Anda di halaman 1dari 19

DEWASA (20-60 tahun

)

Fokus dari komunikasi pada klien dewasa adalah bentuk sharing dan memberikan
kenyamanan dalam memberi pengetahuan.

Menurut Erikson 1985, pada orang dewasa terjadi tahap hidup intimasi vs isolasi, dimana
pada tahap ini orang dewasa mampu belajar membagi perasaan cinta kasih, minat, masalah
dengan orang lain.

Dalam berkomunikasi dengan orang dewasa adalah:
1. Suasana hormat menghormati
Orang dewasa akan mampu berkomunikasi dengan baik apabila pendapat pribadinya
dihormati, ia lebih senang kalau ia boleh turut berfikir dan mengemukakan fikirannya.
2. Suasana saling menghargai
Segala pendapat, perasaan, pikiran, gagasan, sistem nilai yang dianut perlu dihargai.
Meremehkan dan menyampingkan harga diri mereka akan dapat menjadi kendala dalam
jalannya komunikasi.
3. Suasana saling percaya
Saling mempercayai bahwa apa yang disampaikan itu benar adanya akan dapat membawa
hasil yang diharapkan.
4. Suasana saling terbuka
Terbuka untuk mengungkapkan diri dan terbuka untuk mendengarkan orang lain. Hanya
dalam suasana keterbukaan segala alternatif dapat tergali.

Orang dewasa yang dirawat di rumah sakit bisa merasa tidak berdaya, tidak aman dan
tidak mampu ketika dikelilingi oleh tokoh-tokoh yang berwenang. Status kemandirian mereka
telah berubah menjadi status dimana orang lain yang memutuskan kapan mereka makan dan
kapan mereka tidur. Ini merupakan pengalaman yang mengancam dirinya, dimana orang
dewasa tidak berdaya dan cemas, dan ini dapat terungkap dalam bentuk kemarahan dan
agresi.

Dengan dilakukan komunikasi yang sesuai dengan konteks pasien sebagai orang dewasa
oleh professional, pasien dewasa akan mampu bergerak lebih jauh dari imobilitas bio
psikososialnya untuk mencapai penerimaan terhadap masalahnya.

Dari gambaran model leary : pesan komuniksai dpat terjadi dalam 2 dimensi 1) Dominan-subbmission 2) Hate-love Model leary dapt diterapkan dibidang kesehatan karena dalam bidang kesehatan ada keseimbangan kesehatan antara professional dengan klien. Model ini menekankan pentingnya “Relationsjhip” dalam membanmtu klien pada pelayanan kesehatan secara langsung.dimana antara individu saling mempengaruhi dan dipengaruhi. peran dominan oleh perawat hanya mungkin dilakukan dalam keadaan darurat/akut untuk menyelamatkan kehidupan klien.MODEL-MODEL KONSEP KOMUNIKASI DAN PENERAPANNYA PADA KLIEN DEWASA 1. Keputusan berperan penting yang merangsang terjadi reaksi. Model Komunikasi Leary. Seharusnya dalam berkomunikasi ada keseimbangan asertif dalm menerima dan member antara pasien dan professional. Suatu model yang menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini melukiskan suatu sumber yang berupa sandi atau menciptakan pesan dan menyampaikan melalui suatu saluran kepada penerima. Komunikasi therapeutic adalah keterampilan untuk mengatasi stress yang menghambat psikologikal dan belajar bagaimana berhubungan efektif denagn orang lain. 3. Bila diterapkan pada klien dewasa dikondisikan untuk lebih mengarah pada kondisi dimana individu dewasa berada di dalam keadaan stress psikologis. 2. dimana didapatkan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Refleksi dari model komunikasi dari leary (1950) ini menggabungkan multidimensional yang ditekankan pada hubungan interaksional antara 2 orang. pesan langsung kepada penerima tanpa perantara. Suatu konsep penting dalam model ini adalah adanya gangguan (Noise) Yang dapat menganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Pada dasarnya model ini meyakinkan bahwa interaksi perawat-klien secara simultan membuat keputusan tentang keadaan mereka dan tentang orang lain dan berdasarkan persepsi mereka terhadap situasi. Kita tidak dapat menerapkan posisi dominan ini pada klien dewasa yang dalam keadaan kronik karena klien dewasa mempunyai komitmen yang kuat terhadap sikap dan pengetahuan yang kuat dan sukar untuk dirubah dalam waktu yang singkat. Model Shanon dan Weaver. Tetapi tidak ada hubungan transaksional antara klien dan perawat. Pemancar (Transmitter) mengubah pesan menjadi suatu signal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Dengan kata lain Shannon & Weaver mengasumsikan bahwa sumber imformasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan. Model king memberikan penekanan pada proses komunikasi antara perawat-klien. Model Shannon-Weaver dapat diterapkan kepada konsep komunikasi interpersonal. Selama beberap tahun pasien akut ditempatkan pada peran submission dan profesi kesehatan selalu mendominasi peran dan klien ditempatkan dalm keadaan yang selalu patuh. juga tidak ada feedback untuk mengevaluasi tujuan komunikasi. Klien akan lebih mudah untuk menerima penjelasan yang disampaikan kerena tanpa adanya perantara yang dapat mengurangi penjelasan imformasi. Sedangkan hasil yang diharapkan dari klien melalui model komunikasi ini adalah adanya saling pengertian dan koping yang lebih efektif. Tetapi model ini juga mempunyai keterbatasan yaitu tidak terlihatnya hubungan transaksional diantara sumber pesan dan penerima Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa : Bila komunikasi ini diterapkan pada klien dewasa. dan penghargaan yang positif (positif regard). Interaksi . Pada komunikasi ini perlu diterapkan kondisi empati. karena dapat mengubah konsep hubungan professional yang dilakukan lebih kearah hubungan pribadi. King menggunakan system perspektif untuk menggambarkan bagaimana professional kesehatan (perawat) untuk memberi bantuan kepada klien. Model ini memberikan keuntungan bahwa sumber imformasi jelas dan berkompeten. Peran love yang berlebihan juga tidak boleh dterapkan pada klien dewasa. sehingga klien harus patuh terhadap segala yang dilakukan perawat. congruen (sesuai dengan situasi dan kondisi). Model Interaksi King. Leary mengamati tingkah laku klien. Penerapan Pada Klien dewasa Bila konsep ini diterapkan pada klien dewasa.

factor. factor psikologi dll. budaya. Konteks komunikasi disesuaikan dengan tujuan. Model konsep komunikasi yang sesuai untuk klien dewasa adalah model interaksi king dan model komunikasi kesehatan yang menekankan hubungan relationship yang saling member dan menerima serta adanya feedback untuk mengevaluasi apakah imformasi yang disampaikan sesuai dengan yang ingin dicapai. dan 3) Konteks. karena professional kesehatan (perawat) memperhatikan karekterisitikdari klien yang akan mempengaruhi interaksinya dengan orang lain. Orang lain penting untuk mendukung terjadinya interaksi khususnya mendukung klien untuk mempertahankan kesehatan. Adanya feedback yang menguntungkan untuk mengetahui sejauh mana imformasi yang disampaikan dapat diterima jelas oleh klien untuk mengetahui ada tidaknya persepsi yang salah tehadap pesan yang disampiakan. Hubungan Relationship dikondisikan untuk hubungan interpersonal. Konteks yaitu komunikasi kesehatan yang memiliki topik utama tentang kesehatan klien dan biasanya disesuaikan dengan temapt dan situasi. Pada komunikasi pada orang dewasa diupayakan agar perawat menerima sebagaimana manusia seutuhnya dan perawat harus dapat menerima setiap orang berbeda satu dengan yang lain. . bagaimana seorang professional dapat meyakinkan orang tersebut. Komunikasi ini difokuskan pada transaksi antara professional kesehatan-klien. Transaksi merupakan kesepakatan interaksi antara partisipan didalam proses kumunikasi tersebut. Transaski yang dilakukan secara berkesinambungan. 2) Transaksi. sehingga perawat harus memperhatikan hal-hal tersebut agar tidak terjadi kesakahpahaman. Penerapannya Terhadap Komunikasi Klien Dewasa Model ini sesuai untuk klien dewasa karena mempertimbangkan factor-faktor instrinsik dan ekstrinsik klien dewasa yang pada akhirnya bertujuan untuk menjalin transaksi. Berdasarkan pada hal tertentu diatas. training dan pengalaman dibidang kesehatan. Feedback dalam model ni menunjukan pentingnya arti hubungan perawat-klien. Penerapannya Terhadap komunikasi klien Dewasa Model komunikasi ini juga dapat diterapkan pada klien dewasa. tidak statis dan umpan balik. 3 faktor utama dalam proses komunikasi kesehatan yaitu : 1) Relationship. Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia kearah yang lebih baik sehingga perawat perlu untuk menguasai tehnik dan model konsep komunikasi yang tepat untuk setiap karakteristik klien. Klien adalah individu yang diberikan pelayanan. nilai yang dianut. serta adanya umpan balik untuk mengevalusi tujuan komunikasi. Orang dewasa memiliki pengetahuan. usia. Model Komunikasi Kesehatan. a. melihat tingkat pendidikan. merupakan proses dinamis yang meliputi hubungan timbal balik antara persepsi. Komunikasi ini juga tidak melibatkan orang lain yang berpengaruh terhadap kesehatn klien. Dalam berkomunikasi dengan orang dewasa memerlukan suatu aturan tertentu seperti : sopan santun. jenis pelayanan yang diberikan. Transaksi adalah hubungan Relationship yang timbale balik antara perawat-klien selama berpartisipasi. 4. b. model konsep komunikasi yang tepat dan dapat diterapkan pada klien dewasa adalah model komunikasi ini menunjukan hubungan relationship yang memperhatikan karakteristik dari klien dan melibatkan pengirim dan penerima. Profesional kesehatan adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. keputusan dan tindakan perawat-klien. bahasa tertentu. sikap dan keterampilan yang menetap dalam dirinya yang sukar untuk dirubah dalam waktu singkat sehingga perlu model komunikasi yang tepat agar tujuan dapat tercapai.

pembuatan keputusan dan pola peran.Beberapa pedoman yang bermanfaat untuk membngun pernikahan yang bahagia. Jelasakan mengenai masalah – masalah tersebut dan problem solving untuk masalah tersebut. Pasangan menggali motivasi keinginan untuk menikah c. walaupun tidak ada yang menjamin pernikahan yang sukses. Memastikan emosi berdasarkan cinta daripada ketertarikan fisik atau seksual b. teman-teman yang baru. Sebutkan dan jelaskan masalah – masalah kesehatan psikososial yang muncul pada dewasa tengah ! Perubahan psikososial pada dewasa tengah : Ø Perubahan dalam perkawinan . yang tidak mungkin berubah setelah menikah.Pertimbangan ekonomi seringkali mempengaruhi proses pembuatan keputusan. proses adaptasi di lingkungan tempat kerja yang baru. Mereka harus memahami pola perilaku dan kebiasaan yang mengganggu. Secara peran disini terjadi suatu perubahan dimana individu harus mempersiapkan mental untuk mulai terjun ke dunia kerja. dan pilihan untuk menikah lagi atau tetap sendiri . Hubungan setiap pasangan adalah unik. Jawab : Ø Karier. karena memiliki dan membesarkan anak itu mahal. perceraian. Mereka harus berfokus pada pengembangan komunikasi yang jelas. Mereka harus menetapkan kompatibilitas dalam keyakinan dan nilai yang penting Pada masa ini mereka mempelajari pola mengekspresikan seksualitas dan cara hidup intim satu sama lain. e. Ø Pernikahan. d.Selain itu setiap pasangan mungkin mengalami rasa kehilangan individualitas dan diri dalam transisi dari “saya” menjadi “kita” Ø Masa menjadi orang tua. Adapun masalah-masalah yang dihadapi antara lain : stress dengan peran yang baru. laki-laki dan wanita muda berharap mempunyai karier yang memungkinkan mereka mewujudkan impian pekerjaan sejak mereka kecil. 2. Adapun tugas – tugas pada masa sebelum menikah : a. perubahan dalam perkawinan yang mungkin terjadi selama usia baya seperti : kematian pasangan. Tekanan sosial dapat mendorong pasangan untuk mempunyai anak ataupun mempengaruhi mereka untuk membatasi jumlah anak. pernikahan dan menjadi orang tua. Beberapa masalah perkembangan psikososial yang muncul pada masa dewasa awal adalah mengenai karier. pada masa dewasa awal individu cenderung untuk mencari jati diri dan status sosialnya.Mereka harus mempelajari cara penyelesaian konflik. perpisahan.PERSPEKTIF DAN KOMUNIKASI PERAWATAN DEWASA Beberapa pertanyaan yang terkait : 1.

sehingga kesehatan Andi berangsur – angsur dapat meningkat. 3. Ø Merawat orang tua yang lansia. Andi. Banyak orang tua menerima kebebasan tanggung jawab membesarkan anak. Kondisi pasien terlihat lemah. kita menunggu keadaan orang tuanya agar menjadi lebih tenang dan mulai menerima keadaan anaknnya. bagaimana anda melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien dan keluarganya ? Jawab : Sebelum kita berhubungan dengan pasien kita harus mempersiapkan diri dengan membaca literature tentang penyakit pasien.Pada akhirnya orang tua harus menetapkan kembali perkawinan mereka dan dapat menyelesaikan konflik serta merenccanakannnya untuk masa depan. membaca catatan medik pasien. kepergian anak yang terakhir dari rumah mungkin dapat menjadi stressor. realitas perumahan. Pada fase selanjutnya kita memperkenalkan diri. Komunikasi terapeutik untuk Andi yaitu memberikan Health Education kepada Andi bahwa HIV AIDS bukan merupakan akhir dari segalanya. Dimana dengan kondisi seperti ini Andi masih bisa menikmati hidup . sedangkan orang lain akan merasa kesepian atau tidak punya arah karena perubahan ini. karena masih dalam keadaan shock. dan mengetahui hasil lab selama pasien dirawat.Selain itu kita juga dapat menganjurkan kepada orang tua Andi untuk mendatangkan tokoh spiritual untuk memberikan bimbingan rohani kepada Andi.Kemudian kita berusaha memberi Health Education tentang cara pencegahan dan penularan HIV AIDS. . pekerjaan. seorang mahasiswa umur 25 th dirawat di Ruang Raflesia RS Husada Pramana.Ø Transisi keluarga.Pada saat itu kita mencoba menjelaskan kepada orang tua Andi agar bisa menerima keadaan anaknya. melihat realita dan mengesampingakan status sosialnya sebagai seorang pejabat. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan ia positif terinfeksi HIV AIDS. berkarya dan melakukan interaksi social dengan lingkungannya dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk orang tua Andi . kesehatan dan ekonomi telah mengubah harapan sosial tradisional antar generasi dalam keluarga. Anda sebagai perawat yang merawat Andi. pucat. mengetahui anaknya terkena HIV AIDS. tidak mau makan dan merasa hidupnya tidak akan lama lagi.Pada masa dewasa tengah individu terjebak antara tanggung jawab menjaga anak – anak yang menjadi tanggungan dan menjaga orang tua yang telah lansia dan sakit. Orang tuanya adalah pejabat di daerahnya dan mereka terihat shock.Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup Andi. mengkaji kenyamanan pasien dan pemahaman pasien tentang penyakitnya Dalam komunikasi dengan pasien usahakan dalam posisi bertatap muka. serta cara merawat orang dengan HIV AIDS sehingga keluarga mampu memberi support kepada Andi untuk tetap semangat menghadapi hidup. tidak dengan perantara orang lain dan penyampaian harus jelas serta didukung dengan tempat yang tenang sehingga privacy pasien tetap terjaga.

baik pada setting professional ketika mereka bekerja atau pada saat mereka berada di lingkungan keluarga dan masyarakat umum. Suasana Komunikasi Agar komunikasi dengan klien dewasa efektif perlu memperhatikan terciptanya suasana komunikasi yang mendukung tercapainya tujuan komunikasi seperti saling menghormati. tetapi lebih kompleks lagi disesuaikan dengan situasi dan keadaan yang menyertai. lawan komunikasi (perawat/tenaga kesehatan) harus dapat menghormati pendapat pribadinya. 1. Contoh: “sayang…” dari sepenggal kata tersebut ketika di ungkapkan dengan nada datar. baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. persepsi individu dewasa tersebut adalah bahwa makna kata “sayang” tersebut adalah perasaan suka atau cinta. raur wajah. bila ungkapan tersebut di ucapkan dengan menggunakan bahasa yang halus dan mendesah serta menyampaikan pesan dengan menunjukkan ekspresi mata bersinar. Namun. tetapi juga mempersiapkan pesan tersebut dengan lebih baik serta menciptakan hubungan antar pesan yang di terima dengan konteks atau situasi pesan tersebut disampaikan. mental dan kemampuan social mencapai optimal. Contoh : seseorang yang meludah didepan atau didekat orang seseorang kadang kala di persepsikan sebagai rasa tidak suka atau benci terhadap orang tersebut. wajah cerah atau normal. atau orang yang meludah tersebut tidak bermaksud sebagaimana dipersepsikan orang lain. percaya dan terbuka. Pesan yang diterima individu dewasa kadang kala di persepsikan bukan hanya dari konteks isi pesan. Kemampuan untuk menilai respon verbal dan nonverbal yang disampaikan lingkungan member keuntungan karena pesan yang kompleks dapat disampaikan secara sederhana. akibat pengguna persepsi dan lingkungan yang lebih kompleks. Situasi diatas selanjutnya menimbulkan konflik antar individu atau kelompok. Kemampuan untuk mengembangkan komunikasi (sebagai media transfer informasi). Namun. Dalam menguasai pesan yang diterima. Teknik komunikasi yang dikembangkan pada masa dewasa telah mencapai tahap optimal. B. Suasana saling menghormati Untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan klien dewasa. kepala menunduk.Komunikasi pada masa dewasa awal Komunikasi pada dewasa awal mengalami puncaknya pada kematangan fisik. Klien dewasa akan merasa lebih senang apabila ia diperbolehkan untuk menyampaikan pemikiran atau . individu dewasa tidak hanya melihat isi pesan. akan memberi kesan yang menyesalkan. Kesan ini semakin kuat bila penyampai pesan menunjukkan rasa penyesalan dari gerakan bibir. kadang kala kemampuan kompleks untuk menangkap pesan ini menimbulkan kerugian pada manusia karena kesalahan dalam menerima pesan menjadi lebih besar. Peran dan tanggung jawab serta tuntutan social telah membentuk orang dewasa melakukan komunikasi dengan orang lain.KOMUNIKASI PADA KLIEN DEWASA A.

Model Komunikasi Leary Model komunikasi Leary menekankan pengaruh hubungan interaksi di antara dua pihak yang berkomunikasi. Dalam komunikasi seharusnya terdapat keseimbangan kepercayaan di antara pengirim danpenerima pesan. Suasana saling terbuka Keterbukaan untuk menerima hasil komunikasi dua arah. Model ini dapat diterapkan pada konsep komunikasi antarpribadi. Model Komunikasi dan Implententasinya pada Klien Dewasa Untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan klien dewasa dapat diterapkan beberapa model konsep komunikasi sebagai berikut: 1. antara perawat atau tenaga kesehatan dan klien dewasa akan memudahkan tercapainya tujuan komunikasi. Karena itu klien dewasa lebih memilih komunikasi secara langsung karena penerapan komunikasi melalui perantara dapat mengurangi kejelasan pesan yang dikomunikasikan. Gangguan yang timbul dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Model ini mengamati perilaku klien yang dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. 2. sebatas untuk sarana penyampaian pesan profesional. Apabila hal-hal tersebut diabaikan akan menjadi kendala bagi keberlangsungan komunikasi. Faktor yang menguntungkan dari implementasi model ini ialah pesan yang disampaikan dapat diterima langsung oleh pihak penerima. yakni dimensi: penentu vs ditentukan. dan tidak aman ketika berada di hadapan pribadi-pribadi yang mengatur sikap dan perilakunya. Model komunikasi Leary diterapkan dalam bidang kesehatan berdasarkan keseimbangan informasi yang terjadi dalam komunikasi antara profesional dan klien. C. Tetapi pada klien/pasien dalam kondisi kronik model komunikasi ini tidak tepat untuk diterapkan karena klien dewasa mempunyai komitmen berdasarkan sikap dan pengetahuannya yang tidak mudah dipengaruhi oleh perawat. Suasana saling percaya Komunikasi dengan klien dewasa perlu memperhatikan rasa saling percaya akan kebenaran informasi yang dikomunikasikan. Dalam jangka waktu tertentu pasien diposisikan sebagai penerima pesan yang ditentukan dan harus dipatuhi di bawah dominasi profesional kesehatan. Akumulasi perasaan ini dapat terungkap dalam bentuk sikap emosional dan agresif. . Diasumsikan bahwa sumber informasi menyampaikan sinyalyang sesuai dengan saluran informasi yang digunakan. 3. Hal ini dapat menjadi suasanya yang dirasanya sebagai ancaman. Dalam pesan komunikasi pada model ini ada dua dimensi yang perlu diperhatikan dalam penerapannya. pada model ini pun ter dapat kelemahan yang berupa hubungan antara sumber dan penerima pesan tidak kasat mata. ide. dan suka vs tidak suka. Model ini mengilustrasikan sumber dalam bentuk sandi. Klien dewasa yang menjalani perawatan di rumah sakit dapat merasa tidak berdaya. 3. Status kemandirian mereka berubah menjadi bergantung pada aturan dan ketetapan pihak lain. Model ini ditekankan pada pentingnya hubungan dalam membantu klien pada pelayanan kesehatan secara langsung. dan sistem nilai yang dianutnya. Pada kasus ini lebih tepat apabila diterapkan dimensi suka (hue) dalam kadar tertentu. Apabila model komunikasi ini diterapkan pada klien dewasa hanya dapat dilakukan pada kondisi darurat untuk menyelamatkan hidup klien karena dalam kondisi darurat klien harus mentaati pesan yang disampaikan oleh perawat/profesional kesehatan. Meskipun demikian.pendapat. Apabila hal ini dapat diwujudkan maka tujuan komunikasi akan lebih mudah tercapai. Model Shanon & Weaver Model Shanon & Weaver memperhatikan problem pada penyampaian pesan informasi berdasarkan tingkat kecermatan. Model Interaksi King Model interaksi King menekankan arti proses komunikasi antara perawat dan klien dengan mengutamakan penerapan system perspektif untuk mengilustrasikan profesionalisme perawat dalam memberikan bantuan kepada klien. 2.

Tegasnya orang dewasa bukan seperti gelas kosong yang dapat diisikan sesuatu. keputusan. terdorong akan tidak puas lagi dengan prilakunya yang sekarang. pengetahuan tertentu. masalah dengan orang lain. Model inimenekankan arti penting interaksi berkesinambungan di antara perawat dan klien dalam pengambilan keputusan mengenai kondisi klien berdasarkan persepsi mereka terhadap situasi. Komunikasi berdasarkan model interaksi King lebih sesuai diterapkan pada klien dewasa karena model ini mempertimbangkan faktor intrinsik-ekstrinsik klien dewasa yang bertujuan untuk menjalin transaksi. pada orang dewasa terjadi tahap hidup intimasi vs isolasi. sehingga tidak mudah untuk merubahnya. Umpan balik yang terjadi bermanfaat untuk mengetahui hasil informasi yang disampaikan diterima dengan baik oleh klien. Ekspresi wajah. Komunikasi pada klien dewasa Menurut Erikson 1985. dimana pada tahap ini orang dewasa mampu belajar membagi perasaan cinta kasih. Umpan balik pada model ini nienunjuknya arti penting hubungan antara perawat dan klien. lalu mengambil langkah untuk mencapai prilaku baru itu. minat. . dan tindakan perawat-klien. pasien dewasa bergerak lebiih jauh dari imobilitas bio psiko sosialnya untuk mencapai penerimaan terhadap masalahnya. prilaku non verbal sama pentingnya pada orang dewasa. gerakan tubuh dan nada suara memberi tanda tentang status emosional dari orang dewasa. Orang dewasa sudah mempunyai sikap-sikap tertentu. maka menginginkan sesuatu prilaku lain dimasa mendatang. Dengan dilakukan komunikasi yang sesuai dengan konteks pasien sebagai orang dewasa oleh para profesional. Komunikasi verbal dan non verbal adalah saling mendukung satu sama lain. Orang dewasa belajar kalau ia sendiri ingin belajar. Interaksi merupakan proses dinamis yang melibatkan hubungan timbal balik antara persepsi. Seperti pada anak-anak. bahkan tidak jarang sikap itu sudah sangat lama menetap dalam dirinya.

Suasana hormat menghormati 2. PENERAPANNYA TERHADAP KOMUNIKASI KLIEN DEWASA: . ¨ Menurut ericson 1985 pada orang dewasa terjadi tahap hidup intimasi vs isolasi. 3.saling mengungkapkan reaksi dan tanggapannya mengenai suatu masalah. Hasil kerjasama antara manusia yg saling memberi dan menerima. DARI SEGI PSIKOLOGI ORANG DEWASA DALAM KOMUNIKASI MEMPUNYAI SIKAP TERTENTU 1. SUASANA KOMUNIKASI DENGAN ORANG DEWASA 1. Suasana saling terbuka MODEL-MODEL KONSEP KOMUNIKASI DAN PENERAPANNYA PADA KLIEN DEWASA 1.konsep penting dalam model ini adanya gangguan yg dapat menganggu kecermatan pesan yg di sampaikan. Suasana saling percaya 4. suatu pengetahuan yg diinginkan oleh orang dewasa itu sendiri.oleh sebab itu perlu kiranya suatu model komunikasi yang tepat agar tujuan komunikasi dapat tercapai dengan efektif.minat.akan belajar banyak.masalah dengan orang lain. KOMUNIKASI DENGAN KLIEN DEWASA ¨ Pada orang dewasa mereka mempunyai sikap. Suasana saling menghargai 3.maka orang dewasa tidak diajari tpi dimotivasikan untuk mencari pengetahuan yg lebih mutakhir.di terapkan pd konsep interpersonal. 2.pengetahuan dan ketrampilan yg lama menetap dalam dirinya sehingga untuk merubah perilakunya sangat sulit. Model Shonano & Weaver model ini mengansumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yg di mungkinkan.dimana pada tahap ini orang dewasa mampu belajar membagi perasaan cinta kasih. suatu proses emosional dan intelektual sekaligus manusia punya perasaan dan pikiran. karena pertukaran pengalaman.

transaksi.juga tidak ada feedback untuk mengevaluasi tujan komunikasi.sehingga klien harus patuh terhadap segala yg dilakukan perawat.leary mengamati tingkah laku klien. King menggunakan sistem perspektif.transaksi yg dilakukan terjadi sec berkesinambungan.tdk stastik dan umpan balik. Model komunikasi kesehatan Komunikasi ini difokuskan pada transaksi antara profesional kesehatan dengan klien. Penerapan terhadap komunikasi klien dewasa : Model king ini sesuai untuk klien dewasa karena mempertimbangkan faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik klien dewasa yg pada akhirnya bertujuan untuk menjalin transaksi. Model Interaksi King Memberikan penekanan pada proses komunikasi antara perawa dan klien.interaksional antara dua orang. faktor utama dalam proses komunikasi kesehatan yaitu relationship. .klien akan lebih mudah untuk menerima penjelasan yg disampaikan karena tanpa adanya perantara yg dapat mengurangi kejelasan informasi. Adanya feedback menguntungkan untuk mengetahui sejauh mana informasi yg disampaikan dpt di terima oleh klien. Penerapan pada klien dewasa : Bila modelkonsep ini diterapkan pada klien dewasa.. 2.dimana didapatkan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh lingkunan sekitar.karea profesional kesehatan (perawat) mempertahankan karakteristik dari klien yg akan mempengaruhi interaksinya dg orang lain.konteks. Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa: Model komunikasi ini jg dapat diterapkan pd klien.peran dominan oleh perawat hanya mungkin dilakukan keadaan darurat untuk menyelamatkan kehidupan klien.tetapi tidak ada hubungan transaksional antara klien dan perawat. Model komunikasi leary Model ini menggabungkan multidimensional yg ditekankan pada hub. 4. 3. bila komunikasi ini diterapkan .

Dari segi psikologis. Komunikasi bertujuan untuk memudahkan. Bertolak dari hal tersebut kami mencoba membuat makalah yang mencoba untuk menerapkan model konsep kornunikasi yang tepat pada klien dewasa. pengetahuan tertentu. lalu mengambil langkah untuk mencapai perilaku baru itu.. maka menginginkan suaru perilaku lain di masa mendatang. Tegasnya orang dewasa bukan seperti gelas kosong yang dapat diisikan sesuatu. dimana pada tahap ini orang dewasa mampu belajar membagi perasaan cinta kasih. melancarkan. Oleh karena itu dikatakan bahwa kepada orang dewasa tidak dapat diajarkan sesuatu unfuk merubah tingkah lakunya dengan cepat. masalah dengan orang lain. Menurut Ericsson 1985.KOMUNIKASI KEPERAWATAN PADA KLIEN DEWASA Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia. mi. Orang dewasa sudah mempunyai sikap-sikap tertentu. mereka mempunyai sikap.nat. Juga Pengetahuan yang selarna ini dianggapnya benar dan bermanfaat belum tentu mudah digantikan dengan pengetahuan baru jika kebetulan tidak sejalan dengan yang lama. terdorong akan tidak puas lagi dengan perilakunya yang sekarang. orang dewasa dalarn situasi. baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan maupun hubungan antar manusia. melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan optimal. pada orang dewasa terjadi tahap hidup intimasi vs isolasi. Komunikasi mempunyai sikap-sikap tertentu yairu : . sehingga komunikasi dikembangkan dan dipelihara secara terus menerus. bahkan tidak jarang sikap itu sudah sangat lama menetap dalam dirinya. pengetahuan dan ketrampilan yang lama menetap dalam dirinya sehingga untuk merubah perilakunya sangat sulit. sehingga tidak mudah untuk mengubahnya. Pada orang dewasa. Orang dewasa belajar kalau ia sendiri ingin belajar. oleh sebab itu perlu kiranya suatu model komunikasi yang tepat agar tujuan komunikasi dapat tercapai dengan efektif.

pasien dewasa akan mampu bergerak lebih jauh dari immobilitas biopsikososialnya untuk mencapai penerimaan terhadap masalahnya. 3. Meremehkan diri mereka akan dapat menjadi komunikasi. Ekspresi wajah. Dengan dilakukan komunikasi yang sesuai dengan konteks pasien sebagai orang dewasa oleh para profesional. A. maka perhatian dicurahkan pada penciptaan suasana komunikasi yang diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. dirnana orang dewasa tidak berdaya dan cemas. Dalam berkomunikasi dengan orang dewasa adalah : 1. seperti pada anak-anak. SUASANA KOMUNIKASI Dengan adanya faktor tersebut yang mempengaruhi efektifitas komunikasi orang dewasa. . Weaver Suatu model yang menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatan nya. Komunikasi adalah suatu pengetahuan yang diinginkan oleh orang dewasa itu sendiri. maka orang dewasa tidak diajari tetapi dimotivasikan untuk mencari pengetahuan yang lebih mutakhir. Komunikasi adalah suatu proses emosional dan intelektual sekaligus. 3. Ini merupakan pegalaman yang mengancam dirinya.MODEL KONSEP KOMUNIKASI DAN PENERAPANNYA PADA KLIEN DEWASA Model Shanon . pikiran. perasaan. pesan langsung kepada penerima tanpa perantara. 2. 4. gagasan. saling mengungkapkan reaksi dan tanggapannya mengenai suatu masalah. karena pertukaran pengalaman. ia lebih senang kalau ia boleh turut berfikir dan mengemukakan pikirannya. Suatu konsep penting dalam model ini adalah adanya gangguan (Noise) yang dapat menganggu kecermatan pesan yang disampaikan. 2. manusia punya perasaan dan pikiran.Suasana hormat menghormati Orang dewasa akan mampu berkomunikasi dengan baik apabila pendapat pribadinya dihormati. Komunikasi verbal dan non verbal adalah saling mendukung satu sama lain. Orang dewasa yang dirawat di rumah sakit bisa merasa ttdak berdaya. Suasana saling menghargai Segala pendapat. MODEL . Status kemandirian mereka telah berubah menjadi status dimana orang lain yang memutuskan kapan mereka makan dan kapan mereka tidur. Suasana saling terbuka Terbuka untuk mengungkapkan diri dan terbuka untuk mendengarkan orang lain. Komunikasi adalah hasil kerjasama antara manusia yang saling memberi dan menerima. Hanya dalam suasana keterbukaan segala alternatif dapat tergali. Dengan kata lain model shannon .1. B. weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk di komunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan. Model ini memberikan keuntungan bahwa sumber informasi jelas dan berkompeten. Model Shannon-Weaver dapat diterapkan kepada konsep komunikasi interpersonal. sistem nilai yang dan mengesampingkan harga kendala dalam jalannya dianut perlu dihargai. memberi tanda tentang status emosional dari orang dewasa. tidak aman dan tidak mampu ketika dikeiilingi oleh tokoh-tokoh yang berwenang. Tetapi model ini juga mempunyai keterbatasan yaitu tidak terlihat nya hubungan tansaksional diantara sumber pesan dan penerima. Model ini melukiskan suatu sumber yang berupa sandi atau menciptakan pesan dan menyampaikan melalui suatu saluran kepada penerima. gerakan tubuh dan nada suara. akan belajar banyak. Tetapi harus ditekankan bahwa orang dewasa mempunyai kendala pada hal-hal ini. Pemancar (Transmitter) mengubah pesan menjadi suatu signal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Suasana saling percaya Saling mempercayai bahwa apa yang disampaikan itu benar adanya akan dapat membawa hasil yang diharapkan. dan ini dapat terungkap dalam bentuk kemarahan dan agresi. perilaku non verbal sanna pentingnya pada orang dewasa.

dan penghargaan yang positif (positive regard). Transaksi adalah hubungan relationship yang timbal balik antaraperawar-klien seiama berpartisipasi. Seharusnya dalam berkomunikasi ada keseimbangan asertif dalam menerima dan memberi antara pasien dan profesional. Dari gambaran model leary . Adanya feedback menguntungkan untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan dapat diterima jelas oleh klien atau untuk mengetahui ada tidaknya persepsi yang salah terhadap pesan yang disampaikan. juga tidak ada feedback untuk mengevaluasi tujuan komunikasi. dimana didapatkan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Pada komunikasi ini perlu diterapkan kondisi empati. Sedangkan hasil yang diharapkan dari klien melalui model kornunikasi ini adalah adanya saling pengertian dan koping yang lebih efektif.klien secara simultan membuat keputusan tentang keadaan mereka dan tentang orang lain dan berdasarkan persepsi mereka terhadap situasi. Model ini menekankan pentingnya "Relationship" dalam membantu klien pada pelayanan kesehatan secara langsung. Keputusan berperan penting yang merangsang terjadi reaksi. dimana antara individu saling mempengaruhi dan dipengaruhi . klien akan lebih mudah untuk menerima penjelasan yang disampaikan karena tanpa adanya perantara yang dapat mengurangi kejelasan informasi. Leary mengamati tingkah laku klien. Tetapi tidak ada hubungan transaksional antara klien dan perawat. Kita tidak dapat menerapkan posisi dominan ini pada klien dewasa yang dalarn keadaan kronik karena klien dewasa mempunyai komitmen yang kuat terhadap sikap dan pengetahuan yang kuat dan sukar untuk dirubah dalam waktu yang singkat. keputusan dan tindakan perawat . Model Leary dapat diterapkan di bidang kesehatan karena dalam bidang kesehatan ada keseimbangan kekuatan antara professional dengan klien. peran dominan oleh perawat hanya mungkin dilakukan dalam keadaan darurat/akut untuk menyelamatkan kehidupan klien. Interaksi merupakan proses dinamis yang meliputi hubungan timbal balik antara persepsi. sehingga klien harus patuh terhadap segala yang dilakukan perawat. Selama beberapa tahun pasien akut ditempatkan pada peran submission dan profesi kesehatan selalu mondominasi peran dan klien ditempatkan dalam keadaan yang selalu patuh. Komunikasi therapeutik adalah ketrampilan untuk mengatasi stress yang menghambat psikologikal dan belajar bagaimana berhubungan efektif dengan orang lain. Model lnteraksi King Model King memberikan penekanan pada proses komunikasi antara perawat .klien. dan 2) Hate – love. congruen (sesuai dengan situasi dan kondisi). Pada dasarnya model ini meyakinkan bahwa interaksi perawat . Feran Love yang berlebihan juga tidak boleh diterapkan terhadap klien dewasa. karena dapat mengubah konsep hubungan profesional yang dilakukan lebih kearah hubungan pribadi.klien. Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa: Model ini sesuai untuk klien dewasa karena mempertimbangkan faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik klien dewasa yang pada akhirnya bertujuan untuk menjalin transaksi. pesan komunikasi dapat terjadi dalam 2 dimensi: 1) Dominan -Submission. Feedback dalam model ini menunjukkan pentingnya arti hubungan perawat-klien. King menggunakan sistem perspektif untuk menggambarkan bagaimana profesional kesehatan (perawat) untuk memberi bantuan kepada klien.Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa : Bila komunikasi ini diterapkan pada klien dewasa. Bila diterapkan pada klien dewasa dikondisikan untuk lebih mengarah pada kondisi dimana individu dewasa berada di dalam keadaan stress psikologis. Penerapan Pada Klien Dewasa : Bila model konsep ini diterapkan pada klien dewasa. Model Komunikasi Leary Refleksi dari model komunikasi interaksi dari Leary ( 1950 ) ini menggabungkan multidimensional yang ditekankan pada hubungan interaksional antara 2 (dua) orang. .

Komunikasi ini juga melibatkan orang lain yang berpengaruh terhadap kesehatan klien. Berdasarkan pada hal tersebut diatas. melihat tingkat pendidikan. Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik sehingga perawat perlu untuk menguasai tehnik dan model konsep komunitasi yang tepat untuk setiap karakteristik klien. Pada komunikasi orang dewasa diupayakan agar perawat menerima pasien sebagaimana manusia seutuhnya dan perawat harus dapat menerima setiap orang berbeda satu dengan yang lain. tidak statis dan umpan balik. . Konteks komunikasi disesuaikan dengan tujuan. Transaksi yang dilakukan terjadi secara berkesinambungan.Model Komunikasi Kesehatan Komunikasi ini difokuskan pada transaksi antara professional kesehatan . training dan pengalaman dibidang kesehatan. model konsep komunikasi yang tepat dan dapat diterapkan pada klien dewasa adalah model komunikasi interaksi King dan model komunikasi kesehatan. sehingga perawat harus memperhatikan hal-hal tersebut agar ttdak terjadi kesalahpahaman.karena profesional kesehatan ( perawat ) memperhatikan karakteristik dari klien yang akan mempengaruhi interaksinya dengan orang lain. sikap dan ketrampilan yang menetap dalam dirinya yang sukar untuk dirubah dalam waktu singkat sehingga perlu model komunikasi yang tepat agar tujuan dapat tercapai. 2) Transaksi. jenis pelayanan yang diberikan.Model Konsep Komunikasi yang sesuai untuk klien dewasa adalah model interaksi King dan model komunikasi kesehatan yang menekankan hubungan relationship yang saling memberi dan menerima serta adanya feedback untuk mengevaluasi apakah informasi yang disampaikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Konteks yaitu kornunikasi kesehatan yang memiliki topik utama tentang kesehatan klien dan biasanya disesuaikan dengan tempat dan situasi. sopan santun. . faktor psikologi. orang lain (significant order) penting untuk mendukung terjadinya interaksi khususnya mendukung klien untuk mempertahankan kesehatan. Transaksi merupakan kesepakatan interaksi antar partisipan di dalarn proses komunikasi tersebut. dar 3) Konteks Hubungan Relationship dikondisikan untuk hubungan interpersonal. Profesional kesehatan adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. nilai yang dianut. 3 (tiga) faktor utama dalam proses komunikasi kesehatan yaitu : 1) Relationship.klien. Dalam berkomunikasi dengan orang dewasa memerlukan suatu aturan tertentu seperti. bagaimana seorang profesional dapat meyakinkan orang tersebut. Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa : Model komunikasi ini juga dapat diterapkan pada klien dewasa . faktor budaya.Orang dewasa memiliki pengetahuan. serta adanya umpan balik untuk mengevaluasi tujuan komunikasi. Karena pada kedua model komunikasi ini menunjukkan hubungan relationship yang rnemperhatikan karakteristik dari klien dan melibatkan pengirim dan penerirna. usia. bahasa tertentu. Klien adalah individu yang diberikan pelayanan. .

baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan maupun hubungan antar manusia.KOMUNIKASI PADA KLIEN DEWASA Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia. melancarkan. Menurut Erikson 1985. sehingga tidak mudah untuk merubahnya. pengetahuan tertentu. oleh sebab itu perlu kiranya suatu model komunikasi yang tepat agar tujuan komunikasi dapat tercapai dengan efektif. dimana pada tahap ini orang dewasa mampu belajar rnenrbagi perasaan cinta kasih. mi. masalah dengan orang lain . bahkan tidak jarang sikap itu sudah sangat lama menetap dalam dirinya. Komunikasi bertujuan untuk memudahkan. sehingga komunikasi dikembangkan dan dipelihara secara terus menerus.. pada orang dewasa terjadi tahap hidup intimasi vs isolasi. Orang dewasa sudah mempunyai sikap-sikap tertentu. pengetahuan dan ketrampilan yang lama menetap dalam dirinya sehingga untuk merubah perilakunya sangat sulit. Pada orang dewasa. mereka mempunyai sikap. melaksanakan kegiatan-ke giatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan optimal.nat. Bertolak dari hal tersebut kami mencoba membuat makalah yang mencoba untuk menerapkan model konsep kornunikasi yang tepat pada klien dewasa. Juga Pengetahuan yang selarna ini dianggapnya benar dan bermanfaat belum .

B. akan belajar banyak. Status kemandirian mereka telah berubah menjadi status dimana orang lain yang memutuskan kapan mereka makan dan kapan mereka tidur. 2. MODEL . 3. Kornunikasi adalah suatu pengetahuan yang diinginkan oleh orang dewasa itu sendiri. gerakan tubuh dan nada suara. seperti pada anak-anak. Pemancar (Transmitter) mengubah pesan menjadi suatu signal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Model ini melukiskan suatu sumber yang berupa sandi atau menciptakan pesan dan menyampaikan melalui suatu saluran kepada penerima. Komunikasi adalah hasil kerjasama antara manusia yang saling memberi dan menerima. 3. Komunikasi verbal dan nonverbal adalah saling mendukung satu sama lain. A. Tegasnya orang dewasa bukan seperti gelas kosong yang dapat diisikan sesuatu. sistem nilai yang dan menyampingkan harga kendala dalam jalannya dianut perlu dihargai. gagasan. Oleh karena itu dikatakan bahwa kepada orang dewasa tidak dapat diajarkan sesuatu unfuk merubah tingkah lakunya dengan cepat. pikiran. Suasana saling percaya Saling mempercayai bahwa apa yang disampaikan itu benar adanya akan dapat membawa hasil yang diharapkan. Suasana saling terbuka Terbuka untuk mengungkapkan diri dan terbuka untuk mendengarkan orang lain. 4. perilaku non verbal sanna pentingnya pada orang dewasa. karena pertukaran pengalaman. terdorong akan tidak puas lagi dengan perilakunya yang sekarang. Dengan kata lain model shannon & weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan. dan ini dapat terungkap dalam bentuk kemarahan dan agresi.MODEL KONSEP KOMUNIKASI DAN PENERAPANNYA PADA KLIEN DEWASA Model Shanon & Weaver Suatu model yang menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Tetapi harus ditekankan bahwa orang dewasa mempunyai kendala pada hal-hal ini. orang dewasa dalarn situasi. Komunikasi adalah suatu proses emosional dan intelektual sekaligus. Dalam berkomunikasi dengan orang dewasa adalah : 1. lalu mengarnbil langkah untuk mencapai perilaku baru itu. Orang dewasa yang dirawat di rumah sakit bisa merasa ttdak berdaya. ia lebih senang kalau ia boleh turut berfikir dan mengemukakan fikirannya. Ekspresi wajah. dirnana orang dewasa tidak berdaya dan cemas. saling mengungkapkan reaksi dan tanggapannya mengenai suatu masalah. tidak aman dan tidak mampu ketika dikeiilingi oleh tokoh-tokoh yang berwenang. Komunikasi mempunyai sikap-sikap tertentu yairu : 1 . Ini merupakan pegalaman yang mengancam dirinya. maka orang dewasa tidak diajari tetapi dimotivasikan untuk mencari pengetahuan yang lebih mutakhir. maka perhatian dicurahkan pada penciptaan suasana komunikasi yang diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.tentu mudah digantikan dengan pengetahuan baru jika kebetulan tidak sejalan dengan yang lama. Meremehkan diri mereka akan dapat menjadi komunikasi. memberi tanda tentang status emosional dari orang dewasa. Suatu konsep penting dalarn model ini adalah adanya gangguan (Noise) yang dapat . Hanya dalarn suasana keterbukaan segala alternatif dapat tergali. manusia punya perasaan dan pikiran. SUASANA KOMUNIKASI Dengan adanya faktor tersebut yang mempengaruhi efektifitas komunikasi orang dewasa. perasaan. Dari segi psikologis. pasien dewasa akan mampu bergerak lebih jauh dari imobilitas biopsikososialnya untuk mencapai penerimaan terhadap masalahnya. 2. Suasana saling menghargai Segala pendapat. Orang dewasa belajar kalau ia sendiri ingin belajar. Dengan dilakukan komunikasi yang sesuai dengan konteks pasien sebagai orang dewasa oleh para profesional.Suasana hormat menghormati Orang dewasa akan mampu berkomunikasi dengan baik apabila pendapat pribadinya dihormati. maka menginginkan suaru perilaku lain di masa mendatang.

Feran Love yang berlebihan juga tidak boleh diterapkan terhadap klien dewasa. Selama beberapa tahun pasien akut ditempatkan pada peran submission dan profesi kesehatan selalu mondominasi peran dan klien ditempatkan dalam keadaan yang selalu patuh. juga tidak ada feedback untuk mengevaluasi tujuan komunikasi. Model ini memberikan keuntungan bahwa sumber informasi jelas dan berkompeten. dimana antara individu saling mempengaruhi dan dipengaruhi . Sedangkan hasil yang diharapkan dari klien melalui model kornunikasi ini adalah adanya saling pengertian dan koping yang lebih efektif. Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa : Bila komunikasi ini diterapkan pada klien dewasa. dimana didapatkan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. keputusan dan tindakan perawat . Leary mengamati tingkah laku klien. Model Leary dapat diterapkan di bidang kesehatan karena dalam bidang kesehatan ada keseimbangan kekuatan antara professional dengan klien. Dari gambaran model leary . Pada dasarnya model ini meyakinkan bahwa interaksi perawat . Kita tidak dapat menerapkan posisi dominan ini pada klien dewasa yang dalarn keadaan kronik karena klien dewasa mempunyai komitmen yang kuat terhadap sikap dan pengetahuan yang kuat dan sukar untuk dirubah dalam wakru yang singkat. klien akan lebih mudah untuk menerima penjelasan yang disampaikan karena tanpa adanya perantara yang dapat mengurangi kejelasan informasi. Model ini menekankan pentingnya "Relationship" dalam membantu klien pada pelayanan kesehatan secara langsung. Model lnteraksi King Model King memberikan penekanan pada proses komunikasi antara perawat . Tetapi model ini juga mempunyai keterbatasan yaitu tidak terlihatnya hubungan tansaksional diantara sumber pesan dan penerima. Penerapan Pada Klien Dewasa : Bila model konsep ini diterapkan pada klien dewasa. Adanya feedback menguntungkan untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan dapat . karena dapat mengubah konsep hubungan profesional yang dilakukan lebih kearah hubungan pribadi. pesan langsung kepada penerima tanpa perantara. congruen (sesuai dengan situasi dan kondisi). King menggunakan sistem perspektif untuk menggambarkan bagaimana profesional kesehatan (perawat) untuk memberi bantuan kepada klien. Komunikasi therapeutik adalah ketrampilan untuk mengatasi stress yang menghambat psikologikal dan belajar bagaimana berhubungan efektif dengan orang lain. Model Komunikasi Leary Refleksi dari model komunikasi interaksi dari Leary ( 1950 ) ini menggabungkan multidimensional yang ditekankan pada hubungan interaksional antara 2 (dua) orang. Tetapi tidak ada hubungan transaksional antara klien dan perawat. Seharusnya dalam berkomunikasi ada keseimbangan asertif dalam menerima dan memberi antara pasien dan profesional. Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa: Model ini sesuai untuk klien dewasa karena mempertimbangkan faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik klien dewasa yang pada akhirnya bertujuan untuk menjalin transaksi. dan 2) Hate – love.menganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Model Shannon-Weaver dapat diterapkan kepada konsep komunikasi interpersonal.klien. Pada komunikasi ini perlu diterapkan kondisi empati. pesan komunikasi dapat terjadi dalam 2 dimensi: 1) Dominan -Submission.klien secara simultan membuat keputusan tentang keadaan mereka dan tentang orang lain dan berdasarkan persepsi mereka terhadap situasi. dan penghargaan yang positif (positive regard). peran dominan oleh perawat hanya mungkin dilakukan dalam keadaan darurat/akut untuk menyelamatkan kehidupan klien.klien. Bila diterapkan pada klien dewasa dikondisikan untuk lebih mengarah pada kondisi dimana individu dewasa berada di dalam keadaan stress psikologis. Keputusan berperan penting yang merangsang terjadi reaksi. Interaksi merupakan proses dinamis yang meliputi hubungan timbal balik antara persepsi. Transaksi adalah hubungan relationship yang timbal balik antaraperawar-klien seiama berpartisipasi. Feedback dalam model ini menunjukkan pentingnya arti hubungan perawat-klien. sehingga klien harus patuh terhadap segala yang dilakukan perawat.

model konsep komunikasi yang tepat dan dapat diterapkan pada klien dewasa adalah model komunikasi interaksi King dan model komunikasi kesehatan. Profesional kesehatan adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Dalam berkomunikasi dengan orang dewasa memerlukan suatu aturan tertentu seperti. faktor psikologi. saya siap pulang hari ini. tidak statis dan umpan balik.Orang dewasa memiliki pengetahuan. Berdasarkan pada hal tersebut diatas. faktor budaya.klien. C. ROLEPLAY Tahap orientasi Perawat memberikan penyuluhan tentang kesiapan pulang pada pasien Perawat : “Selamat pagi bapak” Pasien : “ Selamat pagi suster” Perawat : “ Kenalkan nama saya natalia indah biasa dipanggil Natalia. Klien adalah individu yang diberikan pelayanan. .karena profesional kesehatan ( perawat ) memperhatikan karakteristik dari klien yang akan mempengaruhi interaksinya dengan orang lain. Transaksi merupakan kesepakatan interaksi antar partisipan di dalarn proses komunikasi tersebut. nilai yang dianut. bermaksud menyampaikan informasi tentang hal-hal yang perlu bapak\keluarga ketahui dan rencana tindak lanjut perawatan setelah bapak pulang nanti. 2) Transaksi. Karena pada kedua model komunikasi ini menunjukkan hubungan relationship yang rnemperhatikan karakteristik dari klien dan melibatkan pengirim dan penerirna. biasa dipanggil dii.diterima jelas oleh klien atau untuk mengetahui ada tidaknya persepsi yang salah terhadap pesan yang disampaikan. training dan pengalaman dibidang kesehatan. Konteks yaitu kornunikasi kesehatan yang memiliki topik utama tentang kesehatan klien dan biasanya disesuaikan dengan tempat dan situasi. saya mahasiswa dari prodi S1 keperawatan UNDIP semarang. . Komunikasi ini juga melibatkan orang lain yang berpengaruh terhadap kesehatan klien. 3 (tiga) faktor utama dalam proses komunikasi kesehatan yaitu : 1) Relationship. nama bapak siapa?” Pasien : “Nama saya frandy diksi. sopan santun.” Perawat : “Apa bapak sudah yakin merasa sehat dan siap untuk pulang?” Pasien : “Insya-Allah. bahasa tertentu. sehingga perawat harus memperhatikan hal-hal tersebut agar ttdak terjadi kesalahpahaman.” Perawat : “Baiklah bapak. Model Komunikasi Kesehatan Komunikasi ini difokuskan pada transaksi antara professional kesehatan .Model Konsep Komunikasi yang sesuai untuk klien dewasa adalah model interaksi King dan model komunikasi kesehatan yang menekankan hubungan relationship yang saling memberi dan menerima serta adanya feedback untuk mengevaluasi apakah informasi yang disampaikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. usia. bagaimana seorang profesional dapat meyakinkan orang tersebut. melihat tingkat pendidikan. sikap dan ketrampilan yang menetap dalam dirinya yang sukar untuk dirubah dalam waktu singkat sehingga perlu model komunikasi yang tepat agar tujuan dapat tercapai. dar 3) Konteks Hubungan Relationship dikondisikan untuk hubungan interpersonal. serta adanya umpan balik untuk mengevaluasi tujuan komunikasi. orang lain (significant order) penting untuk mendukung terjadinya interaksi khususnya mendukung klien untuk mempertahankan kesehatan. Penerapannya terhadap komunikasi klien dewasa : Model komunikasi ini juga dapat diterapkan pada klien dewasa . Transaksi yang dilakukan terjadi secara berkesinambungan. Pada komunikasi orang dewasa diupayakan agar perawat menerima pasien sebagaimana manusia seutuhnya dan perawat harus dapat menerima setiap orang berbeda satu dengan yang lain. Apa . Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik sehingga perawat perlu untuk menguasai tehnik dan model konsep komunitasi yang tepat untuk setiap karakteristik klien. kalau bapak sudah siap. Konteks komunikasi disesuaikan dengan tujuan. jenis pelayanan yang diberikan.

” Pasien : “Terima kasih suster” Perawat : “Kalau sudah. Kami selalu siap membantu bila ada yang bapak tanyakan kepada kami. silahkan barang-barang yang akan di bawa pulang di cek lagi. jangan lupa tetap menjaga kesehatan dan kontrol sesuai jadwal yang sudah di berikan. Kami selalu siap membantu bila ada yang bapak tanyakan kepada kami.” Pasien : “Sama-sama suster. kami ucapkan selamat jalan. pelayanan kesehatan terdekat. sepertinya bapak sudah benar-benar ingin segera pulang. jangan lupa tetap lupa tetap menjaga kesehatan dan kontrol sesuai jadwal yang sudah di berikan. Selamat siang” Perawat : “Selamat siang. silahkan!” Tahap kerja Perawat : “Apakah bapak sudah mengetahui hal-hal yang dilarang atau tidak diperbolehkan bapak lakukan setelah pulang dari RS. penggunaan insulin.” Pasien : “Belum suster” Perawat : “Diet.” .bapak sudah siap untuk menerima informasi dari kami?” Pasien : “Oh ya. tanda gejala . bila ada yang salah membenarkan.” Tahap terminasi Perawat :”Baik.”(menjelaskan hal-hal yang dilarang dan yang diperbolehkan bagi pasien selama di rumah) Pasien : (Bila pasien mengaku sudah. perawat memberikan pujian: “ bapak benar-benar siap untuk pulang dan sangat perhatian pada kesehatan. apakah bapak sudah menyelesaikan administrasi KRS?” Pasien : “Sudah suster” Perawat : “Kalau sudah. minta pasien untuk mengulangi atau menyebutkan hal- hal yang dilarang atau tidak diperbolehkan pasien selama dirumah) Perawat :”Kalau tidak keberatan bapak bisa menjelaskan kembali kepada kami“ (untuk validasi pemahaman klien) Pasien : “Menyebutkan hal-hal yang diketahui sebelum pasien pulang” Perawat :”Mendengarkan. terima kasih suster. dan mohon maaf bila pelayanan kami selama ini ada yang kurang berkenan bagi bapak \ keluarga. semua informasi yang bapak peroleh amua bapak ingat-ingat dengan baik” Pasien : “Terima kasih suster. terima kasih.” Pasien : “Terima kasih suster” Perawat : “Karena waktunya sudah cukup dan bapak sudah siap untuk pulang. dan bila yang diungkapkan pasien benar. aktifitas. silahkan barang-barang yang akan di bawa pulang di cek lagi.