Anda di halaman 1dari 4

KANDUNGAN CATATAN

Nasyid
Mari kawan kawan dengar ini cerita,

Kisah seorang miskin..menjadi kaya,

Akhirnya haloba,mematikannya

Tenggelam Qarun dengan hartanya.

Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh

Terima kasih pengerusi majlis,barisan hakim yang arif lagi bijaksana,penjaga


masa yang budiman,guru-guru dan rakan-rakan sekalian. Marilah kita sama-
Pembuka
sama hayati kisah yang akan disampaikan saya pada hari ini.
kata
Pernahkah kawan-kawan mendengar istilah harta karun?

Istilah harta karun ini sebenarnya diambil dari nama seorang sepupu Nabi
Musa a.s. Pengenala
cerita
Qorun atau Qarun atau Karun, adalah sepupu Nabi Musa a.s, anak dari
Yashar iaitu adik kandung Imran ayah kepada Nabi Musa.

Nabi Musa maupun Qarun masih keturunan Nabi Yaqub a.s, karena
keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi, Lewi bersaudara dengan
Nabi Yusuf a.s anak Nabi Yaqub.

Hadirin sekalian,

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak.


Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Nabi Musa untuk
mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda
dan permintaan tersebut telah dikabulkan oleh Allah.

Sesungguhnya doa itu senjata orang mukmin.

Selepas mendapat kekayaan, Qarun berubah sekelip mata.Dikisahkan pula


dalam Al-Quran dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain
dan dia memiliki ribuan gudang harta yang melimpah ruah, serta penuh
berisikan emas dan perak.

Kisah kesombongan Qarun menjadi bualan orang ramai. Hal ini adalah
kerana dia sering menunjuk-nunjuk akan harta kekayaannya.Orang-orang
kaya biasanya menyimpan kunci harta mereka dalam tempat rahsia agar
tidak diketahui orang lain. Qarun pula membuat sebuah tempat besar yang
menyimpan kunci-kuncinya, kerana dia ingin menunjukkan kekuatan dan
kekuasaannya.

Jadi kebiasaannya dia akan membawa sepuluh orang kuat kemanapun dia
pergi. Kesepuluh orang ini adalah pemuda perkasa yang akan mengikuti
Qarun kemanapun dia pergi hanya untuk membawakan kunci-kuncinya.

Kebiasaan Qarun yang lain adalah dia selalu mengenakan pakaian yang
berbeza setiap kali keluar rumah. Pakaian-pakaiannya merupakan jubah-
jubah mewah yang paling mahal di zaman itu.Dia juga punya banyak kuda,
punya tentera peribadi, punya banyak istana, dan harta benda. Tidak
terhitung jumlah kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.

Kalau aku kaya...hari-hari ,hari raya..begitulah Qarun ketika itu.

Kawan-kawan sekalian,

Pada suatu hari, Qarun memilih pakaian terbaiknya. Kemudian dia pergi ke
pekarangan istananya yang luas dan dia berjalan-jalan sambil memilih-milih
kudanya. Akhirnya pandangannya tertuju ke salah satu kuda miliknya.

Dia berkata kepada pelayannya :

Kuda itu yang disana! Kuda yang memiliki bulu paling putih. Aku ingin
menaiki kuda itu sekarang!

Mereka menghias kuda itu dengan berbagai macam hiasan. Andaikan orang-
orang di jalan melihat kuda putih itu, tentu mereka akan terkagum-kagum
melihatnya. Jadi dia menaiki kuda putih itu dan berkata:

Tentara-tentaraku! Datanglah kemari! Bawalah SEMUA harta-hartaku! Hari


ini aku ingin menunjukkan harta-hartaku pada orang-orang. Bawa semua
emas, perak, perunggu, barang-barang mewahku, koleksi pEribadiku, dan
yang lainnya. Aku ingin kalian membawa semuanya. Bahkan kalian para
tentera juga harus membawanya!aku ingin semua orang terkagum-kagum
melihat banyaknya hartaku.

Qarun membawa semua harta karunnya,dan orang-orang yang


menginginkan yang hanya menginginkan dunia ini berkata Lihatlah semua
ini. Andai saja kita mempunyai apa yang Qarun miliki.

Di antara mereka juga ada ahli agama. Mereka berkata :

Jangan meminta seperti itu! Celakalah kamu! Sesungguhnya apapun yang


Allah berikan kepadamu sudah cukup.

Jadi ketika Qarun keluar membawa semua hartanya dan orang-orang di jalan
melihatnya dengan terkagum-kagum, ketika dia merasakan keangkuhan
yang tertinggi.

Tiba-tiba Allah memerintahkan bumi untuk menelannya! Jadi tiba-tiba bumi


bergemuruh. Kemudian jalanan mulai retak. Kemudian retakan itu semakin
membesar sehingga terciptalah sebuah lubang yang besar bukaannya.

Lubang yang besar itu menelan Qarun beserta semua tenteranya, kunci-
kuncinya, hartanya, bahkan Allah memerintahkan bumi untuk menelan
istananya! Dan orang-orang yang sedang mengamati, beberapa dari mereka
berlarian, tapi pada akhirnya mereka sedar bahwa bumi hanya menelan
Qarun dan hartanya.

Kemudian bumi kembali seperti semula seakan-akan tidak ada apa yang
terjadi. Orang ramai sangat terkejut. Allah telah menunjukkan kepada orang-
orang dan Qarun tentang siapa Raja yang sesungguhnya. Semua itu tertulis
dalam Al-Quran surah Al-Qashash ayat 78.
qaala innamaa uutiituhu alaa ilmin indii awa lam yalam anna allaaha qad
ahlaka min qablihi mina alquruuni man huwa asyaddu minhu quwwatan wa-
aktsaru jaman walaa yus-alu an dzunuubihimu almujrimuuna

Karun berkata: Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang
ada padaku. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh
telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya,
dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada
orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. (Q.S. Al-Qashash,
78).