Anda di halaman 1dari 9

Awal terbentuknya sebuah desa di masa lalu sangatlah unik karena tidak terlepas dari

potensi yang ada pada saat itu dan teknologi yang mereka miliki, misalnya dari yang
bersifat nomaden kemudian menetap di suatu tempat dengan mengelompok yang
disebut pradesa, kemudian berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan
potensi yang ada pada desa.

Desa sebagai kesatuan masyarakat memiliki kesamaan tiga hal yang dalam bahasa Jawa
adalah : rangka (wilayah), darah (satu keturunan), dan wilayah (ajaran/adat istiadat) dan
ini merupakan sebuah modal/potensi yang dikembangkan untuk terbentuknya sebuah
desa.

Potensi apakah yang dimiliki desa sehingga dapat dimanfaatkan dan menjadi sebuah desa
berkembang maju. Mari kita lihat dan baca serta pahami dengan baik.

Dua macam potensi desa yaitu:


1. Potensi fisik yang meliputi, tanah air, iklim dan cuaca, flora dan fauna
2. Potensi non fisik, meliputi; masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial desa, dan
aparatur desa, jika potensi dimanfaatkan dengan baik, desa akan berkembang dan desa
akan memiliki fungsi, bagi daerah lain maupun bagi kota.
Potensi desa merupakan segala sesuatu yang ada di desa yang dapat dioptimalkan untuk
pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Potensi desa terbagi menjadi dua yaitu potensi
fisik dan potensi non fisik.
1. Potensi fisik
Potensi fisik adalah potensi yang berkaitan dengan sumber daya alam yang ada di desa
seperti tanah, air, lahan pertanian, hewan ternak, cuaca iklim dan lainnya. Lokasi desa di
Indonesia berbeda-beda karena kenampakan fisik dan morfologi Indonesia beranekaragam
mulai dari dataran rendah, pantai, bukit sampai pegunungan. Perbedaan kenampakan
fisik tersebut akan berpengaruh terhadap jenis potensi desa yang bersangkutan. Misalnya
di desa yang berlokasi di wilayah pantai maka dapat diketahui kondisi cuaca dan iklim di
daerah tersebut adalah panas. Sedangkan sumber daya alam yang ada di pantai antara
lain tambak, kelapa, ikan, terumbu karang dan lainnya. Beda halnya dengan di wilayah
dataran tinggi yang berhawa sejuk maka potensi fisik desanya akan berupa daerah
pertanian yang subur, sayuran, dan hewan ternak.
2. Potensi non fisik
Potensi non fisik adalah segala potensi yang berkaitan dengan masyarakat desa dan tata
perilakunya. Potensi non fisik lainnya adalah lembaga desa, aparatur desa, adat istiadat
dan budaya. Suatu masyarakat desa yang hidup dalam waktu yang lama akan membentuk
tata kehidupan tersendiri. Tata kehidupan akan dipengaruhi oleh kondisi alam wilayah
desa itu sendiri. Misalnya Desa di daerah Tengger yang berlokasi di daerah Gunung Bromo
sering melakukan upacara adat Kasodo dengan membuang sesajen ke kawah Bromo
sebagai bentuk ritual meminta keselamatan. Beda halnya dengan desa yang berada dekat
pantai seperti di Parang Tritis yang sering melakukan upacara buang sesajen ke laut.
1. Pengertian Desa
Apa itu Desa? Untuk lebih memahami pengertian desa, mari kita simak pendapat para ahli tentang
pengertian desa.

a. Menurut Bintarto
Desa adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi,
politik, dan kultural yang terdapat di tempat tersebut dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan
daerah-daerah lain.

b. Menurut Sutardjo Kartohadikusumo


Desa adalah suatu hukum yang di dalamnya bertempat tinggal suatu masyarakat yang berhak
menyelenggarakan pemerintahan sendiri.

c. Menurut D. Anderson
Desa adalah suatu tempat yang mempunyai penduduk sekitar 2.500 jiwa.

d. Menurut W.S. Thompson


Desa merupakan salah satu tempat untuk menampung penduduk.

e. Menurut Vernor C. Finch dan Glenn T. Trewartha


Desa pada prinsipnya hanya berupa tempat tinggal, bukan sebagai pusat bisnis. Pada umumnya, desa
terdiri atas daerah persawahan dan bangunan-bangunan sederhana yang mengelilinginya.

f. Menurut William F. Orburn dan Meyer F. Nimkoff


Desa diartikan sebagai organisasi kehidupan sosial secara menyeluruh dalam suatu wilayah yang
terbatas.

g. Menurut UU RI No. 22 Tahun 1999


Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam
sistem pemerintahan nasional dan berada di dalam daerah kabupaten.

Baca Juga >> Pengertian Industri Beserta Tujuan dan Penggolongannya

2. Ciri-Ciri Desa
Desa tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Masyarakat desa mempunyai hubungan erat dengan lingkungan alamnya.
Iklim dan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap petani dalam menentukan musim tanam.

Keluarga desa merupakan suatu unit sosial.

Jumlah penduduk desa tidak begitu besar.

Struktur ekonominya dominan agraris.

Masyarakat desa merupakan suatu paguyuban (gemeinschaft).

Proses sosialnya berjalan lambat.

Warga desa pada umumnya berpendidikan renda.


Namun dalam perkembangannya, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan desa berjalan karena
keterbukaan hubungan desa dan kota terdekat serta keterbukaan dengan negara lain.

Baca Juga >> Pengertian Peta Beserta Batasan dan Jenisnya

3. Unsur-Unsur Desa
Berdasarkan pengertiannya, desa meliputi tiga unsur, yaitu wilayah, penduduk, dan tata kehidupan.
Unsur daerah atau wilayah meliputi lokasi atau letak, batas-batas wilayah, luas, keadaan lahan,
jenis tanah, serta pola pemanfaatannya.
Unsur penduduk meliputi jumlah, tingkat kelahiran, tingkat kematian, pertumbuhan penduduk,
kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk.

Unsur tata kehidupan meliputi pola tata pergaulan dan ikatan pergaulan, adat istiadat, dan
norma-norma yang berlaku di daerah tersebut.

4. Klasifikasi Desa
Penggolangan atau klasifikasi desa secara umum dapat ditinjau dari beberapa aspek, di antaranya aspek
perkembangan masyarakat, aspek mata pencaharian penduduk, aspek luas, dan aspek jumlah
penduduk.

a. Berdasarkan Perkembangan Masyarakat


Klasifikasi desa dilihat dari perkembangan masyarakat adalah sebagai berikut.
Desa Swadaya adalah suatu desa yang kondisinya statis tradisional.
Desa swakarya adalah suatu desa yang mulai mendapat pengaruh dari luar berupa pembaruan
di berbagai bidang kehidupan.

Desa swasembada adalah suatu desa yang masyarakatnya telah amju, sudah mengenal
modernisasi pertanian, teknologi maju mulai digunakan, dan pendidikan masyarakat tinggi
sehingga mampu berpikir secara rasional.

b. Berdasarkan Mata Pencaharian Penduduk


Klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian penduduk adalah sebagai berikut.
Desa pertanian adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai
petani.
Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai
nelayan.

Desa industri adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai
pekerja di bidang industri.

c. Berdasarkan Luas Wilayah


Klasifikasi desa berdasarkan luas wilayahnya adalah sebagai berikut.
1. Desa terkecil adalah desa yang luasnya kurang dari 2 km2.
2. Desa kecil adalah desa yang luasnya 2-4 km2.
3. Desa sedang adalah dsa yang luasnya 4-6 km2.
4. Desa besar adalah dsa yang luasnya 6-8 km2.
5. Desa terbesar adalah desa yang luasnya 8-10 km2.

d. Berdasarkan Jumlah Penduduk


Klasifikasi desa berdasarkan jumlah penduduknya adalah sebagai berikut.
1. Desa terkecil adalah desa yang berpenduduk kurang dari 800 orang.
2. Desa kecil adalah desa yang berpenduduk 800-1.600 orang.
3. Desa sedang adalah desa yang berpenduduk 1.600-2.400 orang.
4. Desa besar adalah desa yang berpenduduk 2.400-3.200 orang.
5. Desar terbesar adalah desa yang berpenduduk lebih dari 3.200 orang.

Menurut Kolb dan Brunner, di Amerika Serikat pernah diadakan penggolongan desa berdasarkan jumlah
penduduk dan hasilnya sebagai berikut.
1. Desa kecil (small village) adalah desa yang jumlah penduduknya 250-1.000 jiwa.
2. Desa sedang (medium village) adalah desa yang jumlah penduduknya 1.000-1.750 jiwa.
3. Desa besar (large village) adalah desa yang jumlah penduduknya 1.750-200 jiwa.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Desa, Potensi Desa, Dan Kaitannya dengan Perkembangan
Desa. Semoga bermanfaat!
Desa, sebuah kata yang sering kita dengar dan bahkan kita semua berasal dari desa. Sebuah negara
tidak akan ada jika tidak diawali dari sebuah pemerintahan desa. Desa dapat diartikan sebagai tempat
kelahiran, tempat mudik dll. Berikut ini beberapa definisi desa yang berkembang di masyarakat.

R.Bintarto. (1977)

Desa adalah merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial,
ekonomis politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.

Sutarjo Kartohadikusumo (1965)

Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan
rumahtangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.

William Ogburn dan MF Nimkoff

Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.

S.D. Misra

Desa adalah suatu kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas
tertentu yang luasnya antara 50 1.000 are.

Paul H Landis

Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai
berikut :

1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
3. Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam
sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah
bersifat sambilan.

UU no. 22 tahun 1999

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui
dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten..

UU no. 5 tahun 1979

Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat
termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan
terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam
ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat
setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Potensi desa dibagi menjadi 2 macam yaitu:


Potensi fisik yang meliputi, tanah, air, iklim dan cuaca, flora dan fauna
Potensi non fisik, meliputi; masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur
desa, jika potensi dimanfaatkan dengan baik, desa akan berkembang dan desa akan memiliki fungsi,
bagi daerah lain maupun bagi kota.
Fungsi Desa:
Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan perekonomian bagi kota)
Desa merupakan sumber tenaga kerja kerja (buruh) bagi perkotaan
Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia
Ciri-ciri masyarakat desa:
Sebagian besar mata pencaharian pendudukanya adalah bertani
Ikatan kekerabatan diantara sesama masyarakat masih kuat
Adat istiadat masih dipegang teguh
Gotong royong masih melekat kuat
Nuansa keagamaan masih sangat kuat

Secara umum, desa merupakan permukiman penduduk yang terletak di luar kota dan mata
pencaharian sebagian besar penduduknya di bidang agraris. Kebanyakan orang sering menyebutnya
dengan kampung.

Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000, persentase penduduk Indonesia di perkotaan adalah
42,0%. Ini berarti, persentase penduduk yang tinggal di perdesaan masih lebih tinggi, yaitu 58% dari
jumlah penduduk Indonesia.

Kebanyakan penduduk perdesaan bekerja di bidang pertanian, sehingga dapat dikatakan bahwa desadesa di
Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai desa agraris. Mengapa bidang pertanian menjadi andalan mata
pencaharian penduduk di desa? Bagaimana menurutmu?

Menurut Bintarto, desa memiliki tiga unsur utama yang meliputi daerah, penduduk, dan tata
kehidupan.
a. Daerah (Wilayah)
Daerah yang dimaksud berupa lahan yang produktif maupun yang tidak produktif, termasuk penggunaan
tanah, letak, luas, dan batas lahan di lingkungan setempat. Unsur daerah meliputi lahan di desa, misalnya
lahan pekarangan, persawahan, tegalan, dan permukiman.

b. Penduduk
Unsur desa ini meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk
desa setempat. Unsur ini terkait dengan kualitas dan kuantitas penduduk desa.

c. Tata Kehidupan
Tata kehidupan desa berupa pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan penduduk desa. Tata
pergaulan berkaitan dengan selukbeluk kehidupan masyarakat desa (rural society). Tata kehidupan ini erat
kaitannya dengan usaha penduduk desa dalam mempertahankan hidup dan meningkatkan kesejahteraan.

Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan hidup (living unit). Kemajuan desa dipengaruhi oleh unsur-
unsur tersebut terutama yang berkaitan dengan faktor usaha manusia (human efforts) dan tata geografi
(geographical setting).

Kemajuan dan kemakmuran desa ditentukan oleh usaha penduduk desa selain tata geografinya. Desa yang
memiliki banyak sumber daya alam tetapi penduduknya tidak cukup mempunyai keterampilan,
pengetahuan, dan semangat membangun mengakibatkan desa kurang maju. Sebaliknya, meskipun desa
memiliki sumber daya alam terbatas tetapi penduduknya terampil, berpengetahuan, dan bersemangat
dalam membangun desa sehingga mampu mengatasi hambatan alam dan geografis wilayah maka desa akan
cepat maju.
Letak suatu desa pada umumnya jauh dari pusat keramaian. Desa yang terletak di perbatasan kota
mempunyai kemungkinan lebih berkembang disbanding desa-desa di pedalaman. Unsur letak menentukan
besar kecilnya isolasi suatu desa terhadap desa lain. Desa yang terletak jauh dari kota memiliki lahan yang
luas. Penggunaan lahan lebih banyak untuk pertanian tanaman pokok dan tanaman perdagangan daripada
untuk gedunggedung atau perumahan.

Desa memiliki fungsi penting bagi perkembangan daerah sekitarnya. Fungsi desa sebagai
berikut.
a. Dalam interaksi desa-kota, desa berfungsi sebagai daerah dukung (hinterland) atau daerah penyuplai
bahan makanan pokok, seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, dan
daging hewan.
b. Desa berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) ditinjau
dari sisi potensi ekonomi.
c. Dari sisi kegiatan kerja (occupation), desa dapat berfungsi sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa
industri, dan desa nelayan.

Kebanyakan desa di Pulau Jawa berfungsi sebagai desa agraris. Meskipun demikian, beberapa desa sudah
menunjukkan perkembangan baru, yaitu munculnya industri-industri kecil yang disebut industri perdesaan
(rural industries).

Desa mempunyai peran pokok di bidang ekonomi karena menjadi daerah produksi pangan dan komoditas
ekspor. Peran penting desa dalam produksi pangan berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional.
Selain itu, peningkatan jumlah dan kualitas komoditas, seperti kelapa, kelapa sawit, lada, kopi, cengkih, teh,
dan karet juga penting untuk meningkatkan ekspor dan devisa negara. Penduduk desa nelayan banyak
menghasilkan bahan pangan protein tinggi, seperti ikan dan udang. Mereka memenuhi kebutuhan ikan dan
udang dalam negeri serta untuk komoditas ekspor.

Peranan desa dalam pembangunan wilayah sangat penting karena banyak potensi yang dimilikinya.
Pengembangan desa perlu mempertimbangkan potensi desa. Desa memiliki potensi fisik dan nonfisik.

Apakah potensi fisik dan nonfisik yang dimiliki desa? Potensi fisik antara lain berupa lahan, air,
iklim, flora, dan fauna.
a. Lahan
Lahan tidak hanya sebagai tempat tumbuh tanaman, tetapi juga sebagai sumber bahan tambang dan
mineral. Lahan memiliki jenis tanah yang menjadi media bagi tumbuhnya tanaman tertentu. Misalnya, jenis
tanah aluvial cocok bagi tanaman padi, jagung, dan kacang, jenis tanah berkapur cocok bagi tanaman jati
dan tebu. Pada lahan juga dimungkinkan terjadi eksploitasi bahan tambang seperti batu bara, batu kapur,
pasir kuarsa, batu marmer, dan sebagainya.
b. Air
Pada umumnya desa memiliki potensi air yang bersih dan melimpah. Dari dalam tanah, air diperoleh melalui
penimbaan, pemompaan, atau mata air. Air digunakan penduduk desa untuk keperluan minum, irigasi,
mencuci, memasak, dan keperluan lain. Secara kuantitas dan kualitas, air di perdesaan dapat diandalkan
untuk memenuhi kebutuhan air penduduknya.
c. Iklim
Iklim memegang peranan penting bagi pertanian desa. Iklim dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Pada
ketinggian tertentu, suatu desa menjadi maju karena kecocokan iklimnya bagi pengembangan tanaman dan
pemanfaatan tertentu. Seperti perkebunan buah, tempat rekreasi, dan tempat peristirahatan.
d. Flora dan Fauna
Di desa masih banyak lahan yang dapat dikembangkan untuk usaha di bidang pertanian. Berbagai jenis
tanaman pangan dan hewan ternak banyak dibudidayakan di daerah perdesaan. Hal itu merupakan upaya
pemenuhan kebutuhan pangan di daerah perdesaan maupun di perkotaan.

Selain potensi fisik, desa juga memiliki potensi nonfisik. Potensi nonfisik desa antara lain sebagai
berikut.
a. Penduduk Desa
Masyarakat desa merupakan kelompok sosial dengan hubungan yang erat dengan solidaritas tinggi. Hal itu
merupakan kekuatan dalam membangun wilayah perdesaan .
b. Lembaga dan Organisasi Sosial
Lembaga atau organisasi sosial merupakan suatu badan perkumpulan yang membantu masyarakat desa
dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: Koperasi Unit Desa (KUD), Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA),
dan lain sebagainya.
c. Aparatur dan Pamong Desa
Aparat desa bertugas menjaga kelancaran administrasi desa dan menggerakkan sumber daya manusia di
desa. Contoh: kepala desa, kepala dusun, kepala adat, dan lain-lain.

Potensi yang dimiliki oleh setiap desa sesungguhnya berbeda. Mengapa demikian? Karena ada perbedaan
lingkungan geografis dan keadaan penduduknya. Selain itu, luas lahan, jenis tanah, dan tingkat kesuburan
juga tidak sama. Sumber air dan tata air yang berlainan menyebabkan corak kehidupannya juga berbeda.
Keadaan dan tata kehidupan penduduk desa memengaruhi karakteristik dan tingkat kemajuan desa.
Sebutan desa tradisional, desa swadaya, desa swakarya (sedang berkembang), dan desa swasembada
(maju) menunjukkan tingkat kemajuan desa.

Faktor apakah yang menentukan kemajuan desa? Faktor-faktor yang menentukan kemajuan
desa sebagai berikut.
a. Potensi Desa
Potensi desa mencakup sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penduduk desa dan pamong
(aparatur) desa merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan kemajuan desa.
b. Interaksi dengan Daerah Lain
Interaksi dapat terjadi antara desa dengan desa, serta desa dengan kota. Perkembangan komunikasi dan
transportasi memudahkan interaksi desa dengan daerah lain sehingga desa semakin maju.
c. Lokasi Desa
Lokasi desa berkaitan dengan letak desa terhadap daerah di sekitarnya. Desa akan lebih berkembang
apabila lokasinya berdekatan dengan daerah yang lebih maju.

Pada waktu lalu, orang beranggapan bahwa modernisasi hanya berlaku di daerah kota. Anggapan itu tentu
saja tidak benar, pembangunan sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi menyebabkan perdesaan
semakin maju. Pembangunan jalan dan jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak di perdesaan
telah meningkatkan interaksi desa kota.

Perkembangan jaringan telepon serta jangkauan siaran radio dan televisi di desa telah meningkatkan
komunikasi antara penduduk desa dan penduduk kota. Penggunaan kompor gas dan mesin cuci banyak
membantu para ibu di desa untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Dengan demikian, terjadi
perubahan kehidupan penduduk desa akibat pengaruh modernisasi.

Apakah modernisasi desa menjadi tujuan dari pembangunan desa? Untuk menjawabnya, ada
baiknya kamu perlu mengetahui tujuan pembangunan desa sebagai berikut.
a. Menempatkan penduduk desa dalam kedudukan yang sama dengan penduduk kota. Artinya, tidak ada
perbedaan status antara penduduk desa dengan penduduk kota.
b. Mengusahakan peningkatan kehidupan penduduk desa yang sejahtera atas dasar keadilan dan rasional.
c. Meningkatkan kreativitas penduduk desa dalam menghadapi masalah dan kesulitan hidup.