Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH TEMPERATUR KOLOM TERHADAP PEMISAHAN CAMPURAN

MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS

Solikhah, Erlin Setiawati, Purnomo Siddhi, Fitrana Kurniawan A., Mega Kurnia P.
Kelompok 1 Pelatihan Instrumen 2014
Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Abstrak

Kromatografi Gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya


dengan menggunakan gas sebagai fase gerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang
diam. Kromatografi gas terdiri dari fase gerak dan fase diam. Fase gerak adalah gas dan zat
terlarut terpisah sebagai uap. Fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah
menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya dan berupa senyawa polar. Penggunaan GC
( Gas Cromatography ) dilakukan terhadap variasi suhu kolom. Untuk larutan sampel yang
digunakan n-heksana, isoamil alkohol, dan campuran dari n-heksana dan isoamilalkohol. Variasi
suhu kolom antara lain 1000C 1200C , 1400C, dan 1600C. Pada percobaan ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi suhu kolom, waktu retensi yang dihasilkan semakin besar. Pemisahan
campuran n-heksana dan alkohol dapat dilakukan pada suhu 120 oC walaupun pemisahan tidak
dapat terjadi secara sempurna. Faktor yang menyebabkan ketidakpastian hasil antara lain alat,
bahan, proses dan lingkungan.

Kata kunci : Kromatografi gas, variasi waktu, pemisahan campuran

PENDAHULUAN

Kromatografi gas adalah metode sampai berjam-jam untuk campuran yang


kromatografi pertama yang dikembangkan mengandung 500-1000 komponen.
pada jaman instrument dan elektronika yang Kromtografi gas dapat dipakai untuk
telah merevolusikan keilmuan selama lebih setiap campuran yang komponennya atau
dari 30 tahun. Sekarang KG dipakai secara akan lebih baik lagi jika semua
rutin di sebagian besar laboratorium industri komponennya mempunyai tekanan uap yang
dan perguruan tinggi. Metode pemisahan ini berarti pada suhu yang dipakai untuk
tepat dan cepat untuk memisahkan pemisahan (Widjaya 2009).
campuran yang sangat rumit. Waktu yang Cara pemisahan campuran pada
dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa kromatografi didasarkan pada perbedaan
detik untuk campuran yang sederhana distribusi dari komponen campuran-
campurannya. Terdapat dua fase, yaitu fase sampel yang diinjeksikan akan dibawa oleh
diam (stationary) dan fase gerak (mobile). fase gerak ke dalam kolom lalu dilakukan
Fase gerak merupakan gas dan zat terlarut pemisahan komponen sampel berdasarkan
terpisah sebagai uap. Pemisahan terjadi kemampuan interaksi diantara fase gerak
dengan partisi sampel antara fase gas gerak. dan fase diamnya. Pemisahan tercapai
Yang digunakan sebagai fase diam adalah dengan partisi sampel antara fase gas
cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah bergerak dan fase diam berupa cairan
menguap) yang terikat pada zat padat dengan titik didih tinggi (tidak mudah
penunjangnya. Kromatografi gas adalah menguap) yang terikat pada zat dan
metode kromatografi pertama yang penunjangnya
dikembangkan pada zaman instrumen dan Dalam kromatografi, fase gerak yang
elektronika. digunakan adalah gas helium, nitrogen,
Menurut (Khopkar, 2007) argon bahkan hidrogen digerakkan dengan
Kromatografi gas dapat dipakai untuk setiap tekanan melalui pipa yang berisi fase diam.
campuran yang dimana semua Mekanisme kerja kromatografi gas yaitu gas
komponennya mempunyai tekanan uap yang bertekanan tinggi dialirkan ke dalam kolom
berarti, suhu tekanan uap yang dipakai untuk berisi fasa diam, lalu cuplikan diinjeksikan
proses pemisahan. Tekanan uap atau ke dalam aliran gas dan ikut terbawa oleh
keatsirian memungkinkan komponen gas ke dalam kolom. Di dalam kolom akan
menguap dan bergerak bersama-sama terjadi proses pemisahan cuplikan menjadi
dengan fase gerak yang berupa gas. Gas komponen komponen sendiri.
pembawa harus bersifat inert dan harus Selama proses kromatografi,
sangat murni. Dalam percobaan ini gas yang komponen-komponen tersebut satu per satu
digunakan adalah N2, H2 dan He2. Pada akan keluar kolom dan mencapai detektor
kromatografi gas digunakan senyawa yang yang diletakkan di ujung akhir kolom. Dari
umumnya bersifat volatil. Definisi dari hasil pendeteksian direkam oleh rekorder .
senyawa volatil sendiri adalah senyawa yang Jumlah peak menyatakan jumlah komponen
mudah sekali menguap pada suhu kamar. yang terdapat ada dalam cuplikan dan
Sampel yang dapat digunakan dalam GC ini kuantitas suatu komponen ditentukan
ada dua wujud yaitu cair dan gas. Untuk berdasarkan luas peaknya. (Mardoni dan
prinsip kerja dari kromatografi sendiri yaitu Yetty, 2005).
Menurut (Hart, 2003) kromatografi argon, helium, karbon dioksida
gas adalah metode yang tepat dan cepat nitrogen, dan hidrogen. Untuk
untuk memisahkan campuran yang sangat pemilihan gas pengangkut atau
rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, pembawa dipadukan dengan detektor
mulai dari beberapa detik untuk campuran yang digunakan.
2. Pengatur aliran dan pengatur tekanan
yang sederhana sampai berjam-jam untuk
atau disebut juga pengatur atau
campuran yang mengandung 500-1000
pengurang Drager. Untuk range tekanan
komponen. Metode ini sangat baik untuk
optimal Drager dapat bekerja baik adalah
analisis senyawa organik yang mudah
2,5 atm, dan mengalirkan massa aliran
menguap seperti hidrokarbon dan eter.
dengan tetap.
Efisien pemisahan ditentukan ditentukan
3. Tempat injeksi
dengan besarnya interaksi antara sampel dan Dalam metode pemisahan dengan GLC,
cairan, dengan menggunakan fase cair cuplikan harus dalam bentuk fase uap.
standar yang diketahui efektif untuk Gas dan uap dapat dimasukkan secara
berbagai senyawa. langsung. Jika senyawa sampel masih
berbentuk padatan dan cairan harus
Bagian-bagian dari kromatografi
diuapkan terlebih dahulu. Cuplikan
gas antara lain :
dimasukkan ke dalam kolom dengan cara
1. Gas pengangkut/pemasok gas
menginjeksikan melalui tempat injeksi.
Gas pengangkut (carrier gas) dimasukan
dan ditempatkan di dalam silinder Gambar 1. Injektor pada kromatografi gas
bertekanan tinggi. Tekanan dari silinder
sebesar 150 atm. Syarat untuk gas
pengangkut adalah

a. Murni dan mudah diperoleh, serta


murah.
b. Sesuai/cocok untuk detektor.
c. Harus inert, tidak bereaksi dengan
cuplikan, cuplikan-pelarut, dan
material dalam kolom.
d. Harus mengurangi difusi gas.Untuk
gas-gas yang sering dipakai adalah
4. Kolom terlalu cepat dalam kolom sehingga
Merupakan bagian penting dari
menjadi terpisah.
kromatografi gas. Bentuk dari kolom 7. Rekorder
Berfungsi sebagai pengubah sinyal dari
dapat lurus, bengkok, misal berbentuk V
detektor yang diperkuat melalui
atau W, dan kumparan/spiral. Biasanya
elektrometer menjadi bentuk
bentuk dari kolom adalah kumparan.
kromatogram.
Kolom selalu merupakan bentuk tabung.
Tabung ini dapat terbuat dari Tembaga, Waktu analisis yang singkat dan
Plastik (teflon), Baja (stainless steel), ketajaman pemisahan merupakan kelebihan
Alumunium. kromatografi gas. Dengan menggunakan
kolom lebih panjang dapat menghasilkan
Gambar 2. Kolom
efisiensi pemisahan yang tinggi, gas
viskositas yang rendah, kesetimbangan
pada partisi antara gas dan cairan berlangsung
cepat sehingga analisis relatif cepat dan
sensitivitasnya tinggi. Dengan pemakaian
fase cair mempermudah untuk pemilihan
kromatografi gas
beberapa fase diam. Sedangkan untuk
5. Detektor kekurangan dari kromatografi gas antara lain
Berfungsi sebagai pendeteksi komponen-
teknik kromatografi gas terbatas untuk zat
komponen yang telah dipisahkan
yang mudah menguap, kromatografi gas
Detektor harus dapat dipercaya dan
tidak mudah dipakai untuk memisahkan
mudah digunakan. Fungsi umumnya
campuran dalam jumlah besar, fase gas
mengubah sifat-sifat molekul dari
dibandingkan sebagian besar fase cair tidak
senyawa organik menjadi arus listrik.
bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat
6. Oven kolom
Terletak didalam sebuah oven dalam terlarut.
instrumen. Suhu oven harus diatur dan
sedikit dibawah titik didih sampel. Jika
suhu diset terlalu tinggi, cairan fase diam
bisa teruapkan, juga sedikit sampel akan
larut pada suhu tinggi dan bisa mengalir
METODE Diawali dengan membuka menu
methode kemudian pilih general dan klik
Alat dan bahan
tombol create dan member nama methode
Alat : Seperangkat alat Gas Cromatography, yang akan dibuat pada kolom Methodes
Integrator, Alat penyuntik (Syring), Botol Name. kemudian mensetting methode
sampel. Bahan : Isoamil Alkohol, N- yang diawali dengan mengatur suhu inlet
Heksana, Larutan Campuran yaitu suhu 100oC kemudian atur kolom,
atur suhu, atur setpoint informasi
Cara Kerja
kemudian tekan save. Setelah itu pilih
a) Instrument output kemudian pilih report lalu pilih
Diawali dengan menyalakan air
pencetakan hasil pada destination.
compressor. Kemudian kran tabung gas
Setelah itu masuk ke menu sampel
helium dan hidrogen dibuka.
kemudian memasukkan ID sampel
Sambungkan kabel power ke sumber
(memasukkan methode yang telah
tegangan dilanjutkan dengan menekan
disimpan, pada instrument pilih GC1,
tombol switch on/off. Setelah layar
pada operator pilih administrator, dan
instrument muncul power on OK,
masukkan catatan lai pada note.
nyalakan computer.
b) Persiapan operasi Kemudian atur informasi sampel,
Jalankan program cerity QA-QC pda kemudian klik log sampel. Setelah itu
layar desktop computer, jalankan melakukan run sampel dengan menekan
metode,. Kemudian download metode tombol pada keybord instrument.
warm kemudian klik ok. Tunggu sampai
Pengukuran terhadap standar.
layar program muncul status ready.
diambil sebanyak 0,1 L larutan
Setelah itu, download metode hot.
standar/sampel dengan syringe dan
Setelah status menjadi ready, mulai
diinjeksikan dengan GC. Ditunggu dan
nyalakan FID dengan cara membuka kran
diprint hasilnya yaitu waktu retensi dan
gas (air, hydrogen, aux gas) pada
luas puncak dari isoamil alcohol yang
instrument putar kebalikan arah jarum
dianalisis. Lalu diulangi untuk larutan
jam, kemudian tekan FID ignitor sambil
standar yang lain yiatu N-Heksana
ditiup diatas FID
c) Analisis Sampel dengan perlakuan sama.
Pengukuran terhadap sampel
larutan campuran, diambil sebanyak 0,1
L sampel dengan syringe dan
diinjeksikan dengan GC. Ditunggu dan
diprint hasilnya, kemudian sampel
diinjeksikan kedalam injector/inlet
setelah layar instrument menunjukkan
pesan ready for inject. Kemudian tekan
tombol start pada keybord instrument dan
tunggu hingga analisis selesai. Jika pada
layar instrument muncul pesan
instrument ready atau lampu prerun
menyala maka run sampel telah selesai.

d) Mematikan Instrumen
Untuk mematikan FID dengan menutup
kran gas (air,hydrogen, aux gas) pada
instrument putar kebalikan arah jarum
jam. Setelah itu matikan software cerity
QA-QC dengan mengarahkan pada tab
instrument lalu pilih status.
HASIL PEMBAHASAN gas helium sebagai gas pembawa kemudian
di dalam kolom diubah fasenya dari cair ke
Percobaan ini betujuan untuk
gas, kemudian didorong oleh gas pembawa
memisahkan campuran menggunakan
untuk melalui kolom. Perbedaan laju migrasi
kromatografi gas. Gas yang digunakan
masing-masing komponen dalam kolom
sebagai gas pembanding dan gas pembawa
disebabkan oleh perbedaan titik didih dan
adalah gas helium karena di samping
interaksi masing-masing komponen dengan
nitrogen cenderung murah jika dibandingkan
fasa stasioner.
dengan jenis gas yang lain, nitrogen juga
inert, aman (dibandingkan dengan gas lain Sampel yang digunakan dalam
yang mudah terbakar), dan mudah didapat. percobaan ini adalah isoamil alkohol, n-
Perbedaan waktu retensi yang dihasilkan heksana, dan campran iso-amil alkohol dan
tiap-tiap komponen dipengaruhi oleh n-heksana. Iso-amil alkohol dan n-heksana
beberapa faktor, antara lain: titik didih akan digunakan sebagai standar untuk
masing-masing komponen, massa molekul digunakan sebagai pembanding pada
relative (Mr), ukuran komponen, dan campuran yang akan dipisahkan. Hal ini
interaksi masing-masing komponen dengan dilakukan untuk mengetahui waktu retensi
fasa diam contohnya sifat kepolaran antara dari masing-masing sampel sehingga dapat
fasa diam dengan fasa geraknya. digunakan untuk mengidentifikasi campuran
yang akan dipisahkan.
Kromatografi gas merupakan
metode yang tepat dan cepat untuk Sampel standar
memisahkan campuran. Komponen
Kolom memisahkan komponen
campuran dapat diidentifikasikan dengan dalam suatu sampel berdasarkan titik didih
menggunakan waktu tambat (waktu retensi) dan kepolarannya, karena sampel dalam
yang khas pada kondisi yang tepat. Waktu percobaan ini memiliki kepolaran yang
tambat ialah waktu yang menunjukkan berbeda maka keluarnya komponen pada
berapa lama suatu senyawa tertahan dalam GC berdasarkan kepolaran. Fase diam yang
kolom. Proses kromatografi dalam alat GC digunakan dalam percobaaan ini adalah
dimulai dengan menyuntikkan sampel ke senyawa polar sehingga sampel yang berupa
dalam kolom. Mula-mula komponen- polar akan tertahan di kolom dan
komponen diinjeksikan dengan menyebabkan sampel yang kurang polar
menggunakan syringe yang didorong dengan
akan keluar terlebih dahulu daripada yang keluar daripada iso-amil alkohol atau
sampel polar. Pada percobaan ini sampel dengan kata lain waktu retensi n-heksana
yang digunakan adalah iso-amil alkohol dan lebih kecil daripada iso-amil alkohol..
n-heksana. Hasil kromatogram kedua
Berdasarkan kromatogram, didapat
standar dapat dilihat pada gambar 3 dan 4.
jumlah intensitas masing-masing komponen
yang berbeda ketinggiannya, hal ini
menandakan konsenterasi komponennya
juga berbeda. Konsenterasi pada puncam n-
heksana lebih pekat dikarenakan
intensitasnya yang lebih besar. Pada
percobaan ini, jika kita memperhatikan hasil
cetakan dari alat kromatografi gas
kromatogram yang dihasilkan melebar dan
Gambar 3. Kromatogram Iso-amil alkohol
juga terdapat peak-peak yang sangat
kecil. Puncak-puncak kecil itu adalah
pengotor, baik itu pengotor yang ada di
dalam kolom yang akhirnya terbaca oleh
detektor, maupun pengotor yang ada di
dalam senyawa (terbawa oleh senyawa
Gambar 4. Kromatogram n-heksana ketika penyuntikkan). Hasil yang paling
ideal adalah ketika yang dihasilkan adalah
suatu garis lurus yang ada pada base yang
Pada gambar 3 menunjukkan waktu retensi
diikuti oleh puncak-puncak yang cukup
iso-amil alkohol sebesar 2,664 menit
significant yang menunjukkan komponen
sedangkan pada gambar 4 menunjukkan
utama dari senyawa tersebut.
waktu retensi n-heksana sebesar 2,051
Variasi temperatur kolom
menit. Hal ini dikarenakan iso-amil alkohol
merupakan senyawa polar dan n-heksana Pada percobaan ini sampel yang
merupakan senyawa polar sehingga iso-amil akan dipisahkan menggunakan kromatografi
alkohol akan lebih tertahan oleh kolo.. Hal gas adalah campuran antara iso-amil alkohol
ini menyebabkan n-heksana lebih cepet dengan n-heksana. Temperatur kolom yang
digunakan divariasi pada suhu 100oC, Berdasarkan standar diproleh waktu
120oC, 140oC dan 160oC. Pada percobaan ini retensi n-heksana lebih kecil
akan dibahas mengenai pengaruh suhu dibandingkan dengan iso-amil
kolom terhadap hasil pemisahan campuran. alkohol dan intensitasnya juga lebih
besar. Hal ini menunjukkan bahwa
a. Temperatur kolom 100oC
pada gambar 5, peak pertama
Hasil pemisahan campuran pada
merupakan n-heksana dengan waktu
temperatur kolom 100oC dapat
retensi 2,297 menit dan peak kedua
ditunjukkan pada gambar 5 dibawah
merupakan iso-amil alkohol dengan
ini.
waktu retensi 2,504.
b. Temperatur kolom 120oC

Hasil pemisahan campuran pada


temperatur kolom 120oC dapat
ditunjukkan pada gambar 6 dibawah
Gambar 5. kromatogram campuran pada suhu
ini. kolom 100oC
100oC

Pada gambar 5 menunjukkan


bahwa pemisahan campuran yang
dilakukan belum begitu sempurna
Gambar 6. kromatogram campuran pada suhu kolom 120oC
karena puncak yang kedua terbentuk
sebelum puncak pertama membentuk
lembah (turun sampai ke dasar). Hal
ini dikarenakan pada suhu kolom
Pada gambar 6 menunjukkan
100oC, yang telah mencapai titik
bahwa pemisahan campuran yang
ddihnya hanya n-heksana, sedangkan
dilakukan tidak berhasil.
iso-amil alkohol belum mencapai
Kromatogram hanya menghasilkan
titik didihnya. Titik didih n-heksana
sebuah peak. Hal ini dikarenakan
adalah 69oC sedangkan titik didih
pada suhu kolom 100oC, yang telah
iso-amil alkohol adalah 132,5oC.
mencapai titik ddihnya hanya n-
heksana, sedangkan iso-amil alkohol
belum mencapai titik didihnya. Pada
gambar 6 menunjukkan bahwa peak
yang dihasilakan merupakan n-
heksana dengan waktu retensi 2.229
menit karena lebih dekat dengan
waktu retensi n-heksana. Waktu Pada gambar 7 dan 8
retensi ini lebih besar dari waktu menunjukkan bahwa pemisahan
retensi standar n-heksana yaitu campuran yang dilakukan tidak
sebesar 2,051 menit. Hal ini juga berhasil. Kromatogram hanya
diperkuat dengan intensitas peak menghasilkan satu peak. Hal ini
yang tinggi yang hampir sama mungkin dikarenakan adanya
dengan standar n-heksana. kesalahan dalam penginjeksian
sampel. Pembilasan sampel yang
c. Temperatur kolom 140oC dan 160oC
kurang bersih memnungkin
Hasil pemisahan campuran pada
munculnya satu peak karena adanya
temperatur kolom 140oC dan 160oC
dominasi dari salah satu sampel.
dapat ditunjukkan pada gambar 7
Seharusnya pada temperatur kolom
dan 8 dibawah ini.
140oC dan 160oC campuran telah
terpisah dengan baik karena kedua
sampel yang dicampur telah
mencapai itik didihnya. Pada gambar
7 dan 8 menunjukkan bahwa peak
yang dihasilkan merupakan n-
heksana yaitu 2,234 menit dan 2,266
Gambar 7. kromatogram campuran pada suhu kolom 140oC
menit. Hal ini dikarenakan
kromatogram tersebut mempunyai
waktu retensi yang lebih mendekati
waktu retensi n-heksana. Hal ini
mungkin dikarenakan titik didihnya
yang kecil sehingga n-heksana lebih

Gambar 8. kromatogram campuran pada suhu kolom 140oC


mendominasi. Pada temperatur pemakaian. Selain itu, syringe yang
140oC dan 160oC dapat dilihat digunakan tidak lurus yang
bahwa waktu retensinya lebih besar enyeabkan proses penginjeksian
dari pada waktu retensi n-heksana terhambat. Pada faktor bahan
standar dan waktu retensi n-heksana kesalahan mungkin dikarenakan
pada temperatur kolom 100oC. pembilasan syringe tidak terlalu
bersih sehingga terjadi kontaminasi
Estimasi ketidakpastian
sampel. Sedangkan pada faktor
proses, penginjeksian syringe yang
tidak spontan atau lambat akan
menyebabkan ada sampel yang
masih terttinggal di syringe sehingga
terinjek pada waktu yang berbeda
dengan sampel sebelumnya. Selain
itu, pembacaan volume tiap
praktikan berbeda-beda sehingga
hasil yang diperoleh juga berbeda.
Faktor lingkungan juga
mempengaruhi kesalahan karena
adanya udara akan menyebabkan
Gambar 9. Fish bone ketidakpastian GC
terbentukny gelembung pada sampel
dalam syringe. Adanya gelembung
akan membuat pemisaham campuran
Pada percobaan yang dilakukan,
menjadi terganggu.
hasil yang diperoleh mengalami
beberapa penyimpangan dikarenakan
beberapa faktor diantaranya pada
alat, bahan dan proses pelaksanaan.
Pada faktor alat, kemungkinan
terjadinya kesalahan adalah karena
alat yang digunakan belum
dikalibrasi sebelum dilakukan
PEMBAHASAN masing komponen dalam kolom disebabkan
oleh perbedaan titik didih dan interaksi
Pemisahan pada kromatografi gas
masing-masing komponen dengan fasa
didasarkan pada perbedaan kecepatan
stasioner.
migrasi komponen-komponen suatu
Sampel yang digunakan dalam
cuplikan di dalam kolom. Perbedaan migrasi
percobaan ini adalah isoamil alkohol, n-
ini terjadi karena perbedaan interaksi
heksana, dan campran iso-amil alkohol dan
komponen-komponen tersebut dengan fasa
n-heksana. Iso-amil alkohol dan n-heksana
diam dan fasa gerak. Fasa diamnya berupa
akan digunakan sebagai standar untuk
cairan yang melekat pada zat pendukung
pembanding pada campuran yang akan
(adsorben), sedangkan fasa geraknya berupa
dipisahkan. Hal ini dilakukan untuk
gas.Karena gas ini berfungsi membawa
mengetahui waktu retensi dari masing-
komponen-komponen sepanjang kolom
masing sampel sehingga dapat digunakan
hingga mencapai detektor, maka fasa gerak
untuk mengidentifikasi campuran yang akan
disebut juga sebagai gas pembawa (carrier
dipisahkan.
gas).
Sampel standar
Komponen campuran dapat
Kolom memisahkan komponen dalam suatu
diidentifikasikan dengan menggunakan
sampel berdasarkan titik didih dan
waktu tambat (waktu retensi) yang khas
kepolarannya, karena sampel dalam
pada kondisi yang tepat. Waktu tambat ialah
percobaan ini memiliki kepolaran yang
waktu yang menunjukkan berapa lama suatu
berbeda maka keluarnya komponen pada
senyawa tertahan dalam kolom. Proses
GC berdasarkan kepolaran. Fase diam yang
kromatografi dalam alat GC dimulai dengan
digunakan dalam percobaaan ini adalah
menyuntikkan sampel ke dalam kolom.
senyawa polar sehingga sampel yang berupa
Mula-mula komponen - komponen
polar akan tertahan di kolom dan
diinjeksikan dengan menggunakan syringe
menyebabkan sampel yang kurang polar
yang didorong dengan gas helium sebagai
akan keluar terlebih dahulu daripada yang
gas pembawa kemudian di dalam kolom
sampel polar. Pada percobaan ini sampel
diubah fasenya dari cair ke gas, kemudian
yang digunakan adalah iso-amil alkohol dan
didorong oleh gas pembawa untuk melalui
n-heksana. Hasil kromatogram kedua
kolom. Perbedaan laju migrasi masing-
standar dapat dilihat pada gambar 3 dan 4.
Pada gambar 1 menunjukkan waktu retensi Berdasarkan kromatogram, didapat
iso-amil alkohol sebesar 2,707 menit jumlah intensitas masing-masing komponen
sedangkan pada gambar 4 menunjukkan yang berbeda ketinggiannya, hal ini
waktu retensi n-heksana sebesar 2,051 menandakan konsenterasi komponennya
menit. Hal ini dikarenakan iso-amil alkohol juga berbeda. Konsenterasi pada puncam n-
merupakan senyawa polar dan n-heksana heksana lebih pekat dikarenakan
merupakan senyawa polar sehingga iso-amil intensitasnya yang lebih besar. Pada
alkohol akan lebih tertahan oleh kolom.. Hal percobaan ini, jika kita memperhatikan hasil
ini menyebabkan n-heksana lebih cepat cetakan dari alat kromatografi gas
keluar daripada iso-amil alkohol atau kromatogram yang dihasilkan melebar dan
dengan kata lain waktu retensi n-heksana juga terdapat peak-peak yang sangat
lebih kecil daripada iso-amil alkohol.. kecil. Puncak-puncak kecil itu adalah
pengotor, baik itu pengotor yang ada di
dalam kolom yang akhirnya terbaca oleh
detektor, maupun pengotor yang ada di
dalam senyawa (terbawa oleh senyawa
ketika penyuntikkan). Hasil yang paling
ideal adalah ketika yang dihasilkan adalah
suatu garis lurus yang ada pada base yang
diikuti oleh puncak-puncak yang cukup
significant yang menunjukkan komponen
Gambar 1. Metode 1-Isoamil alcohol
utama dari senyawa tersebut.

Gambar 1. Metode 1-Campuran

Gambar 2. N-Hexana
Gambar 6. Metode 6

Gambar 4. Metode 2

Gambar 5. Metode 3
KESIMPULAN Hart C. 2003. Kimia Organik. Suminar.
Penerjemah. Jakarta: Erlangga.
Kromatografi gas merupakan alat yang
Terjemahan dari: Organic Chemistry.
digunakan untuk memisahkan campuran
yang sangat rumit dengan fase diam berupa Khopkar S.M. 2007. Konsep Dasar Kimia

kolom dan fase gerak berupa gas. Analitik. Jakarta: Universitas


Indonesia
Keberadaan pengotor lain dapat
Press.
menghasilkan peak yang tidak lancip
sehingga luas peak yang dihasilkan menjadi Mardoni, M.M.Yetty Tjandrawati . 2005.

semakin lebar. Jurnal Perbandingan Metode


Kromatografi Gas Dan Berat Jenis
Berdasarkan hasil percobaan, temperatur
Pada Penetapan Kadar Etanol Dalam
kolom untuk memisahkan campuran n-
Minuman Anggur.
heksana dan iso-amil alcohol adalah 120oC.
Widjaya P. 2009. Pemisahan dan Penentuan
Faktor-faktor yang mempengaruhi Komponen Organik dengan
ketidakpastian dalam penggunaan GC antara Kromatografi Gas. Laporan
lain alat, bahan proses, dan lingkungan. Paraktikum Kimia Analitik. Bandung
: Program Studi Kimia FMIPA ITB.
DAFTAR PUSTAKA
1. Variasi suhu detektor
2.

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA