Anda di halaman 1dari 11
PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS JOGOROGO Jln. Raya Jogorogo – Ngawi Km. 1 Jogorogo 63262 Kab. Ngawi Telp  0351-730224 Email: puskesmasjogorogo@gmail.com Website: Http://www.puskesmasjogorogo.info KERANGKA ACUAN KEGIATAN PROGRAM P2P UPT PUSKESMAS JOGOROGO A. PENDAHULUAN Penyakit menular di Puskesmas Jogorogo masih menjadi upaya kesehatan yang perlu di tingkatkan dan di waspadai, ada bermacam-macam jenis penyakit menular di antaranya :  Penyakit menular yang potensial menimbulkan masalah/KLB  Penyakit menular yang bisa di cegah dengan PD3I  Penyakit menular yang sangat ditakuti masyarakat Pencegahan penyakit menular merupakan salah satu masalah diwilayah Jogorogo, hal ini di perlukan penanganan dan pengobatan sedini mungkin serta peran aktif dari masyarakat untuk menanggulangi penyakit menular. B. LATAR BELAKANG Kebijakan nasional pengendalian penyakit menggariskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dilakukan melalui pembaharuan kebijakan dan stategi dengan berpedoman pada rencana strategi pembangunan kesehatan, pedoman tehnis, manajemen dan tatalaksana kasus dan penerapan perencanaan berdasarkan fakta terfokus dan terintegrasi. Penyakit menular masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat Kecamatan Jogorogo disamping mulai meningkatnya masalah penyakit tidak menular. Beberapa penyakit menular yang menjadi masalah utama adalah ; DBD, Malaria, Influenza dan Penyakit saluran pencernaan dan penyakit lainnya, sedangkan penyakit tidak menular yang menunjukan kecendrungan meningkat adalah ; Jantung Koroner, Hypertensi, DM dan Kecelakaan. Untuk program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular di Puskesmas Jogorogo dana yang dialokasikan pada tahun 2017 adalah Rp 68.541.000 diri APBD-DAK sebesar Rp. 57.506 .000 dan BLUD sebesar Rp.11.035.000 Puskesmas Jogorogo melalui seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) telah berupaya melakukan langkah-langkah strategi dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular dangan memantau Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah serta mengendalikan factor resiko penyakit dengan berlandaskam pada kebijakan yang telah ditetapkan baik di tingkat Puskesmas maupun tingkat Kecamatan dan Desa wilayah kerja. Hal ini dapat di tempuh dengan cara memantapkan perencanaan dan mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan, kualitas pelayanan dan pencatatan serta pelaporan C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS 1) Tujuan Umum Menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit menular. 2) Tujuan Khusus a. Menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit hiv/Aids b. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit hepatitis B. c. Menurunkan angka kematian dan penularan akibat penyakit DBD d. Menurunkan angka kematian dan penularan akibat penyakit malaria. e. Menurunkan angka kematian dan penularan akibat penyakit tbc. f. Menurunkan angka kematian dan penularan akibat penyakit kusta g. Tercapainya angka kesembuhan pengobatan > 80%. h. Tercegahnya kejadian luar biasa ( KLB ) untuk semua penyakit. D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 1. Upaya Pencegahan Penyakit UPAYA KEGIATAN DI DALAM GEDUNG KEGIATAN DI LUAR GEDUNG Upaya 1. Pengamatan perkembangan penyakit 1. Penyelidikan epidemiologi pencegahan (data kesakitan dan kematian), baik bila terjadi KLB. penyakit menular maupun penyakit tidak 2. Melakukan pelacakan dan menular dan menular menurut karakteristik menentukan daerah fokus tidak menular epidemiologi (waktu, tempat dan penyakit potensi KLB orang) dalam rangka kewaspadaan (kolera, pes Bubo, IVD, dini serta respon Kejadian Luar Biasa Campak, Polio, Difteri, (KLB). Pertusis, Rabies, Malaria, 2. Membuat pemetaan, daerah kantong, Avian influenza H5N1, rawan PD3I dengan indikator penyakit Antraks, cakupan imunisasi (kurang dari target Leptospirosis, Hepatitis, yang ditentukan). Dengan disertai Influenza A baru (H1N1), analisis faktor penyebabnya. Meningitis, Demam kuning 3. Melakukan screening TT WUS dan cikungunya dengan dengan atau memberikan imunisasi. membuat pemetaan. 4. Pelayanan konseling 3. Melakukan screening TT 5. Membuat pencatatan dan pelaporan WUS dan atau memberikan kegiatan. imunisasi di posyandu. 6. Membuat pemetaan daerah rawan 4. Melakukan pencarian kasus bencana dan jalur evaluasi. penderita secara aktif 7. Melakukan sistem kewaspadaan dini (pelacakan kasus, KLB kunjungan rumah, dan 8. Melakukan deteksi dini dan diagnisa pelacakan kontak sweeping) dini PTM (Penyakit Tidak Menular). 5. Melakukan pelacakan dalam upaya penanggulangan KLB. 6. Pelayanan imunisasi di posyandu, ponkesdes dan pustu. 7. Penyuluhan kepada masyarakat melalui kegiatan yan ada di desa/ kelurahan setempat. 8. Melaksanakan Surveilans faktor resiko PTM melalui Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) atau UKBM yang ada di masyarakat. 9. Melakukan kordinasi lintas sektor dan tokoh masyarakat dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular. 10. Membuat Rapid Health Assesment. 2. Upaya Pemberantasan Penyakit KEGIATAN DI LUAR UPAYA KEGIATAN DI DALAM GEDUNG GEDUNG Upaya 1. Melakukan pemeriksaan dan 1. Melakukan pencarian pemberantasan tatalaksana penderita Pneumonia kasus penderita secara penyakit Balita, Diare, TB, Kusta dan aktif (pelacakan kasus, menular dan IVD. Melakukan penjaringan kunjungan rumah dan tidak menular suspek TB, IVD, Kusta, IMS, pelacakan kontak) HIV, dan Malaria. 2. Melakukan pelacakan 2. Melakukan pemeriksaan dan kasus mangkir (TB,Kusta) tatalaksana penderita penyakit 3. Pemeriksaan jentik berkala tidak menular. (PJB) di rumah-rumah 3. Melakukan pemeriksaan dan atau tempat-tempat umum tatalaksana penderita Pes, 4. Penyuluhan kepada leprospirosis, Frambusia, masyarakat melalui Malaria (Bagi daerah khusus / kegiatan yang ada di endemis). desa/kelurahan setempat 4. Melakukan rujukan diagnosis 5. Melakukan koordinasi (pada TB) dan rujukan kasus lintas sektor dan tokoh (Pneumonia Balita, Diare, TB, masyarakat dalam rangka Kusta dan IVD) yang tidak bisa pencegahan dan ditangani di puskesmas pengendalian penyakit 5. Pengambilan obat dan menular dan tidak menular pengawasan menelan obat (TB 6. Melaksanakan fogging dan dan Kusta) abatesasi. 6. Pelayanan konseling 7. Melakukan pelacakan 7. Membuat pencatatan dan dalam upaya pelaporan kegiatan penanggulangan (KLB) 8. Melakukan sistem kewaspadaan dini KLB Secara rinci kegiatan pokok PROGRAM P2 dijabarkan sebgai berikut: a) Promosi Penanggulangan Penyakit menular. Pemberantasan penyakit menular di Indonesia mencakup kegiatan advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat.Tujuan yang diharapkan dari kegiatan promosi balita secara umum adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam upaya dalam penanggulangan penyakit menular. Sasaran promosi dalam P2 mencakup sasaran primer ( masyarakat dan lingkungan ), sasaran sekunder (petugas kesehatan dan petugas lintas program serta lintas sektor), dan sasaran tersier (pengambil keputusan). Pesan pokok, metode dan media yang digunakan sesuai dengan sasaran. b) Kemitraan Merupakan faktor penting untuk menunjang keberhasilan program. Pembangunan kemitraan dalam program P2 diarahkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat, peran serta lintas program dan lintas sektor terkait serta peran pengambil keputusan termasuk penyandang dana. Dengan demikian pembangunan kemitraan diharapkan pendekatan pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular khususnya dapat terlaksana secara terpadu dan kompherensif. Dengan kata lain intervensi pemberantasan penyakit menular tidak hanya tertuju pada penderita saja, tetapi juga terhadap faktor resiko (lingkungan dan kependudukan) dan faktor lain yang berpengaruh melalui dukungan peran aktif sektor lain yang berkompeten. c) Peningkatan Penemuan dan Tatalaksana Kasus Kegiatan ini merupakan kegiatan terpenting, karena keberhasilan upaya penurunan kematian yang diakibatkan penyakit menular pada masyarakat ditentukan oleh keberhasilan upaya penemuan dan tatalaksana penderita ini. Dalam kebijakan dan strategi Program P2 maka penemuan dan tatalaksana penderita ini dilaksanakan di rumah tangga dan masyarakat (keluarga, kader dan posyandu), di tingkat pelayanan kesehatan swasta (praktek dokter, poliklinik swasta, RS swasta). Dengan demikian yang melaksanakan kegiatan secara langsung adalah tenaga kesehatan di sarana-sarana kesehatan tersebut dan kader posyandu di masyarakat. Adapun prosedur penemuan dan tatalaksana penderita di masing-masing sarana/tingkatan mengacu pada tatalaksana standar yang ditetapkan. Sedangkan tatalaksana kasus penyakit menular dilaksanakan melalui pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) disarana kesehatan dasar. Disamping itu perlu dilakukan audit kasus dalam upaya peningkatan kualitas tatalaksana kasus yang dilaksanakan dengan koordinasi tingkat kabupaten/kota. d) Peningkatan Kualitas Sumber Daya a. Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program P2 meliputi kader, petugas kesehatan yang memberikan tatalaksana di sarana pelayanan kesehatan (Polindes, Pustu, Puskesmas, RS, Poliklinik), pengelola program P2 di puskesmas, kabupaten/kota, provinsi dan pusat.Upaya peningkatan kualitas SDM P2 dilakukan di berbagai jenjang melalui kegiatan pelatihan, setiap pelatihan yang dilakukan perlu ditindaklanjuti dengan supervisi dan monitoring serta pembinaan di lapangan. Selanjutnya pelaksanaan pelatihan secara terpadu dengan program lain perlu dikembangkan, terutama pelatihan menyangkut aspek manajemen atau pengelola program P2 dilakukan pula melalui kegiatan magang, asistensi tatalaksana oleh dokter ahli, studi banding, seminar dan workshop sesuai dengan kebutuhan. b. Logistik Dukungan logistik sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan program P2 Aspek logistik Pemberantasan Penyakit menular mencakup peralatan, bahan dan sarana yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan. Sampai saat ini logistik kegiatan distandarisasi, dari logistik untuk kegiatan penemuan dan tatalaksana penderita dan logistik untuk kegiatan komunikasi dan penyebaran informasi. Untuk kegiatan penemuan dan tatalaksana penderita mencakup obat dan alat bantu hitung pernapasan (soundtimer). Untuk kegiatan komunikasi dan penyebaran informasi, logistik yang telah disediakan program meliputi media cetak dan elektronik. e) Surveilans P2 Untuk melaksanakan kegiatan pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan penyakit termasuk IMS.HIV.MALARIA DBD,TB,KUSTA secara efektif dan efisien, diperlukan data dasar (baseline) dan data program yang lengkap dan akurat. Upaya dalam mendapatkan data atau informasi tersebut diatas dilakukan melalui kegiatan surveilans epidemiologi yang aktif dengan diferivikasi oleh survey atau penelitian yang sesuai. Surveilans epidemiologi ISPA diarahkan untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program pemberantasan Penyakit menular secara efektif dan efisien serta mampu mengantifikasi kecenderungan-kecenderungan yang mungkin muncul. Namun demikian secara umum pelaksanaan surveilans Program P2 mengikuti langkah-langkah surveilans epidemiologi pada umumnya, sebagaimana diuraikan berikut: a. Tujuan Surveilans Menyediakan informasi tentang situasi dan besarnya masalah penyakit menular khususnya kejadian di masyarakat beserta faktor resikonya dan informasi lain yang diperlukan bagi upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular secara efektif sehingga angka kesakitan dan kematian balita akibat penyakit menular dapat diturunkan sesuai tujuan. b. Kegiatan 1) Pengumpulan data Data penyakit menular dikumpulkan di sarana kesehatan tingkat pertama (rawat jalan rumah sakit, Puskesmas, Pustu dan Posyandu, serta pelayanan kesehatan swasta) dengan menggunakan formulir, kartu atau buku khusus.Selanjutnya kasus penyakit menular dari sarana tersebut dilaporkan ke puskesmas yang menangani wilayah kerja dari sarana kesehatan yang bersangkutan, secara aktif (melaporkan sendiri) maupun pasif (puskesmas menjemput laporan dari sarana kesehatan di wilayah kerjanya) dengan menggunakan instrumen standar yang dibuat oleh puskesmas.Puskesmas selanjutnya meneruskan laporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Untuk laporan kasus dari rumah sakit, laporan langsung ke Dinas Kesehatan (Subdin P2M). 2) Pengolahan dan Analisa Data Data yang telah terkumpul, baik dari institusi sendiri maupun dari luar selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisa.Pengolahan dan analisa data dilaksanakan baik oleh puskesmas, Kabupaten/kota maupun Propinsi. 3) Penyajian Data Umpan Balik Sebagai bahan atau dasar bagi kepentingan pelaksanaan kegiatan atau perbaikan pelaksanaan kegiatan, hasil kerja survailans P2 perlu disajikan dan disebarluaskan atau diumpanbalikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya secara teratur, baik kalangan internal maupun eksternal. 4) Peningkatan Jaringan Informasi Jaringan informasi antara Kabupaten/Kota, Provinsi dan pusat sangat diperlukan untuk membangun sistem informasi kesehatan yang handal sehingga mampu meningkatkan koordinasi dan keterpaduan pelaksanaannya pemberantasan penyakit menular antar berbagai jenjang dari mulai perencanaan sampai dengan evaluasi program. f) Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan pokok ini terdiri dari dua kegiatan penting, yaitu pemantauan (monitoring) dan penilaian (evaluasi). a. Pemantaauan Pemberantasan Penyakit menular (monitoring) dimaksudkan untuk memantau secara teratur kegiatan dan pelaksanaan program agar dapat diketahui apakah kegiatan program dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan dan digariskan oleh kebijaksanaan program. Pelaksanaan pemantauan Pemberantasan Penyakit menular dapat memanfaatkan kegiatan supervisi dan bimbingan tehnis, Pencatatan Pelaporan Pemberantasan Penyakit menular, dan Pemantauan program P2M & PL di Kabupaten/kota. b. Evaluasi dilakukan untuk menilai apakah pencapaian hasil kegiatan telah memenuhi target yang diharapkan, mengidentifikasi masalah dan hambatan yang dihadapi serta menyusun langkah-langkah perbaikan selanjutnya termasuk perencanaan dan penganggaran. Kegiatan evaluasi dilaksanakan di berbagai jenjang administrasi kesehatan, baik ditingkat pusat, provinsi maupun Kabupaten/Kota. c. Peningkatan Manajemen Program, aspek manajemen program P2 yang masih memerlukan perhatian terus ditingkatkan diantaranya aspek perencanaan, pembiayaan, dan administrsi. Aspek manajemen tersebut diatas merupakan beban kerja terbesar untuk unit yang mengelola Pemberantasan Penyakit menular baik di tingkat pusat, provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kegiatan ini juga dilaksanakan diberbagai tingkat administrasi kesehatan. Peningkatan manajemen program pada aspek perencanaan dilakukan melalui penerapan perencanaan dan penganggaran kesehatan terpadu (P2KT) dalam perencanaan kegiatan program P2 . Penerapan P2KT dalam pelaksanaan program P2 akan efektif bila didukung kinerja surveilans yang mampu memberikan informasi yang lengkap dan akurat sehingga menghasilkan perencanaan program P2 berdasarkan fakta (evidence based planning). Dalam meningkatkan manajemen pembiayaan, diupayakan penggalian potensi sumber biaya masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dan lembaga-lembaga donor, mengingat kemampuan pemerintah dalam penyediaan biaya untuk program cukup terbatas. sedangkan potensi sumber dana dari masyarakat atau swasta belum teralokasi dengan baik. Untuk itu dalam mewujudkan pembiayaan program P2 yang memadai di berbagai jenjang administrasi kesehatan, perlu diupayakan secara terus-menerus penggalian potensi sumber biaya non pemerintah. g) Pengembangan Program Dalam upaya pencapaian tujuan pemberantasan penyakit menular khususnya, perlu dilakukan pengembangan program sesuai dengan tuntutan perkembangan di masyarakat. Pengembangan program P2 dilakukan diantaranya melalui kegiatan penelitian, uji coba konsep-konsep intervensi baru seperti pendekatan tatalaksana penderita penyakit menular , pencegahan dan penanggulangan faktor resiko baik dilingkungan maupun kependudukan, peningkatan kemitraan, peningkatan manajemen dan sebagainya serta kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya seperti pertemuan kajian program, seminar, workshop dan sebagainya. h) Faktor-faktor Keberhasilan Untuk meningktkan keberhasilan pengendalian penyakit menular tidak dapat dilaksanakan hanya dari jajaran kesehatan saja namun harus didukung pemangku kepentingan dan masyarakat agar dapat mencapai tujuan. Pelaksanaan pengendalian penyakit menular memerlukan komitmen pemerintah pusat, pemeritah daerah, dukungan dari lintas program, lintas sektor serta peran serta masyarakat termasuk dunia usaha. Pedoman ini mengulas situasi pengendalian pneumonia, kebijakan dan strategi, kegiatan pokok, peran pemangku kepentingan, tantangan dan pengembangan ke depan sesuai dengan visi misi dan rencana strategis Kementerian Kesehatan. Peningkatan pelaksanaan pengendalian penyakit menular perlu didukung dengan berbagai kegiatan pengendalian baik sarana, prasarana, sumber daya manusia dan semua sumber dana pendukung program yang tersedia baik APBN maupun APBD untuk dimanfaatkan sebaik- baiknya dalam mencapai tujuan program dan target yang telah ditentukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing jajaran kesehatan, pemangku kepentingan dan masyarakat itu sendiri. E. CARA DAN MELAKSANAKAN KEGIATAN Secara umum dalam pelaksanaan kegiatan upaya pengendalian dan pencegahan penyakit menular Membetuk team,rapat kordinasi lintas program maupun lintas sektor dan pada kegiatan pertemuan lainnya.. F. SASARAN a) Pengendalian Penyakit menular langsung (P2ML) yaitu program TB Paru, Program Kusta, Program Frambusia, Program ISPA, Program HIV-AIDS dan PMS, Program Diare. b) Pengendalian penyakit bersumber binatang (P2B2) yaitu program Malaria, Program DBD, Program Filariasis dan Program Rabies. c) Surveilans epidemiologi kesehatan matra yaitu, Kesehatan Haji dan Pengendalian Penyakit tidak menular. d) Program imunisasi yaitu, persentasi bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi lengkap, persentase UCI Desa, persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi campak lengkap dan persentasi anak usia sekolah yang mendapat imunisasi Campak. E. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN Terlampir F. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Evaluasi kegiatan Upaya Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular lintas program Puskesmas Tirtomoyo I dilakukan tiap tribulan sesuai dengan jadwal kegiatan di atas dengan hasil yang dicapai pada bulan tersebut G. PENCATATAN , PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Hasil kegiatan dicatat dan dilaporkan kepala Puskesmas Jogorogo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi