Anda di halaman 1dari 2

1.

Definisi Keperawatan Kritis


Keperawatan kritis adalah suatu bidang yang memerlukan perawatan pasien yang bekualitas
tinggi dan komprehensif. (A Laura& Mary,1997).
Keperawatan kritis adalah perawatan yang khusus menangani pasien dengan masalah yang
mengancam nyawa .Seorang perawat kritis merupakan perawat profesional berlisensi yang
bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua pasien sakit kritis dan keluarga mereka
menerima perawatan yang optimal.
Dapat disimpulkan bahwa keperawatan kritis adalah bidang ilmu yang menangani pasien
dengan masalah yang mengancam nyawa.

2. Kriteria pasien yang dirawat di ICU


a Pasien prioritas 1 (satu)
Kelompok ini merupakan pasien sakit kritis, tidak stabil yang memerlukan terapiintensif
dan tertitrasi, seperti: dukungan/bantuan ventilasi dan alat bantu suportiforgan/sistem yang
lain, infus obat-obat vasoaktif kontinyu, obat anti aritmiakontinyu, pengobatan kontinyu
tertitrasi, dan lain-lainnya. Contoh pasienkelompok ini antara lain, pasca bedah
kardiotorasik, pasien sepsis berat,gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit yang
mengancam nyawa.Institusi setempat dapat membuat kriteria spesifik untuk masuk ICU,
sepertiderajat hipoksemia, hipotensi dibawah tekanan darah tertentu. Terapi padapasien
prioritas 1 (satu) umumnya tidak mempunyai batas.
b Pasien prioritas 2 (dua)
Pasien ini memerlukan pelayanan pemantauan canggih di ICU, sebab sangatberisiko bila
tidak mendapatkan terapi intensif segera, misalnya pemantauanintensif menggunakan
pulmonary arterial catheter. Contoh pasien seperti iniantara lain mereka yang menderita
penyakit dasar jantung-paru, gagal ginjal akutdan berat atau yang telah mengalami
pembedahan major. Terapi pada pasienprioritas 2 tidak mempunyai batas, karena kondisi
mediknya senantiasa berubah.
c Pasien prioritas 3 (tiga)
Pasien golongan ini adalah pasien sakit kritis, yang tidak stabil status
kesehatansebelumnya, penyakit yang mendasarinya, atau penyakit akutnya, secarasendirian
atau kombinasi. Kemungkinan sembuh dan/atau manfaat terapi di ICUpada golongan ini
sangat kecil. Contoh pasien ini antara lain pasien dengankeganasan metastatik disertai
penyulit infeksi, pericardial tamponade, sumbatanjalan napas, atau pasien penyakit jantung,
penyakit paru terminal disertaikomplikasi penyakit akut berat. Pengelolaan pada pasien
golongan ini hanyauntuk mengatasi kegawatan akutnya saja, dan usaha terapi mungkin
tidaksampai melakukan intubasi atau resusitasi jantung paru.

Kriteria pasien yang masuk atau dirawat diruang ICU dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Pasien yang kritis yang kondisinya mengancam nyawa dan memerlukan terapi intensif
dan titrasi, seperti pasien yang telah melakukan OP kardiotoraks yang memerlukan
bantuan ventilasi untuk memulihkan kondisinya.
b. Pasien yang memerlukan pantaun alat alat canggih karena perubahan yang terjadi akan
mengakibatkan keburukan kondisi pasien. Misalnya pemantauan paru dan jantung
c. Pasien sakit kritis yang satutus kesehatanya tidak stabil yang dikarenakan sskit yang
kronis dan komplikasi, misalnya pasien dengan metastatika disertai dengan infeksi kulit

DAFTAR PUSTAKA

A Laura& Mary . 1997. PengkajianKeperawatanKritisEdisi: 2. Jakarta: EGC

Depkes RI. 2006. Standar Pelayanan Keperawatan Di ICU. Direktorat


Keperawatan Dan Keteknisan Medik, Direktorat Jenderal Pelayanan
Medik, Departemen Kesehatan RI.