Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

FISSURE TONGUE DAN GEOGRAPHIC TONGUE AKIBAT KONSUMSI


MAKANAN ASAM/PEDAS DAN MAKANAN DENGAN KANDUNGAN
MINYAK TINGGI

Oleh :

LUBNA
NIM 111610101008

Instruktur: drg. Leni R Dewi, Sp. PM.

BAGIAN ORAL MEDICINE


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JEMBER
2015
Abstrak

Fissure tongue merupakan variasi herediter dimana bagian dorsum lidah


banyak mengandung fissure tak teratur (berupa alur-alur atau lekukan-lekukan).
Geographic tongue merupakan suatu kelainan pada permukaan lidah berupa daerah
kemerahan, tidak berpapila dengan penipisan epitel dorsal lidah. Penyebab terjadinya
belum diketahui, namun diperkirakan berhubungan dengan stress, defisiensi nutrisi,
herediter dan hormonal. Keadaan tersebut biasanya asimptomatis, namun kadang
diikuti dengan rasa nyeri atau perih saat makan asam/pedas. Terapi yang diberikan
berupa terapi simptomatis dengan BBG (Benzokain Boraks Gliserin) dan supportif
dengan multivitamin.

terjadi pada Sindrom Down dan dalam


Pendahuluan
kombinasi dengan geographic tongue.
Fissure tongue adalah variasi
Kondisi tersebut biasanya
dari anatomi lidah normal berupa alur-
asimptomatis.
alur atau lekukan-lekukan, yang terdiri
atas satu fisura garis tengah, fisura Geographic tongue merupakan
ganda atau fisura multiple pada suatu kelainan pada permukaan lidah
permukaan dorsal dari dua pertiga berupa daerah kemerahan, tidak
anterior lidah. Penyebab terjadinya berpapila dengan penipisan epitel
tidak diketahui dengan jelas, diduga dorsal lidah. Penyebab terjadinya tidak
kuat merupakan kelainan yang diketahui secara pasti, namun
diturunkan. diperkirakan berhubungan dengan
stres, defisiensi nutrisi, herediter dan
Fissure tongue mengenai kira-
hormonal.
kira 1-5% penduduk. Kekerapan
terjadinya adalah sama untuk kedua Geographic tongue mengenai
jenis kelamin. Fissure tongue umunya kira-kira 1-2% penduduk. Paling
sering mengenai wanita dan orang-
orang dewasa muda sampai Tatalaksana Kasus
Berdasarkan hasil anamnesa
pertengahan. Keadaan tersebut dapat
yang telah dilakukan, didapatkan
timbul tiba-tiba dan menetap selama
keadaan pasien cukup baik, hasil dari
berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
perhitungan Body Mass Index (BMI)
Terlihat hilang spontan dan kambuh
menunjukkan bahwa pasien normal,
kembali.
keadaan soial cukup, tidak mempunyai
Laporan kasus kebiasaan buruk seperti

Seorang perempuan berusia 21 merokok/mandi di sungai/ mengunyah

tahun datang ke RSGM Universitas sirih dsb.


Pemeriksaan ekstra oral
Jember dengan keluhan lidah terasa
normal. Pada pipi, sudut mulut,
sakit dan perih. Berdasarkan anamnesa
kelenjar saliva dan kelenjar limfe
yang telah dilakukan, Pasien
normal. Pemeriksaan pada mukosa
mengeluhkan lidah terasa perih dan
labial, bucal fold, dasar mulut,
sakit sejak 3 hari yang lalu. Kondisi
palatum, tonsil, dan faring normal.
tersebut pernah terjadi dan berulang Pada peeriksaan intra oral
kembali ketika pasien merasa capek, diperoleh gambaran klinis sebagai
banyak kegiatan, stress dan saat makan berikut:
makanan asam/pedas serta makanan 1. Lidah : terdapat bentukan seperti
dengan kandungan minyak yang cukup pulau pada dorsum lidah, dasar
banyak. Pasien memaparkan, terdapat kemerahan, tepi mengalami
anggota keluarga (Ibu) yang juga peninggian, sakit ; fissure multiple,
mengalami hal yang sama. Saat ini kemerahan , panjang 2 cm, dalam 3
pasien mengeluhkan sedang banyak mm, sakit
kegiatan, lelah, dan stress. Kondisi 2. Mukosa bukal kanan/kiri : terdapat

tersebut biasanya dibiarkan saja karena garis setinggi oklusal, memanjang

dirasa bias hilang sendiri setelah dari gigi C-M, tinggi 1mm, tidak

beberapa hari. dapat dikerok, tidak sakit.


Geographic tongue adalah
suatu keadaan peradangan jinak yang
disebabkan oleh pengelupasan keratin
superfisial dan papila-papila
filiformisnya. Penyebabnya tidak
diketahui, tetapi diperkirakan stress
emosional, defisiensi nutrisi dan
herediter. Keadaan itu biasanya
terbatas pada dorsal dan tepi-tepi
lateral dua pertiga anterior lidah dan
Gambar 1. Gambaran Klinis Pasien
hanya mengenai papilla filiformis
Pembahasan sedangkan papilla fungiformis tetap
baik.
Fissure tongue merupakan
variasi herediter dimana bagian Geographic tongue ditandai
dorsum lidah banyak mengandung oleh bercak-bercak gundul merah
fissure tak teratur, dengan dalam 3- muda sampai merah, tunggal maupun
4mm dan mempunyai panjang 1cm. multiple dari papilla filiformis yang
Bagian sisi fissure tidak mempunyai dibatasi oleh pinggiran putih yang
papilla tetapi selain daerah tersebut, menimbul. Dapat disertai dengan lirik
bagian lidah yang lain tetap memiliki peradangan merah di tepi lesinya. Jika
papilla yang normal. Keadaan ini tidak ada peradangan, maka rasa sakit
berbahaya. Kadang-kadang pasien seringkali merupakan suatu gejala.
mengeluh tentang rasa nyeri pada Lesinya terus menerus berubah pola
lidah. Tidak diketahui apakah rasa dan berpindah dari suatu daerah ke
nyeri tersebut berhubungan dengan daerah lain; karenanya nama lainya
pembentukan fissure, tetapi tampaknya adalah glositis migratory jinak,
nyeri tersebut lebih baik diteliti seakan eritema migrans, dan wandering rash
akan lidah normal.
Keadaan tersebut dapat timbul tiba- banyak (seperti gorengan). Gejala
tiba dan menetap selama berbulan- yang muncul mungkin akibat adanya
bulan atau bertahun-tahun. Terlihat sisa-sisa makanan yang terkumpul
hilang spontan dan kambuh kembali. dalam lesi dan menyebabkan iritasi,
Geographic tongue kadang-kadang sehingga sensitive terhadap makanan
dijumpai dalam kaitan dengan mukosa asam/pedas, yang terkadang diikuti
yang sesuai, areata eritema migrans rasa tidak nyaman seperti perih atau
(migratory mucositis, stomatitis nyeri. Terapi yang diberikan yaitu
geographic, geographic tongue pemberian BBG (Benzokain Boraks
ektopik) dan lidah berfisur. Eritema Gliserin) sebagai simptomatis, serta
migrans, jika tanpa gejala adalah tidak pemberian multivitamin sebagai terapi
berbahaya sama sekali dan tidak supportifnya.
Benzokain merupakan jenis
memerlukan perawatan. Kadang-
anastesi topical yang mempunyai
kadang saja suatu eritema migrans
peran menurunkan permeabilitas
mengakibatkan bercak-bercak anular
membrane sel terhadap ion Na+
merah dengan rasa terbakar. Obat
(berperan dalam potensial aksi saraf)
anstesi topical atau steroid topical
yang selanjutnya akan terjadi
dapat diberikan pasien-pasien dengan
penurunan aksi saraf dan secara
gejala. Secara histologis lesi-lesi ini
bersamaan meningkatkan ambang
mirip psoriasis; tetapi telah diterima
rasangsang sehingga dapat meurunkan
secara umum bahwa kedua kondisi ini
ambang rasa sakit. Boraks merupakan
sesungguhnya berbeda, meskipun
antimikroba yang mempunyai
kdang-kdang dapat bersama-sama.
kelebihan yaitu dapat menghambat
Dari anamnesa diketahui metabolisme kerja sel, menghambat
pasien mengeluhkan keadaan tersebut sintesis dinding mikroba sel,
terjadi ketika mengkonsumsi makanan mengganggu keutuhan membrane sel,
asam/pedas dan makanann dengan menghambat sintesis protein sel
kandungan minyak yang cukup mikroba, dan menghambat sintesis
asam nukleat sel mikroba. Gliserin
Kesimpulan
berfungsi sebagai pelarut. BBG
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat
merupakan terapi yang berupa
diambil kesimpulan bahwa pasien
covering agent, dapat juga berupa
mengalami fissure tongue dan
astringen dan antiseptic.
geographic tongue yang dipicu oleh
Instruksi yang diberikan pada
makanan asam/pedan serta makanan
penderita yakni menjaga kebersihan
dengan kandungan minyak yang
rongga mulut, menggunakan obat
banyak. Terapi yang diberikan yaitu
sesuai anjuran, serta istirahat yang
pemberian BBG serta multivitamin
cukup.
untuk menghilangkan gejala dan terapi
pendukungnya.

Daftar Pustaka
Langlais, Robert, P. Miller, Craig, S.
2000. Kelainan Rongga Mulut yang
Lazim. Jakarta: Hipokrates
Gayford, J, J. Haskell, R. 1990.
Penyakit Mulut (Clinical Oral
Medicine). Jakarta:EGC
Malik, Fajarrudin. 2013. Laporan
Kasus Bidang Penyakit Mulut Lidah
Geografik (Geographic Tongue). FKG
Universitas Jendral Sudirman
Gambar 2. Gambaran Klinis Pasien Purwokerto
setelah dilakukan terapi