Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN

Sebuah impian dan rencana yang dilaksanakan dengan sempurna adalah karakter
dari sebuah bisnis hebat. Pada tahun 1980, impian besar pemilik Starbucks
adalah membuka sebuah kedai di Portland, Oregon. Dengan lebih dari 11.000
kedai di seluruh dunia pada tahun 2008, maka perusahaan ini telah melampaui
cita-cita awalnya. Konsep sederhana Starbucks namun membuatnya sangat
berhasil adalah MENYEDIAKAN KOPI YANG NIKMAT DALAM SEBUAH
LINGKUNGAN YANG SANTAI DAN NYAMAN (STARBUCKS EXPERIENCE).

Seorang manajer Starbucks mengatakan, Cara kami membangun perusahaan


dengan berbagi kesukesan bersama semua orang yang terlibat di dalamnya dan
tidak mengabaikan orang-orang kami adalah contoh yang sangat bagus dalam
membangun bisnis dengan cara yang benar. Kami menyediakan sebuah lingkungan
kerja yang hebat dan memperlakukan satu sama lain dengan penuh rasa hormat
dan bermartabat. Apabila seorang pemimpin mengharapkan karyawannya bisa
memenuhi dan melampaui harapan pelanggan, maka pemimpin itu harus
membalasnya dengan memperhatikan dan melampaui harapan karyawannya. Para
karyawan harus merasa dihargai secara pribadi, dan karena di tempat kerja
itulah sebuah hubungan penuh makna dibangun.

1
Starbucks Corporation (NASDAQ: SBUX) adalah sebuah jaringan kedai kopi
dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah
perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,[1] dengan 15.012 kedai di 44 negara.[2]
Starbucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan
panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan biji kopi. Melalui divisi
Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga
memasarkan buku, musik, dan film.

Sejak pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat.
Pada tahun 1990-an, Starbucks banyak membuka kedai baru. Pertumbuhan ini
terus berlanjut sampai tahun 2000-an. Pada akhir Maret 2008, Starbucks telah
memiliki 16.226 kedai, 11.434 di antara berada di Amerika Serikat. Namun pada 1
Juli 2008, Starbucks mengumumkan bahwa mereka akan menutup 600 kedai dan
memotong rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat, dikarenakan
melemahnya kondisi ekonomi.[3][4] Pada 29 Juli 2008, Starbucks juga
memberhentikan 1.000 pegawainya. Penutupan dan pemberhentian kerja ini
merupakan akhir dari pertumbuhan pesat Starbucks yang dimulai pada tahun
1990-an.

Sejarah

Toko Starbucks yang pertama di Seattle.

Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada 1971 di Seattle oleh Jerry Baldwin,
Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan perusahaan
ini pada 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia, membuka jaringan
Il Giornale pada 1985. Beberapa saat setelah pemilik aslinya membeli Peet's
Coffee and Tea, Starbucks dijual pada Howard yang kemudian mengganti nama Il
Giornale dengan nama Starbucks pada 1987.

Starbucks pertama di luar Seattle adalah di Vancouver dan Chicago pada 1987
sedangkan cabang pertama di luar Amerika Utara terletak di Tokyo, Jepang yang
dibuka pada 1996.

2
Logo Starbucks Cafe 1992-2011

Logo Starbucks Cafe sejak 2011

Penjualan internasional

3
Negara yang memiliki Starbucks.

Duapuluh sembilan persen kedai Starbucks kini berada di luar Amerika Serikat.[5]

Starbucks kini dapat ditemukan di Argentina, Australia, Austria, Bahama,


Bahrain, Belgia, Brazil, Kanada, Chili, Cina, Cyprus, Czech Republic, Denmark,
Mesir, France, Jerman, Yunani, Indonesia, Irlandia, Jepang, Jordan, Kuwait,
Lebanon, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Oman, Peru, Filipina, Qatar,
Romania, Rusia, Arab Saudi, Singapore, South Korea, Spain, Switzerland, Taiwan,
Thailand, Turkey, United Arab Emirates, dan Britania Raya. Dan kedai baru akan
dibuka di Aljazair,[6] Bulgaria, Kolombia, Hungaria,[7] Poland,[7] and Portugal.[6]

Di Indonesia, hak waralaba Starbucks dimiliki oleh Mitra Adi Perkasa.

Kritik dan kontroversi


Di berbagai tempat di Amerika Serikat sejumlah gerai Starbucks telah menjadi
sasaran serangan sejumlah pihak yang berpendapat bahwa perusahaan ini menjadi
bagian dari homogenisasi kebudayaan Amerika dan arus globalisasi yang melanda
dunia. Bentuk serangan berbeda-beda, dari corat-coret di dinding, penuangan
lem pada kunci pintu dan jendela gerai untuk mempersulit orang masuk atau
mengotori jendelanya, hingga pemasangan surat pemberitahuan dengan kop surat
palsu Starbucks yang isinya mengumumkan dengan penuh penyesalan tentang
ditutupnya "ribuan gerai di seluruh dunia."

Sejarah Starbucks dimulai dari Seattle pada tahun 1971. Tiga orang sahabat,
Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker, yang semua memiliki passion pada
kopi, membuka sebuah toko kecil dan mulai menjual biji kopi yang telah
dipanggang, kopi bubuk dan alat-alat pemanggangan. Perusahaan ini berjalan
dengan baik, tetapi berbagai hal mulai berubah di tahun 80-an.

Pertama-tama, Zev Siegl menjual habis sahamnya pada tahun 1980. Pada waktu
itu, Starbucks adalah perusahaan roasting kopi yang terbesar di Washington

4
dengan enam toko pengecer. Pada tahun 1981 seorang salesman perlengkapan
plastik mengamati banyaknya termos plastik yang dibeli Starbucks dari
Hammarplast, perusahaan tempatnya bekerja. Howard Schultz namanya yang
akan melakukan pada Starbucks apa yang Ray Kroc telah lakukan pada
McDonald's, seorang salesman yang mampu melihat suatu produk hebat dengan
suatu peluang yang besar.

Howard Schultz
Pada tahun 1982 Baldwin menggaji Schultz sebagai kepala baru di bidang
pemasaran dan segera sesudah itu mengirimnya ke Milan untuk menghadiri
pameran perabotan internasional di Italia. Ketika tiba, Schultz langsung jatuh
hati pada kultur kopi yang mengejutkannya di Italia. Schultz pergi ke Verona dan
menyeruput caffe latte pertamanya. Ia juga mengamati sesuatu yang lebih
penting dibanding kopi. Bahwa patron tentang cafe adalah tempat ngobrol atau
menikmati kesendirian selagi menghirup kopi pada lingkungan yang nyaman. Itu
adalah momen "aha!" dimana inspirasi datang tiba-tiba.

Ide Besar
Schultz menguraikan saat itu sebagai suatu saat dimana ide-ide besar muncul,
"Mengapa tidak menciptakan tempat gathering komunitas-komunitas seperti
kedai kopi di Italia itu di Amerika Serikat?" Bisakah Dunia Lampau bertemu
Dunia Baru? Jika itu mampu dicapai, itu akan menjadi cara pemasaran yang
jenius.

Pada tahun 1983 manejer pemasaran itu mempunyai suatu visi untuk menciptaan
kembali sihir dan romansa di balik kedai kopi Italia, dan ingin menguji konsep
penjualan espresso di luar Italia.

Santai Sajalah! Kita Hanya Menjual Biji Kopi


Meski demikian, gagasan Schultz tidak berjalan baik dengan Baldwin. Baldwin
tidak siap untuk memasuki bisnis rumah makan, tidak ada suatu hal pun yang
mengalihkan perhatiannya dari rencana awal untuk menjual biji kopi utuh. Tetapi
ia membiarkan Schultz mencoba membuka kedai espresso kecil di sudut salah
satu tokonya.

Il Giornale dan Starbucks Mengambil jalan Yang Berbeda


Ketika Starbucks Coffee membuka tokonya yang keenam di pusat kota Seattle,
toko kopi itu menjadi sebuah hit. Suatu pencapaian sukses yang cepat.

Schultz, di samping itu, mengembangkan bisnisnya sendiri dan membuka sebuah


kedai kopi yang dinamai beerdasarkan surat kabar Italia yang paling besar, Daily,

5
atau Il Giornale. Dua bulan kemudian, toko yang baru itu sudah melayani lebih
dari 700 pelanggan dalam satu hari, dan penjualannya melebihi 300 persen dari
lokasi-lokasi Starbucks.

Sold Out: Ini Adalah Perusahaanku Sekarang


Pada tahun 1987 pemilik Starbucks Coffee Company memutuskan untuk menjual
bisnis kopi mereka, beserta nama, pada suatu kelompok investor lokal dengan
angka $37 juta. Schultz mengumpulkan dana dengan meyakinkan investor-
investor itu dengan visinya bahwa mereka bisa membuka 125 outlet dalam lima
tahun berikutnya. Ia juga mengubah logo Il Giornale, gambar putri duyung
telanjang dada, menjadi suatu figur yang lebih bisa diterima secara umum. Nama
perusahaan juga diubah dari Il Giornale ke Starbucks, dan akhirnya ia
mengkonversi enam toko pemanggangan (roasting) Starbucks menjadi kedai-
kedai kopi yang rapi dan nyaman.

Era Pertumbuhan
Sejarah Starbucks Coffee barulah memulai bentuknya. Dengan awalnya dimulai
dari 17 toko pada tahun 1987, perusahaan berekspansi dengan cepat menuju
kota-kota yang lain: Vancouver, Portland, dan Chicago.

Pada tahun 1991 Starbucks juga telah memperluas bisnis mereka melalui pesanan
katalog lewat pos dan mendapatkan lisensi membuka toko di airport dan
berekspansi lebih lanjut ke negara bagian California.

Pada tahun 1992 perusahaan masuk ke bursa, dan setelah penawaran saham
perdana, Starbucks melanjutkan pertumbuhan dengan kecepatan phenomenal
yang tidak seorang pun pernah melihatnya di dunia perkopian sebelumnya. Pada
tahun 1997 jumlah Starbucks Coffee tumbuh sepuluh kali lipat, di Amerika
Serikat, Jepang, dan Singapura.

Perluasan-perluasan Bisnis Lain


Tidak cukup cukup hanya sebagai kedai kopi, Starbucks memulai beberapa
perluasan produk dan merek yang lain.

Menawarkan kopi Starbucks di penerbangan United Airlines.

Menjual teh premium melalui Tazo Tea Company yang dimiliki Starbucks.

Menggunakan Internet untuk penawaran langsung sebagai pilihan untuk


membeli kopi Starbucks secara online.

Mendistribusikan biji utuh dan kopi bubuk melalui supermarket.

6
Memproduksi es krim kopi premium bersama Dreyer's.

Menjual CD di toko eceran Starbucks.

Sukses Starbucks sebagian besar dicapai melalui pengiklanan dari mulut ke


mulut, dan hal ini membuat namanya menjadi kata yang populer. Pada tahun fiskal
2004, Starbucks meraih catatan 1,344 toko di seluruh dunia.

Sejarah Starbucks menunjukkan bagaimana sebuah toko roasting kopi regional


berskala kecil, penjual biji kopi, menjadi sebuah perusahaan internasional dengan
lebih dari 9.000 lokasi di 34 negara yang melayani 20 juta pelanggan lebih dalam
waktu seminggu.

THE STARBUCKS EXPERIENCE 5 PRINSIP UNTUK MENGUBAH HAL


BIASA MENJADI LUAR BIASA

PRINSIP I : LAKUKAN DENGAN CARA ANDA

Starbucks membangun sebuah hubungan personal untuk mengingat KEBUTUHAN


DAN SELERA PELANGGAN karena pengetahuan adalah kekuatan (knowledge is
power). Dengan bersikap ramah, Starbucks menciptakan sebuah ikatan yang
mengundang pelanggan untuk berkunjung dan berkunjung lagi. Di Starbucks,
bersikap tulus berarti BERHUBUNGAN, MENEMUKAN, dan MERESPONS.
Mendengarkan hanyalah salah satu bagian dari penciptaan hubungan dengan
pelanggan. Bisnis juga harus bisa menemukan kebutuhan dan kondisi unik dari
setiap pelanggan serta kemudian mencari cara untuk memenuhi kebutuhan
tersebut.

Sebagian besar bisnis dapat sukses dengan hanya berfokus pada pencarian cara-
cara untuk memudahkan hidup pelanggan. Pegawai Starbucks haruslah
MEMILIKI WAWASAN, MENYUKAI APA YANG ANDA LAKUKAN, dan
BERBAGI WAWASAN kepada orang lain. Kita harus mampu memperkuat
pengalaman pelanggan dengan wawasan kita. Salah satu manajer Starbucks
mengatakan, Terdapat pelanggan yang mengirim surat yang menjelaskan bahwa
harinya sangat buruk sekali, tetapi setelah mengunjungi Starbucks, dia
mendapatkan kebahagiaan dan mampu mengatasi masalahnya . Orang-orang ingin
menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Mereka
ingin menjadi bagian dari sesuatu yang dapat menyentuh hatinya.

7
PRINSIP II : SEMUANYA PENTING

BISNIS RETAIL ADALAH TENTANG DETAIL. Detail kecil kadangkala


membedakan antara kesuksesan dan kegagalan. Dan benar-benar tidak ada satu
cara pun untuk menyembunyikan mutu yang jelek. Komitmen terhadap detail
adalah hal yang sangat penting dalam semua bisnis. Jika anda mengabaikan hal-
hal kecil yang dianggap penting oleh orang-orang yang anda layani, anda akan
gagal menciptakan pengalaman yang mereka harapkan. Para pemimpin Starbucks
sangat peduli pada semua hal seperti lingkungan fisik, mutu produk, perlunya
penyusunan prioritas kerja, pentingnya reputasi perusahaan, bahkan budaya yang
menyenangkan. Secangkir kopi yang nikmat hanyalah sebagian dari formula
kesuksesan Starbucks.

Jika Starbucks bisa menghibur pelanggan dan memberi mereka ide, alat, sesuatu
untuk dicari saat mereka keluar dari kedai, maka Starbucks adalah persinggahan
yang lebih dari sekedar tempat minum kopi. Keberhasilan Starbucks sebagian
dimulai dari kemauan untuk menantang pemikiran konvensional sembari
memperhatikan hal-hal detail yang memungkinkan Starbucks untuk berinovasi .
Salah satu contohnya ketika perusahaan berusaha mengembangkan kemasan yang
sanggup mempertahanan kesegaran kopi, tidak hanya tujuh hari, tapi sampai
enam minggu.

Dengan bersikap waspada dan hati-hati terhadap orang yang berhubungan dengan
anda, pada akhirnya hal itu akan melindungi bisnis dan merek anda. Lingkungan
kerja yang positif dan menyenangkan menghasilkan anggota staf yang vital dan
peduli. Seorang direktur menceritakan pentingnya kebersamaan, kebahagiaan,
dan bersenang-senang di kedai, yang pada gilirannya dapat memberikan energi
pada pengalaman pelanggan. Ketika CEO dan pemimpin dewan direksi menghargai
dan mempraktikkan apresiasi, budaya biasanya berkembang di mana orang saling
mengingatkan satu sama lain untuk berbuat baik, dan hal itu dapat meningkatkan
sikap yang diharapkan dan menghasilkan keunggulan. Sebagian besar pemimpin
perusahaan dapat memperkokoh hubungan emosional antara perusahaan dan para
pelanggannya dengan mendengarkan masalah-masalah kemasyarakatan yang
menjadi perhatian utama para pelanggan itu. Tetapi percayalah, apapun jenis
musiknya, suguhan istimewanya, atau ketersediaan perangkat nirkabelnya,
keberhasilan Starbucks tidak terlepas dari toilet-toiletnya yang bersih dan
gratis.

TIDAK HANYA SEMUANYA PENTING, TETAPI JUGA SEMUA ORANG


PENTING.

8
PRINSIP III : SURPRISE AND DELIGHT

Starbucks menyentuh kehidupan orang lain. Kesediaan untuk memedulikan orang


lain sering menjadi KEJUTAN yang menyenangkan. Seorang petugas
mengingatkan seorang CEO Starbucks tentang betapa pentingnya mengingatkan
para prajurit yang sedang bertugas bahwa pegawai Starbucks juga memikirkan
mereka. Menambahkan senyuman di sana-sini bisa mengubah hari-hari orang lain.
Bahkan Starbucks menjadi tempat ketiga setelah rumah dan kantor. Starbucks
menyediakan tempat untuk berbincang, berhubungan, dan menyambung kembali
hubungan. Selain itu jangan lupakan barang langka dan berharga bernama
KONSISTENSI. Ketika sebuah bisnis bisa memenuhi selera sejumlah besar
orang secara konsisten, individu lainnya akan ikut bergabung di lokasi tersebut
untuk bersenang-senang dengan komunitas.

Jadi untuk dapat berhasil, maka CARILAH KEBUTUHAN MASYARAKAT, DAN


MASUK, SERTA PENUHILAH. Jangan lupa memberi SURPRISE.

PRINSIP IV : TERBUKA TERHADAP KRITIK

Pendekatan edukasional berkumandang dalam kebudayaan yang sangat


menghargai informasi. Harus mengerti apa yang PENTING bagi orang-orang di
pasar tersebut dan menunjukkan bahwa mereka memiliki KEPEDULIAN yang
tulus terhadap kesejahteraan masyarakat.

Jangan keberatan dikritik. Jika tidak benar, abaikan saja. Jika tidak adil,
jangan tersinggung. Jika tidak beralasan, tersenyumlah, jika tidak terbukti
itu bukan kritik, pelajarilah. Kritik merupakan kesempatan untuk belajar lebih
banyak mengenai apa yang bisa kita lakukan, bagaimana menjadi lebih baik, dan
bagaimana menangani masalah secara berbeda. Ketika bersalah, akuilah,
perbaikilah, dan tetap pada jalur di mana anda dapat membuat perubahan positif.
Starbucks telah belajar untuk tidak mengurangi kritik yang masuk dan
mengingkarinya tetapi mendengarkan untuk memetik kesempatan belajar yang
datang dari suara-suara tersebut.

Pemimpin yang hebat membuang keangkuhannya dan membuka telinga serta


pikiran terhadap masukan dari orang lain, menerima kritikan sebagai sarana
pengembangan yang berharga. Namun demikian, pemimpin harus mampu
membedakan antara pelanggan yang menginginkan masalahnya segera diselesaikan
dengan pelanggan yang tidak akan pernah puas atau berhenti mengeluh.

9
Ada kalanya terdapat penolakan demi penolakan. Evaluasi yang teliti terhadap
penolakan seringkali memengaruhi kesuksesan dan kegagalan. Ada saatnya dalam
bisnis ketika penolakan justru membesar di tengah usaha untuk menenangkannya,
ini merupakan pertanda bahwa cara terbaik adalah menjauh. Konsep terbuka
terhadap kritik banyak menyangkut penghargaan terhadap sudut pandang orang
lain. Ketika penolakan tersebut tidak kunjung mereda, saatnya untuk memilih
pergi dan berkata akan ada lokasi lain di hari lain.

Reputasi sebuah bisnis atau merek bisa sangat terpengaruh desas-desus, kabar
yang tidak sepenuhnya benar, dan kesalahan informasi. Sebelum informasi
menyesatkan beraksi, pemimpin harus segera menemukan jalan untuk
mengomunikasikan berita yang sebenarnya sehingga semuanya dapat diluruskan.
Ketika tragedi WTC 1999, Starbucks tidak mau memberi minuman gratis pada
para korban. Hal ini dikritik oleh seorang pelanggan yang mengatakan bahwa
perusahaan yang masih saja memikirkan keuntungan di saat krisis seperti itu
tidaklah pantas mendapat uang jerih payah orang lain. Untungnya pemimpin
Starbucks memahami bahwa sebagian besar orang bersedia memaafkan
kesalahan manusia, yang tidak dapat mereka toleransi adalah kegagalan untuk
mempertanggungjawabkan kesalahan atau keengganan untuk memecahkan
masalah. Setelah pemilik Starbucks meminta maaf atas sikap mereka, maka
masyarakat pun memaafkan.

Starbucks mendorong pegawainya untuk tidak mengajukan pertanyaan ya atau


tidak, tetapi bagaimana. Pegawai di semua tingkatan harus membiasakan diri
tidak hanya dengan apa yang sedang dikatakan pelanggannya, tapi juga apa yang
tidak.

PRINSIP V : LEAVE YOUR MARK

Starbucks ingin memberi kontribusi positif pada komunitas dan lingkungan.


Starbucks berkomitmen terhadap peran kepemimpinan berwawasan lingkungan di
semua aspek bisnisnya. Starbucks memenuhi misi ini dengan berkomitmen:

Memahami masalah lingkungan dan berbagi informasi dengan mitra


Starbucks.

Menciptakan solusi inovatif dan fleksibel untuk membawa perubahan.

Berusaha keras membeli, menjual, menggunakan produk yang ramah


lingkungan.

Menanamkan tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai nilai perusahaan.

10
Starbucks berpendapat bahwa CSR berubah dari masalah kedermawanan menjadi
cara Starbucks menjalankan bisnis. Ini sungguh transformasional. Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa

Masyarakat cenderung berbisnis dengan dan bekerja untuk perusahaan


yang memiliki kepedulian sosial.

Pelamar kerja yang paling berbakat dan berkualitas semakin


mempertimbangkan etika serta dukungan perusahaan terhadap masyarakat
ketika memilih tempat kerja.

Keyakinan pegawai tiga kali lipat lebih tinggi pada perusahaan yang secara
aktif terlibat dalam masyarakat dibanding yang tidak.

Ketika lingkungan kerja pegawai selaras dengan nilai-nilai pribadinya,


mereka menjadi lebih produktif.

Perusahaan yang berfokus pada pengaruh lingkungan biasanya dihargai 5%


lebih tinggi dibandingkan yang tidak.

Partisipasi pegawai dalam aktivitas berbasis komunitas dapat memperkuat


kerja sama tim, keahlian kepemimpinan, dan identitas perusahaan mereka.

Upaya-upaya peduli masyarakat akan membangkitkan hubungan yang lebih kuat


antara Starbucks dengan warga, politisi, serta pemuka daerah. Starbucks
diterima sebagai anggota masyarakat yang sejati dan penuh welas asih, bukan
sekedar pihak asing yang semata-mata ingin mengeruk keuntungan untuk dibawa
pulang ke negerinya sendiri.

Kutipan :

Saat ini kita hidup pada masa Aku harus segera punya, dan barang
tersebut haruslah hebat.

Barista : peracik kopi

Jangan pernah meragukan bahwa sekelompok kecil orang yang memiliki


komitmen dan peduli bisa mengubah dunia. Bahkan kelompok inilah satu-
satunya yang pernah mengubah dunia.

Tambahan

11
Starbucks berhasil melewati Coca Cola dalam meraih fans terbanyak di
face book berdasarkan laporan dari Inside Facebook (Facebook 2009).

Ada berbagai program Starbucks yang sangat menarik seperti kupon


gratis, nyontreng pemilu mendapat minum kopi gratis, dll.

Pengguna iPhone di Boston (2009) keranjingan delapan kali lebih banyak


dibandingkan pengguna smartphone lain dalam hal mencari informasi soal
Starbucks.

Starbucks, sebuah kedai kopi dengan penjualan pada tahun 2006 sebesar
USD7,7 Miliar atau jika dirupiahkan sama dengan Rp. 77 Triliuh (kurs 10
ribu). Bandingkan penjualan Matahari Rp. 12 T, maka Penjualan KEDAI
KOPI ini adalah 6,5x lebih besar daripada penjualan Matahari di seantero
Indonesia. Atau Sama dengan pendapatan Telkom selama 1 tahun. Awalnya
starbucks bukanlah caf atau kedai kopi melainkan sebuah toko penjual
biji kopi segar yang baru dipanggang baik dalam bentuk utuh maupun
gilingan. Didirikan oleh Gerald Baldwin, Zev Sielg dan Gordon Bowker.
Adalah Howard Schult, seorang yang begitu cinta pada pemasaran dan
bisnis Starbucks, datang memasuki kehidupan starbucks. Dia datang dan
berusaha meyakinkan para pemilik starbucks bahwa dia dapat membuat
mukjizat pada sisi penjualan dan pemasaran. Setelah 12 bulan dia berhasil
meyakinkan mereka. Schult pun bersedia menerima pemotongan gaji dan
Ditawari sebagai ganti gaji, sedikit saham dalam perusahaan. Schult
menemukan konsep kafe di italia, ada aspek ROMANTIS, NYAMAN dan
KOMUNAL di caf caf italis. Dimana para pelayan bercakap cakap
dengan pelanggan tetap sambil menyajikan kopi dengan cekatan. Dia segera
memahami RITUAL tersbut dan menyadar bahwa minum kopi bukanlah
hanya sekedar secangkir kopi, segalanya penting. Pada tahun 1987, setelah
mengumpulkan uang sebesar 3,8 juta dollar AS melalui sekelompok
investor, dia membeli saham starbucks dari pemilik lama. Karena pemilik
lama hanya mengabiskan uang untuk membeli toko kopi lainnya. Karena kini
ia telah menjadi kapten kapal starbucks, schultz siap mengubah ulang
bisnis tersebut. Dia mempertahankan para pencari kopi yang andal, para
pemanggang kopi, dan juga para eksekutif kelas tinggi seperti dari Dell,
Kodak dan Pepsi. Hasilpun terlihat, Dalam 4 tahun, nilai bisnis berkembang
dari 4 juta dollar menjadi 273 juta dollar AS. Ketika pertama kali
memasuki pasar saham di tahun 1992, nilai saham meningkat lebih dari
3000% sejak debutnya (artinya kalau anda membeli saham starbucks
senilai 1 juta waktu itu, saat ini uang anda 30 juta). Dari 1987 hingga 1997
Starbucks berkembang dari 17 gerai menjadi 1412 gerai dan kini ada

12
12.000 gerai di 37 negara (data tahun 2007, saat ini Satrbucks banyak
menutup gerai di Amerika karena krisis ekonomi)

KESIMPULAN YANG DAPAT DIAMBIL

Bisnis starbucks menurut pandangan saya adalah, suatu kedai kopi yang tidak
hanya menyuguhkan minuman kopi yang berbasis espresso, minuman dingin dan
panas , makanan ringan, serta cangkir dan biji kopi saja melainkan juga
pelayanannya. Di starbuck terdapat pelayanan yang tidak terdapat di warung kopi
biasa, sehingga harga kopi di starbucks relatif lebih mahal dibandingkan warung
kopi biasa. Tempat yang lebih indah diiringi musik klasik serta ruangan ber AC ini
juga bisa dimanfaatkan para pembisnis untuk mengadakan meeting bersama
cliennya di starbucks. Fasilitas yang di berikan di starbuck lebih menyenangkan
karena terdapat wifi sehingga para konsumen bisa melakukan akses internet
gratis sambil minum kopi di sana. Starbucks juga menyediakan Entertainment
dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan
film. Konsef di starbucks mengikuti konsep kafe di italia, ada aspek ROMANTIS,
NYAMAN dan KOMUNAL di caf caf italis. Dimana para pelayan bercakap
cakap dengan pelanggan tetap sambil menyajikan kopi dengan cekatan. Starbucks
juga menyambut kedatangan konsumen dengan keramahan dalam pelayanannya
sehingga menciptakan sebuah ikatan yang mengundang pelanggan untuk
berkunjung dan berkunjung lagi. Di indnesia bisnis sarbucks banyak di sukai oleh
para pemuda, pembisnis, serta keluarga yang hanya sekedar berbincang-bincang
ringan sambil menikmati kopi dan pelayanan yang di berikan di starbucks sendiri.
Starbucks adalah persinggahan yang lebih dari sekedar tempat minum kopi.
Keberhasilan Starbucks sebagian dimulai dari kemauan untuk menantang
pemikiran konvensional sembari memperhatikan hal-hal detail yang
memungkinkan Starbucks untuk berinovasi. Salah satu contohnya ketika

13
perusahaan berusaha mengembangkan kemasan yang sanggup mempertahanan
kesegaran kopi, tidak hanya tujuh hari, tapi sampai enam minggu.

KATA PENUTUP

Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan
saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan
penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada
umumnya.

14
REFERENSI
http://forum.vibizportal.com/showthread.php?t=26984

http://faniindraka.wordpress.com/2010/01/06/resensi-the-starbucks-experience-5-
prinsip-untuk-mengubah-hal-biasa-menjadi-luar-biasa/

www.ipotnews.com/index.php?...Starbucks...Bisnis..

forum.vibizportal.com ... Sales & Marketing

(http://kerzt.com/2009/03/17/starbucks-kedai-kopi-rp-77-triliun/).

15
16