Anda di halaman 1dari 2

Pityrosporum merupakan suatu normal flora pada kulit (stratum corneum) yang akan

bertambah banyak bila ada faktor predisposisi yang mempengaruhinya.

Pityrosporum yang bertambah banyak ini akan mencari tempat berkembang biak yang

banyak mengandung sebum karena sifat pityrosporum yang lipofilik, Pityrosporum ini sendiri

dapat menghidrolisis Trigliserid menjadi asam lemak bebas yang akan menjadi tempat

berkembang biaknya nanti.

Namun tubuh menganggap ini merupakan benda asing atau antigen yang harus

dilawan, disini berperan sel mast, netrofil, makrofag yang berinteraksi dengan antigen pada

asam lemak bebas, fosfolipid yang dikandungnya akan dipecah menjadi asam arakidonat dan

PAF (Platelet Activating Factor), dengan jalur siklo-oksigenase dan lipoksigenase, asam

arakidonat diubah menjadi leukotrien, tromboksan, prostasiklin, prostaglandin yang memberi

efek gatal dan pembentukan suatu papul akibat reaksi radang yang dihasilkan.

terlihat papul dan pustul perifolikuler. punggung dan lengan atas. berukuran diameter 2-3mm. Tempat predeleksinya yaitu dada.. Kasus ini sering terjadi pada anak muda dan orang dewasa muda dan usia tua dengan usia 13-45 tahun Pada beberapa kasus folikulitis ringan. Penegakan diagnosis dan penanganan yang tepat dapat memberikan prognosis yang baik. dengan peradangan minimal. pengobatan non medis juga perlu untuk diperhatikan seperti menjaga kebersihan diri. Bentuknya menyerupai jerawat.Simpulan: Pityrosporum folikulitis adalah penyakit kronis pada folikel pilosebasea disebabkan oleh jamur spesies pityrosporum yang menyebabkan gatal. Kadang- kadang terdapat di leher dan jarang dimuka. tidak menimbulkan komplikasi meskipun infeksi dapat rekurens atau menyebar serta menimbulkan plak. . Pengobatan Pityrosporum ovale folikulitis ini tidak membutuhkan antibiotik ataupun steroid.