Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam perdebatan moral yang berlangsung dalam masyarakat dewasa ini


paham hak memegang peranan penting. Sering kali kita dengar atau kita
baca tentang hak-hak asasi manusia dan penerapannya. Hak merupakan
bagian terpenting dari etika, kita telah melihat bahwa hal itu belum begitu
lama disadari, Dalam perdebatan tentang etis tidaknya eksperimen ilmiah
sering diacu ke hak subyek penelitian, bahkan tentang hak binatang yang
dipakai untuk penelitian.
Dalam forum internasional berulang kali menegaskan bahwa setiap
bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri. Hak berkaitan erat dengan
posisi manusia dengan sebagai subyek hukum. Tapi disamping itu hak
berhubungan erat dengan manusia sebagai makluk moral begitu saja dan
karena itu perlu dipelajari juga dalam rangka etika umum. Oleh sebab itu
penyusun membuat makalah ini untuk agar dapat dimanfaatkan oleh para
pembaca.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian hak
2. Jenis hak dan kewajiban
3. Peran hak dan kewajiban
4. Hak dan kewajiban perawat
5. Hak dan kewajiban pasien
6. Hak dan kewajiban menurut undang-undang

C. TUJUAN
1. Memahami pengertian hak
2. Mengetahui jenis-jenis hak
3. Mengetahui peran hak dan kewajiban
4. Mengetahui hak dan kewajiban perawat
5. Memahami hak dan kewajiban pasien
6. Memahami hak dan kewajiban menurut undang-undang
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HAK
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang
mempunyai hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang
berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak
dapat dipandang dari sudut hokum dan pribadi (C. Fagin, 1975).
Hak yang dipandang dari sudut hukum adalah hak-hak memberi
kekuasaan tertentu untuk mengontrol situasi. Contoh: seseorang mempunyai
hak untuk masuk ke restoran dan membeli makan (darisudut hukum, hak
mempunyai kewajiban tetentu yang menyertai. Individu dengan hak makan
di restoran diwajibkan untuk bertingkah laku yang sesuai dan membayar
makanannya). Hak dipandang dari sudut pandang pribadi mengacu pada
konsep pribadi dari hak mempunyai banyak hal yang harus dikerjakan sesuai
dengan perkembangan etis. Dengan cara seseorang megatur kehidupannya,
dengan keputusan yang dibuatnya, dan dengan konsep benar dan salah,
serta baik dan buruk(Fromer,1981).

B. JENIS-JENIS HAK
Hak terdiri dari 3 jenis, yaitu hak kebebasan, hak kesejahteraan, dan hak
legislatif.
1. Hak-Hak Kebebasan
Hak mengenai kebebasan diekspresikan sebagai hak orang-orang
untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang ditentukan.
Misalnya, seorang perawat wanita yang bekerja disuatu Rumah Sakit, dapat
memakai seragam yang dia inginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih
dan sopan sesuai dengan batas-batas. Dalam contoh tersebut terdap 2 hal
penting, yaitu sebagai berikut:
a. Batas-batas kesopanan tersebut merupakan kebijakan rumah sakit.
b. Warna putih dan sopan merupakan norma yang diterapkan untuk
perawat.

2. Hak-Hak Kesejahteraan
Hak-hak yang diberikan secara hokum untuk hal-hal yang merupakan
standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu.
Misalnya, hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan, hak penduduk
untuk memperoleh air yang bersih, dan lain-lain.

3. Hak-Hak Legistalif
Hak-hak legislatif diterapkan oleh hokum berdasarkan konsep keadilan.
Misalnya, seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan
semena-mena oleh suaminya. Badman dan Badman (1986), menyatakan
bahwa hak-hak legislatif mempunyai 4 peranan di masyarakat, yaitu
membuat peraturan, mengubah peraturan, membatasi moral terhadap
peraturan yang tidak adil, memberikan keputusan pengadilan atau
menyelesaikan perselisihan.

C. PERAN HAK DAN KEWAJIBAN


1. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresia kekuasaan dalam konflik
antara seseorang dengan kelompok
Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai
hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan pada kliennya.
Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannya unutk
menigntruksikan pengobatan kepada klien. Hal ini merupakan hak nya
selaku penanggung jawab medis.

2. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu


tindakan.
Contoh : seorang perawat dalam melaksanakan asuhan
keperawatannya,mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan
waktunya bersama klien. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia
mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk
klien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Dalam hal ini, perawat tersebut mempunyai hak melakukan asuhan
keperawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien/klien.

3. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.


Seseorang sering kali dapat menyelesaikan sesuatu perselisihan dengan
menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain.
Contoh: seorang perawat menyarankan kepada pasien agar tidak keluar
ruangan selama di hospitalisasi. Pada situasi tersebut, klien marah karena
tidak setuju dengan saran perawat dan klien tersebut mengatakan kepada
perawat bahwa ia juga punya hak untuk keluar dari ruangan bilamana ia
mau.
Dalam hal ini, perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak
merugikan kesehatan pasien. Bila tidak tercapai kesepakatan karena
membatasi pasien, berati ia mengingkari kebebasan pasien.

D. HAK DAN KEWAJIBAN PERAWAT


1. Hak Perawat
a. Perawat berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
b. Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui kemampuan
spesialisasi sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
c. Perawat berhak untuk menolak keinginan pasien atau klien yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, serta standard an
kode etik profesi.
d. Perawat berhak untuk mendapatkan informasi lengkap dari pasien atau
klien atau keluarganya tentang keluhan kesehatan dan ketidakpuasaanya
terhadap pelayanan yang diberikan.
e. Perawat berhak untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya berdasarkan
perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan, kesehatan secara terus-
menerus.
f. Perawat berhak untuk diperlakukan secara adil dan jujur oleh institusi
pelayanan maupun oleh pasien/klien.
g. Perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan terhadap risiko kerja
yang dapat menimbulkan bahaya fisik maupun stress emosional.
h. Perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan
kebijaksanaan pelayanan kesehatan.
i. Perawat berhak atas privasi dan berhak menuntut apabila nama baiknya
dicemarkan oleh pasien/klien dan/atau keluarganya serta tenaga kesehatan
lainnya.
j. Perawat berhak untuk menolak dipindahkan ke tempat tugas lain, baik
melalui anjuran atau pengumuman tertulis karena diperlukan, untuk
melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi atau kode
etik keperawatan atau peraturan perundang-undangan lainnya.
k. Perawat berhak untuk mendapatkan perhargaan dan imbalan yang layak
dari jasa profesi yang diberikannya berdasarkan perjanjian atau ketentuan
yang berlaku di institusi pelayanan yang bersangkutan.
l. Perawat berhak untuk memperoleh kesempatan mengembangkan karier
sesuat dengan bidang profesinya.

Hak-hak Perawat Menurut Claire Fagin (1975)


a. Hak memperoleh martabat dalam rangka mengekspresikan dan
meningkatkan dirinya melalui penggunaan kemampuan khususnya dan
sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
b. Hak memperoleh pengakuan sehubungan denga kontribusinya melalui
ketetapan yang diberikan lingkungan untuk praktik yang dijalankan serta
imbalan ekonomi sehubungan dengan profesinya.
c. Hak mendapatkan lingkungan kerja dengan stress fisik dan emosional serta
risiko kerja yang seminimal mungkin.
d. Hak untuk melakukan praktik-praktik profesi dalam batas-batas hukum
yang berlaku.
e. Hak menetapkan standar yang bermutu dalam perawatan yang dilakukan.
f. Hak berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang berpengaruh
terhadap perawatan.
g. Hak untuk berpartisipasi dalam organisasi sosial dan politik yang mewakili
perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan.

2. Kewajiban Perawat
a. Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan.
b. Perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai
dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya.
c. Perawat wajib menghormati hak-hak pasien.
d. Perawat wajib merujuk pasien/klien kepada perawat atau tenaga kesehatan
lain yang lebih baik, bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya
sendiri.
e. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien untuk
berhubungan dengan keluarganya, sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan atau standar profesi yang ada.
f. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien untuk
menjalankan ibadahnya sesuati dengan agama dan kepercayaan masing-
masing.
g. Perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan
lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada
pasien/klien.
h. Perawat wajib memerikan informasi yang akurat tentang tindakan
keperawatan yang diberikan kepada pasien/klien dan keluarganya sesuai
dengan batas kemampuannya.
i. Perawat wajib meningkatkan mutu pelayanan keperawatannya sesuai
dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien/klien.
j. Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat
dan berkesinambungan.
k. Perawat wajib mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau
kesehatan secara terus-menerus.
l. Perawat wajib melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan
sesuai dengan batas-batas kewenangan.
m. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
klien/pasien, kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang.
n. Perawat wajib memenuhi hal-hal yang terlah disepakati atau perjanjian
yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja.

E. HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN ATAU KLIEN


1. Hak-hak Pasien
Pentingnya mengetahui hak-hak pasien dalam pelaksanaan asuhan
kesehatan baru muncul pada akhir tahun 1960. Tujuan dari hal tersebut
adalah untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan membuat sistem
asuhan kesehatan yang responsive terhadap kebutuhan klien. Dewasa ini,
pasien/klien dapat meminta untuk membuat keputusan sendiri dan
mengendalikan diri sendiri bila ia sakit.
Persetujuan, kerahasiaan hak klien untuk menolak pengobatan,
merupakan aspek dari pengambilan keputusan untuk diri pasien/klien
sendiri.
Penyertaan hak-hak pasien (Patients Bill of Rights) dikeluarkan
oleh The American Hospital Association pada 1973 dengan tujuan untuk
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien
yang akan dirawat di rumah sakit.

Pernyataan tentang hak-hak tersebut adalah :


a. Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai
asuhan keperawatan yang akan diterimanya.
b. Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang
memeriksanya berkaitan dengan diagnosis, pengobatan dan prognosis
dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya.
c. Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu
persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan, serta risiko
penting yang kemungkinan akan dialaminya, kecuali dalam situasi yang
darurat.
d. Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diijinkan oleh hukum
dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya.
e. Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang
menyangkut program asuhan medis, konsultasi dan pengobatan yang
dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan.
f. Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan
tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.
g. Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ke tempat lain yang
lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan
rujukan tersebut, dan rumah sakit yang ditunjuknya dapat menerima.
h. Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan rumah
sakit instansi lain, seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya
sehubungan dengan asuhan yang diterimanya. Contoh: hubungan individu
yang merawatnya, nama yang merawatnya dan sebagainya.
i. Pasien berhak untuk menerima pendapat atau menolakk bila
diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan
atau pengobatannya.
j. Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi
dari dokternya kepada dokter lain, bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.
k. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya
yang diperlukan untuk asuhan kesehatannya.
l. Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan rumah sakit
yang harus dipatuhinya sebagai pasien selama ia dirawat.

Sedangkan National League For Nursing (1997) menyakini bahwa hak-


hak pasien adalah sebagai berikut:
a. Hak memperoleh asuhan kesehatan sesuai standar professional tanpa
memandang tatanan kesehatan yang ada.
b. Hak untuk diperlakukan secara sopan dan santun, serta keramahan dari
perawat yang bertugas tanpa membedakan ras, warna kulit, derajat di
masyarakat, jenis kelamin, kebangsaan, politis dan sebagainya.
c. Hak memperoleh informasi tentang diagnosis penyakitnya, prognosis,
pengobatan, termasuk alternatif asuhan yang diberikan, risiko yang mungkin
terjadi agar pasien dan keluarganya memahami dan dapat memberikan
persetujuan atas tindakan medis yang akan dilakukan kepadanya.
d. Hak legal untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan tentang
asuhan keperawatan yang akan diberikan kepadanya.
e. Hak untuk menolak observasi dari tim kesehatan yang langsung terlibat
dalam asuhan kesehatannya.
f. Hak mendapatkan privasi selama wawancara, pemeriksaan kesehatan dan
pengobatan.
g. Hak mendapatkan privasi untuk berkomunikasi dan menerima kunjungan
dari orang-orang yang benar disetujuinya.
h. Hak untuk menolak pengobatan atau partisipasi dalam pelaksanaan
penelitian dan eksperimen yang dilakukan tanpa jaminan hokum bila terjadi
dampak yang merugikan.
i. Hak terhadap koordinasi dan asuhan kesehatan yang berkelanjutan.
j. Hak menerima pendidikan/instruksi yang tepat dari petugas kesehatan
untuk mengangkatkan pengetahuan tentang kebutuhan kesehatan dasar
secara optimal.
k. Hak kerahasiaan terhadap dokumen serta hasil komunikasi, baik secara
lisan ataupun secara tulisan, yang diberikan kepada petugas kesehatan,
kecuali untuk kepentingan umum.
2. Kewajiban Pasien
Kewajiban adalah seperangkat tanggungjawab seseorang untuk
melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan agar dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan haknya. Agar pelaksanaan asuhan
kesehatan dan keperawatan dapat dilakukan semaksimal mungkin,
diperlukan kewajiban sebagai berikut:
a. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan
tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang
memberikan pelayanan kepadanya.
b. Pasien diwajibkan mematuhi segala kebijakan yang ada, baik
dari dokter ataupun dari perawat yang memberikan asuhan.
c. Pasien atau keluarganya berkewajiban untuk memberikan
informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada
dokter atau perawat yang merawatnya.
d. Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya,
berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan, perawatan dan
pemeriksaan yang diperlukan selam perawatannya.
e. Pasien atau keluarganya berkewajiban untuk memenuhi
segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan
yang telah disetujui sebelumnya.
F. HAK DAN KEWAJIBAN MENURUT UNDANG-UNDANG

Hak dan kewajiban menurut Undang-Undang RI, No.23 tahun 1992


Berikut ini adalah isi undang-undang RI, No. 23 tahun 1992 tentang Hak dan
Kewajiban tenaga medis, perawat dan pasien:
BAB I
Pasal 1 ayat 1
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
BAB III Hak dan Kewajiban
Pasal 4
Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat
kesehatan yang optimal
Pasal 5
Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungannya.

BAB V Upaya Kesehatan


Bagian kedua : Kesehatan keluarga
Pasal 12
Ayat 1
Kesehatan keluarga diselenggarakan untuk mewujudkan keluarga sehat,
kecil, bahagia dan sejahtera.
Ayat 2
Kesehatan keluarga meliputi kesehatan suami istri, anak dan anggota
keluarga lainnya
Pasal 14
Kesehatan istri meliputi kesehatan pada masa pra kehamilan, persalinan,
pasca persalinan, dan masa diluar kehamilan dan persalinan.
Pasal 15
Ayat 1
Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil
dan janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
Ayat 2
Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 hanya dapat
dilakukan :
a. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan
tersebut
b. oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk
itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan
pertimbangan tim ahli
c. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau
keluarganya.
d. Pada sarana kesehatan tertentu.

BAB VI Sumber Daya Kesehatan


Pasal 53
Ayat 1
Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya
Ayat 2
Tenaga kesehatan, dalam melakukan tugasnya, berkewajiban untuk
mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.
Pasal 54
Ayat 1
Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam
melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin .
Ayat 2
Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kealalaian, ditentukan oleh Majelis
Disiplin Tenaga Kesehatan.

G. KASUS
Seorang laki-laki usia 15 tahun dibawa ke UGD karena mengalami
dehidrasi berat dan mendapat terapi pemasangan infus. Setelah dilakukan
beberapa kali penusukan oleh perawat, pemasangan infus gagal dilakukan
sehingga dibagian tangan dan kaki klien kebiruan. Keluarga klien
mengadukan ke bagian komite etik untuk meminta pertangungjawaban
perawat.
1. Lakukan analisa dan klarifikasi kasus!
2. Bagaimana hak dan kewajiban pasien dalam kasus ini?
3. Bagaimana komite etik berespon terhadap pengaduan ini?
Jawab :
1. Lakukan analisa dan klarfikasi kasus!
Akibat dehidrasi, pembuluh darah klien mengecil sehingga menyebabkan
susah untuk dimasukkan infus/pemasangan infus gagal, sehingga membuat
kaki dan tangan klien kebiruan akibat infus yang gagal.

2. Bagaimana hak dan kewajiban pasien dalam kasus ini?


Hak Pasien dalam kasus ini adalah :
a. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar
profesi dan standar prosedur operasional. Sebagai pasien kita berhak
mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berstandar SOP,agar
pelayanan tersebut menjadi kenyamanan pasien dan mencegah terjadinya
kejadian tidak diinginkan. Dalam kasus tersebut bahwa perawat tersebut
sangat tidak hatihati dan melakukannya tidak sesuai dengan SOP.

b. Memperoleh layanan efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari


kerugian fisik dan materi. Dengan memperoleh layanan yang efektif dan
efisien, pasien akan terhindar dari kerugian apapun baik itu dari pasien
maupun perawat. Dalam kasus tersebut pasien mengalami kerugian pada
fisiknya yang menjadi kebiruan

c. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang ditetapkan. Jika


pelayanan tersebut kurang berkualitas, pasien bisa mengajukan kepada
atasan atas pelayanan yang kurang berkualitas. Dalam kasus tersebut,
kualitas pelayanannya sangat tidak baik dan tidak memperdulikan pasien
tersebut.

d. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan


oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya. Dari kasus
tersebut, jika saat pemasangan infuse selalu gagal, pasien berhak meminta
pengganti perawat untuk menginfusnya.

e. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam


perawatan di rumah sakit. Dalam kasus tersebut, pasien tidak mendapatkan
kemanan selama dalam perawatan di rumah sakit

f. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap


dirinya. Dalam kasus tersebut, sebagai pasien dapat mengajukan usul
seperti meminta pengganti perawat, dan memberikan saran dan perbaikan
kepada atasan atas perlakuan perawat pada pasien

g. Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar


pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. Dalam kasus tersebut, pasien berhak
mengeluhkan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar SOP Karena
dapat merugikan dirinya

Kewajiban pasien dalam kasus ini:


Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatannya kepada dokter atau perawat. Dalam kasus ini, pasien atau
keluarga seharusnya berbicara jujur kepada perawat jika merasa sakit saat di
infuse, jangan hanya diam tentang kesehatannya.

3. Bagaimana komite etik berespon terhadap pengaduan ini ?


Sebelumnya komite etik melihat dulu apa yang terjadi dengan pasien
tersebut. Jika melanggar hukum, maka akan dikenakan sanksi sesuai
peraturan perundang-undangan. Dalam kasus tersebut, pasien mengalami
kerugian fisik menjadi kebiruan berarti pernyataan tersebut bahwa tindakan
yang dilakukan perawat yang melanggar hukum, dan haruslah memenuhi
beberapa syarat:
a. Harus ada perbuatan (baik berbuat naupun tidak berbuat)
b. Perbuatan tersebut melanggar hukum (baik tertulis maupuntidak tertulis)
c. Ada kerugian
d. Ada hubungan sebab akibat (hukum kausal) antara perbuatan yang
melanggar hukum dengan kerugian yang diderita.
e. Adanya kesalahan (schuld)
Sedangkan untuk dapat menuntut pergantian kerugian (ganti rugi) karena
kelalaian dokter atau perawat, maka pasien harus dapat membuktikan
adanya empat unsure berikut :
a. Adanya suatu kewajiban dokter atau perawat terhadap pasien.
b. perawat telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim.
c. Penggugat (pasien) telah menderita kerugian yang dapat dimintakan
ganti ruginya.
d. Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan dibawah standar.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang
mempunyai hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang
berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak
dapat dipandang dari sudut hokum dan pribadi (C. Fagin, 1975).Hak terdiri
dari 3 jenis, yaitu hak kebebasan, hak kesejahteraan, dan hak legislatif.
Peran hak dan kewajiban, yaitu hak dapat digunakan sebagai pengekspresia
kekuasaan dalam konflik antara seseorang, hak dapat digunakan untuk
memberikan pembenaran pada suatu tindakan, dan hak dapat digunakan
untuk menyelesaikan perselisihan.
Hak Perawat yaituperawat berhak untuk mendapatkan perlindungan
hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Sedangkan
hak dan kewajiban pasien atau klien yaitu pentingnya mengetahui hak-hak
pasien dalam pelaksanaan asuhan kesehatan baru muncul pada akhir tahun
1960.
Hak dan kewajiban menurut Undang-Undang RI, No.23 tahun
1992.Berikut ini adalah isi undang-undang RI, No. 23 tahun 1992 tentang
Hak dan Kewajiban tenaga medis, perawat dan pasien.

Saran
Dalam konteks pelayanan kesehatan hubungan perawat dan pasien
hendaknya saling memperhatikan antara hak dan kewajiban dalam layanan
Kesehatan secara professional.

DAFTAR PUSTAKA

Dalami, Ermawati, dkk. 2010. Etika Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.
Sumijatun. 2011. Membudidayakan Etika dalam Prakti Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika.
Rustiyanto, Eri. 2009. Etika Profesi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Potter & Perry. 2009. Fundamental of Nursing, Buku 1 Edisi 7. Jakarta.
Salemba M