Anda di halaman 1dari 2

Manajemen Eklampsi

Eklampsi kalsik: utamakan pemberian antikonvulsan

Eklampsia krusial: mengutamakan keselamatan ibu (life saving)

Perawatan eklampsi:

- Stabilisasi fungsi vital Airway, breathing, Circulation


- Mengatasi dan mencegah kejang
- Mengatasi hipoksemia dan asidemia
- Mencegah trauma pada pasien saat kejang
- Mengendalikan tekanan darah
- Melahirkan janin pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat
- Bertujuan:
- Mencegah dan menghentikan kejang
- Mencegah dan mengatasi penyulit
- Mencapai stabilitas ibu seoptimal mungkin sehingga melaihrkan janin pada
saat dengan cara yang tepat

Pengobatan medikamentosa:

- Infuse RD5
- Furosemid 2ampul i.v
- Digoxin i.v
- Bila perlu pemberian vasodilator (dopamine) untuk perfusi jaringan
- Terapi supportif
o Antibiotik (ampicilline, cephalosporine)
o Dexamethasone 1ampul i.v tiap 6 jam
- Antikejang
MgSO4: 4 gr 20% i.v secara pelan selama 3 menit atau lebih disusul 10gr
50% i.m
Dilanjutkan

o Pada eklampsia post partum dapat diberikan Phenylhydantoin 100mg


parenteral (diencerkan dalam 25cc dan diberikan dalam waktu 5
menit, diulang tiap 6 jam.
o Setelah pemberian kurang lebih 4-5 jam berikutnya (eklampsia krusial)
dilakukan penilaian tanda vital bila lebih 10 dilakukan terminasi
kehamilan. Pada eklampsi klasik diutamakan persalinan pervaginam
dengan induksi.
- Terminasi
Eklampsia krusial, dilakukan sc: terutama janin hidup estimasi berat janin
1800-2000gram
Eklampsia klasik persalinan pervaginam (prostaglandin, drip oksitosi,
diharapkan persalinan selesai dalam waktu 24 jam
- konsultasiL:
neurologi: bila tanda perdarahan otak dikonsulkan ke bedah saraf
kardiologi: diperlukan foto thorax
anestesi: respirator dengan indikasi
mata
- pemeriksaan penunjang: CTscan kepala jika kejang >4x
- bila edema otak dipertimbangkan pemberian manitol

Perawatan kolaborasi yang dilaksanakan dirumah sakit sebagai berikut :


Pertimbangan seksio sesarea :
- Gagal induksi persalinan pervaginam
- Gagal pengobatan konservatif