Anda di halaman 1dari 4

REACTION PAPER-Cost Based Decision Making

OLEH : RAFIQA RAHMAH (1410531021)

Untuk memahami Cost Based Decision Making, terlebih dahulu harus


memahami tentang :

Sistem Activity Based Costing yang memegang peranan dalam


pengambilan keputusan. ABC memperjelas hubungan produk/jasa
dengan harga

Seberapa besar biaya yang keluar untuk mencapai tujuan? (Planning &
Budgeting); aktivitas mana yang memberikan dampak terbesar dalam
efektivitas, kualitas dan efisiensi? (Monitoring Efficiency, Quality and
Effectiveness); seberapa banyak yang harus dibiayai? (Pricing); jika
terjadi outsourcing atau konsolidasi akankah biaya meningkat atau
kualitas menurun? (Outsourcing and Consolidation Decisions)

Ada 3 kegunaan informasi biaya bagi manajemen :

Keputusan pelanggan dan produk

o Make atau abandon


o Hubungan pengaruh sifat pelanggan

Mengembangkan cost basis untuk harga

Mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki produk atau desain


proses atau operasi

Ada tiga fase dalam life cycle produk, yaitu:

1. Perencanaan
2. Manufacturing
3. Memperbaiki dan menghentikan produk

Life cycle costing kebanyakan dilakukan pada fase perencanaan dan


memperkirakan biaya produk selama masa hidup produk.

Ada tiga tujuan dari life cycle costing, yaitu:


1. Membantu mengembangkan total biaya yang berkaitan dengan produk
untuk menngidentifikasi keuntungan yang diperoleh, fase
manufacturing akan menutupi biaya dalam tahap pengembangan dan
dekomisioning.

Ini akan mengidentifikasi produk yang tidak lagi menguntungkan bila biaya
dekomisoning diperhitungkan dalam proses evaluasi produk.

2. Karena adanya pertimbangan yang menyeluruh terhadap biaya, itu


akan mengidentifikasi konsekuensi biaya lingkungan produk dan akan
memacu tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan biaya-biaya
tersebut.

3. Membantu untuk mengidentifikasi perencanaan dan biaya


dekomisioning selama produk dan fase proses desain untuk
mengontrol dan mengelola biaya dalam fase itu.

Life cycle costing menyediakan akuntansi yang menyeluruh mengenai biaya


produk yang membantu pengambil keputusan memahami konsekuensi biaya
pembuatan produk dan untuk mengidentifikasi area dimana pengurangan
biaya diinginkan dan efektif.

Target costing digunakan selama fase perencanaan dan menjalankan


proses pemilihan produk dan desain proses, yang akan menghasilkan sebuah
produk sehingga bisa diproduksi dengan biaya yang bisa diterima dan
mendapatkan keuntungan, memberikan estimasi harga pasar produk,
volume penjualan, dan penetapan fungsi. Target costing merupakan
kekuatan pendorong di belakang produk dan proses upaya desain. Proses
berulang dan berlanjut sampai tim desain menemukan desain produk
dengan biaya diproyeksikan yang memenuhi target cost.

Kaizen costing berfokus pada pengidentifikasian peluang untuk


peningkatan biaya selama fase manufacturing. Keizen costing terfokus pada
perhatian organisasi pada hal-hal manajer atau operator dari system yang
sudah ada untuk mengurangi biaya. Terdapat perbedaan antara target
costing dan keizen costing yaitu: Target costing yaitu perencanaan dilakukan
sebelum produk tersebut diproduksi, didorong oleh perimbangan pelanggan.
Keizen costing yaitu operasi personel dilakukan pada saat produk tersebut
diproduksi, didorong oleh target profitabilitas periodik yang telah ditetapkan
secara internal oleh manajemen senior. Kaizen costing focus pada proses
bukan pada produk itu sendiri
Ada tools biaya yang lain yakni

Quality cost

pendekatan yang digunakan untuk memantau dan mengontrol biaya


kualitas. Ada empat jenis biaya kualitas, yaitu Biaya pencegahan (Prevention
Cost), Biaya penilaian (Appraisal Cost), Biaya kegagalan internal (Internal
Failure Cost) dan Biaya kegagalan eksternal (External Failure Cost)

Gagasannya adalah untuk mengelola total biaya kualitas, yang biasanya


dinyatakan sebagai persentase dalam penjualan, dalam rangka untuk
berinvestasi dalam mencegah dan menemukan masalah kualitas selama
biaya yang dikeluarkan kurang dari biaya perbaikan masalah kualitas yang
akan terjadi secara bijak.

Taguchi Cost

Variasi dari biaya kualitas adalah biaya taguchi, yang diusulkan oleh
akademis Jepang. Taguchi memiliki pandangan yang berbeda mengenai
kualitas, ia tidak hanya menghubungkan biaya dan kerugian dari suatu
produk saat proses pembuatan produk tersebut, akan tetapi juga
dihubungkan pada konsumen dan masyarakat. Kualitas adalah kerugian
setelah produk digunakan oleh masyarakat di samping kerugian yang
disebabkan oleh mutu produk itu sendiri.

ENVIRONMENTAL, SALVAGE, AND DISPOSAL COSTS

Dalam proses pengelolaan biaya lingkungan, organisasi mulai


mengembangkan catatan biaya rinci mengenai atribut biaya lingkungan dan
produk yang dipesan untuk mengidentifikasi proses dan produk mana yang
menghasilkan biaya lingkungan. Organisasi mengambil langkah untuk
mengurangi atau menghilangkan biaya lingkungan. Banyak organisasi
mendasari dari kompensasi insentif pada pekerjaan yang dilakukan karyawan
untuk mengurangi biaya lingkungan.

Efek dari pengakuan dan akuntansi untuk biaya lingkungan, harus


memberikan gambaran yang akurat dari profitabilits produk, memfokuskan
perhatian pada pengembangan yang memiliki dekomissioning yang rendah
dan menambah upaya untuk mendaur ulang atau rekondisi limbah produk
yang sudah ada.

REFERENSI
Don R. Hansen, and Maryanne M.Mowen. 2007. Management Accounting,
8th Edition. USA : Thomson.

Alwin F Lawrence. 1995. Guide to Cost-Based Decision-Making. Office of the


State Auditor.