Anda di halaman 1dari 13

DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PATH SEBAGAI POLA

KOMUNIKASI DIKALANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI


UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

Oleh:
Mutiara Claudia Varocty
00000005296

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK


ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
LIPPO KARAWACI, TANGERANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi komunikasi dan Internet yang pada dewasa ini kian
berkembang membuat pengguna internet semakin banyak, ditambah, pengguna internet
didukung dengan infrasruktur pendukung pengguna internet lainnya seperti jaringan Wireless
atau Wi-Fi. Internet dianggap sebagai media untuk mempermudah dalam mendapatkan
informasi tak terkecuali juga mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan, untuk
dapat lebih mudah berkomunikasi dengan teman atau kerabatnya, mahasiswa menggunakan
jaringan internet, baik yang diakses melalui handphone atau smartphone, terutama melalui
media social Path. Dalam mempermudah berkomunikasi dan mendapatkan dan berbagi
informasi, mahasiswa Universitas Pelita Harapan sering menggunakan Path karena Path lebih
mudah dalam mengakses dan mendapatkan informasi. Dimana Path memiliki beberapa fitur
yang dapat mengunggah foto atau video dengan tulisan, lokasi dimana pengguna saat itu
berada, meng-update status serta komentar, film, musik, serta buku kepada pengguna lainnya,
Path juga memiliki fitur dimana pengguna bisa memberitahukan bahwa ia sedang tidur
dengan tombol tidur, dimana ketika tombol tersebut diaktifkan, aplikasi Path ikut tidur atau
tidak bisa diakses dan dapat diakses kembali dengan tombol bangun. Dalam media social
Path juga memiliki fitur untuk saling mengirim pesan kepada pengguna Path lainnya.
Topik pada penelitian ini adalah Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path. Dimana
penelitian ini ingin melihat perbandingan pola komunikasi yang dilakukan sekelompok
pengguna media sosial Path dikalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita
Harapan. Melalui situs daring www.unesco.org (n.d) menjabarkan tentang remaja dengan
kelompok usia 15 -23 tahun merasakan bahwa berbagai rekan mereka menyampaikan
banyak informasi dalam media sosial. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah
mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan dengan range usia 18 22 tahun.

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah


Dalam penelitian tentang penggunaan Path sebagai media komunikasi dikalangan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan, penggunaan Path sebagai media
komunikasi memang tidak berdampak negatif, asalkan mahasiswa bijak dalam menggunakan
internet ini tetapi jangan sampai mahasiswa menggunakan media sosial ini dengan berlebihan
sampai melupakan komunikasi dunia interpersonal secara langsung atau fisik. Penelitian ini
menyangkut kejadian kejadian yang ada dalam lingkungan Universitas Pelita Harapan
FISIP, Jurusan Ilmu Komunikasi. Untuk itu diperlukan tanggapan - tanggapan Mahasiswa
Universitas Pelita Harapan, FISIP, Jurusan Ilmu Komunikasi terhadap hal hal seperti itulah
yang akan diteliti.
Oleh karena itu, secara umum penelitian ini didasarkan kepada identifikasi masalah
sebagai berikut.
Bagaimana pola mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan FISIP Jurusan
Ilmu Komunikasi terhadap penggunaan Path sebagai media komunikasi?

Penjabaran lebih spesifik rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :


1. Bagaimanakah tanggapan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan FISIP
Jurusan Ilmu Komunikasi tentang penggunaan Path sebagai media komunikasi di kalangan
mahasiswa ?
2. Bagaimanakah media sosial Path sebagai sarana bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi dalam mencari eksistensi diri
lewat feedback yang diperoleh?
3. Bagaimanakah media sosial Path sebagai sarana bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi dalam mencari informasi terbaru
mengenai tren musik, film, dan tempat?
4. Bagaimanakah dampak media sosial Path bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas
Pelita Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi dalam pergaulan dan keseharian aktifitasnya?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Mengetahui tanggapan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan FISIP
Jurusan Ilmu Komunikasi tentang penngunaan Path sebagai media komunikasi di kalangan
mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi.
2. Mengetahui bagaimana peran media sosial Path sebagai sarana mencari eksistensi diri lewat
feedback yang diperoleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan FISIP
Jurusan Ilmu Komunikasi.
3. Mengetahui seberapa besar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan FISIP
Jurusan Ilmu Komunikasi menanggapi tren musik, fim dan tempat melalui media sosial Path.
4. Mengetahui dampak media sosial Path bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita
Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi dalam pergaulan dan aktifitasnya.

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan dilakukannya masalah ini diharapkan :


1. Dengan penelitian ini dapat mengetahui gambaran yang jelas mengenai kebiasan
penggunaan media sosial Path dikalangan mahasiswa mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi
2. Penelitian ini dapat memberi masukan terhadap pihak pihak yang terkait.
3. Penelitian ini untuk mewaspadai para Mahasiswa yang terkait dalam penelitian.
4. Penelitian ini meberi manfaat bagi para Mahasiswa yang belum terkait dalam
penelitian ini. Agar si pembaca ini tidak melakukan hal negative yang terdapat pada
penelitian ini
5. Penelitian ini juga ikut serta dalam memberikan masukan, walaupun kecil kepada
dunia ilmu pengetahuan, dan semoga penelitian bermanfaat bagi kita semua.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN


2.1 Kajian Pustaka

Steward L.Tubbs mengembangkan model komunikasi yang dinamai Model Tubbs.


Model ini menjelaskan mengenai asumsi antara dua belah pihak antara komunikator dapat
menjadi komunikan, dan juga sebaliknya (Mulyana, 2002, h.153). Melalui model komunikasi
ini terdapat beberapa unsur, yaitu komunikator 1 yang juga dapat menjadi komunikan 2,
pesan, saluran, gangguan, dan komunikator 2 yang sekaligus juga dapat menjadi komunikaan
1. Gangguan pada model Tubbs diistilahkan sebagai interference atau kegaduhan (noise).
Melalui Model Komunikasi Tubbs memperlihatkan bahwa sosial media Path sebagai saluran
juga mempengaruhi proses komunikasi ini. Beberapa penjabaran yang telah disampaikan
sebelumnya melalui cuplikan, dapat dilihat kembali bahwa penggunaan fasilitas chat di Path
dipengaruhi oleh jaringan internet

Nama Tanggal Hasil Penelitian Perbedaan dengan Persamaan dengan


Jurnal Jurnal Penelitian Penelitan
Pola 22 Juli 1. Sosial media 1. Dalam 1. Penggunaan
Komunikas 2014 Path dalam penelitian, teori
i Pengguna memaknai populasi yang komunikasi
Sosial pesan melalui dilakukan yang sama
Media Path caption, dan penelitian dikarenakan
(Sebuah bahasa adalah memiliki
Studi memperlihatkan populasi yang beberapa
Deskriptif adanya pesan dalam bidang rumusan
Kualitatif) tambahan studi yang masalah yang
dengan cara sama sama
2. Penelitian ini 2. Pengambilan
berbahasa
lebih jenis media
pengguna Path
menekankan sosial Path
yang beragam.
pada dampak dikarenakan
Hal tersebut
penggunaan melejitnya
berpengaruh
media sosial penggunaan
pada
Path media sosial
pemaknaan
3. Keragaman
tersebut
terkait status.
bentuk dan
dikalangan
Kebiasaan kebiasan mahasiswa saat
untuk menulis penggunaan ini.
3. Penelitian yang
caption dengan media sosial
didasarkan atas
cara bahasa Path padan
tingginya arus
yang dilakukan populasi
komunikasi
cenderung dengan range
interpersonal
berpengaruh umur 18 23
didunia maya
kepada tujuan tahun.
berpengaruh
jangka pendek,
pada
yaitu kesan baik
komunikasi
dan simpati.
dikehidupan
Serta jangka
sosial sehari
panjang, yaitu
hari.
kecakapan
dalam menulis,
berbahasa
asing, dan
konsep diri.
2. Sosial media
path sebagai
gratifikasi bagi
khalayak
mencari
eksistensi diri
merupakan
dasar atau
landasan yang
melatar
belakangi
penggunaan
Path ketika
Feedback yang
diperoleh dari
pengguna Path
lainnya guna
memperlihatkan
keberadaan
seorang
individu dalam
kehidupan
sosial.
3. Informasi
tempat sebagai
refrensi untuk
dikunjungi dan
musik sebagai
refrensi untuk
didengarkan.
4. Pengetahuan
terhadap
seseorang juga
bisa didapatkan
melalui
postingan di
Path, yaitu
melalui update
status mengenai
musik yang
sedang
didengarkan.
Kemudian
terjadi
pengembangan
dari tahap
sekedar tahu
menjadi
memperoleh
rasa (Sense) dan
memunculkan
empati ketika
terjadi interaksi
di dunia nyata
terkait latar
belakang
mengapa
pengguna Path
memposting
status mengenai
lagu yang
sedang
didengar.
Saran : Dalam penelitian atas sampel yang diteliti harus lebih seragam agar hasil yang
didapatkan tidak bias dan mengarah sesuai teori komunikasi yang digunakan.

2.2 Kerangka Pemikiran

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini menyangkut tentang penggunaan media sosial
Path sebagai media komunikasi di kalangan mahasiswa Universitas Pelita Harpan FISIP
Jurusan Ilmu Komunikasi . Lingkup penelitian hanya di sekitar kampus Universitas Pelita
Harapan. Penelitian yang dilakukan hanya pada mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang
menggunakan Path sebagai media sosial yang rutin digunakan sebagai sarana komunikasi.

Hal ini didasari akan maraknya penggunaan media sosial Path dikarenakan media sosial
Path dapat memenuhi kebutuhan yang dicari oleh khalayak atau audience diantaranya adalah
mengenai Informasi yang memiliki unsur yaitu:
1. Khalayak tersebut mencari tahu mengenai situasi yang relevan mengenai wilayah
ataupun lingkungan sekitar, pada masyarakat, maupun dunia.
2. Khalayak mencari saran tentang berbagai hal praktis atau opini dalam pengambilan
keputusan.
3. Memuaskan rasa keingintahuan akan pengetahuan umum. (www.aber.ac.uk, N.D)

Kemudian dapat dikaitkan pula dengan poin kebutuhan yang dicari oleh khalayak atau
audience serta Sosial Media mengenai hiburan, yaitu:
1. Menyediakan kesenangan, pengalihan, dan sebagai alat relaksasi
2. Mengurangi tekanan sosial (McQuail, 2011, h.107-108)
3. Relaksasi
4. Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang disukai
5. Pelepasan emosional (www.aber.ac.uk, N.D)

Ketika gambar pola komunikasi yang sudah dikembangkan sebelumnya, dapat dijabarkan
bahwa pengguna Path yang adalah informan melakukan update status melalui Path, yang juga
melihat status yang diupdate oleh teman pengguna Path lainnya. Keduanya menyampaikan
pesan mengenai status tempat maupun musik yang merupakan pesan utama. Kedua pesan
utama tadi kemudian menjadi informasi yang didapatkan oleh masing - masing pengguna
Path terkait tren, berita, tempat maupun musik. Melalui pesan tersebut, menjadikan pengguna
Path mencari tahu informasi mengenai suatu tren, berita, tempat dan musik, dan hal tersebut
menjadikan informan mendapatkan pengetahuan baru. Karena juga dapat dijadikan sebagai
sarana hiburan, guna meningkatkan kesenangan, alat relaksasi, serta mengurangi tekanan
sosial, tidak menutup kemungkinan untuk dapat mengambil keputusan untuk pergi ke suatu
tempat tersebut ataupun juga mendengarkan kembali musik yang terkait dengan status
pengguna Path lainnya dan kembali memposting mengenai musik yang didengarkan

BAB III

METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif studi
kasus (case study). Data yang diperlukan untuk desain kualitatif adalah pertama, pengamatan
(observasi) dari fenomena komunikasi interpersonal pada saat menggunakan media sosial
Path. Pengamatan ini disebut variabel bebas (independent variable). Kedua, pengamatan
(observasi) dari fenomena kebiasaan penggunaaan Path. Pengamatan ini disebut variabel
terikat/tak bebas (dependent variable). Dalam penelitian Dampak Penggunaan Media Sosial
Path Sebagai Pola Komunikasi Dikalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pelita
Harapan peneliti menggunakan metode penelitan kualitatif karena dengan metode ini peneliti
dapat mengetahui dan menilai lebih dalam secara rasional fenomena yang terjadi dalam
penggunaan media sosial Path pada Mahasiswa Universitas Pelita Harapan, FISIP, Jurusan
Ilmu Komunikasi. Dan peneliti juga dapat meninjau lebih dalam fenomena penggunaan
media sosial Path dengan teori yang menjadi acuan penelitian berbanding fakta yang
ditemukan oleh peneliti dilapangan. Berdasarkan dengan acuan sebuah skripsi atau jurnal
kualitatif yang ada, terhadap penggunaan metode penelitian kualitatif ini juga, peneliti dapat
membandingkan hasil dan memperbaiki serta meningkatkan penelitian yang akan dilakukan
berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dikemukakan di jurnal atau skripsi tersebut.

BAB 1V
RENCANA, LOKASI, DAN JANGKA WAKTU PENELITIAN
4.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Pelita Harapan tepatnya di Karawaci, Tangerang.
Fakultas dan Ilmu Sosial Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi. Penelitian ini dilaksanakan
pada tahun 2017 mulai tanggal 5 Januari 2017. Penelitian ini menyita waktu tiga hari untuk
melakukan observasi dan wawancara yaitu pada tanggal 10-12 Januari 2017 tepatnya hari
Selasa, Rabu, dan Kamis di pagi dan siang hari. Penelitian ini dilakukan di Universitas Pelita
Harapan terhadap kebanyakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang menggunakan Path
sebagai media komunikasi sosial secara daring. Oleh karena itu , pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan deskriptif yaitu memperoleh gambaran mengenai sikap atau tanggapan
Mahasiswa Universitas Pelita Harapan FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi, dengan cara
observasi dan wawancara dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sedang rutin
menggunakan media sosial Path

Rancangan Kegiatan Minggu Pertama


Tanggal Waktu Kegiatan Deskripsi Kegiatan
5 Januari 2017 13.00 15.00 Memberikan Angket kepada
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan
6 Januari 2017 13.00 15.00 Memberikan Angket kepada
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan
7 Januari 2017 09.30 12.00 Memberikan Angket kepada
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan

Rancangan Kegiatan Minggu Kedua


Tanggal Waktu Kegiatan Deskripsi Kegiatan
10 Januari 2017 09.30 10.45 Memberikan Angket kepada
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan
11 Januari 2017 13.00 14.00 Memberikan Angket kepada
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan
12 Januari 2017 09.30-10.00 dan 13.30-14.00 Memberikan Angket kepada
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Pelita Harapan
Daftar Pustaka
1. Pinem, A.G (2014). Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path. Studi
Deskriptif Kuliatatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di
Kalangan Mahasiswa. Skripsi Tidak dipublikasikan. Diakses dari:
http://e-journal.uajy.ac.id/6424/1/JURNAL.pdf pada 22 November 2016.
2. McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa McQuails Mass
Communication Theory (Buku1 Edisi6). Jakarta: Salemba Humanika.
3. Muhammad, K. (2012). Perilaku Komunikasi Terpidana Kelompok
Terorisme, Jurnal Ilmu Komunikasi, 10, 117-133.
4. Mulyana, D. (2002). ILMU KOMUNIKASI Suatu Pengantar. Bandung :
PT REMAJA ROSDAKARYA. Mulyana, D. (2007). ILMU
KOMUNIKASI Suatu Pengantar. Bandung : PT REMAJA
ROSDAKARYA.