Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proses pada suatu pekerjaan harus dirancang dan dikembangkan dengan
baik dengan tujuan untuk meminimalisir kecelakaan atau kerusakan. Untuk itu
perlu dibuat suatu prosedur tetap yang bersifat standar, sehingga siapa saja, kapan
saja dan dimana saja melakukan langkah-langkah yang sama. Langkah-langkah
yang tertib ini disebut SOP (Standard Operating Procedures).
SOP adalah suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan
untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai
tujuan organisasi. SOP dijadikan sebagai pedoman agar petugas kesehatan tidak
ragu-ragu dalam melakukan tindakan dan diharapkan tidak akan terjadi kesalahan.
SOP juga bertujuan untuk menjaga konsistensi dan tingkat kinerja pegawai dalam
suatu tim atau organisasi.
Mengetahui betapa pentingnya pembuatan SOP untuk menciptakan
lingkungan kerja yang nyaman baik bagi pekerja maupun pasien, serta pentingnya
penentuan tarif rumah sakit berbasis unit cost untuk didapatkan tarif yang sesuai
dan diinginkan pasien namun tidak merugikan tenaga medis dan tenaga kesehatan,
mahasiswa perlu untuk mengetahui cara pembuatan keduanya. Penentuan SOP
dan unit cost yang baik akan menetukan jasa medik yang kita dapatkan setelah
memberikan pelayanan kepada pasien. Dengan mengetahui bagaimana
menentukan dua hal tersebut, diharapkan mahasiswa mengetahui bagaimana
membangun dan menciptakan kondisi kerja yang nyaman dan juga
menguntungkan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana menentukan SOP (Standart Operational Procedure) dalam


pembuatan gigi tiruan jembatan di praktek dokter gigi?

1.3 Tujuan

1. Mahasiswa dapat menentukan SOP (Standart Operational Procedure)


dalam pembuatan gigi tiruan jembatan di praktek dokter gigi.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Standar Prosedur Operasional (SPO)


Standar Prosedur Operasional, selanjutnya disingkat SPO adalah suatu
perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan
proses kerja rutin tertentu, atau langkah yang benar dan terbaik berdasarkan
konsensus bersama dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi
pelayanan yang dibuat oleh fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan standar
profesi. Standar Pelayanan Kedokteran adalah pedoman yang harus diikuti
oleh dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran.
SPO sebagaimana dimaksud pada dibuat dan ditetapkan oleh pimpinan
fasilitas pelayanan kesehatan. SPO disusun oleh staf medis pada fasilitas

2
pelayanan kesehatan yang dikoordinasi oleh Komite Medis dan ditetapkan
oleh Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan.
SPO harus selalu ditinjau kembali dan diperbaharui sekurang-kurangnya 2
(dua) tahun sekali sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kedokteran atau kedokteran gigi.
2.2 Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP)
Manfaat dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu:
a. Dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja
b. Lebih jelas mengetahui peran dan posisi masing-masing di internal
perusahaan
c. Memberikan kejelasan mengenai prosedur kerja, dan tanggung jawab
dalam proses terkait
d. Memberikan keterangan mengenai keterkaitan dengan satu proses kerja
dengan proses kerja
e. Meminimalisir kesalahan dalam melakukan pekerjaan
f. Membantu dalam melakukan evaluasi terhadap setiap proses operasional
perusahaan

2.3 Tujuan Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP)


Tujuan SOP adalah menciptakan komitmen mengenai apa yang dikerjakan
oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good
governance.

2.4 Tahap Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP)


Menurut (Atmoko, 2009) Tahap penting dalam penyusunan Standar
Operasional Prosedur adalah melakukan analisis sistem dan prosedur kerja,
analisis tugas, dan melakukan analisis prosedur kerja.
a. Analisis sistem dan prosedur kerja
Analisis sistem dan prosedur kerja adalah kegiatan mengidentifikasikan
fungsi-fungsi utama dalam suatu pekerjaan, dan langkahlangkah yang
diperlukan dalam melaksanakan fungsi sistem dan prosedur kerja. Sistem
adalah kesatuan unsur atau unit yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi sedemikian rupa, sehingga muncul dalambentuk
keseluruhan, bekerja, berfungsi atau bergerak secara harmonis yang
ditopang oleh sejumlah prosedur yang diperlukan, sedangkan prosedur

3
merupakan urutan kerja atau kegiatan yang terencana untuk menangani
pekerjaan yang berulang dengan cara seragam dan terpadu.
b. Analisis Tugas
Analisis tugas merupakan proses manajemen yang merupakan penelaahan
yang mendalam dan teratur terhadap suatu pekerjaan, karena itu analisa
tugas diperlukan dalam setiap perencanaan dan perbaikan organisasi.
Analisa tugas diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai
pekerjaan, sifat pekerjaan, syarat pejabat, dan tanggung jawab pejabatnya.
Di bidang manajemen dikenal sedikitnya ada 5 (lima) aspek yang
berkaitan langsung dengan analisis tugas, yaitu:
1. Analisa tugas, merupakan penghimpunan informasi dengan sistematis
dan penetapan seluruh unsur yang tercakup dalam pelaksanaan tugas
khusus.
2. Deskripsi tugas, merupakan garis besar data informasi yang dihimpun
dari analisa tugas, disajikan dalam bentuk terorganisasi yang
mengidentifikasikan dan menjelaskan isi tugas atau jabatan tertentu.
Deskripsi tugas harus disusun berdasarkan fungsi atau posisi, bukan
individual; merupakan dokumen umum apabila terdapat sejumlah
personel memiliki fungsi yang sama dan mengidentifikasikan
individual dan persyaratan kualifikasi untuk mereka serta harus
dipastikan bahwa mereka memahami dan menyetujui terhadap
wewenang dan tanggung jawab yang didefinisikan itu.
3. Spesifikasi tugas berisi catatan-catatan terperinci mengenai
kemampuan pekerja untuk tugas spesifik.
4. Penilaian tugas, berupa prosedur penggolongan dan penentuan kualitas
tugas untuk menetapkan serangkaian nilai moneter untuk setiap tugas
spesifik dalam hubungannya dengan tugas lain.
5. Pengukuran kerja dan penentuan standar tugas merupakan prosedur
penetapan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas
dan menetapkan ukuran yang dipergunakan untuk menghitung tingkat
pelaksanaan pekerjaan. Melalui analisa tugas ini, maka tugas-tugas
dapat dibakukan, sehingga dapat dibuat pelaksanaan tugas yang baku.
Setidaknya ada dua manfaat analisis tugas dalam penyusunan standar
operasional prosedur yaitu membuat penggolongan pekerjaan yang

4
direncanakan dan dilaksanakan serta menetapkan hubungan kerja
dengan sistematis.
c. Analisis prosedur kerja
Analisis prosedur kerja adalah kegiatan untuk mengidentifikasi
urutan langkah-langkah pekerjaan yang berhubungan apa yang dilakukan,
bagaimana hal tersebut dilakukan, bilamana hal tersebut dilakukan,
dimana hal tersebut dilakukan, dan siapa yang melakukannya. Prosedur
diperoleh dengan merencanakan terlebih dahulu bermacammacam langkah
yang dianggap perlu untuk melaksanakan pekerjaan. Dengan demikian
prosedur kerja dapat dirumuskan sebagai serangkaian langkah pekerjaan
yang berhubungan, biasanya dilaksanakan oleh lebih dari satu orang, yang
membentuk suatu cara tertentu dan dianggap baik untuk melakukan suatu
keseluruhan tahap yang penting.
Analisis terhadap prosedur kerja akan menghasilkan suatu diagram
alur (flow chart) dari aktivitas organisasi dan menentukan hal-hal kritis
yang akan mempengaruhi keberhasilan organisasi. Aktivitas-aktivitas kritis
ini perlu didokumentasikan dalam bentuk prosedur prosedur dan
selanjutnya memastikan bahwa fungsi-fungsi dan aktivitas itu
dikendalikan oleh prosedur-prosedur kerja yang telah distandarisasikan.
Prosedur kerja merupakan salah satu komponen penting dalam rangka
mencapai tujuan organisasi, sebab prosedur memberikan beberapa
keuntungan antara lain memberikan pengawasan yang lebih baik mengenai
apa yang dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan; mengakibatkan
penghematan dalam biaya tetap dan biaya tambahan; dan membuat
koordinasi yang lebih baik di antara bagianbagian yang berlainan. Dalam
menyusun suatu prosedur kerja, terdapat beberapa prinsip yang harus
diperhatikan yaitu :
1. Prosedur kerja harus sederhana sehingga mengurangi
beban pengawasan;
2. Spesialisasi harus dipergunakan sebaikbaiknya;
3. Pencegahan penulisan, gerakan dan usaha yang tidak
perlu;
4. Berusaha mendapatkan arus pekerjaan yang sebaik-
baiknya;
5. Mencegah kekembaran (duplikasi) pekerjaan;

5
6. Harus ada pengecualian yang seminimun-minimunya
terhadap peraturan.
7. Mencegah adanya pemeriksaan yang tidak perlu;
8. Prosedur harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan
kondisi yang berubah;
9. Pembagian tugas tepat;
10. Memberikan pengawasan yang terus menerus atas
pekerjaan yang dilakukan;
11. Penggunaan urutan pelaksanaan pekerjaaan yang sebaik-
baiknya;
12. Tiap pekerjaan yang diselesaikan harus memajukan
pekerjaan dengan memperhatikan tujuan; Pekerjaan tata
usaha harus diselenggarakan sampai yang minimum;
13. Menggunakan prinsip pengecualian dengan sebaik-
baiknya

Hasil dari penyusunan prosedur kerja ini dapat ditulis dalam buku
pedoman organisasiatau daftar tugasyang memuat lima hal penting,
yaitu :

1. Garis-garis besar organisasi (tugas-tugas tiap jabatan)


2. Sistem-sistem atau metode-metode yang berhubungan dengan
pekerjaan;
3. Formulir-formulir yang dipergunakan dan bagaimana
menggunakannya;
4. Tanggal dikeluarkannya dan di bawah kekuasaan siapa buku pedoman
tersebut diterbitkan;
5. Informasi tentang bagaimana menggunakan buku pedoman tersebut.

Setelah prosedur kerja dan buku pedoman kerja selesai, selanjutnya


pihak manaejemen wajib mngesahkan SOP dan juga menentukan
pemakaian SOP tersebut yang harus berlandaskan pada buku pedoman
yang telah ditetapkan. SOP dan buku pedoman ini merupakan dasar untuk
mengevaluasi kinerja karyawan.

2.5 Bentuk Dan Kriteria Dalam Pembuatan SOP


Menurut Stup (2001), ada beberapa bentuk dan criteria dalam pembuatan
Standar Operasional Prosedur (SOP), yaitu :

6
a. Simple Steps
Prosedur yang singkat dan tidak membutuhkan banyak keputusan yang
ditulis. SOP ini dianut oleh perusahaan yang memiliki pekerja tidak terlalu
banyak.

b. Hierarchical Steps
Bentuknya cukup panjang lebih dari 10 langkah, tetapi tidak terlalu
banyak keputusan.
c. Graphic Format
Bentuk ini sama seperti Hierarchical Steps yaitu cukup panjang lebih dari
10 langkah tetapi tidak terlalu banyak keputusan. Perbedaannya terletak
dalam enyampaiannya, Graphic Format berisikan suatu grafik, gambar,
diagram untuk mengilustrasikan apa yang menjadi tujuan dari suatu
prosedur.
d. Flowchart
Prosedur yang memiliki banyak keputusan, dapat ditulis dalam bentuk ini.
Flowchart merupakan grafik sederhana yang menjelaskan langkah-langkah
dalam membuat keputusan. Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan
Flowchart ini yaitu pemakaian simbol-simbol dalam penjelasannya, karena
simbol-simbol ini memiliki arti dan makna yang berbeda.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Standar Operasional Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Jembatan

7
Alokasi Waktu yang
No. Kegiatan
Dibutuhkan
PERAWATAN HARI I
1 Pendaftaran 2 menit
2 Pasien menunggu di ruang tunggu 10 menit
Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, selagi
pasien selanjutnya berada di ruang tunggu (5 menit)
TOTAL ALOKASI WAKTU SEBELUM 12 menit
PERAWATAN
4 Pasien dipanggil, dipersilahkan masuk dan duduk di 1 menit
kursi pasien. Dokter memberi salam.
5 Anamnesis pasien 3 menit
6 Pasien dipersilahkan duduk di dental chair 30 detik
2 Melepaskan cincin, jam tangan dan gelang jika ada 15 detik
3 Cuci tangan sesuai prosedur 1 menit
4 Keringkan tangan hingga betul-betul kering 1 menit
5 Memakai masker 15 detik
6 Memakai Handscoon steril 15 detik
7 Tahapan Klinik I (Preparasi dan pembuatan Gigi Tiruan
Jembatan)
a. Pemeriksaan, diagnosis, rencana perawatan, 3 menit
prognosis
b. Preparasi gigi abutment 5 menit
c. Retraksi gingiva 1 menit
d. Pencetakkan dan pembuatan die model 10 menit
e. Pembuatan catatan gigit 3 menit
f. Penentuan warna (shade) 5 menit
g. Pembuatan mahkota sementara gigi abutment dan 5 menit
pontik sementara
TOTAL ALOKASI WAKTU PERAWATAN 39 menit 15 detik
PERAWATAN HARI II
1 Pendaftaran 2 menit
2 Pasien menunggu di ruang tunggu 10 menit
Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, selagi
pasien selanjutnya berada di ruang tunggu (5 menit)
TOTAL ALOKASI WAKTU SEBELUM 12 menit
PERAWATAN
4 Pasien dipanggil, dipersilahkan masuk dan duduk di 1 menit
kursi pasien. Dokter memberi salam.
5. Menanyakan tanggapan pasien dari perawatan 2 menit
sebelumnya
6 Pasien dipersilahkan duduk di dental chair 30 detik
7. Tahapan Klinik II (Evaluasi Gigi Tiruan Jembatan)
a. Kecekatan (Fitness / Self Retention) 5 menit
b. Marginal Fitness and Integrity 5 menit

8
c. Kontak Proksimal 5 menit
d. Stabilitas dan adaptasi ke mukosa ginggiva 5 menit
e. Penyesuaian oklusal 5 menit
TOTAL ALOKASI WAKTU PERAWATAN 28 menit 30 detik
PERAWATAN HARI III
1 Pendaftaran 2 menit
2 Pasien menunggu di ruang tunggu 10 menit
Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, selagi
pasien selanjutnya berada di ruang tunggu (5 menit)
TOTAL ALOKASI WAKTU SEBELUM 12 menit
PERAWATAN
4 Pasien dipanggil, dipersilahkan masuk dan duduk di 30 detik
kursi pasien. Dokter memberi salam.
5. Menanyakan tanggapan pasien dari perawatan 2 menit
sebelumnya
6 Pasien dipersilahkan duduk di dental chair 30 detik
7 Tahapan Klinik III
a. Insersi 10 menit
b. Sementasi 10 menit
c. Evaluasi 7 menit
TOTAL ALOKASI WAKTU PERAWATAN 30 menit

3.2 Pembahasan
Pembuatan gigi tiruan jembatan, terdiri dari dua waktu, yaitu tahapan
klinis dan tahapan laboratoris, dimana untuk kedua tahapan tersebut untuk
mendapatkan gigi tiruan yang sesuai, membutuhkan 1 minggu. Tahapan klinis,
dimana tahapan pencetakan pada pasien maupun pemasangan dan evaluasi
dari gigi tiruan jembatan pada pasien. Tahapan laboratoris dikerjakan oleh
tekniker gigi.
Pada perawatan gigi tiruan jembatan, membutuhkan tiga kali kunjungan
dari pasien, dimana untuk kunjungan pertama adalah untuk pencetakan dan
persiapan pembuatan gigi tiruan jembatan. Disini membutuhkan waktu 39
menit 15 detik. Sedangkan untuk hari kedua yaitu evaluasi dari gigi tiruan
membutuhkan waktu kunjungan 28 menit 30 detik. Sedangkan untuk
kunjungan ketiga membutuhkan waktu 30 menit.

9
BAB IV
KESIMPULAN

Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah suatu perangkat


instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin
tertentu, atau langkah yang benar dan terbaik berdasarkan konsensus bersama
dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh
fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi. SOP ini digunakan
untuk meminimalisir adanya kesalahan dalam praktek kedokteran.
Biaya satuan (unit cost) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
melaksanakan kegiatan produksi atau menghasilkan jasa atau kegiatan, sedangkan
Jasa Medik adalah imbalan jasa pelayanan profesi yang diberikan kepada tenaga
medik setelah memberikan pelayanan/tindakan medik atau penunjang medik
kepada pasien. Perhitungan unit cost dan jasa medik ini sangat berhubungan
dengan SOP karena keduanya itu digunakan sebagai penentu besarnya tarif yang
diberikan kepada pasien.

10
Daftar Pustaka

1. Atmoko, Tjipto.2010.Standar Operasional Procedur (SOP) dan


Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
2. Hadiwiyono, Priscylia Surya dan Togar W.S Panjaitan.2013. Jurnal
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Departemen Human
Resources (HR) di PT X. Jurnal Titra Vol 1 No. 2
3. Stup, Richard.2001.Standard Operating Procedure:a writing guide. Dairy
Alliance, Penn State University

11