Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Squamous cell carcinoma (SCC) adalah Sebuah tumor ganas yang timbul
dari keratinosit epidermis. SCC adalah bentuk kanker kulit paling umum kedua.
Sebagian besar kasus SCC kulit disebabkan oleh sinar ultra violet (UV). Kronis,
faktor resiko utama adalah paparan sinar matahari yang lama pada daerah
terbuka seperti wajah, kulit kepala, leher, dan punggung tangan.1.2
SCC sangat terkait dengan usia lanjut, dan peningkatan tajam dalam
insiden terlihat setelah usia 40 tahun. kanker sel skuamosa dua kali lebih tinggi
pada laki-laki disbanding wanita.3
Factor predisposisi dari SCC adalah lesi precursor, paparan radiasi sinar
UV, paparan radiasi pengion, imunosupresi, bekas luka, luka bakar atau paparan
panas jangka panjang, infeksi human papiloma virus, genodermatoses.3
Perhatikan bahwa SCC selalu asimtomatik. Potensi karsinogen sering
dapat dideteksi hanya setelah interogasi rinci pasien. Kanker kulit ini sering
berkembang pada kulit yang telah terpapar matahari selama bertahun-tahun.
Wajah, telinga, bibir, punggung tangan, lengan, dan kaki adalah tempat-tempat
umum untuk karsinoma sel skuamosa (SCC) untuk membentuk. Tanda-tanda
meliputi: 4
a. Sebuah benjolan atau benjolan pada kulit yang teraba kasar.
b. Benjolan tumbuh mungkin menjadi berbentuk kubah atau kerak dan dapat
berdarah.
c. Sakit yang tidak sembuh-sembuh, atau sembuh dan kambuh kembali.
d. Flat, kemerahan, bersisik patch yang tumbuh lambat (penyakit Bowen).
e. Dalam kasus yang jarang terjadi, SCC dimulai di bawah kuku, yang dapat
tumbuh dan merusak kuku.
Beberapa SCC dimulai pada pertumbuhan pra-kanker disebut actinic
keratosis atau AK. Pada orang dewasa diatas 40 tahun, diyakini bahwa sekitar
40% 60% dari SCC dimulai pada AK.

I.2 Tujuan

1
Bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca umumnya dan penulis
khususnya mengenai Karsinoma Sel Skuamosa.

I.3 Manfaat
a. Bagi penulis
Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mempelajari,
mengidentifikasi, dan menegakkan diagnostik mengenai Karsinoma Sel
Skuamosa.
b. Bagi institute pendidikan
Dapat dijadikan sumber referensi atau bahan perbandingan bagi kegiatan,
khususnya yang berkaitan dengan Karsinoma Sel Skuamosa.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi
Karsinoma sel skuamosa merupakan tumor keratinosit yang dapat
mengenai kulit dan membrane mukosa dengan tingkat keganasan yang
bervariasi, dapat bermetastasis, dan berkembang dari ulkus atau radang kronik,

2
prakanker, atau rangsangan karsinogen tertentu. Sering kali tumor ini terlihat
pada orang tua berkulit terang. (Sri Linuwih SW Menaldi, 2016)
Karsinoma sel skuamosa merupakan salah satu jenis kanker yang berasal
dari lapisan tengah epidermis. Jenis kanker ini menyusup ke jaringan di bawah
kulit (dermis). Kulit yang terkena tampak coklat-kemerahan dan bersisik atau
berkerompeng dan mendatar, kadang menyerupai bercak pada psoriasis,
dermatitis atau infeksi jamur (Price Sylvia,2005)
Karsinoma sel skuamosa dapat tumbuh dalam setiap epitel berlapis
skuamosa atau mukosa yang mengalami metaplasia skuamosa. Jadi
bentuk kanker ini dapat terjadi misalnya di lidah, bibir, esofagus, serviks,
vulva,vagina, bronkus atau kandung kencing. Pada permukaan mukosa mulut
mulutatau vulva, leukoplakia merupakan predisposisi yang penting. Tetapi
kebanyakan karsinoma sel skuamosa tumbuh di kulit (90-95%) (Price Sylvia,
2005)
Dikenal 2 bentuk yaitu bentuk intraepidermal (non-invasif) merupakan
karsinoma yang tidak lengkap, bentuk invasif sebagai tumor ganas lengkap.
Karakteristik keganasan berdasarkan terjadinya aplasia, pertumbuhan yang
cepat, invasi ke jaringan setempat, dan kemampuan untuk mengadakan
metastasis. Pertumbuhan sel skuamosa lebih cepat dan lebih sering mengadakan
metastasis, dibandingkan karsinoma sel basal. Secara histogenesis, berasal dari
sel prickle epidermis atau keratinosit epidermal.
KSS bersifat invasive secara lokal dan kemungkinan terjadi metastasis ke
kelenjar limfe regional dan tempat yang jauh (terutama lesi-lesi pada bibir,
mulut dan daerah genital). Radiasi UV penting cara etiologis, tapi faktor-faktor
lsin jug memegang peranan : merokok pada kasus kanker di bibir dan mulut :
virus kutil pada lesi lesi genital.
Sinonim :
Karsinoma epidermoid, karsinoma sel prickle, epitelioma spinoselular,
spinolioma, karsinoma spinoselular

3
Gambar 1. Karsinoma Sel Skuamosa

2.2 Epidemiologi
Karsinoma Sel Skuamosa adalah tumor ganas kulit ke dua yang paling
sering djumpai pada orang kulit putih yang tinggal di daerah banyak sinar
matahari (tropik),jarang pada orang kulit berwarna. Insiden tertinggi pada usia
50-70 tahun. Frekuensi pada pria lebih banyak dari pada wanita dengan
perbandingan 2 : 1. Karsinoma sel skuamosa merupakan salah satu dari 10 jenis
kanker yang paling sering terjadi di seluruh dunia, dengan insidensi pada pria
5% dan wanita 2%. Karsinoma sel skuamosa pada rongga mulut pada
umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun. Di Amerika Serikat prevalensi
kanker mencapai 34.000 kasus baru per tahun (Sri Linuwih SW Menaldi, 2016).
2.3 Etiologi
Penyebab yang pasti tidak diketahui. Dapat timbul dari kulit yang normal
(denovo), tetapi biasan yang timbul dari suatu kelainan yang sudah ada
sebelumnya seperti keratosis aktinik, penyakit bowen, leukoplakia, peradangan
atau ulkus kr onis, jaringan parut, dan penyakit genetic tertentu( Xeroderma
pigmentosum).
Banyak faktor yang diduga berperan dalam timbulnya KSS. Pada orang
kulit putih diduga bahwa rangsangan sinar ultraviolet merupakan faktor yang
penting. Dapat pula terjadi karena rangsangan karsinogen kimia seperti coaltar,

4
hidrokarbon polisiklik, arsen. Pada orang kulit berwarna didaerah tropic, faktor
predisposisi yang penting adalah trauma, ulkus kronik dan jaringan parut
Penyebab lain dari karsinoma sel skuamosa adalah menelan arsenic,
iradiasi dengan sinar-x, luka bakar, jaringan parut dan kerentangan genetic.
Pasien yang pernah menjalani pengobatan akne atau hemgioma dengan
radioterapi beberapa tahun sebelumnya dapat mengalami kanker sel basal dan
kanker sel skuamosa :
1. Sinar matahari (2900- 3000) masih merupakan faktor yang paling
menonjol sebagai penyebab karsinoma sel skuamosa. Pada daerah-daerah
terpapar lebih banyak ditemukan kasus keganasan ini
2. Ras/ herediter. Pada kulit berwarna ditemukan lebih banyak pada daerah
tertutup dari pada terbuka. Orang kulit putih lebih banyak dari pada orang
kulit berwarna
3. Faktor genetic yang paling menonjol tampak pada xeroderma pigmentosum
(X.P). Pada X.P ditemukan defek pembentukan DNA oleh karena pengaruh
sinar ultraviolet
4. Arsen inorganic yang terdapat dalam alam (air sumur), maupun yang
dipakai sebagai obat. Keganasan umumnya timbul dibagian badan
5. Radiasi (sinar-X atau gamma)
6. Faktor hidrokarbon (tar, minyak mineral, paraffin likuidum dll)
7. Sikatriks, keloid, ulkus kronik, fistula (osteomilitis)

2.4 Histopatologi
Menunjukan gambaran :
Sel-sel ganas epithelial yang atipik dan mengadakan infiltrasi ke dalam
lapisan dermis
Sel-sel mitotic
Hilangnya jembatan intraselular
Bagian yang tersusun konsentrik dikelilingi sel epitel gepeng, dikenal
sebagai mutiara tanduk (horn pearl)

Menurut WHO, secara histopatologi terdapat 2 jenis variasi karsinoma sel


skuamosa yaitu :

5
Jenis adenoid
Gambaran struktur mirip kelenjar dan dapat ditemukan adanya akantolisis
pada bagian kelenjar.
Jenis sel spindel
Merupakan jenis yang jarang dijumpai, dimana sel ganas berbentuk spindel
(kumparan).

Tingkatan keganasan Histopatologi


Berdasarkan perbandingan sel-sel yang berdiferensiasi baik dan atipik,
broders mengemukakan tingkat keganasan histopatologi KSS dalam 4 tingkat
sebagai berikut :
Tingkat I : yang berdiferensiasi lebih dari 75%
Tingkat II : yang berdiferensiasi baik antara 50-75%
Tingkat III : yang berdiferensiasi baik anatara 25-50%
Tingkat IV : yang berdiferensiasi kurang dari 25%
Beberapa ahli patologi membagi tingkat keganasan tersebut dalam ukuran
semikuantitatif yaitu deferensiasi baik, sedang dan buruk

2.5 Patofisiologi dan Patogenesis


Kasinoma sel skuamosa berasal dari sel epidermis yang mempunyai
beberapa tingkat kematangan, dapat intraepidermal, dapat pula bersifat invasive
dan bermetastasis jauh.
Karsinoma sel skuamosa adalah kanker sel-sel epidermis yang dapat
menyebar secara horizontal di kulit atau secara vertical ke dalam dermis.
Penyebaran dapat agresif atau lambat. Karsinoma sel skuamosa dapat
bermetastasis ke bagian lain tubuh. Karsinoma sel skumosa paling sering timbul
pada lansia dan trejadi akibat pajanan. Tumor ini sering timbul di daerah-daerah

6
kulit memeperlihatkan lesi lesi prakanker misalnya keratosis (pertumbuhan
bersisik, dermatitis aktinik, atau didaerah kulit yang pernah berubah warnanya
dan bekas jaringan parut misalnya jaringan parut luka bakar. Penggunaan obat
penekanan imun (imunosupresif) memicu timbulnya tumor ini pada pasien
transplant karena sensitivitas akibat obat terhadap radiasi UVA dan UVB.
Orang yang tinggal didaerah dengan iklim tropis seperti Australia (Negara
dengan insiden kasus terbesar) beresiko tinggi menderita karsinoma sel
skuamosa.

2.6 Gambaran Klinik


Karsinoma sel skuamosa yang belum menginvasi menembus membran
basal taut dermoepidermis (karsinoma in situ) tampak sebagai plak merah,
berskuama, dan berbatas tegas. Lesi tahap lanjut yang tampak nodular dan
memperlihatkan produksi keratin dalam jumlah bervariasi yang secara klinis
tampak sebagai hyperkeratosis dan mungkin mengalami ulserasi. Lokasi tumor
tergantung penyebabnya. Bila penyebebnya sinar matahari, lokasi tersering
adalah daerah terpajan sinar, misalnya wajah dan lengan bawah. Karsinogen zat
kimia pada penyapu ceobong asap menyebabkan tumor pada skrotum, lokasi
karsinoma sel skuamosa di tungkai, disebabkan sering terjadi luka dan jaringan
parut dari trauma kronik.Umur yang paling sering ialah 40-50 tahun (dekade V-
VI) dengan lokalisasi yang tersering ditungkai bawah dan secara umum
ditemukan lebih banyak pada laki-laki dari pada wanita.
Tumor ini dapat tumbuh lambat, merusak jaringan setempat dengan kecil
kemungkinan bermetastasis. Sebaliknya tumor ini dapat pula tumbuh cepat,
merusak jaringan disekitarnya dan bermetastasis jauh, umumnya melalui
saluran getah bening.
Secara histopatologik ditemukan :
1. Bentuk intraepidermal
Bentuk intraepidermal ditemukan pada : keratosis solaris, kornu
kutanea, keratosis arsenical, penyakit bowen, entroplasia (queyrat),
epiteloma jadassohn. Penyakit ini dapat menetap dalam jangka waktu

7
lama ataupun menembus lapisan basal sampai ke dermis dan selanjutnya
bermetastasis melalui saluran getah bening.
2. Bentuk invasif
Bentuk ini terdiri dari :
a. Bentuk intraepidermal
b. Bentuk prakanker
c. De novo (kulit normal)
Mula-mula ini berupa nodus yang keras dengan batas-batas yang
tidak tegas, permukaannya mula-mula licin seperti kulit normal yang
akhirnya berkembang menjadi verukosa atau menjadi papiloma. Pada
keadaan ini biasanya tampak skuamasi yang menonjol .
Pada perkembangan lebih lanjut tumor ini biasanya menjadi keras,
bertambah besar ke samping maupun kearah jaringan yang lebih dalam.
Invasi ke arah jaringan lunak maupun otot serta tulang akan memberikan
perabaan yang sulit digerakan dari jaringan disekitarnya.
Ulserasi dapat terjadi umumnya mulai ditengah dan dapat timbul
pada waktu berukuran 1-2 cm. ulserasi tersebut didikuti pembentukan
krusta dengan pinggir yang keras dan mudah berdarah. Bentuk papiloma
eksofitik jarang ditemukan.
Urutan kecepatan invasive dan metastas tumor sebagai berikut :
Tumor yang tumbuh diatas kulit normal (de novo) : 30%
Tumor didahului oleh pranker (radio dermatitis, sikarik, ulkus,
sinud fistula) : 25%
Penyakit Bowen, eriyoplasia Queyrat: 20%
Keratosis solaris : 2%
Tumor yang terletak didaerah bibir, vulva, penis lebih epat
mengadakan invasi dan bermetastasis dibandingkan dengan daerah
lainya. Metastasis umumnya melalui saluran getah bening, dengan
perkiraan sekitar 0.1-50% semua kasus. Perbedaan metastasis
bergantung pada diagnosis dini, cara pengobatan dam pengawasan terapi.
Predileksi terjadi pada daerah kulit yang terpapar sinar matahari dan
membrane mukosa, namun dapat pula terjadi pada setiap bagian tubuh.

8
Pada orang kulit putih lebih sering dijumpai pada daerah muka dan
ekstrimitas sedangkan pada orang kulit berwarna gelap didaerah tropic
lebih banyak pada ekstrimitas bawah, badan, dan dapat pula dijumpai
pada bibir bawah serta punggung tangan
Gambaran klinis KSS bervariasi :
Nodul berwarna seperti kulit normal, permukaanya halus tanpa
krusta atau ulkus dengan tepi yang berbatas kurang jelas
Nodul kemerahan dengan permukaan yang papilomatosa atau
verukosa, menyerupai bunga kol
Ulkus dengan krusta pada permukaan, tepi meninggi, berwarna
kuning kemerahan. Dalam perjalanan penyakitnya, lesi akan meluas
dan mengadakan metastasis ke kelanjar limfe regional atau organ-
organ dalam
KSS yang timbul dari kulit normal (denovo) lebih sering
mengadakan metastasis dibandingkan lesi yang timbul dari
keratosis aktinik

Gambar 2. Karsinoma Sel Skuamosa yang bermetastase

2.7 Diagnosis
a. Anamnesis
Perhatikan bahwa SCC selalu asimtomatik. Potensi karsinogen
sering dapat dideteksi hanya setelah interogasi rinci pasien. Kanker kulit
ini sering berkembang pada kulit yang telah terpapar matahari selama
bertahun-tahun. Wajah, telinga, bibir, punggung tangan, lengan, dan kaki

9
adalah tempat-tempat umum untuk karsinoma sel skuamosa (SCC) untuk
membentuk. Tanda-tanda meliputi: 4
Sebuah benjolan atau benjolan pada kulit yang teraba kasar.
Benjolan tumbuh mungkin menjadi berbentuk kubah atau kerak dan
dapat berdarah.
Sakit yang tidak sembuh-sembuh, atau sembuh dan kambuh
kembali.
Flat, kemerahan, bersisik patch yang tumbuh lambat (penyakit
Bowen).
Dalam kasus yang jarang terjadi, SCC dimulai di bawah kuku, yang
dapat tumbuh dan merusak kuku.

b. Pemeriksaan Fisis
Gambaran klinis yang paling umum adalah nodul berkembang pesat
yang segera mengembangkan ulkus sentral dan mengangkat perbatasan
indurated dengan beberapa kemerahan di sekitarnya.5

Gambar 3. Gambaran Skuamosa Sel Karsinoma

SCC Sangat berbeda, secara praktis selalu menunjukkan tanda-


tanda keratinisasi baik di dalam atau di permukaan (hiperkeratosis) tumor.
Berbatas tidak tegas dan keras pada palpasi. Diferensiasi buruk pada SCC

10
tidak menunjukkan tanda-tanda keratinisasi dan klinis muncul berdaging,
granulomatous, dan lembut pada palpasi.6
Lesi pada SCC dapat berupa indurasi, plak, atau nodul. skala tebal
keratotik atau hiperkeratosis dan ketika terkikis atau ulserasi, lesi
mungkin memiliki kerak di tengah, hiperkeratosis, tepi tinggi. Bisa
terdapat bahan tanduk dari tepi atau pusat lesi. Warna kulit kekuningan,
eritem, dan keras.6

Gambar 4. Skuamosa Sel Karsinoma

c. Pemeriksaan Penunjang
1. Hystologi
Keratinosit menunjukan adanya keratin penuh kawah simetris,
dengan epidermis di setiap sisi lebih luas untuk membentuk bibir yang
berbeda.3
Broders Grading histologis SCC didasarkan pada derajat diferensiasi
selular :3

Gambar 5. Broders Grading For Squamos Cell Carcinoma

11
Resiko tinggi Squamous cell carcinoma: 3
Diameter > 2 cm
Kedalaman > 4 mm dan clark level IV atau V
Tumor melibatkan tulang, otot dan saraf
Lokasi pada telinga dan bibir
Muncul scar pada tumor
Broders grade 3 atau 4
Pasien immunosupresi
Adanya infiltrate sel radang

2. Pemeriksaan sinar-x toraks, hitung sel darah yang lengkap, tes faal
hepar dan pemeriksaan CT scan atau radionukleida biasanya diminta
dokter kalau terdapat kecurigaan ke arah kelainan metastatic.

2.8 Penatalaksanaan
Kebanyakan karsinoma sel skuamosa dapat dihilangkan seutunya dengan
bedah minor atau kadang-kadang pengobatan terapi. Tipe pengobatan sel
skuamosa bisanya tergantung ukuran, lokasi dan keagresifan tumor.
Penatalaksanaan Medis :
Pembekuan (cryosurgery). Membekukan sel kanker dengan niotrogen
efektif untuk karsinoma sel basal yang kecil, tetapi tidak
direkomenkasikan untuk tumor yang lebih besar atau yang ada di hidung
atau kelopak mata
Eksisi sederhana. Dalam prosedur ini, dokter memotong jaringan kanker
dengan kulit sekat yang membatasinya. Pada beberapa kasus, dokter
menyarankan eksisi luas yaitu memotong tambahan kulit normal
disekitar. Untuk meninimalisasikan terutama diwajah, konsultasikan ke
dokter yang memiliki keahlian dalam rekonstruksi kulit
Laser therapy. Biasanya menyebabkan sedikit kerusakan pada jaringan
sekitar dan mereduksi risiko perdarahan, bengkak, pembentukan scar .
biasanya digunakan untuk karsinoma superficial di bibir.
Bedah Mohs. Bedah mohs merupakan cara pengobatan karsinoma sel
skuamosa yang paling efektif, terutama untuk karsinoma yang lebih besar

12
dari 3 cm, kambuh, atau berlokasi di wajah, membrane mukosa dan area
genital. Dokter membuang tumor lapisan per lapisan, memeriksa setiap
lapisan di bawah mikroskop hingga tidak ada sel abnormal yang
tertinggal. Hal ini memungkinkan pembuangan tumor tanpa mengambil
jaringan kulit sehat disekitarnya secara berlebihan. Karena hal ini
membutuhkan seorang ahli, bedah Mohs hanya boleh dilakukan dokter
yang telah terlatih denga prosedur ini. Indikasi Mohs Micrographic
surgery :3
Infiltrative squamous sel carcinoma
Klinis yang buruk
Pasien immunosupresi
Lokasi pada bibir, telinga, kuku, genitalia, dan kelopak mata
Melibatkan tulang, otot dan saraf
Terapi radisasi, ini dapat menjadi pilihan untuk merawat kanker yang
besaran seperti di kelopak mata , bibit, dan telinga yang merupakan area
yang sulit untuk diterapi secara bedah atau untuk tumor yang terlalu
dalam untuk dipotong
Kemoterapi. Untuk kanker yang sangat superficial, krim, atau lotion yang
mengandung agen antikanker dapat diaplikasikan secara langsung ke
kulit. Beberapa obat ini dapat menyebabkan inflamasi dan pembentukan
parut yang parah
Terapi Topical. Topikal 5-fluorouracil dan imiquimod telah digunakan
pada pasien dengan SCC dalam praktek in situ bervariasi, tetapi sebagian
besar regimen baik digunakan sekali atau dua kali sehari selama 2-4
minggu (5-fluorouracil) atau 3-5 kali per minggu untuk 2 4 month
(imiquimod). Terapi topikal tidak sesuai untuk penyakit invasif karena
akan ada penetrasi minimal obat ke dalam dermis.3
Proteksi sinar matahari
Penggunaan sunscreen, pakai topi, pakai baju pelindung dan menghindari
sinar matahari selama jam intensitas puncak.
2.9 Pencegahan
Kebanyakan karsinoma sel skuamosa dapat dicegah. Cara pencegahannya
antara lain

13
Hindari sinar matahari pada tengah hari. Sinar matahari terkkuat adalah
antara pukul 10.00-16.00 ingat bahwa sianr matahari lebih kuat jika
dipantulkan oleh air, pasir dan salju
Menggunakan sunscreen. Sunscreen tidak memfilter semua radiasi sinar
UV yang berbahaya. Gunakan sunscreen spectrum luas dengan SPF
minimal 15. Gunakan sekitar 1 oz (29,5 mm), lindungi semua permukaan
tubuh, termasuk bibir, telinga, punggung tangan dan leher. Gunakan
sunscreen 20-30 menit sebelum pajanan sinar matahari dan gunakan
kembali setiap 2 jam dan setelah berenang atau latihan fisik. UV A
mempenetrasi kulit lebih kuat dibandingkan UVB dan berperan dalam
penuaan serta peningkatan risiko kanker
Gunakan pakaian pelindung. Karena sunscreen tidak menyediakan
proteksi lengkap, penting untuk menggunakan pakaian yang ditenun
secara rapat untuk menutupi tangan dan kaki, serta topi dengan pinggiran
luas daripada topi baseball atau peci. Jangan lupa menggunakan kacamata
hitam
Hindari tanning beds. Tanning secara indoor dapat lebih berbahaya dari
pada sinar matahari alami. Tanning beds mengemisikan sninar UVA yang
mempenetrasi kulit lebih dalam dan menyebabkan lesi kanker. Penelitian
menemukan peningkatan tidak wajar kanker kulit diantara orang-orang
yang menggunakan tanning beds. Jika tetap ingin mendapatkan warna
kulit seperti terjemur matahari, gunakan tanning lotion atau spray
Hati-hati terhadap obat yang menggunakan sensitisasi terhadap sinar
matahari. Obat-obat tertentu, ibuprofen, obat jerawat isotretionin
Lakukan pemeriksaan kulit secara teratur
Konsumsi vitamin D yang cukup. Vitamin ini membentuk menurunkan
risiko kanker tertentu
Makan 4 sehat 5 sempurna, terutama buah dan sayur. Vitamin C, E, dan
karotenosis menurunkan risiko kanker.

2.10 Diagnosa Banding


- Keratoakantoma

14
- Ulkus atau granuloma kronik
- Melanoma yang amelanotik
- Karsinoma Sel Basal

2.11 Komplikasi
1. Invasi lokal dan kerusakan jaringan dapat terjadi pada semua jenis kanker
kuit
2. Dapat terjadi metastasis ke kelanjar limfe regional dan ke seluruh tubuh
terutama melanoma maligna. Karsinoma sel basal sangat kecil untuk
bermetastase sedangkan karsinoma sel skuamosa berpotensi sedang
3. Kecacatan karena pembedahan terutama bila kanker kulit tersebut
kambuh ada wajah yang membutuhkan reseksi ulang, atau jika eksisi luas
dibutuhkan seperti halnya ada melanoma. Selain itu juga dapat terjadi
metastase penyakit ke otak biasanya fatal kecuali bila reseksi pembedahan
masih mungkin di lakukan.
4. Serta dapat menimbulkan metastase tulang dan dapat menimbulkan nyeri
berat dan mengarah pada fraktur dan kompresi medulla spinalis.

2.12 Prognosis
Prognosis kelangsungan hidup jangka panjang (5 tahun) dianggap jelek
kalau tebal lesi melebihi 4 mm. metastasis pada melanoma cenderung terjadi
pada tulang, hepar, paru-paru, lien, sistem saraf pusat dan kelenjar limfe.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Karsinoma sel karsinoma merupakan salah satu jenis kanker yang berasal
dari lapisan tengah epidermis. Jenis kanker ini menyusup ke jaringan dibawah
kulit (dermis). Penyebab pasti belum diketahui dengan jelas, tetapi terdapat

15
beberapa faktor risiko yang terkait dengan perkembangan karsinoma sel
karsinoma.

Karsinoma sel skuamosa invasif secara klinik ditandai lesi yang ulseratif
dan induratif. Beberapa kasus karsinoma sel skuamosa terjadi de novo (yaitu
dengan tidak adanya lesi precursor). Namun beberapa karsinoma sel skuamosa
berasal dari paparan sinar matahari. Penatalaksanaan lanjut dilakukan tindakan
pembedahan, kemoterapi dan radiasi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Quinn AG, Perkins W. Non-melanoma Skin Cancer and Other Epidermal


Skin Tumor : Squamous Cell Carcinoma In: Rooks textbook of
dermatology. 8th ed. United kingdom. Willey-blacqkwell; 2010. p. 52.24

16
2. William DJ, Timothy GB, Dirk ME. Epidermal Nevi, Neoplasma, and
Cysts. In: Sue Hodgson/Karen Bowler, editors. Andrews Disease of the
skin: Clinical Dermatology. 10th ed. Canada: Saunders Elsevier; 2006. p.
652-653
3. Grossman Douglas, Leffell J.David. Squamous Cell Carcinoma in:
Fitzpatricks dermatology in general medicine. 8th ed. United state of
America. McGraw-Hill; 2012. P. 1821-1832
4. American Academy of Dermatology. Squamous Cell Carcinoma: Sign and
Symptoms. [online]. 2010. [cited 2014 september 17] Available from
URL : http://www.aad.org/dermatology-a-to-z/diseases-and-
treatments/q---t/squamous-cell-carcinoma/signs-symptoms
5. Hall John C. Tumors of The Skin : Squamous Cell Carcinoma In: Sauers
Manual of Skin Diseases, 9th ed. Kansas City. Missouri; 2006. P. 284
6. Wolff Klaus, Johnson Richard Allen. Precancerous Lesion and Cutaneous
Carcinomas. In. Fitzpatricks Color Atlas and Synopsis of Clinical
Dermatology. 5th ed. United kingdom. Willey-blacqkwell; 2007.

17

Anda mungkin juga menyukai