Anda di halaman 1dari 31

Contoh Makalah Tentang Penyalahgunaan Napza Narkoba

di Kalangan Remaja

NARKOBA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh:

Novian Azis Efendi (A 220100039)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2010
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Karena rahmat-Nya

penulis dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah tentangg

narkoba. Guna memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepad

semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan maklah

ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karen

itu, penulis mengharapkan saran dan kritik membangun yangg dtunjukan demi

kesempurnan makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua

pihak.

Surakarta, Desember 2010

Dr. H. Novian A. Efendi S.Pd

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..... i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI .. iii

BAB I PENDAHULUAN .. 1

1. Wacana Pembuka 1
2. Perumusan masalah 2
3. Tujuan . 2
4. Manfaat . 3

BAB II NARKOBA . 4

1. Pengertian Narkoba . 4
2. Penyebaran .. 6
3. Efek Narkoba .. 7
4. Jenis-jenis Narkoba . 8
5. Faktor Penyalahgunaan Narkoba 10
6. Manfaat Narkoba 11

BAB III PENUTUP ... 13

1. Simpulan . 13
2. Saran .. 14

DAFTAR PUSTAKA 15
BAB I

PENDAHULUAN

1. WACANA PEMBUKA

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak

terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan

terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang

sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja,

beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang

berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna

tertentu.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna

akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini

masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa

kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada

umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk

penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan

adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada

para seniman dan musisi.


Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di

pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang

dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern Cannabis indica

yang berasal dari India dengan Cannabis sativa dari Barat, dimana jenis

Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana

dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka

menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam

berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan

Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai

penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap

sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya

dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak

belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang

dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga

tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi

kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

2. PERUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari narkoba?

2. Bagaimana penyebaran narkoba di masyarakat?

3. Efek apa yang disebabkan oleh narkoba?

4. Apa saja jenis-jenis narkoba?

3. TUJUAN

1. Untuk mengetahui apa itu narkoba.

2. Untuk mengetahui bagaimana penyebaran narkoba di kalangan

masyarakat.

3. Untuk mengetahui efek dari narkoba.

4. Untuk mengetahui jenis-jenis narkoba.

4. MANFAAT

1. Mengetahui seberapa bahayanya jika mengkonsumsi narkoba.

2. Efek-efek apa saja jika menggunakan narkoba.

3. Mengetahui apa sebenarnya guna narkoba.

BAB II

NARKOBA
1. PENGERTIAN NARKOBA

Narkoba dan Napza Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat

berbahaya. Napza adalah singkatan dari Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat

Adiktif lainnya. Nikotik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang

artinya kelenger, merujuk pada sesuatu yang bisa membuat seseorang tak

sadarkan diri (fly), sedangkan dalam bahasa Inggris narcotic lebih mengarah ke

obat yang membuat penggunanya kecanduan.

Narkotika secara farmakologik adalah opioida, tetapi menurut UU no 22,

tahun 1997 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau

bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan

penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai

menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Seiring

berjalannya waktu keberadaan narkoba bukan hanya sebagai penyembuh

namun justru menghancurkan. Awalnya narkoba masih digunakan sesekali

dalam dosis kecil dan tentu saja dampaknya tak terlalu berarti. Namun

perubahan jaman dan mobilitas kehidupan membuat narkoba menjadi bagian

dari gaya hidup, dari yang tadinya hanya sekedar perangkat medis, kini

narkoba mulai tenar digaungkan sebagai dewa dunia, penghilang rasa sakit.

Alkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari

bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi


dan distilasi atau fermentasi tanpa distilasi, baik dengan cara memberikan

perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak,

maupun yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan etanol

atau dengan cara pengenceran minuman yang mengandung etanol.

Yang dimaksud dengan narkotika meliputi :

Golongan Opiat : heroin, morfin, madat, dan lain-lain. Golongan Kanabis :

ganja, hashish.

Golongan Koka : kokain, crack.

Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan

narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan

syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan

perilaku. Zat Adiktif Lainnya adalah bahan lain bukan narkotika atau

psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 meliputi

ectasy, shabu-shabu, LSD, obat penenang/obat tidur, obat anti depresi dan anti

psikosis. Zat psikotropika yang sering disalahgunakan (menurut WHO 1992)

adalah :
1. Alkohol : Semua minuman beralkohol yang mengandung etanol (Etil

alkohol).

2. Opioida : heroin, morfin, pethidin, candu.

3. Kanabinoida : Ganja, hashish.

4. Sedativa/hipnotika : obat penenang/obat tidur.

5. Kokain : daun koka, serbuk kokain, crack.

Stimulansia lain, termasuk kafein, ectasy, dan shabu-shabu.

Halusinogenika, LSD,mushroom, mescalin.

Tembakau (mengandung nikotin). Pelarut yang mudah menguap seperti

aseton dan lem. Multipel (kombinasi) dan lain-lain, misalnya kombinasi heroin

dan shabu-shabu, alkohol dan obat tidur. Zat adiktif lain termasuk inhalansia

(aseton, thinner cat, lem, nikotin, kafein).

2. PENYEBARAN

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.

Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat

narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari
bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik,

tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini

bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran

narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah

sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan

narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan

SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling

efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari

pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik

anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

3. EFEK NARKOBA

Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam

sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi

dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata

contohnya kokain & LSD

Stimulation, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ

tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga

mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan

cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk

sementara waktu
Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan

mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang

bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya

putaw.

Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan

ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan

seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba

memutuskan syaraf-syaraf dalam otak, contohnya ganja, heroin , putaw. Jika

terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ

dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu

akan overdosis dan akhirnya kematian.

Psilocin, sebuah obat halusinogen yang diperoleh dari jamur (Psilocybe

mexicana). Efek yang timbul seperti dilatasi pupil, kegelisahan atau gejolak,

euforia, terbuka dan mata tertutup visual (menengah umum pada dosis tinggi),

sinestesia (mis. pendengaran melihat warna dan suara), meningkat suhu

tubuh, sakit kepala, berkeringat dan menggigil, dan mual.

sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan

untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian. Efek fisik

dapat mencakup anoreksia, hiperaktif, pupil melebar, kemerahan, kegelisahan,


mulut kering, sakit kepala, takikardia, Bradycardia, tachypnea, hipertensi,

hipotensi, hipertermia, diaphoresis, diare, sembelit, penglihatan kabur, pusing,

berkedut, insomnia, kesemutan, jantung berdebar , aritmia, jerawat, pucat,

kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan kematian dapat terjadi.

4. JENIS-JENIS NARKOBA

Adapun jenis-jenis narkoba, yaitu :

a. Heroin

Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah

diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal

putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin

dapat menyebabkan kecanduan. Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis

opioid alkaloid.

b. Ganja

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya

penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada

bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat

membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan

tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat.

Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain

itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap

arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara

berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva

menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan

dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan

meminum Bhang.

c. Narkotika

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman

baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan pengaruh bagi

pengguannya. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit,

rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang

menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

5. FAKTOR PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Penyalahgunaan narkoba ada beberapa faktor yaitu:

1. Lingkungan sosial
Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin

lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika,

psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.

Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya

masing-masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari

keluarga ataupun karena akibat dari broken home.

Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas

dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk

menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk

memuaskan rasa keingintahuan mereka.

2. Kepribadian

Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat

ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah

tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun

minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka

tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih

aktif dan berani

Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas

dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai

tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan


minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah

dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus

ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.

6. MANFAAT NARKOBA

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai

bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga

digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan

kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal

ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa

negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan

seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan

narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja

menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan

bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa

negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah

kaca.

Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif

utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf

pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah

penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur.

Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan

konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat

lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.

Kata morfin berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.

Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat

cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon

coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini

biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek

stimulan.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk

pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya


juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama

dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Narkoba adalah obat obatan terlarang yang jika dikonsumsi

mengakibatkan kecanduan dan jika terlalu lama dan sudah ketergantungan

narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah

melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.

Narkoba pun ada berbagai jenis seperti: heroin, ganja, putaw, kokain,

sabu-sabu,dan alkoholpun termasuk dalam golongan narkoba.

Manfaat yang dirasakan hanyalah sesaat. Tapi mudhorotnya jelas banyak

sekali. Banyak organ tubuh menjadi rusak. palagi bila pakai obat bius. Dalah-

salah pada saat operasi (karena suatu kejadian) bakal tak mampu lagi bius bagi
para penggunanya. Yang pasti biaya untuk bisa mengkonsumsi barang-barang

haram itu, sangatlah mahal. Salah-salah bisa masuk bui, kalau ketangkep

aparat.

2. SARAN

Diharapkan setelah penulis menyusun makalah ini masyarakat sadar akan

bahayanya mengkonsumsi narkoba dan menyalah gunakan narkoba.

Karena jika salah seorang sudah menggunakan narkoba dan kecanduan,

orang tersebut akan mengalami jantung yang berdebar-debar, mering

menguap, mengeluarkan air mata berlebihan, mengeluarkan keringat

berlebihan, mengalami nyeri kepala, mengalami nyeri/nilu sendi-sendi.


DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia. 2010. Narkoba (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba.


diakses tanggal 12 Desember 2010, pukul 10:19 )

BNK Samarinda. 2007. Faktor dan Akibat NArkoba (online),


(http://bnk.samarinda.go.id/index.php?q=faktor-akibat-narkoba. diakses
tanggal 13 Desember 2010, pukul 21:49)
MAKALAH ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA

ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTOPRIKA

ZAT ADIKTIF

Pengertian Zat Adiktif

Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan

ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang (drug

dependence). Kelompok zat adiktif adalah narkotika (zat atau obat yang berasal dari

tanaman) atau bukan tanaman, baik sintetik maupun semisintetik, yang dapat

menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan

rasa sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Macam macam Zat Adiktif

a. Ganja
Ganja atau mariyuana merupakan zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja

terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis sativa) yang

sudah kering.

Tanda-tanda penyalahgunaan ganja, yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab, santai dan

lemah, banyak bicara sendiri, pengendalian diri menurun, menguap atau mengantuk, tetapi

susah tidur, dan mata merah, serta tidak tahan terhadap cahaya dan badan kurus karena

susah makan. Tanda-tanda gejala putus obat (ganja), yaitu sukar tidur, hiperaktif, dan

hilangnya nafsu makan. Tanda-tanda gejala overdosis, yaitu ketakutan, daya pikir menurun,

denyut nadi tidak teratur, napas tidak teratur, dan mendapat gangguan jiwa.

b. Opium
Opium merupakan narkotika dari golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu,

morfin, heroin, dan putau. Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper sommiverum.

Opium digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena luka atau menghilangkan rasa

nyeri pada penderita kanker. Namun dalam dosis berlebih dapat mengakibatkan kecanduan

yang akhirnya menyebabkan kematian.

Penggunaannya yang menyalahi aturan dapat menimbulkan rasa sering mengantuk,

perasaan gembira berlebihan, banyak berbicara sendiri, kecenderungan untuk melakukan

kerusuhan, merasakan nafas berat dan lemah, ukuran pupil mata mengecil, mual, susah

buang air besar, dan sulit berpikir. Jika pemakaian obat ini diputus, akan timbul hal-hal

berikut: sering menguap, kepala terasa berat, mata basah, hidung berair, hilang nafsu

makan, lekas lelah, badan menggigil, dan kejang-kejang. Jika pemakaiannya melebihi dosis

atau overdosis, akan menimbulkan hal-hal berikut: tertawa tidak wajar, kulit lembap, napas

pendek tersenggal-senggal, dan dapat mengakibatkan kematian.

c. Kokain
Kokain termasuk ke dalam salah satu jenis dari narkotika. Kokain diperoleh dari hasil

ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca). Zat ini dapat dipakai sebagai anaestetik

(pembius) dan memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral. Pemakaian zat ini

menjadikan pemakainya suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah,

detak jantung bertambah, demam, perut nyeri, mual, dan muntah. Seperti halnya narkotika

jenis lain, pemakaian kokain dengan dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian.

d. Sedativa dan Hipnotika (Penenang)

Beberapa macam obat dalam dunia kedokteran, seperti pil BK dan magadon digunakan

sebagai zat penenang(sedativa-hipnotika). Pemakaian sedativa-hipnotika dalam dosis kecil

dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis besar dapat membuat orang yang

memakannya tertidur.

Gejala akibat pemakaiannya adalah mula-mula gelisah, mengamuk lalu mengantuk, malas,

daya pikir menurun, bicara dan tindakan lambat. Jika sudah kecanduan, kemudian diputus

pemakaiannya maka akan menimbulkan gejala gelisah, sukar tidur, gemetar, muntah,

berkeringat, denyut nadi cepat, tekanan darah naik, dan kejang-kejang.


Jika pemakaiannya overdosis maka akan timbul gejala gelisah, kendali diri turun, banyak

bicara, tetapi tidak jelas, sempoyongan, suka bertengkar, napas lambat, kesadaran turun,

pingsan, dan jika pemakaiannya melebihi dosis tertentu dapat menimbulkan kematian.

e. Nikotin

Nikotin dapat diisolasi atau dipisahkan dari tanaman tembakau. Namun, orang biasanya

mengonsumsi nikotin tidak dalam bentuk zat murninya, melainkan secara tidak langsung

ketika mereka merokok. Nikotin yang diisap pada saat merokok dapat menyebabkan

meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, bersifat karsinogenik sehingga dapat

meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru, kaki rapuh, katarak, gelembung paru-paru

melebar (emphysema), risiko terkena penyakit jantung koroner, kemandulan, dan gangguan

kehamilan.

f. Alkohol
Alkohol diperoleh melalui proses peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti beras ketan,

singkong, dan perasan anggur. Alkohol ini sudah dikenal manusia cukup lama. Salah satu

penggunaan alkohol adalah untuk mensterilkan berbagai peralatan dalam bidang

kedokteran.

Tanda-tanda gejala pemakaian alkohol, yaitu gembira, pengendalian diri turun, dan muka

kemerahan. Jika sudah kecanduan meminum minuman keras, kemudian dihentikan

maka akan timbul gejala gemetar, muntah, kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa.

Jika overdosis akan timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali

turun, dan banyak bicara sendiri.

Dampak / Efek yang Dapat Ditimbulkan Zat Adiktif

Efek/Dampak Penyalahgunaan Minuman AlkoholAlkohol dalam minuman keras dapat

menyebabkan gangguan jantung dan otot syaraf,mengganggu metabolisme tubuh,

membuat janis menjadi cacat, impoten serta gangguanseks lainnya.


Efek/Dampak Penyalahgunaan GanjaZat kandungan dalam ganja yang berbahaya dapat

menyebabkan daya tahan tubuh berkurang dan melemah sehingga mudah terserang

penyakit dan infeksi sertamemperburuk aliran darah koroner.

Efek/Dampak Penyalahgunaan HalusinogenHalusinogen dalam tubuh manusia dapat

mengakibatkan pendarahan otak.

Efek/Dampak Penyalahgunaan KokainZat adiktif kokain jika dikonsumsi dalam jangka

panjang dapat menyebabkan kekurangansel darah putih atau anemia sehingga dapat

membuat badan kurus kering. Selain itukokain menimbulkan perforesi sekat hidung (ulkus)

dan aritma pada jantung.

Efek/Dampak Penyalahgunaan Opiat / OpiodaZat opioda atau opiat yang masuk ke dalam

badan manusia dapat mengganggumenstruasi pada perempuan / wanita serta impotensi

dan konstipasi khronuk pada pria /laki-laki.

Efek/Dampak Penyalahgunaan InhalasiaInhalasia memiliki dampak buruk bagi kesehatan

kita seperti gangguan pada fungsi jantung, otak, dan lever.

Efek/Dampak Penyalahgunaan Non ObatDalam kehidupan sehari-hari sering kita temui

benda-benda yang disalahgunakan oleh banyak orang untuk mendapatkan efek tertentu

yang dapat mengakibatkan gangguankesehatan. Contoh barang yang dijadikan candu antara

lain seperti bensin, thiner, racun serangga, lem uhu, lem aica aibon. Efek dari penggunaan

yang salah pada tubuh manusiaadalah dapat menimbulkan infeksi emboli.

PSIKOTROPIKA

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika dan

berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang

menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.


Berdasarkan fungsinya obat psikotropika dibedakan menjadi tiga yaitu obat stimulan, obat

depresan, dan obat halusinogen:

Obat stimulan ( obat perangsang ) adalah obat yang merangsang system saraf sehingga

orang yang merasakan lebih pwecaya diri dan selalu waspada contoh obat ini adalah, kafein

nikotin dan kokain

Obat depresan ( obat penenang ) adalah obat yang dapat menekan system saraf sehingga

pemakaiannya merasa ngantuk dan tingkat kesadarannyaturun. Contoh obat jenis ini adalah

alcohol dan barbiturate

Obat halusinogen adalah obat yang dapat membelokkan pikiran pemakaiannya

Macam Macam Psikotropika

Zat adiktif hampir semuanya termasuk ke dalam psikotropika, tetapi tidak semua

psikotropika menimbulkan ketergantungan. Berikut ini termasuk ke dalam golongan

psikotropika yang tidak membuat kecanduan, yaitu LSD (Lysergic Acid Diethylamide) dan

amfetamin. Penyalahgunaan kedua golongan psikotropika ini sudah meluas di dunia.

a. LSD (Lysergic Acid Diethylamide)


LSD merupakan zat psikotropika yang dapat menimbulkan halusinasi (persepsi semu

mengenai sesuatu benda yang sebenarnya tidak ada). Zat ini dipakai untuk membantu

pengobatan bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa atau sakit ingatan. Zat ini

bekerja dengan cara membuat otot-otot yang semula tegang menjadi rileks.

Penyalahgunaan zat ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menderita frustasi dan

ketegangan jiwa.

b. Amfetamin

Kita seringkali mendengar pemberitaan di media massa mengenai penjualan barang-barang

terlarang, seperti ekstasi dan shabu. Ekstasi dan shabu adalah hasil sintesis dari zat kimia

yang disebut amfetamin. Jadi, zat psikotropika, seperti ekstasi dan shabu tidak diperoleh

dari tanaman melainkan hasil sintesis. Pemakaian zat-zat tersebut akan menimbulkan

gejalagejala berikut: siaga, percaya diri, euphoria (perasaan gembira berlebihan), banyak

bicara, tidak mudah lelah, tidak nafsu makan, berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan

napas cepat. Jika overdosis akan menimbulkan gejala-gejala: jantung berdebar-debar, panik,
mengamuk, paranoid (curiga berlebihan), tekanan darah naik, pendarahan otak, suhu tubuh

tinggi, kejang, kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan dapat mengakibatkan kematian. Jika

sudah kecanduan, kemudian dihentikan akan menimbulkan gejala putus obat sebagai

berikut: lesu, apatis, tidur berlebihan, depresi, dan mudah tersinggung.

Dampak Negatif Zat Psikotropika

Orang yang menggunakan obat psikotropika ajkan mengalami gangguan system saraf.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Narkotika dapat menyebabkan rasa sakit dan membuat sensasi sehingga

pemakaianya merasa senang karena tidak terganggu masalah yang di hadapinya.

Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kematian.

Kokain dapat diggunakan untuk pembiusan local. Kokain bersifat stimulan terhadap

sistem saraf sehingga dapat meningkatkan stamina dan mengurangi kelelahan.

Namun penggunan kokain hanya sementara biasanya diikuti dengan perasan

tertekan dan takut (depresi). Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan

pingsan atau bahkan kematian jika penggunaanya tiba-tiba dihentikan pecandu akan

menderita penyakit dengan tanda-tanda kejang-kejang, muntah, diare, berkeringat

dan sukar tidur.

Morfin dapatmenghilangkan rasa sakit. Namun, morfin menyebabkan rasa kantuk

dan lesu, kebingunan, perasaan kebahagian yang berlebihan ( euforioa ), dan

gangguan system pernapasan.

Ekstasi dapat menimbulkan rasa segar dan penuh energi sehingga pemakaiannya

merasa mengantuk. Namun, pemakaiobat ini mengurangi keinginan untuk minum


sehingga dapat mengalami dehidrasi. Penggunaan dalam waktu lama menyebabkan

kehilangan daya ingat dan kemampuan menggerakan badan.

UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA

Kita semua harus berupaya untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan

psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika memerlukan peran

bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

a.Peran Anggota Keluarga

Setiap anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota keluarga

yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Kalangan remaja ternyata

merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan zat-zat tersebut. Oleh karena itu,

setiap orang tua memiliki tanggung jawab membimbing anakanaknya agar menjadi manusia

yang bertaqwa kepada Tuhan. Karena ketaqwaan inilah yang akan menjadi perisai ampuh

untuk membentengi anak dari menyalahgunakan obat-obat terlarang dan pengaruh buruk

yang mungkin datang dari lingkungan di luar rumah.

b.Peran Anggota Masyarakat

Kita sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap

anggota masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain itu, kita

sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang berwajib jika ada

pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal.

c.Peran Sekolah

Sekolah perlu memberikan wawasan yang cukup kepada

para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi,

keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk
melaporkan pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika

di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa

yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba.

d.Peran Pemerintah

Pemerintah berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika

dengan cara mengeluarkan aturan hukum yang jelas dan tegas. Di samping itu, setiap

penyalahguna, pengedar, pemasok, pengimpor, pembuat, dan penyimpan narkoba perlu

diberikan sanksi atau hukuman yang membuat efek jera bagi si pelaku dan mencegah yang

lain dari kesalahan yang sama.

sumber :

http://mediabelajaronline.blogspot.com/2010/03/zat-adiktif-dan-psikotropika.html

http://jefrihutagalung.wordpress.com/2009/07/05/upaya-upaya-penanggulangan-

penyalahgunaan-narkotika-dan-psikotropika-part-1/