Anda di halaman 1dari 240

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN

MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI


EKSTRAKSI GIGI TETAP
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 001.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pencabutan gigi tetap anterior dan posterior yang


terpaksa dilakukan karena gigi tidak dapat dirawat
(restorasi atau endodontik atau gigi tersebut perlu
diekstraksi untuk kepentingan perawatan dan
pencegahan (interceptive orthodontic). Tindakan ini
juga dilakukan pada gigi tetap dengan karies
mencapai pulpa baik vital maupun non vital dengan
kelainan sistemik yang kontra indikasi (kelainan
jantung dan ginjal) untuk dirawat endodontik.

TUJUAN Mengeluarkan gigi tetap dari rongga mulut yang


memang diindikasikan untuk dicabut guna
menghindari kelainan lebih lanjut.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/001.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi ekstraksi gigi tetap.

1
PROSEDUR A. Persiapan Alat
1. Set instrumen dasar
a. Kaca mulut
b. Sonde
c. Pinset dental

2. Set injeksi anastesi


a. Citoject

3. Set pencabutan
a. Tang anterior rahang atas/rahang bawah
b. Tang posterior rahang atas/rahang bawah
c. Bein elevator
d. Cryer
e. Bone file
f. Kuret

2
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
EKSTRAKSI GIGI TETAP

RSK GIGI DAN


No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
001.II.1 0 2 dari 3

1. Persiapan lain lain


a. Masker
b. Sarung tangan
c. Gelas kumur
d. Slaber
e. Saliva ejector

A. Persiapan obat dan bahan


1. Povidone iodine 10 %
2. Hemostatic gelatin sponge
3. Dispossible spuit 2,5 ml, 5 ml
4. Topikal anastesi gel
5. Carpule 0,22 x 16
6. Cartridge dental anastesi lokal 2 % / 3 %
7. Tampom
8. Kasa
9. Cotton pelet
10.NaCl

B. Pelaksanaan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Informasikan hasil anamnesa pada operastor
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakuakan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pakai masker
9. Cuci tangan
10.Pakai sarung tangan
11.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
12.Lakukan asespis ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
13.Anjurkan klien kumur kumur chlorhexidine
5%
14.Siapkan obat ansatesi sesuai instruksi dokter
15.Siapkan citoject atau disposible spuit
16.Siapkan set pencabutan sesuai dengan gigi

3
4
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
EKSTRAKSI DENGAN KOMPLIKASI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

002.II.1 0 1 dari 3

5
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
EKSTRAKSI GIGI TETAP
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

001.II.1 0 1 dari 3

17.yang akan dilakukan ekstraksi.


18.Lakukan pengendalian perdarahan saat
proses pencabutan
19.Siapkan spool NaCl untuk membersihkan
socket pasca ekstraksi dari serpihan gigi geligi
20.Siapkan hemostatic gelatin sponge untuk
menghentikan pendarahan
21.Siapkan tampon yang dibubuhi povidone
iodine 10 %
22.Rapikan area kerja intr dan ekstra oral
23.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi
24.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
kantong plastik hitam
25.Cuci tangan setelah berkontak dengan pasien
dan area pelayanan
26.Berikan komunikasi terapeutik tahap
terminasi
27.Ucapkan terimakasih dan semoga lekas
sembuh
28.dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan/ terapi gigi dan mulut
C. Hal hal yang perlu diperhatikan
1. Anamnesa mendalam riwayat penyakit
sistemik klien terhadap resiko infeksi
2. Pengukuran tanda tanda vital harus
dilakukan dengan akurat
3. Gunakan instrumen steril untuk menghindari
infeksi pasca pencabutan
4. Perhatikan kemungkinan terjadinya
perdarahan

1. Catatan asuhan kesehatan / terapi gigi dan


DAFTAR
mulut
DOKUMEN
2. Lembar persetujuan tindakan
6
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT
kesehatan.
Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut
Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Upaya mengeluarkan gigi dengan karies mencapai


pulpa baik vital maupun non vital dengan kelainan
sistemik / kontraindikasi (kelainan jantung, diabetes,
ginjal) untuk dirawat endodontik yang mengalami
kesulitan secara anatomi sehingga diperlukan alat
tambahan.

TUJUAN 1. Untuk memudahkan jalan keluarnya gigi dari


socket.
2. Menghindari kelainan gigi lebih lanjut

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/002.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi ekstraksi dengan komplikasi

PROSEDUR A. Persiapan Alat


1. Set diagnosa
2. Set injeksi anastesi
3. Set ekstraksi komplikasi
4. Set preparasi tulang
5. Set hecting
B. Persiapan Bahan dan Obat
1.Masker
2.Sarung tangan
3.Gelas kumur
4.Saliva ejector / surgical tip
5.Connecting tube
6.Tampon
7.Kassa
8.Kapas lidi
9.Cotton pelet
10.Pisau no.15
11.Benang 4,0 taper
12.Dispossible spuit 2,5 ml, 5 ml
13.Carpule 0,22x16 mm

7
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
EKSTRAKSI KOMPLIKASI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

002.II.1 0 2 dari 3

1.Chlorhexidine kumur 5 %
2.Povidone iodine 10 %
3.NaCl
4.Hemostatic gelatin sponge
5.Topikal anastesi gel
6.Dental anastesi lokal 2 % / 3 %

A. Persiapam Lain
1. Set linen

B. Pelaksanaan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Informasikan hasil anamnesa kepada operator
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
13.Anjurkan klien kumur kumur chlorhexidine
5%
14.Lakukan asespis ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
15.Siapkan obat ansatesi sesuai instruksi dokter
16.Siapkan citoject atau disposible spuit
17.Siapkan set incisi untuk membuka flap
18.Lakukan retraksi flap incisi menggunakan
tissue retractor
19.Siapkan set preparasi tulang
20.Lakukan hisap saliva dan pendarahan selama
proses preparasi tulang.
21.Siapkan set pencabutan sesuai dengan gigi
yang akan di ektstraksi
22.Lakukan pengendalian pendarahan saat proses
pencabutan
23.Siapkan spool NaCl untuk mencegah serpihan
gigi geligi yang tertinggal dalam soket
pencabutan.
24.Siapkan hemostatic gelatin sponge untuk
menghentikan pendarahan 8
25.Siapkan set hecting dan lakukan gunting
benang sesaat operator menyimpul benang.

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ODONTEKTOMI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL 003.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan mengeluarkan gigi yang terpendam/


kelainan tumbuh dari jaringan penyangga gigi dengan
jalan pembedahan minor.

TUJUAN 1. Mencegah retensi makanan yang menyebabkan


karies pada area gigi impaksi
2. Mencegah terjadinya ulkus menjadi jalan
masuknya fokal infeksi.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/003.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi odontektemy.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnosa
2. Set anastesi
3. Set odontektomi

B. Persiapan obat dan bahan


1. Masker
2. Sarung tangan steril
3. Gelas kumur
4. Connecting tube
5. Surgical tip
6. Tampon
7. Kasa

9
8. Kapas lidi
9. Cotton pellet
10.Pisau no.15
11.Benang 4.0 taper
12.Dispossible spuit 2,5 ml, 5 ml
13.Carpule 0,22x16 mm
14.Chlorhexidine kumur 5 %
15.Povidone iodine 10 %
16.NaCl
17.Hemostatic gelatine sponge

10
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ODONTEKTOMI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

003.II.1 0 2 dari 3

1. Topikal anastesi gel


2. Cartridge dental anastesi lokal 2 % / 3 %
A. Persiapan linen
1. Duk bolong 1 buah
2. Duk rapat 2 buah

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Informasikan hasil anamnesa pada operator
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
13.Anjurkan klien kumur kumur chlorhexidine
5%
14.Lakukan asepsis ekstra oral dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
15.Lakukan draping area pembedahan
16.Siapkan citoject atau disposible spuit berikut
set diagnostik
17.Siapkan obat anastesi sesuai kebutuhan
18.Selama operator melakukan anastesi, siapkan
dan pasangkan pisau pada handle mess, pinset
chirurgis ( set incisi )
19.Lakukan fiksasi dan retraksi flap incisi
menggunakan tissu retractor
20.Lakukan pembebasan area kerja darah dan
salive dengan menggunakan suction surgical
tip
21.Siapkan set preparasi tulang
22.Lakukan hisap saliva dan adarah selama
preparasi tulang dengan surgical tip
23.Seiapkan set pencabutan
24.Lakukan pengendalian perdarahan saat proses
pencabutan dengan dapper tampon pada soket
pasca pencabutan.
25.Siapkan spool NaCl untuk mencegah
11
tertinggalnya serpihan gigi geligi dan tulang
26.Siapkan hemostatic gelatine sponge untuk
menghentikan perdarahan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INCISI ABSES
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
004.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan mengiris dengan scalpel dan


periosteum ke tulang

TUJUAN 1. Untuk mengeluarkan pus/eksudat purulen


dan darah
2. Untuk mempercepat penyembuhan
3. Mengurangi rasa sakit akibat tekanan serta
iritasi yang toksik dari pembengkakan jaringan
lunak.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/004.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi incisi abses.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set injeksi anastesi
3. Set incisi
4. Set hecting
5. Set diseksi
6. Set irigasi

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube

12
6. Pisai no.11
7. Pisau no. 15
8. Benang no. 4.0
9. Kassa
10.Kassa roll
11.Kapas lidi
12.Spuit dispossible 2,5 ml, 3 ml, 10, ml
13.Carpule 0,22 x 0,16 mm
14.Kasa pembalut steril framycin sulpat 1 %
15.Drain karet povidone iodine 10 %

13
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INCISI ABSES
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
004.II.1 0 2 dari 3

1. Povidone iodine 10 %
2. Larutan fisiologis 0,9 %
3. Chlorhexidine kumur 5 %
4. Garamycine
5. Dental anastesi 2 % / 3 %

A. Persiapan lain
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukurna tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Pakai masker
8. Cuci tangan
9. Pakai sarung tangan
10.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
11.Anjurkan klien berkumur chlorhexidine 5 %
12.Lakukan asespis ekstra dan intral oral
menggunakan povidone iodine 10%.
13.Lakukan draping area pembedahan
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Lakukan aspirasi abses menggunakan
dispossible spuit 3 ml
16.Siapkan set incisi
17.Siapkan set diseksi abses
18.Lakukan dapper perdarahan
19.Lakukan evakuasi pus abses
20.Siapkan irigasi larutan fisiologis dan povidone
iodine 10%
21.Buat oplosan irigasi larutan fisiologis 0,9 %
dan gentamycin
22.Lakukan hisap cairan eksudat selama proses
irigasi soket pus
23.Siapkan drain karet yang sudah dilumuri
povidone iodine 10 %
24.Siapkan kasa pembalut steril framycin
sulphat 1 %
25.Siapkan prob pembedahan untuk membantu
mengisi ruang abses yang sudah di incisi
dengan drain karet/kasa pembalut steril
14
framycin sulphat 1 %.
26.Siapkan set hecting untuk fiksasi drain

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
15
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
MARSUPIALISASI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 005.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pembedahan dengan mengangkat


sebagian dari dinding kista bagian atas dan
meninggalkan bagian dasarnya dengan harapan akan
menjadi bagian dari mukosa mulut.

TUJUAN 1. Mengevakuasi kisat dan mempertahankan


kontinuitas antara kista dengan rongga mulut,
sinus maksilaris, atau rongga nasal
2. Pengurangan tekanan di dalam kista sehingga
meningkatkan penyusutan kista dan pengisian
tulang.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/005.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi marsupialisasi.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set incisi
3. Set hecting
4. Set irigasi
5. Set injeksi anastesi

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip

16
5. Connecting tube
6. Spuit disspossible 2,5 ml
7. Spuit dispossible 5 ml
8. Kasa
9. Kasa roll
10.Benag 3.0
11.Carpule 0,22 x 0,16 mm
12.Chlorampenicol 20 mg
13.Dental anastesi 2 % / 3 %

17
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
MARSUPIALISASI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

005.II.1 0 2 dari 3

1. Povidone iodine 10 %
2. Larutan fisiologis 0,9 %

A. Persiapan lain
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas klien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Pakai masker
8. Cuci tangan
9. Pakai sarung tangan
10.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
11.Siapkan area kerja dalam keadaan steril
12.Lakukan asepsis ekstra dan intra bedah
menggunakan povidone iodine 10 %
13.Lakukan draping area pembedahan
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Siapkan set incisi
16.Lakukan fiksasi mukosa
17.Lakukan hisap saliva dan dan perdarahan
selama proses incisi
18.Siapkan dipossible syringe 5 ml untuk aspirasi
cairan/eksudat kista
19.Lakukan hisap eksudat kista menggunakan
surgical tip
20.Siapkan set diseksi kista
21.Siapkan kassa roll sebagai sebagai drain,
lumuri dengan chlorampenicol 20 mg
22.Siapkan gunting kasa, potong kassa roll sesuai
kebutuhan
23.Siapkan set hecting untuk fiksasi drain kasa
24.Lakukan gunting benang sesaat operator
selesai menyimpul
25.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
26.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
27.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
plastik hitam 18
28.Cuci tangan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


19
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ENUKLEASI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 006.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan penyingkiran tumor dari dinding


normal yang ada disekitarnya.

TUJUAN Mencegah tumor yang bersifat rekuren

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/006.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi enukleasi

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set injeksi anastesi
3. Set flap
4. Set enukleasi
5. Set ekstraksi
6. Set irigasi
7. Set hecting
8. Set preparasi tulang

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube
6. Kasa
7. Kasa roll
8. Kapas lidi

20
9. Benang 4.0
10.Pisau no.15
11.Dispossible spuit 2,5 ml, 5 ml
12.Kassa pembalut steril framycetin sulphat 1 %
13.Dental anastesi 2 % / 3 %
14.Povidone iodine 10 %
15.Larutan fisiologis
16.Chlorampenicol 20 mg

21
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ENUKLEASI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

006.II.1 0 2 dari 3

A. Persiapan lain
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas klien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pakai masker
9. Cuci tangan
10.Pakai sarung tangan
11.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
12.Lakukan asespis ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
13.Lakukan draping area pembedahan
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Siapkan set incisi
16.Lakukan hisap perdarahan selama proses
incisi
Retraksi jaringan flap
17.Lakukan retraksi jaringan flapmenggunakan
tissue retractor
18.Siapkan set preparasi tulang
19.Lakukan hisap saliva dan darah selama
preparasi tulang
Enukleasi jaringan 20.Siapkan set enukleasi untuk mengambil
lunak dan keras jaringan/kista dengan menggunakan allice
forcep
21.Siapkan set ekstraksi sesuai kebutuhan
untuk mengambil gigi geligi yang berada di
area kista
22.Lakukan dapper perdarahan dengan kasa saat
pengambilan jaringan
23.Siapkan set irigasi larutan fisiologis untuk
mencegah tertinggalnya serpihan gigi
geligi/tulang
24.Lakukan hisap saliva, darah dan eksudat lain
selama proses irigasi larutan fisiologis
25.Siapkan kasa roll yang sudah dilumuri
chlorampenicol 2020 mg kasa pembalut steril
framycetin sulphat 1 %
22
26.Transfering prob bedah untuk aplikasi kasa
steril framycetin sulphat 1 % kedalam soket
pembedahan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


23
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
APIKOEKTOMI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 007.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pemotongan bagian apikal gigi yang terinfeksi berikut


jaringan radang dan nekrotik di daerah apikal

TUJUAN Suatu usaha untuk mempertahankan gigi yang


mengalami kelainan patologis.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/007.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi apikoektomi.

PROSEDUR A. Persiapan Alat


1. Set diagnostik
2. Set injeksi anastesi
3. Set flap
4. Set preparasi
5. Set konservasi
6. Set irigasi
7. Set hecting

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube
6. Kasa
7. Tampon
8. Kapas lidi
9. Spuit dispossible

24
10.10 ml
11.Larutan fisiologis
12.Povidone iodine 10 %
13.Carpule 0,22 x 16 mm
14.Topical anastesi gel
15.Pisau no.15
16.Benang 4.0 taper
17.Semen ZnPO4
18.Liquid semen ZnPO4

25
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
APIKOEKTOMI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

007.II.1 0 1 dari 3

A. Persiapan lain
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pakai masker
9. Cuci tangan
10.Pakai sarung tangan
11.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
12.Lakukan asespis sekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
13.Pasang set linen
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Siapkan set flap
16.Lakukan hisap saliva dan perdarahan selama
proses membuka flap
17.Lakukan retraksi jaringan flap menggunakan
tissue retraktor
18.Siapkan set preparasi
19.Lakukan hisap saliva selama preparasi
20.Siapkan set irigasi larutan fisiologis
menggunakan spuit dispossible 10 ml
21.Siapkan set konservasi
22.Lakukan manipulasi semen ZnPO4 dan liquid
23.Keringkan area kerja saat aplikasi ZnPO4
24.Siapkan set hecting
25.Gunting benang sesaat operator selesai
menyimpul benang
26.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
27.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
28.Buang sampah infeksius ke dalam ke dalam
plastik kuning dan sampah non infeksius ke
dalam plastik hitam
29.Cuci tangan
30.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut
pasca pembedahan
31.Ucapkan terimakasih dan semoga lekas26
sembuh
32.Dokumentasikan pada catatan asuhan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
27
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ALVEOLEKTOMI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 008.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pembedahan untuk mengambil


prosessus alveolaris hingga bisa dilakukan aposisi
mukosa linggir

TUJUAN 1. Menghilangkan tulang yang menimbulkan under


cut
2. Menghilangkan kontur alveolar yang tajam dan
yang tidak diinginkan
3. Memudahkan insersi dan meningkatkan
stabilitas protesa
4. Mencegah iritasi karena tulang
5. Meningkatkan dimensi vertikal

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/008.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi alveolektomi.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set flap
3. Set hecting
4. Set injeksi anastesi
5. Knabel tang
6. Bone file

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker

28
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube
6. Kasa
7. Kapas lidi
8. Tampon
9. Carpule 0,22 x 0,16 mm
10.Spuit dispossible 2,5 ml, 10 ml
11.Pisau no. 15
12.Benag 4.0 taper

29
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ALVEOLEKTOMI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

008.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR 1. Povidone iodine 10 %


2. Larutan fisiologis
3. Dental anastesi lokal 2% / 3 %

A. Persiapan penunjang
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
intra dan ekstra oral
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pakai masker
9. Cuci tangan
10.Pakai sarung tangan
Hecting area 11.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
pembedahan 12.Lakukan asepsis ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine
13.Lakukan draping area pembedahan
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Siapkan set incisi
16.Lakukan retraksi jaringan flap
17.Lakukan hisap darah dan saliva
18.Siapkan knabel tang dan bone file
19.Lakukan dapper perdarahan dengan kasa
20.Siapkan set hecting
21.Lakukan irigasi salin larutan fisiologis
22.Lakukan gunting benang sesaat operator
selesai menyimpul benang
23.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
24.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
25.Rapihkan peralatan dan kembalikan
ketempatnya
26.Cuci tangan
27.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut
28.Ucapkan terimakasih dan semoga lekas
sembuh
29.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

30

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ALVEOLEKTOMI
31
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
EKSTERPASI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 009.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pengangkatan seluruh massa


tumor/kista beserta kapsul

TUJUAN Pengangkatan seluruh massa tumor diharapkan tidak


bersifat rekuren.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/009.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi eksterpasi.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set injeksi anastesi
3. Set flap
4. Set eksterpasi
5. Set hecting

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube
6. Kasa
7. Kapas
8. Kapas lidi
9. Tampon
10.Benang 5.0 taper

32
11.Pisau no.15
12.Carpule 0,22 x 16 ml
13.Dental anastesi lokal 2 % / 3 %
14.Topikal anastesi gel
15.Povidone iodine 10 %
16.Larutan fisiologis.

C. Persiapan penunjang
1. Set linen

33
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
EKSTERPASI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

009.II.1 0 2 dari 3

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pasang masker
9. Cuci tangan
10.Pasang sarung tangan
11.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
12.Lakukan asepsis ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10%
13.Lakukan draping di area pembedahan
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Siapkan set incisi
16.Lakukan hisap saliva dan perdarahan selama
dilakukan incisi
17.Siapkan set ekstirpasi
18.Lakukan fiksasi jaringan flap dengan
beberapa clamp
19.Lakukan dapper perdarahan menggunakan
kasa selama proses diseksi pembebasan
jaringan subkutan yang meliputi kista
20.Transfering alice clamp saat pengambilan
kista
21.Transfering gunting jaringan saat merapihkan
area pembedahan
22.Siapkan set hecting
23.Lakukan gunting benang saat operator selesai
menyimpul benang
24.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
25.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
26.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
plastik hitam
27.Cuci tangan
28.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut
29.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan . terapi gigi dan mulut.

B. Hal hal yang harus diperhatikan 34


1. Pada saat fiksasi jaringan, usahakan kista
tidak pecah, agar kista dapat diangkat secara

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


35
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
TEMPORO MANDIBULA JOINT (TMJ)
DISPOSISI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
010.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Gangguan nyeri yang terletak didepan saluran telinga


di kedua sisi kepala, yakni sendi yang
menghubungkan rahang bawah (mandibula)dengan
tulang temporal tengkorak.

TUJUAN Reposisi disfungsi otot otot utama yang


mengendalikan pembukaan dan penutupan dari sisi
ke sisi gerakan yang terlibat dalam mengunyah.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/010.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi temporo mandibula joint (TMJ)
disposisi

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set pre klinik

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Chlorhexidine kumur 5 %
5. Alginat impression material
6. Gipstone

C. Persiapan penunjang

36
1. Set linen

D. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan

37
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
TEMPORO MANDIBULA JOINT (TMJ) DISPOSISI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN


MULUT 010.II.1 0 1 dari 3
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Pakai masker


2. Cuci tangan
3. Pakai sarung tangan
4. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
5. Persilahkan klien berkumur dengan
chlorhexidine 5 %
6. Lakukan asistensi reposisi TMJ
7. Lakukan retraksi pernapasan saat klien
dilakukan reposisi dan mengalami stress
psikologi
8. Jika klien membutuhkan waktu untuk
mengistirahatkan tmj, maka siapkan set pre
klinik untuk pengambilan data diagnostik
untuk membuat tmj splint.
9. Siapkan sendok cetak dan material impression
dengan perbandingan sesuai ketentuan pabrik
10.Lakukan manipulasi material impression
hingga homogen
11.Aplikasikan bahan impression kedalam
TMJ splint
sendok cetak dan siap ditransferingpada
operator.
12.Lakukan desinfeksi cetakan studi model
alginate chlorhexidine 2 %
13.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
14.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
15.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
plastik hitam
16.Cuci tangan
17.Ucapkan terimakasih dan semoga lekas
sembuh
18.Lakukan proses pengisian cetakan studi
model menggunakan gipstone
19.Jika studi model telah mengering, beri etiket
nama dan tanggal lahir , nomor rekam medik
klien
20.Koordinasikan dengan bagian administrasik
untuk pengiriman studi model ke
laboratorium gigi
21.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan/terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang harus diperhatikan


1. Perhatikan faktor intrinsik langsung yang38
mempengaruhi disposisi TMJ
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
TEMPORO MANDIBULA JOINT (TMJ)
39
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
FRENEKTOMI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 011.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Prosedur pembedahan yang dilakukan untuk


menghilangkan jaringan fibrosa ( frenulum ).

TUJUAN 1. Pada kasus tong tie, bertujuan untuk fungsi


pengunyahan dan bicara
2. Pada kasus lain untuk kenyamanan dan
kestabilan protesa

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/011.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi frenektomi.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set injeksi anastesi
3. Set incisi
4. Set eksterpasi
5. Tongue holder forcep
6. Set hecting

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube
6. Spuit dispossible 10 ml
7. Kasa

40
8. Kapas lidi
9. Tampon
10.Pisau no.15
11.Benang 5.0 taper
12.Povidone iodine 10%
13.Larutan fisiologis
14.Dental anastesi 2% / 3%
15.Carpule 0,22 x 16 ml

41
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
FRENEKTOMI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

011.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR A. Persiapan penunjang


1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Pakai masker
8. Cuci tangan
9. Pakai sarung tangan
10.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
11.Lakukan asepsi ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
Proses incisi jaringan 12.Lakukan drapping area pembedahan
fibrosa 13.Siapkan set injeksi anastesi
14.Siapkan set incisi
15.Lakukan dapper perdarahan dengan kasa
selama proses incisi dan pembuangan
jaringan fibrosa
16.Lakukan fiksasi jaringan menggunakan
Proses hecting pasca retractor
pembuangan jaringan 17.Lakukan treanfering gunting jaringan untuk
merapihkan daerah pembedahan
18.Siapkan set hecting
19.Lakukan hisap saliva dan perdarahan saat
proses penjahitan
20.Lakukan gunting benang sessaat operator
selesai menyimpul benang
21.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
22.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
23.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam.
24.Cuci tangan
25.Ucapkan terima kasih dan semoga lekas
sembuh
26.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

42

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


43
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
REPLANTASI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 012.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan untuk mengembalikan gigi ke dalam


alveolusnya.

TUJUAN Suatu usaha mengembalikan fungsi gigi untuk


pengunyahan, bicara dan estetika.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/012.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi replantasi

PROSEDUR A. Persiapan alat


Set diagnostik
Set injeksi anastesi
Set splinting

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgical tip
5. Connecting tube
6. Kasa
7. Povidone iodine 10%
8. Larutan fisiologis
9. Chlorhexidine kumur 5 %
10.Erich bar
11.Ligature wire 12 mm,14 mm,16 mm

44
C. Persiapan penunjang
1. Set linen

D. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
mulut

45
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
REPLANTASI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

012.II.1 0 1 dari 2

PROSEDUR 1. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan


tujuan
2. Pakai masker
3. Cuci tangan
4. Pakai sarung tangan
5. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
6. Anjurkan klien berkumur chlorhexidine 5%
7. Rendam gigi avulsi dalam larutan fisiologis
8. Lakukan asepsis ekstra dan intra oral
9. Pasang set linen
10.Siapkan set injeksi anastesi
11.Siapkan set splinting
12.Siapkan ligature wire sesuai kebutuhan
Gigi avulsi direndam
dalam larutan
dengan panjang 5 cm
fisiologis (NaCL/susu) 13.Lakukan fiksasi erich bar pada saat mengulir
ligature wire
14.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
15.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya.
16.Buang sampah infeksius kedalam plastik
Fiksasi gigi avulsi kuning dan sampah non infeksius kedalam
dengan erich bar
plastik hitam.
17.Cuci tangan
18.Ucapkan terima kasih dan semoga lekas
sembuh
19.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang harus diperhatikan


1. Cuci gigi avulsi dengan aquamidest tanpa
sabun
2. Penyimpanan gigi yang teravulsi tidak dalam
keadaan kering ( rendam larutan fisiologis
seperti air garan / susu / es batu )
3. Lamanya gigi di luar mulut tidak >2 jam
resorbsi akar.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan


mulut 46
DOKUMEN
2. Lembar persetujuan tindakan

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT
kesehatan.
47
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
WINDOW UNTUK PERAWATAN ORTHODONTI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 013.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pembedahan untuk membuat akses


jalan keluar gigi yang impaksi keluar ke lengkung
rahang gigi untuk di traksi.

TUJUAN Gigi yang impaksi bisa di pasang alat orthodontie


untuk di tarik ke lengkung rahang gigi.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/013.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi window untuk perawatan
orthodonti.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1.Set diagnostik
2.Set incisi
3.Set hecting
4.Set aktivir
5.Set injeksi anastesi
6.Set preparasi tulang

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgitip
5. Connecting tube
6. Larutan fisiologis
7. Povidone iodine
8. Kasa

48
9. Pisau no.15
10.Benang 4.0 taper
11.Bracket button
12.Dental anastesi 2 % / 3 %
13.Etsa
14.Bonding
15.Adhesive pasta
16.Ligature wire 10 mm, 12 mm
17.Power chain
18.Intra oral estetik

49
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
WINDOW UNTUK PERAWATAN ORTHODONTI
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

013.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR
A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Pakai masker
8. Cuci tangan
9. Pakai sarung tangan
10.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
11.Siapkan area kerja dalam keadaan steril
12.Lakukan asespis ekstra dan intra oral
13.Lakukan drapping dengan memasang duk
rapat
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Seiapkan set incisi
16.Lakukan pengendalian perdarahan dengan
Preparasi tulang saat
eksplorasi gigi
dapper dan surgitip selama eksplorasi gigi
terpendam terpendam
17.Lakukan retraksi jaringan flap
18.Siapkan set preparasi tulang, Lakukan hisap
saliva dan perdarahan selama proses
pembebasan area gigi terpendam
19.Siapkan set aktivir orthodonti sesaat setelah
Insersi bracket button titik permukaan gigi terpendam ditemukan
pada caninus yang 20.Siapkan etsa dan lakukan hisap cairan etsa
impaksi
berikut saliva pada saat irigasi
21.Keringkan area kerja dalam mulut dengan
hisap saliva selama proses insersi bracket
button
22.Lekatkan bonding dan adhesive pasta pada
bracket button
23.Lakukan hisap saliva dan perdarahan selama
insersi bracket button
24.Lakukan asistensi aktivir orthodonti dekat
dengan window
25.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
26.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
27.Buang sampah infeksius kedalam
plastik
50
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam.
28.Cuci tangan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


51
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
FIKSASI INTERMAKSILA DENGAN ARCH BAR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 014.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Adalah penggunaan plat stabil dengan tension band


pada penanganan fraktur mandibula/maksila

TUJUAN 1. Mengembalikan posisi tulang yang fraktur ke


posisi semula
2. Mempertahankan tulang yang telah direduksi
3. Menjaga tulang yang telah direduksi tidak
bergerak sama sekali

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/014.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi fiksasi intermaksila dengan arch
bar.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set splinting

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Suction tip dispossible
5. Spuit dispossible 10 ml
6. Arch bar
7. Kawat ligature
8. Chlorhexidine 5 %

52
9. Povidone iodine 10%

C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan

53
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
FIKSASI INTERMAKSILA DENGAN ARCH BAR
RSK GIGI DAN
MULUT No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

014.II.1 0 2 dari 3

1. Lakukan persetujuan tindakan


2. Pasang slaberche pada pasien
3. Pakai masker
4. Cuci tangan
5. Pakai sarung tangan
6. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
7. Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine
5%
8. Siapkan dan potong arch bar, ligature wire
sesuai kebutuhan.

Arch bar

9. Lakukan desinfeksi arch bar dengan povidone


iodine 10 %
10.Lakukan fiksasi mukosa bibir
11.Lakukan kolaborasi fiksasi arch bar dan
kawat ligature menggunakan tucker

Fiksasi intermaksila

12.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral


13.Lakukan irigasi saline NaCl menggunakan
spuit dispossible 10 ml untuk membersihkan
rongga mulut.
14.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
15.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam.
16.Cuci tangansetelah berkontak dengan pasien
dan area pelayanan.
17.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
18.Dokumentasikan pada catatan perawat

A. Hal hal yang harus diperhatikan


1. Selama fiksasi intermaksila perhatikan keadaan54
umum klien
2. Perhatikan adanya resiko infeksi.

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


55
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
SPLINTING DENGAN KAWAT LIGATURE
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 015.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Adalah salah satu perawatan terhadap gigi mobility


dengan menggunakan bahan kawat yang dililitkan
diantara gigi geligi.

TUJUAN Mengurangi / menghilangkan mobiliti pada gigi geligi.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/015.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi Splinting dengan kawat ligature.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set splinting
3. Cheek/lip retractor

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Cotton rol
5. Cotton pellet
6. Suction tip dispossible
7. Chlorhexidine 5 %
8. Povidone iodine 10 %
9. Kawat ligature no.0,16
10.Wax orthodonti

C. Pelaksanaan tindakan

56
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan pasang
slaberche pada pasien.
8. Pakai masker
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
SPLINTING DENGAN KAWAT LIGATURE
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

015.II.1 0 3 dari 3

57
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
SPLINTING DENGAN KAWAT LIGATURE
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

015.II.1 0 2 dari 3

1. Cuci tangan
2. Pakai sarung tangan
3. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
4. Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine
5%
5. Siapkan kawat ligature dan gunting dengan
panjang 5 7 cm ( sesuai kebutuhan )

Kawat ligature
6. Siapkan kom dengan povidone iodine 10 %
7. Lakukan desinfeksikawat ligature ke dalam
povidone iodine 10 % sesaat sebelum aplikasi.
8. Lakukan fiksasi mukosa bibir saat dilakukan
splinting

Gigi geligi dengan splinting


9. Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
10.Persilahkan pasien berkumur
11.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi.
12.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam.
13.Cuci tangan setelah berkontak dengan pasien
dan area pelayanan.
14.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
15.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang harus diperhatikan


1. Perhatikan adanya sisa sisa patahan kawat
58
ligature yang tertinggal dalam rongga mulut
2. Perhatikan resiko dan pencegahan iritasi akibat
kawat ligature selama di rumah dengan
menggunakan wax orthodonti.
1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut
DAFTAR
2. Lembar persetujuan tindakan
DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT Kesehatan

59
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA MENYIAPKAN
KLIEN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN
MULUT PRA GENERAL ANANSTESI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
016.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Rencana tindakan kesehatan gigi dan mulut yang


perlu penanganan khusus dilakukan di suatu unit
untuk tindakan pembedahan, baik elektif maupun
akut, yang membutuhkan keadaan suci hama (steril).

TUJUAN 1. Mempersiapkan mental dan fisik klien secara


optimal dengan melakukan anamnesis,
pemeriksaan fisik, laboratorium dan
pemeriksaan lain.
2. Memberikan pemahaman kepada klien tentang
tindakan yang akan dilakukan.
KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/016.II.1/II/2016 tentang
asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
menyiapkan klien tindakan kesehatan gigi dan mulut
pra general anastesi

60
PROSEDUR A. Persiapan alat
1. Umum : (petugas poliklinik gigi dan mulut)
a) Alat (sesuai dengan tindakan yang akan
dilakukan)
b) Obat dan bahan (sesuai dengan tindakan
yang akan dilakukan)

2. Persiapan klien
a) Klien di puasakan
b) Timbang BB
c) Ukur tanda tanda vital

3. Persiapan administrasi
a) Formulir pemeriksaan laboratorium PT-
APPT
b) Formulir permintaan radiologi
c) Formulir konsul anastesi
d) Klien/orang tua klien menandatangani
lembar persetujuan tindakan/inform
consent
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ASEPTIK DAERAH PEMBEDAHAN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

017.II.1 0 1 dari 2

61
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA MENYIAPKAN
KLIEN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN
MULUT PRA GENERAL ANANSTESI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 016.II.1 0 2 dari 2

a) Formulir permintaan operasi/tindakan ke


OK/DPJP
b) Formulir Surat Permintaan Masuk Rumah
Sakit (SPMRS)

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
6. Kolaborasi dengan DPJP untuk menjelaskan
hasil laboratorium kepada klien
7. Kolaborasi dengan DPJP untuk menjelaskan
hasil radiologi kepada klien
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Persiapan klien untuk konsul anastesi
10.Kolaborasi dengan DPJP untuk menjelaskan
hasil konsul anastesi
11.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut
12.Ucapkan terima kasih dan semoga lekas
sembuh
13.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

B. Hal hal yang harus diperhatikan


1. Perhatikan kelengkapan doumen klien
2. Pastikan klien puasa sebelum tindakan.

1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan


mulut
2. Formulir pemeriksaan laboratorium Pt-APPT
3. Formulir permintaan radiologi
4. Formulir konsul anastesi
5. Klien/orang tua klien menandatangani inform
DAFTAR
consent
DOKUMEN 6. Formulir permintaan operasi/tindakan ke
OK/DPJP
7. Formulir Surat Permintaan Masuk 62
Rumah
Sakit (SPMRS)
8. Lembar persetujuan tindakan.

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT
kesehatan.
Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut
Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya


mikroorganisme ke daerah pembedahan dengan
mencuci daerah tersebut dengan bahan antiseptik.

TUJUAN 1. Mengurangi / menghilangkan mikroorganisme


pada permukaan benda hidup/mati
2. Mencegah terjadi infeksi luka operasi pasca
pembedahan.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/017.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi aseptik daerah pembedahan.

PROSEDUR 1. Siapkan :
a. Kom kecil 1 buah berisi cairan aseptik
b. Kom besar 1 buah untuk tempat kasa kotor
c. Forcep antiseptik
d. Kasa steril/deper untuk antiseptik kulit
2. Bebaskan area operasi dari penutupnya
3. Celupkan kasa pada antiseptik
4. Cuci/gosok daerah operasi dengan cara :
a. Luka bersih :
Cuci daerah pembedahan dimulai dari
tengah menuju ke perifer dengan cara
memutar
Luasnya area pencucian adalah
tergantung dari lokasi dan luasnya
operasi
Pencucian diulang 3 kali

b. Luka kotor
Pencucian dimulai dari area bersih ke
area kotor
Teknik pencucian tetap sama dengan
cara memutar.
5. Setiap kain kasa yang sudah dipakai dibuang ke

63
kom besar.

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
ASEPTIK DAERAH PEMBEDAHAN
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

017.II.1 0 2 dari 2

Pencucian daerah pembedahan dimulai dari mukosa


bibir (tengah) ke arah luar, berlawanan arah jarum
jam
PROSEDUR

Pencucian intra oral dengan kasa yang berbeda saat


pembersihan daerah ekstra oral.

1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut


DAFTAR
2. Lembar persetujuan pasien
DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT Kesehatan

64
TINDAKAN DRAPPING
( PENUTUPAN DAERAH SEKITAR SAYATAN )

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
018.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu prosedur penutup pasien yang sudah berada


diatas meja operasi dengan menggunakan alat tenun
steril.

TUJUAN Memberi batas tegas daerah steril pada daerah


pembedahan setelah permukaan kulit didesinfeksi.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/018.II.1/II/2016 tentang


draping ( Penutupan daerah sekitar sayatan ).

PROSEDUR A. Persiapan alat :


1. Duk rapat sedang 3 buah
2. Duk lubang kecil steril 1 buah
3. Duk klem 4 buah
B. Untuk operasi kecil :
1. Sisi area operasi atas dan bawah dipasang
duk rapat
2. Area operasi dipasang duk lubang steril
kecil.
C. Untuk operasi sedang dan besar :
1. Pada area operasi pasang duk rapat sedang
3 buah. Pertama bagian kaki hingga perut,
bagian perut hingga dada, dan duk
melingkari bagian atas kepala menyerupai
kerudung.
2. Pada bagian daerah operasi rongga mulut
dipasang duk bolong kecil.

65
D. Hal yang harus diperhatikan
1. Harus dilaksanakan dengan teliti dan hati
hati
2. Drape yang terpasang tidak boleh dipindah
pindahkan sampai operasi berakhir dan
harus dijaga sterilisasinya.

66
TINDAKAN DRAPPING
( PENUTUPAN DAERAH SEKITAR SAYATAN

RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman


MULUT
PROV. SUMSEL
018.II.1 0 2 dari 2

PROSEDUR DRAPING BEDAH MAYOR


2 buah duk rapat sedang
menutupi area kaki hingga dada

1 buah duk rapat sedang


menutupi area kepala menyerupai
kerudung

1 buah duk bolong dipasang di


area operasi

DRAPING BEDAH MAYOR


Draping yang dilakukan di klinik
gigi dan mulut.
1 buah duk rapat sedang
menutupi bagian perut hingga
dada
1 buah duk bolong di bagian
area pembedahan.
1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut
DAFTAR
2. Lembar persetujuan pasien
DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT Kesehatan

67
68
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
REHABILITASI RONGGA MULUT SECARA
MENYELURUH DENGAN NARKOSE UMUM
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
019.II.1 0 1 dari 4

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan perawatan gigi dan mulut secara


holistik pada klien yang berkebutuhan khusus dan
kontra indikasi terhadap anastesi lokal.

TUJUAN Mengoptimalkan perawatan gigi dan mulut secara


menyeluruh pada klien berkebutuhan khusus.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/019.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi rehabilitasi rongga mulut secara
menyeluruh dengan narkose umum.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set injeksi anastesi
3. Set preparasi
4. Set konservasi
5. Set endodonti
6. Set irigasi
7. Set ekstraksi
8. Set heacting

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Surgitip
4. Connecting tube
5. Spuit dispossible 3 ml

69
6. Kasa
7. Kapas lidi
8. Tampon
9. Povidone iodine 10%
10.Larutan fisiologis
11.Alkohol 70 %
12.NaOCl 1 %
13.Hemostatic sponge
14.Glassionomer proteksi dan stabilisasi
15.Glassionomer universal

70
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
REHABILITASI RONGGA MULUT SECARA
RSK GIGI DAN MENYELURUH DENGAN NARKOSE UMUM
MULUT
PROV. SUMSEL
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

019.II.1 0 2 dari 4

1. Semen luting dan lining


2. Semen ZnPO4
3. Semen fletcher
4. Tambalan sementara
5. Komposit
6. Fissure sealant
7. Eugenol
8. Formokresol
9. Cacao butter
10.Prophylaxis pasta
11.Reamer k-file
12.Eksterpasi
13.Paper point
14.Metal crown
15.Celluloid crown

A. Persiapan penunjang
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Pakai masker
8. Cuci tangan
9. Pakai sarung tangan
10.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
11.Lakukan asepsis ekstra dan intra oral
12.Lakukan pemasangan orofaring pack
13.Pasang set linen
14.Siapkan set preparasi kavita
15.Lakukan hisap saliva selama preparasi kavita
16.Siapkan set konservasi
17.Lakukan manipulasi bahan tambalan
glassionomer
18.Lakukan hisap saliva selama aplikasi
tambalan
19.Lanjutkan dengan persiapan tindakan
perawatan saluran akar
71
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
REHABILITASI RONGGA MULUT SECARA
RSK GIGI DAN MULUT MENYELURUH DENGAN NARKOSE UMUM
PROV. SUMSEL
72
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
MINI IMPLAN ANCOURAGE SCREW
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
020.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pemasangan implan yang khusus berbentuk sekerup


dengan ukuran panjang antara 4 11 mm dengan
diameter kurang dari 2,5 mm yang digunakan untuk
kepentingan penjangkaran ortodontik.

TUJUAN Untuk penjangkaran intra oral yang diperlukan saat


menarik gigi dalam perawatan orthodonti.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/020.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi mini implan ancourage screw.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set incisi
3. Set mini implan dan screw drive
4. Set aktivir
5. Set injeksi

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Surgitip
5. Connecting tube
6. Dental anastesi 2 % /3 %
7. Larutan fisiologis
8. Povidone iodine 10 %

73
9. Chlorhexidine kumur
10.Kasa
11.Kapas lidi
12.Pisau no. 15
13.Power O
14.Intra oral elastic
15.Mini implan screw dengan panjang sesuai
kebutuhan

74
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
MINI IMPLAN ANCOURAGE SCREW
RSK GIGI DAN
MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL

020.II.1 0 2 dari 3

A. Persiapan penunjang
1. Set linen

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
Orthodontic mini 4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
implan box and screw 5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
drive mulut
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Pakai masker
8. Siapkan area kerja dalam keadaan steril
9. Cuci tangan
10.Pakai sarung tangan
Mini implan screw 11.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
12.Lakukan asepsis ekstra dan intra oral
menggunakan povidone iodine 10 %
13.Lakukan draping dengan memasang duk
rapat
14.Siapkan set injeksi anastesi
15.Siapkan set incisi
16.Lakukan hisap perdarahan selama proses
Prosesi insersi mini
implan screw
incisi untuk membuat titik insersi mini
implan screw.
17.Siapkan set mini implan screw
18.Pasang mini implan ancourage pada driver
implan
19.Lakukan transfering mini implan yang telah
terpasang pada driver implan
20.Lakukan hisap saliva dan perdarahan
Perawatan orthodonti
dengan mini implan selama aplikasi mini implan screw
screw 21.Siapkan set aktivir orthodonti setelah insersi
mini implan screw
22.Lakukan asistensi aktivir ortho cekat dengan
mini implan screw
23.Lakukan transfering power O sesuai
kebutuhan
24.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
25.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya.
26.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
75
plastik hitam.
27.Cuci tangan
28.Ucapkan terima kasih dan semoga lekas

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENAMBALAN GIGI DENGAN BAHAN
TAMBALAN GLASSIONOMER
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
021.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan mengembalikan struktur gigi yang


hilang dengan mengaplikasi bahan tambalan ke
dalam kavita gigi, menggunakan bahan tambalan
sewarna gigi berbasis bahan polyacid dengan bubuk
berbasis fluoroaluminosilicate glass.

TUJUAN 1. Mengurangi / menghilangkan rasa nyeri


2. Mengembalikan fungsi pengunyahan
3. Mengembalikan bentuk anatomi
4. Mengembalikan bentuk estetik gigi
5. Mempertahankan gigi selama mungkin di dalam
rahang
6. Mencegah infeksi lebih lanjut.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/021.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi penambalan gigi dengan bahan
tambalan glassionomer.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi

B. Persiapan bahan
1. Sarung tangan
2. Masker

76
3. Gelas kumur
4. Cotton roll
5. Cotton pellet
6. Suction tip dispossible
7. Obat kumur chlorhexidine 5 %
8. Articulating paper
9. Paper pad dan agate spatel
10.Glassionomer powder
11.Glassionomer liquid
12.Varnish

77
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENAMBALAN GIGI DENGAN BAHAN
TAMBALAN GLASSIONOMER
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
021.II.1 0 2 dari 3

1. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
intra dan ekstra oral
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan asuhan
keperawatan gigi
8. Pasang slaberche pada klien
9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
13.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5 %
14.Siapkan bur sesuai kebutuhan preparasi
kavita
15.Lakukan hisap saliva selama proses preparasi
kavita
16.Siapkan bahan tambalan glassionomer
powder dan liquid dengan perbandingan
sesuai ketentuan pabrik.
17.Lakukan manipulasi bahan tambalan diatas
paper pad dengan teknik melipat
18.Lakukan isolasi area kerja dari saliva
menggunakan cotton roll dan suction
19.Bahan tambalan siap diaplikasikan ke dalam
kavita.
20.Lakukan trannsfering plastis filling instrumen
berikut bahan tambalan
21.Lakukan hisap saliva selama proses aplikasi
bahan tambalan
22.Siapkan ekstra fine bur untuk mengurangi
ketinggian tambalan
23.Siapkan varnish ke permukaan tambalan
24.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral.
25.Persilahkan klien berkumur.
26.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi.
27.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
78
plastik hitam.
28.Cuci tangan setelah berkontak dengan klien
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENAMBALAN GIGI DENGAN BAHAN
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENAMBALAN DENGAN BAHAN KOMPOSIT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
022.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan mengembalikan struktur gigi yang


hilang dengan mengaplikasikan bahan tambalan ke
dalam kavita gigi, menggunakan bahan tambalan
komposit
TUJUAN 1. Mengurangi / menghilangkan rasa nyeri
2. Mengembalikan fungsi pengunyahan
3. Mengembalikan bentuk anatomi gigi
4. Mengembalikan bentuk estetik gigi
5. Mempertahankan gigi selama mungkin di dalam
rahang
6. Mencegah infeksi lebih lanjut.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/022.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi penambalan bahan komposit.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi

B. Alat pelengkap
1. Bonding disk
2. Light curing

C. Persiapan bahan
1. Masker

79
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur disspossible
4. Obat kumur chlorhexidine
5. Suction disspossible
6. Cotton roll
7. Cotton pellet
8. Kuas micro brush aplikastor
9. Komposit
10.Articulating paper

80
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENAMBALAN DENGAN BAHAN KOMPOSIT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 022.II.1 0 2 dari 3

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapakan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya.
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan bur sesuai kebutuhan preparasi
kavita
16.Lakukan hisap saliva selama proses preparasi
kavita.
17.Siapkan etsa dan adhesive bonding ke dalam
bonding disk.
18.Lakukan isolasi area kerja dengan hisap saliva
menggunakan suction
19.Lakukan penyinaran selama 20 detik setelah
aplikasi adhesive bonding ke dalam kavita
20.Siapkan bahan tambalan komposit sesuai
warna gigi klien
21.Lakukan tranfering plastis filling
instrumenberikut bahan tambalan komposit
22.Lakukan penyinaran kavita yang diaplikasi
bahan tambalan komposit
23.Siapkan articulatic paper untuk mengevaluasi
ketinggian tambalan.
24.Siapkan bur ekstra fine dan end hance untuk
pemolesan pada permukaan tambalan
25.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
26.Persilahkan klien berkumur
27.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi.
28.Buang sampah infeksius kedalam plastik

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
81
PENAMBALAN DENGAN BAHAN KOMPOSIT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
022.II.1 0 3 dari 3
82
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PERAWATAN SALURAN AKAR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
023.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan perawatan pada saluran akar gigi


tunggal maupun lebih dari satu dengan diagnosis
penyakit atau cedera pada jaringan pulpa dan
jaringan periapikal.
TUJUAN 1. Mengurangi/menghilangkan ras nyeri
2. Melakukan reduksi mikroba di dalam saluran
akar
3. Mencegah infeksi lebih lanjut
4. Mengembalikan fungsi pengunyahan
5. Mengembalikan bentuk anatomi gigi
6. Mempertahankan gigi selama mungkin di
didalam rahang.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/023.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi perawatan saluran akar

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Set endodontik
5. Endo block

B. Persiapan penunjang
1. Apeks locator

C. Persiapan bahan dan obat

83
1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible
4. Suction dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Spuit dispossible 3 ml
8. Paper point
9. Alkohol 70 %

84
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PERAWATAN SALURAN AKAR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 023.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR 1. NaOCl 1 %
2. Fletcher
3. Tambalan sementara siap pakai
4. Articulating paper
5. Obat kumur chlorhexidine
6. NaOCl 1 %
7. Chkm
Apeks locator 8. Eugenol
9. Cresophene
10.Calcium hydroxide

A. Pelaksanaan tindakan
Endo block 1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
intra dan ekstra oral
K-file
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan.
7. Lakukan persetujuan tindakan asuhan
keperawatan gigi.
8. Pasang slaberche pada pasien
Hedstrom 9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
13.Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine
5%
Ciri ciri jarum
14.Siapkan bur preparasi kavita
endodonti
15.Hisap saliva selama proses preparasi kavita
16.Siapkan set endodontik dengan panjang
sesuai panjang saluran akar, endo block dan
apeks locator
17.Siapkan foto rontgen gigi yang sedang
Eksterpasi
dilakukan perawatan
18.Siapkan irigasi saluran akar NaOCl 1%
19.Hisap saliva selam proses irigasi saluran akar
20.Siapkan paper point sesuai kebutuhan
ukuran diameter pelebaran saluran akar.
21.Siapkan obat perawatan saluran akar sesuai
kebutuhan
22.Keringkan area kerja selama aplikasi obat
perawatan saluran akar
23.Lakukan manipulasi bahan tambalan
sementara ZOE atau tambalan sementara siap
pakai 85

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PERAWATAN SALURAN AKAR
86
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGISIAN SALURAN AKAR GIGI PERMANEN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
024.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tahapan yang dilakukan setelah preparasi


saluran akar gigi permanen untuk mnutupi seluruh
sistem saluran akara secara hermetis hingga kedap
cairan.
TUJUAN Mencegah masuknya cairan maupun kuman dari
jaringan periapikal kedalan saluran akar agar tidak
terjadi infeksi berulang.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/024.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pengisian saluran akar gigi
permanen

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Set endodontik

B. Persiapan penunjang
1. Endo block
2. Lampu spritus

C. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible

87
4. Obat kumur chlorhexidine 5 %
5. Suction dispossible
6. Spuit dispossible
7. Cotton roll
8. Cotton pellet
9. Articulating paper
10. Paper point
11. Alkohol 70%
12. NaOCl 1%
13. ZnPO4 powder dan liquid

88
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGISIAN SALURAN AKAR GIGI PERMANEN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 024.II.1 0 2 dari 3

1. Bahan tambalan sementara siap pakai


2. Guttap point
3. Endometason
4. Eugenol

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
intra dan ekstra oral
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan.
7. Lakukan persetujuan tindakan asuhan
keperawatan gigi.
8. Pasang slaberche pada pasien
9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
13.Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine
5%
14.Siapkan mata bur sesuai kebutuhan untuk
preparasi kavita.
15.Hisap saliva dan air dari handpiece selama
prosess preparasi saluran akar
16.Siapkan irigasi NaOCl untuk irigasi saluran
akar
17.Lakukan hisap larutan irigasi selama proses
irigasi saluran akar
18.Siapkan paerpoint dengan ukuran sesuai
diameter preparasi saluran akar
19.Siapkan bahan pengisi saluran akar
20.Lakukan manipulasi bahan pengisi saluran
akar
21.Siapkan guttap point, endo block, dan gunting
22.Siapkan lampu spritus dan stopper sement
23.Lakukan hisap saliva area kerja selama proses
pengisian saluran akar
24.Panaskan stopper semen dan lakukan
transfering instrumen ke operator
25.Siapkan bahan tambalan sementara dan
lakukan manipulasi bahan tambalan
sementara
26.Hasil manipulasi siap di transfering ke
89
operator

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGISIAN SALURAN AKAR GIGI PERMANEN
90
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGAMBILAN DATA DIAGNOSTIK
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
025.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan pemeriksaan pemeriksaan yang dilakukan


pada area kepala, dan rongga mulut, seperti foto
profil, cetak model gigi rahang atas dan bawah foto
sefalometri dan foto panoramik.
TUJUAN 1. Untuk menegakkan diagnosis perawatan
2. Untuk merencana perawatan

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/025.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pengambilan data diagnostik.

PROSEDUR A. Persiapan
a. Alat
1. Set diagnostik
2. Set pre klinik
3. Alat dokumentasi
4. Kamera digital

b. Persiapan bahan
1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible
4. Alginate impression material
5. Gipstone
6. Wax

c. Persiapan penunjang
1. Form pengantar rontgen foto

91
2. Kertas cetak foto
3. Kotak model gigi

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan

92
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGAMBILAN DATA DIAGNOSTIK
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 025.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR mulut.
1. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan.
2. Informasikan hasil anamnesa kepada
operator
3. Lakukan persetujuan tindakan
4. Pakai masker
5. Cuci tangan
6. Persilahkan klien duduk di dental unit dan
atur posisi agar nyaman
7. Pasang slaberche pada klien
8. Anjurkan klien berkumur chlorhexidine 5%
9. Siapkan alat alat dan dekatkan klien
10.Pasang label nama klien di area dekat bahu
klien
11.Lakukan foto ekstra oral dan intra oral
dengan kamera digital (untuk intra oral
dengan memakai cheek retractor)
12.Kenakan sarung tangan
13.Lakukan kolaborasi pengambilan cetakan
Aplikasi gipstone ke
dalam cetakan gigi
alginate di atas alat 14.Siapkan sendok cetak sesuai ukuran
vibrator 15.Siapkan alginate impression material dan air
secukupnya ke dalam mangkuk (bowl)
16.Lakukan manipulasi dan aplikasi bahan
cetak diatas sendok cetak menggunakan
spatula gips hingga homogen
17.Lakukan transfering sendok cetak yang
talah diisi bahan cetak pada operator untuk
proses pencetakan gigi
18.Lakukan persiapan pengambilan rekam
oklusi gigi dengan wax.
19.Siapkan lampu spritus dalam keadaan
menyala
20.Lunakkan wax kemudian tranfering pada
operato untuk mendapatkan rekam oklusi
gigi
21.Persilahkan klien berkumur
22.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
23.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi
24.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
plastik hitam
25.Cuci tangan setelah berkontak dengan klien93
dan area pelayanan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGAMBILAN DATA DIAGNOSTIK
94
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PEMASANGAN SEPARATOR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
026.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pemasangan separator elastik diantara gigi yang akan


dipasang band untuk mendukung komposnen aktif
alat orthodonti lepasan cekat

TUJUAN 1. Untuk mendukung komponen aktif alat


orthodonti lepasan/cekat
2. Untuk mendapatkan space diantara gigi yang
akan dipasang band.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/026.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pemasanga separator.

PROSEDUR A. Persiapan alat dan bahan


a. Persiapan alat :
1. Set alat diagnostik.
2. Separator pliers

b. Persiapan obat dan bahan :


1. Masker
2. Sarug tangan
3. Gelas kumur
4. Saliva ejector
5. Chlorhexidine 5 %
6. Separator elastic/metal
7. Benang gigi

95
c. Persiapan linen
1. Slaberche/apron/dental bib

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum bekontak dengan pasien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
mulut ekstra dan intra oral

96
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PEMASANGAN SEPARATOR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 026.II.1 0 2 dari 2

PROSEDUR 1. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan


tujuan
2. Lakukan persetujuan tindakan
3. Pasang slaberche pada paseien
4. Pakai masker
5. Cuci tangan
6. Pakai sarung tangan
7. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
8. Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine
Insersi elastic 5%
separator 9. Siapkan set diagnostik dan separating pliers
menggunakan 10.Lakukan transfer separator elastic satu demi
separator pliers
satu menggunakan separating pliers/benang
gigi
11.Persilahkan klien berkumur
12.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
13.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi.
14.Buang sampah infeksius kedalam plastik
Insersi elastic
kunig dan sampah non infeksius ke dalam
separator
menggunakan benang plastik hitam
gigi 15.Cuci tangan setelah berkontak dengan pasien
dan area pelayanan.
16.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
17.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan/ terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang harus diperhatikan


1. Perhatikan ketepatan memasang separator
elastic pada pliers, agar elastik tidak lepas saat
aplikasi oleh operator

DAFTAR 2. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut


DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.

97
98
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
027.II.1 0 1 dari 4

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan pergerakan gigi dalam 3 dimensi dengan


gerakan tipping, rotasi, bodily,torque, dan vertikal
(ektrusi/intrusi) menggunakan alat orthodonti yang
hanya dapat dipasang / dilepas oleh orthodontis.

TUJUAN 1. Koreksi diskrepansi skeletal ringan sampai


sedang
2. Perbaikan hubungan gigi dalam jarak vertikal
3. Koreksi malposisi gigi geligi

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/027.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi insesri alat orthodonti cekat

PROSEDUR A. Persiapan
a. Persiapan alat
1. Set diagnostik
2. Alat orthodonti
1) Needle holder/mosquito
2) Distal end cutter
3) Wire cutter
4) Weingart
5) Hard wire cutter
6) Ligature tucker
7) Band remover
8) Band bitter
9) Alat pengukur bracket
10) Bracket holder

99
3. Alat penunjang
1) Cheek retractor
2) Agate spatel
3) Handel kuas
4) Paper pad

b. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Saliva ejector

100
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 027.II.1 0 2 dari 4

PROSEDUR 1. Gelas kumur


2. kapas gulung
3. kapas kecil
4. Kasa
5. Brush nilor
6. Brush microbrush tip aplicator
7. Pasta prophy
8. Etsa gel
9. Adhesive bonding pasta
10.Liquid bonding
11.Luting and lining semen
12.Molar band
13.Bracket
14.Ligature wire
15.Niti wire
16.Open coil springe
17.Elastic tread
18.Power o dan chain

a. Persiapan linen
1. Slaberche/apron/dental bib

b. Persiapan penunjang
1. Kotak model gigi klien

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas klien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
eksra dan intra oral
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5 %
15.Lakukan prophylaksis gigi geligi rahang atas
dan rahang bawah menggunakan brus nilor
yang telah dibubuhi pasta prophy
16.Lakukan pemilihan molar band sesuai ukuran
gigi molar klien 101

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI ALAT ORTHODONTI CEKAT
102
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
028.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Melakukan aktivasi alat daya yang diberikan kepada


gigi disalurkan alat orthodonti cekat sehingga
dimungkinkan terjadi pergerakan gigi dalam 3
dimensi
TUJUAN 1. Koreksi diskrepansi skeletal ringan sampai
sedang
2. Reduksi overgite dengan intrusi insisivus
3. Koreksi malposisi gigi multiple

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/028.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi aktivir alat orthodonti cekat.

PROSEDUR A. Persiapan alat dan bahan


1. Persiapan alat instrumen dasar
1) Kaca mulut
2) Sonde half moon
3) Pinset dental
4) Amalgam stopper

2. Persiapan alat orthodonti


1) Needle holder
2) Distal end cutter
3) Mini wire cutter
4) Wing art pliers
5) Hard wire cutter
6) Bird beak
7) Ligature tucker

103
3. Persiapan bahan
1) Masker
2) Sanrung tangan
3) Gelas kumur dispossible
4) Saliva ejector
5) Chlorhexidine 5%
6) Arch wire
7) Stainless steel wire

104
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 028.II.1 0 2 dari 3

1) Ligature
2) TMA
3) Open coil springe
4) Power chain
5) Power o
6) Sliceing strip
7) Elastic rubber band

1. Persiapan penunjang
1) Set linen
2) Set scaler

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan pasien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan perestujuan tindakan
9. Pasang slberche pada pasien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
14.Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine
5%
15.Lakukan aff power o dari bracket
16.Lakukan scalling rahang atas dan rahang
bawah
17.Siapkan arch wire sesuai kebutuhan dan hard
wire cutter
18.Siapkan power o dan power chain
19.Lakukan transferring power o menggunakan
needle holder/mosquito
20.Persilahkan klien berkumur
21.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
22.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminas untuk selanjutnya dulakukan
proses sterilisasi
23.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
plastik hitam
105
24.Cuci tangan setelah berkontak dengan klien

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR ALAT ORTHODONTI CEKAT
106
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR ALAT ORTHODONTI LEPASAN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
029.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2016
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan aktivasi alat orthodonti yang dapat


dipasang dan dilepas oleh klien. Alat ini bekerja
dengan memanfaatkan tekanan alami dari otot otot
yang akan disalurkan ke gigi dan tulang alveolar.
TUJUAN 1. Memandu arah pertumbuhan maksila atau
mandibula
2. Memodifikasi pertumbuhan pada perawatan
interceptive.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/029.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi aktivir alat orthodonti lepasan.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Universal pliers
3. Pin expander
4. Expander

B. Persiapan bahan
1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur
4. Saliva ejector
5. Chlorhexidine 5 %

C. Persiapan lain
1. Cermin

107
2. Studi model gigi klien

D. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan slam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas kliem
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

108
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR ALAT ORTHODONTI LEPASAN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 029.II.1 0 2 dari 3

dan tujuan
1. Informasikan hasil anamnesa kepada
operator
2. Pakai masker
3. Cuci tangan
4. Persilahkan klien duduk di dental unit dan
atur posisi agar nyaman
5. Pasang slaberche pada klien
6. Anjurkan klien berkumur chlorhexidine 5%
7. Siapkan set diagnostik
8. Siapkan set pliers orthodonti
9. Lakukan desinfeksi alat orthodonti lepasan
menggunakan chlorhexidine 2 % selama 2
menit

Alat orthodonti lepasan

10.Asistensi pemeriksaan klinis koreksi


keadaan yang telah dicapai dalam
perawatan orthodonti lepasan
11.Ajarkan klien memasang dan melepas
activator / alat orthodonti lepasan di
depan cermin
12.Ajarkan klien cara pemeliharaan alat
orthodonti lepasan
13.Persilahkan klien berkumur
14.Rapihkan area kerja intra danekstra oral
15.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminas untuk selanjutnya
dulakukan proses sterilisasi
16.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke
dalam plastik hitam
17.Cuci tangan setelah berkontak dengan
klien dan area pelayanan
18.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI 109
AKTIVIR ALAT ORTHODONTI LEPASAN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
029.II.1 0 3 dari 3
110
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI KOMPONEN ALAT ORTHODONTI
TAMBAHAN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
030.II.1 0 1 dari 4
Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut
Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan pemasangan komponen alat orthodonti


intra oral yang berfungsi melawan gaya yang
dihasilkan dari piranti komponen aktif alat orhodonti
cekat atau lepasan
TUJUAN Untuk mendukung komponen aktif alat orthodonti
lepasan / cekat.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/030.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi insersi komponen alat orthodonti
tambahan.

111
PROSEDUR Macam macam kompone alat orthodonti tambahan :
Palatal arch

Expander palatal

Space maintaner

112
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI KOMPONEN ALAT ORTHODONTI
TAMBAHAN
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
030.II.1 0 2 dari 4

Lip bumper

Lingual/palatal bar

Molar band pendukung alat ekstra


oral orthodonti face mask

Habit breaker

A. Persiapan
a. Persiapan alat
1. Set alat diagnostik
1) Kaca mulut
2) Sonde
3) Pinset

2. Set alat orthodonti


1) Tang wing art
2) Tang band remover
3) Band bitter
4) Tang 3 jari
5) Tang bird beak

3. Set alat penunjang


1) Spatel agate

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


113
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI KOMPONEN ALAT ORTHODONTI
TAMBAHAN
RSK GIGI DAN MULUT No Dokumen : No.Revisi: Halaman
PROV. SUMSEL
114
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI ALAT ORTHODONTI EKSTRA ORAL
HEAD GEAR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
030.II.1 0 1 dari 3
Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut
Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Merupakan pemasangan alat orthodonti tambahan


dengan alat ekstra oral di bagian kepala untuk
menghambat pertumbuhan maksila.

TUJUAN 1. Menghambat pertumbuhan maksila ke anterior


2. Intrusi/ekstrusi gigi anterior atau posterior
3. Distalasi molar
4. Penjangkaran gigi molar
5. Rotasi mandibula ke anterior atau posterior
6. Tipping dari bidang palatal

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/030.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi insersi alat orthodonti ekstra oral
head gear.

PROSEDUR 1. Persiapan Alat


1. Set alat diagnostik
2. Persiapan alat orthodonti
1) Band remover
2) Band sitter
3) Jarabak pliers

2. Persiapan bahan
1. Masker
2. Sarunga tangan
3. Gelas kumur
4. Saliva ejector

115
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Semen dan liquid lining and luting
8. Benang gigi
9. Head gear

3. Persiapan linen
Slaberche/apron/bib dental

116
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI ALAT ORTHODONTI EKSTRA ORAL
HEAD GEAR
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
030.II.1 0 2 dari 3

1. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan pasien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
Klien dengan alat 7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
orthodonti ekstra oral
tujuan
head gear
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasanga slabeche pada pasien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
14.Persilahkan pasien berkumurchlorhexidine 5%
15.Siapkan studi model gigi klien
16.Siapkan molar band sesuai ukuran gigi geligi
klien
17.Siapkan band remover dan band sitter
18.Siapkan semen luting dan lining dengan
perbandingan sesuai ketentuan produk
19.Lakukan manipulasi semen dan aplikasikan
hasilnya ke dinding molar band secara merata.
20.Lakukan transfering molar band ke operator
21.Siapkan benang gigi
22.Persilahkan klien berkumur
23.Siapkan head gear dan jarabak pliers dan
transfering pada operator
24.Rpaihkan area kerja intra dan ekstra oral
25.Rapihkan perlatan dan lakukan dekontaminasi
untuk selanjutnya dilakukan proses sterilisasi.
26.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam
27.Cuci tangan setelah berkontak dengan pasien
dan area pelayanan
28.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
29.Dokmentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

2. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Motivasi klien agar dapat kooperatif dalam
penggunaan head gear untuk keberhasilan
117
perawatan, mengingat head gear adalah alat

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI ALAT ORTHODONTI EKSTRA ORAL
118
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
DEBONDING ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
032.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Proses pelepasan pesawat orthodonti cekat dari


dalam rongga mulut tanda perawatan orthodonti
telah selesai.

TUJUAN Menyiapkan gigi geligi dan rongga mulut untuk


memasuki tahap stabilisasi sebagai akhir dari
perawatan orthodonti cekat.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/032.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi debonding alat orthodonti cekat.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set alat diagnostik
2. Persiapan alat orthodonti
3. Bond remover
4. Bracket remover pliers
5. Debonding remover pliers
6. Set poles
7. Set pre klinik
8. Contra angle low speed
9. Contra angle high speed

B. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur
4. Saliva ejector

119
5. Chlorhexidine kumur 5%
6. Bruh nilor
7. Alginat
8. Gipstone
9. Pasta prophylaksis

C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identiras pasien
3. Lakukan anamnesa

120
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
DEBONDING ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 032.II.1 0 2 dari 3

1. Lakukan pengukuran tanda tanda vital


2. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
3. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
4. Lakukan persetujuan tindakan
5. Pasang slaberche pada pasien
6. Pakai masker
7. Cuci tangan
8. Pakai sarung tangan
9. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
10.Persilahkan pasien berkumur chlorhexidine 5%
11.Siapkan band remover dan bracket remover
untuk melepaskan alat orthodonti cekat
12.Siapkan debonding remover pliers untuk
melepaskan bonding bracket dari permukaan
labial/bukal.
13.Siapkan bur debonding dan set poles
14.Lakukan hisap saliva selama proses
prophylaksis
15.Siapkan dan pilih sendok cetak sesuai ukuran
16.Siapkan alginat dengan perbandingan sesuai
ketentuan produk
17.Lakukan manipulasi bahan cetak hingga
homogen
18.Lakukan transfering hasil manipulaasi bahan
cetak pada operator
19.Persilahkan klien berkumur
20.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
21.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
22.Buang sampah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam
23.Cuci tangan
24.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut
25.Ucapkan terimakasih dan lekas sembuh
26.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang perlu diperhatikan


Anjurkan klien dalam posisi me nunduk saat
pesawat orthodonti cekat dilepas, untuk
mencegah sisa sisa patahan ligature wire atau
bracket jatuh ke dalam tenggorokan.
121

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
122
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR RETAINER
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
033.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Perawatan orthodonti dengan alat yang dapat


dipasang dan dilepas oleh klien yang berfungsi
menjaga stabilitas gigi geligi pasca perawatan
endodonti.

TUJUAN 1. Mencegah relapsnya gigi gigi pasca orthodonti


cekat
2. Memperoleh kestabilan posisi gigi 0gigi pasca
perawatan orthodonti cekat.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/033.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi aktivir retainer.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set dignostik
2. Klamer pliers
3. Contra angle low speed
4. Bur stone
5. Scaler

B. Persiapan obat dan bahan


1. Brush nilor
2. Pasta prophylaksis
3. Chlorhexidine 5%
4. Chlorhexidine 2%

123
C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan
pasien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
mulut ekstra oral dan intra oral
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujannya

124
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
AKTIVIR RETAINER
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 033.II.1 0 2 dari 2

PROSEDUR 1. Lakukan persetujuan tindakan


2. Pasang slaberche pada pasien
3. Pakai masker
4. Cuci tangan
5. Pakai sarung tangan
6. Siapkan alat alat dan dekatkan pasien
7. Persilahkan paien berkumur chlorhexidine 5%
8. Lakukan desinfeksi retainer klien dengan
chlorhexidine 2 %
Retainer 9. Lakukan pengelolaan oral hygiene klien
dengan tindakan scalling
10.Lakukan oral prophylaksis menggunakan
brush dan pasta
11.Klien siap untuk dilakukan aktivir retainer
12.Siapkan klamer pliers
13.Jika telah selesai aktivir retainer, persilahkan
klien berkumur
14.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
15.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi
16.Buang sampah infesius ke dalam plastik kning
dan sampah non infeksius ke dalam plastik
hitam
17.Cuci tangan setelah berkontak dengan pasien
dan area pelayanan
18.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
19.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Lakukan pengkajian terhadap kebiasaan
buruk seperti menghisap jari, menjulurkan
lidah ke depan, menggigit kuku, menggigit
bibir, bernapas dari mulut dan sebagainya
2. Kebiasaan buruk yang tidak dikoreksi akan
memperkuat kecenderungan relaps pasca
perawatan orthodonti
1. Catatan asuhan kesehatan/terpai gigi dan
DAFTAR
mulut 125
DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
DEBONDING ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
034.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Proses asuhan keperawatan gigi dan mulut pada


tindakan pemasangan alat tambahan perawatan
orthodonti berupa plat akrilik di area dagu dan dahi
yang dilapisi busa dan kawat tebal yang melintang di
area bawah.

TUJUAN Mereposisi hubungan tulang rahang bawah dan


rahang atas.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/034.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi insersi ekstra oral face mask.

PROSEDUR A. Persiapan alat dan bahan


a. Persiapan alat
1. Set alat diagnostik
2. Set pre klinik
1) Pisau lilin
2) Dappen glass
3) Lecron
4) Micromotor
5) Frazer
6) Stone poles
7) Potongan alat fiksasi yang difungsikan
untuk mengatkan karet
8) Penggaris akrilik khusus untuk fcae
mask

126
9) Lampu spritus dan korek api
10) Dappen disk

b. Persiapan obat dan bahan


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur
4. Saliva ejector
5. Kasa
6. Kapas gulung
7. Kapas kecil

127
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
DEBONDING ALAT ORTHODONTI CEKAT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 034.II.1 0 2 dari 3

1. Self curing acrylic


2. Busa (restone)

a. Persiapan penunjang
1. Set linen
2. Spidol non permanen
3. Kotak model gigi klien
4. Lem besi

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan pasien
5. Lakukan pengkuruan tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada pasien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Perilahkan pasien berkumur chlorhexidine 5%
15.Nyalakan lampu spritus dan berikan kepada
operator alat dari mika untuk dibentuk sesuai
desain.
16.Rapihkan dan poles alat menggunakan
micromotor
17.Isi dappen glass dengan bahan self curing
acrylic sesuai kebutuhan
18.Berikan kepada operator alat penyangga dagu
untuk disusaikan
19.Berikan spidol non permanen untuk penanda
tempat perekatan
20.Manipulasikan bahan selfcuring acrylic
didalam dappen glass menggunakan pisau liln
kemudian letakkan diantara alat penyangga
dagu dan alt dari akrilik yang sudah dibentuk,
21.Berikan kepada operator untuk disesuaikan
tunggu sampai mengeras
22.Isi mangkuk dengan air untuk merendam alat
yang direkatkan.
23.Rapihkan dan poles alatsudah yang
128
direkatkan dengan menggunakan mikromotor

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
129
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
TOPIKAL APLIKASI FLUORIDE
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
035.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan pengulasan zat yang mengandung fluor


pada seluruh permukaan gigi. Topikal aplikasi
umumnya dilakukan pada gigi anak anak atau gigi
sulung.

TUJUAN 1. Mengurangi kelarutan enamel terhadap asam


2. Mengurangi permeabilitas permukaan enamel
3. Menghambat pembentukan asam dari
karbohidrat oleh kuman rongga mulut

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/035.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasitopikal aplikasi fluoride.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Obat kumur chlorhexidine 5%
5. Suction tip dispossible
6. Brush nilor
7. Cotton roll
8. Cotton pellet
9. Pumice / pasta prophylaksis

130
10.Sodum fluoride

C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas klien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
6. Jelaskan tindakan yang dilakukan dan tujuan
7. Pakai masker

131
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
TOPIKAL APLIKASI FLUORIDE
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 035.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR 1. Cuci tangan


2. Pakai sarung tangan
3. Siapkan alat alat dan dekatkan
4. Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5 %
5. Lakukan penyikatan dan pemolesan
menggunakan brus nilor yang dibubuhi
pumice
6. Kolaborasi isolasi area kerja menggunakan
cotton roll
7. Kolaborasi aplikasikan sodium fluoride 2% per
gigi dimulai dari arah distal-bukal-mesial-
palatal/lingual-incisal biarkan selama 5 menit
8. Bersihkan sodium fluoride 2 % pada
permukaan gigi dengan menggunakan cotton
pellet
9. Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
10.Rapihkan peralatan dan kembalikan ke
tempatnya
11.Buang samoah infeksius kedalam plastik
kuning dan sampah non infeksius kedalam
plastik hitam
12.Cuci tangan
13.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
14.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut/

A. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Klien tidak dianjurkan berkumur pasca
aplikasi fluoride
2. Klien tidak dianjurkan makan dan minum
selama 1 jam
3. Lakukan topikal aplikasi fluor hanya setelah
gigi anak anak tumbuh lengkap di dalam
rongga mulut ( usia 2,5 3 tahun )
4. Perhatikan dosis pemakaian fluoride sesuai
konsentrasi produk
Dosis pemberian topikal fluoride :

1) Sodium fluoride 2% (NaF 2%) : 4x/ tahun


2) Stannos fluoride 8% (SnF2 8%) : 1-
2x/tahun
3) Acidulated phosphate fluoride : 1-2x/tahun

132

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
TOPIKAL APLIKASI FLUORIDE
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PIT DAN FISSURE SEALANT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
036.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pemberian resin pada permukaan pit


dan fissure gigi oklusal gigi.

TUJUAN 1. Untuk mencegah terjadinya karies gigi


terutama pada permukaan pit dan fissure yang
dalam
2. Menghilangkan tempat retensi plaque dan
substrat kariogenik
3. Mengisolasi mikroorganisme

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/036.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pit dan fissure sealant

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Light curing

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Suction tip dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Brush nilor
8. Kuas

133
9. Articulating paper
10.Obat kumur chlorhexidine 5 %
11.Pumice/pasta profilaksis
12.Composit resin sealant
13.Etsa

C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa

134
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PIT DAN FISSURE SEALANT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 036.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR 1. Lakukan pengukuran tanda tanda vital


2. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
intra dan ekstra oral
3. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
tujuan
4. Pakai masker
5. Cuci tangan
6. Pakai sarung tangan
7. Siapkan alat alat dan dekatkan klien
8. Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
9. Lakukan penyikatan pada gigi menggunakan
brush dan pumice/pasta profilaksis
10.Kolaborasi isolasi area kerja dari saliva
mengguanakan cotton roll dan suction
11.Siapkan etsa dan kuas atau aplikator
khusus
12.Perhatikan proses pengetsaan selam 60 detik
13.Setelah dibilas dan keringkan menggunakan
three way syringe
14.Siapkan kimposit resin sealant berikut
aplikator khusu atau kuas
15.Kolaborasi setelah dilakukan aplikasi sealant,
lakukan penyinaran menggunakan light
curing selama 20 detik
16.Evaluasi ketinggian lapisan resin pada pit dan
fissure
17.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
18.Rapihkan peralatan dan kembalikan
ketempatnya
19.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
kuning dan sampah non infeksius ke dalam
plastik hitam
20.Cuci tangan
21.Ucapkan terimakasih dan semoga lekas
sembuh
22.Dokumentasikan pada catatam asuham
lesehatan / terapi gigi dan mulut.

A. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Hasil etsa asam harus kering dan bebas dari
semua kontaminasi, karena kontaminasi akan
menghambat perlekatan sealant dengan
permukaan email.

135
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PIT DAN FISSURE SEALANT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
136
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI SULUNG
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
037.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan perawatan pada saluran akar gigi


sulung dengan diagnosis penyakit atau cedera
jaringan pulpa dan jaringan periapikal

TUJUAN 1. Mengurangi / menghilangkan rasa nyeri


2. Melakukan reduksi mikroba didalam saluran
akar
3. Mengembalikan fungsi pengunyahan
4. Mengembalikan bentuk anatomi gigi
5. Mengembalikan bentuk estetik gigi
6. Mempertahankan gigi selama mungkin di
dalam rahang hingga waktu erupsi gigi
permanen
7. Mencegah infeksi lebih lanjut.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/037.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi perawatan saluran akar gigi
sulung anterior.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Set endodonti
5. Endo block

B. Persiapan penunjang

137
1. Apek locater

C. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible
4. Suction dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Spuit dispossible

138
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI SULUNG
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 037.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR 1. Paper point


2. Chlorhexidine 5%
3. NaOCl 1%
4. Chkm
5. Eugenol
6. Cresophene
7. Calcium hydroxide
8. Fletcher
9. Tambalan sementara siap pakia
10. Articulating paper

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pasang slaberche pada klien
9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
13.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
14.Siapkan bur preparasi
15.Hisap saliva selama proses preparasi kavita
dan saluran akar
16.Siapkan set endodonti dengan panjang sesuai
panjang saluran akar
17.Siapkan irigasi saluran akar NaOCL 1%
18.Hisap saliva selama proses selama proses
irigasi saluran akar
19.Siapkan paper point sesuai kebutuhan ukuran
diameter pelebaran saluran akar
20.Siapkan obat perawatan saluran akar sesuai
kebutuhan
21.Keringkan area kerja selama aplikasi obat
perawatan saluran akar
22.Lakukan manipulasi bahan tambalan
sementaa ZOE atau tambalan sementar siap
pakai
23.Siapkan articuting paper untuk evaluasi
ketinggian tambalan hingga klien meras
139
nyaman

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
140
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGISIAN SALURAN AKAR GIGI SULUNG
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
038.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tahapan yang dilakukan setelah preparasi


saluran akar gigi sulung untuk menutup seluruh
sistem saluran akar secara hermedis hingga kedapa
cair.

TUJUAN Mencegah masuknya cairan maupun kuman dari


jaringan periapikal kedalam saluran akar agar tidak
terjadi infeksi berulang.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/038.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pengisian saluran akar gigi
sulung anterior.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Set endodonti

B. Persiapan penunjang
1. Endo block
2. Biter block/prope grade

C. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan

141
3. Gelas kumur dispossible
4. Obat kumur chlorhexidine
5. Suction dispossible
6. Spuit dissposible
7. Cotton roll
8. Cotton pellet
9. Articulating paper
10.Paper point
11.Bubuk fletcher
12.Eugenol
13.CHKM

142
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENGISIAN SALURAN AKAR GIGI SULUNG
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 038.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR 1. NaOCL 1%
2. ZnPO4 powder dan liquid
3. Bahan tambalan sementara siap pakai
4. Semen dan liquis glassionomer

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan
pasien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan mata bur sesuai kebutuhan untuk
preparasi kavita dan saluran akar
16.Hisap saliva dan air dari handpiece selamaa
proses preparasi saluran akar
17.Siapkan irigasi NaOCL 1% untuk irigasi
saluran akar
18.Salkukan hisap larutan irigasi selama pross
irigasi saluran akar
19.Siapkan paper point dengan ukuran sesuai
diameter preparasi saluran akar
20.Siapkan bahan pengisi saluran akar gigi
sulung
21.Lakukan manipulasi bahan pengisi saluran
akar gigi sulung
22.Siapkan hasil manipulasi bahan pengisi
diatas glass slab
23.Siapkan stopper semen
24.Lakukan hisap saliva area kerja selama proses
pengisian saluran akar
25.Siapkan bahan tambalan sementara dan
lakukan menipulasi bahan tambalan
sementara
26.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
143
27.Rapihkan peralatan dan lakukan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
144
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENCABUTAN GIGI SULUNG DENGAN TOPIKAL
ANASTESI SPRAY
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
039.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Proses mengeluarkan gigi sulung anterior atau


posterior karena gigi tidak dapat dirawat atau
penyebab lain (gigi goyang) dengan teknik anastesi
lokal non injeksi.

TUJUAN Menimbulkan anastesi pada ujung saraf sebagai


penghilang rasa sakit pada proses pencabutan.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/039.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pencabutan gigi sulung dengan
topikal anastesi spray

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set pencabutan sesuai kebutuhan

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumurS
4. Suction tip disspossible
5. Kasa
6. Tampon
7. Cotton pellet
8. Povidone iodine 10%
9. Chlorhexidine 5%

145
10.Ethyl chlor

C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan
mulut ekstra dan intra oral
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya

146
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENCABUTAN GIGI SULUNG DENGAN TOPIKAL
ANASTESI SPRAY
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
039.II.1 0 2 dari 2

PROSEDUR 1. Lakukan persetujuan tindakan


2. Pasang slaberche pada klien
3. Pakai masker
4. Cuci tangan
5. Pakai sarung tangan
6. Siapkan alat alat dan dekatkan klien
7. Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
8. Lakukan asespis area pencabutan dengan
tampon povidone iodine 10 %
9. Siapkan kapas yang sudah dibasahi ethyl
chlor
10.Siapkan instrumen pencabutan sesuai
kebutuhan
11.Siapkan tampon povidone iodine 10% dan
fiksasi pada saat soket pencabutan
12.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral.
13. Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi
14.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
berwarna kuning dan sampah non infeksiue
ke dalam plastik berwarna hitam
15.Cuci tangan setelah berkontak dengan kalien
dan area pelayanan
16.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
17.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

A. Hal - hal yang perlu diperhatikan


1. Kloride membentuk efek pendinginan pada
permukaan kulit dengan cara menguap secara
cepat
2. Tidak menaruh instrumen pencabutan di
depan pasien anak, untuk menghindari
kecemasan pasien.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan / terapi gigi dan mulut


147
DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.
148
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENCABUTAN GIGI SULUNG DENGAN TOPIKAL
ANASTESI GEL
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
040.II.1 0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Proses mengeluarkan gigi susu anterior atau posterior


karena gigi tidak dapat dirawat atau penyebab lain
(gigi goyang) dengan teknik pengolesan analgetik lokal
pada mukosa gingiva.

TUJUAN Menimbulkan anastesi pada ujung saraf sebagai


penghilang rasa sakit pada proses pencabutan.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/040.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pencabutan gigi sulung dengan
topikal anastesi gel.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set pencabutan gigi sulung

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Suction tip disspossible
5. Povidone iodine 10%
6. Chlorhexidine 5%
7. Ethyl chlor
8. Gel topikal anastei
9. Tampon

149
10.Kasa

C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

150
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PENCABUTAN GIGI SULUNG DENGAN TOPIKAL
ANASTESI GEL
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
040.II.1 0 2 dari 2

PROSEDUR berikut tujuannya


1. Lakukan persetujuan tindakan asuhan
keperawatan gigi
2. Pasang slaberche pada klien
3. Pakai masker
4. Cuci tangan
5. Pakai sarung tangan
6. Siapkan alat alat dan dekatkan klien
7. Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
8. Siapkan gel anastesi dan cotton pellet
9. Keringkan area mukosa gigi yang akan
dilakkan aplikasi gel anastesi
10.Siapkan instrumen pencabutan sesuai
kebutuhan
11.Fiksasi soket pasca pencabutan dengan
tampon yang sudah dibasahi povidone iodine
10%
12.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral.
13.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi
14.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
berwarna kuning dan sampah non infeksiue ke
dalam plastik berwarna hitam
15.Cuci tangan setelah berkontak dengan kalien
dan area pelayanan
16.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
17.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

B. Hal - hal yang perlu diperhatikan


1. Untuk efektivitas tujuan dari penggunaan gel
anastesi, pastikan area mukosa yang akan
dilakukan anastesi dalam keadaan kering
2. Tidak menaruh instrumen pencabutan di depan
klien anak, untuk menghindari kecemasan
klien.

DAFTAR 151
1. Catatan asuhan kesehatan / terapi gigi dan

DOKUMEN mulut
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
KURETASE
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
041.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Penyingkiran jaringan granulasi yang terinflamasi


kronis berada pada dinding saku periodontal.

TUJUAN 1. Menghilangkan bahan bahan yang melekat pada


permukaan gigi terutama kalkulus, plak, dan
bahan bahan lain sehingga diperoleh
permukaan gigi yang licin, bersih dan sehat.
2. Menghilangkan jaringan jarinan mati disekitar
kalkulus sebagi akibat proses pembentukan
kalkulus dan penyakit periodontal.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/041.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi kuretase.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set alat diagnostik
2. Scaler manual atau scaler elektrik
3. Kuret periodontal

B. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur
4. Suction tip dispossible
5. Spuit dispossible 5 ml
6. Tampon

152
7. Kasa
8. Cotton pellet
9. Povidone iodine 10%
10.Obat anti mikroba gram (-) yang bersifat
baktrisid
11.Chlorheksidine 5 %

C. Persiapan penunjang
1. Slaberche/apron/dental bib

153
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
KURETASE
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 041.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR A. Pelaksanaan tindakan


1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian keseahtatan gigi dan
mulut ekstra dan intra oral.
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan berikut
tujuannya
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pasang slaberche pada klien
9. Pakai masker
10.Cuci tangan
11.Pakai sarung tangan
12.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
13.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
14.Kolaborasi selama melakukan kuretase
15.Lakukan hisap saliva dan darah menggunakan
suction
16.Siapkan irigasi povidone iodine 10%
menggunakan dissposible spuit 5 ml
17.Lakukan tranfering set irigasi pada operator
18.Lakukan suction selama proses irigasi rongga
mulut
19.Anjurkan klien untuk berkumur
20.Keringkan kembali area kerja intra oral
21.Siapkan metronidazole gel untuk diaplikasikan
oleh operator ke dalam soket pasca kuretase
22.Siapkan tampon dan fiksasi di area kuretase
23.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
24.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses streilisasi
25.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
berwarna kuning dan sampah non infeksius ke
dalam plastik berwarna hitam
26.Cuci tangan setelah berkontak dengan kalien
dan area pelayanan
27.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
28.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

154

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
KURETASE
155
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
GINGIVEKTOMI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
042.II.1 0 1 dari 4

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Membuang atau membersihkan jaringan yang rusak,


sementum nekrotik, serta jaringan yang dapat
mengiritasi gingival yang merupakan dinding dari
poket.

TUJUAN 1. Mengurangi saku gusi


2. Menghilangkan saku gusi
3. Mendapatkan kembali kontur gingiva yang
normal secara anatomis dan fisiologis
4. Memperbaiki jaringan periodontal dan bentuk
tulang

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/042.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi gingivektomi.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Prob peridontal
3. Set incisi
4. Set kuret periodontal
5. Set scaler
6. Set hecting
7. Gunting jaringan
8. Citoject
9. Cauter
10.Kom
11.Agate spatel

156
12.Mixing plate plastik

B. Persiapan bahan dan obat


1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Suction tip dispossible
5. Kapas gulung
6. Kapas pellet
7. Kapas lidi

157
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
GINGIVEKTOMI
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 042.II.1 0 2 dari 4

PROSEDUR 1. Kasa
2. Saliva ejector
3. Gelas kumur
4. Spuit dispossible 2,5 ml
5. Chlorhrxidine 5%
6. Povidone iodine 10%
7. NaCl
8. Aquadest
9. Topikal anastesi gel
10.Obat anastesi lokal injeksi
11.Pisau no.15
12.Periodontal pack
Gingiva selesai dijahit
A. Persiapan penunjang
1. Duk rapat
2. Duk bolong

B. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
7. Lakukan persetujuan tindakan
8. Pakai masker
9. Cuci tangan
10.Pakai sarung tangan
11.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
12.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
13.Lakukan asepsis area kerja intra dan ekstra
oral menggunakan kasa dan povidone iodine
10%
14.Lakukan drapping area kerja menggunakan
duk rapat dan duk bolong
15.Siapkan topikal anastesi gel dan obat
anastetikum lokal
16.Siapkan set incisi, gunting jaringan, cauter
17.Lakukan irigasi dengan menggunakan NaCl
syringe selama proses incisi
18.Lakukan pengendalian ruang pandang area
kerja dari darah dengan suction
19.Siapakn kuret periodontal dan scaler untuk
membersihkan jaringan jaringan yang tidak
sehat 158

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
GINGIVEKTOMI
159
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PEMBUATAN PASAK PROFILAKTIK COSTUM
CAST POST
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
043.II.1 0 1 dari 4

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tindakan asuhan keperawatan gigi dan mulut dalam


pembuatan restorasi bagian logam atau bahan
restoratif kaku ke dalam saluran akar gigi yang telah
dilakukan perawatan saluran akr sebagai pendukung
restorasi mahkota gigi tiruan.

TUJUAN 1. Memperkuat struktur gigi


2. Mempertahankan restorasi gigi yang telah
dilakukan perawatan endodonti
3. Menambah retensi restorasi
4. Meneruskan tekanan yang diterima gigi merata
ke sepanjang akar.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/043.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi pembuatan pasak profilaktik
costum cast.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Set endodonti

B. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan

160
3. Gelas kumur dispossible
4. Suction dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Spuit dispossible 3 ml
8. Alkohol 70 %
9. Obat kumur chlorhexidine 5%
10.NaOCl 1%
11.CHKM
12.Cresophene
13.Tambalan sementara siap pakai

161
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PEMBUATAN PASAK PROFILAKTIK COSTUM
CAST POST
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
043.II.1 0 2 dari 4

PROSEDUR 1. Material impresi base dan catalyst vinyl


polysiloxane
2. Material impresi base dan catalyst hydophilic
vinyl polysiloxane
3. Alginat
4. Gips stone

A. Pelaksanaan tindakan
Manipulasi material
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
impresi base dan
2. Pastikan identitas pasien
catalyst vinyl
polysiloxane
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
Material impresi base 10.Pakai masker
dan catalyst vinyl 11.Cuci tangan
polixiloxane dalam 12.Pakai sarung tangan
sendok cetak 13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan set preparasi kavita
16.Hisap salive dan air di dalam mulut selama
proses preparasi sisa mahkota gigi
17.Siapkan peaso reamer untuk mengangkat
guttap percha
18.Siapkan irigasi NaOCl 1%
19.Lakukan hisap saliva saat operator
mengirigasi saluran akar
20.Siapkan sendok cetak dan bahan cetak
saluran akar
21.Lakukan manipulasi material impresi base
dan catalyst vinyl polysiloxane kemudian
letakkan diatas sendok cetak
22.Lakukan transfering sendok cetak yang telah
diisi hasil manipulasi baha impresi pada
operator
23.Sisihkan hasil cetakan model kerja
24.Siapkan dan lakukan manipulasi material
impresi base dan catalyst hydrophilic vinyl
polysilxane diatas mixing pad, kemudian
dekatkan ke operator
162
25.Siapkan lentulo untuk memasukkan sebagian

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
PEMBUATAN PASAK PROFILAKTIK COSTUM
163
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI PASAK PROFILAKTIK COSTUM CAST
POST
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
044.II.1 0 1 dari 4

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan menanam bagian logam atau bahan


restoratif kaku ke dalam saluran akar gigi yang telah
dilakukan perawatan saluran akar, sebagai
pendukung restorasi mahkota gigi tiruan.

TUJUAN 1. Memperkuat struktur gigi


2. Mempertahankan restorasi gigi yang telah
dilakukan perawatan endodonti
3. Menambah retensi restorasi
4. Meneruskan tekanan yang diterima gigi merata
ke sepanjang akar.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/044.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
kolaborasi tindakan insersi pasak profilaktik costum
cast post.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Set endodonti

B. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible

164
4. Suction dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Spuit dispossible 3 ml
8. Articulating paper
9. Benang gigi
10.Wax
11.Semen luting dan lining
12.Liquid luting dan lining
13.Alkohol 70 %
14.Obat kumur chlorhexidine 5%

165
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI PASAK PROFILAKTIK COSTUM CAST
POST
RSK GIGI DAN No Dokumen : No.Revisi: Halaman
MULUT
PROV. SUMSEL
044.II.1 0 2 dari 4

PROSEDUR 1. Material impresi base dan catalyst vinyl


polysiloxane
2. Material impresi base dan catalyst hydophilic
vinyl polysiloxane
3. Alginat
4. Gips stone

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan set preparasi kavita
16.Hisap salive dan air di dalam mulut selama
proses preparasi
17.Siapkan pasak logam dan lakukan desinfeksi
menggunakan alkohol 70 % kemudian
keringkan.
18.Siapkan semen dan liquid luting dan lining
diatas paper pad
19.Lakukan manipulasi semen dan aplikasikan
ke bagian sepanjang inti pasak yang akan
masuk ke saluran akar gigi
20.Siapkan benang gigi dan cotton roll untuk
membersihkan kelebihan atau sisa sisa
semen
21.Siapkan sendok cetak sesuai ukuran rahang
22.Siapkan alginat ke dalam bowl sesuai akaran
untuk membuat cetakan antagonis studi
model gigi
23.Lakukan manipulasi alginat menggunakan
gips spatel hingga homogen
24.Tuangkan hasil manipulasi ke dalam sendok
166
cetak, setelah sipa transfering pada operator
25.Siapkan kembali sendok cetak untuk cetakan

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
167
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI MAHKOTA GIGI PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
045.II.1 0 1 dari 6

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Kolaborasi tindakan restorasi membentuk mahkota


gigi di luar mulut yang disarungkan ke gigi dengan
material porselain.

TUJUAN 1. Mengambalikan fungsi pengunyahan


2. Mengembalikan bentuk anatomi gigi
3. Mengembalikan bentuk estetik gigi
4. Mempertahankan gigi selama mungkin di
dalam rahang

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/045.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
Kolaborasi tindakan restorasi mahkota gigi porselain.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi

B. Persiapan bahan dan obat


1. Prob periodontal
2. Set pre klinik
3. Sendok cetak
4. Shade guide
5. Paper pad
6. Agate spatel

C. Persiapan bahan dan obat

168
1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible
4. Obat kumur chlorhexidine 5%
5. Alkohol 70%
6. Suction dispossible
7. Cotton roll
8. Cotton pellet
9. Material impresi base dan catalyst vinyl
polysiloxane

169
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI MAHKOTA GIGI PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 045.II.1 0 2 dari 6

PROSEDUR 1. Material impresi base dan catalyst hydrophilic


vinyl polysiloxane
2. Kit material mahkota sementara
3. Dispensing gun
4. Mixing tip refill
5. Alginat
6. Gipstone
7. Wax
8. Bahan tambalan sementara siap pakai
9. Bubuk semen dan liquid luting dan lining
10.Benang adrenalin
11.Benang gigi
12.Articulating paper

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan bur untuk preparasi kavita
16.Lakukan hisap saliva dan air selama proses
preparasi
17.Siapkan sendok cetak sesuai ukuran rahang
pasien
18.Siapkan alginate sesuai takaran produk,
untuk membuat studi model antagonis dari
gigi yang akan dibuat mahkota gigi porselain
19.Lakukan manipulasi alginat di dalam bowl
secara homogen
20.Letakkan hasil manipulasi alginat ke dalam
sendok cetak, hasil manipulasi siap untuk
ditransfering pada operator

170
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI MAHKOTA GIGI PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI MAHKOTA GIGI PORSELAIN

RSK GIGI DAN MULUT No Dokumen : No.Revisi: Halaman


PROV. SUMSEL

045.II.1 0 5 dari 6

47.Siapkan form permintaan laboratorium gigi


48.Studi model double impresi dan studi model
(yang sudah di cor dengan gips stone) siap
untuk dikirim ke laboratorium gigi.

B. Pelaksanaan tindakan kunjungan II


1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan berikut
tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan bur untuk preparasi kavita
16.Lakukan hisap saliva dan air selama proses
preparasi
17.Siapkan mahkota gigi porselain dan lakukan
desinfeksi dengan alkohol 70%
18.Siapkan crown taker dan bur preparasi
19.Lakukan hisap saliva selama proses
pengeburan untuk membersihkan sisa sisa
semen mahkota sementara
20.Siapkan bubuk semen luting dan lining dengan
perbandingan sesuai ketentuan produk
21.Lakukan manipulasi diatas paper pad
22.Tuangkan hasil manipulasi ke dalam dowel
mahkota gigi porselain bagian dalam secara
merata, setelah siap transfering mahkota tiruan
pada operator.
23.Siapkan benang gigi
24.Lakukan hisap salia selama proses insersi
171
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI MAHKOTA GIGI PORSELAIN

RSK GIGI DAN MULUT No Dokumen : No.Revisi: Halaman


PROV. SUMSEL

045.II.1 0 6 dari 6

hingga mengering.
25.Siapkan articulating paper untuk mengecaluasi
adanya ketinggian restorasi mahkota gigi tiruan
26.Siapkan akstra fine bur / bur poles
27.Setelah klien nyaman, persilahkan untuk
berkumur
28.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral
29.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses streilisasi
30.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
berwarna kuning dan sampah non infeksius ke
dalam plastik berwarna hitam
31.Cuci tangan setelah berkontak dengan kalien
dan area pelayanan
32.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
33.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut.

C. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Siapkan kebutuhan semen dan liquid luting
dan lining sesuaikan dengan luas
coping/ruang mahkota gigi tiruan
2. Pastikan coping/ruang mahkota gigi tiruan
dalam keadaan kering sebelum aplikasi semen
luting dan lining.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan / terapi gigi dan

DOKUMEN mulut
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.

172
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI MAHKOTA GIGI TIRUAN PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
046.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pemasangan mahkota gigi tiruan


porselain pada gigi yang dimaksud dengan
menggunakan semen luting dan lining.

TUJUAN 1. Mengembalikan fungsi pengunyahan


2. Mengembalikan bentuk anatomi gigi
3. Mengembalikan bentuk estetik gigi
4. Mempertahankan gigi selama mungkin di
dalam rahang

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/046.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi insersi mahkota gigi tiruan
porselain.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi
4. Crown taker

B. Persiapan bahan dan obat


1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible
4. Suction dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet

173
7. Articulating paper
8. Benang gigi
9. Obat kumur chlorhexidine 5 %
10.Alkohol 70 %
11.Semen luting dan lining
12.Liquid luting dan lining

174
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI MAHKOTA GIGI TIRUAN PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 046.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR A. Pelaksanaan tindakan


1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan set preparasi untuk membersihkan
sisa sisa semen sementara dari mahkota gigi
tiruan sementara.
16.Lakukan hisap saliva dan air selama proses
pembersihan semen sementara
17.Keringkan area kerja dengan suction, dan
siapkan cotton roll untuk isolasi area kerja agar
keadaan kering.
18.Lakukan desinfeksi mahkota gigi tiruan
porselain dengan alkohol 70 %
19.Siapkan bubuk dan liquid semen luting dan
lining dengan perbandingan sesuai ketentuan
produk
20.Lakukan manipulasi semen hingga homogen
21.Aplikasikan semen ke dalam coping metal
mahkota gigi tiruan porselain secara merata
22.Siap untuk ditransfer pada operator
23.Siapkan benang gigi untuk mengambil
kelebihan semen disekitar aproksimal
24.Siapkan articulating paper untuk evaluasi
oklusi
25.Rapihkan area kerja intra dan ekstra oral

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


175
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI MAHKOTA GIGI TIRUAN PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
046.II.1 0 3 dari 3
176
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI ONLAY/INLAY
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
046.II.1 0 1 dari 5

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan pemasangan mahkota gigi tiruan


porselain pada gigi yang dimaksud dengan
menggunakan semen luting dan lining.

TUJUAN 1. Mengembalikan fungsi pengunyahan


2. Mengembalikan bentuk anatomi gigi
3. Mengembalikan bentuk estetik gigi
4. Mempertahankan gigi selama mungkin di dalam
rahang

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/046.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi restorasi onlay/inlay.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Set diagnostik
2. Set konservasi
3. Set preparasi

B. Persiapan pelenngkap
1. Set preklinik
2. Sendok cetak sesuai ukuran
3. Colour guide

C. Persiapan bahan
1. Masker
2. Sarung tangan
3. Gelas kumur dispossible

177
4. Suction dispossible
5. Cotton roll
6. Cotton pellet
7. Obat kumur chlorhexidine 5 %
8. Material impresi base dan catalyst vinyl
polysikoxane
9. Material impresi hydrophilic vinyl polysiloxane
10.Alginat
11.Moldano

178
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI ONLAY/INLAY
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 046.II.1 0 2 dari 5

PROSEDUR 1. Wax
2. Bahan tambalan sementara siap pakai
3. Bubuk semen sementara luting dan lining
4. Benang gigi
5. Articulating paper

A. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Siapkan bur untuk preparasi kavita sesuai
kebutuhan
16.Lakukan hisap saliva dan air selama proses
preparasi
17.Siapkanset pre klinik, sendok cetak dan
material impresi
18.Lakukan manipulasi material impresi untuk
rahang antagonis
19.Letakkan hasil manipulasi material impresi ke
dalam sendok cetak, siap untuk di transfering
pada operator
20.Lakukan dekontaminasi hasil cetakan
material impresi rahang antagonis, kemudian
sisihkan
21.Lakukan manipulasi material impresi base
dan catalyst vinyl polysiloxane
22.Letakkan hasil manipulasi material impresi
base dan catalyst vinyl polysiloxane ke dalam

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN 179


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI ONLAY/INLAY
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
RESTORASI ONLAY/INLAY
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
046.II.1 0 5 dari 5
dan area pelayanan
29.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
30.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut

C. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Lepaskan sarung tangan saat manipulasi
material impresi base dan katalis vinyl
polysiloxane untuk mendapatkan hasil yang
homogen
2. Lakukan dekontaminasi hasil cetakan material
impresi dengan larutan chlorhexidine 2 %.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan / terapi gigi dan

DOKUMEN mulut
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.

180
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI OBTURATOR
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
048.II.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
01 Januari 2017
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tindakan yang digunakan untuk menutup


jaringan yang terbuka secara kongenital di bagian
palatum keras/lunak serta serta struktur alveolar
yang berdekatan.

TUJUAN 1. Memisahkan rongga mulut dan rongga hidung


2. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan
rahang
3. Memperbaiki bentuk rahang atas
4. Sebagai alat bantu/minum
5. Meletakkan posisi lidah pada tempat yang
seharusnya
6. Memberikan efek psikologis yanng positif
karena dengan pemakaian alat ini merupakan
tindakan perawatan awal yang akan
memberikan perasaan tenang pada orang tua.

KEBIJAKAN SK. No. SK.SPO/DPP-PPGI/048.II.1/II/2016 tentang


asuhan kesehatan/terapi gigi dan mulut pada
tindakan kolaborasi insersi obturator.

181
PROSEDUR A. Persiapan alat
1. Alat obturator
2. Mangkok
3. Kaca mulut
4. Spatel lidah

B. Persiapan bahan
1. Kassa
2. Kapas lidi
3. Plester hipoalergi

C. Persiapan penunjang
1. Slaberche
2. Duk rapat
3. Sikat pembersih
4. Air bersih

182
ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN
MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
INSERSI MAHKOTA GIGI TIRUAN PORSELAIN
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
PROV. SUMSEL 048.II.1 0 2 dari 3

PROSEDUR A. Pelaksanaan tindakan


1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas pasien
3. Lakukan anamnesa
4. Cuci tangan sebelum berkontak dengan klien
5. Lakukan pengukuran tanda tanda vital
6. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut
ekstra dan intra oral.
7. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
berikut tujuannya
8. Lakukan persetujuan tindakan
9. Pasang slaberche pada klien
10.Pakai masker
11.Cuci tangan
12.Pakai sarung tangan
13.Siapkan alat alat dan dekatkan klien
14.Persilahkan klien berkumur chlorhexidine 5%
15.Periksa keadaan rongga mulut dan sekitarnya
dengan kaca mulut / spatel lidah
16.Rendam alat obturator di dalam air hangat
17.Bersihkan daerah bibir dan rongga mulut
dengan kapas lidi yang dibasahi air hangat
18.Pasangkan obturator dan lekatkan plester
hipoalergi pada bagian permukaan obturator
kebagian hidung
19.Lakukan observasi minum dengan
menggunakan obturator. Selanjutnya bersama
orang tua/keluarga melanjutkan proses
meminumkan dengan memakai dot khusus.
20.Untuk klien dewasa observasi makan minum
mengguunakan obturator
21.Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
22.Rapihkan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan
proses streilisasi
23.Buang sampah infeksius ke dalam plastik
berwarna kuning dan sampah non infeksius
ke dalam plastik berwarna hitam
24.Cuci tangan setelah berkontak dengan klien
dan area pelayanan
25.Berikan pendidikan kesehatan gigi dan
ucapkan terimakasih
26.Dokumentasikan pada catatan asuhan
kesehatan / terapi gigi dan mulut

183

ASUHAN KESEHATAN / TERAPI GIGI DAN


MULUT PADA TINDAKAN KOLABORASI
184
PERENCANAAN PEMENUHAN KEBUTUHAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 001.III.1 0 1 dari 3

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu proses perencanaan untuk pemenuhan


kebutuhan sarana, prasarana dan alat yang
dipergunakan untuk pelayanan kesehatan.

TUJUAN 1. Terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman


sesuai dengan pelayanan yang direncanakan
2. Pemenuhan kebutuhan sarana, prasarana dan
alat yang dibutuhkan sesuai dengan pelayanan
yang direncanakan
3. Pelaksanaan pelayanan yang sesuai dengan
pelayanan yang direncanakan

KEBIJAKAN 1. UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan


(lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
tambahan Lembaran Negara Nomor 3495)
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor :
159b/Menkes/Per/II/1998/tentang Rumah
sakit
3. SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/001.III.1/II/2016
tentang perencanaan pemenuhan kebutuhan.

PROSEDUR 1. Menetukan jenis pelayanan yang akan dibuat


atau yang sudah ada
2. Pelayanan baru mencakup :
a. Merancang/mendiskusikan/menyampaikan
nama jenis pelayanan

185
b. Merancang prosedur pelayanan
c. Merancangkebutuhan SDM ( Sumber Daya
Manusia )
d. Merancang anggaran
e. Merancang TOR
f. Mengusulkan TOR
g. Memaparkan TOR
h. Pertimbangan/masukan dari manajemen
dan direksi
i. Persetujuan
j. Pembuatan SK (Surat Keputusan)

PERENCANAAN PEMENUHAN KEBUTUHAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 3
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Pelayanan yang sudah ada mencakup :


a. Menentukan jenis pelayanan
b. Mengevaluasi kinera pelayanan
c. Mengevaluasi kebutuhan sarana, prasarana
dan alat yang dibutuhkan
d. Mengusulkan kebutuhan sarana, prasarana
dan alat yang dibutuhkan.

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

PERENCANAAN PEMENUHAN KEBUTUHAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
3 dari 3

186
CATATAN KET
AKTIFITAS
MUTU

Mulai
v

Menentukan
jenis pelayanan

Baru? Menentukan
jenis pelayanan
Tidak

Menentukan Menentukan
jenis pelayanan jenis pelayanan

Prosedur Menentukan
jenis pelayanan

Kebutuhan
sarana, Menentukan
prasarana, alat jenis pelayanan

Kebutuhan SDM SELESAI

Merancang
anggaran

187
PENGAJUAN KEBUTUHAN INVESTASI
ALAT MEDIK

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 3


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Alat medik merupakan perangkat penunjang


pemeriksaan medis yang dibutuhkan oleh kemompok
kerja untuk menegakkan diagnosis maupun
terapeutik.
Pengajuan kebutuhan investasi alat medik adalah
suatu pengajuan untuk kebutuhan alat medik dalam
rangka pelayanan kepada klien.

TUJUAN Meningkatkan kualitas pelayanan medis dengan


tersedianya alat alat medik yang lengkap.

KEBIJAKAN 1. UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan


(lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
tambahan Lembaran Negara Nomor 3495)
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor :
159b/Menkes/Per/II/1998/tentang Rumah
sakit
3. SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/002.III.1/II/2016
tentang perencanaan pemenuhan kebutuhan.

PROSEDUR 1. Setiap kelompok kerja (pokja) dapat


mengajukan usulan kebutuhan alat medic
beserta harga dan spesifikasi alat sesuai
kebutuhan pelayanan.
2. Kepala instansi terkait menyusun kebutuhan
alat medik sesuai prioritas dengan dilengkapi
TOR dan brosur alat medik yang sesuai

188
kebutuhan pelayanan
3. Pokja mengumpulkandan mengkaji kebutuhan
alat medik di seluruh instalasi berdasarkan
renstra dan RBA kemudian dikirim ke unit
terkait.
4. Pokja mengajukan rekapitulasi seluruh
kebutuhan instalasi terkait untuk
mendapatkan persetujuan koreksi. Apabila ada
koreksi atau permintaan yang belum disetujui
akan dikembalikan ke instalasi terkait untuk
diperbaiki.

PENGAJUAN KEBUTUHAN INVESTASI


ALAT MEDIK

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 3
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Pokja menyerahkan seluruh kebutuhan alat


medik yang telah disetujui ke bagian pengadaan
untuk diusulkan sebagai barang investasi
menggunakan dana DIPA modal

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

PENGAJUAN KEBUTUHAN INVESTASI


ALAT MEDIK

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
3 dari 3

189
AKTIFITAS CATATAN MUTU KET

Mulai
v

Bukti
POKJA
penawaran,
Mengajukan usulan brosur alat dan
kebutuhan alat spesifikasi

Ka. instalasi

Menyusun kebutuhan
berdasarkan prioritas
Instalasi terkait

Mengkaji kebutuhan alat


medik

Setuju
Ka. Instalasi

Menyetujui
Bagian pengadaan

RENSTRA DAN
Selesai Tidak
RBA

Ya

190
USULAN PENGADAAN
ALAT KEDOKTERAN - KESEHATAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 4


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pengadaan alat kedokteran dan alat kesehatan adalah


penyediaan alat alat yang dibutuhkan untuk
berjalannya pelayanan bagi seluruh klien.

TUJUAN Memberikan pelayanan optimal sesuai pelayanan


kedokteran dan kesehatan terkini serta penunjang
lainnya.

KEBIJAKAN 1. UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan


(lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
tambahan Lembaran Negara Nomor 3495)
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor :
159b/Menkes/Per/II/1998/tentang Rumah
sakit
3. SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/003.III.1/II/2016
tentang usulan pengadaan alat kedokteran
kesehatan.

PROSEDUR 1. Usulan kebutuhan sarana prasarana dan alat


kesehatan/kedokteran dibuat oleh pengguna
dan pelaksana pelayanan bersama kepala/staf
administrasi instalasi
2. Usulan kebutuhan sarana, prasaran dan alat
kesehatan/kedokteran disertai dengan team of
reference (TOR)
3. Usulan alat kesehatan/kedokteran yang telah
dibuat diusulkan ke unit terkait untuk

191
dilakukan evaluasi apakah usulan sesuai
RESTRA dan RBA atau tidak
4. Usulan pengadaan alat dan barang sesuai
RESTRA dan RBA dilanjutkan ke instalasi
farmasi untuk dibuatkan Surat Pengadaan
Barang(SPB).

USULAN PENGADAAN
ALAT KEDOKTERAN - KESEHATAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 4
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Dalam hal usulan pengadaan alat dan barang


tidak sesuai dengan RESTRA dan RBA baik
kebutuhan segera (cito)maupun kebutuhan
baru, diproses melalui prosedur tersendiri.
2. SPB dari instalasi farmasi diteruskan ke unit
terkait dan dibuatkan kartu kendali (KK)
3. Proses pengesahan kartu kendali (KK):
a. Kartu kendali diteruskan untuk
mendapatkan persetujuan Bagian
Penyusunan Program dan Evaluasi
Anggaran
b. Persetujuan keuangan oleh bagian
keuangan
c. Izin prinsip/persetujuan kepala instansi
d. Persetujuan pejabat pembuat komitmen.
4. Setelah pengesahan selesai selanjutnya akan
diterima oleh bagian umum yang akan
diteruskan ke sub Bagian Perlengkapan /
panitia pengadaan.

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

192
USULAN PENGADAAN
ALAT KEDOKTERAN - KESEHATAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
3 dari 4

193
CATATAN KET
AKTIFITAS
MUTU

v Mulai

TOR
Ka. Instalasi
Membuat usulan
kebutuhan alat

Sesuai RENSTRA
Unit terkait
Persetujuan

SPB
TIDAK
Setuju
Unit terkait Arsip

Membuat disposisi ke
YA
instalasi farmasi
Ka. Instansi
Instalasi farmasi Persetujuan

Membuat usulan
pengadaan alat
Proses usulan Daftar kartu
alat medik baru kendali (KK)

Unit terkait

Membuat kartu kendali


Pengesahan KK

TIDAK

Loongbook
Bagian pengadaan tgl & bln

YA
Selesai

194
USULAN PENGADAAN
ALAT KEDOKTERAN - KESEHATAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
4 dari 4

AKTIFITAS CATATAN MUTU KETERANGAN

Mulai

TOR

Merancang TOR

Mengusulkan TOR

Merancang TOR

Pertimbangan /
masukan
manjemen dan
Direksi

Persetujuan

Pembuatan SK

SELESAI

195
USULAN PEMUSNAHAN
ALAT KESEHATAN (ALKES)
ATAU ALAT KEDOKTERAN (ALKED)
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 4


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu proses pemusnahan alat kesehatan dan atau


alat kedokteran yang telah memiliki jumlah
pemakaian atau usia pemakaian melebihi batas yang
telah ditetapkan.

TUJUAN Meningkatkan pelayanan kepada klien dengan


tersedianya alat kesehatan dan kedokteran yang
dapat digunakan sesuai usia / pemakaian wajar.

KEBIJAKAN 1. UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan


(lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
tambahan Lembaran Negara Nomor 3495)
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor :
159b/Menkes/Per/II/1998/tentang Rumah
sakit
3. SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/003.III.1/II/2016
tentang usulan pengadaan alat kedokteran
kesehatan.

PROSEDUR 1. Kepala instansi menyusun daftar inventaris


alat kedokteran yang sudah tidak terpakai atau
tidak mempunyai nilai guna
2. Kepala instansi membuat surat usulan
permohonan pemusnahan barang/alat
kedokteran kepada Unit terkait
3. Unit terkait mengkaji dan membuat surat
usulan ke unit pemusnahan

196
4. Unit terkait mengkaji alat
kedokteran/kesehatan yang akan
dimusnahkan
5. Unit terkait membuat rekomendasi
pemusnahan
6. Bila setuju dimusnahkan akan diteruskan ke
TIM pemusnahan barang
7. Bila ada barang yang belum sesuai untuk
dimusnahkan ke gudang penyimpanan

USULAN PEMUSNAHAN
ALAT KESEHATAN (ALKES)
ATAU ALAT KEDOKTERAN (ALKED)
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 4
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Alat kesehatan/kedokteran yang akan


dimusnahkan dibuat daftar pertelaan
2. Tim pemusnahan barang akan memproses
pemusnahan barang dan membuat laporan
pemusnahan barang.

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

USULAN PEMUSNAHAN
ALAT KESEHATAN (ALKES)
ATAU ALAT KEDOKTERAN (ALKED)
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
3 dari 4

197
AKTIFITAS CATATAN MUTU KET

Mulai

Daftar
Alkes/Alked
Ka. Instansi

Menyusun daftar
inventaris alkes/alked

Ka. Instansi

Unit Terkait

Bagian penelaah

Unit Terkait

A1

USULAN PEMUSNAHAN
ALAT KESEHATAN (ALKES)
ATAU ALAT KEDOKTERAN (ALKED)
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
4 dari 4

198
AKTIFITAS CATATAN MUTU KET

A2

Unit Terkait

Tim pemusnah barang

Menyeleksi barang ayang

Sesuai? Unit Terkait


TIDAK

YA
Dibuat daftar pertelaan Gudang
penyimpanan

Unit Terkait

Selesai

199
INVENTARISASI ALAT,OBAT DAN
BAHAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 1


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Kegiatan untuk mencatat dan menyusun alat, obat


dan bahan yang ada secara benar menurut ketentuan
yang berlaku.

TUJUAN Efektivitas pengelolaan dan pengawasan terhadap alat


obat dan bahan milik negara ( atau swasta )

KEBIJAKAN SK No. SK. SPO/DPP-PPGI/05.III.1/II/2016 tentang


alat obat dan bahan
PROSEDUR A. Persiapan
1. Alat tulis kantor
2. Buku inventaris alat
3. Buku inventaris bahan yang rusak
4. Kartu stock
5. Kartu reparasi
6. Formulir permintaan/peminjaman
7. Lemari/rak/laci penyimpanan

B. Prosedur
1. Lakukan pengelompkkan alat, obat, dan
bahan sesuai ketentuan produk (Msds)
tersebut.
2. Lakukan pencatatan alat obat, dan bahan ke
dalam buku inventaris
3. Siapkan lemari/rak laci dalam keadaaan
bersih
4. Susun alat, obat, dan bahan sesuai msds
(material safety data sheet)

200
5. Susun obat dan bahan berdasarkan konsep
FIFO (First in first out).

DAFTAR 1. Buku inventaris


2. Material safety data sheet
DOKUMEN

UNIT TERKAIT Unit pelayanan lain di fasilitas kesehatan lainnya.

BIMBINGAN PRAKTIK MAHASISWA

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tata cara memberikan bibingan kepada mahasiswa


keperawatan gigi yang praktik

TUJUAN 1. Tercapainya target / capaian klinik mahasiswa


yang telah ditentukan oleh institusi pendidikan
2. Sebagai acuan bagi pembimbing klinik dalam
memberikan bimbingan pada mahawiswa
keperawatan gigi.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/006.III.1/II/2016 tentang


bimbingan praktik mahasiswa.

PROSEDUR 1. Hari pertama mahasiswa praktik pembimbing


klinik menerima mahasiswa dan menjelaskan
tentang :
a. Tata tertib
b. Orientasi ruang perawatan
c. Sarana dan prasarana

201
d. Pencegahan infeksi nosokomial
e. Jadwal dinas
f. Target pencapaian
g. Laporan pendahuluan praktik
2. Pembagian kasus berdasarkan tujuan praktik
3. Mahasiswa mengikuti serah terima klien yang
dilakukan oleh perawata ruangan.
4. Pembimbing klinik setiap hari melakukan :
a. Pre conference dengan mahasiswa
mengenai kasus kelolaan meliputi :
1. Diagnosis keperawatan
2. Rencana tindakan keperawtan yang
akan dilakukan oleh mahasiswa
b. Post conference dengan mahasiswa
mengenai kasus kelolaan yang meliputi :
1. Tindakan keperawatan yang dilakukan
oleh mahsiswa berdasarkan rencana
keperawatan yang telah ditentukan
2. Evaluasi terhadap tindakan
keperawatan yang telah dilakukan

202
BIMBINGAN PRAKTIK MAHASISWA

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Kendala yang ditemukan ketika


melakukan tindakan keperawatan.
1. Pembimbing klinik melakukan bimbingan pada
mahasiswa dengan cara
a. Demonstrasi
b. Simulasi
c. Bed side teaching
d. Diskusi
2. Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan
pada klien kelolaannya di bawah sepervise
pembimbing klinik/ketua tim atau perawat
penanggung jawab klien
3. Pembimbing klinik/ketua tim atau perawat
penanggung jawab klien yang mendampingi
mahasiswa melakukan tindakan keperawatan
yang telah dilakukan oleh mahasiswa dalam
buku/formulir target pencapaian klinik
4. Pembimbing klinik mengadakan diskusi 2 kali
dalam seminggu mengenai pencapaian target
pembelajaran klinik sesuai yang telah
ditentukan oleh institusi pendidikan yang
bersangkutan
5. Pembimbing klinik mengevaluasi dan
memberikan penilaian keberhasilan mahasiswa
selama praktik dengan menggunakan formulir
penilaian dari institusi
6. Pembimbng klinik memberikan penilaian
institusi pendidikan sesuai dengan formulir
yang telah ditentukan
7. Pembimbing klinik mendokumentasikan
kegiatan bimbingan mahasiswa praktik

Hal hal yang perlu diperhatikan


Bila selama pembimbingan mahasiswa pembimbing
klinik mendapatkan masalah pada mahasiswa harus
dilaporkan pada unit terkait.

DAFTAR Dokumen MOU dengan instansi pendidikan


203
DOKUMEN
1. Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas
pelayanan kesehatan.
UNIT TERKAIT
2. Instansi pendidikan
204
PENDOKUMENTASIAN TINDAKAN DALAM
LEMBAR CATATAN ASUHAN KESEHATAN/
TERAPI GIGI DAN MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 4


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pencatatan data dan informasi asuhan


kesehatan/terapi gigi dan mulut.

TUJUAN 1. Terstandarisasinya pencatatan perawat


gigi/terapis gigi dan mulut dalam formulie=r
catatan perkembangan klien terintegrasi
2. Sebagai informasi mengenai kondisi klien
terkini
3. Sebagai sarana komunikasi antar prosfesi
4. Sebagai bentuk tanggung gugat dan tanggung
jawab perawat gigi/terapis gigi dan mulut
selama melakukan asuhan keperawatan
gigi/terapis gigi dan mulut.
5. Sebagai data dasar untuk penelitian.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/007.III.1/II/2016 tentang


pendokumentasian tindakan dalam lembar catatan
asuhan kesehatan / terapi gigi dan mulut.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Formulir catatan asuhan kesehatan/terapi
gigi dan mulut
2. Ballpoint

B. Pelaksanaan tindakan
1. Tulisan harus rapi, jelas dapat dibaca dan
bagus

205
2. Bila menggunakan singkatan dalam
penulisan, gunakan singkatan yang lazim
3. Kolom 1 (Tanggal,jam, profesi, bagian) diisi
dengan tangga;, jam, perawat gigi/terapis
gigi dan mulut, dan nama ruangan.
Penulisan nama ruangan 1 kalisaja jika
klien masih dirawat diruangan yang sama,
tetapi jika klien pindah ke ruangan lain
maka nama ruangan harus dituliskan
kembali sesuai dengan ruangan yang baru.
Gunakan stempel perawat gigi/terapis gigi
PENDOKUMENTASIAN TINDAKAN DALAM
LEMBAR CATATAN ASUHAN KESEHATAN/
TERAPI GIGI DAN MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
3 dari 4

206
PENDOKUMENTASIAN TINDAKAN DALAM
LEMBAR CATATAN ASUHAN KESEHATAN/
TERAPI GIGI DAN MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman
RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 4
PROV. SUMSEL

PROSEDUR dan mulut di kolom I dengan posisi vertikal.

10 September 2014

Jam 09.15

Perawat gigi/terapis gigi


dan mulut

1. Kolom II ( hasil pemeriksaan, analisis,


rencana, penatalaksanaan klien) di isi
dengan menuliskan catatan perkembangan
klien berdasarkan data Subyektif, Obyektif,
analisis, perencanaan. Implementasi dan
Ealuasi (SOAPIE) dengan keterangan sebagai
beikut :
S : tuliskan data yang berasal dari keluhan
klien
O :Tuliskan hasil pemeriksaan fisik dan
hasil pemeriksaan penunjang (raadioligi dan
laboratorium). Untuk pemeriksaan radiologi
tuliskan kesannya saja dan untuk
pemeriksaan laboratorium tuliskan hasil
abnormalnya saja.
A : tulikan masalah keperawat gigi / terapis
gigi dan mulutan yang terjadi pada klien
( lihat daftar masalah keperawat gigi/terapis
gigi dan mulutan)
P : tuliskan rencana tindakan keperawat
gigi / terapis gigi dan mulutan sesuai
dengan masalah klien/ pada klien baru
setelah perawat gigi /terapis gigi dan mulut
mengisi formulis pengkajian awal klien
rawat inap anak/dewasa, perawat
gigi/terapis gigi dan mulut menuliskan
rencana tindakan keperawat/terapis gigi dan
mulutan pada area (space) sebelum
perencanaan pulang pada formulir
pengkajian awal. 207
I : tuliskan tindakan keperawat gigi/terapis
gigi dan mulutan yang dilakukan pada klien
dengan mengacu pada perencanaan
keperawat gigi/terapis gigi dan mulutan dan
tuliskan respon klien. Tindakan keperawat
gigi/terapis gigi dan mulutan yang
dituliskan pada formulir Catatan
Perkembangan Klien Terintegrasi adalah
tindakan yang kolaboratif dan perubahan
kondisi klien, sedangkan tindakan
keperawat gigi/terapis gigi dan mulutan
rutin dilakukan di dokumentasikan pada
formulir Tindakan Keperawat gigi/terapis
gigi dan mulutan.
E : Tuliskan evaluasi keadaan/kondsi klien
pada akhir shift (pagi, sore, malam).
Penulisan evaluasi cukup dituliskan data
yang mendukung masalah
keperawat/terapis gigi dan mulutan klien
aja, hasil pemeriksaan fisik dan hasil
pemeriksaan penunjang ( radiologi dan
laboratorium)
4. SOAPIE ditulis oleh perawat gigi/terapis gigi
dan mulut pada setiap shift
( Pagi,sore,malam )
5. Perawat gigi/terapis gigi dan mulut
membubuhkan tanda tangan dan nama
jelas pada akhir shift di kolom II.
6. Tanggung jawab penulisan SOAPIE adalah
Ka. Tim atau perawat gigi/terapis gigi dan
mulut PK II (Ners 3 tahun/DIII Kep./DIII
ke 5 tahun). Perawat gigi/terapis gigi dan
mulut PK I boleh menuliskan SOAPIE tetapi
dibawah supervise Ka. Tim atau perawat
gigi/terapis gigi dan mulut PK II.
7. Implementasi dan evaluasi (I dan E) dicatat
oleh semua perawat gigi/terapis gigi dan
mulut.
8. Bila ada kesalahan penulisan, jangan di tip-
ex , coret penulisan yang salah dan beri
paraf

PENDOKUMENTASIAN TINDAKAN DALAM


LEMBAR CATATAN ASUHAN KESEHATAN/
TERAPI GIGI DAN MULUT
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

208
4 dari 4
RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
9. Perawat tidak mungkin menuliskan apapun
pada kolom III (instruksi tenaga kesehatan
termasuk pasca bedah/procedure) dan
kolom IV ( Verifikasi DPJP )
DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

209
PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI
SARUNG TANGAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Alat pelindung diri sarung tangan digunakan untuk


melindungi petugas dan klien dari mokroorganisme
yang ada pada klien dan petugas kesehatan.

TUJUAN 1. Menciptakan barier protektif dan mencegah


kontaminasi yang berat terutama transmisi
kontak ang menyentuh darah, cairan tubuh,
sekresi,ereksi, selaput mukosa dan kulit tidak
utuh.
2. Melindungi petugas dari mikroorganisme yang
berasal dari klien
3. Mencegah transmisi mikroorganisme klien ke
klien lain dari tangan petugas yang
terkontaminasi.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/001.IV.1/II/2016 tentang


pemakaian alat pelindung diri sarung tangan

PROSEDUR A. Persiapan bahan


1. Larutan pencuci tangan chlorhexidine 4%
2. Tissue
3. Sarung tangan

B. Pelaksanaan
Pemakaian sarung tangan steril :
1. Lepaskan semua perhiasan ( gelang, jam,
cincin ) yang memungkinkan merobek sarung

210
tangan
2. Lakukan kebersihan tangan
3. Buka kertas pembungkus pelindung sarung
tangan steril dengan hanya memegang bagian
ujung pembungkus
4. Ambil sarung tangan yang tidak dominan.
Jangan menyentuh bagian luar sarung tangan
5. Masukan tangan yang dominan ke dalam
sarung tangan dan sesuaikan posisi jempol
dan jari lainnya

PEMAKAIAN DAN PELEPASAN ALAT


PELINDUNG DIRI GOGLE ATAU VISOR

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


1 dari 2

211
PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI
SARUNG TANGAN

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Masukan tangan yang satu kedalam sarung


tangan lainnya. Hindari menyentuh bagian jari
manapun dengan tangan yang sudah tertutup
sarung tangan.
2. Perbaiki posisi sarung tangan setelah
keduanya dikenakan untuk memastikan sudah
tepat dan nyaman untuk menggerakkan jari

Melepas sarung tangan :


1. Pegang bagian telapak dekat pergelangan
tangan dari salah satu sarung tangan
2. Gulung sarung tangan hingga ke bagian ujung
jari, sehingga sarung tangan dalam posisi
terbalik (bagian luar berada didalam)
3. Pegang sarung tangan tersebut diatas
menggunakan ujung jari yang masih memakai
sarung tangan
4. Letakkan 2 jari yang telanjang di bagian sisi
dalam sarung tangan selanjutnya.
5. Gulung sarung tangan satunya hingga ke
bagian ujung jari menggunakan tangan
telanjang, sehingga sarung tangan pertama
berada di dalam sarung tangan kedua. Kedua
sarung tangan berada pada posisi terbalik
6. Buang sarung tangan bekas pakai ke dalam
tempat sampah infeksius berwarna kuning
7. Lakukan kebersihan tangan.

Hal hal yang harus diperhatikan :


1. Satu pasang sarung tangan harus digunakan
untuk satu klien, sebagai upaya menghindari
kontaminasi silang
2. Gunakan sarung tangan dengan ukuran sesuai,
khusus untuk sarung tangan bedah
3. Jaga agar kuku selalu pendek untuk
menurunkan resiko sarung tangan sobek
4. Jangan menggunakan sarung tangan pakai
ulan

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi 212


dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.
Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut
Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Alat pelindung diri gogle atau visor digunakan untuk


melindungi mata petugas dari mikroorganisme yang
ada pada klien.

TUJUAN 1. Menciptakan barier protektif dan mencegah


kontaminasi yang berat terutama transmisi
kontak yang menyentuh atau terciprat darah,
cairan tubuh, sekresi , eksresi selaput mukosa
dan kulit tidak utuh.
2. Melindungi petugas dari mikroorganisme yang
berasal dari klien
3. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/002.IV.1/II/2016 tentang


pemakaian dan pelepasan alat pelindung diri gogle
atau visor.

PROSEDUR A. Persiapan bahan


1. Larutan pencuci tangan chlorhexidine 4%
2. Tissue
3. Gogle atau visor

B. Pelaksanaan
Pemakaian gogle atau visor :
1. Lakukan kebersihan tangan
2. Pasang kacamata/gogle/visor setelah
memakai masker
3. Pasang gogle/kacamata atau visor pada wajah
dan mata serta sesuaikan agar pas.

Melepas gogle atau visor


1. Bagian depan kacamata/gogle/visor jangan
disentuh
2. Untuk melepasnya, pegang bagian, pegang
bagian karet atau gagang kacamata/gogle

213
PEMAKAIAN DAN PELEPASAN ALAT
PELINDUNG DIRI GOGLE ATAU VISOR

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Letakkan didalam wadah yang telah


disediakan untuk proses ulang jika dispossible
buang ke tempat sampah infeksius
2. Lakukan kebersihan tangan.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

214
PEMAKAIAN DAN PELEPASAN GAUN
PELINDUNG

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Alat pelindung diri gaun digunakan untuk


melindungu petugas dan klien dari mikroorganisme
yang ada pada klien dan petugas kesehatan

TUJUAN Melindungi baju dan kulit petugas kesehatan daru


sekresi respirasi dari klien yang dirawat yang
diketahui atau dicurigai menderita penyakit menular.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/003.IV.1/II/2016 tentang


pemakaian dan pelepasan gaun pelindung

PROSEDUR A. Persiapan bahan


1. Larutan pencuci tangan chlorhexidine 4 %
2. Tissue
3. Gaun pelindung

B. Pelaksanaan
Pemakaian gaun pelindung :
1. Lakukan kebersihan tangan
2. Kenakan baju mulai dari tangan kemudian
badan, tutupi badan separuhnya dari leher
hingga lutut, lengan hingga bagian
pergelangan tangan, serta selubungkan ke
belakang punggung.
3. Ikat dibagian belakang leher dan bahu dengan
memegang bagian dalam gaun saja
4. Lipat atau gulung menjadi gulungan dan

215
letakkan di wadah yang telah disediakan
untuk proses ulang atau dibuang di tempat
limbah infeksius
5. Lakukan kebersihan tangan

Melepaskan gaun pelindung :


1. Lepas tali pengikat
2. Tarik dari leher dan bahu dengan memegang
bagian dalam gaun saja
3. Balik gaun pelindung

PEMAKAIAN DAN PELEPASAN GAUN


PELINDUNG

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR 1. Lipat atau gulung menjadi gulungan dan


letakkan diwadah yang telah disediakan untuk
proses ulang atau dibuang ditempat limbah
infeksius
2. Lakukan kebersihan tangan.

Yang harus diperhatikan :


1. Ingat bahwa bagian depan gaun dan lengan
gaun sudah terkontaminasi
2. Kenakan gaun pelindung sebelum masuk ke
ruangan klien infeksius
3. Lepaskan gaun pelindung sebelum
meninggalkan ruangan klien.
4. Jangan kenakan gaun pelindung yang telah
dipakain ke ruangan klien yang lain
5. Jangan menggantung baju pelindung yang
sudah dikenakan, letakkan baju pelindung
bekas pakai diwadah infeksius.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

216
217
MEMAKAI DAN MELEPAS MASKER

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Penatalaksanaan cara memakai dan melepas masker.

TUJUAN Untuk mencegah infeksi nosokomial

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/004.IV.1/II/2016 tentang


memakai dan melepas masker.

PROSEDUR A. Persiapan bahan


1. Larutan pencuci tangan chlorhexidine 4 %
2. Tissue
3. Gaun pelindung

C. Pelaksanaan
1. Teknik memakai masker
1) Cuci tangan sebelum memakai masker
2) Ambil masker dan tekuk logam sesuaikan
dengan bentuk hidung untuk mencegah
pengembunan pada kaca mata
3) Pasang masker hingga menutupi sebagian
wajah dan hidung
4) Ikatkan tali bagian atas melewati bagian
atas telinga hingga ke belakang kepala dan
simpulkan
5) Ikat tali bagian bawah dibelakang kepala
sejajar dengan bagian leher

2. Teknik melepas masker

218
1) Lepaskan tali bagian bawah terlebih
dahulu
2) Kemudian lepaskan tali paling atas
3) Gunung tali masker mengelilingi masker
dan buang ke tempat sampah infeksius
4) Lakukan cuci tangan

MEMAKAI DAN MELEPAS MASKER

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR
Yang harus diperhatikan :
1. Sebelum membuka masker, terlebih dahulu
membuka sarung tangan (jika memakai)
2. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum membuka
masker untuk mencegah kontaminasi dari
tangan ke muka.

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

219
PEMAKAIAN DAN PELEPASAN ALAT
PELINDUNG DIRI SEPATU

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Alat pelindung diri sepatu digunakan untuk


melindungi kaki petugas kesehatan dari benda tajam
atau tumpahan cairan tubuh klien

TUJUAN 1. Menciptakan barier protektif dan mencegah


kontaminasi yang berat terutama transmisi
kontak yang menyentuh atau terciprat darah,
cairan tubuh, sekresi, eksresi, selaput mukosa
dan kulit tubuh.
2. Melindungi petugas dari mikroorganisme yang
berasal dari klien
3. Melindungi petugas dari kecelakaan akibat
kerja.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/005.IV.1/II/2016 tentang


pemakaian dan pelepasan alat pelindung diri sepatu.

PROSEDUR A. Pelaksanaan

Teknik memakai sepatu :


1. Cuci tangan sebelum memakai pelindung diri
sepatu
2. Pakai pelindung diri sepatu satu per satu

Teknik melepas sepatu :

220
1. Lepaskan sepatu satu persatu
2. Untuk pelindung diri sepatu dispossible lipat
dan buang ke tempat sampah infeksius
3. Lakukan cuci tangan

PEMAKAIAN DAN PELEPASAN ALAT


PELINDUNG DIRI SEPATU

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR
A. Hal hal yang harus diperhatikan
1. Pelindung diri sepatu di buka paling akhir
sesudah APD
2. Cuci tangan sesudah membuka pelindung diri
sepatu

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

221
CUCI TANGAN PROSEDUR

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Membersihkan kulit tangan secara mekanikal dari


organisme mikro/makropatogenik

TUJUAN Mencegah terjadinya infeksi silang

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/005.IV.1/II/2016 tentang


cuci tangan prosedu.

PROSEDUR A. Persiapan alat


1. Air mengalir
2. Sabun atau cairan antiseptik yang sudah
ditentukan
3. Tissue atau lap bersih
4. Tempat tissue/lap kotor

B. Prosedur kerja
1. Lepaskan cincin dan gulung lengan baju
panjang diatas siku
2. Kaji keadaan kulit tangan dan alergi terhadap
sabun atau antiseptik
3. Buka kran didepan temoat cuci tangan,
kemudian basahi tangan dan lengan bawah
sampai siku dengan air yang mengalir
4. Letakkan sabun / antiseptik sebanyak 3 ml
5 ml di telapak tangan
5. Gosok kedua telapak tangan
6. Gosok telapak tangan kanan diatas punggung

222
tangan kiri dan sebaliknya
7. Gosok telapak tangan kanan dengan telapak
tangan kiri dengan jari jari disilang
8. Punggung jari jari tangan berhadapan
dengan telapak tangan jari jari saling
terkunci
9. Putar dan gosok ibu jari dengan tangan kiri
dan sebaliknya

223
CUCI TANGAN PROSEDUR

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR
1. Putar dan gosok ujung jari dan ibu jari tangan
ke depan dan kebelakang pada permukaan
telapak tangan kiri dan sebaliknya
2. Bilas tangan dan pergelangan dengan cara
siku diatas dan tangan di bawah
3. Tutup kran setelah digunakan
4. Keringkan tangan dan jari jari kearah
pangkal lengan dengan kertas tissue atau lap
tangan kering. Bila menggunakan lap, lap yang
telah harus diganti.

Cuci tangan prosedur dilakukan : +1


1. Sebelum berkontak dengan klien
2. Sebelum melakukan tindakan terapis gigi
dan mulut
3. Sesudah berkontak dengan klien
4. Sesudah berkontak dengan area klien
5. Sesudah berkontak dengan cairan tubuh
6. Sebelum dan sesudah memakai sarung
tangan

DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan/terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

224
CUCI TANGAN BEDAH

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 2


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Membersihkan tangan dengan menggunakan sikat


halus dan sabun antiseptic dibawah air mengalir
untuk mengangkat debu kotoran, minyak atau lotion
maupun mikroorganisme dari tangan dan lengan
pada anggota tim bedah yang melakukan prosedur
pembedahan.

TUJUAN 1. Menghilangkan kotoran, minyak, lotion


maupun mikroorganisme dari tangan dan
lengan selama pembedahan atau selama
2. Menurunkan jumlah mikroorganisme dengan
menggunakan antiseptik yang memberikan
efek residual selama mungkin
3. Mempertahankan kondisi aseptik pada tangan
selama proses operasi.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/007.IV.1/II/2016 tentang


cuci tangan bedah.

PROSEDUR A. Persiapan sebelum melakukan cuci tangan


1. Lakukan kebersihan tangan bedah sebelum
memakai gaun steril
2. Rambt telah tertutup atau APD lengkap (topi,
masker, kacamata, apron, sepatu khusus
yang tertutup)
3. Kuku jari tangan pendek, bersih dan bebas
dari cat kuku

225
4. Lepaskan cincin dan jam tanagn, gulung
lengan baju 10 cm diatas siku
5. Tidak ada luka dikulit atau kelainan pada
kulit yang sedang dalam prosesn infeksi.

226
CUCI TANGAN BEDAH

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR A. Prosedur kerja


1. Buka kran air otomatis atau buka kran
manual dengan siku tangan atau dengan
menggunakan lutut atau kaki
2. Basahi tangan dan lengan dibawah air
mengalir
3. Bersihkan kuku dengan menggunakan
pembersih kuku dibawah air mengalir
4. Sikat kuku jari pada masing masing
tangan selama 2-6 menit
5. Buang sikat pada tempat sampah infeksius
dan bilas dengan air mengalir sampai
bersih.
6. Lumuri kembali tangan sampai lengan
dengan menggunakan cairan antiseptik.
Gunakan tangan atau spoon untuk
membersihkan tangan kiri dan kanan
(mulailah menggosok telapak tangan selama
15 detik, punggung tangan selama 15 detik
kemudian seluruh jari secara berurutan)
7. Setiap jari digosok seolah mempunyai 4
sisi,masing-masing tangan 1 menit lalu
membuang spoon pada tempat sampah
infeksius kemudian bilas dibawah air
mengalir sampai bersih
8. Lumuri kembali dengan cairan antiseptik
hanya pada tangan sampai pergelangan,
gosok tangan seperti cuci tangan prosedural
selama 1 menit untuk kedua tangan
(masing-masing tangan 30 detik), kemudian
bilas dibawah air mengalir sampai bersih.
9. Biarkan air mengalir dari arah tangan
sampai ke siku, untuk mencegah
kontaminasi
10.Pertahankan posisi tangan agar lebih tinggi
atau sejajar dengan bahu
11.Pastikan bahwa larutan antiseptik untuk
cuci tangan kontak dengan tubuh dalam
waktu yang direkomendasikan 227
CUCI TANGAN BEDAH

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN MULUT
PROV. SUMSEL
2 dari 2

12.Matikan kran dengan siku atau kaki jika


tidak menggunakan keran otomatis
13.Gunakan punggung anda untuk membuka
pintu kamar bedah, jika tidak tersedia pintu
otomatis.
DAFTAR 1. Catatan asuhan kesehatan / terapi gigi dan

DOKUMEN mulut

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

228
AUDIT KEBERSIHAN TANGAN UNTUK
PETUGAS

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 1 dari 1

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Untuk mengetahui tingkat kepatuhan petugas


terhadap standar operasional prosedur. Kebersihan
tangan diseluruh tempat pelayanan kesehatan.

TUJUAN 1. Memutus mata rantai infeksi


2. Meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan
petugas tentang kebersihan tangan
3. Meningkatkan keselamatan pasien.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/008.IV.1/II/2016 tentang


audit kebersihan tangan untuk petugas
PROSEDUR 1. Petugas kesehatan membuat perencanaan audit
kepatuhan dan fasilitas kebersihan tangan
2. Audit kepatuhan kebersihan tangan dilakukan
secara rutin 3 bulan sekali
3. Audit kebersihan tangan dilakukan oleh petugas
kesehatan secara langsung dengan metode
observasi menggunakan tool audit kebersihan
tangan dari guideline hand hygiene WHO.
4. Audit dilakukan terutama diarea pelayanan
terhadap klien secara langsung tanpa
pemberitahuan kepada unit terkait
5. Pengolahan data audit akan dilakukan oleh
petugas kesehatan
6. Hasil pengolahan data dilakukan analisa oleh
petugas kesehatan untuk dibuatkan rekomendasi
7. Laporan audit disampaikan ke komite mutu dan

229
kepala instansi sebagai bahan untuk peningkatan
mutu pelayanan rumah sakit.

DAFTAR Pedoman Pencegahan dan Pengendalian infeksi,

DOKUMEN Kementerian Kesehatan RI, tahun 2009


Guideline hand hygiene, WHO, 2005.

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

EDUKASI KEBERSIHAN TANGAN UNTUK


KLIEN DAN KELUARGA

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 1 dari 1

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Pemberian pendidikan kesehatan atau edukasi


kepada klien dan keluarga klien di seluruh saran
kesehatan

230
TUJUAN 1. Memutus mata rantai infeksi
2. Meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan
petugas tentang kebersihan tangan
3. Meningkatkan keselatamatan klien
KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/009.IV.1/II/2016 tentang
audit kebersihan tangan untuk petugas

PROSEDUR 1. Petugas kesehatan membuat leaflet tentang 5


moment dan 6 langkah cuci tangan bagi klien
dan keluarga
2. Leaflet yang telah disetujui oleh ketua petugas
kesehatan dan di serahkan ke komite mutu
untuk dilakukan telaah dan disetujui
3. Leaflet yang telah disetujui diserahkan ke
instalasi Humas dan pelayanan pelanggan sarana
kesehatan
4. Penyampaian edukasi dilaksanakan oleh instalasi
humas dan pelayanan pelanggan berdasarkan
materi Petugas kesehatan
5. Materi kebersihan tangan yang utama adalah 5
moment dan cuci tangan 6 langkah
6. Evaluasi edukasi melalui kuisioner kebersihan
tangan

DAFTAR Pedoman Pencegahan dan Pengendalian infeksi,

DOKUMEN Kementerian Kesehatan RI, tahun 2009

Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan


UNIT TERKAIT kesehatan.

231
ETIKA BATUK

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 1


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Suatu tatacara untuk mencegah droplet infection


(infeksi yang ditularkan dari orang ke orang lain
melalui percikan air liur saat batuk atau bersin).

TUJUAN 1. Sebagai acuan penerapan langkah langkah


untuk penatalaksanaan etika batuk
2. Menjadikan etika batuk sebagai budaya.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/0010.IV.1/II/2016 tentang


etika batuk.

PROSEDUR A. Persiapan
1. Tissue
2. Lengan baju
3. Sabun dan air
4. Cairan pencuci tangan handrub

B. Pelaksanaan
1. Sedikit berpaling dari orang yang ada di
sekitar dan tutup hidung dan mulut dengan
menggunakan tissue atau saputangan bila
tidak ada menggunakan lengan baju bagian
dalam baju setiap kali batuk atau bersin
2. Segera buang tissue yang sudah dipakai
kedalam tempat sampah infeksiud
3. Cuci tangan atau menggunakan cairan.gel

232
pencuci tangan/handrub
4. Gunakan masker

DAFTAR
DOKUMEN
Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.

233
PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT 1 dari 1


PROV. SUMSEL

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Merupakan perlindungan yang dilakukan oleh rumah


sakit petugas kesehatan yang tertusuk jarum.

TUJUAN 1. Menurunkan resiko terpajannya petugas


kesehatan oleh virus Hepatitis B dan HIV
2. Sebagai acuan langkah langkah dalam
penatalaksanaan petugas yang tertusuk jarum.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/011.IV.1/II/2016 tentang


penatalaksanaan petugas yang tertusuk jarum.

PROSEDUR 1. Segera bilas dengan air mengalir atau dengan


jumlah yang banyak dan sabun atau antiseptic
2. Bagian tubuh yang tertusuk jarum tidak boleh
dihisap dengan mulut dan di pijat pijat atau
ditekan tekan
3. Laporkan dan catat kejadian pejanan kepada
pihak pihak yang berwenang yaitu atasan
langsung ( ka. Ruangan/ Ka. Tim/ Pj
4. Laporan diteruskan ke unit terkait pada jam kerja
atau UGD saat diluar jam kerja, sub komite PPI
dan Sub Komite K3
5. Sub Komite PPI melakukan telaah pajanan
6. Dokter poli karyawan / UGD melakukan
anamnesa dan skrinning
7. Jika diduga terpajan dikonsulkan ke poli Penyakit
dalam/ pokja HIV untuk pemberian profilaksis

234
8. Lakukan profilaksis pasca pajanan sesuai kriteria
9. Sub komite PPI dan Sub komite K3 terus
melakukan pemantauan sesuai pedoman.

DAFTAR Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi,

DOKUMEN Kementrian Kesehatan RI tahun 2009.


Unit pelayanan kesehatan lain di fasilitas pelayanan
UNIT TERKAIT kesehatan.

PENCEGAHAN INFEKSI ALIRAN DARAH


PRIMER

No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Infeksi aliran darah primer (IADP) atau blood stream


infection (BSI) merupakan jenis infeksi yang terjadi
akibat masuknya mikroba melalui peralatan yang
dimasukkan langsung ke system pembuluh darah.

TUJUAN 1. Mencegah terjadinya infeksi melalui peralatan


yang dimasukkan langsung ke system pembuluh
darah
2. Meningkatkan keselamatan pasien.

KEBIJAKAN SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/0012.IV.1/II/2016 tentang


pencegahan infeksi aliran darah primer.

PROSEDUR Pelaksanaan kegiatan pencegahan IADP


1. Kebersihan tangan
2. Perlindungan maksimal area insersi
3. Penggunaan chlorhexidine sebagai desinfeksi
area kulit

235
4. Perawatan area insersi

Pelaksanaan :
1. Kebersihan Tangan
Lakukan kebersihan tangan dengan teknik
cuci tangan bedah, menggunakan sabun
antiseptik yang mengandung chlorhexidine 2
atau 4 %
Dilakukan sebelum melakukan palpasi
daerah pemasangan kateter sentral
Sebelum dan sesudah memasukkan,
mengganti, mengakses, memperbaiki atau
membalut kateter intravaskuler
Ketika tangan jelas kotor atau jika
terkontaminasi
Sebelum dan sesudah prosedur invasif

2. Perlindungan maksimal area insersi


Bekerja dengan prinsip aseptic dan
antiseptic

236
PENCEGAHAN INFEKSI ALIRAN DARAH
PRIMER

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR Cuci tangan dengan sabun antiseptik (yang


mengandung chlorhexidine 2-4%) sebelum
dan sesudah melakukan prosedur invasif
Menggunakan alat pelindung diri sesuai
dengan kebutuhan ( sarung tangan steril,
gaun/ baju khusus, masker, duk
bolong/drape besar steril dan tutup kepala)

1. Penggunaan chlorhexidine sebagai desinfenksi


area kulit.
Bersihkan kulit area insersi dengan
antiseptik chlorhexidine 2 % dalam isopropyl
70 % alcohol. Berikan waktu sampai
antiseptik kering ( 2 menit )

Yang harus diperhatikan :


1. Bersihkan port injeksi dengan alkohol 70 %
atau povidone /iodine
2. Kontra indikasi of BSI

DAFTAR Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi,

DOKUMEN Kementerian Kesehatan RI tahun 2009.


Guideline Prevention of BSI.

UNIT TERKAIT Unit Pelayanan Kesehatan lain di fasilitas pelayanan


kesehatan.

237
PRA DAN PASCA TINDAKAN OPERASI PADA
PENDERITA DENGAN HIV POSITIF, HEPATITIS
B DAN C
No Dokumen : No.Revisi: Halaman

RSK GIGI DAN MULUT


PROV. SUMSEL 1 dari 2

Tanggal Terbit : Kepala RSK Gigi dan Mulut


Provinsi Sumatera Selatan
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

drg. Rini Bikarindrasari,M.Kes.


NIP.19660307 199802 2 001

PENGERTIAN Tatalaksana tindakan operasi pada klien yang telah


atau diduga menderita hepatitis B, C dan HIV positif.

TUJUAN 1. Mencegah terjadinya infeksi silang


2. Melindungi staf yang bekerja diruang operasi

KEBIJAKAN 1. UU RI no. 36 th 2009 tentang kesehatan


2. UU RI no 44 th 2009 tentang RS
3. Kepmenkes RI no. 328/ Menkes/SK/III/2007
tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di RS dan Fasilitas
Kesehatan lainnya.
4. SK No.SK.SPO/DPP-PPGI/0013.IV.1/II/2016
tentang pra dan pasca tindakan operasi pada
penderita dengan HIV positif, hepatitis b dan c.

PROSEDUR A. Persiapan Alat


1. Sarung tangan panjang sesuai ukuran
2. Celemek/apron
3. Kaca mata google
4. Sepatu boot
5. Plastic sampah kuning
6. Desinfektan
7. Disposabble suction bag
8. Set linen disposable
9. Set instrumen

B. Persiapan Klien

238
Tindakan dilakukan berencana (elektif),
penecualian pada kasus kasus emergensi.

C. Pelaksanaan Tindakan
1. Petugas memakai alat pelindung apron. Kaca
mata, sarung tangan rangkap dua dan sepatu
tertutup
2. Petugas merendam instrument

PENCEGAHAN INFEKSI ALIRAN DARAH


PRIMER

No Dokumen : No.Revisi: Halaman


RSK GIGI DAN
MULUT
2 dari 2
PROV. SUMSEL

PROSEDUR Cuci tangan dengan sabun antiseptik (yang


mengandung chlorhexidine 2-4%) sebelum
dan sesudah melakukan prosedur invasif
Menggunakan alat pelindung diri sesuai
dengan kebutuhan ( sarung tangan steril,
gaun/ baju khusus, masker, duk
bolong/drape besar steril dan tutup kepala)

2. Penggunaan chlorhexidine sebagai desinfenksi


area kulit.
Bersihkan kulit area insersi dengan
antiseptik chlorhexidine 2 % dalam isopropyl
70 % alcohol. Berikan waktu sampai
antiseptik kering ( 2 menit )

Yang harus diperhatikan :


3. Bersihkan port injeksi dengan alkohol 70 %
atau povidone /iodine
4. Kontra indikasi of BSI

DAFTAR Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi,

DOKUMEN Kementerian Kesehatan RI tahun 2009.


Guideline Prevention of BSI.

UNIT TERKAIT Unit Pelayanan Kesehatan lain di fasilitas pelayanan


kesehatan.

239
240