Anda di halaman 1dari 13

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Medis

2.1.1 Definisi

Hipotiroidisme adalah suatu atau beberapa kelainan structural atau fungsional dari
kelenjar tiroid sehingga sintesis dari hormone-hormone tiroid menjadi isufisiensi
(Haznam, M.W, 1991: 149).

Hipotiroidisme merupakan kelainan yang disebabkan berkurangnya fungsi kelenjar
tiroid (Ranakusuma, B, 1992:35).

Hipotiroidisme adalah suatu keadaan hipometabolik akibat defisiensi hormone tiroid
yang dapat terjadi pada setiap umur (Long, Barbara.C, 1996:102).

Hipotiroid adalah penurunan sekresi hormon kelenjar tiroid sebagai akibat
kegagalan mekanisme kompensasi kelenjar tiroid dalam memenuhi kebutuhan
jaringan tubuh akan hormon – hormon tiroid . (Hotma Rumahorbo S.kep,1999).

Hipertiroidisme adalah suatu sindrome klinis akibat dari defisiensi hormon tiroid
yang mengakibatkan fungsi metabolik. (Greenspan, 2000).

Hipotiroidisme adalah tiroid yang hipoaktif yang terjadi bila kelenjar tiroid berhenti
atau kurang memproduksi hormon tiroksin (Semiardji, Gatut, 2003:14).

Jadi Hipotiroidisme (hiposekresi hormone tiroid) adalah status metabolic yang di
akibatkan oleh kekurangan hormone tiroid. Hipotiroidisme kognital dapat
mengakibatkan kretinisme.

2.1.2 Klasifikasi

Secara klinis dikenal 3 hipotiroidisme, yaitu :

a. Hipotiroidisme sentral, karena kerusakan hipofisis atau hypothalamus

b. Hipotiroidisme primer apabila yang rusak kelenjar tiroid

c. Karena sebab lain, seperti farmakologis, defisiensi yodium, kelebihan yodium,
dan resistensi perifer.

Yang paling banyak ditemukan adalah hipotiroidisme primer. Oleh karena itu,
umumnya diagnosis ditegakkan berdasar atas TSH meningkat dan fT4 turun.
Manifestasi klinis hipotiroidisme tidak tergantung pada sebabnya.

2.1.3 Etiologi

Ini mungkin awal dari suatu mal fungsi dari pituitary atau hipotalamus. . TSH menstimulasi tiroid untuk mensekresi T4 lebih banyak. Goiter endemic prinsipnya disebabkan oleh nutrisi. Strowbery. Semuanya mengandung goitogenik glikosida c.Ada dua bentuk utama dari goiter sederhana yaitu endemic dan sporadic. kelenjar akan membesar dan itu akan menekan struktur di leher dan dada menyebabkan gejala respirasi disfagia. Ingesti dari jumlah besar nutrisi goiterogen ( agen produksi goiter yang menghambat produksi T4 ) seperti kobis. sintesis hormone yang kurang baik. b. Ini mengalah pada “goiter belt” dengan karakteristik area geografis oleh minyak dan air yang berkurang dan iodine. Ini mungkin berhubungan dengan suatu tumor/ lesi destruktif lainnya diarea hipotalamus. tolbutamid ). Biasanya disebabkan oleh : 1. 2. tiroid akan membesar sebagai usaha untuk kompendasi dari kekurangan hormone. ( Aminothiazole. b. kacang polong. obat anti tiroid. Biasanya. Sporadik goiter tidak menyempit ke area geografik lain. buah persik. ketika level T4 darah rendah. c. pembedahan atau terapi radioaktif untuk hipotiroidisme. Hipotiroid primer Mungkin disebabkan oleh congenital dari tyroid (kretinism). Ingesti dari obat goitrogen seperti thioureas ( Propylthiracil ) thocarbomen. Kelainan genetic yang dihasilkan karena metabolisme iodine yang salah . Pembesaran dari kelenjar terjadi sebagai respon untuk meningkatkan respon sekresi pituitary dari TSH. Pada keadaan seperti ini. konsekwensinya jumlah tiroid stimulating hormone (TSH) meningkat.1. defisiensi iodine (prenatal dan postnatal). goiter merupakan adaptasi penting pada suatu defisiensi hormone tiroid. bayam. Jika diet seseorang kurang mengandung iodine atau jika produksi dari hormone tiroid tertekan untuk alasan yang lain. dan lobak. penyakit inflamasi kronik seperti penyakit hasimoto. kedelai . amylodosis dan sarcoidosis.Etiologi dari hipotiroidisme dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu a. Ini dapat juga disebabkan oleh resistensi perifer terhadap hormone tiroid. Hipotiroid sekunder Hipotiroid sekunder berkembang ketika adanya stimulasi yang tidak memadai dari kelenjar tiroid normal. kacang.4 Patofisiologi Kelenjar tiroid membutuhkan iodine untuk sintesis dan mensekresi hormone tiroid. Hipotiroid tertier/ pusat Hipotiroid tertier dapat berkembang jika hipotalamus gagal untuk memproduksi tiroid releasing hormone (TRH) dan akibatnya tidak dapat distimulasi pituitary untuk mengeluarkan TSH. defisiensi iodine.

Tiroid membesar Menekan struktur dileher dan dada Disfagia gangguan respirasi Depresi ventrilasi KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS Laju BMR lambat GANGGUAN NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH Penurunan produksi panas PERUBAHAN SUHU TUBUH (HIPOTERMI) . Penekanan produksi H. Tiroid (Hipotiroidisme) TSH merangsang Kel.5 Perjalanan penyakit hipotiroid terhadap KDM Defisiensi iodium.Penurunan tingkatan dari hormone tiroid mempengaruhi BMR secara lambat dan menyeluruh. Perlambatan ini terjadi pada seluruh proses tubuh mengarah pada kondisi achlorhydria (pennurunan produksi asam lambung). dan abdominal sebagai tanda dari mixedema. 2. penurunan traktus gastrointestinal.1. dan suatu penurunan produksi panas tubuh. disfungsi TRH hipotalamus. Hormon tiroid biasanya berperan dalam produksi sel darah merah. bradikardi. cardiac. fungsi pernafasan menurun. jadi klien dengan hipotiroidisme biasanya menunjukkan tanda anemia karena pembentukan eritrosit yang tidak optimal dengan kemungkinan kekurangan vitamin B12 dan asam folat. Akumulasi proteoglikan hidrophilik di rongga interstitial seperti rongga pleural. Perubahan yang paling penting menyebabkan penurunan tingkatan hormone tiroid yang mempengaruhi metabolisme lemak. disfungsi hiposis. Tiroid untuk mensekresi Kel. Ada suatu peningkatan hasil kolesterol dalam serum dan level trigliserida dan sehingga klien berpotensi mengalami arteriosclerosis dan penyakit jantung koroner.

Kardiorespiratorik ü Efusi pericardial (sedikit.6 Manifestasi Klinis a. peningkatan BB. Kulit dan rambut ü Pertumbuhan kuku buruk. B12 dan Asam folat Pembentukan eritrosit tidak optimal Produksi SDM menurun Anemia Kelemahan INTOLERANSI AKTIVITAS Achlorhydria Penurunan mortilitas tubuh Penurunan fungsi GI KONSTIPASI 2. anoreksia. pecah-pecah.1. kuku menebal ü Kulit kering. Gastrointestinal ü Konstipasi. Kekurangan Vit. bersisik dan menebal b. Muskuloskeletal ü Artralgia dan efusi synovial c. temponade sangat jarang) ü Penyakit jantung iskemic ü Efusi pleural ü Dispnea d. distensi abdomen .

Renalis ü Retensi air (volume plasma berkurang) f. ü Penurunan suhu tubuh.1. Sistem neurologi. ü Gangguan memori.8 Komplikasi Penyakit yang sering muncul akibat hipotiroidisme adalah a. Metabolik ü Penurunan metabolic basal. menoragi dan galaktore dengan hiperprolaktemi ü Penurunan libido ü Gangguan fertilitas g. Penyakit Hashimoto Disebut tiroiditis otoimun. Ini menyebabkan penurunan HT disertai peningkatan kadar TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal. 2.ü Obstruksi usus oleh efusi peritoneal e. ü Berbicara lambat dan terbbata-bata. terjadi akibat otoantobodi yang merusak jaringan tiroid.1. Sistem reproduksi ü Pada perempuan terjadi perubahan menstruasi seperti amenore / masa menstruasi yang memanjang.7 Pemeriksaan Penunjang : 1. Pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi peningkatan TSH serum. . sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat menurun) 3. emosi dan psikologi. 2. Pemeriksaan kadar T3 dan T4. Pemeriksaan USG : Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat tentang ukuran dan bentuk kelenjar tiroid dan nodul. 2. ü Intoleran terhadap dingin h. ü Fungsi intelektual lambat.

f. Riwayat penyakit dahulu. 1. Riwayat penyakit keluarga Riwayat kesehatan klien dan keluarga. 2.rasa cemas. Apakah dulu pernah kena penyakit yang sama atau tidak. 1. tanggal dan jam masuk rumah sakit (MRS). Kebiasaan hidup sehari-hari seperti: . jenis kelamin. Apakah ada dampak yang timbul pada klien. Pengkajian yang perlu ditanyakan meliputi adanya riwayat penyakit. Karsinoma Tiroid Karsinoma Tiroid dapat terjadi akibat terapi tiroidektomi. c. pendidikan. Kadar HT yang rendah akan disertai kadar TSH dan TRH yang tinggi karena minimnya umpan balik. Riwayat penyakit sekarang. pekerjaan. e. dan diagnosis medis. suku bangsa. Identitas klien Meliputi nama. atau penyakit lainnya. Riwayat psiko-sosio Pengkajian mekanisme koping yang digunakan klien untuk menilai respon emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya dan perubahan peran klien dalam keluarga. pemberian obat penekan TSH atau terapi iodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan tiroid. Apakah ada keluhan terdapat benjolan di leher depan dan nyeri saat ditekan. usia. agama.rasa ketidak mampuan untuk melakukan aktifitas secara optimal dan pandangan terhadap dirinya yang salah.yaitu timbul seperti ketakutan akan kecacatan. d. b.1 Pengkajian a. Apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama atau tidak.2 Konsep Keperawatan 2. Sejak kapan klien menderita penyakit tersebut. Gondok Endemic Hipotiroid akibat defisiensi iodium dalam makanan. alamat. Terapi- terapi tersebut akan merangsan proliferasi dan hiperplasia sel tiroid.2. nomor register. Ini terjadi karena sel-sel tiroid menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalam usaha untuk menyerap semua iodium yang tersisa dalam darah.

2. b. Ketidakefektifan Pola nafas.  Bantu klien Faktor yang  Toleransi untuk berhubunga aktivitas. d. konsisten . ketidakseimbangan : Kurang dari kebutuhan tubuh. N Diagnosa o. Nutrisi.2. Intoleransi  Konservasi Terapi aktivitas : Aktifitas.3 Intervensi Keperawatan. c. dan nafsu makan menurun ü Pola tidur Pasien sering tidur larut malam ü Pola aktivitas Pasien terlalu memforsir pekerjaan sehingga sering mengeluh kelelahan 2. memilih dalam aktivitas aktivitas fisik. 2. penurunan Kriteria hasil : proses  Bantu untuk  Berpatisipasi Kognitif.ü Pola makan Mengkonsumsi makanan yang kadar yodiumnya rendah. mengidentifi n: kasi aktivitas  Perawatan diri. Konstipasi. energi. Hipotermi. Keperawatan NOC NIC a. yang mampu Kelelahan dan dilakukan. e. Intoleran aktifitas.2 Diagnosa Keperawatan a.

 Mampu melakukan  Bantu untuk aktivitas sehari mengidentifi – hari secara kasi aktivitas mandiri. Pemantauan . dan nutrisi. Penurunan metabolisme. yang disukai.  Suhu tubuh  Tingkatkan dalam rentang intake cairan normal.  Monitor suhu n: minimal tiap Kriteria hasil : 2 jam. b.  Bantu untuk mengidentivi kasi dan mendapatka n sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan. psikologi dan social.  Nadi dan  Selimuti respirasi dalam pasien untuk rentang normal. Pengaturan Suhu : Faktor yang  Tanda – tanda berhubunga vital. mencegah hilangnya kehangatan tubuh. yang sesuai dengan kemampuan fisik. Hipotermi  Termoregulasi.

hari. Kolaborasi :  Mengidentifikas  Memberikan i indikasi untuk anjuran mencegah pemakaian konstipasi. fungsi an bentuk feses Gastrointestin lunak setiap 1-3  Monitor al. Konstipasi  Hidrasi.  Bebas dari konsistensi ketidaknyaman dan volume. c.  Monitor suhu. warna dan kelembaban kulit. nadi. berhubunga  Monitor n: Kriteria hasil : tanda dan gejala Penurunan  Mempertahank konstipasi. Manajemen konstipasi : Faktor yang  Defekasi.  Monitor suara parau dan pola pernapasan abnormal. obat nyeri sebelum  Feses lunak dan defekasi berbentuk. suhu dan respirasi. an dan konstipasi. untuk memfasilitasi . feses : frekuensi. tanda vital :  Monitor TD.

pengeluaran feses tanpa nyeri. dari  Membantu  Pengukuran atau kebutuhan biokimia.  Status respirasi : Ventilasi. n:  Tanda – tanda  Monitor Depresi vital dalam tanda – d. Nutrisi. menyediaka tubuh n asupan Kriteria hasil : Faktor yang makanan berhubunga  Tidak adanya dan cairan n: tanda – tanda diet . frekuensi melegakan Ketidakefektif pernafasan jalan nafas. ventilasi rentang normal. e.  Status tanda – Manajemen jalan tanda vital. yang paten (klien tidak  Berikan merasa aroma terapi tercekik.  Selera makan. abnormal. tidak  Monitor pola Faktor yang ada suara nafas pernapasan berhubunga abnormal). irama untuk nafas. tanda vital. an pola napas dalam rentang normal. Manajemen ketidakseimba nutrisi : ngan : kurang  Status gizi. nafas : Kriteria hasil :  Posisikan pasien untuk  Menunjukkan memaksimal jalan nafas kan ventilasi.

mendukung proses metabolic pasien yang malnutrisi atau beresiko tinggi terhadap malnutrisi.  Mengatur dan mencegah komplikasi .  Membantu klien untuk makan.Lambatnya malnutrisi. an massa tubuh makanan dan berat dan asupan badan dalam gizi untuk batas normal. laju metabolisme  Mempertahank  Pemberian tubuh. Manajemen/Pem antauan cairan/elektrolit :  Analisa data pasien untuk mengatur keseimbanga n cairan/elektr olit. seimbang.  Analisa data pasien untuk mencegah dan meminimalk an kurang gizi.

BAB III PENUTUP 3. Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnose medis & Nanda Nic Noc edisi revisi Jilid 2 tahun 2013. Cacat perkembangannya dapat juga menjadi penyebab tidak terbentuknya kelenjar tiroid pada kasus hipotiroidisme kongenital. Diagnosis keperawatan definisi dan klasifikasi tahun 2012-1014. Hipotiroidism adalah suatu keadaan dimana kelenjar tirod kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormone tiroid. 4.1 Kesimpulan Sistem endokrin. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. . mengetahui dan mengerti tentang cara pembuatan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan endokrin hipotiroidsme. 5. Kelainan ini kadang-kadang disebut miksedema. DAFTAR PUSTAKA 1. Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnose medis & Nanda Nic Noc edisi revisi Jilid 1 tahun 2013. dalam kaitannya dengan sistem saraf. 3. atau akibat destruksi oleh antibody autoimun yang beredar dalam sirkulasi. Beberapa pasien dengan hipotiroidisme mempunyai kelenjar tiroid yang mengalami atrofi atau tidak mempunyai kelenjar tiroid akibat pembedahan atau ablasi radioisotope. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema.2 Saran Dengan dibuatnya asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan endokrin hipotiroidsm ini diharapkan mahasiswa untuk lebih bisa memahami. Hipotiroidism terjadi akibat penurunan kadar hormon tiroid dalam darah. akibat perubahan kadar cairan dan elektrolik.

.6. Wilkinson dan Nancy R. Ahern. Buku saku diagnosis keperawatan edisi 9 oleh Judith M.