Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada tahun 2000, pemimpin Negara di dunia menandatangani Deklarasi


Millenium yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan dan pemberantasan
kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang
dikenal sebagai Millenium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs
menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target
tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah saja namun menjadi tugas seluruh
masyarakat Indonesia.
Arah pembangunan yang disepakati secara global dalam MDGs meliputi 8 tujuan
yaitu :
1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua orang
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
4. Menurunkan angka kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. Memerangi HIV AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya
7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan
Di bidang kesehatan fokus perhatian MDGs pada tujuan nomer 1, 4, 5 dan 6.
Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) berkedudukan sebagai Unit
Pelaksana Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Secara struktural Puskesmas
berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Oleh
karena itu, Puskesmas bertanggung jawab untuk mewujudkan tercapainya tujuan MDGs
yang menjadi fokus di bidang kesehatan.
Salah satu program yang ada di Puskesmas adalah Program Gizi Masyarakat,
dalam tujuan MDGs yang berhubungan dengan Prgogram Gizi Masyarakat adalah pada
tujuan nomer 1 yaitu Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan. Meningkatnya status
gizi masyarakat merupakan basis pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Peningkatan status gizi sangat erat kaitannya dengan tingkat konsumsi gizi, infeksi dan
asuhan gizi kepada setiap anggota keluarga khususnya anak yang masih taraf tumbuh
kembang.

Pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di


wilayah UPT Puskesmas Karangketug yang masih beranggapan bahwa keadaan gizi dan
kesehatannya lebih ditentukan oleh keturunan. Hal ini sering dijumpai pendapat
masyarakat antara lain :
1. Anak kurus / kecil karena bapak atau ibunya kurus
2. Anak sakit diare / panas berarti ngenteng-entengi atau mau tumbuh gigi
3. Menimbangkan anak sekedar untuk mencari PMT
4. Makan nasi dan kuah sayur sudah dianggap sama dengan makan sayur
5. Anak kurang gizi identik dengan kemiskinan
6. Anak makan yang penting kenyang
Pendapat-pendapat tersebut menjadi penghambat lambatnya keberhasilan
Program Perbaikan Gizi Masyarakat di UPT Wilayah Puskesmas Karangketug. Program
Perbaikan Gizi Masyarakat ditekankan pada promotif dan preventif. Oleh karena itu
unsur penyuluhan dan pembinaan kepada keluarga lebih ditekankan untuk mencapai
Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi).
Puskesmas bertanggung jawab untuk tercapainya Visi Pembangunan Kesehatan
melalui Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM). Kedua upaya tersebut dilaksanakan oleh Puskesmas sesuai dengan fungsinya
sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat dan keluarga serta sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Untuk melaksanakan fungsi Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat, maka diperlukan adanya perencanaan
berdasarkan analisis situasi dan masalah terutama masalah kesehatan yang ada di wilayah
kerja Puskesmas yang bersangkutan. Perencanaan tersebut berisi Rencana Usulan Kerja
(RUK) atau Plan Of Action (POA) tahunan yang selanjutnya dilaksanakan sesuai dengan
tujuan, target atau sasaran yang telah ditetapkan.

1.2 LANDASAN HUKUM

Landasan Hukum yang dipergunakan dalam penyusunan POA Program

Puskesmas di Kota Pasuruan antara lain:

1. Undang-Undang No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

(SPPN)

2. Undang-Undang No. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah

3. Undang-Undang No. 33/2004 tentang Penimbangan Keuangan antara Pemerintah

Pusat dan Pemerintah Daerah

4. Peraturan Pemerintah No.58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

5. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Nasional
6. Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 15 tahun 2010 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Pasuruan tahun 2005-2025

7. Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 18 tahun 2011 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Pasuruan tahun 2010-2015

8. Permendagri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008

tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan

Rancangan Pembangunan Daerah.

9. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

10. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional

11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 tentang

Pusat Kesehatan Masyarakat

12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/Menkes/SK/II/2004

tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat

13. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.01/160/I/2012

tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan tahun 2010-2014

14. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 03.01/160/I/2010

tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan tahun 2005-2025

15. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

HK.02.02/MENKES/117/2015 tentang Data Penduduk Sasaran Program

Pembangunan Kesehatan tahun 2015-2019

16. Surat Kadinkes Propinsi Jawa Timur No.440/1274/1013/I/2016 tanggal 25 Januari

2016 tentang Data Sasaran Program Kesehatan

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

1.3.1 MAKSUD
Pembuatan POA (Plan Of Action) Program Gizi Masyarakat merupakan

kegiatan perencanaan tingkat puskesmas yang merupakan suatu proses yang urut yang

terdiri dari proses penyusunan rencana kegiatan Program Gizi Masyarakat di UPT

Puskesmas Karangketug pada tahun 2016 yang dilakukan secara sistematis untuk

mengatasi masalah gizi masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Karangketug

dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber

daya yang tersedia secara berhasil guna dan berdaya guna.

1.3.2 TUJUAN

1.3.2.1 TUJUAN UMUM

Tujuan umum Pembuatan POA (Plan Of Action) Program Gizi Masyarakat

merupakan kegiatan perencanaan tingkat puskesmas yang merupakan suatu proses

yang urut yang terdiri dari proses penyusunan rencana kegiatan Program Gizi

Masyarakat di UPT Puskesmas Karangketug pada tahun 2016 yang dilakukan secara

sistematis untuk mengatasi masalah gizi masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas

Karangketug dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan

memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara berhasil guna dan berdaya guna.

1.3.2.2 TUJUAN KHUSUS

1. Mendeskripsikan penyelenggaraan program pelayanan gizi masyarakat di UPT

Puskesmas Karangketug pada tahun 2016.

2. Mengidentifikasi permasalahan gizi masyarakat di UPT Puskesmas Karangketug

tahun 2016.

3. Menentukan prioritas masalah gizi masyarakat di UPT Puskesmas Karangketug

berdasarkan metode USG (Urgency, Severity, and Growth).

4. Menganalisis penyebab masalah gizi masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas

Karangketug berdasarkan teknik fishbone (tulang ikan).

5. Menganalisis alternatif pemecahan masalah gizi masyarakat di wilayah kerja UPT

Puskesmas Karangketug.
6. Menyusun RUK (Rencana Usulan Kerja) Program Gizi Masyarakat tahun 2016

1.4 MANFAAT
1. POA Program Gizi Masyarakat sebagai dasar untuk menyelenggarakan program

gizi di UPT Puskesmas Karangketug tahun 2016.


2. POA Program Gizi Masyarakat sebagai dasar monitoring dan evaluasi kinerja

pemegang progam gizi di UPT Puskesmas Karangketug.


3. POA Program Gizi Masyarakat sebagai wahana untuk menganalisis penyebab

masalah dan menyusun alternatif pemecahan masalah gizi di UPT Puskesmas

Karangketug tahun 2016.


4. POA Program Gizi Masyarakat sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan

POA Program Gizi Masyarakat di UPT Puskesmas Karangketug pada tahun

berikutnya.

1.5 RUANG LINGKUP


Ruang Lingkup Program Gizi Masyarakat salah satu bentuknya adalah Upaya Kesehatan
Berbasis Masyarakat (UKBM) meliputi :
1. Melaksanakan Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) melalui kegiatan Posyandu
2. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di Posyandu
3. Penyuluhan Gizi Masyarakat
4. Pemantauan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI)
5. Pemantauan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
6. Pemantauan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (BUMIL KEK)
7. Pelayanan Gizi
8. Penanggulangan Gizi Mikro yaitu dengan cara :
Penanggulangan Kekurangan Vitamin A : Pemberian Vitamin A Dosis Tinggi
pada Bayi usia 6-11 bulan 100.000 IU warna Biru, Anak Balita usia 12-59 bulan
200.000 IU warna Merah, Ibu Nifas 2 kali 24 jam setelah melahirkan 200.000
IU warna Merah.
Penanggulangan Anemia Gizi pada IBU HAMIL (BUMIL) : Pemberian Tablet
Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil (BUMIL)
9. Upaya Perbaikan Gizi Institusi :
Pemantauan ASI Eksklusif
Pemberian MP-ASI
Pemberian PMT Pemulihan Gizi
Konsultasi Gizi
10. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) :
Pemantauan Status Gizi (PSG)
Pelacakan Balita Gizi Kurang
Pelacakan Balita Gizi Buruk
BAB II

ANALISA SITUASI

2.1 IDENTITAS PUSKESMAS

1. Nama : Puskesmas Karangketug


2. Kecamatan : Gadingrejo
3. Kota : Pasuruan
4. Propinsi : Jawa Timur
5. Tahun : 2016
6. Alamat : Jl. Gatot Subroto No. 383 Pasuruan

2.2. VISI, MISI, DAN MOTTO PUSKESMAS

Visi : Terwujudnya pelayanan kesehatan dasar yang prima untuk peningkatan kualitas

kehidupan seluruh masyarakat.

Misi : Kita bersama mesyarakat menyadarkan masyarakat berperilaku hidup sehat.

Motto : Kesehatan Anda wujud kepedulian kami.

2.3. DATA PENDUDUK DAN PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS

2.3.1 BATAS WILAYAH KERJA


1. Batas Utara : Wilayah Kabupaten Pasuruan
2. Batas Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Gadingrejo
3. Batas Selatan : Wilayah Kerja Puskesmas Kebon Agung
4. Batas Barat : Wilayah Kabupaten Pasuruan (Kecamatan Kraton)
2.3.2 LUAS WILAYAH KERJA
Puskesmas Karangketug mempunyai Luas Wilayah Kerja 12,6 KHA yang meliputi 4
kelurahan yaitu :
1. Kelurahan Karangketug yang terdiri dari 6 RW dan 31 RT
2. Kelurahan Randusari yang terdiri dari 8 RW dan 25 RT
3. Kelurahan Petahunan yang terdiri dari 5 RW dan 20 RT
4. Kelurahan Krapyakrejo yang terdiri dari 6 RW dan 20 RT
Puskesmas Karangketug mempunyai wilayah kerja 30 Posyandu, yaitu:
1. Kelurahan Karangketug : 9 pos
2. Kelurahan Randusari : 5 pos
3. Kelurahan Petahunan : 6 pos
4. Kelurahan Krapyakrejo : 10 pos
2.3.3 DATA PENDUDUK
Data penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Karangketug tahun 2016 secara umum

dapat dirangkum sebagai berikut:

NO DATA DEMOGRAFI JUMLAH


1. Jumlah Penduduk seluruhnya 20.376 Orang
a. Laki-laki 10.180 Orang
b. Perempuan 10.196 Orang
2. Jumlah Kepala Keluarga 5389 KK
3. Jumlah RT 113 RT
4. Jumlah RW 27 RW
5. Jumlah Kelahiran Hidup 348 Bayi
a. Laki-laki 174 Bayi
b. Perempuan 174 Bayi
6. Jumlah Bayi (0-5 bln) 189 Bayi
a. Laki laki 94 Bayi
b. Perempuan 95 Bayi
7. Jumlah Bayi (6-11 bln) 189 Bayi
a. Laki-laki 93 Bayi
b. Perempuan 96 Bayi
8. Jumlah Bayi (011 bln) 378 Bayi
a. Laki-laki 187 Bayi
b. Perempuan 191 Bayi
9. Jumlah Baduta (0-1 tahun) 750 Anak
a. Laki-laki 375 Anak
b. Perempuan 375 Anak
10. Jumlah Batita (0-2 tahun) 1.121 Anak
a. Laki-laki 565 Anak
b. Perempuan 556 Anak
11. Jumlah Anak Balita (1-4 tahun) 1.489 Anak
a. Laki-laki 765 Anak
b. Perempua 724 Anak
12. Jumlah Balita (0-4 tahun) 1.867 Anak
a. Laki-laki 952 Anak
b. Perempuan 915 Anak
13. Jumlah Apras (5-6 tahun) 727 Anak
a. Laki-laki 378 Anak
b. Perempuan 349 Anak
14. Jumlah WUS (15-49 tahun) 5.713 Orang
15. Jumlah Ibu Hamil (Bumil) 383 Orang
16. Jumlah Ibu Mealhirkan / Ibu Nifas 366 Orang
Sumber Data: Data Sasaran Program Pembangunan Kesehatan Kepmenkes no.HK.02.02/117/2015

2.3.4 DATA SISWA SEKOLAH


JUMLAH TOTAL GURU
NO NAMA SEKOLAH
L P JML UKS
1. SD Karangketug I 127 90 217 1
2. SD Karangketug II 242 188 430 1
3. SD Karangketug III 98 73 171 1
4. SD Randusari 157 160 317 1
5. SD Petahunan I 198 216 414 1
6. SD Petahunan II 112 72 184 1
7. SD Krapyakrejo I 71 62 133 1
8. SD Krapyakrejo II 169 169 338 1
9. SMP 10 371 253 624 1
10. SMP SPEAM 41 15 56 1
Sumber data: Laporan Program UKSTahun 2015

2.3.5 PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS


Peta wilayah kerja UPT Puskesmas Karangketug pada tahun 2016 dapat dilihat di
bawah ini:

Sumber Data: Bagian Tata Usaha Puskesmas Karangketug tahun 2016

2.4. SUMBER DAYA DAN STRUKTUR ORGANISASI


2.4.1. SUMBER DAYA

Sumber Daya Manusia (SDM) di UPT Puskesmas Karangketug pada tahun

2016 bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

STATUS
NO KETENAGAAN JUMLAH
PNS PTT KONTRAK
1. Dokter Umum 2 2 0 0
2. Dokter Gigi 3 3 0 0
3. Perawat 11 8 0 3
4. Bidan 11 4 3 4
5. Asisten Apoteker 2 2 0 0
6. Ahli Madya Gizi 1 1 0 0
7. Analis 1 1 0 0
8. Adminitrasi 8 5 0 3
9. Pengemudi 1 0 0 1
10. Petugas Kebersihan 1 0 0 1
TOTAL 41 26 3 12
Sumber Data: Bagian Tata Usaha Puskesmas Karangketug tahun 2016
2.4.2. STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI UPT PUSKESMAS KARANGKETUG
DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN
SESUAI PERMENKES 75 TAHUN 2014

KEPALA PUSKESMAS

drg. MARTHA WAHANI PATRIANTY


KASUBAG TATA USAHA
EVY ERAWATI, SE

Sistem Informasi Puskesmas Kepegawaian Rumah Tangga Keuangan


MISBAKHUL HUDA KHOLILAH TITIK INDRAYANI - B. Pengeluaran
(ANI IRAWATI)
- JKN (SITI
PENANGGUNG JAWAB UKM JUNAIDAH)
PENANGGUNG JAWAB UKM PENANGGUNG JAWAB UKP, - BOK (FATMAWATI)
Esensial dan Keperawatan Kesehatan Pengembangan Kefarmasian, dan laboratorium
Masyarakat
dr. SANTOSO dr. RORO SRI WAHJUNI PENANGGUNG JAWAB UKM
dr. SANTOSO
jaringan pelayanan Puskesmas dan
a. Pelayanan kesehatan jiwa a. Pelayanan pemeriksaan umum jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
a. Pelayanan promosi kesehatan (SRI WAHYUNI, Amd.Kep.) (YANTI PUJININGSIH,
termasuk UKS b. Pelayanan kesehatan gigi Amd.Kep.) drg. ANDRIJANI
(ELEN LELYANA, Amd.Kep.) masyarakat b. Pelayanankesehatan gigi dan
b. Pelayanan kesehatan lingkungan (drg. SITI HANIFATUL ULFAH) mulut
( c. Pelayanan kesehatan tradisional (drg. SITI HANIFATUL ULFAH)
FITRI ARIANTI, S.Kep.NS) a. Puskesmas Pembantu
komplementer c. pelayanan KIA KB yang bersifat (MARIA Septi ani, Amd.Kep.)
c. Pelayanan KIA KB yg bersifat umum (WIJI LESTARI, Amd.Farm) UKP
( (SRI WAHYUNI, Amd.Kep.)
d. Pelayanan kesehatan olah raga (YEYEN SUSANTI, Amd.Keb.) (SRI MULATSIH, Amd.KeP.)
YEYEN SUSANTI, Amd.Keb.) (ELEN LELYANA, Amd.Kep.) d. Pelayanan gawat darurat
d. Pelayanan gizi yang bersifat UKM b. Puskesmas Keliling
e. Pelayanan kesehatan indera (HENY EKAWATI, Amd.Kep.) (DODY SUSILO)
( (HENY EKAWATI, Amd.Kep.) e. Pelayanan gizi yang bersifat UKP
FARIDA KUSUMAWATI, Amd.Gz.) c. Bidan Desa
f. Pelayanan kesehatan lansia (FARIDA KUSUMAWATI, (TRISNA WIDYA
e. Pelayanan pencegahan dan (IKA MAYA SEVITA SARI, Amd.Gz.)
pengendalian penyakit UTAMI,Amd.Keb)
Amd.Keb.) f. Pelayanan persalinan (TRISNA (SAMSIH, Amd.Keb.)
( g. Pelayanan kesehatan kerja WIDYA UTAMI,Amd.Keb)
SETYA AYU PURWANTI, (KUNTHI DWI SETYOWATI,
(ELEN LELYANA, Amd.Kep.) g. Pelayanan rawat inap untuk Amd.Keb.)
Amd.Kep.) h. Pelayanan kesehatan Telinga puskesmas yang menyediakan
f. Pelayanan keperawatan kesehatan (RAHANI CINDAY, Amd.Keb.)
(HENY EKAWATI, Amd.Kep.) pelayanan rawat inap d. jejaring fasilitas kesehatan
masyarakat i. Pelayanan Kesehatan Posbindu (SETYA AYU PURWANTI,
( (YEYEN SUSANTi, Amd.Keb.)
(HENY EKAWATI,Amd.Kep) Amd.Kep.)
2.5. DATA SARANA UMUM DAN SARANA KESEHATAN

2.5.1. DATA SARANA UMUM

SEKOLAH TEMPAT IBADAH

NO Kelurahan
TK SD MI SMP Mushola Masjid
1. Karangketug 4 3 1 0 24 4
2. Randusari 2 1 0 0 13 2
3. Petahunan 3 2 0 1 19 2
4. Krapyakrejo 3 2 0 1 32 4
JUMLAH 12 8 1 2 88 12
Sumber : Pemegang Program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan Puskesmas
Karangketug, 2015

2.5.2. DATA SARANA KESEHATAN

FASILITAS KESEHATAN

NO Kelurahan Dokter Dokter


Bidan
Puskes Umum Umum Klinik
PUSTU Posyandu Praktek
mas Praktek Praktek Bersama
Swasta
Swasta Swasta
1. Karangketug 1 0 9 1 1 1 0
2. Randusari 0 1 5 1 1 0 0
3. Petahunan 0 1 6 1 2 0 1
4. Krapyakrejo 0 1 10 0 0 0 0
JUMLAH 1 3 30 3 4 1 1
Sumber : Pemegang Program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan Puskesmas Karangketug, 2015

2.5.3. DATA PERAN SERTA MASYARAKAT

NO DESA JUMLAH POSYANDU JUMLAH KADER


ADA Lapor % ADA Aktif %

1 KARANGKETUG 9 9 100.0 45 45 100.0


2 PETAHUNAN 6 6 100.0 30 30 100.0
3 RANDUSARI 5 5 100.0 25 25 100.0
4 KRAPYAKREJO 10 10 100.0 50 42 84.0
PUSKESMAS : 30 30 100.0 150 142 94.6
Sumber data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Tingkat Puskesmas Tahun 2015

2.6. PENYELENGGARAAN DAN TARIF PELAYANAN

Berdasarkan perjanjian kerjasama BPJS Kesehatan cabang kota Pasuruan dengan Dinas

Kesehatan Kota Pasuruan tentang pelayanan kesehatan tingkat pertama bagi peserta badan

penyelnggaraan Jaminan Sosial Kesehatan Nomor: 581/KTR/VII-06/1215 dan Nomor :

440/3074/423.1042015, tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Dasar di

Puskesmas
NO PEMERIKSAAN TARIF KETERANGAN
1 Pelayanan Rujuk Balik Hanya untuk peserta
Program Rujuk Balik
(termasuk di dalamnya
Peserta Prolanis)
- Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu Dengan stik : 10.000 1 bulan 1 kali
Dengan fotometer :
15.000
-Pemeriksaan Gula Darah Puasa Dg stik 10.000 1 bulan 1 kali
Dengan fotometer :
15.000
-Pemeriksaan Gula Darah PP Dg stik 10.000 1 bulan 1 kali
Dengan fotometer :
15.000
2 Pelayanan Skrining Kesehatan Bersifat program,
-Pemeriksaan IVA 25.000 dilakukkan jika
-Pemeriksaan papsmear 120.000 kompetensi dan sarana
-Pemeriksaan GDS,GDP, GDPP Dengan stik : 10.000 sesuai ketentuan. Waktu
Dengan fotometer : pelaksanaan akan
15.000 disampaikan oleh Pihak
-Terapi Krio (untuk kasus IVA positif) 150.000 Pertama kepada Pihak
3 Jasa Kebidanan, Neonatal dan KB Kedua
-Paket ANC 200.000 Diberikan dalam bentuk
paket paling sedikit 4
(empat) kali pemeriksaan
dengan distribusi waktu
minimal 1 (satu) kali pada
trimester pertama
kehamilan, 1 (satu) kali
pada trimester kedua
kehamilan dan 2 (dua) kali
pada trimester ketiga
kehamilan.
-Pemeriksaan PNC 25.000 per kunjungan Diberikan dalam kurun
waktu kunjungan dengan
ketentuan 2 (dua) kali
kunjungan ibu nifas dan
neonatus pertama dan
kedua (KF1-KN1 dan
KF2-KN2), 1 (satu) kali
kunjungan neonatus ketiga
(KN3), serta 1 (satu) kali
kunjungan ibu nifas ketiga
(KF3) Distribusi waktu :
-KF1 : 6 jam s/d hari ke3
-KF2 : hari ke4 s/d hari
ke28
-KF3 : hari ke29 s/d hari
ke40
-KN 1 : 6 jam s/d 48 jam
-KN2 : hari ke3 s/d hari
ke7
-KN3 : hari ke8 s/d hari
ke28
-Pemasangan atau pencabutan IUD/implant 100.000
-Pelayanan suntik KB (tiga bulan) 15.000 Per kali suntik
Sumber Data: Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 06 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan

2.7. DATA KHUSUS


2.7.1. DATA UPAYA PERBAIKAN GIZI
Data Pencapaian Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi Masyarakat di Posyandu Wilayah

Puskesmas Kelurahan Karangketug Kota Pasuruan Tahun 2015. Adapun data selengkapnya

dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini :

Tabel 1 Data Pencapaian Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi Masyarakat di Posyandu Wilayah
Kelurahan Karangketug Kota Pasuruan Tahun 2015

PENIMBANGAN BALITA POSYANDU


REKAP KELURAHAN KARANGKETUG
K (S Prosentase Hasil Penimbangan
No. Bulan S(Supas) D N
Riil) K/S D/S D/K N/D
1 Januari 545 504 504 304 92.5 92.5 100.0 60.3
2 Februari 545 511 511 304 93.8 93.8 100.0 59.5
3 Maret 545 493 493 331 90.5 90.5 100.0 67.1
4 April 545 479 479 274 87.9 87.9 100.0 57.2
5 Mei 545 489 489 317 89.7 89.7 100.0 64.8
6 Juni 545 489 489 277 89.7 89.7 100.0 56.6
7 Juli 545 481 481 295 88.3 88.3 100.0 61.3
8 Agustus 545 489 489 313 89.7 89.7 100.0 64.0
9 September 545 492 492 324 90.3 90.3 100.0 65.9
10 Oktober 545 483 483 301 88.6 88.6 100.0 62.3
11 Nopember 545 497 497 325 91.2 91.2 100.0 65.4
12 Desember 545 487 487 287 89.4 89.4 100.0 58.9
RATA-
545 491 491 304 90.1 90.1 100.0 62.0
RATA
Sumber Data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Di Posyandu Kel. Karangketug Tahun 2015

GRAFIK SKDN Kelurahan Karangketug Tahun 2015

GRAFIK SKDN KEL.KARANGKETUG


TH. 2015
600
500
400
300
200
100
0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES RATA2
Supas (S) KMS (K) Ditimbang (D) Naik (N)

Sumber Data : Grafik SKDN Kelurahan Karangketug Th. 2015

Tabel 2 Data Pencapaian Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi Masyarakat di Posyandu Wilayah
KelurahanRandusari Kota Pasuruan Tahun 2015

PENIMBANGAN BALITA POSYANDU


REKAP KELURAHAN RANDUSARI
K (S Prosentase Hasil Penimbangan
No. Bulan S(Supas) D N
Riil) K/S D/S D/K N/D
1 Januari 217 246 246 117 113.4 113.4 100.0 47.6
2 Februari 217 252 252 117 116.1 116.1 100.0 46.4
3 Maret 217 253 253 123 116.6 116.6 100.0 48.6
4 April 217 252 252 133 116.1 116.1 100.0 52.8
5 Mei 217 255 255 147 117.5 117.5 100.0 57.6
6 Juni 217 257 257 139 118.4 118.4 100.0 54.1
7 Juli 217 262 262 160 120.7 120.7 100.0 61.1
8 Agustus 217 257 257 157 118.4 118.4 100.0 61.1
9 September 217 260 260 139 119.8 119.8 100.0 53.5
10 Oktober 217 258 258 109 118.9 118.9 100.0 42.2
11 Nopember 217 261 261 141 120.3 120.3 100.0 54.0
12 Desember 217 258 258 116 118.9 118.9 100.0 45.0
RATA-
217 256 256 133 117.9 117.9 100.0 52.0
RATA
Sumber Data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Di Posyandu Kel. Randusari Tahun 2015

GRAFIK SKDN Kelurahan Randusari Tahun 2015

GRAFIK SKDN KEL.RANDUSARI


TH. 2015
300
250
200
150
100
50
0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES RATA2
SUPAS (S) Punya KMS (K) DITIMBANG (D) NAIK (N)

Sumber Data : Grafik SKDN Kelurahan Randusari Th. 2015

Tabel 3 Data Pencapaian Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi Masyarakat di Posyandu Wilayah
Kelurahan Petahunan Kota Pasuruan Tahun 2015

PENIMBANGAN BALITA POSYANDU


KELURAHAN PETAHUNAN
K (S Prosentase Hasil Penimbangan
No. Bulan S(Supas) D N
Riil) K/S D/S D/K N/D
1 Januari 516 464 464 340 89.9 89.9 100.0 73.3
2 Februari 516 465 465 327 90.1 90.1 100.0 70.3
3 Maret 516 456 456 273 88.4 88.4 100.0 59.9
4 April 516 460 460 314 89.1 89.1 100.0 68.3
5 Mei 516 462 462 330 89.5 89.5 100.0 71.4
6 Juni 516 464 464 349 89.9 89.9 100.0 75.2
7 Juli 516 457 457 365 88.6 88.6 100.0 79.9
8 Agustus 516 465 465 279 90.1 90.1 100.0 60.0
9 September 516 468 468 333 90.7 90.7 100.0 71.2
10 Oktober 516 470 470 336 91.1 91.1 100.0 71.5
11 Nopember 516 470 470 337 91.1 91.1 100.0 71.7
12 Desember 516 470 470 326 91.1 91.1 100.0 69.4
RATA-
516 464 464 326 90.0 90.0 100.0 70.2
RATA
Sumber Data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Di Posyandu Kel. Petahunan Tahun 2015

GRAFIK SKDN Kelurahan Petahunan Tahun 2015

GRAFIK SKDN KEL.PETAHUNAN


TH.2015
600
500
400
300
200
100
0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES RATA2
SUPAS (S) Punya KMS (K) DITIMBANG (D) NAIK (N)

Sumber Data : Grafik SKDN Kelurahan Petahunan Th. 2015

Tabel 4 Data Pencapaian Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi Masyarakat di Posyandu Wilayah
Kelurahan Krapyakrejo Kota Pasuruan Tahun 2015

PENIMBANGAN BALITA POSYANDU


KELURAHAN KRAPYAKREKO
K (S Prosentase Hasil Penimbangan
No. Bulan S(Supas) D N
Riil) K/S D/S D/K N/D
1 Januari 603 610 610 400 101.2 101.2 100.0 65.6
2 Februari 603 606 606 384 100.5 100.5 100.0 63.4
3 Maret 603 609 609 376 101.0 101.0 100.0 61.7
4 April 603 609 609 376 101.0 101.0 100.0 61.7
5 Mei 603 603 603 370 100.0 100.0 100.0 61.4
6 Juni 603 597 597 412 99.0 99.0 100.0 69.0
7 Juli 603 589 589 425 97.7 97.7 100.0 72.2
8 Agustus 603 584 584 348 96.8 96.8 100.0 59.6
9 September 603 601 601 400 99.7 99.7 100.0 66.6
10 Oktober 603 615 615 376 102.0 102.0 100.0 61.1
11 Nopember 603 611 611 412 101.3 101.3 100.0 67.4
12 Desember 603 600 600 374 99.5 99.5 100.0 62.3
RATA-
603 603 603 388 100.0 100.0 100.0 64.3
RATA
Sumber Data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Di Posyandu Kel. Krapyakrejo Tahun 2015

GRAFIK SKDN Kelurahan Krapyakrejo Tahun 2015

GRAFIK SKDN KEL.KRAPYAKREJO


TH.2015
700
600
500
400
300
200
100
0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES RATA2
SUPAS (S) Punya KMS (K) DITIMBANG (D) NAIK(N)

Sumber Data : Grafik SKDN Kelurahan Krapyakrejo Th. 2015

Tabel 5 Data Pencapaian Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi Masyarakat di Posyandu Wilayah
UPT Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan Tahun 2015

PENIMBANGAN BALITA POSYANDU


REKAP PUSKESMAS KARANGKETUG
K (S Prosentase Hasil Penimbangan
No. Bulan S(Supas) D N
Riil) K/S D/S D/K N/D
1 Januari 1881 1824 1824 1161 97.0 97.0 100.0 63.7
2 Februari 1881 1834 1834 1132 97.5 97.5 100.0 61.7
3 Maret 1881 1811 1811 1103 96.3 96.3 100.0 60.9
4 April 1881 1800 1800 1097 95.7 95.7 100.0 60.9
5 Mei 1881 1809 1809 1164 96.2 96.2 100.0 64.3
6 Juni 1881 1807 1807 1177 96.1 96.1 100.0 65.1
7 Juli 1881 1789 1789 1245 95.1 95.1 100.0 69.6
8 Agustus 1881 1795 1795 1097 95.4 95.4 100.0 61.1
9 September 1881 1821 1821 1196 96.8 96.8 100.0 65.7
10 Oktober 1881 1826 1826 1122 97.1 97.1 100.0 61.4
11 Nopember 1881 1839 1839 1215 97.8 97.8 100.0 66.1
12 Desember 1881 1815 1815 1103 96.5 96.5 100.0 60.8
RATA-
1881 1814 1814 1151 96.4 96.4 100.0 63.4
RATA
Sumber Data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Di Posyandu Wilker UPT Puskesmas Karangketug Tahun 2015

GRAFIK SKDN Wilker UPT Puskesmas Karangketug Tahun 2015

GRAFIK SKDN PKM.KARANGKETUG


TH.2015
2000

1500

1000

500

0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES RATA2
SUPAS (S) Punya KMS (K) DITIMABANG (D) NAIK (N)

Sumber Data : Grafik SKDN Puskesmas Karangketug Th. 2015

2.7.2. DATA PENANGANAN GANGGUAN GIZI


Data Penanganan Gangguan Gizi di Posyandu Wilayah Puskesmas Karangketug Kota
Pasuruan Tahun 2015. Adapun data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini :

Tabel 6 Data Penanganan Gangguan Gizi di Posyandu Wilayah Puskesmas Karangketug


Kota Pasuruan Tahun 2015

Prosentase Hasil Penimbangan


No. Bulan 1XT 2XT BGM BBK
1XT/D 2XT/D BGM/D BBK/D
1 Januari 580 119 21 104 31.8 6.5 1.2 5.7
2 Februari 475 184 17 113 25.9 10.0 0.9 6.2
3 Maret 498 178 21 109 27.5 9.8 1.2 6.0
4 April 475 202 21 126 26.4 11.2 1.2 7.0
5 Mei 437 172 20 124 24.2 9.5 1.1 6.9
6 Juni 447 164 19 121 24.7 9.1 1.1 6.7
7 Juli 366 139 16 97 20.5 7.8 0.9 5.4
8 Agustus 496 165 17 111 27.6 9.2 0.9 6.2
9 September 429 161 19 96 23.6 8.8 1.0 5.3
10 Oktober 488 203 25 86 26.7 11.1 1.4 4.7
11 Nopember 397 200 16 94 21.6 10.9 0.9 5.1
12 Desember 505 195 22 108 27.8 10.7 1.2 6.0
RATA-
466 174 20 107 25.7 9.6 1.1 5.9
RATA
Sumber Data : Laporan Bulanan Pelayanan Gizi Di Posyandu Wilker UPT Puskesmas Karangketug Tahun 2015

GRAFIK Penanganan Gangguan Gizi Wilker UPT Puskesmas Karangketug Tahun 2015

GRAFIK PENANGANAN GANGGUAN GIZI TH. 2015


600

500

400

300

200

100

0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES RATA2
1XT 2XT BBSK BBK
S

umber Data : Grafik Penanganan Gangguan Gizi Puskesmas Karangketug Th. 2015

BAB III
EVALUASI HASIL KEGIATAN TAHUN 2015

3.1 DATA HASIL PENCAPAIAN PROGRAM GIZI


Data Hasil Program Gizi Wilayah Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan Tahun 2015.
Adapun data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini :

Tabel 7 Data Hasil Program Gizi Wilayah Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan Tahun
2015
TARGE CAKUPAN
T PENCAPAI SUB
NO. JENIS KEGIATAN VARIABE
SASARA AN VARIABE
L
N L
II UPAYA PERBAIKAN GIZI
A. PELAYANAN GIZI MASYARAKAT
Pemberian kapsul
vitamin A Dosis Bayi :
Tinggi pada Bayi (6- 85% x 379 366/322 113,16%
11 bln) 1 kali per = 322
1 tahun
Anak :
Balita (12-59) 2 kali 85% x
1528/1277 119,66%
per tahun 1502 =
1277
Pemberian tablet besi 95% x 388
2 408/369 110,56%
(90 tablet) = 369
20% x 369
3 Bumil KEK 38/74 51,35%
= 74
B. PENANGANAN GANGGUAN GIZI
Balita gizi buruk
1 0 0 0%
mendapat perawatan
MP-ASI pada anak
2 30 30 100%
usia 6-24 bln Gakin
Pemberian PMT
3 Pemulihan balita gizi 7 7 100%
buruk pada Gakin
Balita BGM yang
4 <5% 19/1818 1,04%
ditimbang setiap bulan
C. PEMANTAUAN STATUS GIZI
1 Desa bebas rawan gizi 80% 0 0%
85% x N = 1152,
Balita naik berat
2 1881 = D = 1818 72,04%
badannya
1599 1152/1599
3 ASI Eksklusif 80% 140/301 46,51%
Prosentase balita yang 90% x D = 1818
4 ditimbang berat 1881 = S = 1881 107,8 %
badannya (D/S) 1693 1818/1693
III PROGRAM GIZI
10% x
1 Kunjungan Pojok Gizi 38137 = 243/3814 6,37%
3814
Sumber Data : Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas Karangketug Program Gizi Tahun
2015.
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa kegiatan Program Gizi Masyarakat tahun 2015
yang belum mencapai target yaitu :
1. Jumlah Balita Naik Berat Badannya terhadap Penimbangan Balita di Posyandu
(N/D) tercapai 72,04 % masih di bawah target 85 %.
2. Jumlah kelurahan yang bebas rawan gizi belum ada yang tergolong bebas, karena 0
%, 4 kelurahan di wilker Puskesmas Karangketug masih banyak balitanya yang
menderita gizi kurang.
3. Jumlah bayi yang diberikan ASI Eksklusif 46,51 % masih kurang dari target 80 %
jumlah bayi lahir.
4. Jumlah Ibu Hamil KEK (Bumil KEK) di wilker Puskesmas Karangketug tercapai 38
orang dari 74 orang sasaran ibu hamil sehingga prosentasenya 51,35 % masih tinggi
dari target < 20 %.
5. Jumlah Kunjungan Pojok Gizi tercapai 6,37 % masih dibawah target 10 % Total
Kunjungan Penderita di Puskesmas.

3.2. IDENTIFIKASI MASALAH


Hasil Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas (P2KPUS) Tahun 2015 yang
belum mencapai target adalah kegiatan :
1. Pemantauan Status Gizi terutama pada Kegiatan Balita Naik Berat Badannya terhadap
Penimbangan Balita di Posyandu (N/D), Kelurahan Bebas Rawan Gizi dan ASI
Eksklusif.
2. Pelayanan Gizi Masyarakat terutama pada Kegiatan Penanganan / Pemberian Makanan
Tambahan pada Ibu Hamil KEK (Bumil KEK).
3. Program Pelayanan Gizi terutama Kunjungan Pojok Gizi.

Tabel Hasil Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas (P2KPUS) Tahun 2015 yang belum
mencapai target adalah kegiatan :
BIDANG PROGRAM SUB VARIABEL PERMASALAHAN
K G 1. Balita Naik Berat Pencapaian Th. 2015 balita yang naik berat
Kesehatan Gizi Badannya (N/D) badannya (N/D) 72,04% kurang dari target 85%.
Keluarga Masyarakat 2. Daerah Bebas Rawan Pencapaian Th. 2015 desa bebas rawan gizi 0%, 4
(Kesga) Gizi kelurahan mengalami rawan gizi disebabkan masih
banyak balita yg kekurangan gizi, BBSK & BBK
walaupun di wilker Puskesmas Karangketug tidak
ada balita yg mengalami Gizi Buruk.

3. ASI Eksklusif Pencapaian Th. 2015 bayi yang mendapatkan ASI


Eksklusif 46,51% kurang dari target 80%.

4. Bumil KEK Pencapaian Th. 2015 ibu hamil yang Kekurangan


Energi Kronis (KEK) 51,35% masih kurang dari
target < 20% dari jumlah ibu hamil yang ada di
wilayah Puskesmas Karangketug.

5. Kunjungan Pojok Pencapaian Th. 2015 Kunjungan konsultasi gizi


Gizi 6,37% kurang dari target 10% dari jumlah pasien
yang dilayani di poli umum.

3.3 URUTAN PRIORITAS MASALAH


Prioritas masalah dari kegiatan yang belum mencapai target Program Gizi
Masyarakat tahun 2015 sebagai berikut:
BIDANG PROGRA PRIORITAS MASALAH U S G JUM RANKI
M (Urge (Serius (Growt LAH NG
nsia) ness) h)
K G 1. Tingginya Balita yang 3 3 3 9 1
Kesehatan Gizi belum Naik Berat
Keluarga Masyarakat Badannya (N/D) 72,04%
(Kesga) kurang dari target 85%
jumlah seluruh balita

2. Belum tercapainya 3 3 2 8 2
Daerah Bebas Rawan
Gizi 0% dari target <
80% keseluruhan wilker
Puskesmas Karangketug

3. Belum tercapainya bayi 3 2 2 7 3


yang mendapatkan ASI
Eksklusif 46,51% dari
target 80% bayi baru
lahir
4. Tingginya Bumil KEK 3 2 1 6 4
sebesar 51,35% dari
target < 20% jumlah ibu
hamil

5. Masih rendahnya 3 1 1 5 5
Kunjungan Pojok Gizi
6,37% dari target 10%
jumlah kunjungan di poli
umum.
3.3 MENCARI AKAR PENYEBAB MASALAH (Fishbone atau Pohon Masalah)

3.3.1. Tingginya Balita yang belum Naik Berat Badannya (N/D)

METODE
MANUSIA
Kader tidak memberikan penyuluhan Memberikan Penyuluhan tentang tahapan
Kurangnya Pengetahuan Ibu tentang kepada ibu balita bahwa balitanya perlu Pemberian Makanan Bayi & Anak (PMBA)
Makanan Sehat untuk Usia Balita mendapatkan makanan yang bergizi dan kepada seluruh ibu balita yang ada di wilker
seimbang
Puskesmas Karangketug

Ibu balita tidak mengetahui cara pengolahan


makanan yang bervariasi dan pentingnya
konsumsi beranekaragam bahan makanan. Ibu balita yang terkadang datangnya
tidak bersamaan pada saat Posyandu Waktu Pemberian PMT selama 90 Hari
Makan Anak (HMA)
Balita yang Naik
Balita yg dirujuk tidak datang ke
Berat Badannya
puskesmas karena tidak ada yang
mengantar, sibuk memasak,dsb. tercapai 72,04%
masih kurang dari
Masih minimnya media promosi yang Beberapa orang tua tidak mau target 85%
ada (misal: poster) ke masyarakat menimbangkan balitanya ke
posyandu dan memilih ke dokter
maupun bidan praktek swasta
Tidak adanya Lembar
Balik, Poster Penyuluhan
Kader terkadang tidak
memberikan penyuluhan kepada Ketidakpedulian ibu balita akan pentingnya
ibu balita pemantauan status gizi terhadap balitanya. Mereka
Tidak mempunyai
masih menganggap bahwa Posyandu hanya untuk
alat untuk demo menimbang saja.
memasak di
Posyandu
SARANA DANA LINGKUNGAN
3.3.1.Tingginya Balita yang belum Naik Berat Badannya (N/D)

No Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan masalah Terpilih Ket
Masalah
1 Jumlah balita yang Kurangnya pengetahuan ibu tentang
Memberikan penyuluhan tentang Tahapan Memberikan penyuluhan tentang tahapan
belum Naik Berat makanan sehat untuk usia balita
Pemberian Makanan Bayi & Anak (PMBA) Pemberian Makanan Bayi & Anak (PMBA)
Badannya (N/D)
kepada seluruh ibu balita yang ada di wilker kepada seluruh ibu balita yang ada di wilker
masih tinggi.
Puskesmas Karangketug Puskesmas Karangketug

2 Ibu balita tidak mengetahui cara


Memberikan peragaan / demo masak cara Demo masak di posyandu sehingga ibu balita
pengolahan makanan yang bervariasi
pengolahan makanan yang beragam bergizi mengerti tentang cara pengolahan makanan
dan pentingnya konsumsi beraneka
seimbang yang bervariasi dan pentingnya konsumsi
ragam bahan makanan
beraneka ragam bahan makanan
3 Balita yang dirujuk tidak datang ke
Mengarahkan ibu balita agar mau dirujuk ke Mengarahkan ibu balita agar mau dirujuk ke
puskesmas karena tidak ada yang
puskesmas dengan harapan keluarganya mau puskesmas
mengantar, sibuk memasak, dsb
dan perhatian terhadap balitanya
4 Masih minimnya media promosi Bersama dengan petugas promkes membuat Pembuatan poster / laflet bersama promkes
yang ada (misal: poster/laflet) ke poster / laflet tentang Tahapan Pemberian
sekolah dan masyarakat Makanan Bayi & Anak (PMBA)

5 Tidak adanya lembar balik, poster 1. Mengajukan permintaan lembar balik, Mengajukan permintaan lembar balik, poster
penyuluhan poster penyuluhan yang baru ke dinas penyuluhan yang baru ke dinas kesehatan /
kesehatan. membuat sendiri bersama petugas promkes
2. Membuat sendiri lembar balik, poster
penyuluhan bersama petugas promkes.
6 Tidak mempunyai alat untuk demo Pengadaan alat demo memasak di posyandu Pengadaan alat demo memasak sumber dana
memasak di posyandu APBD melalui Dana Alokasi Umum (DAU)
7 Kader tidak memberikan penyuluhan Refreshing kader untuk memberi Refreshing kader
kepada ibu balita bahwa balitanya pengetahuan tentang Tahapan Pemberian
perlu mendapatkan makanan yang Makanan Bayi & Anak (PMBA)
bergizi dan seimbang

8 Ibu balita yang terkadang datangnya Memberikan pengertian kepada ibu balita Memberikan pengertian kepada ibu balita agar
tidak bersamaan pada saat posyandu agar mendahulukan posyandu terlebih dahulu mendahulukan posyandu
9 Memberikan PMT Pemulihan bagi Mengusulkan PMT pemulihan, MP-ASI, Mengusulkan PMT pemulihan, MP-ASI, demo
balita yang membutuhkan demo masak bagi balita yang membutuhkan masak bagi balita yang membutuhkan
Penanganan Gangguan Gizi (BBSK, Penanganan Gangguan Gizi (BBSK, BBK Penanganan Gangguan Gizi (BBSK, BBK dan
BBK dan Gizi Buruk) dan Gizi Buruk) Gizi Buruk)

10 Beberapa orang tua tidak mau Menambah sarana, prasarana, dan pelayanan Mengajukan permintaan kelengkapan alat-alat
menimbangkan balitanya ke di posyandu untuk menarik ibu balita agar posyandu & PMT Penyuluhan di posyandu
posyandu dan memilih ke dokter mau dating ke posyandu yang lebih bervariatif
maupun bidan praktek swasta

11 Kader terkadang tidak memberikan Meningkatkan penyuluhan secara perorangan Memperbanyak penyuluhan
penyuluhan kepada ibu balita / kelompok ke masyarakat tentang
pentingnya Tahapan Pemberian Makanan
Bayi dan Anak (PMBA)
12 Ketidakpedulian ibu balita akan Meningkatkan penyuluhan secara perorangan Memperbanyak penyuluhan
pentingnya pemantauan status gizi / kelompok ke masyarakat tentang
terhadap balitanya. pentingnya pemantauan status gizi terhadap
balita
3.3.2 Belum tercapainya daerah bebas Rawan Gizi

METODE
MANUSIA
Petugas & Kader tidak memberikan
Kurangnya Pengetahuan masyarakat penyuluhan kepada masyarakat secara Memberikan Penyuluhan tentang
tentang Makanan Sehat unyuk Usia menyeluruh bahwa balitanya perlu penganekaragaman pangan dan gizi
Balita mendapatkan makanan yang bergizi dan
seimbang
Demo masak kepada masyarakat tentang
Masyarakat tidak mengetahui cara Masyarakat masih belum memanfaatkan makanan beragam, bergizi seimbang dan
pengolahan makanan yang bervariasi dan lahan pekarangan rumah sebagai
warung hidup untuk meningkatkan gizi
aman
pentingnya konsumsi beranekaragam bahan
keluarga dan pangan lokal
makanan.
Daerah bebas rawan
Ketersediaan pangan lokal untuk
gizi tercapai 0%
masyarakat masih kurang
masih kurang dari
target 80%
Masih minimnya media promosi yang Masyarakat tidak mengetahui
ada (misal: poster) ke masyarakat pentingnya ketersediaan makanan
lokal untuk pasokan kebutuhan
pangan bila terjadi rawan gizi
Tidak adanya Lembar
Balik, Poster Penyuluhan Ketidakpedulian masyarakat akan pentingnya
pemantauan status gizi terhadap balita. Mereka masih
menganggap bahwa Posyandu hanya untuk
Tidak mempunyai menimbang saja.
lumbung
ketersediaan pangan Dukungan lintas sector terutama
PKK untuk pemanfaatan pekaran
di setiap kelurahan belum maksimal
SARANA DANA LINGKUNGAN
3.3.2. Belum tercapainya Daerah Bebas Rawan Gizi

No Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan masalah Terpilih Ket
Masalah
1 Belum Kurangnya pengetahuan Memberikan penyuluhan kepada Memberikan penyuluhan tentang
tercapainya masyarakat tentang makanan masyarakat secara menyeluruh bahwa penganekaragaman pangan dan gizi
Daerah Bebas sehat untuk usia balita balitanya perlu mendapatkan makanan
Rawan Gizi yang bergizi dan seimbang
2 Masyarakat tidak mengetahui cara Memberikan peragaan / demo masak cara Demo masak di pertemuan kader sehingga
pengolahan makanan yang pengolahan makanan yang beragam masyarakat mengerti tentang cara
bervariasi dan pentingnya bergizi seimbang dan aman kepada pengolahan makanan yang bervariasi dan
konsumsi beraneka ragam bahan masyarakat pentingnya konsumsi beraneka ragam
makanan bahan makanan
3 Ketersediaan pangan lokal untuk Mengarahkan masyarakat agar mau Mengarahkan masyarakat agar mau
masyarakat masih kurang memanfaatkan lahan pekarangan rumah memanfaatkan lahan pekarangan rumah
untuk warung hidup sebagai peningkatan masing-masing
gizi keluarga
4 Masih minimnya media promosi Bersama dengan petugas promkes Pembuatan poster / laflet bersama promkes
yang ada (misal: poster/laflet) kemembuat poster / laflet tentang
sekolah dan masyarakat Pemanfaatn lahan pekarangan, warung
hidup, pangan lokal
5 Tidak adanya lembar balik, poster 1. Mengajukan permintaan lembar balik, Mengajukan permintaan lembar balik,
penyuluhan poster penyuluhan yang baru ke dinas poster penyuluhan yang baru ke dinas
kesehatan. kesehatan / membuat sendiri bersama
2. Membuat sendiri lembar balik, poster petugas promkes
penyuluhan bersama petugas
promkes.
6 Petugas & Kader tidak Refreshing kader untuk memberi Refreshing kader
memberikan penyuluhan kepada pengetahuan tentang Makanan bergizi
masyarakat secara menyeluruh seimbang kepada keluarga dan
bahwa balitanya perlu anggotanya
mendapatkan makanan yang
bergizi dan seimbang

7 Masyarakat masih belum Penyuluhan tentang makanan beragam, Penyuluhan tentang makanan beragam,
memanfaatkan lahan pekarangan bergizi seimbang dan aman bergizi seimbang dan aman
rumah sebagai warung hidup
untuk meningkatkan gizi
keluargan dan pangan lokal

8 Tidak mempunyai lumbung Dukungan lintas sector terutama PKK Dukungan lintas sector terutama PKK
ketersediaan pangan di setiap untuk pemanfaat pekarangan yang belum untuk pemanfaat pekarangan yang belum
kelurahan maksimal maksimal
3.3.3 Belum tercapainya bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif

METODE
MANUSIA
Petugas & Kader tidak memberikan
Kurangnya ibu yang memberikan penyuluhan IMD kepada ibu Memberikan Penyuluhan tentang IMD dan
IMD kepada bayi ASI Eksklusif

Kurangnya Pengetahuan ibu tentang


ASI Eksklusif Ibu masih belum memahami tentang
ASI Eksklusif

ASI Eksklusif 46,51%


Bayi yang tidak diberikan ASI Eklusif
masih kurang dari
lebih banyak
target 80%

Masih minimnya media promosi yang Ibu tidak mengetahui pentingnya


ada (misal: poster) ke masyarakat ASI Eksklusif

Tidak adanya Lembar


Balik, Poster Penyuluhan Ketidakpedulian ibu akan pentingnya ASI Eksklusif,
karena beranggapan susu formula lebih baik dari ASI

Pemanfaatan ruang
laktasi belum
maksimal Dukungan keluarga terutama
suami untuk pembeian ASI
Eksklusif lebih diperhatikan
SARANA DANA LINGKUNGAN
3.3.3. Belum tercapainya bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif

No Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan masalah Terpilih Ket
Masalah
1 Belum Kurangnya ibu yang memberikan Memberikan penyuluhan kepada ibu
Memberikan penyuluhan kepada ibu
tercapainya bayi IMD kepada bayinya mengenai IMD
mengenai IMD
yang
2 mendapatkan Kurangnya pengetahuan ibu Memberikan penyuluhan kepada ibu Memberikan penyuluhan kepada ibu
ASI Eksklusif tentang ASI Eksklusif mengenai ASI Eksklusif mengenai ASI Eksklusif
3 Bayi yang tidak diberrikan ASI Mengarahkan ibu agar mau memberikan Mengarahkan dan memperagakan kepada
Eksklusif lebih banyak ASI Eksklusif kepada bayinya ibu agar mau memberikan ASI Eksklusif
kepada bayinya
4 Masih minimnya media promosi Bersama dengan petugas promkes Pembuatan poster / laflet bersama promkes
yang ada (misal: poster/laflet) kemembuat poster / laflet tentang
sekolah dan masyarakat Pemanfaatn lahan pekarangan, warung
hidup, pangan lokal
5 Tidak adanya lembar balik, poster 1. Mengajukan permintaan lembar balik, Mengajukan permintaan lembar balik,
penyuluhan poster penyuluhan yang baru ke dinas poster penyuluhan yang baru ke dinas
kesehatan. kesehatan / membuat sendiri bersama
2. Membuat sendiri lembar balik, poster petugas promkes
penyuluhan bersama petugas
promkes.
6 Petugas & Kader tidak Refreshing kader untuk memberi Refreshing kader
memberikan penyuluhan IMD pengetahuan tentang IMD dan ASI
kepada ibu Eksklusif

7 Pemanfaatan ruang laktasi belum Memberikan arahan kepada ibu meneteki Arahan menuju ruang laktasi
maksimal untuk memberikan ASInya di ruang
laktasi
3.3.4 Tingginya Bumil KEK

METODE
MANUSIA
Petugas & Kader tidak memberikan
Kurangnya pengetahuan ibu akan penyuluhan Kesehatan ibu hamil Memberikan Penyuluhan tentang Ibu hamil
kehamilannya dan resiko tinggi (KEK)

PMT Bumil KEK


Ibu masih belum memahami tentang
Kehamilannya

Tingginya bumil KEK


Ibu yang tidak periksa selama hamil
51,35% dari target <
20%

Masih minimnya media promosi yang Ibu tidak mengetahui pentingnya


ada (misal: poster) ke masyarakat Kesehatan selama hamil

Tidak adanya Lembar


Balik, Poster Penyuluhan Ketidakpedulian ibu akan kehamilannya,

Pemanfaatan ruang
bersalin belum
maksimal Dukungan keluarga terutama
suami selama ibu dalam kondisi
hamil
SARANA DANA LINGKUNGAN
3.3.4. Tingginya Bumil KEK

No Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan masalah Terpilih Ket
Masalah
1 Tingginya Kurangnya pengetahuan ibu akan Memberikan penyuluhan kepada ibu
Memberikan penyuluhan kepada ibu
Bumil KEK kehamilannya mengenai kesehatan ibu hamil
mengenai kesehatan ibu hamil
2 Ibu yang tidak periksa selama Memberikan penyuluhan kepada ibu akan Memberikan penyuluhan kepada ibu akan
hamil pentingnya pemeriksaan selama pentingnya pemeriksaan selama kehamilan
kehamilan
3 Masih minimnya media promosi Bersama dengan petugas promkes Pembuatan poster / laflet bersama promkes
yang ada (misal: poster/laflet) kemembuat poster / laflet tentang
sekolah dan masyarakat Pemanfaatn lahan pekarangan, warung
hidup, pangan lokal
4 Tidak adanya lembar balik, poster 1. Mengajukan permintaan lembar balik, Mengajukan permintaan lembar balik,
penyuluhan poster penyuluhan yang baru ke dinas poster penyuluhan yang baru ke dinas
kesehatan. kesehatan / membuat sendiri bersama
2. Membuat sendiri lembar balik, poster petugas promkes
penyuluhan bersama petugas
promkes.
6 Petugas & Kader tidak Refreshing kader untuk memberi Refreshing kader
memberikan penyuluhan pengetahuan tentang Kesehatan ibu hamil
kesehatan ibu hamil dan resiko tinggi pada kehamilan

7 Pemanfaatan ruang bersalin Memberikan arahan kepada ibu hamil Arahan menuju ruang bersalin (KIA)
belum maksimal untuk memeriksakan Kehamilannya di
ruang persalianan (KIA)
3.3.5 Masih rendahnya kunjungan pojok gizi

METODE
MANUSIA
Petugas & Kader tidak memberikan
Kurangnya pengetahuan pasien rekomendasi untuk dirujuk konsultasi gizi Memberikan Penyuluhan tentang penyakit
akan penyakit yang dideritanya yang di derita dan makanan yang harus
dihindari

Konsultasi gizi
Pasien masih belum memahami tentang
penyakit yang dideritanya dan makanan
yang harus dihindari

Rendahnya kunjungan
Pasien tidak control secara rutin untuk pojok gizi 6.3% dari
memeriksakan kesehatannya target 10% jumlah
kunjungan pol.i
umum
Masih minimnya media promosi yang Pasien tidak mengetahui
ada (misal: poster) ke masyarakat pentingnya konsultasi gizi

Tidak adanya Lembar


Balik, Poster Penyuluhan Ketidakpedulian pasien akan penyakit yang
dideritanya

Pemanfaatan ruang
konsultasi gizi
belum maksimal Dukungan keluarga dan anggota
keluarganya terhadap pasien
untuk menjalankan dietnya
SARANA DANA LINGKUNGAN
3.3.5 Masih rendahnya kunjungan pojok gizi

No Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan masalah Terpilih Ket
Masalah
1 Masih Kurangnya pengetahuan pasien Memberikan penyuluhan kepada pasien
Memberikan penyuluhan kepada pasien
rendahnya akan penyaki yang dideritanya mengenai kesehatan dan penyakit yang
mengenai kesehatan dan penyakit yang
kunjungan pojok dideritanya
dideritanya
gizi
2 Pasien tidak control secara rutin Memberikan penyuluhan kepada pasien Memberikan penyuluhan kepada pasien
untuk memeriksakan untuk rajin mengkontrol dan periksa untuk rajin kontrol
kesehatannya untuk mengetahui perkembangan
penyakit yang dideritanya
3 Masih minimnya media promosi Bersama dengan petugas promkes Pembuatan poster / laflet bersama promkes
yang ada (misal: poster/laflet) kemembuat poster / laflet tentang
sekolah dan masyarakat Pemanfaatn lahan pekarangan, warung
hidup, pangan lokal
4 Tidak adanya lembar balik, poster 1. Mengajukan permintaan lembar balik, Mengajukan permintaan lembar balik,
penyuluhan poster penyuluhan yang baru ke dinas poster penyuluhan yang baru ke dinas
kesehatan. kesehatan / membuat sendiri bersama
2. Membuat sendiri lembar balik, poster petugas promkes
penyuluhan bersama petugas
promkes.
6 Petugas & Kader tidak Refreshing kader untuk memberi Refreshing kader
memberikan rekomendasi untuk pengetahuan tentang penyakit dan
dirujuk konsultasi gizi kesehatan

7 Pemanfaatan ruang konsultasi gizi Memberikan arahan kepada pasien untuk Arahan menuju ruang konsultasi gizi
belum maksimal konsultasi gizi
BAB IV
RENCANA USULAN KEGIATAN ( RUK )
UPT PUSKESMAS KARANGKETUG
TAHUN ANGGARAN 2016

4.1. HASIL SURVEY KEBUTUHAN MASYARAKAT

HASIL REKAPAN SURVEY KEBUTUHAN KEGIATAN PROGRAM GIZI


JAWABAN
JUMLA
NO. PERTANYAAN TIDA KOSON
YA H
K G
1 Apakah menurut ibu program gizi masih diperlukan? 30 0 0 30
2 Apakah ibu melaksanakan pemberian ASI secara Eksklusif? 29 1 0 30
3 Apakah ibu menimbangkan balitanya setiap bulan? 30 0 0 30
4 Apakah suami ibu mendukung untuk menimbangkan balitanya setiap bulan? 30 0 0 30
5 Apakah ibu mempunyai buku KIA? 29 0 1 30
6 Apakah ibu membaca buku KIA? 26 4 0 30
7 Apakah ibu memahami isi buku KIA? 23 7 0 30
8 Apakah ibu membutuhkan vitamin A untuk balitanya? 29 1 0 30
Apakah ibu menjalankan pengetahuan tentang gizi seimbang dalam kehidupan
9 29 1 0 30
sehari-hari di rumah?
10 Apakah saat ini balita ibu tidak mengkonsumsi susu formula? 22 8 0 30
Apakah ibu mengetahui sejak usia berapa balitanya diberi makanan pendamping
11 30 0 0 30
ASI?
12 Apakah 1 bulan terakhir ini balita ibu sehat (tidak sakit)? 26 4 0 30
13 Apakah balita ibu suka makan di rumah? 30 0 0 30
Apakah ibu mengetahui pentingnya menimbang berat badan balitanya setiap
14 30 0 0 30
bulan?
15 Apakah ibu mengetahui arti kepanjangan dari balita BGM? 27 2 1 30
16 Apakah ibu mengetahui arti kepanjangan dari balita gizi buruk? 26 4 0 30
17 Apakah ibu mengetahui arti dari balita Berat Badan Kurang (BBK)? 27 3 0 30
18 Apakah ibu mengetahui arti dari balita Berat Badan Normal (BBN)? 30 0 0 30
19 Apakah ibu mengetahui berapa berat badan (BB) balita ibu pada saat posyandu? 29 0 1 30
Apakah ibu mengetahui berapa tinggi badan (TB) balita ibu pada saat di
20 29 0 1 30
posyandu?
4.2. GANTT CHART RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN/RPK/POA UPAYA PERBAIKAN GIZI UPT PUSKESMAS KARANGKETUG TAHUN
2016

TARGET WAKTU PELAKSANAAN


No. JENIS KEGIATAN SASARAN TENAGA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Bayi dan
1 Posyandu Balita Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
balita, Kader
Balita mulai Maret s/
2 PMT Posyandu balita umur 6-59 Desember Petugas Gizi V V V V V V V V V V
bln 2016
2 Pertemuan Kader Kader Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
Bayi (6 - 11
Distribusi Vitamin A pada Bayi bln), Anak Pebruari dan
3 Petugas Gizi V V
dan Balita Balita (12 - Agustus 2016
59 bln)
Pemantauan distribusi Vitamin A
4 Bufas Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
pada Ibu Nifas
Pemantauan distribusi Fe pada
5 Bumil Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
Ibu Hamil
Monitoring Garam Beriodium Murid SD
6 1 kali / tahun Petugas Gizi V
Anak Sekolah Kelas IV
PMT Pemulihan (MP-ASI) pada
Bayi / Balita
7 Balita Gizi Sangat Kurang dan 90 HMA Petugas Gizi V V V V
KEP
Kurang (BGM dan BGT
Pelacakan / Kunjungan Balita Balita Gizi
8 Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
Gizi Kurang (BBSK dan BBK) Buruk
Penyluhan tentang Gizi di
9 Ibu Balita Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
Posyandu
Tingkat
10 Survei Kadarzi 1 kali / tahun Petugas Gizi V
Keluarga
Pasien yg
11 Konseling ASI berkunjung di Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
puskesmas
Bayi, balita,
12 Konsultasi Gizi lansia, pasien Setiap bulan Petugas Gizi V V V V V V V V V V V V
umum
RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)

KEBUTUHAN SUMBER
INDIKATOR SUMBE
UPAYA SASARA DAYA
NO KEGIATAN TUJUAN TARGET KEBERHASIL R
KESEHATAN N DAN
ALAT TENAGA AN DANA
A
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 Upaya Perbaikan Orientasi kader Memberikan pelatihan 30 orang Pelatihan DAK Modul Pelaksana target,tujuan,sas DAK
Gizi motivator ASI kepada kader untuk menjadi kader 2 hari konselor Gizi, bidan aran tercapai
Eksklusif konselor ibu yang baru ASI & koordinato
melahirkan / ibu yang Konselor r, bidan
mempunyai bayi umur 0-5 kit kelurahan
bln untuk memberikan
ASInya secara Eksklusif
2 Pemberian Meningkatkan status gizi 15 ibu 10% DAU Lila Pelaksana target,tujuan,sas DAU
Makanan pada ibu hamil yang hamil jumlah Ibu bumil Gizi, bidan aran tercapai
Tambahan (PMT) mengalami Kekurangan hamil koordinato
Ibu Hamil KEK Energi Kronis (KEK) r, bidan
kelurahan
3 Pemberian Meningkatkan cakupan D/S Seluruh 100% DAU - Pelaksana target,tujuan,sas DAU
Makanan di posyandu balita Gizi, bidan aran tercapai
Tambahan (PMT) umur 6-59 kelurahan
di Posyandu bulan
4 Pemberian MP- Meningkatkan status gizi 25 balita 100% DAU Timbanga Pelaksana target,tujuan,sas DAU
ASI balita yang BBSK dan BBK BGM n BB dan Gizi, bidan aran tercapai
TB kelurahan
5 Demo masak ibu Meningkatkan pengetahuan 20 ibu 4 DAU Peralatan Pelaksana target,tujuan,sas DAU
hamil tentang makanan ibu hamil hamil kelurahan masak Gizi aran tercapai
BAB V
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN ( RPK )
UPT PUSKESMAS KARANGKETUG
TAHUN ANGGARAN 2016

Rencana Pelayanan Kegiatan (RPK) di UPT Puskesmas Karangketug tahun anggaran 2016 yaitu sebagai berikut:
UPAYA
KESEHATAN SUMBER
NO KEGIATAN SASARAN TARGET VOLUME KEGIATAN RINCIAN PELAKSANAAN LOKASI TENAGA JADWAL BIAYA (Rp)
(LIHAT PMK DANA
75/2014)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
3. UPAYA KESEHATAN PENUNJANG
1 Orientasi kader - Belanja Snack Kader kesehatan 2 hari 30 org x 1 ktk x Pelatihan motivator ASI Ruang Pelaksana Juli 2016 Rp 900,000 DAK
motivator ASI orentasi Kader tentang pelatihan Rp.15.000,- Eksklusif Pertemuan Gizi, BOK
Eksklusif motivator Asi Ekslusif Pusk. Bidan
(30 org x 1 ktk x 2 kl ) koordinat
o & Bidan
kelurahan
- Belanja Snack untuk Model ibu yang 5 org 1 5 org x Rp. 15.000,- Pelatihan motivator ASI Ruang Pelaksana Juli 2016 Rp 75,000 DAK
Model motivator Asi menyusui hari Eksklusif Pertemuan Gizi, BOK
Ekslusif (5 org x 1 Pusk. Bidan
ktk x 1 kl ) koordinat
o & Bidan
kelurahan
- Belanja Snack untuk Petugas 10 kali 4 org x 1 ktk x 2 kl x Pelatihan motivator ASI Ruang Pelaksana Juli 2016 Rp 120,000 DAK
Narasumber Rp.15.000,- Eksklusif Pertemuan Gizi, BOK
motivator Asi Ekslusif Pusk. Bidan
(4 org x 1 ktk x 2 kl ) koordinat
o & Bidan
kelurahan
- Belanja Makan Kader 30 30 org x 1 ktk x 2 kl x Pelatihan motivator ASI Ruang Pelaksana Juli 2016 Rp 1.500.00,- DAK
orentasi Kader tentang orang Rp 25.000,- Eksklusif Pertemuan Gizi, BOK
motivator Asi Ekslusif Pusk. Bidan
(30 org x 1 ktk x 2 kl ) koordinat
o & Bidan
kelurahan
- Belanja Makan Model ibu yang 5 org 5 org x 1 ktk x 1 kl x Rp Pelatihan motivator ASI Ruang Pelaksana Juli 2016 Rp 125.000,- DAK
untuk Model menyusui 25.000,- Eksklusif Pertemuan Gizi, BOK
motivator Asi Ekslusif Pusk. Bidan
(5 org x 1 ktk x 1 kl ) koordinat
o & Bidan
kelurahan
2 Pemberian - Belanja PMT Bumil Ibu hamil KEK 15 org 15 org x 90 HMI x Rp PMT BUMIL KEK Ruang Pelaksana April, RP 5.400.000,- DAU
Makanan KEK (15 ORG X 4.000,- KIA Pusk. Gizi, Mei, Juni
90 HMI) Bidan 2016
Tambahan koordinat
(PMT) Ibu Hamil o & Bidan
KEK kelurahan

- Belanja peralatan Bumil Alat Rp 1.000.000,- Peralatan dapur Ruang Pelaksana Maret Rp 1.000.000,- DAU
dapur dapur Gizi Gizi 2016

- Fotocopy materi demo Bumil 20 org 4 kel x Rp 20.000,- Foto copy Kelurahan Pelaksana September Rp 80.000,- DAU
masak untuk ibu Gizi 2016
hamil (20 org x 4
kelurahan x 5
lembar x 1 kali)

- Belanja bahan demo Bumil 20 org 4 kel x Rp 200.00,- Bahan Demo Masak Kelurahan Pelaksana September Rp 800.000,- DAU
masak Gizi 2016

3 Pemberian - Belanja persediaan Balita 1881 org 1881 x 10 bln x Rp Bahan Makanan Pokok / Puskesmas Pelaksana Maret s/d Rp 56.430.000,- DAU
Makanan makana pokok 3.000,- Sembako Gizi Desember
PMT Balita di 2016
Tambahan posyandu (1881 x
(PMT) di 10 bln)
Posyandu
4 Pemberian MP- - Belanja MP-ASI Balita BBSK dan 25 org 25 org x 90 HMA X Rp MP-ASI Biskuit Puskesmas Pelaksana April 2016 Rp 9.000.000,- DAU
ASI Biskuit BBK 4.000,- Gizi
BAB VI
PENUTUP

6.1 KESIMPULAN

Program Gizi Masyarakat memegang peranan penting dalam meningkatkan Status Gizi

Masyarakat dan mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif dan

mandiri merupakan dasar pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga

memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. Oleh karena itu

Program Gizi Masyarakat harus dilaksanakan dengan maksimal. Untuk mencapai tujuan

tersebut diperlukan dukungan berbagai pihak terutama koordinasi lintas program (KIA) dan

melibatkan Pembina Kelurahan serta koordinasi lintas sektor dan masyarakat luas.

Pengetahuan dan ketrampilan petugas dalam memberikan pelayanan juga harus ditingkatkan.

Pembahasan pada bab-bab terdahulu memberikan gambaran tentang Hasil Kegiatan Pelayanan

Program Gizi Masyarakat Tahun 2015 serta Rencana Kegiatan Program Program Gizi

Masyarakat Tahun 2016 sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan Program Gizi

Masyarakat di Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan Tahun 2016.

6.2 Saran

Peran serta pihak dinas kesehatan sebagai fihak yang menyediakan sarana dan

prasarana, sosialisasi sistem BPJS, serta penyuluhan tentang pelayanan perbaikan gizi di

masyarakat perlu ditingkatkan dalam meningkatkan keberhasilan Program Perbaikan Gizi di

Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan Tahun 2016.