Anda di halaman 1dari 50

Penyearah Setengah Gelombang, Gelombang Penuh, Bridge

Penyearah Setengah Gelombang

Penyearah setengah gelombang merupakan rangkaian
penyearah yang paling sederhana, yaitu yang terdiri dari satu dioda. Gambar 1 menunjukkan
rangkaian penyearah setengah gelombang. Rangkaian penyearah setengah gelombang
memperoleh masukan dari sekunder trafo yang berupa tegangan berbentuk sinus, vi = Vm
Sin wt (gambar 1 (b)). Vm merupakan tegangan puncak atau tegangan maksimum. Harga Vm
ini hanya bisa diukur dengan CRO, sedangkan harga yang tercantum pada sekunder trafo
merupakan tegangan efektif yang dapat diukur dengan menggunakan volt meter. Hubungan
antara tegangan puncak Vm dengan tegangan efektif (Veff) atau tegangan rms.

Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa
siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL), dan
sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur
sehingga tidak mengalir arus. Bentuk gelombang tegangan input (vi) ditunjukkan pada (b)
dan arus beban (i) pada (c) dari gambar 1.
Resistansi dioda pada saat ON (mendapat bias maju) adalah Rf, yang umumnya nilainya
lebih kecil dari RL. Pada saat dioda OFF (mendapat bias mundur) resistansinya besar sekali
atau dalam pembahasan ini dianggap tidak terhigga, sehingga arus dioda tidak mengalir atau i
= 0. Arus yang mengalir ke beban (i) terlihat pada gambar (c) bentuknya arus searah (satu
arah) yang harga rataratanya tidak sama dengan nol seperti pada arus bolak-balik.
Dalam perencanaan rangkaian penyearah, hal penting untuk diketahui adalah harga
tegangan maksimum yang diijinkan terhadap dioda. Tegangan maksimum ini sering disebut
PIV (peak- nverse voltage) atau tegangan puncak balik. Hal ini karena pada saat diode
mendapat bias mundur (balik) maka tidak arus yang mengalir dan semua tegangan dari
sekunder trafo berada pada dioda
Penyearah Gelombang Penuh

Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan seperti berikut :

Pada artikel mengenai trafo diketahui bahwa pada bagian sekunder trafo CT terdapat 2
sinyal output yang terjadi secara bersamaan, mempunyai amplitudo yang sama namun
berlawanan fasa. Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif, pada titik AO
akan terjadi siklus positif sementara pada titik OB akan terjadi siklus negatif. Akibatnya D1
akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D2 mengalami panjaran balik
(reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik
center tap.

Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus negatif, pada titik AO akan terjadi
siklus negatif sementara pada titik OB akan terjadi siklus positif. Akibatnya D2 akan
mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D1 mengalami panjaran balik (reverse
bias) sehingga arus akan mengalir melalui D2 menuju ke beban dan kembali ke titik center
tap.
Dari penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang
terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang
menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk
gelombang penuh yang disearahkan seperti ditunjukkan pada grafik sinyal berikut

Penyearah Gelombang Bridge
Penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge)
Pada dioda bridge, hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus
tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat siklus yang sama.
Untuk memahami cara kerja dioda bridge, perhatikanlah kedua gambar berikut.

Saat siklus positif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda B menuju beban dan
kembali melalui dioda C. Pada saat yang bersamaan pula, dioda A dan D mengalami reverse
bias sehingga tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut bersifat sebagai isolator.

Sedangkan pada saat siklus negatif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda D menuju
beban dan kembali melalui dioda A. Karena dioda B dan C mengalami reverse bias maka arus
tidak dapat mengalir pada kedua dioda ini.

Kedua hal ini terjadi berulang secara terus menerus hingga didapatkan tegangan beban
yang berbentuk gelombang penuh yang sudah disearahkan (tegangan DC). Grafik sinyal dari
penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge) ditunjukkan seperti pada
gambar berikut

Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1 komponen saja atau pun bisa
dibuat dengan menggunakan 4 dioda yang sama karakteristiknya. Yang harus diperhatikan
adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih besar dari besar arus yang
dilewatkan pada rangkaian.
http://elektronika11c.blogspot.co.id/2013/05/penyearah-setengah-gelombang-
gelombang.html

SETENGAH GELOMBANG DAN GELOMBANG PENUH

Jelaskan bagaimana cara kerja dioda sebagai :
a. penyearah setengah gelombang
b. penyearah gelombang penuh

Jawaban :

Pengertian Rectifier (Penyearah Gelombang) – Rectifier atau dalam bahasa Indonesia
disebut dengan Penyearah Gelombang adalah suatu bagian dari Rangkaian Catu Daya atau
Power Supply yang berfungsi sebagai pengubah sinyal AC (Alternating Current) menjadi
sinyal DC (Direct Current). Rangkaian Rectifier atau Penyearah Gelombang ini pada
umumnya menggunakan Dioda sebagai Komponen Utamanya. Hal ini dikarenakan Dioda
memiliki karakteristik yang hanya melewatkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus
listrik dari arah sebaliknya. Jika sebuah Dioda dialiri arus Bolak-balik (AC), maka Dioda
tersebut hanya akan melewatkan setengah gelombang, sedangkan setengah gelombangnya
lagi diblokir. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar dibawah ini :

a) PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG
Rangkaian penyearah setengah gelombang merupakan rangkaian penyearah sederhana
yang hanya dibangun menggunakan satu dioda saja, seperti diilustrasikan pada gambar
berikut ini.

Prinsip kerja dari rangkaian penyearah setengah gelombang ini adalah pada saat setengah
gelombang pertama (puncak) melewati dioda yang bernilai positif menyebabkan dioda dalam
keadaan ‘forward bias’ sehingga arus dari setengah gelombang pertama ini bisa melewati
dioda.
Pada setengah gelombang kedua (lembah) yang bernilai negatif menyebabkan dioda dalam
keadaan ‘reverse bias’ sehingga arus dan setengah gelombang kedua yang bernilai negatif ini
tidak bisa melewati dioda. Keadaan ini terus berlanjut dan berulang sehingga menghasilkan
bentuk keluaran gelombang seperti diperlihatkan pada gambar berikut ini.

Arus DC rata-rata yang dihasilkan dari rangkaian ini hanya 0.318 ∙ IMAX Oleh sebab itu rangkaian penyearah setengah gelombang lebih sering digunakan sebagai rangkaian yang berfungsi untuk menurunkan daya pada suatu rangkaian elektronika sederhana dan digunakan juga sebagai demodulator pada radio penerima AM. IAV = 0. jika dituliskan dalam persamaan matematika adalah sebagai berikut. Dari gambar di atas. Rangkaian penyearah setengah gelombang ini memiliki kelemahan pada kualitas arus DC yang dihasilkan. arus dapat melewati dioda tetapi ketika gelombang masukan bernilai negatif. Karena hanya setengah gelombang saja yang bisa di searah-kan. Pada gambar tersebut terlihat bahwa ketika gelombang masukan bernilai positif.318 dari arus maksimum-nya. arus tidak dapat melewati dioda. Dioda jembatan . gambar kurva ‘D1-anoda’ (biru) merupakan bentuk arus AC sebelum melewati dioda dan kurva ‘D1-katoda’ (merah) merupakan bentuk arus AC yang telah dirubah menjadi arus searah ketika melewati sebuah dioda. itu sebabnya mengapa disebut sebagai Penyearah Setengah Gelombang.

arus mengalir dari terminal pasokan atas ke kanan sepanjang jalan (positif) merah untuk output. saat ini diasumsikan mengalir melalui konduktor listrik dari positif ke kutub negatif. bagaimanapun. Ketika digunakan dalam aplikasi yang paling umum. Artinya. Pada kenyataannya. Oleh karena itu.Karena ini adalah benar apakah input adalah AC atau DC. sirkuit ini tidak hanya menghasilkan output DC dari masukan AC. dalam diskusi di bawah model konvensional dipertahankan. Pada kebanyakan aplikasi. arah aliran arus yang sebenarnya tidak relevan. untuk konversi dari arus bolak masukan (AC) menjadi arus searah output (DC). Dalam diagram di bawah ini. ketika input terhubung ke sudut kiri dari berlian adalahpositif. Ketika input terhubung ke sudut kiri adalah negatif. atau ketika lead (kawat) dari sumber . Sebuah penyearah jembatan menyediakangelombang penuh perbaikan dari input AC dua kawat. dan masukan yang tersambung ke sudut kanan adalah positif. dan kembali ke terminal pasokan yang lebih rendah melalui jalur (negatif) biru. output kanan atas tetap positif dan kanan bawah output negatif. [3] Dalam setiap kasus. sehingga biaya lebih rendah dan berat dibandingkan dengan penyearah dengan masukan 3-kawat dari transformatordengan pusat- mengetuk gulungan sekunder. Menurut model konvensional dari arusaliran awalnya didirikan oleh Benjamin Franklin dan masih diikuti oleh para insinyur paling hari ini. diketahui sebagai jembatan penyearah . itu memungkinkan fungsi normal dari DC bertenaga tetap saat baterai telah dipasang ke belakang. juga dapat menyediakan apa yang kadang disebut "perlindungan polaritas terbalik". arus mengalir dari terminal pasokan bagian atas ke kanan sepanjang jalan (positif) merah untuk output . dan input terhubung ke sudut kanan adalah negatif.Sebuah jembatan dioda adalah pengaturan dari empat (atau lebih) diodadalam rangkaian jembatan konfigurasi yang menyediakan sama polaritas output baik untuk polaritas input. dan kembali ke terminal pasokan lebih rendah melalui jalur (negatif) biru. elektron bebas dalam sebuah konduktor hampir selalu mengalir dari negatif ke kutub positif.

Jadi penyearah akan tetap mengeluarkan output pada periode gunung dan lembah dari sinyal sinus. PENYEARAH GELOMBANG PENUH Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) adalah sistem penyearah yang menyearahkan semua siklus gelombang sinus menggunakan dua blok dioda (satu blok dioda bisa berupa satu atau beberapa dioda yang diparalel) yang bekerja secara komplenen. Hal ini karena gelombang yang dihasilkan lebih rapat yaitu hasil penggabungan dari siklus sinyal sinus positif dan siklus sinyal sinus negatif yang telah dibalik menjadi siklus positif. Penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge) Pada dioda bridge.daya DC telah terbalik. . hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat siklus yang sama. Oleh karena itu penyearah gelombang penuh identik dengan penggunaan transformator center tap (CT) yang memiliki dua buah output sinyal AC dengan fase berkebalikan. Satu dioda bekerja pada fase siklus positif dan satu dioda bekerja pada fase siklus negatif yang telah dibalik. Rangkaian penyearah gelombang penuh menghasilkan tegangan DC dengan riak (ripple) yang lebih sedikit dibanding penyearah setengan gelombang. dan melindungi peralatan dari kerusakan potensial disebabkan oleh polaritas terbalik.

Untuk memahami cara kerja dioda bridge. Karena dioda B dan C mengalami reverse bias maka arus tidak dapat mengalir pada kedua dioda ini. dimana tegangan sekunder yang dihasilkan oleh trafo CT ini adalah : dimana V1=teg primer dan V2=teg sekunder . Pada saat yang bersamaan pula. Grafik sinyal dari penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge) ditunjukkan seperti pada gambar berikut Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1 komponen saja atau pun bisa dibuat dengan menggunakan 4 dioda yang sama karakteristiknya. Sedangkan pada saat siklus negatif tegangan AC. penyearah gelombang penuh menggunakan 2 dioda ini hanya bisa digunakan pada transformator CT. perhatikanlah kedua gambar berikut. dioda A dan D mengalami reverse bias sehingga tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut bersifat sebagai isolator. arus mengalir melalui dioda D menuju beban dan kembali melalui dioda A. Saat siklus positif tegangan AC. b. Penyearah gelombang penuh menggunakan 2 dioda Seperti telah disebutkan diatas. arus mengalir melalui dioda B menuju beban dan kembali melalui dioda C. Yang harus diperhatikan adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih besar dari besar arus yang dilewatkan pada rangkaian. Kedua hal ini terjadi berulang secara terus menerus hingga didapatkan tegangan beban yang berbentuk gelombang penuh yang sudah disearahkan (tegangan DC).

00 . pada titik AO akan terjadi siklus negatif sementara pada titik OB akan terjadi siklus positif. Dari penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh yang disearahkan seperti ditunjukkan pada grafik sinyal berikut. Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif. pada titik AO akan terjadi siklus positif sementara pada titik OB akan terjadi siklus negatif.Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan seperti berikut : Pada artikel mengenai trafo diketahui bahwa pada bagian sekunder trafo CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara bersamaan. Akibatnya D2 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D1 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D2 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap. Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus negatif. Akibatnya D1 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D2 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap. mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan fasa.

sebelum tegangan AC tersebut di ubah menjadi tegangan DC maka tegangan AC tersebut perlu di turunkan menggunakan transformator stepdown.konsep rectifier.0 http://sekaizulka.penyearah gelombang penuh. penurun tegangan (transformer).dasar teori penyearah. Untuk membuat penyearah gelombang penuh dengan 4 diode menggunakan transformator non-CT seperti terlihat pada gambar berikut : penyearah gelombang.konsep rectifier.half wave rectifier.rectifier dengan diode Pada dasarnya konsep penyearah gelombang dibagi dalam 2 jenis yaitu.penyearah gelombang dengan filter.konsep rectifier.full wave rectifier Prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh dengan 4 diode diatas dimulai pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi .penyearah power supply.formulasi penyearah.penyearah gelombang penuh. penyearah gelombang.penyearah setengah gelombang.formulasi penyearah.penyearah gelombang AC.rectifier dengan diode.co.blogspot. Penyearah gelombang (rectifier) adalah bagian dari power supply / catu daya yang berfungsi untuk mengubah sinyal tegangan AC (Alternating Current) menjadi tegangan DC (Direct Current).half wave rectifier.penyearah setengah gelombang.teori penyearah gelombang.teori penyearah gelombang.penyearah setengah gelombang.rectifier. | Teori Elektronika Konsep dasar penyearah gelombang yang dimaksud dalam artikel ini adalah konsep penyearah gelombang dalam suatu power supply atau catu daya.output penyearah gelombang. Dalam sebuah power supply tegangan rendah.penyearah setengah gelombang.diode penyearah.rectifier.konsep rectifier.full wave rectifier Penyearah setengah gelombang (half wave rectifer) hanya menggunakan 1 buah diode sebagai komponen utama dalam menyearahkan gelombang AC.penyearah power supply.rumus filter.rumus filter.dasar teori penyearah.full wave rectifier Formulasi yang digunakan pada penyearah setengah gelombang sebagai berikut.dasar teori penyearah. Vavg=\frac{Vm}{\pi R} Penyearah Gelombang Penuh (Full wave Rectifier) Penyearah gelombang penuh dapat dibuat dengan 2 macam yaitu.half wave rectifier. menggunakan 4 diode dan 2 diode. sehingga sinyal sisi negatif tegangan AC tersebut ditahan atau tidak dilewatkan seperti terlihat pada gambar sinyal output penyearah setengah gelombang berikut.rectifier dengan diode. Ada 3 bagian utama dalam penyearah gelombang pada suatu power supply yaitu.rectifier.rumus filter. February 17th 2012.diode penyearah. penyearah gelombang.penyearah gelombang dengan filter.teori rectifier.penyearah power supply.formulasi penyearah. penyearah gelombang / rectifier (diode) dan filter (kapasitor) yang digambarkan dalam blok diagram berikut.output penyearah gelombang.output penyearah gelombang.output penyearah gelombang.rectifier dengan diode.diode penyearah.teori rectifier.penyearah gelombang AC. Penyearah Setengah Gelombang (Half Wave rectifier) penyearah gelombang.id/2016/01/setengah-gelombang-dan-gelombang- penuh.penyearah gelombang AC.teori rectifier.penyearah gelombang dengan filter.diode penyearah. Penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.rectifier.penyearah gelombang dengan filter. Komponen utama dalam penyearah gelombang adalah diode yang dikonfiguarsikan secara forward bias.rumus filter. Pada saat transformator memberikan output sisi positif dari gelombang AC maka diode dalam keadaan forward bias sehingga sisi positif dari gelombang AC tersebut dilewatkan dan pada saat transformator memberikan sinyal sisi negatif gelombang AC maka dioda dalam posisi reverse bias.teori penyearah gelombang.html Home » Teori Elektronika » Konsep Dasar Penyearah Gelombang (Rectifier) Konsep Dasar Penyearah Gelombang (Rectifier) Friday.penyearah power supply.dasar teori penyearah.teori penyearah gelombang. Prinsip kerja dari penyearah setengah gelombang ini adalah mengambil sisi sinyal positif dari gelombang AC dari transformator.penyearah gelombang penuh.teori rectifier.formulasi penyearah.penyearah gelombang penuh.penyearah gelombang AC.

diode penyearah.dasar teori penyearah.formulasi penyearah.formulasi penyearah.teori rectifier.penyearah gelombang dengan filter. Vavg=\frac{2Vm}{\pi } Penyearah Dilengkapi Filter Kapasitor Agar tegangan penyearahan gelombang AC lebih rata dan menjadi tegangan DC maka dipasang filter kapasitor pada bagian output rangkaian penyearah seperti terlihat pada gambar berikut. Pada saat terminal output transformator pada D1 memberikan sinyal puncak positif maka terminal output pada D2 memberikan sinyal puncak negatif.penyearah power supply. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 diode dapat dilihat pada gambar berikut : penyearah gelombang. D3 pada posisi reverse bias sehingga level tegangan sisi puncak positif tersebut akan di leawatkan melalui D1 ke D4.teori rectifier.output penyearah gelombang. Setelah dipasang filter kapasitor maka output dari rangkaian penyearah gelombang penuh ini akan menjadi tegangan DC (Direct Current) yang dpat diformulasikan sebagai berikut : Vdc = \frac{2Vmax}{\pi } Kemudian untuk nilai riple tegangan yag ada dapat dirumuskan sebagai berikut : V_{Riple} = \frac{I_{Load}}{fC} Read more at: http://elektronika-dasar. Kemnudian pada saat terminal output transformator pada D1 memberikan sinyal puncak negatif maka terminal output pada D2 memberikan sinyal puncak positif.penyearah gelombang dengan filter.dasar teori penyearah. penyearah gelombang.konsep rectifier.penyearah setengah gelombang.penyearah setengah gelombang.konsep rectifier.rectifier dengan diode.diode penyearah.rectifier.konsep rectifier. D4 pada posisi forward bias dan D2.rectifier.output penyearah gelombang. penyearah gelombang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar output penyearah gelombang penuh berikut.diode penyearah.half wave rectifier. pada kondisi ini D1 pada posisi forward dan D2 pada posisi reverse.teori penyearah gelombang.rumus filter.output penyearah gelombang.half wave rectifier.penyearah gelombang dengan filter. Transformator dengan CT seperti pada gambar diatas dapat memberikan output tegangan AC pada kedua terminal output sekunder terhadap terminal CT dengan level tegangan yang berbeda fasa 180°.full wave rectifier Formulasi pada penyearah gelombang penuh sebagai berikut.penyearah gelombang AC.penyearah gelombang penuh. Sehingga sinyal puncak positif dilewatkan melalui D2.teori penyearah gelombang.konsep rectifier.penyearah power supply.penyearah gelombang penuh.penyearah gelombang penuh.teori rectifier.diode penyearah.formulasi penyearah.rectifier dengan diode.penyearah power supply.rectifier.penyearah gelombang AC.penyearah gelombang penuh.dasar teori penyearah.penyearah gelombang dengan filter.web. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik output berikut. Sehingga sisi puncak positif dilewatkan melalui D1.penyearah gelombang AC.positif.formulasi penyearah.rumus filter. D4.half wave rectifier. penyearah gelombang. maka D1.rumus filter.teori penyearah gelombang.full wave rectifier Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda ini dapat bekerja karena menggunakan transformator dengan CT.teori rectifier.penyearah setengah gelombang.teori penyearah gelombang.rectifier dengan diode.id/konsep-dasar-penyearah-gelombang-rectifier/ Copyright © Elektronika Dasar . D4 pada posisi forward bias dan D1.rectifier.rumus filter.dasar teori penyearah.half wave rectifier. Kemudian pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi puncak negatif maka D2.penyearah setengah gelombang.output penyearah gelombang. D2 pada posisi reverse bias sehingan level tegangan sisi negatif tersebut dialirkan melalui D2.rectifier dengan diode.penyearah gelombang AC.full wave rectifier Fungsi kapasitor pada rangkaian diatas untuk menekan riple yang terjadi dari proses penyearahan gelombang AC.full wave rectifier Penyearah gelombang dengan 2 diode menggunakan tranformator dengan CT (Center Tap). pada kondisi ini D1 posisi reverse dan D2 pada posisi forward.penyearah power supply.

Tegangan maksimum ini sering disebut PIV (peak. Vm merupakan tegangan puncak atau tegangan maksimum. sehingga arus dioda tidak mengalir atau i = 0. Gambar 1 menunjukkan rangkaian penyearah setengah gelombang. sedangkan harga yang tercantum pada sekunder trafo merupakan tegangan efektif yang dapat diukur dengan menggunakan volt meter. Hubungan antara tegangan puncak Vm dengan tegangan efektif (Veff) atau tegangan rms. hal penting untuk diketahui adalah harga tegangan maksimum yang diijinkan terhadap dioda. Resistansi dioda pada saat ON (mendapat bias maju) adalah Rf. Dalam perencanaan rangkaian penyearah.Cara Kerja Dioda Sebagai Penyearah Setengah Gelombang Dan Penyearah Gelombang Penuh Diposkan oleh Dea Destiani di 05. dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus. Hal ini karena pada saat diode mendapat bias mundur (balik) maka tidak arus yang mengalir dan semua tegangan dari sekunder trafo berada pada dioda Penyearah Gelombang Penuh . yang umumnya nilainya lebih kecil dari RL.19 Penyearah Setengah Gelombang Penyearah setengah gelombang merupakan rangkaian penyearah yang paling sederhana. Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL).nverse voltage) atau tegangan puncak balik. Rangkaian penyearah setengah gelombang memperoleh masukan dari sekunder trafo yang berupa tegangan berbentuk sinus. Arus yang mengalir ke beban (i) terlihat pada gambar (c) bentuknya arus searah (satu arah) yang harga rataratanya tidak sama dengan nol seperti pada arus bolak-balik. Harga Vm ini hanya bisa diukur dengan CRO. Bentuk gelombang tegangan input (vi) ditunjukkan pada (b) dan arus beban (i) pada (c) dari gambar 1. Pada saat dioda OFF (mendapat bias mundur) resistansinya besar sekali atau dalam pembahasan ini dianggap tidak terhigga. vi = Vm Sin wt (gambar 1 (b)). yaitu yang terdiri dari satu dioda.

Dari penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh yang disearahkan seperti ditunjukkan pada grafik sinyal berikut Categories Tugas Individu . Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus negatif. mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan fasa. Akibatnya D2 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D1 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D2 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap. Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif. pada titik AO akan terjadi siklus negatif sementara pada titik OB akan terjadi siklus positif. pada titik AO akan terjadi siklus positif sementara pada titik OB akan terjadi siklus negatif.Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan seperti berikut : Pada artikel mengenai trafo diketahui bahwa pada bagian sekunder trafo CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara bersamaan. Akibatnya D1 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D2 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap.

rectifier. menggunakan 4 diode dan 2 diode.penyearah gelombang dengan filter.diode penyearah. sehingga sinyal sisi negatif tegangan AC tersebut ditahan atau tidak dilewatkan seperti terlihat pada gambar sinyal output penyearah setengah gelombang berikut.formulasi penyearah. penyearah gelombang.rumus filter.penyearah gelombang penuh.teori rectifier.0 komentar: Home » Teori Elektronika » Konsep Dasar Penyearah Gelombang (Rectifier) Konsep Dasar Penyearah Gelombang (Rectifier) Friday.rectifier.diode penyearah.diode penyearah.konsep rectifier.konsep rectifier.penyearah setengah gelombang.half wave rectifier.teori penyearah gelombang.konsep rectifier.penyearah gelombang dengan filter.full wave rectifier Prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh dengan 4 diode diatas dimulai pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi positif.penyearah power supply.half wave rectifier.penyearah setengah gelombang. Dalam sebuah power supply tegangan rendah.rumus filter.penyearah setengah gelombang.formulasi penyearah. Vavg=\frac{Vm}{\pi R} Penyearah Gelombang Penuh (Full wave Rectifier) Penyearah gelombang penuh dapat dibuat dengan 2 macam yaitu. Kemudian . sebelum tegangan AC tersebut di ubah menjadi tegangan DC maka tegangan AC tersebut perlu di turunkan menggunakan transformator stepdown.rectifier dengan diode Pada dasarnya konsep penyearah gelombang dibagi dalam 2 jenis yaitu.diode penyearah. penurun tegangan (transformer).teori penyearah gelombang.penyearah gelombang AC.half wave rectifier.penyearah gelombang dengan filter.penyearah gelombang AC.penyearah gelombang dengan filter.penyearah power supply.output penyearah gelombang. Pada saat transformator memberikan output sisi positif dari gelombang AC maka diode dalam keadaan forward bias sehingga sisi positif dari gelombang AC tersebut dilewatkan dan pada saat transformator memberikan sinyal sisi negatif gelombang AC maka dioda dalam posisi reverse bias.rectifier dengan diode.teori penyearah gelombang.full wave rectifier Formulasi yang digunakan pada penyearah setengah gelombang sebagai berikut. Penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.dasar teori penyearah.output penyearah gelombang.penyearah gelombang penuh.rumus filter. D3 pada posisi reverse bias sehingga level tegangan sisi puncak positif tersebut akan di leawatkan melalui D1 ke D4.dasar teori penyearah. Komponen utama dalam penyearah gelombang adalah diode yang dikonfiguarsikan secara forward bias. maka D1.teori rectifier. February 17th 2012.penyearah power supply.rumus filter.penyearah gelombang penuh. Ada 3 bagian utama dalam penyearah gelombang pada suatu power supply yaitu.konsep rectifier.output penyearah gelombang.rectifier. penyearah gelombang.formulasi penyearah. | Teori Elektronika Konsep dasar penyearah gelombang yang dimaksud dalam artikel ini adalah konsep penyearah gelombang dalam suatu power supply atau catu daya. Penyearah Setengah Gelombang (Half Wave rectifier) penyearah gelombang.teori rectifier.penyearah gelombang penuh.teori rectifier. Penyearah gelombang (rectifier) adalah bagian dari power supply / catu daya yang berfungsi untuk mengubah sinyal tegangan AC (Alternating Current) menjadi tegangan DC (Direct Current).dasar teori penyearah.teori penyearah gelombang.rectifier dengan diode. Prinsip kerja dari penyearah setengah gelombang ini adalah mengambil sisi sinyal positif dari gelombang AC dari transformator.rectifier dengan diode.penyearah setengah gelombang. penyearah gelombang / rectifier (diode) dan filter (kapasitor) yang digambarkan dalam blok diagram berikut.dasar teori penyearah.penyearah power supply.rectifier.penyearah gelombang AC.output penyearah gelombang. Untuk membuat penyearah gelombang penuh dengan 4 diode menggunakan transformator non-CT seperti terlihat pada gambar berikut : penyearah gelombang.penyearah gelombang AC.full wave rectifier Penyearah setengah gelombang (half wave rectifer) hanya menggunakan 1 buah diode sebagai komponen utama dalam menyearahkan gelombang AC. D4 pada posisi forward bias dan D2.formulasi penyearah.

rectifier dengan diode.rectifier dengan diode.full wave rectifier Penyearah gelombang dengan 2 diode menggunakan tranformator dengan CT (Center Tap).dasar teori penyearah.penyearah gelombang penuh. penyearah gelombang.formulasi penyearah.diode penyearah. D4.rectifier.konsep rectifier.penyearah setengah gelombang.web.penyearah power supply.konsep rectifier.penyearah power supply.diode penyearah.dasar teori penyearah. Sehingga sinyal puncak positif dilewatkan melalui D2. Pada saat terminal output transformator pada D1 memberikan sinyal puncak positif maka terminal output pada D2 memberikan sinyal puncak negatif. penyearah gelombang.penyearah gelombang dengan filter.output penyearah gelombang.rectifier dengan diode.teori penyearah gelombang.teori rectifier.full wave rectifier Fungsi kapasitor pada rangkaian diatas untuk menekan riple yang terjadi dari proses penyearahan gelombang AC.penyearah power supply. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik output berikut.formulasi penyearah.rectifier dengan diode.penyearah gelombang dengan filter. Kemnudian pada saat terminal output transformator pada D1 memberikan sinyal puncak negatif maka terminal output pada D2 memberikan sinyal puncak positif.teori penyearah gelombang. Vavg=\frac{2Vm}{\pi } Penyearah Dilengkapi Filter Kapasitor Agar tegangan penyearahan gelombang AC lebih rata dan menjadi tegangan DC maka dipasang filter kapasitor pada bagian output rangkaian penyearah seperti terlihat pada gambar berikut. Setelah dipasang filter kapasitor maka output dari rangkaian penyearah gelombang penuh ini akan menjadi tegangan DC (Direct Current) yang dpat diformulasikan sebagai berikut : Vdc = \frac{2Vmax}{\pi } Kemudian untuk nilai riple tegangan yag ada dapat dirumuskan sebagai berikut : V_{Riple} = \frac{I_{Load}}{fC} Read more at: http://elektronika-dasar.penyearah power supply.rumus filter.penyearah gelombang penuh.rumus filter.penyearah gelombang AC.formulasi penyearah.penyearah gelombang AC. pada kondisi ini D1 posisi reverse dan D2 pada posisi forward. pada kondisi ini D1 pada posisi forward dan D2 pada posisi reverse.output penyearah gelombang.penyearah gelombang dengan filter.penyearah setengah gelombang.diode penyearah.penyearah setengah gelombang.penyearah setengah gelombang.id/konsep-dasar-penyearah-gelombang-rectifier/ Copyright © Elektronika Dasar Minggu. Sehingga sisi puncak positif dilewatkan melalui D1.output penyearah gelombang.penyearah gelombang penuh. D2 pada posisi reverse bias sehingan level tegangan sisi negatif tersebut dialirkan melalui D2.diode penyearah.rectifier.half wave rectifier.penyearah gelombang dengan filter.teori penyearah gelombang. penyearah gelombang.full wave rectifier Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda ini dapat bekerja karena menggunakan transformator dengan CT.half wave rectifier. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar output penyearah gelombang penuh berikut. 03 November 2013 .rumus filter.teori rectifier.dasar teori penyearah.dasar teori penyearah.konsep rectifier. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 diode dapat dilihat pada gambar berikut : penyearah gelombang.rectifier.half wave rectifier.penyearah gelombang AC.teori penyearah gelombang.output penyearah gelombang. D4 pada posisi forward bias dan D1. Transformator dengan CT seperti pada gambar diatas dapat memberikan output tegangan AC pada kedua terminal output sekunder terhadap terminal CT dengan level tegangan yang berbeda fasa 180°.formulasi penyearah.konsep rectifier.teori rectifier.half wave rectifier.rumus filter.penyearah gelombang AC.full wave rectifier Formulasi pada penyearah gelombang penuh sebagai berikut.penyearah gelombang penuh.pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi puncak negatif maka D2.teori rectifier.rectifier.

RESISTOR 3. KAPASITOR 5.Pd FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG 2012-2013 LEMBAR PENGESAHAN Judul : 1.Laporan Elektronika Dasar I Tugas Individu Laporan Praktikum Elektronika Dasar I Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Elektronika Dasar I Disusun Oleh : Nama : Mutiara Indah Sari Npm : 1111090097 Jurusan : Pendidikan Fisika Semester : III (Tiga) Pembimbing : Sartiman. PENGUKURAN BESARAN LISTRIK 2. RANGKAIAN SETARA 4. TRANSISTOR Tanggal Praktikum : 21 Januari 2012 Tempat : Laboratorium Fisika Nama : Mutiara Indah Sari Npm : 1111090097 . S. RANGKAIAN PENYEARAH 6. PELIPAT TEGANGAN DAN PEMBATAS TEGANGAN 7.

dan semakin besar daya yang dikeluarkan power supply maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan dan semakin besar pula gelombang yang dihasilkan pada osiloskop. yang dimaksud dengan kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dari suatu titik yang berpotensial tinggi ke titik yang berpotensial rendah dalam waktu satu detik. 26 Januari 2013 Pembimbing.Pd) ELEKTRONIKA DASAR I Oleh. makin besar pula daya resistor tersebut. .Jurusan : Pendidikan Fisika Fakultas : Tarbiyah Kelompok : V (Lima) Bandar Lampung. yang dimaksud dengan Resistor tetap (fixed Resistor) adalah hambatan yang nilai hambatannya tetap karena ukurannya sangat kecil. Pada pengukuran kuat arus listrik. Elektronika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pengendalian arus listrik yang dapat di operasikan dengan cara mengontrol aliran elektron. bahkan sampai sangat terang. Mutiara Indah Sari. dan semakin besar daya yang dikeluarkan powersupply maka semakin besar pula muatan listrik yang mengalir pada rangkaian dan hal itu menyebabkan lampu dapat menyala terang. (Sartiman. Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung ABSTRAK Telah dilakukan percobaan Elektonika Dasar I. Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut. S. semakin besar bentuk fisik resistor. Dari percobaan yang telah telah dilaksankan tentang pengukuran besaran listrik. Percobaan elektronika dasar ini dilakukan dengan tujuan mempraktikan teori yang telah diajarkan pada materi semester 3. Pada percobaan kedua tentang resistor. yang dimaksud dengan tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. pengendalian elektron ini terjadi dalam ruangan hampa atau ruang yang berisi gas bertekanan rendah seperti tabung gas dan bahan semikonduktor. redup.

Pada praktikum ketujuh tentang transistor. yang dimaksud dengan Rangkaian penyearah setengah gelombang adalah pada saat setengah gelombang pertama (puncak) dengan 1 dioda. maka tegangan yang melintang pada kapasitor akan naik. tegangan yang terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh terkecuali menggunakan kapasitor bentuk gelombang tidaklah penuh. Pada percobaan keempat tentang kapasitor. semakin besar kita memutar sudut pada tunnig maka semakin besar pula hambatan yang terjadi.Pada resistor berubah (variable). Pada saat kapasitor diisi energi melalui sebuah hambatan yang cukup besar. semakin besar cahaya yang mengenai permukaan LDR maka semakin kecil hambatan yang dihasilkan. pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). dan semakin kecil cahaya yang mengenai permukaan LDR maka semakin kecil hambatan yang dihasilkan. Pada percobaan ketiga tentang rangkaian setara. Dan pada saat membuktikan sifat kapasitor. Semakin terang jenis LED (Super Bright LED) semakin besar drop tegangan dan arus yang dibutuhkan. Saat benda potensial mencapai nol. lampu LED mempunyai kecenderungan polarisari yang mempunyai kutub positif dan negatif sehingga untuk menyalakan LED harus diberi arus maju (forward). menggunakan penyearah gelombang penuh 2 dioda. yang dimaksud dengan kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan. Pada praktikum keenam tentang pelipatan tegangan dan pembatasan tegangan. yang dimaksud dengan Rangkaian setara Thevenin adalah penjelmaan dari Thevenin. Pada pembatasan tegangan yang terdapat pada ujung-ujung RL dan sebelum R berfungsi membatasi tegangan yang keluar masuk pada rangkaian. transistor adalah sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis). arus mencapai maksimum sehingga kapasitor terisi penuh dalam arah yang berlawanan. Pada proses pengosongan kapasitor terjadi induktansi diri dalam rangkaian sehingga potensialpun turun secara osilasi terendam. Pada percobaan kelima tentang rangkaian penyearah. yang menyatakan setiap rangkaian dengan dua ujung atau gerbang tunggal dapat digantikan dengan suatu sumber tegangan tetap atau suatu gaya gerak listrik (ggl) dan suatu hambatan seri dengan ggl tersebut. yang dimaksud dengan pelipatan tegangan adalah rangkaian yang dapat menghasilkan tegangan DC beberapa kali lebih besar dari tegangan puncak sinyal input. . Dan semaikin besar dan saat saklar dihidupkan maka tegangan yang dihasilkan lebih kecil. Pada praktikum penyearah gelombang penuh. LDR (Light dependent Resistor) merupakan resistor peka cahaya atau biasa disebut dengan fotoresistor.

........................................................................... 4...............................................1 Latar Belakang ...1 Alat dan Bahan ........................... Radio.......................1 Latar Belakang Dalam era teknologi seperti yang tengah kita alami.......DAFTAR ISI Lembar Pengesahan ........... Abstrak ................... ......2 Analisis Hasil Pengamatan ....................................................................................................................... elektronika memegang peran yang amat penting.......... telphon....................................................................................................... Elektronika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pengendalian arus listrik yang dapat di operasikan dengan cara mengontrol aliran elektron................ BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN ...................3 Pembahasan ....................................... maupun komunikasi perorangan............................................... dan lain-lain........................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.... 4..................... Adanya siaran radio dan televisi berarti ada peralatan pemancar yang memerlukan elektronika yang lebih rumit lagi....................... Didalam rumah tangga kita elektronika muncul dalam bentuk alat-alat hiburan seperti perekam kaset audio dan video....... pengendalian elektron ini terjadi dalam ruangan hampa atau ruang yang berisi gas bertekanan rendah seperti tabung gas dan bahan semikonduktor........... radio dan pesawat penerima televisi......2 Tujuan Percobaan .................... penguat hi-fi stereo.......................................................................................................................1 Hasi Pengamatan ............................ BAB V KESIMPULAN ...........2 Langkah-langkah Percobaan .................................. telphon....................... televisi....... DAFTAR ISI .................................. 3.... 3.............. 1.............................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ..... BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..... memegang peranan amat penting dalam komunikasi massa.. BAB III POSEDUR PERCOBAAN .................................... 4.................................... 1.

Dalam penelitian ilmu pengetahuan peranan elektronika telah memasyarakat.ohmmeter. Elektronika juga merupakan jantung pengerak alat-alat industri. mesi cuci. dan lain sebagainya. Kini mikroprosesor digunakan dalam berbagai peralatan mulai dari mainan anak-anak. Dengan kemampuan ini kita akan dapat memperbaiki peralatan elektronik. seperti pada mesin- mesin pengelola yang berjalan secara otomatik. dan sudah barang tentu didalam komputer sendiri. dan biologi banyak sekali yang menggunakan elektronika yang amat canggih. seperti pada pesawat terbang mesin-mesin dalam pabrik. fisika. Dinegara kita kemampuan dalam bidang elektronika amat diperlukan untuk melakukan reparasi peralatan yang rusak. Satu hal yang penting yaitu batas ukur dari multimeter pada saat pengukuran. 1. kendali pada sistem peralatan. Untuk kedua hal diatas mutlak diperlukan kemampuan untuk berfikir dalam bidang elektronika. hingga peralatan penelitian. Peralatan-peralatan dalam kimia. atau membuat perlatan berdasar pada gambar rangkaian. mesin-mesin pengerak. dan voltmeter. serta berbagai alat bantu komputer. Demikian juga alat-alat uji dan ukur yang digunakan dibengkel-bengkel elektronik dan laboratorium ilmu dan teknilogi. osciloscope. .1 Landasan Teori Untuk mempelajari Elektronika maka dibutuhkan alat-alat ukur elektronika untuk menganalisa besaran-besaran elektronika. resistor dan kapasitor. photo copy. Piranti dan alat ukur yang digunakan dalam praktikum-praktikum antara lain multimeter. Perkembangan terakhir dalam dunia rangkaian terpadu memacu teknologi mikrokomputer sehingga menjadi sarana yang canggih namun cukup murah. Perancangan masih ada pada taraf menggunakan kompone-komponen elektronika yang tersedia dipasaran dan rangkaiannya pada PCB (Printed Circuit Board).Multimeter Multimeter juga disebut Avometer terdiri dari amperemeter. sehingga dengan melihat rangkain elektronika yang baru dikenal segera dapat memikirkan fungsi masing-masing komponen didalam rangkaian. serta mengadakan perubahan-perubahan untuk meningaktakn kemampuan yang ada.2 Tujuan Percobaan Tujuan percobaan Elektronika Dasar I adalah Mempraktikan teori yang telah diajarkan pada materi semester 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. maupun untuk merancang peralatan elektronika. bahkan ada pula yang dilengkapi dengan kemampuan mengukur βdc transistor dan nilai kapasitansi. Di bawah ini penjelasan mengenai alat-alat yang disebutkan diatas: a.

Fixed Resistor : Yaitu resistor yang nilai hambatannya tetap 2.b. ±5% Perak . Di bawah ini adalah table warna dan nilai resistor : Warna Nilai Toleransi Hitam 0 Coklat 1 ±1% Merah 2 ±2% Jingga 3 Kuning 4 Hijau 5 Biru 6 Ungu 7 Abu-abu 8 Putih 9 Emas . Sebagai pembagi arus 2. Variabel Resistor : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah 3.dan lain-lain.Osciloscope Osciloscope adalah alat yang dapat mengukur besaran-besaran elektronika seperti tegangan AC ataupun DC. Keping-keping ini menimbulkan medan listrik yang besarnya tergantung pada tegangan inputnya. Resistor yang terbuat dari karbon terdiri dari kode warna yang menunjukan besarnya nilai dari hambatan itu sendiri. Sebagai penghambat aliran arus listrik.Resistor Resistor merupakan komponen elektronika berjenis pasif yang mempunyai sifat menghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm. Resistor Non Linier: Yaitu resistor yang nilai hambatanya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya 1. sehingga bila ada electron yang melewati diantara keduanya akan dibelokkan sesuai dengan besar tegangan inputnya sehingga pada layer akan terlihat pola-pola dari syarat masukan. Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu : 1. ±10% polos . Pola-pola gelombangisyarat yang terlihat pada layer oscilloscope sebenarnya adalah tumbukan-tumbukan electron yang lepas dari sumber electron di dalam tabung dengan layer. Sebagai penurun tegangan 3. c. ±20% Fungsi dari Resistor adalah : 1. bahkan kita dapat melihat bentuk isyarat tegangan terhadap waktu. biasa disimbolkan Ω. Sebagai pembagi tegangan 4. yang diatur sedemikian rupa oleh medan-medan yang dihasilkan keeping-keping sejajar horizontal dan vertical. Resistor Tetap (Fixed) Secara fisik bentuk resistor tetap adalah sebagai berikut : . frekuensi suatu sumber tegangan AC dan beda fasa antara dua sumber tegangan yang berlainan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan : r e s i s t o r . Resistor Non Linier Bentuk resistor non linier misalnya PTC. m r e s i s t o r m a k 2. LDR dan NTC PTC : Positive Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya. Contoh bentuk fisik dari variable resistor jenis Trimpot : Contoh bentuk fisik dari variable resistor jenis Potensio : 3. Resistor Variabel atau mengeser kenop untuk potensio geser. .

Satuan satuan yang sering dipakai untuk kapasitor adalah: * 1 Farad = 1.udara. kertas. sebuah kapasitor pada dasarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan diantara kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang sering disebut dielektrik. .000 pF (piko Farad) Sifat dasar sebuah kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya. yang menemukan adalah Michael Faraday(1791-1867) pada dasarnya kapasitor dibagi menjadi 2 bagian yaitu kapasitor Polar dan dan non polar. NTC : Negative Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu.metal.Suatu kapasitor mempunyai satuan yaitu Farad (F).film.000. keramik. LDR : Light Dependent Resistor adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elketrolit dan biasanya kapasitor ini mempnyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik b. kapasitor non polar Kapasitor Non Polar adalah kapasitor yang yang pada kutubnya tidak mempunyai polaritas artinya pada kutup kutupnya dapat dipakai secara berbalik.000 nF (nano Farad) * 1 nFarad = 1.Kapasitor Kapasitor merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan. Bahan dielektrik tersebut dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi kapasitor tersebut. kapasitor polar Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan negatif. biasanya kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang kecil dan bahan dielektriknya terbuat dari mika. dan kapasitor juga mempunyai sifat tidak dapat dilalui arus DC (direct Current) dan dapat dilalui arus AC (alternating current) dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi(resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang diberikan).000 µF (mikro Farad) * 1 µFarad = 1. a. adapun bahan dielektrik yang paling sering dipakai adalah keramik. d.

kapasitor tetap adalah seperti yang telah saya jelaskan diatas. artinya sebuah kapasitor berfungsi sebagai kopling atau penghubng antara 2 rangkaian yang berbeda.mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan.1 F) b).memilih panjang gelombang pada radio penerima d). * Kapasitor digunakan juga untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar. Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat) dielektrik.kapasitor berdasarkan nilai kapasitansinya dibagi menjadi 2 bagian: 1. * Kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator. mika. Beberapa kapasitor menggunakan bahan dielektrik berupa kertas. disini sifat dasar kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi untuk memotong tegangan ripple. plastik cairan dan lain sebagainya.menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik c). *Kapasitor berfungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power supply.antara lain : a). * Kapasitor sebagai penggeser fasa. Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. dioda varaktor dapat mengubah kapasitansi dengan memberikan tegangan reverse kepada ujung anoda dan katodanya. Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua penghantar dapat digunakan untuk membedakan jenis kapasitor. dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping.sebagai filter dalam catu daya (power supply) Bentuk-bentuk kapasitor. Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah: a). kapasitor variable adalah kapasitor yang dapat diubah nilainya.kapasitor elektrolit (besar kapasitas 105 pF) c). 2. dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu dapat dilalui arus ac dan tidak dapat dilalui arus dc dapat dimanfaatkan untuk memisahkan 2 buah rangkaian yang saling tidak berhubungan secara dc tetapi masih berhubungan secara ac (signal). Fungsi kapasitor adalah pada rangkaian rangkaian elektronika biasanya adalah sebagai berikut: *Kapasitor sebagai kopling. Biasanya kapasitor ini digunakan sebagai tuning pada sebuah radio. yang dimaksud disini adalah kapasitor sebagai ripple filter. bila tiba-tiba arus listrik diputuskan dan dinyalakan b). Biasanya varaktor digunakan sebagai tuning pada radio digital dengan fasilitas auto search. Pada dasarnya varaktor adalah sebuah Dioda tetapi dipasang terbalik. Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Pada prinsipnya sebuah kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). kapasitor kertas (besar kapasitas 0.kapasitor variabel (besar kapasitas bisa di ubah-ubah dengan nilai kapasitas maksimum 500 pF) . Ada 2 macam kapasitor variable yaitu varco (variable Capacitor) dengan inti udara dan varaktor ( dioda varaktor).

Dengan menggunakan rangkaian setara. Rangkaian setara Thevenin menggunakan sumber tegangan tetap. serta mengandung hambatan. kita dapat membahas perilaku suatu alat elektronika berdasarkan pengukuran pada keluaran tanpa mengetahui rangkaian di dalamnya. mulai dari rangkaian elektronika yang kompleks hingga rangkaian yang lebih sederhana. yakni suatu sumber tegangan ideal dengan tegangan keluaran yang tak berubah. berapapun besar hambatan yang dipasang pada keluarannya. Selain itu. Besarnya kapasitansi (C) adalah. kita juga dapat menyelesaikan hal tersebut dengan persamaan simultan dari loop-loop Kirchoff. Besarnya kapasitas muatan yang tersimpan dalam kapasitor disebut kapasitas kapasitor. Besarnya kapasitas kapasitor disebut kapasitansi. Hambatan R3 ini disebut sebagai hambatan setara dari R 1 dan R2 dan biasa ditulis sebagai R1//R2 (R1 paralel R2). yakni rangkaian setara Thevenin dan rangkaian setara Northon. Dua buah hambatan R1 dan R2 yang disusun secara parallel. Keterangan: C = kapasitas kapasitor (farad) q = muatan yang tersimpan (coulomb) V = beda potensial (volt) Jika kita berbicara tentang rangkaian elektronika. Itulah sebabnya mengapa para insinyur dan teknisi yang berpengalaman sangat menggemari . Didalam rangkaian setara. maka kita tidak lepas kaitannya dengan berbagai jenis rangkaian elektronika. atau kedua-duanya. Thevenin menemukan bahwa setiap rangkaian yang mempunyai loop ganda dapat disederhanakan menjadi sebuah rangkaian yang hanya terdiri dari loop. Rangkaian bagaimana pun rumitnya selalu dapat disederhanakan menjadi rangkaian loop tunggal.L. Hambatan setara tidak hanya digunakan untuk dua hambatan parallel saja.  RANGKAIAN THEVENIN Teorema Thevenin M. dan sebagainya. Sebuah teorema merupakan pernyataan yang dapat kita buktikan secara matematis. kita mengklasifikasikan teorema sebagai suatu penurunan. Karena itulah. dapat digunakan rangkaian setara. Kapasitas kapasitor adalah banyak muatan yang tersimpan dalam kapasitor ketika di hubungkan dengan beda potensial tertentu. Dengan alasan itu. yakni rangkaian setara Thevenin dan rangkaian setara Northon. Ada dua macam rangkaian setara yang lazim digunakan didalam suatu rangkaian elektronika. akan tetapi untuk segala macam hubungan antara beberapa buah hambatan. berapapun besarnya arus yang diambil darinya. transistor. yaitu dengan mengkombinasikan secara seri dan parallel tahanan-tahanan tersebut untuk mendapatkan tahanan total yang durasakan oleh sumber tegangan. Rangkaian setara Northon menggunakan sumber arus tetap. transformator. Dalam hal suatu rangkaian listrik yang mengandung sumber tegangan atau sumber arus. Ada dua bentuk dasar rangkaian setara. Thevenin telah membuat suatu lompatan kemajuan ketika Ia menemukan sebuah teorema rangkaian yang setara yang disebut sebagai teorema Thevenin. yang dapat menghasilkan arus tetap. yaitu dengan membagi-bagi arus hingga akhirnya diperoleh arus beban. dioda. Untuk menghitung arus hambatan pada setiap nilai dari tahanan R 1. kita dapat melakukan pengukuran pada masukan dan keluaran suatu piranti elektronik tanpa mengetahui rangkaian di dalamnya. Kemudian untuk menghitung arus total dan bekerja kembali kea rah beban. Ketika kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan (misalnya baterai atau sumber tegangan yang lain) kapasitor akan menyimpan muatan. kapasitor. teorema bukan merupakan suatu defenisi atau hukum. dapat digantikan dengan sebuah resistor bernilai R3.

tahanan beban merasakan sebuah tahanan sumber yang terhubung seri dengan sebuah sumber tegangan. Dengan kata lain untuk menyederhanakan suatu rangkaian loop ganda dengan sebuah tahanan beban menjadi sebuah rangkaian pengganti loop tunggal dengan tahanan beban yang sama. Tahanan Thevenin Tahanan Thevenin adalah tahanan yang diukur pada terminal-terminal beban ke arah sumber. Pada rangkaian hevenin.teorema Thevenin karena dapat menyederhanakan sebuah rangkaian yangbesar serta penuh komplikasi menjadi sebuah rangkaian loop tunggal yang dapat dengan mudah diselesaikan. Teorema Thevenin merupakan suatu cara yang paling efisien untuk menyelesaikan rangkaian- rangkaian yang sangat rumit menjadi rangkaian yang kompleks. Maka dari itu. Jika kedua ujung membentuk gerbang keluaran. dinyatakan dengan R n. Ini berarti bahwa kita harus menggantikan setiap sumber tegangan dengan hubungan singkat dan setiap sumber arus dengan hubungan terbuka. Teorema Thevenin merupakan alat bantu aplikatif dalam dunia elektronika. bila semua sumber yang ada dihilangkan. tegangan Thevenin didefenisiskan sebagai tegangaan yang melewati terminal beban saat hambatan beban terbuka. Rangkaian setara Thevenin yang merupakan penjelmaan dari Thevenin. Defenisinya: ETh = Eoc dengan Eoc merupakan singkatan dari open circuit voltage. sebaliknya bila kedua terminal membentuk gerbang masukan maka RTh disebut hambatan masukan. Selain itu. Tegangan Thevenin Tegangan Thevenin merupakan tegangan yang tampak pada terminal-terminal beban bila tahanan beban dilepaskan. tetapi juga memungkinkan kita untuk menjelaskan operasi rangkaian yang tidak mampu dijelaskan hanya dengan menggunakan persamaan Kirchoff. tegangan Thevenin acapkali disebut tegangan rangkaian terbuka atau tegangan beban terbuka (open). ini ditunjukkan pada gambar berikut: Gerbang masukkan & Gerbang . Teorema ini tidak hanya menyederhanakan perhitungan. menyatakan setiap rangkaian dengan dua ujung atau gerbang tunggal dapat digantikan dengan suatu sumber tegangan tetap atau suatu gaya gerak listrik (ggl) dan suatu hambatan seri dengan ggl tersebut. hambatan setara R Th disebut hambatan keluaran dan dinyatakan dengan Ro.

antenna radio. itu berarti bahwa elektron-elektron mengalir pada arah yang sebaliknya.  RANGKAIAN NORTHON Teorema Norton Teorema Norton hanya membutuhkan beberapa menit untuk dapat dipahami sebab dia hanya erat hubungannya dengan teorema Thevenin. Beberapa piranti yang bersifat sebagai sumber arus. ujung A berpolaritas positif dan ujung B berpolaritas negatif. bila kita melihat tanda panah pada suatu sumber arus. yang berbeda adalah tahanan Norton terhubung paralel dengan sumber tegangan. secara efektif kita menghubung singkat sumber karena hal tersebut merupakan satu-satunya cara untuk menjamin tegangan nol ketika arus melewati sumber tegangan. maka teorema Norton mengatakan bahwa kita dapat menggantikannya dengan rangkaian Norton. Ada hal penting dalam mencari hambatan Thevenin yang merupakan hambatan yang diukur antar terminal saat seluruh sumber dibuat nol dan hambatan beban terbuka. Rangkaian pengganti Norton mempunyai sumber arus ideal yang dihubungkan paralel dengan sebuah tahanan sumber. yakni suatu piranti yang menghasilkan suatu keluaran yang tak bergantung pada hambatan beban yang dipasang. Tanda panah pada sumber arus Norton menunjukkan arah arus konvensional. kita dapat membayangkan ujung dari tanda panah menunjuk pada terminal positif dari sumber. dan sebagainya. Cara yang lain untuk mendapatkan keluaran (output) gelombang penuh adalah dengan menggunakan empat dioda disebut penyearah jembatan (rectifier bridge). Menurunkan sumber menjadi nol memiliki arti yang berbeda antara sumber tegangan dan sumber arus. maka tahanan Norton adalah sebesar 2 Ω. keluaran transistor. secara efektif kita membuka sumber. Rangkaian Penyearah Centre Tap Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan transformator sadapan pusat (Center Tap) Bila U1 dan U2 mempunyai polaritas. tanda-tanda plus dan minus biasanya tidak diperlihatkan pada gambar skema. yang memberikan sumber arus tersebut memberikan arus yang konstan sebesar. Untuk mudahnya. Suatu piranti atau rangkaian dengan hambatan keluaran yang amat besar berperilaku seperti suatu sumber arus tetap. sebagai contoh bila tahanan Thevenin 2 Ω. Bila diberikan rangkaian Thevenin. Hal tersebut merupakan cara untuk menjamin arus nol ketika ada tegangan pada sumber arus. perlu diperhatikan bahwa tahanan sumber mempunyai nilai yang sama dengan tahanan Thevenin. Tahanan Norton nilainya sama dengan tahanan Thevenin. Suatu rangkaian setara yang juga sering digunakan adalah rangkaian setara Norton. Pada saat ini D1 menghantar (conduct) sedangkan D2 tidak . Cara pertama memerlukan transformator sadapan pusat (Centre Tap-CT). maka kita harus mencantumkan sendiri tanda plus dan minus secara luar kepala bila kita melihat simbol sumber arus.  Rangkaian Penyearah Gelombang Rangkaian penyearah gelombang penuh dapat diperoleh dengan dua cara. tabung foto. misalnya tabung Geiger. Keluaran Dari rangkaian setara Thevenin mudah dipahami bahwa hambatan setara Thevenin RTh dapat dihitung dengan menentukan hambatan setara rangkaian dilihat dari ujung yang bersangkutan yaitu dengan menggantikan sumber tegangan dengan hubungan singkat. Ketika kita menurunkan sumber tegangan menjadi nol. Ketika kita menurunkan sumber arus menjadi nol. sedangkan pangkal dari tanda panah menyatakan terminal negatif.

Sedangkan pada saat siklus negatif tegangan AC. Karena dioda B dan C mengalami reverse bias maka arus tidak dapat mengalir pada kedua dioda ini Kedua hal ini terjadi berulang secara terus menerus hingga didapatkan tegangan beban yang berbentuk gelombang penuh yang sudah disearahkan (tegangan DC). Untuk transformator biasa digunakan jembatan dioda (dioda bridge) sementara untuk transformator CT digunakan 2 dioda saja sebagai penyearahnya. arus mengalir melalui dioda B menuju beban dan kembali melalui dioda C. Pada saat yang bersamaan pula. Untuk memahami cara kerja dioda bridge. a. Grafik sinyal dari penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge) ditunjukkan seperti pada gambar berikut: . Pada saat A berpolaritas negatif . arus mengalir melalui dioda D menuju beban dan kembali melalui dioda A. perhatikanlah kedua gambar: Saat siklus positif tegangan AC. Penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge) Pada dioda bridge. Saat digunakan sebagai penyearah gelombang penuh. menghantar (reverse biased). Penyearah gelombang penuh ada 2 macam dan penggunaannya disesuaikan dengan transformator yang dipakai. dioda secara bergantian menyearahkan tegangan AC pada saat siklus positif dan negatif. hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat siklus yang sama. pada saat ini D2 menghantar sedangkan D1 tidak menghantar. sedang B berpolaritas positif. dioda A dan D mengalami reverse bias sehingga tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut bersifat sebagai isolator.

b. Yang harus diperhatikan adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih besar dari besar arus yang dilewatkan pada rangkaian. Penyearah gelombang penuh menggunakan 2 dioda Seperti telah disebutkan diatas.Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1 komponen saja atau pun bisa dibuat dengan menggunakan 4 dioda yang sama karakteristiknya. Akibatnya D1 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D2 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap. mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan fasa. dimana tegangan sekunder yang dihasilkan oleh trafo CT ini adalah: dimana V1=teg primer dan V2=teg sekunder Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan seperti berikut : Pada artikel mengenai trafo diketahui bahwa pada bagian sekunder trafo CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara bersamaan. penyearah gelombang penuh menggunakan 2 dioda ini hanya bisa digunakan pada transformator CT. pada titik AO akan terjadi siklus positif sementara pada titik OB akan terjadi siklus negatif. . Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif.

Rangkaian pelipat tegangan adalah rangkaian yang dapat menghasilkan tegangan DC beberapa kali lebih besar dari tegangan puncak sinyal input. Pelipat Tegangan (Voltage Multiplier) Setengah Gelombang Pelipat tegangan dengan dioda berfungsi untuk melipat gandakan suatu tegangan input menjadi tegangan output DC yang lebih besar. sinyal DC yang dihasilkan dapat sebesar 2x. pengali tegangan. Akibatnya D2 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D1 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D2 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap. pada titik AO akan terjadi siklus negatif sementara pada titik OB akan terjadi siklus positif. empat atau lebih kali lipat tegangan input. 4x dan seterusnya dari besarnya sinyal AC yang masuk rangkaian.komponen pengali tegangan. teori voltage multiplier.voltage multiplier. Rangkaian pelipat tegangan dapat dibuat dengan komponen dasar dioda dan kapasitor.pelipat tegangan dengan dioda. Dengan menggunakan rangkaian pelipat tegangan (voltage multiplier) pada skunder trafo yang relatif kecil dapat diperoleh tegangan searah keluaran sebesar dua.pelipat tegangan setengah gelombang. Dari penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh yang disearahkan seperti itunjukkan pada grafik sinyal berikut. definisi pelipat tegangan. rangkaian dasar pengali tegangan. Rangkaian ini banyak digunakan pada pembangkit tegangan tinggi namun dengan arus yang kecil seperti pada catu daya tabung gambar.Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus negatif.pengali tegangan dioda. pelipat tegangan 2 kali. Berikut contoh rangkaian pelipat tegangan 2 kali setengah gelombang dengan dioda. tiga. dengan konfigurasi setengah gelombang dan gelombang penuh.teori pelipat tegangan. 3x. Dengan kata lain. Rangkaian pelipat tegangan digunakan pada rangkaian pencatu tabung sinar katoda.membuat pengali tegangan .rangkaian pelipat tegangan.

maka dioda D1 menghantar dan dioda D2 tidak menghantar. Jadi pengertian transistor dapat di kategorikan sebagai memindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu tertentu.voltage multiplier. Oleh karena itu C1 diisi tegangan melalui D1 hingga mencapai Vm dengan polaritas seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Transistor berasal dari bahasa transfer yang artinya pemindahan dan resistor yang berarti pengambat.teori voltage multiplier. Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal.Pada saat tegangan skunder trafo berpolaritas positip (setengah siklus positip). maka tegangan pada ujung C2 turun selama siklus positip dan diisi kembali hingga 2 Vm selama siklus negatip. dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET).sistem kerja peangali tegangan Pada saat setengah siklus berikutnya yaitu siklus negatip. di mana dapat juga berfungsi semacam kran listrik. memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor).teori pelipat tegangan. Apabila pada output diberi resistor beban (RL). Oleh karena itu kapasitor C2 diisi tegangan dari skunder trafo sebesar Vm dan dari C1 sebesar Vm. Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan .rangkaian pelipat tegangan.definisi pelipat tegangan.pengali tegangan dioda.komponen pengali tegangan.membuat pengali tegangan. penyambung (switching) dan stabilisasi tegangan. Gambar fisik transistor Fungsi dari transistor bermacam-macam.pengali tegangan. maka dioda D1 tidak menghantar dan dioda D2 menghantar. Transistor adalah sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis).pelipat tegangan setengah gelombang. Secara ideal dioda yang sedang menghantar dianggap hubung singkat.prinsip kerja pelipat tegangan.pelipat tegangan dengan dioda. sehingga total sebesar 2 Vm. Bentuk gelombang output pada ujung C2 adalah seperti bentuk output penyearah setengah gelombang dengan filter C. Tegangan puncak inverse (PIV) untuk setiap dioda adalah 2 Vm.rangkaian dasar pengali tegangan. pelipat tegangan 2 kali.

Transistor juga memiliki jenis-jenis yang berbeda-beda. Kemasan fisik. yang masing-masing bekerja secara berbeda. Transistor pertama kali di temukan oleh William Shockley. H Brattain pada tahun 1948. Ada 2 jenis transistor. BAB III PROSEDUR PERCOBAAN 3. memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya. Power supply 0-9 Volt AC dan DC b). Aplikasi dan masih banyak jenis lainnya. Secara umum transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori. Dalam sebuah rangkaian-rangkaian digital . yang memiliki tipe- tipe dasar modern. seperti materisemikonduktor. yang lebih besar daripada arus input Basis. Beberapa pengertian transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate. 6 Vdc. Seperti halnya dalam rangkaian analog yang di gunakan dalam amplifier (penguat). Pengukuran Tegangan Alat dan Bahan: Multimeter 10 Vac. 0. yaitu bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET). dan W. Ada dua tipe dasar modern. John Barden. Maximum kapasitas daya Maximum frekuensi kerja. transistor di gunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Pengukuran Kuat Arus Listrik Alat dan Bahan: Power Supply 3 Vdc. yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor. Tipe. Cara kerja transistor pada umumnya hampir sama dengan resistor.25 Watt dan holder . Mutimeter 100 mAdc Lampu 2 volt .1 Alat dan Bahan 1. Dan mulai di pakai dalam praktek pada tahun 1958. Osiloskop. Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronika. Polaritas. PENGUKURAN BESARAN LISTRIK a). 12Vdc. yaitu transistor tipe P – N – P dan transistor jenis N – P – N.

Multimeter 10 Vdc. KAPASITOR a). R=1k 6. RESISTOR a). LED. Resistor Variabel Alat dan Bahan: Multimeter x1 k. D=IN 4001 2 buah. PRAKTIKUM: 1.Langkah Percobaan A. xi k. D= IN 4001 1buah. RESISTOR 3.220. R= 1 k. 3-12 Vdc. R = 4k7 kΩ. Rangkaian Setara Thevenin Alat dan Bahan: R = 10 K 2 buah.Pembatasan tegangan Alat dan Bahan: Multimeter 1 Vdc.Penguatan Transistor Alat dan Bahan : Multimeter 100 mA.15k. PELIPATAN TEGANGAN DAN PEMBATASAN TEGANGAN a). Power Supply 6 Vdc/6Vac 5. KAPASITOR 5. Pengisian dan Pengosong Alat dan Bahan: Power supply 9 Vdc. trasformator CT 6 Vac dan kabel AC. Transistor C 9013 (NPN). Potensiometer 50 k mono c). RANGKAIAN PENYEARAH a). Saklar on/off. Power Supply 9 Vdc. RANGKAIAN SETARA a). 47. C= 1000 µF/25 V. osiloskop. Saklar tukar b). Multimeter 10 Vdc.Sifat Kapasitor Alat dan Bahan: C= 1000πF/16V. trasformator step down 6 Vac dan kabel AC b). C= 1000 µF/16 V. Saklar 3. Penyearah setengah gelombang Alat dan Bahan: Multimeter (batas ukur 10 Vac). Power Supply 9 Vdc 4. Multimeter. power supply. RANGKAIAN PENYEARAH 6. LDR (Light Dependent Resistor) Alat dan Bahan: Multimeter x 100. Resistor Tetap Alat dan Bahan: Resistor. PELIPAT TEGANGAN DAN PEMBATAS TEGANGAN . 2. Rangkaian pelipat tegangan DC Alat dan Bahan: Multimeter (50 Vac) dan (50 Vdc). C= 1000 µF/25 V 2 buah. diada zener 7. transformatr 12 Vac atau power supply 12 Vac b).150k b). LDR = ORP 12 3.2 Langkah. PENGUKURAN BESARAN LISTRIK 2. Multimeter (10Vdc). R=1k. TRANSISTOR a). osiloskop. RANGKAIAN SETARA 4. R= 4K7 DAN RL=100 Ω.4k7. D=IN 4001 2buah.Penyearah gelombang penuh Alat dan Bahan: Multimeter (bats ukur 10 Vdc).

Rangakain Setara a) Rangkaian Setara Thevenin: 1). Saklar power supply off 3). TRANSISTOR A. Resistor Tetap: 1). Memutar potensiometer berlawanan arah jarum jam hingga berhenti 3).Mengukur hambatan LDR ketika permukaanya dikenai cahaya 2). ukurlah tegangan AC keluaran pada kutubkutub power supply Menggunakan multimeter (10Vac) dan Osiloskop dari beberapa tegangan yang disediakan dn tuliskan hasil pengukuran! 2). Mengukur hambatan ujung-ujung terminal potensiometer 2). mengukur kembali besar hambatan LDR 3. Menyusun alat seperti gambar! Saklar power supply off tegangan dan tegangan dc 2). Pengukuran Besaran Listrik a) Pengukuran Tegangan : 1). mengukur hambatan tepi kiri dan tengah potensiometer 4).Menutup permukaan LDR dengan jari. LDR (Light Dependent Resistor): 1). mengkur kuat arus listrik yng menglir enganmutimeter 100 mA DC pada rangkaian dan catat pada table.mencatat dalam table dan kondisi resistor (baik atau rusak) b).Mengukur nilai hambatan masing_masin resistor dengan multimeter 3). Memutar searah jarum jam potensiometer hingga 300 c). mengukur tegangan antar titik A dan C dengan multimeter 10 Vdc 3). Mengatur Power Supply pada tegangan paling rendah. Resistor a). Mengulangi kegiatan 2 ntuk tegangan DC yang bervariasi (tersedia) atau tdak melebihi tegangan lampu 2. Menghubungkan singkat titik A dan C dengan kabel. Mengukur tegangan AB dan BC 4). Saklar off 5). Pengukuran Kuat Arus Listrik: 1).Power supply on. Mengukur besar hambatan antara titik A dengan C dengan multimeter x1k 6). Saklar power supply on. PROSEDUR PERCOBAAN: 1. Menentukan nilai hambatan resistor yan disediakan 2). mengukur hambatan anatara titik B ke C dengan multimeter x1k . Resistor Variabel: 1). Menyusun alat seperti rangkaian berikut saklar power supply off 2). Saklar on.Mengukur tegangan DC keluaran pada kutub-kutub power supply dari beberapa tegangan yang disediaka dengan multimeter (10 Vdc) dan tuliskan hasil pegukuran! b).

Menukar hubungan titik a dan b pada kutub-kutub power supply 12 Vdc. Menyusun rangkaian seperti gambar. Penyearah gelombang penuh: 1). Pelipat Tegangan dan Pembatasan Tegangan a). Mengukur tegangan keluaran transformator (Vac) dengan multimeter dan hubungankan probe osiloskop untuk menggambarkan bentuk gelombangnya 3). Pengisian dan Pengosongan: 1). Mengukur tegangan keluaran dioda (Vdc) dengan multimeter 10 Vdc dan hubungkan probe osiloskop untuk menggambarkan bentuk gelombangnya b). Menyusun alat seperti gambar ! 2). amati nyala LED! 2). Ketika saklar S1 on. tegangan power supply 3 Volt . Mengukur tegangan masing-masing kapasitor (VPQ) dan (V QR) dengan multimeter (50Vdc) 4). 3). Pembatasan Tegangan: 1). Menghubungkan titik a dan b pada kutub-kutub power supply 12 Vac. Menyusun rangkaian seperti gambar ! 2). Bandingkan besar tegangan pada pencatatan (kegiatan 3) dengan hasil perhitungan (kegiatan 5) b). Mengukur tegangan pada RL dengan multimeter 10 Vdc dan menghubungkan probe osiloskop untuk menggambarkan bentuk gelombangnya. Menyusun alat seperti gambar! Menghubungkan titik a dan b pada kutub-kutub power supply 12 Vdc. Mengukur kembali tegangan pada RL dengan multimeter 10 Vdc dan mengubungkan probe osiloskop untuk menggambarkan bentuk gelombangnya 6. Rangkaian Pelipat Tegangan DC: 1). catat lama jarum multimeter hingga kembali seperti semula 5). Sifat Kapasitor: 1). S1 off dan S2 dikontakan pada a 2). Mencatat besar tegangan pada kapasitor (Vc) 4). Menyusun alat seperti gambar 2). amati nyala LED ! 5. Kapasitor a). Menyusun rangkaian seperti gambar. Menggeser saklar S2 ketitik kontak b.4. amati nyala LED! 3). Rangkaian Penyearah a). Membandingkan jumlah (VPQ) dan (VQR) dengan tegangan antara titik P ke R (VPR) b). Mengukur tegangan keluaran dan transpormator power supply (Vac) dengan multimeter (50 Vac) 3). Penyearah Setengah Gelombang: 1). Mengukur tegangan antara titik P ke R (VPR) dengan multimeter (50Vdc) 5). Memasang kapasitor sebagai filter sebelum RL 4). catat lama jarum multimeter menyimpan hingga diam 3). Menghitung besar tegangan berdasarkan persamaan Vc = Vs e-t/CR 6).

Bandingkan dengan kegiatan 2 4). Menghitung penguatan transistor emitor ditanahkan (hFE) ! BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4. Menghitung kuat arus listrik yang masuk ke basis (IB) 5). Pengukuran Tegangan . Mengukur tegangan dengan multimeter 10 Vdc sebelum R 3). VCE dan IC ! (pengukuran VCE bersamaan dengan pengeluaran IC ). Transistor a). Menambah besar tegangan power supply dan ulangi kegiatan 2 dan 3 7. Menyusun rangkaian seperti gambar.1 Hasil Pengamatan 1. Penguatan Transistor: 1). Saklar on. ukur kembali VBE . VCE dan IC ! (pengukuran VCE bersamaan dengan pengeluaran IC ). Mengukur VBE . saklar off 2). 3).2). Pengukuran Besaran Listrik a. Mengukur tegangan dengan multimeter 10 Vdc pada ujung-ujung RL atau dioda zener (Vz) 4).

Resistor Variabel . 446Ω sd 470 45 kΩ - hitam-emas 3 Cokelat-hujau. Resistor a.N Vac Vac / Vrms Vp-p Gambar Gelombang (Osiloskop) O No (Tertera Vdc (Multimeter Vdc (Osiloskop Gambar Gelombang (Osiloskop) )(Tertera) ) ) (Multimeter) 1 3v 85v 1 3v 38v 4v 2 6v 160v 3 9v 230v 2 6v 70v 8v b. Resistor Tetap No R (Perhitungan) R(Perhitungan) R(HasilPengukuran Kondisi ) 1 Kuning-ungu. 145Ω sd 153Ω 16 kΩ - orange-emas 4 Merah-merah. 98Ω sd Ω103 11 kΩ - orange-emas b. 3 9v 100v 10v Pengukuran Kuat Arus Listrik No Vdc yang tertera I (multimeter) 1 3 Vdc 1 A = 56 v 2 6 Vdc 1 A = 83 v 3 12 Vdc 5 A = 24 v 2. 209Ω sd 221 200Ω - cokelat-emas 5 Cokelat-hitam. 448Ω sd 472Ω 5 kΩ - merah-emas 2 Kuning-ungu.

5kΩ 60kΩ 3 60 7kΩ 55kΩ 4 90 13kΩ 44kΩ 5 120 22kΩ 36kΩ Maksimum 55kΩ 5. Vab Vac BC 2.43 sekon 2 Besar Tegangan Vc 5. LDR (Light Dependent Resistor) No Hambatan LDR R 1 Terkena Cahaya 1kΩ 2 Tidak Terkena 24kΩ Cahaya 3.No Sudut Putaran Hambatan Kiri-Tengah Hambatan Tengah-Kanan 1 0 1. Rangkaian Setara Thevenin No Tegangan Antara Titik Vs A-B 1 7v 2 Tegangan Antara Titik AB.2v 3 Hambatan Antara Titik Rt A-C 20.5kΩ c.25v .2v 2. Pengisian dan Pengosongan No Waktu Pengisian T Kapasitor 1 15.4kΩ 65kΩ 2 30 2. Rangkaian Setara a.5Ω 4.103 4 Hambatan Antar Titik B-C R 4. Kapasitor a.

Rangkaian Penyearah a.3 Waktu Pengosongan t Kapasitor 15. Sifat Kapasitor No Hubungankan Lampu Meyala 1 Titik A-B 2 Tukar Lampu Tidak Menyala Hubungan Titik A-B 5. Penyearah Setengan Gelombang .16 sekon b.

Pelipatan Tegangan dan Pembatasan Tegangan a. Rangkaian Pelipatan Tegangan DC . Penyearah Gelombang Penuh No 1 AC 23v 2 DC 33v No Tanpa 1 Kapasitor 2 Memakai Kapasitor 6.2v Transformator (Vac) 2 Tegangan Keluaran 20.9v Dioda (Vdc) b.No 1 Tegangan Keluaran 6.

dan 12Vdc. dan 2. resistor dengan kode kuning-ungu-hitam-emas R hasil pengukuran adalah 45kΩ. tegangan Vdc yang ditunujkkan pada multimeter adalah 85v. gelombang yang kedua terbentuk pada osiloskop adalah 4 kotak pada garis atas dan 4 kotak pada garis bawah sedangkan gelombang yang ketiga terbentuk pada osiloskop adalah 2.5 kotak pada garis bawah. 160v. pengukuran tegangan AC dan Vac yang tertera adalah 3v. . resistor dengan kode merah-merah-cokelat-emas R hasil pengukuran adalah 200kΩ. Pembatasan Tegangan No 1 Tegangan Sebelum R 14v 2 Tegangan Pada Ujung-Ujung RL 7v No 3v 6v 9v 1 Tegangan Sebelum R 14v 29v 42v 2 Tegangan Pada Ujung-Ujung RL 7v 13v 20v 7. dan 9v. dan 10v. 230v.2 Analisis Hasil Pengamatan Pada praktikum pertama tentang Pengukuran Besaran Listrik. sedangkan gelombang yang pertama terbentuk pada osiloskop adalah 2 kotak pada garis atas dan 2 kotak pada garis bawah. 8v. dan 9v.No 1 Tegangan Keluaran Transformator 2v 2 VPQ VQR Tegangan Kapasitor 12v 12v 3 Tegangan Antar Titik P-R VPR 24v b. Pada pengukuran kuat arus listrik tegangan Vdc tertera adalah 3 Vdc.2v 7. Pada pengukuran tegangan DC dan Vdc yang tertera adalah 3v. 70v. dan 5 amper = 24v nyala lampu sangat terang. resistor dengan kode cokelat-hitam-orange-emas R hasil pengukuran adalah 11kΩ. gelombang yang kedua terbentuk pada osiloskop adalah 1. 6Vdc. dan kuat arus yang tertera pada multimeter adalah 1 amper = 56v nyala lampu redup. dan tegangan VP-P yang terlihat pada osiloskop adalah adalah 4v. Transistor a. tegangan Vac/Vrms yang ditunjukkan pada multimeter adalah 38v. sedangkan gelombang yang pertama terbentuk pada osiloskop adalah 2 kotak pada garis atas. Penguatan Transistor VBE VCE IC ON 4v 0 0 OFF 0 7.5 kotak pada garis atas sedangkan gelombang yang ketiga terbentuk pada osiloskop adalah 1 kotak pada garis atas.dan 100v. pada resistor tetap dengan kode kuning-ungu- merah-emas R hasil pengukuran adalah 5kΩ. resistor dengan kode cokelat-hijau-orange-emas R hasil pengukuran adalah 16kΩ. 6v. Pada praktikum kedua tentang Resistor.5 kotak pada garis atas. 1 amper= 83v nyala terang.2 4. 6v.

5 kotak pada garis atas. sedangkan hambatan yang terjadi antara titik B-C R= 4. hambatan tengah-kanan 36kΩ.5Ω. dan pada tegangan keluaran dioda Vdc adalah 20. dan gelombang yang terbentuk pada osiloskop adalah 1. saat tuning diputar dengan sudut 30 hambatan kiri- tengah 2. Sedangkan pada saat arus DC menghasilkan tegangan 33v. tegangan yang dihasilkan kapasitor VPQ = 12v VQR = 12v. arus AC menghasilkan tegangan 23v. dan gelombang yang terbentuk pada osiloskop adalah 2 kotak pada garis atas. dan saat permukaan hambatan tertutup hambatan R = 24kΩ. Vac = 2. hambatan yang terjadi antara titik A-C Rt = 20. dan 0. pada rangkaian setara Thevenin. hambatan tengah-kanan 5. dan 1. dan gelombang yang terbentuk pada osiloskop adalah 1. dan 1. tegangan yang keluar dari transformator adalah 2v. Pada pembatasan tegangan. dan saat sakar dimatikan menghasilkan arus 7. Pada resistor variabel. dan 0. pada rangkaian pelipatan tegangan DC. dan saat saklar dihidupkan menghasilkan tegangan 7. dan saat saklar dihidupkan kembali tegangan VCE tidak menghasilkan tegangan.5kΩ.2 amper. dan ditambahkan lagi menjadi 9v menghasilkan tegangan sebesar 42v.1 dari kotak pada garis atas.9v. ditambahkan menjadi 6v maka menghasilkan tegangan 13v. Dan pada saat multimeter ditambahkan tegangannya sebelum R menjadi 3v menghasilkan tegangan 14v.5 kotak pada garis bawah. dan waktu pengosongan kapasitor adalah 15.1 kotak pada garis bawah atau hampir membentuk garis lurus. Pada praktikum ketiga tentang Rangkaian Setara.2 dari kotak pada garis atas. hambatan tengah kanan 65kΩ. sedangkan saat tuning diputar kesudut maksimal hambatan kiri-tengah 55kΩ. Pada praktikum keempat tentang Kapasitor. sedangkan saat tidak memakai kapasitor gelombang yang terbentuk pada osiloskop hanya sekitar 0. dan tegangan pad ujung-ujung RL atau Zaner Vz adalah 7v. dan saat saklar dihidupkan dengan arus Ic tidak menghasilkan arus.43 sekon. hambatan tengah-kanan 65kΩ. pada penyearah setengah gelombang. pengisian dan pengosongan kapasitor waktu yang dibutuhkan untuk pengisian kapasitor adalah 15. Dan pada saat kapasitor dipasan sebagai filter sebelum R L gelombang yang terbentuk pada osiloskop hanya sekitar 0.2v. saat permukaan hambatan LDR terkena cahaya R = 1kΩ. Pada penyearah gelombang penuh. Pada sifat kapasitor. saat menghubungkan dari titik A-B lampu LED yang sedang diamati mennyala.25v. dan saat menukar hubungan titik A-B lampu LED yang sedang diamati tidak menyala.2v.4kΩ. Pada praktikum kelima tentang Rangkaian Penyearah. saat tuning diputar dengan sudut putar 0 hambatan kiri-tengah 1. hambatan tengah-kanan 44kΩ.2v. Pada praktikum ketujuh tentang Transistor.2v. besar tegangan yang dihasilkan adalah VC = 5.10 3.16 sekon. saat tuning diputar lagi dengan sudut 90 hambatan kiri-tengah 13kΩ.5 kotak pada garis bawah. dan saat tuning diputar kesudut 120 hambatan kiri-tengah 22kΩ. tegangan sebelum R yang dihasilkan adalah 14v. pada penguatan transistor saat saklar mulai dihidupkan tegangan VBE menghasilkan 4v. sedangkan gelombang yang terbentuk pada osiloskop adalah 1. tegangan antara titik AB-BC Vab = 2. tegangan antar titik A-B VS = 7v. saat tuning diputar dengan sudut 60 hambatan kiri-tengah 7kΩ. dan ditambahkan lagi menjadi 9v menghasilkan tegangan sebesar 20v.2 pada kotak garis bawah. hambatan tengah kanan 55kΩ. dan ditambahakan menjadi 6v maka menghasilakan tegangan 29v. Pada praktikum keenam tentang Pelipatan dan Pembatasan Tegangan. tegangan keluaran yang dihasilkan transformator Vac adalah 6. dan tegangan antara titik P-R VPQ adalah 24v. . saat saklar dimatikan tidak menghasilkan tegangan.5 kotak pada garis atas.5kΩ. Pada saat mengukur hambatan LDR (Light Dependent Resistor). Sedangkan pada saat multimeter ditambahkan tegangan di ujung-ujung R L menjadi 3v menghasilkan tegangan 7v. dan 2 kotak pada garis bawah.5 kotak pada garis atas saja.

Pada percobaan ketiga tentang rangkaian setara. Peristiwa mengalirnya arus listrik disebabkan karena adanya elektron yang bergerak. dan semakin besar cahaya yang mengenai permukaan LDR maka semakin kecil hambatan yang dihasilkan. arus listrik hanya terbagi menjadi dua yaitu arus searah (DC) dan arus bolak balik (AC) arus mengalir bolak balik terjadi karena pada tegangan sumber terjadi perubahan polaritas secara bolak-balik. Elektron bebas yang dihasilkan (dan pasangan hole-nya) akan mengalirkan listrik. dimana nilai resistansinya akan menurun jika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya. Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon. yang menyatakan setiap rangkaian dengan . Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. ini sesuai dengan teori hukum kirchoff. redup. dan semakin kecil cahaya yang mengenai permukaan LDR maka semakin kecil hambatan yang dihasilkan. maka arus tersebut akan berbagi. maka nilai hambatannya untuk yang memiliki daya kecil tidak ditulis pada bodinnya melainkan kode warna. Pada resistor berubah (variable). yang dimaksud dengan resistor variabel adalah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle / tuning pada alat tersebut. yang dimaksud dengan kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dari suatu titik yang berpotensial tinggi ke titik yang berpotensial rendah dalam waktu satu detik.4. Arus listrik hanya akan mengalir jika terjadi perbedaan polaritas (potensial) antara sautu titik dengan titik lainnya. Jika terjadi keseimbangan maka. arus listrik yang masuk ke dalam titik percabangan. yang dimaksud dengan tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. pada bodi Resistor diberi cincin- cincin warna yang menyatakan nilai tahanan resistor. Untuk mengetahui nilai tahanannya. sehingga menurunkan resistansinya. yang dimaksud dengan Resistor tetap (fixed Resistor) adalah hambatan yang nilai hambatannya tetap karena ukurannya sangat kecil. Besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian tergantung dari besarnya beda potensial dan tahanan total yang ada dalam rangkaian.3 Pembahasan Dari percobaan yang telah telah dilaksankan tentang pengukuran besaran listrik. ini sesuai dengan hukum ohm. foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan elektron memiliki energi yang cukup untuk meloncat ke pita konduksi. dinyatakan dalam satuan volt. LDR (Light dependent Resistor) merupakan resistor peka cahaya atau biasa disebut dengan fotoresistor. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. arus listrik tidak akan mengalir. dan semakin besar kita memutar sudut pada tunnig maka semakin besar pula hambatan yang terjadi. dan semakin besar daya yang dikeluarkan power supply maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan dan semakin besar pula gelombang yang dihasilkan pada osiloskop. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup tinggi. Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi. semakin besar bentuk fisik resistor. bukan karena sifat arus listriknya. Pada pengukuran kuat arus listrik. dan semakin besar daya yang dikeluarkan powersupply maka semakin besar pula muatan listrik yang mengalir pada rangkaian dan hal itu menyebabkan lampu dapat menyala terang. yang dimaksud dengan Rangkaian setara Thevenin adalah penjelmaan dari Thevenin. artinya jumlah arus yang mengalir pada semua percabangan adalah sama dengan arus sumber (sebelum memasuki titik percabangan). bahkan sampai sangat terang. makin besar pula daya resistor tersebut. Sifat dasar dari arus lisrik tetap mengalir dari daerah berpolaritas tinggi ke polaritas rendah. Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut. Pada percobaan kedua tentang resistor.

sebuah kapasitor pada dasarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan diantara kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang sering disebut dielektrik. Jika LED diberi arus terbalik (reverse) maka chip di dalam LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya bahkan jika tegangan sumber terlalu besar dapat menyebabkan LED tersebut rusak. Dan pada saat membuktikan sifat kapasitor. yang dimaksud dengan Rangkaian penyearah setengah gelombang adalah rangkaian penyearah sederhana yang hanya dibangun menggunakan satu dioda saja. Keadaan ini terus berlanjut dan berulang sehingga menghasilkan bentuk keluaran Gelombang. Pada praktikum penyearah gelombang penuh. yang dimaksud dengan kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan. arus dapat melewati dioda tetapi ketika gelombang masukan bernilai negatif. Pada proses pengosongan kapasitor terjadi induktansi diri dalam rangkaian sehingga potensialpun turun secara osilasi terendam. Kenaikan tegangan semakin lama semakin melambat karena muatan yang sudah berada didalam kapasitor akan melawan penambahan muatan. itu sebabnya mengapa disebut sebagai Penyearah Setengah Gelombang. yakni suatu sumber tegangan ideal dengan tegangan keluaran yang tak berubah. Bukan hanya itu. perlawanan ini semakin lama semakin kuat sesuai dengan bertambah besarnya jumlah muatan dalam kapasitor. Tegangan Thevenin merupakan tegangan yang tampak pada terminal-terminal beban bila tahanan beban dilepaskan. Saat benda potensial mencapai nol. meskipun LED diberi arus maju tetapi kalau arusnya terlalu besar. Semakin terang jenis LED (Super Bright LED) semakin besar drop tegangan dan arus yang dibutuhkan. arus tidak dapat melewati dioda. maka LED pun akan rusak. Pada pengisian dan pengosongan kapasitor. Ketika suatu gelombang masukan bernilai positif. dan saat kapasitor diisi energi melalui sebuah hambatan yang cukup besar. Pada setengah gelombang kedua (lembah) yang bernilai negatif menyebabkan dioda dalam keadaan ‘reverse bias’ sehingga arus dan setengah gelombang kedua yang bernilai negatif ini tidak bisa melewati dioda.dua ujung atau gerbang tunggal dapat digantikan dengan suatu sumber tegangan tetap atau suatu gaya gerak listrik (ggl) dan suatu hambatan seri dengan ggl tersebut. Pada percobaan keempat tentang kapasitor. . Rangkaian setara Thevenin menggunakan sumber tegangan tetap. menggunakan penyearah gelombang penuh 2 dioda hal ini hanya bisa digunakan pada transformator CT penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh terkecuali menggunakan kapasitor bentuk gelombang tidaklah penuh. Maka dari itu. berapapun besarnya arus yang diambil darinya. lampu LED mempunyai kecenderungan polarisari yang mempunyai kutub positif dan negatif sehingga untuk menyalakan LED harus diberi arus maju (forward). maka tegangan yang melintang pada kapasitor akan naik. Pada percobaan kelima tentang rangkaian penyearah. pada dasarnya rangkaian penyearah setengah gelombang ini adalah pada saat setengah gelombang pertama (puncak) melewati dioda yang bernilai positif menyebabkan dioda dalam keadaan ‘forward bias’ sehingga arus dari setengah gelombang pertama ini bisa melewati dioda. Setiap warna LED mempunyai karakteristik yang berbeda seperti besarnya drop tegangan dan arus yang dibutuhkan untuk membuat chip di dalam LED menghasilkan emisi cahaya. tegangan Thevenin acapkali disebut tegangan rangkaian terbuka atau tegangan beban terbuka (open). Karena hanya setengah gelombang saja yang bisa di searah-kan. arus mencapai maksimum sehingga kapasitor terisi penuh dalam arah yang berlawanan.

Pada praktikum ketujuh tentang transistor. empat kali.  Rangkaian pelipat tegangan adalah rangkaian yang dapat menghasilkan tegangan DC beberapa kali lebih besar dari tegangan puncak sinyal input.  Rangkaian penyearah adalah rangkaian yang berfungsi untuk menjadikan gelombang yang mempunyai lebih dari satu arah menjadi gelombang satu arah. yang dimaksud dengan pelipatan tegangan adalah rangkaian yang dapat menghasilkan tegangan DC beberapa kali lebih besar dari tegangan puncak sinyal input. pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Pada praktikum keenam tentang pelipatan tegangan dan pembatasan tegangan. . BAB V KESIMPULAN  Untuk mempelajari Elektronika maka dibutuhkan alat-alat ukur elektronika untuk menganalisa besaran-besaran elektronika. sinyal DC yang dihasilkan dapat sebesar dua kali. Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal. transistor adalah sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis). dan seterusnya dari besarnya sinyal AC yang masuk rangkaian. Dengan kata lain. Piranti dan alat ukur yang digunakan dalam praktikum-praktikum antara lain multimeter.  Ada dua macam rangkaian setara yang lazim digunakan didalam suatu rangkaian elektronika. Pada pembatasan tegangan yang terdapat pada ujung-ujung RL dan sebelum R berfungsi membatasi tegangan yang keluar masuk pada rangkaian. resistor dan kapasitor. tiga kali. pada praktikum yang telah dilaksanakan saat saklar dimatikan maka tegangan yang dihasilkan semaikin besar dan saat saklar dihidupkan maka tegangan yang dihasilkan lebih kecil. penyambung (switching) dan stabilisasi tegangan. yakni rangkaian setara Thevenin dan rangkaian setara Northon. osciloscope.

 Rangkaian pembatasan tegangan adalah rangkaian yang membatasi keluar masuknya tegangan. pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). .  Transistor adalah sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis).

com/2010/04/definisi-dan-perkembangan-kapasitor. Jakarta: Erlangga Moo. Fisika. Lin.electronicandlife. IEEE PEDS Sutrisno. David..com/teori-elektronika/pelipat-tegangan-voltage-multiplier- gelombang-penuh/ . Pual A.T. Bandung: ITB Tipler. 1984.com (http://www. Douglas C.C. L..blogspot. Fisika. 1996. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Cheng.gudangmateri. DAFTAR PUSTAKA Giancoli. Jakarta: Erlangga http://www.H.. J.2001. 2001. Soong.. S. Jakarta: Erlangga Halliday. F.html http://elektronika-dasar.M. Electronic Ballast for Programmed Rapid Start Fluorescent Lamps. Elektronika Teori dan Penerapannya.

65 .23.5 Emas 5% = 446 R = 446Ω sd 470Ω 3) Cokelat 1 R = 153Ω ± 5% Hijau 5 = 7.23.5 Hitam 0 = 470Ω .6 Merah 2 = 472Ω .6 Emas 5% = 448 R = 448Ω sd 472Ω 2) Kuning 4 R = 470Ω ± 5% Ungu 7 = 23. LAMPIRAN  Praktikum 2 Resistor PERHITUNGAN : 1) Kuning 4 R = 472Ω ± 5% Ungu 7 = 23.

05 Cokelat 1 = 221Ω – 11.5.65 Emas 5% = 145 R = 145Ω sd 153 Ω 4) Merah 2 R = 221Ω ± 5% Merah 2 = 11.15 Orange 3 =103Ω . Orange 3 = 153Ω – 7.05 Emas 5% = 209 R = 209Ω sd 221Ω 5) Cokelat 1 R = 103Ω ± 5% Hitam 0 = 5.15 Emas 5% = 98 .