Anda di halaman 1dari 2

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kependudukan

Terdapat beberapa solusi yang bisa digunakan sebagai upaya pencegahan atas
masalah kependudukan, diantaranya:
1. Melaksanakan program KB (2 anak lebih baik)
2. Menunda pernikahan dini
3. Meratakan pertumbuhan penduduk
Dari solusi tersebut, penulis berharap Pertumbuhan Penduduk di negara Indonesia bisa
lebih stabil dan hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
Indonesia dengan jumlah penduduknya kira-kira 185 juta, termasuk negara-negara yang
paling banyak jumlah penduduknya. Karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan jumlah
penduduk ini penting sekali di Indonesia. Kalau di masa depan jumlah ini mau jadi lebih banyak
lagi, pasti ada lebih banyak masalah sosial lagi. Pemerintah Indonesia sudah mengambil dua
macam tindakan untuk mencegah masalah sosial ini. Yang pertama adalah program KB atau
Keluarga Berencana dan yang kedua adalah program transmigrasi. Kedua program ini sudah
lama dapat banyak kritik, dari dalam negeri dan dari luar negeri.
Berikut kekurangan dan kelebihan dari masing-masing program :
1. Program Transmigrasi
Program transmigrasi adalah program nasional untuk memindahkan kelompok
penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain. Misalnya, kalau ada tempat di mana ada terlalu
banyak penduduk, di sana pasti ada banyak masalah, seperti masalah kesehatan, masalah
tanah, dan masalah sosial yan lain. Untuk mencegah masalah itu, pemerintah coba
memindahkan penduduk dari tempat-tempat seperti itu ke tempat yang lain di mana jumlah
penduduknya sedikit. Jadi dulu, penduduk Jawa, Madura dan Bali sudah dipindahkan ke Irian
Jaya, Sumatra, dan Kalimantan.
Kami rasa program transmigrasi ini sudah banyak menolong penduduk Indonesia.
Peserta program transmigrasi diberi sebuah rumah, alat-alat untuk bertani dan sedikit uang.
Ada sekolah dan puskesmas. Setelah dipindahkan, kehidupan mereka lebih baik daripada dulu.
Program ini dapat banyak kritik. Kritik yang pertama adalah mengenai hutan yang
menghilang karena transmigran. Mereka menebang pohon-pohon untuk mempersiapkan ladang
mereka. Kemudian, dulu ada kelompok transmigran di Kalimantan yang tidak diberi fasilitas
untuk bertani. Jadi, mereka tidak bisa berdikari (yaitu: BERDIri di atas KAkinya sendiRI). Juga
ada masalah kehilangan tempat tinggal orang setempat seperti orang Kubu di Sumatra dan
orang Dayak di Kalimantan. Tanah mereka diambil orang transmigran yang baru. Menurut saya,
masalah-masalah ini dibesarkan dengan sengaja. Program transmigrasi memang berhasil.
Sudah 3.6 juta orang dipindahkan dalam program ini, dan kehidupan mereka sekarang jauh
lebih baik daripada dulu.
2. Program Keluarga Berencana
Dalam program Keluarga Berencana (Dua Anak Cukup!), suami-istri diberi informasi
dan alat/obat kontrasepsi. Dengan ini, pemerintah mencoba untuk mencegah kelahiran terlalu
banyak anak. Kritik atas program ini adalah kritik mengenai obat kontrasepsi yang bernama
Norplant. Perempuan yang pakai Norplant itu tidak bisa beranak lagi untuk selamanya. Dan
ada juga orang yang bilang bahwa perempuan dipaksa untuk pakai Norplant ini (Norplant ada
sebuah obat yang disuntikkan di bawah kulit).
Kami berpendapat bahwa kedua program ini, yaitu transmigrasi dan Keluarga
Berencana, memang sudah berhasil. Sekarang di Indonesia, jumlah anak yang lahir setiap
tahun sudah menurun. Kalau Indonesia mau mencegah masalah yang berkaitan dengan jumlah
penduduk, saya rasa pemerintah harus meneruskan kedua program ini.
Selain itu, terdapat beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi
masalah-masalah tersebut adalah:
1. Jumlah penduduk dan pertumbuhannya diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB)
2. Persebaran dan Kepadatan penduduk diatasi dengan:
a. Program Transmigrasi
b. Pembangunan lebih intensif di Kawasan Indonesia Timur.
3. Tingkat kesehatan yang rendah diatasi dengan:
a. Pembangunan fasilitas kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
b. Pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin
4. Tingkat pendidikan yang rendah diatasi dengan:
a. Penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan merata di semua daerah di Indonesia.
b. Penciptaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
c. Peningkatan kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen) di lembaga pendidikan milik
pemerintah
d. Penyediaan program pelatihan bagi para pengajar dan pencari kerja
e. Mempelopori riset dan penemuan baru dalam bidang IPTEK di lembaga- lembaga pemerintah
5. Tingkat pendapatan yang rendah diatasi dengan:
a. Penciptaan perangkat hukum yang menjamin tumbuh dan berkembang- nya usaha/investasi,
baik PMDN ataupun PMA.
b. Optimalisasi peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian, sehingga dapat lebih banyak
menyerap tenaga kerja.
c. Penyederhanaan birokrasi dalam perizinan usaha. Pembangunan/menyediakan fasilitas
umum (jalan, telepon) sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi.