Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hasti Parlitasari

NIM : 135080101111067
Kelas : P01
Tugas Paper Meteorologi Laut

SIKLON TROPIS

Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Siklon tropis merupakan
bentuk gangguan cuaca ekstrim, yang terjadi diawali adanya depresi tropis atau pusat
tekanan rendah yang intensif di atas lautan sehingga memicu proses konveksi dan
pembentukan awan secara intensif pula. Akibat pengaruh gaya Coriolis maka terjadilah
pusaran awan yang bergerak ke arah barat atau barat laut. Oleh karena gaya Coriolis
ditentukan oleh posisi lintang tempat, maka gerak siklonik tidak dapat atau sulit terjadi di
daerah yang berada di dekat ekuator. Umumnya pembentukan siklon tropis ini efektif pada
daerah lintang di atas 10o lintang utara maupun lintang selatan. Radius rata-rata siklon tropis
mencapai 150 hingga 200 km. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai
kecepatan angin lebih dari 63 km/jam. Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai
sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan
hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya
mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta
bertahan setidaknya enam jam. Masa hidup suatu siklon tropis rata-rata berkisar antara 3
hingga 18 hari.

Siklon tropis dapat terbentuk dengan persyaratan berikut ini :

1. Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26,5 oC hingga ke kedalaman 60 meter


2. Kondisi atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan
Cumulonimbus. Awan-awan ini, yang merupakan awan-awan guntur dan merupakan
penanda wilayah konvektif kuat penting dalam perkembangan siklon tropis
3. Atmosfer yang relatif lembab di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan
atmosfer paras menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat
mendukung bagi perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon
4. Berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari katulistiwa. Meskipun
memungkinkan, siklon jarang terbentuk di dekat ekuator
5. Gangguan atmosfer di dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang
disertai dengan pumpunan angin.

Pertumbuhan badai tropis dapat dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

- Tahap lahir, ditandai oleh susunan awan yang nisbi acak dan garis badai yang berkaitan
dengan gerak gangguan gelombang angin timuran
- Tahap dewasa, ditandai oleh sirkulasi rotasi yang kuat dengan kondisi simetris dan pola
awan teratur disertai mata siklon yang bertekanan rendah
- Tahap mati, ditandai oleh sirkulasi yang makin melebar sehingga ukuran dan bentuknya
menjadi tidak simetris

Tiga syarat penting untuk pertumbuhan siklon tropis, yaitu:

1. Adanya wilayah perairan yang luas dengan suhu muka laut yang cukup tinggi, yaitu
lebih dari 27 C sehingga udara dapat terangkat dari lapisan atmosfer paling bawah
2. Harga parameter Coriollis lebih besar dari harga minimum tertentu pada daerah
lintang 5-8 LU dan 5-8 LS
Fc = fx , f = 2 sin dengan adalah kecepatan sudut rotasi bumi (7,29 10 5
rad/sekon), adalah lintang tempat, x = kecepatan angin (m/s), f = parameter
Coriolis
3. Adanya wind shear vertikal yang lemah. Arah pergerakan siklon tropis tidak tentu.
Seringnya siklon tropis bergerak kearah barat dan terkadang kearah kutub setelah
pembentukan awalnya

Sebutan siklon tropis tergantung pada lokasi kejadian. Di Atlantik dan Pasifik Timur
disebut Hurricane, di Pasifik Barat disebut Typhoon, di Filipina disebut Baguio, di Samudra
Atlantik dan di sekitar Australia, siklon tropis diberi nama seperti nama manusia seperti
disebut Willy-Willies. Misalnya, ada siklon tropis Andrew yang pernah menyapu bersih pantai
Florida pada tahun 1992, atau siklon tropis Tracy yang meratakan 80% pemukiman di
Darwin pada tahun 1998. Pengalaman menunjukkan bahwa dengan memakai nama wanita
akan lebih mudah dan dalam berkomunikasi akan lebih jelas. Sebagai contoh daftar nama
siklon tropis pada tahun adalah Anna, Blanche, Carol, Debbie, Eve, Francelia, Gerda, Holly,
Inga, Jenny. Di Samudra Pasifik Barat, nama siklon tropis bisa lebih bervariasi seperti
misalnya siklon tropis Anggrek (nama bunga), Durian (nama buah), Nuri (burung parkit
bermahkota biru), Halong (nama teluk di Vietnam).
Menurut klimatologinya, wilayah Indonesia yang terletak di sekitar garis katulistiwa
termasuk wilayah yang tidak dilalui oleh lintasan siklon tropis. Namun demikian banyak juga
siklon tropis yang terjadi di sekitar wilayah Indonesia dan memberikan dampak tidak
langsung pada kondisi cuaca di Indonesia. Contohnya saja, siklon tropis Rosie (2008) yang
terbentuk di sebelah barat Banten, siklon tropis Kirrily yang terbentuk di sekitar Kepulauan
Aru, siklon tropis Inigo, yang pada saat masih berupa bibit siklon sempat melintasi Nusa
Tenggara dan badai tropis Vamei (2001), yang diklaim sebagai badai tropis yang terbentuk
paling dekat dengan katulistiwa yaitu di sekitar semenanjung Malaka, tepatnya pada
koordinat 1.5 LU. Dengan menggunakan data tahun 1964 hingga 2005 untuk kejadian
siklon tropis di wilayah Samudra Hindia Tenggara dan tahun 1951 hingga 2006 untuk
kejadian siklon tropis di wilayah Pasifik Barat Laut, telah dilakukan perhitungan untuk
mendapatkan gambaran kejadian siklon tropis di wilayah dekat Indonesia terutama di
wilayah antara 90 hingga 150 BT dan 30 LS hingga 30 LU.

Daerah pertumbuhan siklon tropis dapat dibagi menjadi 7 wilayah. Ini mencakup wilayah
lautan di seluruh dunia :

No Nama Daerah Pertumbuhan Luasan Wilayah


1 Atlantik Utara Samudra Atlantik Utara, Laut Karibia dan Teluk
Meksiko
2 Pasifik Timur Laut Amerika Utara hingga 180 BT
3 Pasifik Barat Laut Sebelah Barat 180 BT, termasuk Laut Cina
Selatan
4 Hindia Utara Teluk Benggala dan Laut Arab
5 Hindia Selatan Samudra Hindia Selatan sebelah Barat 100 BT
6 Hindia Tenggara / Australia Bumi Belahan Selatan 100 142 BT
7 Pasifik Barat Daya / Bumi Belahan Selatan sebelah Timur 142 BT
Australia

Karena ukurannya yang sangat besar serta angin kencang dan gumpalan awan yang
dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang
dilaluinya. Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-
hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai
(storm surge). Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan
angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk
menenggalamkan kapal. Siklon tropis dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut
yang tinggi. Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan,
bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing
beterbangan yang mematikan.

Referensi :
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 2009. http://meteo.bmkg.go.id/siklon. Diakses
pada 11 Januari 2017.

Haryani, N. S dan A. Zubaidah. 2012. Dinamika Siklon Tropis Di Asia Tenggara


Menggunakan Data Penginderaan Jauh. Jurnal Teknologi Tahun 29 Nomor 324
September - Oktober 2012.

Prasetya, R., Asari dan W. Dayantolis. 2014. Analisis Dampak Siklon Tropis Nangka, Parma
dan Nida pada Distribusi Curah Hujan di Sulawesi Utara. Jurnal Fisika Dan
Aplikasinya. 10(1) : 1-9.

Suryantoro, A. 2008. Siklon Tropis Di Selatan Dan Barat Daya Indonesia Dari Pemantauan
Satelit TRMM Dan Kemungkinan Kaitannya Dengan Gelombang Tinggi Dan Puting
Beliung. Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara. 3(1) : 21-32.