, kami telah menjelaskan tentang masalah itu, tetapi mereka kurang
paham.

(29) Berdasarkan pada surat Baak mengharapkan ....

2. Kalimat yang efektif

(1b) Sesuai dengan edaran Bapak....

(2b) Dalam rangka pelaksanaan Peringatan Bulan Bahasa yang ke-68, Fakultas Ilmu Budaya
Unpad akan melibatkan seluruh sivitas akademik.

(3b) Berkenaan dengan adanya telepon dari Bapak ....

(4b) Sehubungan dengan penyelenggaraan litsus ....

(5b) ... kami mengharapkan kehadiran Bapak/ Ibu/ Saudara

Hari :

Tanggal :

Tempat:

Pukul :

(6b) Sehubungan dengan surat Saudara No. ..., tanggal ....

Page 14
(7b) Atas perhatian Bapak/ Ibu/ Saudara/ Anda, kami ucapkan terima kasih.

(8b) Surat Bapak sudah saya terima tanggal ...

(9b) Surat Bapak tanggal ...

(10b) Di dalam surat ini, dijelaskan ...

(11b) Sambil menunggu kabar balasan Saudara, saya ucapkan terima kasih.

(12b) Atas perhatian Bapak/ Saudara, kami ucapkan terima kasih.

(13b) Atas perhatian dan bantuan Bapak/ Ibu, kami ucapkan terima kasih.

(14b) Akhirnya, kami mengharapkan balasan Saudara secepatnya.

(15b) Sampai hari ini, banyak surat yang belum saya balas.

(16b) Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

(17b) Atas perhatian dan kerja sama yang telah dibina, kami ucapkan terima kasih.

(18b) Kami mengaharapkan Saudara agar melaksanakan petunjuk Kepala Biro dengan sebaik-
baiknya.

(19b) Atas perhatian dan kerja sama (yang telah dibina), kami ucapkan terima kasih.

(20b) Dengan ini kami beritahukan bahwa ...

(21b) Bersama surat ini, kami lampirkan satu eksemplar.

(22b) Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

(23b) Segera setelah kami menerimanya, kami telah memesannya.

(24b) Sehubungtan dengan surat lamaran Saudara tanggal 22 Agustus 2013, dengan ini kami
mengharapkan kedatangan Saudara pada hari kamis, 11 September 2013 untuk mengikuti tes.

(25b) Dengan ini kami mohon pinjamkan tiga puluh kursi.

(26b) Sehubungan dengan surat Saudara tanggal ..., kami tidak bermaksud membatalkan
perjanjian itu.

(27b) Selain itu, ingin kami jelaskan kepada Saudara....

(28b) Dalam surat itu, kami telah menjelaskan masalah itu, tetapi rupanya mereka belum
memahaminya.

(29b) Surat Bapak mengharapkan ....

Page 15
Contoh Surat

Berikut ini dicantumkan atau diberikan contoh-contoh surat Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa). Perhatikan penulisan dan penempatan bagian-bagian
surat yang sudah kita bicarakan di muka.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA (BADAN BAHASA)

JALAN DAKSINAPATI BARAT IV, RAWAMANGUN

JAKARTA 13220

KOTAK POS: 265 TELEPON: 4896558, 4894564, 4864584

NO. : 3599/F8/UI/86 22 Juli 1986

Hal : Padanan kata

Page 16
Yth. Kepala Bagian Arsip dan Ekspedisi

Biro Tata Usaha LIPI

Jalan Gatot Subroto No. 10

Dengan hormat,

Sehubungan dengan pernyataan Saudara melalui telepon dan disusul dengan surat tanggal
21 Juli 1986, No. 5590/Sk/K. 10/86, tentang padanan iman, ilmu, dan amal dalam bahasa
Sanskerta, saya ingin menjawabnya sebagai berikut.

Dalam buku Sanskrit in Indonesiakarangan J. Gonda (1973), kata iman berpadanan


dengan kata sraddha, kata ilmu berpadanan dengan kata widya, dan kata amal berpadanan
dengan kata bhakti.

Salam takzim,

Anton M. Moeliono

Kepala

Page 17
Kepala Surat

Nomor : 1806/F8/H.5/93 3 Juni 1993

Perihal : Rapat tim peneliti

Yth. Dr. Yayah B. Lumintaintang

Kepala Bidang Bahasa Indonesia dan Daerah

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Dengan hormat,

Kami mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat Tim Penelitian dan Pemetaan
Bahasa yang akan di adakan pada

Hari : Jumat

Tanggal : 18 Juni 1993

Mulai pukul : 13.00

Tempat : ruang rapat Kepala Pusat Bahasa

Dalam rapat itu, akan dibahas masalah program automasi hasil penelitian di Provinsi
Timor adn Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pemantapan persiapan penataran untuk Sulawesi
(empat propinsi) yang, menurut kesepakatan kita, akan diadakan pada bulan Agustus 1993.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Wasalam,

Hasan Alwi

Kepala

Page 18
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Korespodensi atau surat menyurat adalah salah satu bentuk komunikasi dengan
mempergunakan surat sebagai alat, oleh karena itu korespodensi merupakan salah satu alat
komunikasi yang sangat penting dan setiap waktu dilakukan dalam tugas sehari-hari dalam
kantor.

Surat merupakan salah satu alat komunikasi tertulis yang berasal dari satu pihak dan
ditujukan dari pihak lain utnutk menyampaikan berita dengan demikian jelas bahwa suratsangat
penting artinya dlam membantu memperlancar tujuan organisasi.

Perlu diusahakan agar data membuat surat dengan baik, sebab penilaian negative
terhadap surat akan dapat mempengaruhi pula penilaian negative dalam organisasi.

3.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka korespondensi sangatlah pentingdalam


suatu organisasi karena surat-menyurat merupakan salah satu bagian dari proses
komunikasi dalam organisasi yang berbentuk tulisan, proses korespondensiin lebih diutamakan
untuk lingkungan ekstern organisasi yang sangat berpengaruhdalam menciptakan link organisasi.
Dengan adanya korespondensi yang baik danrapi, maka dapat mendukung tercapainya
tujuan organisasi yaitu bisa bertahan (Survival) dan bisa tumbuh berkembang (Growth)

Page 19