Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Proses pada suatu pekerjaan harus dirancang dan dikembangkan dengan
baik dengan tujuan untuk meminimalisir kecelakaan atau kerusakan. Untuk itu
perlu dibuat suatu prosedur tetap yang bersifat standar, sehingga siapa saja, kapan
saja dan dimana saja melakukan langkah-langkah yang sama. Langkah-langkah
yang tertib ini disebut SOP (Standard Operating Procedures).
SOP adalah suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan
untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai
tujuan organisasi. SOP dijadikan sebagai pedoman agar petugas kesehatan tidak
ragu-ragu dalam melakukan tindakan dan diharapkan tidak akan terjadi kesalahan.
SOP juga bertujuan untuk menjaga konsistensi dan tingkat kinerja pegawai dalam
suatu tim atau organisasi.
Penentuan tarif rumah sakit berbasis unit cost dimana dalam metode ini
penentuan tarif atau harga ditentukan berdasarkan biaya. Prinsip dari metode ini
adalah bahwa tarif atau harga seharusnya dapat menutup semua biaya. Unit
cost sebagai dasar penentuan tarif memang sangat masuk akal, meskipun
demikian, penentuan tarif berbasis unit cost harus dilakukan secara hati-hati.
Proses penentuan tarif berdasarkan unit cost dilakukan dengan terlebih dahulu
menghitung semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka pelayanan, kemudian
berdasarkan biaya tersebut, tarif diperoleh dengan cara menjumlahkan unit
cost dan marjin yang diharapkan. Dalam dunia usaha yang sangat kompetitif,
penentuan tarif berbasis unit cost dianggap sangat berbahaya, karena tidak
mendukung pengendalian biaya dan efisiensi biaya. Jika organisasi atau badan
usaha tidak efisien, maka unit cost yang diperoleh akan terlalu tinggi (over costed)
dan karena tarif ditentukan berbasis cost, mungkin saja tarif yang ditentukan juga
menjadi terlalu tinggi. Dalam kondisi persaingan yang sangat ketat, masalah harga
adalah sangat sensitif, sedikit saja harga ditentukan terlalu tinggi dari harga
pesaing, maka pelanggan akan lari ke badan usaha pesaing.
Setelah ditentukan SOP dan unit cost, akan lebih mudah menentukan tarif
yang harus dibebankan pada pasien, sehingga kita sebagai pemberi pelayanan juga
dapat mengetahui seberapa besar jasa medik yang kita dapatkan.

2

1 Pengertian Standar Prosedur Operasional Standar Prosedur Operasional. 2. Mahasiswa dapat menentukan SOP (Standart Operational Procedure) dalam pembuatan gigi tiruan jembatan di praktek dokter gigi. Dengan mengetahui bagaimana menentukan dua hal tersebut. 1. Bagaimana menentukan SOP (Standart Operational Procedure) dalam pembuatan gigi tiruan jembatan di praktek dokter gigi? 2. Bagaimana menentukan unit cost dari pembuatan gigi tiruan jembatan di praktek dokter gigi? 1.1 Standar Prosedur Operasional (SPO) 2. diharapkan mahasiswa mengetahui bagaimana membangun dan menciptakan kondisi kerja yang nyaman dan juga menguntungkan. Mahasiswa dapat menentukan unit cost dari pembuatan gigi tiruan jembatan di praktek dokter gigi. Penentuan SOP dan unit cost yang baik akan menetukan jasa medik yang kita dapatkan setelah memberikan pelayanan kepada pasien. mahasiswa perlu untuk mengetahui cara pembuatan keduanya. selanjutnya disingkat SPO adalah suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin tertentu.3 Tujuan 1.1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. atau langkah yang benar dan 3 .2 Rumusan Masalah 1. Mengetahui betapa pentingnya pembuatan SOP untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman baik bagi pekerja maupun pasien. serta pentingnya penentuan tarif rumah sakit berbasis unit cost untuk didapatkan tarif yang sesuai dan diinginkan pasien namun tidak merugikan rumah sakit.

terbaik berdasarkan konsensus bersama dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi. prosedur atau standing order. dan dapat berdasarkan hasil penapisan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan atau institusi pendidikan kedokteran. Standar Pelayanan Kedokteran dibuat dengan bahasa yang jelas. b. tidak bermakna ganda. Pengelolaan penyakit dalam kondisi tunggal. yaitu tanpa penyakit lain atau komplikasi. Panduan Praktik Klinis harus memuat sekurang-kurangnya mengenai pengertian. Standar Pelayanan Kedokteran adalah pedoman yang harus diikuti oleh dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran SPO sebagaimana dimaksud pada dibuat dan ditetapkan oleh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan SPO disusun oleh staf medis pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dikoordinasi oleh Komite Medis dan ditetapkan oleh Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan. pemeriksaan penunjang. edukasi.2 Pembuatan Standar Pelayanan Kedokteran Pembuatan standar pelayanan kedokteran disusun secara sistematis dengan menggunakan pilihan pendekatan: a. mudah dimengerti.1. 4 . terapi. pemeriksaan fisik. prognosis dan kepustakaan. 2. diagnosis banding. kriteria diagnosis. mengacu pada kepustakaan terbaru dengan dukungan bukti klinis. menggunakan kata bantu kata kerja yang tepat. protokol. SPO disusun dalam bentuk Panduan Praktik Klinis (clinical practice guidelines) yang dapat dilengkapi dengan alur klinis (clinical pathway). SPO harus selalu ditinjau kembali dan diperbaharui sekurang- kurangnya 2 (dua) tahun sekali sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran atau kedokteran gigi. terukur dan realistic serta standar Pelayanan Kedokteran harus sahih pada saat ditetapkan. Pengelolaan berdasarkan kondisi. anamnesis. algoritme.

Menetapkan target laba b. Biaya total (TC) merupakan jumlah dari fix cost (FC) dengan variabel cost (VC) (Yoenus.1.1 Pengertian unit cost Biaya satuan (unit cost) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan produksi atau menghasilkan jasa atau kegiatan. UC = TC TC = FC + VC Q 2. Menetapkan target departemen untuk manajemen menengah dan manajemen operasi c. Menunjukkan keberhasilan dan kegagalan e.2. Mengevaluasi efektivitas rencana d. Memberi masukan atau acuan dalam mengusulkan tarif baru berdasarkan perhitungan biaya perunit 2.2 Fungsi Penghitungan Unit Cost Fungsi penghitungan unit cost pada fasilitas kesehatan adalah a.2 Unit Cost 2. Unit cost diperoleh dengan cara membagi biaya total (TC) dengan jumlah produk (Q).3 Manfaat penghitungan unit cost Manfaat dari penghitungan unit cost adalah a.2. b.2.3 Tujuan Penyusunan Standar Pelayanan Kedokteran a. Biaya satuan adalah biaya yang dihitung untuk satu satuan produk pelayanan. Memutuskan penyesuaian dan perbaikan dalam organisasi 2. Memberikan jaminan kepada pasien untuk memperoleh pelayanan kedokteran yang berdasarkan pada nilai ilmiah sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kedokteran yang diberikan oleh dokter dan dokter gigi. 2. Membantu manajemen dalam menilai dan meninjau positioning biaya terhadap suatu biaya yang dikeluarkan dimasa depan b.3 Jasa Medik 5 . diperoleh dengan cara membagi biaya total (TC) dengan jumlah produk (Q) atau total output. 2012). Mengidentifikasi dan memilih strategi f.2.

6 . yaitu: (1) Jumlah biaya dan keuntungan yang diharapkan. hal yang terpenting dalam penentuan tarif pelayanan kesehatan adalah adanya informasi jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melayani satu kegiatan pelayanan atau tindakan tertentu. Penentuan tarif yang rasional. Mengurangi kesenjangan kesejahteraan dokter gigi 4. dan keberadaan pesaing. karena tarif merupakan unsur yang paling berpengaruh dari seluruh usaha pemasaran. dibutuhkan tiga informasi penting. Membantu mewajarkan biaya kesehatan 2. Kebijakan tersebut harus mempertimbangkan faktor di luar biaya pelayanan (keuntungan yang ingin didapat. (2) Pangsa pasar sasarannya (baik jumlah maupun karakteristik target pasarnya). dan (3) Keberadaan pesaing. Mengaitkan kompensasi dengan produktivitas/ prestasi kerja 3. “target market’nya. Dengan ketentuan ini peran strategi pentarifan dalam praktek dokter gigi sangat penting dalam menyelenggarakan kendali biaya yang selanjutnya mempengaruhi penyelenggaraan kendali mutu. merupakan titik kritis dalam suatu produk (termasuk di dalamnya produk pelayanan kesehatan gigi). merupakan “kebijakan” yang harus diambil oleh Dokter gigi secara pribadi. Sedangkan informasi lain di luar biaya. Tujuan Ditetapkannya Jasa Medik 1. Berdasarkan teori di atas. 2013). Pemenuhan kebutuhan ekonomi dokter gigi 2. Jasa Medik adalah imbalan jasa pelayanan profesi yang diberikan kepada tenaga medik setelah memberikan pelayanan/tindakan medik atau penunjang medik kepada pasien (Pengurus Besar IDI. Undang – undang Republik Indonesia tentang Praktek Kedokteran Tahun 2004 telah mengamanatkan bagi para tenaga profesional dokter dan dokter gigi (spesialis dan non spesialis) untuk melakukan kendali mutu dan kendali biaya sesuai yang tercantum dalam Paragraf 5 tentang Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pasal 49 ayat (1): “Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktek kedokteran atau kedokteran gigi wajib menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya”.4 Tarif Penetapan tarif atau strategi pentarifan.

Namun. Gigi tiruan jembatan terdiri dari dari beberapa komponen. Dapat mempunyai efek splint yang melindungi gigi terhadap stress. merupakan bagian dari gigi tiruan jembatan yang menggantikan gigi asli yang hilang.5.5. merupakan bagian dari gigi tiruan jembatan yang menghubungkan pontik dengan retainer. karena tiap kali dilepas dan dipasang kembali di dalam mulut.5 Gigi Tiruan Jembatan Gigi tiruan jembatan adalah gigi tiruan yang menggantikan kehilangan satu atau lebih gigi-geligi asli yang dilekatkan secara permanen dengan semen serta didukung sepenuhnya oleh satu atau beberapa gigi. yakni sebagai berikut.2 Hal-hal yang Harus Diperhatikan 1.  Pontik.2. 4. 3. Karena dilekatkan pada gigi asli maka tidak mudah terlepas atau tertelan. 2. Posisi gigi dan kesejajaran gigi 7 . pontik dengan pontik atau retainer dengan retainer sehingga menyatukan bagian-bagian tersebut untuk dapat berfungsi sebagai splinting dan penyalur beban kunyah. Oral hygiene 3. 5. Dirasakan sebagai gigi sendiri oleh pasien. Tidak mempunyai klamer yang dapat menyebabkan keausan pada permukaan email gigi. 2. akar gigi atau implan yang telah dipersiapkan. yakni: kerusakan gigi dan pulpa serta dapat menyebabkan karies sekunder. yakni: rigid connector and non-rigid connector  Penyangga (Abutment) 1. merupakan bagian dari gigi tiruan jembatan yg menghubungkan gigi tiruan tersebut dengan gigi penyangga. Jaringan periodontal 4. Menyebarkan tekanan fungsi ke seluruh gigi sehingga menguntungkan jaringan pendukungnya. Terdapat 2 macam konektor. 1.  Konektor (Connector).  Retainer. gigi tiruan juga memiliki beberapa kerugian dalam pemakaiannya.1 Keuntungan dan Kerugian Keuntungan dari pemakaian gigi tiruan jembatan adalah sebagai berikut. Oklusi gigi 2.

Kecekatan (Fitness / Self Retention) 2. Keadaan gigi penyangga 4. 50. Tahapan Klinik III (Sementasi dan Insersi) 1.000. diagnosis.000. 50. Memakai masker F. Tahapan Klinik I (Preparasi dan pembuatan Gigi Tiruan Jembatan) 1. Besar beban kunyah 2. Jumlah gigi penyangga 3. Frekwensi karies 8. Preparasi gigi abutment 3. 1. Stabilitas dan adaptasi ke mukosa ginggiva 5. 50 pasang Kursi tunggu Rp.000. Penentuan warna (shade) 7. 2.- 8 . Pencetakkan dan pembuatan die model 5. Estetika G. 100. Penyesuaian oklusal 6. Melepaskan cincin . Keringkan tangan hingga betul-betul kering E. Pembuatan mahkota sementara gigi abutment dan pontik sementara J. 50 buah TV ruang Rp. Jumlah dan lokasi kehilangan gigi 6. Desain dan bahan gigi tiruan Variabel Cost Jumlah Keterangan Fix Cost (FC) Jumlah (VC) Rekam medik Rp.1 Standar Operasional Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Jembatan A.. Discoloration BAB III PEMBAHASAN 3. 1.- Hand scoon Rp. Cuci tangan sesuai prosedur D. jam tangan dan gelang jika ada C.. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan B. Pemeriksaan.000. Memakai Handscoon steril G. Retraksi gingiva 4. Kegoyangan gigi 7. Kontak Proksimal 4. Pembuatan catatan gigit 6. rencana perawatan.500. Marginal Fitness and Integrity 3. 1 rekam medik Gedung Rp.000.000.- Masker Rp.500. prognosis 2.. 5.000. Tahapan Klinik II (Evaluasi Gigi Tiruan Jembatan) 1.

. 25.. 13.000.000.500.- Paper Tisu Rp..000  2400 = Rp.000.. 3.500 .- Sabun cuci Rp.778.000. 1 pasang Alat dasar 2 set Rp..000.000./ pasien  Tv Ruang Tunggu ( 10 tahun ) Rp .- Gips biru Rp. 50.900. 1. 400. 20 kali Sterilisator Rp../ hari Rp .000. 100.. 209.- Cement Gelas kumur Rp. 10. 1 buah Ac Rp.778  2 = Rp.- Gips putih Rp.000.500 . 20 rahang Shade guide gigi Rp 270.000.1.000.000.000  3600 = Rp.000  3600 = Rp. 25 orang Wastafel Rp....2. 150. 10. 20 rahang Dental Chair Rp. 10 rahang Kursi pasien Rp.000.2 Perhitungan Unit Cost Penghitungan Fix cost  Gedung ( 15 tahun) Rp ..000. 20 lembar Meja dokter Rp. 25. 27. tunggu Alginat Rp.000.000. 2.- Gigi anasir Rp..100 ..000. 100.27 . 250 lembar Komputer Rp. 350.- tangan 3./ pasien  Kursi Tunggu ( 15 tahun) Rp .000.- Bite wax Rp 130.000. 21.000.000. 417  2 = Rp..- akrilik Sendok cetak Rp 25.000./ hari Rp . 23 lembar Glass Ionomer Rp 100.000.000./ hari 9 . 350. 417.042.500.000.. 1. 600. 30 kali Listrik + Air Rp.- Artikulating Rp 20..

.350 . 1..800 = Rp./ orang  Dental Chair ( 20 tahun ) Rp .800.500./ hari Rp .2 ./ hari Rp .../ orang  Komputer ( 8 tahun ) Rp . Rp .564  2 = Rp.. 3../ hari Rp .400. 1./orang  Alat Dasar ( 2 tahun ) Rp .000 ./ hari ¿ Rp ./ hari Rp . 2.830  2 = Rp. 420.350  2 = Rp.041  2 = Rp. 10..000  480 = Rp. 564.000  480 = Rp.20 .833  2 = Rp. 175.000  1200 = Rp. 1.000 ./ orang  Meja Dokter (5 tahun ) Rp ..1./ hari Rp .− ¿  720 = Rp.. 210.800  2 = Rp.420  2 = Rp.. 20. 521.416...10 0. 350.000  4.000  1920 = Rp./ orang  Shade Guide Gigi (2 tahun ) Rp ./ hari 10 . 270. 282../ orang  Kursi Pasien ( 1 tahun ) Rp .2.100 .833. 915./ orang  AC (3 tahun) Rp. 400.830.000. 730.000  240 = Rp..

. 1.000.-  Gips Biru Rp.000  20 = 17.-  Glass Ionomer Cement Rp 5./ orang  Westafel (5 tahun) Rp ..3 Perhitungan Jasa Medik  Makan dan Minum Rp. 25. 313.500  2 = 250.-  Bite Wax Rp.-  Artikulating Paper Rp 1.-  Alginat Rp.000. 365. 203.-  Masker Rp.17 .-  Gelas Kumur Rp. 1..000.000./ orang  Sterilisator (10 tahun) Rp .700.000  1200 = 500. 700. 1.-  Gigi Anasir Rp..-  Sabun cuci tangan Rp.625  2 = Rp.350 .000.000.-___+ Rp.000  2400 = Rp.600 . 5.500.250.730  2 = Rp./ hari Rp ./ hari Rp ..750.000.000.700.000.- Tisu Rp. 2. 1. 625.-  Hand scoon Rp.- 3.500./ hari Rp . 400.- 11 .500  2 =8.500 .-  Sendok Cetak Rp..1.-  Gips Putih Rp./ pasien Keterangan : waktu kerja adalah 5 hari dalam seminggu Penghitungan Variabel Cost  Rekam Medik Rp. 1./orang  Listrik + Air ( 1 bulan ) Rp .. 10. 400.150.250. Rp .

250.-  Kosmetik / Perawatan diri Rp.-  Biaya unit cost Rp 203.000.000.000.750.  Pakaian Rp..000.000.000 : ( 20 x 2) = Rp 108.x 2 = Rp 689. 108.-  Pengembangan diri Rp.4 Perhitungan Tarif Biaya Pembuatan Gigi Tiruan Cekat :  Setiap 1 orang pasien biaya Pembuatan Gigi Tiruan Cekat  Biaya fix cost Rp 32.- Total Rp.-  Perkiraan praktek = 20 hari  Perkiraan jumlah pasien perhari = 2 pasien  Jasa Medik = total : jumlah pasien Rp.-  Laundry Rp. 100.-  Jadi.898. 200. 4.-  Pulsa Telepon Rp.+ Total Rp 344.. 350. tiap pasien jasa medisnya Rp.-  Transportasi Rp.- BAB IV KESIMPULAN Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin 12 .499.- 3.-  Hiburan / Liburan Rp. 300.350.000.000. 4.949./ orang  Perkiraan jumlah pasien per hari 2 orang Total Tarif : Rp 344.750. 400.350. 250. 750..000.949.- Jasa Ledic Rp 108.700.

Arifin M. Diktat Prostodonsia: Ilmu Gigi Tiruan Cekat (Teori dan Klinik). 2013. 3. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1438 MENKES/IX/2010 Tentang Standar Pelayanan Kedokteran 13 . Roselani.Teori Biaya: Buku Panduan Analisis Biaya dan Penyesuaian Tarif Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Biaya satuan (unit cost) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan produksi atau menghasilkan jasa atau kegiatan. Daftar Pustaka 1. sedangkan Jasa Medik adalah imbalan jasa pelayanan profesi yang diberikan kepada tenaga medik setelah memberikan pelayanan/tindakan medik atau penunjang medik kepada pasien. 2000.. 2. atau langkah yang benar dan terbaik berdasarkan konsensus bersama dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi.. SOP ini digunakan untuk meminimalisir adanya kesalahan dalam praktek kedokteran.Acuan Tarif Jasa Medik. 1995.Jakarta:IDI 4. Perhitungan unit cost dan jasa medik ini sangat berhubungan dengan SOP karena keduanya itu digunakan sebagai penentu besarnya tarif yang diberikan kepada pasien. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.FKM UI: Jakarta. Departemen Prostodonsia Faklutas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.tertentu. Rahardjo W. Gani A.

Jr. Stefanus. Bagian Administrasi Kesehatan Masyarakat. Supriyanto. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga: Surabaya 14 .North Kimberly: Quintessence Publishing Co. Shillingburg. DDS dkk.Fundamentals of Fixed Prosthodontics Ed 3.1997. 2000. Analisis Biaya Satuan dan Penyesuaian Tarif Pelayanan Rumah Sakit. Inc 6.5.