Anda di halaman 1dari 13

PENTINGNYA DAN TUJUAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA


Posted on January 7, 2013 by tiarawahyu13
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA

PENTINGNYA DAN TUJUAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

(Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Sumber Daya)

Dosen Pengampu : Satriyo Wibowo, S.Pd

Disusun Oleh:

Caecara Sekar Murwidarsih 10416244023

Tiara Wahyu Rahmawati 10416244017

Wahyu Utami 10416244024

Iswari Mahardika 10416244021

Riyanti Yuningsih 10416244044

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL-B

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Sumber daya manusia sendiri adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang
berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial
maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi
membahas sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi
atau kemampuannya. Potensi manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek kuantitas dan
kualitas (M.M. Papayungan, 1995: 110).

Potensi manusia yang nantinya ditunjukkan dalam aspek yang salah satunya adalah
kualitas, hanya dapat dicapai dengan adanya pengembangan sumber daya manusia. Hal
tersebut diperlukan karena sumber daya manusia merupakan factor yang paling
mempengaruhi kehidupan. Kemampuan manusia untuk mempengaruhi alamnya
menunjukkan bahwa posisi SDM sangat sentral adanya.
Oleh karena itu, sumber daya manusia yang ada hendaklah dikembangkan sedemikian
rupa guna mencapai kesejahteraan. Pengembangan SDM ini amat diperlukan karena
memiliki aspek yang penting bagi peningkatan produktivitas SDM dan juga memiliki
tujuan-tujuan terntentu yang pastinya harus dicapai demi kemajuan pembangunan suatu
bangsa.

Makalah ini akan menunjukkan seperti apa pentingnya dan tujuan dari pengembangan
sumber daya manusia, agar sumber daya manusia yang ada terutama di Indonesia tidak
berjalan ditempat akan tetapi mengalami kemajuan dalam pembangunan.

1. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari pengembangan sumber daya manusia?
2. Seperti apakah pentingnya pengembangan sumber daya manusia?
3. Apa saja tujuan dari pengembangan sumber daya manusia?
4. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari pengembangan sumber daya manusia.
2. Memahami pentingnya pengembangan sumber daya manusia.
3. Memahami tujuan dari pengembangan sumber daya manusia.
BAB II

PEMBAHASAN

1. A. Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia


Pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan tersedianya kesempatan dan
pengembangan belajar, membuat program-program training yang meliputi perencanaan,
penyelenggaraan, dan evaluasi atas program-program tersebut (Armstrong, 1997:504)

Pengembangan sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai seperangkat aktivitas


yang sistematis dan terencana yang dirancang dalam memfasilitasi para pegawainya
dengan kecakapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan, baik pada
saat ini maupun masa yang akan datang (Harrish and Desimone, 1992:2)

Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu usaha yang terencana dan
berkelanjutan yang dilakukan oleh organisasi dalam meningkatkan kompetensi pegawai
dan kinerja organisasi melalui program-program pelatihan, pendidikan, dan
pengembangan (Mondy and Noe, 1990:270)

Dari beberapa pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa pengembangan SDM adalah
segala aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dalam memfasilitasi pegawai agar
memiliki pengetahuan, keahlian, dan/ atau sikap yang dibutuhkan dalam menangani
pekerjaan saat ini atau yang akan datang. Aktivitas yang dimaksud, tidak hanya pada
aspek pendidikan dan pelatihan saja, akan tetapi menyangkut aspek karier dan
pengembangan organisasi. Dengan kata lain,pengembangan sumber daya manusia
berkaitan erat dengan upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan/ atau sikap
anggota organisasi serta penyediaan jalur karier yang didukung oleh fleksibilitas
organisasi dalam memcapai tujuan organisasi.

1. B. Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia


Pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan. Agar pengembangan dapat dilaksanakan dengan baik, harus lebih
dahulu ditetapkan suatu program pengembangan sumber daya manusia.

Progam pengembangan sumber daya manusia hendaknya disusun secara cermat dan
didasarkan kepada metode-metode ilmiah serta berpedoman pada keterampilan yang
dibituhkan perusahaan saat ini maupun masa depan. Pengembangan haruslah bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual serta moral sumber daya
manusia supaya prestasi kerjanya baik dan mencapai hasil yang optimal.

Pengembangan sumber daya manusia dirasa semakin penting manfaatnya karena


tuntutan jabatan atau pekerjaan, sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin
ketatnya persaingan diantara perusahaan yang sejenis.

Setiap sumber daya manusia yang ada di dalam suatu perusahaan (dunia kerja) dituntut
agar bekerja efektif, efisien kualitas dan kuantitas pekerjaannya baik sehingga daya
saing perusahaan semakin besar. Pengembangan ini dilakukan untuk tujuan nonkarier
maupun karier bagi sumber daya manusia melalui latihan dan pendidikan.

Pimpinan dalam suatu perusahaan semakin menyadari bahwa sumber daya manusia
yang baru saja memasuki dunia kerja pada umumnya hanya memiliki kecakapan teoritis
saja dari bangku kuliah ataupun dari jenjang pendidikan yang baru saja mereka tempuh.
Jadi, pengembangan perlu dilakukan, karena untuk melatih dan meningkatkan
kemampuannya secara nyata untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya. Pengembangan
sumber daya manusia ini sangatlah penting dan membutuhkan dana yang besar dalam
pengusahaannya, akan tetapi dngan biaya yang besar tersebut hal ini merupakan
investasi jangka panjang bagi perusahaan. Karena denga hal ini, maka sumber daya
manusia yang ada akan terampil dan cakap, sehingga ketika mereka menyelesaikan
pekerjaannya (melakukan) maka mereka akan bekerja lebih efektif, efisien, mengurangi
pemborosan bahan baku dan peralatan maupun perlengkapan lainnya akan lebih awet
dalam pemeliharaannya. Hasil kerjanya pun akan lebih baik yang akan berimbas pula
pada meningkatnya daya saing perusahaan. Dengan daya saing yang besar ini, maka
akan dapat dipastikan bahwa perusahaan tersebut nantinya akan memiliki peluang yang
lebih baik agar mampu memperoleh laba yang maksimal maupun tujuan yang telah
ditetapkan pada awal akan tercapai secara keseluruhan. Imbasnya bagi sumber daya
manusia yang ada maka akan memdapatkan penghargaan berupa gaji yang maksimal,
sehingga dapat digunakan untuk sarana memperbaiki diri dan juga penyemangat dalam
bekerja.

Pengembangan sumber daya manusia sendiri juga dapat dibedakan menjadi dua. Yakni
pengembangan sumber daya manusia secara makro dan secara mikro. Pengembangan
sumber daya secara makro penting sekali dalam rangka mencapai tujuan pembangunan
secara efektif. Pengembangan sumber daya secara makro ini bertumpu pada pengertian
bahwa pengembangan sumber daya manusia yang terarah dan terencana disertai
pengelolaan yang baik akan dapat menghemat sumber daya alam yang ada, atau
setidaknya pengelolaan dan pemakaian sumber daya alam dapat secara tepat guna.
Karena SDM yang telah dikembangkan seemikian rupa, akan memiliki skill yang cukup
untuk memanfaatkan hasil alam secara berkelanjutan.

Yang kedua adalah pengembangan sumber daya manusia secara mikro. Pengembangan
sumber daya manusia secara mikro ini lebih menekankan pada pengoptimalan hasil
kerja yang maksimal dalam suatu perusahaan.

Baik secara makro maupun mikro, pengembangan sumber daya manusia jelaslah
menuju pada sasaran yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia yang nantinya
akan bermuara pada pembangunan bangsa. Dalam pembangunan suatu bangsa
memerlukan aspek pokok yang disebut dengan sumber daya (resources) baik SDA atau
Natural resources maupun SDM atau human resources. Kedua sumber daya ini sangat
penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Namun untuk
mendukung suatu pembangunan, SDM adalah yang terpenting , karena jika sebuah
negara memiliki suatu SDM yang terampil dan berkualitas maka ia akan mampu
mengelola SDA yang jumlahnya terbatas.
Untuk Negara-negara berkembang, dimana terdapat Labour Surplus Economy artinya
modal pembangunan tak dapat dituangkan hanya pada tersedianya atau kemungkinan
tersedianya dana investasi.Pembanguan tersebut akan terlalu mahal dan juga akan
mengalami hambatan apabila sesuatu waktu sumber investasi menjadi terbatas, baik
yang berasal dari pemerintah maupun dari masyarakat. Selain itu jumlah SDM yang
besar hendaknya dijadikan sebagai keunggulan karena jumlah penduduk yang besar
apabila dapat dikembangkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan modal
pembangunan yang besar yang sangat menguntungkan bagi usaha usaha disegala
bidang.

Pentingnya pengembangan sumber daya manusia ini juga dapat diklasifikasikan


menurut manfaatnya bagi masing-masing subjek yang ada, yakni bagi indivudu selaku
tenaga kerja, perusahaan, dan untuk personal, hubungan manusia, dan pelaksanaan
kebijakan.

1. Manfaat untuk individu selaku tenaga kerja


2. Membantu individu selaku tenaga kerja dalam mengambil keputusan yang lebih
baik dan pemecahan yang efektif.
3. Melalui pengembangan SDM, peubah motivasi dari pengakuan, prestasi,
pertumbuhan, tanggung jawab, dan kemajuan diinternalisasikan dan dilaksanakan.
4. Membnatu dalamm mendorong dan mencapai pengembangan dan kepercayaan
diri.
5. Membantu seseorang dalam mengatasi stress, tensi, kekecewaan, dan konflik.
6. Menyediakan informasi untuk memperbaiki pengetahuan kepemimpinan,
ketrampilan berkomunikasi, dan sikap.
7. Meningkatkan pemberian pengakuan dan perasaan kepuasan pekerjaan.
8. Mengarahkan seseorang pada tujuan personal sambil memperbaiki keterapilan
berinteraksi.
9. Memuaskan kebutuhan personal bagi karyawan
10. Mengembankan jiwa untuk terus mau belajar
11. Membantu seseorang dalam mengembangkan keterampilan berbicara dan
mendengarkan juga kemampuan menulis.
12. Membantu mengurangi rasa takut dan khawatir dalam mencoba melakukan tugas
baru.
13. Manfaat untuk perusahaan
14. Mengarahkan kemampulabaan dan atau lebih bersikap positif terhadap orientasi
pada keuntungan
15. Memperbaiki pengetahuan dan keterampilan pada semua tingkat perusahaan
16. Memperbaiki moral pekerja
17. Membantu orang mengidentifikasi tujuan perusahaan
18. Membantu menciptakan citra perusahaan yang lebih baik
19. Membantu perkembangan kebenaran, keterbukaan, dan kepercayaan.
20. Memperbaiki hubungan antara atasan dan bawahan
21. Membantu pengembangan perusahaan
22. Belajar dari karyawan yang dilatih
23. Membantu dalam mempersiapkan petunjuk pekerjaan
24. Membantu dalam memahami dan melaksanakan kebijakan perusahaan
25. Menyediakan informasi untuk kebutuhan masa depan dalam semua segi di
perusahaan
26. Perusahaan mendapat keputusan yang lebih efektif dalam pemecahan masalah
27. Membantu dalam pengembangan promosi dari dalam perusahaan
28. Membantu dalam pengembangan keterampilan kepemimpinan, motivasi, loyalitas,
sikap yang lebih baik, dan aspek-aspek lainnya yang menampilkan pekerja dan
manajer yang sukses
29. Membantu dalam meningkatkan produktivitas dan kulaitas kerja.
30. Membantu agar terjadi penurunan biaya dalam banyak aspek, seperti produksi,
personalia, administrasi, dan sebagainya
31. Mengembangkan rasa tanggung jawab sejalan dengan kompetensi dan
kemampuan dalam pengetahuan.
32. Memperbaiki hubungan antara pekerja dan manajemen.
33. Mengurangi biaya konsultasi dari pihak luar dengan memanfaatkan konsultan
internal yang kompeten
34. Menstimuli pengelolaan pencegahan terjadinya banyak pemecatan
35. Mengurangi perilaku suboptimal, seperti menyembunyikan alat.
36. Menciptakan iklim yang tepat untuk pertumbuhan dan komunikasi.
37. Membantu dalam perbaikan komunikasi organisasi perusahaan .
38. Membantu karyawan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada
39. Membantu dalam mengatasi konflik dan juga mencegah setres dan tensi
40. Manfaat Untuk Personal, Hubungan Manusia, dan Pelaksanaan Kebijakan
41. Memperbaii komunikasi antara kelompok dan individual
42. Membantu dalam orientasi untuk karyawan baru dan mendapatkan pekerjaan baru
melalui pengalihan dan atau promosi
43. Menyediakan informasi tentang kesempatan yang sama dan kegiatanyan
disepakati
44. Menyediakan informasi tentang hokum pemerintah yang berlaku dan kebijakan
administrasi
45. Memperbaiki keterampilan hubungan lintas personal.
46. Membuat kebijakan, aturan, dan regulasi perusahaan yang dapat dilaksanakan
47. Memperbaiki moral membangun kepanduan gerak
48. Menyediakan lingkungan yang baik untuk belajar, berkembang, dan koordinasi
49. Membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan hidup

1. C. Tujuan Pengembangan Sumber Daya Manusia


Secara umum tujuan pengembangan SDM adalah untuk memastikan bahwa organisasi
mempunyai orang orang yang berkualitas untuk mencapai tujuan organisasi untuk
meningkatkan kinerja dan pertumbuhan (Armstrong, 1997:507). Tujuan tersebut di atas
dapat dicapai dengan memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi mempunyai
pengetahuan dan keahlian dalam mencapai tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan pekerjaaan mereka secara efektif. Selain itu perlu pula diperhatikan
bahwa dalam upaya pengembangan SDM ini, kinerja individual dan kelompok adalah
subyek untuk peningkatan yang berkelanjuktan dan bahwa orang-orang dalam
organisasi dikembangkan dalam cara yang sesuia untuk memaksimalkan potensi serta
promosi mereka.
Secara rinci tujuan pengembangan SDM dapat diuraikan sebagai berikut

1. Meningkatkan Produktivitas Kerja


Dengan pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas dan
kuantitas produksi semakin baik, karena technical skill, human skill, dan managerial skill
karyawan yang semakin baik.

1. Mencapai Efisiensi
Pengembangan SDM bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga, waktu, bahan
baku, dan mengurangi ausnya mesin-mesin. Pemborosan berkurang, biaya produksi
relative kecil sehingga daya saing perusahaan semakin besar.

1. Meminimalisir Kerusakan
Pengembangan SDM bertujuan untuk mengurangi kerusakan barang, produksi, dan
mesin-mesin karena karyawan semakin ahli dan terampil dalam melaksanakan
pekerjaannya

1. Mengurangi Kecelakaan
Pengembangan bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan karyawan, sehingga
jumlah biaya pengobatan yang dikeluarkan perusahaan berkurang.

1. Meningkatkan Pelayanan
Pengembangan bertujuan untuk meningkatkan pelaayanan yang lebih baik dari SDM
kepada nasabah perusahaan, karena pemberian pelayanan yang baik merupakan daya
penarik yang sangat penting bagi rekana-rekanan perusahaan bersangkutan.

1. Memelihara Moral Pegawai


Dengan pengembangan moral SDM akan lebih baik karena keahlian dan
keterampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehinggamereka antusias untuk
menyelesaikan pekerjaanya dengan baik.

1. Meningkatkan Peluang Karier


Dengan pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karier karyawan semakin
besar, karena keahlian, keterampilan, dan prestasi kerjanya lebih baik. Promosi ilmiah
biasanya didasarkan kepada keahlian dan prestasi kerja seseorang.

1. Meningkatkan Kemampuan Konseptual


Dengan pengembangan, SDM semakin cakap dan cepat dalam memgambil keputusan
yang lebih baik, karena technical skill, human skill, dan managerial skill nya lebih baik

1. Meningkatkan Kepemimpinan
Dengan pengembangan, kepemimpinan seorang manager akan lebih baik, human
relationsnya lebih luwes, motivasinya lebih terararh sehingga pembinaan kerjasama
vertical dan horizontal semakin harmonis

1. Peningkatan Balas jasa


Dengan pengembangan, balas jasa (gaji, upah insentif, dan benefits) SDM akan
meningkat karena prestasi kerja mereka semakin besar.
1. Peningkatan Pelayana Kepada Konsumen
Pengembangan SDM akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat konsumen
karena mereka akan memperioleh barang atau jasa yang lebih bermutu. (Malayu
Hasibuan,2000:70-72)

1. Meningkatkan penghayatan jiwa dan ideology


2. Meningkatkan ketetapan perencanaan SDM
3. Meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi secara maksimal
4. Meningkatkan perkembangan pegawai (AA Anwar Prabu Mangkunegara, 2000:45)
Menurut Schuler dalam buku yang ditulis oleh Sondang P Siagian tahun 2008 halaman
124 tujuan dari kegiatan pengembangan SDM adalah

1. Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk


Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini, yag
dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditunjukkan untuk dapat mencapai
efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.

1. Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja


Dengan semakin banyaknya keterampilan yang dimiliki pegawai, maka akan lebih
fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya perubahan
yang terjadi dilingkungan organisasi. Misalnya, bila organisasi memerlukan pegawai
dengan kualifikasi tertentu, maka organisasi tidak perlu lagi menambah pegawai yang
baru oleh karena pegawai yang dimiliki sudah cukup memenuhi syarat untuk pekerjaan
tersebut.

1. Meningkatkan komitmen karyawan


Dengan melalui kegiatan pengembangan, pegawai diharapkan akan memiliki persepsi
yang baik tentang organisasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen
kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk menampilkan kinerja yang baik.

1. Mengurangi turn over dan absensi


Bahwa dengan semakin besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan
memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turn over absensi. Dengan
demikian juga berarti meningkatkan produktivitas organisasi.
BAB III

PENUTUP

1. A. Kesimpulan
Pengembangan SDM adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dalam
memfasilitasi pegawai agar memiliki pengetahuan, keahlian, dan/ atau sikap yang
dibutuhkan dalam menangani pekerjaan saat ini atau yang akan datang

Progam pengembangan sumber daya manusia hendaknya disusun secara cermat dan
didasarkan kepada metode-metode ilmiah serta berpedoman pada keterampilan yang
dibituhkan perusahaan saat ini maupun masa depan. Pengembangan haruslah bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual serta moral sumber daya
manusia supaya prestasi kerjanya baik dan mencapai hasil yang optimal.

Pentingnya pengembangan sumber daya manusia ini juga dapat diklasifikasikan


menurut manfaatnya bagi masing-masing subjek yang ada, yakni bagi indivudu selaku
tenaga kerja, perusahaan, dan untuk personal, hubungan manusia, dan pelaksanaan
kebijakan.

Secara umum tujuan pengembangan SDM adalah untuk memastikan bahwa organisasi
mempunyai orang orang yang berkualitas untuk mencapai tujuan organisasi untuk
meningkatkan kinerja dan pertumbuhan (Armstrong, 1997:507). Secara rinci tujuan
pengembangan SDM dapat diuraikan menjadi beberapa tujuan yakni meningkatkan
produktivitas kerja, mencapai efisiensi, meminimalisir kerusakan, mengurangi
kecelakaan, meningkatkan pelayanan, memelihara moral pegawai, meningkatkan
peluang karier, meningkatkan kemampuan konseptual, meningkatkan kepemimpinan,
peningkatan balas jasa, peningkatan pelayana kepada konsumen, meningkatkan
penghayatan jiwa dan ideology, meningkatkan ketetapan perencanaan SDM,
meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi secara maksimal,
meningkatkan perkembangan pegawai, mengurangi dan menghilangkan kinerja yang
buruk, meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja, meningkatkan komitmen
karyawan, mengurangi turn over dan absensi
1. B. Saran
Pengembangan sumber daya manusia perlu ditingkatkan kembali guna meningkatkan
kualitas SDM yang ada, terutama di Indonesia. Dalam upaya pengembangan sumber
dayamanusia itu hendaknya dengan pemberian pendidikan yang layak bagi SDM di
Indonesia, agar mampu berkualitas dan berdaya saing,

Pentingnya Pelatihan Kerja


Sumber Daya Manusia dalam suatu perusahaan merupakan aset penting bagi perkembangan
perusahaan. Untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja para karyawan, banyak
perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja

Di dalam dunia kerja, telinga kita akrab dengan istilah pelatihan kerja atau training. Sumber Daya
Manusia dalam suatu perusahaan merupakan aset penting bagi perkembangan perusahaan. Untuk
meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja para karyawan, banyak perusahaan mengadakan
pelatihan kerja/training. Biasanya training dilakukan sebelum memulai kerja atau pada saat awal
masuk kerja. Mengingat pentingnya pelatihan kerja/ training, mari kita bahas bersama arti, fungsi
dan apa saja program-program pelatihan kerja tersebut?

Apa itu Pelatihan Kerja?

Menurut PP No.31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, Pelatihan kerja atau yang
sekarang biasa kita kenal dengan istilah training adalah seluruh kegiatan untuk memberi,
memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap,
dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi
jabatan atau pekerjaan. Singkatnya,pelatihan kerja merupakan proses mengajarkan pengetahuan dan
pengembangan keterampilan bekerja (vocational) serta sikap agar karyawan semakin terampil dan
mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik sesuai dengan standar.

Apa fungsi pelatihan kerja? Buat apa kita susah-susah harus mengikuti training padahal
kita sudah mendapat pekerjaan?

Ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dengan mengikuti pelatihan kerja. Diantaranya adalah:

mewujudkan pelatihan kerja nasional yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan
kualitas tenaga kerja

memberikan arah dan pedoman dalam penyelenggaraan, pembinaan, dan pengendalian


pelatihan kerja

mengoptimalkan pendayagunaan dan pemberdayaan seluruh sumber daya pelatihan kerja.

Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak
hari pertama masuk kerja

Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.

Untuk mempersiapkan promosi ketenagakerjaan pada jabatan yang lebih rumit dan sulit, serta
mempersiapkan tenaga kerja pada jabatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan kepengawasan
atau manajerial.

Apa saja jenis atau program pelatihan kerja?

Skills training
Pelatihan keahlian merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. Program
pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekurangan diidentifikasi rnelalui penilaian
yang jeli. Kriteria penilaian efektifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang
diidentifikasi dalam tahap penilaian.

Retraining

Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka
butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi
pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih
dengan mesin computer atau akses internet

Cross functional training

Pelatihan lintas fungsional melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja
dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.

Team training

Pelatihan tim merupakan pelatihan yang terdiri dari sekelompok individu dimana mereka harus
menyelesaikan bersama sebuah pekerjaan demi tujuan bersama dalam tim.

Creativity training

Pelatihan kreatifitas berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya
tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar
pada penilaian rasional dan biaya.

Apa saja metode atau teknik pelatihan kerja?

Teknik pelatihan kerja secara umum dibagi menjadi dua yaitu on the job training dan off the
job training. On the job training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan off the job
training. Kenapa begitu? Karena program on the job training lebih berfokus pada peningkatan
produktivitas secara cepat. Sedangkan metode off the job training lebih cenderung berfokus
pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang.

Apa saja yang termasuk dalam kategori teknik on the job training?

On the job training terbagi menjadi enam macam yaitu :

Job instruction training

Pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan
penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanaan
pekerjaan.

Apprenticeship

Pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan
dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Efektif atau tidaknya
pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses
pelatihan.

Internship dan assistantships

Pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang
lebih tinggi. Pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja
di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap
dibawah pengawasan praktisi yang ahli.

Job rotation dan transfer


Job rotation dan transfer adalah proses belajar yang dilakukan untuk mengisi kekosongan
dalam manajemen dan teknikal. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yaitu: peserta
pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk
terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh, dan banyak waktu yang terbuang untuk
memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru.

Tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan dimana jika pelatihan ini diberikan oleh
manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai
pelaksanaan dan praktek dalam pekerjaan.

Junior boards dan committee assingments

Alternatif pelatihan dengan memindahkan peserta pelatihan ke dalam komite untuk


bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan administrasi. Dan juga menempatkan
peserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam berinteraksi dengan
eksekutif yang lain.

Coaching dan counseling

Pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja,
dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan
secara tepat.

Apa saja yang termasuk dalam kategori teknik off the job training?

Off the job training dibagi menjadi 13 macam yaitu :

Vestibule training

Pelatihan dimana dilakukan ditempat yang kondisinya sama seperti tempat aslinya. Pelatihan
ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja khusus.

Lecture

Pelatihan dimana pelatih menyampaikan berbagai macam informasi/ mengajarkan


pengetahuan kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.

Independent self-study

Pelatihan dimana peserta diharapkan bisa melatih diri sendiri misalnya dengan membaca
buku, mengambil kursus pada universitas lokal ataupun mengikuti pertemuan profesional.

Visual presentations

Pelatihan dengan mengunakan televisi, film, video, atau presentasi.

Conferences dan discussion

Pelatihan ini biasa digunakan untuk pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu
dengan yang Iainnya.

Teleconferencing

Pelatihan dengan menggunakan satelit, dimana pelatih dan peserta dimungkinkan untuk
berada di tempat yang berbeda.

Case studies

Pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan
prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada.
Role playing

Pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus dapat
menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung.

Simulation

Pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang mirip dengan kondisi pekerjaan, pelatihan ini
digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill.

Programmed instruction

Merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional, biasanya menggunakan computer.

Computer-based training

Merupakan program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara


komputer dan peserta, dimana peserta diminta untuk merespon secara langsung selama
proses belajar.

Laboratory training

Pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta
diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka antara satu dengan yang lain. Tujuan
pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap
perilaku dan perasaan orang lain maupun dalam kelompok.

Programmed group exercise

Pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu
permasalahan. Program pelatihan kerja disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia (SKKNI) , Standar Internasional dan/atau Standar Khusus. SKKNI sendiri
disusun berdasarkan kebutuhan lapangan usaha yang sekurang-kurangnya memuat
kompetensi teknis, pengetahuan, dan sikap kerja.

Dimana biasanya Pelatihan Kerja diadakan?

Pelatihan kerja dapat diadakan di tempat kerja dan/atau di lembaga pelatihan kerja (instansi
pemerintah, badan hukum atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan
pelatihan kerja) yang sudah ditetapkan.

Sumber :

Indonesia. Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja

Indonesia. Peraturan Pemerintah No.31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional