Anda di halaman 1dari 11

K ATA PE N G AN TAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, karena


dengan ridhoNya kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan Makalah dengan
judul GIPS.Penulisan Makalah ini kami susun untuk untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Sistem Muskuluskeletal II.
Semoga makalah yang kami selesaikan ini dapat memberikan manfaat dan
menjadi bacaan yang berguna untuk masyarakat luas khususnya masyarakat
STIKES Ngudia Husada Madura.
Terima kasih kepada bapak ibu pembimbing mata kuliah kami yang telah
memberikan kami kesempatan untuk membuat makalah ini. Sekiranya kami
berharap tugas kami dapat memenuhi persyaratan dalam sistem pengajaran yang
bapak ibu terapkan dikelas.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu
segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu kami
harapkan.

Bangkalan,20 Januari 2017

D AFTAR I S I

KATA PENGANTAR. 1

DAFTAR ISI 2

BAB I PENDAHULUAN 3

MAKALAH GIPS Page 1


1.1 Latar Belakang 3

1.2 Rumusan Masalah... 4

1.3 Tujuan.. 4

1.4 Manfaat4

BAB II TINJAUAN TEORI 5

2.1 Definisi Gips. 5

2.2 Tujuan Pemasangan Gips.5

2.3 Jenis- jenis Gips 5

2.4 Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam pemasangan Gips 6

2.5 Bahan-bahan Gips .................................... 7

2.6 Bentuk Pemasangan Gips 7

2.7 Indikasi Pemasangan Gips. 8

2.8 Tekhnik pemasangan Gips 8

2.9 Tekhnik Pelepasan Gips......... 10

2.10 Perawatan Gips. 11

2.11Kelebihan dan Kekurangan Gips11

BAB III PENUTUP. 12

DAFTAR PUSTAKA.. 13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

MAKALAH GIPS Page 2


Gips pada dasar nya merupakan alat untuk menjamin ke akuratan dan
kecocokan dalammembalut, biasanya dipergunakan untuk imobilisasi fraktur,
koreksi kelainan bawaan,pencegahan deformitas, pencegahan kontraktur dan lain
sebagainya. Dalam penggunaan gipsharus diperhatikan sejumlah faktor utama,
antara lain teknik pemasangan, personil,perlengkapan yang dibutuhkan dan
perawatan. Pemasangan Gips dapat menimbulkankomplikasi berupa gangguan
sirkulasi syaraf, pressure/cast sore, kekakuan sendi, reaksi
alergi yang harus ditangani segera.
Gips adalah alat imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur
dimanagips ini dipasang. Tujuan pemakaian gips adalah untuk mengimobilisasi
bagian tubuh dalam
posisi tertentu dan memberikan tekanan yang merata pada jaringan lunak yang
terletakdidalamnya. Dapat digunakan untuk mengimobilisasi fraktur yang telah
direduksi,mengoreksi deformitas, memberikan tekanan merata pada jaringan
lunak dibawahnya, ataumemberikan dukungan dan stabilitas bagi sendi yang
mengalami kelemahan. Secara umum,gips memungkinkan pasien sementara
membatasi gerakan pada bagian tubuh tertentu.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Definisi dari Gips?
2. Bagaimana Tujuan dari pemasangan Gips?
3. Apa saja jenis jenis dari Gips?
4. Bagaimana hal hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan Gips.?
5. Bagaimana bahan bahan Gips.?
6. Bagaimana Bentuk pemasangan Gips.?

MAKALAH GIPS Page 3


7. Apa saja Indikasi pemasangan Gips.?
8. Bagaimana Tekhnik pemasangan Gips.?
9. Bagaimana Tekhnik pelepasan Gips.?
10. Bagaimana perawatan Pemasangan Gips?
11. Bagaimana Kelebihan dan Kekurangan Pemasangan Gips?
1.3Tujuan
Tujuan Umum
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang Gips dan pemasngan Gips.

Tujuan Khusus
1. Mengetahui Definisi dari Gips?
2. Mengetahui Tujuan dari pemasangan Gips?
3. Mengetahui saja jenis jenis dari Gips?
4. Mengetahui hal hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan Gips.?
5. Mengetahui bahan bahan Gips.?
6. Mengetahui Bentuk pemasangan Gips.?
7. Mengetahui Apa saja Indikasi pemasangan Gips.?
8. Mengetahui Tekhnik pemasangan Gips.?
9. Mengetahui Tekhnik pelepasan Gips.?
10. Mengetahui perawatan Pemasangan Gips?
11. Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Pemasangan Gips?
1.4 Manfaat

Setelah menyelesaikan makalah ini diharapkan kami sebagai mahasiswa dan


pembaca dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang dislokasi sendi.

BAB II
KONSEP TEORI

2.1 Definisi
Gips adalah suatu bubuk campuran yang digunakan untuk membungkus
secara keras area yang mengalami patah tulang.
Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur
tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart, 2000 ).
Gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk immobilisasi bagian
tubuh dengan menggunakan bahan gips tioe plester dan fiberglass (Barbara
Engram ,1999).
Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral
yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass.

MAKALAH GIPS Page 4


2.2 Tujuan Pemasangan Gips
untuk menyatukan kedua bagian tulang yang patah agar tak bergerak
sehingga dapat menyatu dan fungsinya pulih kembali dengan cara
mengimobilisasi tulang yang patah tersebut dalam posisi tertentu dan memberikan
tekanan yang merata pada jaringan lunak yang terletak didalamnya.
1. Imobilisasi kasus pemasangan dislokasia sendi.
2. Fiksasai fraktur yang telah direduksi.
3. Koreksi cacat tulang (mis., skoliosis ).
4. Imobilisasi pada kasus penyakit tulang satelah dilakukan operasi
(mis.,spondilitis)
5. Mengoreksi deformitas.

2.3 Jenis Jenis Gips


Kondisi yang ditangani dengan gips menentukan jenis dan ketebalangips yang
dipasang. Jenis-jenis gips sebagai berikut:
1. Gips lengan pendek.
Gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tanga,
dan melingkar erat didasar ibu jari.
2. Gips lengan panjang.
Gips ini dipasang memanjang. Dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah
prosimal lipatan telapak tangan. Siku biasanya di imobilisasi dalam posisi
tegak lurus.
3. Gips tungkai pendek.
Gips ini dipasang memanjang dibawah lutut sampai dasar jari kaki, kaki
dalam sudut tegak lurus pada posisi netral,
4.Gips tungkai panjang
Gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga atas dan tengah paha sampai
dasar jari kaki, lutut harus sedikit fleksi.
5.Gips berjalan.
Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai
telapak untuk berjalan
6.Gips tubuh.
Gips ini melingkar di batang tubuh
7.Gips spika.
Gips ini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstremitas (gips
spika tunggal atau ganda)
8.Gips spika bahu.
Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh, bahu dan siku
9.Gips spika pinggul.

MAKALAH GIPS Page 5


Gips ini melingkari batang tubuh dan satu ekstremitas bawah (gips spika
tunggal atau ganda)
2.4 Hal Hal yang perlu diperhatikan dalam Pemasangan Gips
a. Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan.
b. Gips patah tidak bisa digunakan.
c. Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien.
d. Jangan merusak / menekan gips.
e. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips / menggaruk.
f. Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama.

2.5 Bahan Bahan Gips


a. Plester.
Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus . gulungan krinolin
diimregasi dengan serbuk kalsium sulfat anhidrus ( Kristal gypsum ). Jika
basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas. Kristalisasi
menghasilkan pembalut yang kaku . kekuatan penuh baru tercapai setelah
kering , memerlukan waktu 24-72 jam untuk mongering. Gips yang kering
bewarna mengkilap , berdenting, tidak berbau,dan kaku, sedangkan gips yang
basah berwarna abu-abu dan kusam, perkusinya pekak, terba lembab, dan
berbau lembab.
b . Nonplester.
Secara umum berarti gips fiberglass, bahan poliuretan yang di aktifasi air ini
mempunyai sifat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karna
lebih ringan dan lebih kuat, tahan air dan tidak mudah pecah.di buat dari
bahan rajuutan terbuka, tidak menyerap, diimpregnasi dengan bahan pengeras
yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit.
c. Nonplester berpori-pori
Sehingga masalah kulit dapat di hindari . Gips ini tidak menjadi lunak jika
terkena air,sehingga memungkinkan hidro terapi. Jika basah dapat dikeringkan
dengan pengering rambut.

2.6 Bentuk Bentuk Pemasangan Gips

a. Bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran
permukaan anggota gerak.
b. Gips lembaran yang dipasang pada kedua sisi antero-posterior anggota gerak
sehingga merupakan gips yang hampir melingkar.

MAKALAH GIPS Page 6


c. Gips sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak.
d. Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu
atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah

2.7 Indikasi Pemasangan Gips

1. Untuk pertolongan pertama pada faktur (berfungsi sebagai bidal).


2. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri
misalnya gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi
seperti operasi pada skoliosis tulang belakang.
3. Sebagai pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-
anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa.
4. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan misalnya pada talipes
ekuinovarus kongenital atau pada deformitas sendi lutut oleh karena
berbagai sebab.
5. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis.
6. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu
setelah suatu operasi misalnya pada artrodesis.
7. Imobilisas setelah operasi pada tendo-tendo tertentu misalnya setelah operasi
tendo Achilles.
8. Dapat dimanfaatkan sebagai cetakan untuk pembuatan bidai atau protesa.

2.8 Tekhnik Pemasangan Gips


a. Persiapan alat
1. Bahan gips dengan ukuran sesuai ekstremitas tubuh yang akan di gips
2. Baskom berisi air biasa ( untuk merendam gips )
3. Baskom berisi air hangat.
4. Gunting perban .
5. Bengkok.
6. Perlak dan alasnya.
7. Waslap.
8. Pemotongan gips .
9. Kasa dalam tempatnya.
10. Alat cukur.
11. Sabun dalam tempatnya.
12. Handuk.
13. Krim kulit.
14. Spons rubs
15. Padding
b. Prosedur kerja.

MAKALAH GIPS Page 7


1. Siapkan klien dan jelaskan prosedur yang akan dikerjakan.
2. Siapkan alat alat yang akan digunakan untuk pemasangan gips
3. Daerah yang akan dipasang gips dicukur, dibersihkan, dan dicuci dengan
sabun, kemudian dikeringkan dengan handuk dan diberi krim kulit.
4. Sokong ekstremiras atau bagian tubuh yang akan digips .
5. Posisikan dan pertahankan bagian yang akan di gips dalam posisi yang
ditentukan dokter selama prosedur.
6. Pasang spongs rubbs ( bahan yang menyerap keringat ) pada bagian tubuh
yang akan dipasang gips, pasang dengan cara yang halus dan tidak
mengikat. Tambahkan bantalan ( padding ) di daerah tonjolan tulang dan
pada jalur syaraf.
7. Masukkan gips dalam baskom berisi air, rendam beberapa saat sampai
gelembung gelembung udara dari gips harus keluar. Selanjutnya, diperas
untuk mengurangi jumlah air dalam gips.
8. Pasang gips secara merata pada bagian tubuh. Pembalutan gips secara
melingkar mulai dari distal ke proksimal tidak terlalu kendur atau terlalu
ketat. Pada waktu membalut, lakukan dengan gerakan bersinambungan
agar terjaga ketumpah tindihan lapisan gips. Dianjurkan dalam jarak yang
tetap. Lakukan dengan gerakan yang bersinambungan agar terjaga kontak
yang constant dengan bagain tubuh.
9. Setelah selesai pemasangan, haluskan tepinya, potong serta bentuk dengan
pemotongan gipa atau cutter.
10. Bersihkan partikel bagian gips dari kulit yang terpasang.
11. Sokong gips selama pengerasan dan pengeringan dengan telapak tangan.
Jangan diletakkan pada permukaan keras atau pada tepi yang tajam dan
hindari tekanan pada gips.

2.9 Tekhnik Pelepasan Gips


a. Alat yang diperlukan untuk pelepasan gips.
1. gergaji listrik/pemotongan gips.
2. gergaji kecil manual.
3. gunting besar.
4. baskom berisi air hangat.
5. gunting perban.
6. bengkok dan plastic untuk tempat gips.
7. sabun dalam tempatnya.
8. handuk .
9. perlak dan alasnya.
10. Waslap.

MAKALAH GIPS Page 8


11. krim atau minyak

b. Cara pelepasan gips


1. jelaskan pada klien prosedur yang akan dilakukan.
2. yakinkan klien bahwa gergaji listrik atau pemotongan gips tidak akan
mengenai kulit.
3. gips akan dibelah dengan menggunakan gergaji listrik.
4. gunakan pelindung mata pada klien dan petugas pemotong gips.
5. potong bantalan gips dengan gumting.
6. sokong bagian tubuh ketika gips dilepas.
7. cuci dan keringkan bagian yang habis di gips dengan lembut, oleskan
krim atau minyak.
8. ajarkan klien secara bertahap melakukan aktivitas tubuh sesuai program
terapi.
9. ajarkan klien agar meninggikan ekstremitas atau menggunakan elastis
perban jika perlu untuk mengontrol pembengkakan.

2.10. Perawatan Gips


a. Gips tidak boleh basah oleh air atau bahan lain yang mengakibatkan kerusakan
gips.
b. Setelah pemasangan gips harus dilakukan follow u yang teratur, tergantung
dari lokalisasi pemasangan.
c. Gips yang mengalami kerusakan atau lembek pada beberapa tempat, harus
diperbaiki.

2.11. Kelebihan dan Kekurangan Pemasangan Gips


1. Kelebihan pemasangan Gips
a. Mudah didapatkan.
b. Mura dan mudah dipergunakan oleh setiap dokter.
c. Dapat diganti setiap saat.
d. Dapat dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak.
e. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan
luka selama imobiliasi.
f. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan membuat sudut
tertentu.

MAKALAH GIPS Page 9


g. Gips bersifat rediolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat
dilakukan walaupun gips terpasang.
h. Merupakan terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi.

2. Kekurangan Pemasangan Gips


1. Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan
pada pembuluh darah, saraf atau tulang itu sendiri.
2. Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan
mungkin dapat terjadi.
3. Disus osteoporosis dan atrofi.
4. Alergi dan gatal-gatal akibat gips.
5. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh penderita.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Gips adalah suatu bubuk campuran yang digunakan untuk membungkus


secara keras area yang mengalami patah tulang.
Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur
tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart, 2000 ).
Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral
yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass.
Dan Indikasi pemasangan Gips adalahUntuk pertolongan pertama pada
faktur (berfungsi sebagai bidal).
Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya
gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi seperti operasi
pada skoliosis tulang belakang.

3.2 Saran

Kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini. Oleh
karena itu, kami mengharapkan sekali kritik yang membangun bagi makalah ini,
agar kami dapat berbuat lebih baik lagi di kemudian hari. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi mahasiswa pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

MAKALAH GIPS Page 10


DAFTAR PUSTAKA

http://dhiyah-muharrikah.blogspot.co.id/2012/05/pemasangan-gips-askep.html

http:/ /gips/Makalah Askep Gips 2 - Documents.htm

MAKALAH GIPS Page 11

Anda mungkin juga menyukai