Anda di halaman 1dari 9

PRAKTEK

PENGAMBILAN CONTOH USAP ALAT MAKAN

A. JUDUL : Pengambilan Contoh Usap Alat Makan
B. TEMPAT : Kantin Kampus Kesling
TANGGAL : 12 Januari 2010
WAKTU : 09 : 00 – Selesai

C. DASAR TEORI
Prinsip dasar persayaratan peralatan makan dalam pengolahan
makanan adalah aman sebagai alat perlengkapan, pemproses
makanan aman ditinjau dari bahan yang digunakan dan juga dari
desain alat tersebut.

Pembersihan di defenisikan sebagai penghilangan kotora. Semua
peralatan yang digunakan untuk pengamanan dan pengolahan
produkk pangan selalu diperhatikan kebersihannya. Selain harus selalu
pada kondisi yang bersih, peralatan tersebut juga harus bebas karat,
jamur, minyak, cat yang terkelupas dan kotoran-kotoran lainnya (sisa
pengolahan lainnya).

Peralatan yang digunakan sebaiknya harus dicuci sampai bersih
dengan menggunakan air panas dan sabun (deterjen), dibantu dengan
menggunakan sikat halus dan atau setelah pencucian harus dilakukan
pembilasan dengan air secukupnya. Setelah itu disemprot atau dilap
dengan menggunakan larutan sanitaiser. Setelah dilap atau disemprot
dengan larutan tersebut jangan dibilas lagi, langsung saja keringkan
sempai kering.

Jika tidak digunakan larutan sanitaiser dapat dilakukan
pembilasan dengan menggunakan air panas (mendidih). Peralatan-
peralatn yang kecil seperti sendok, garpu, pengaduk dan lain-lain yang
susah dibersihkan hendaknya direndam dalam larutan deterjen panas
beberapa waktu sebelum dibersihkan dengan menggunakan larutan
sanitaiser. Sanitaiser adalah senyawa kimia yang dapat mengurangi
jumlah bakteri dan mikroba lainnya. Sanitaiser yang dapat diggunakan
bermacam-macam diantaranya 100-200 ppm klorin/atau senyawa kuat
seperti ammonium/watener. Biasanya dilakukan dengan cara
melarutkan sanitaiser sekitar 3,8-7,6 ml kedalam 25 liter air panas
(77°C). disamping itu air yang digunakan untuk proses pencucian

1

berukuran 3x5 atau 5x5 F. 5. Palstik lubang. Persiapkan sarung tangan steril untuk memulai mengambil sampel 2. Memberikan data untuk feed back (umpan balik) kepada pengusaha. 715 / MENKES / SK / V / 2003. 3. baru diangkat dan diusapkan pada alat-alat yang di usaplan sampai satu kelompok selesai di usap. 1. Lidi kapas steril dalam botol ditekan kedinding botol untuk membuang airnya. Gunting kecil 6. Permukaan tempat alat / perabot yang di usap yaitu : 2 . Media transfor berisi cairan ½ . 4. sehingga mencegah kemungkinan kontaminasi. Persiapkan lidi kapas steril. Agar dapat diketahui tingkat kebersihan dari alat makan dari kantin kesehatan kampus kesling ditinjau dari kelayakanya berdasarkan Permenkes RI No. Kertas cellotape 7. Persiapkan catatan formulir pemeriksaan dengan membagi alat makan/masak dalam kelompok-kelompok. Alat makan/masak yang akan diperiksa masing-masing 4-5 buah tiap jenis yang diambil secara acak dari tempat penyimpanan. Lampu spritus 8. 2.¾ botol dlam keadaan steril. TUJUAN 1. 6. E. Sarung tangan steril/bersih 3. Spidol huruf kecil 4. Sabun desinfektan 10. D. Termos es 9.kemudian buka botol dan masukkan lidi kapas steril di dalamnya. TEKNIK PENGAMBILAN Untuk mendapatkan angka yang dapat mewakili dari seluruh alat yang diperiksa maka perlu pemeriksaan dari sejumlah sampel yang dapat mewakili keseluruhan 1. ALAT DAN BAHAN Media transfor cairan Buffer dalam botol. Formulir pengambilan unutk pemeriksaan laboratorium 5. Kapas lidi steril (lidi water) yaitu lidu yang pada ujungnya dilipat kapas 2. peralatan hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan sanitasi.

Petri dish . 7.Pipet ukur .Balp .Sterilkan alat pada oven 105 °C selama 2 jam dan bahan pada autoclave 121 °C selama 1 kali 15 menit 3 .  Sendok Permuukaan bagian luar dan dalam seluruh mangkok sendok  Garpu Permukaan bagian luar dan dalam penusuk.  Piring Permukaan dalam tempat makanan diletakkan. 8.  Cangkir dan gelas Permukaan luar dan dalam bagian bibir setinggi 6 mm. Cara melakukan usapan :  Pada cangkir dan gelas usapan mengeliling bidang permukaan  Pada sendok dan garpu dengan usapan pemukaan luar dan dalam  Pada piring dengan dua usapan pada permukaan tempat makanan dengan menyilang siku-siku atara usapan yang satu sengan usapan yang kedua. 10. Setiap hasil mengusap satu alat dari satu kelompok selalu dimasukkan kedalam botol cairan diputar putar dan ditekan kedinding.9 % .Rak tabung .Incubator . setiap usapan seluas8 inchi dan dilakukan 3 kalli berturut-turut dianggap satu kelompok setelah dilakukan luas permukaan sebanyak 5 kali @ 8 inchi.NaCl 0.Nutrient Agar . 9.Sampel 2. Setiap bidang permukaan yang di usap dilakukan tiga kali berturut- turut dan satu lidi kapas digunakan untuk satu kelompok alat makan yang diperiksa. G. demikian dilakukan berulangn-ulang sampai semua kelompok diambil usapnya. Alat dan bahan .Tabung reaksi . PEMERIKSAAN ANGKA LEMPENG TOTAL 1. Pada peralatan masak. Tehnik pemeriksaan .

. Masukkan NaCl yang sudah steril sebanyak 9 ml pada 4 buah tabung reaksi danberi tanda pada masing-masing tabung (C. Amati jumlah koloni yanga ada. dan 1 ml kedalam tabung reaksi yang berkode 10⁻3. . pipet lepas sebanyak 10-25 kali . dan 10⁻3 . Setelah tercampur Ambil sampel (10⁻1) sebanyak 1 ml dan masukkan kedalam tabung reaksi yang berkode 10⁻2. . pipet lepas sebanyak 10-25 kali . maka persiapkanlah alat dan bahan yang diperlukan sebelum praktek pada meja praktek. 10⁻3) . 10⁻1. Beri tanda pula pada 3 buah petri dish yaitu C. sampel Control 10⁻1 10⁻2 10⁻3 1ml 1ml 1ml 1ml 1ml 1ml 4 . Setelah tercampur Ambil sampel (10⁻2) sebanyak 2 ml dan masukkan sebanyak 1 ml kedalam petri dish yang berkode 10⁻2. Ambil NaCl pada tabung reaksi dengan kode C sebanyak 1 ml dengan menggunakan pipet ukur kemudian masukkan kedalam petridish yang berkode C sebagai control. Setelah tercampur Ambil sampel (10⁻3) sebanyak 1 ml dan masukkan kedalam petri dish yang berkode 10⁻3. Setelah semua alat dan bahan telah steril. . . . 10⁻2. Setelah itu berilah nutrient agar sebanyak 10-15 ml pada masing-masing petri dish dan goyang-goyang agar tercampur rata dengan sampel. diamkan beberapa menit hingga nutrient agar mengeras lalu balik petridish dan eramkan pada incubator selama 24-48 jam. 10⁻2. Prosedur ini dapat kita amati pada gambar berikut. pipet lepas sebanyak 10-25 kali. Ambil sampel sebanyak 1 ml kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang berkode 10⁻1.

PERHITUNGAN −¿2−C ¿ 10 ¿ −¿ 3−C ¿ Angka Lempeng Total (ALT) = 10 ¿ × 1000 ¿ ¿ I. Control 10⁻2 10⁻3 H. HASIL Aapun hasil yang kami dapatkan dari masing-masing kelompok alat makan yaitu sbb : AHMAD AMIRUDDIN Mangkok C =3 10⁻2 = 35 10⁻3 = 10 Perhitungan ( 35−3 ) ×100+ ( 10−3 ) ×1000 Angka Lempeng Total (ALT) = 2 3200+7000 = 2 = 5100 coloni/cm2 HERAWATI Piring C = 3 coloni 10⁻2 = 45 coloni 5 .

700 /2 = 11650 coloni/cm2 DIAN ANDRIANI Gelas C = 3 coloni 10⁻2 = 32 coloni 10⁻3 = 13 coloni Perhitungan 6 .200+17. 10⁻3 = 20 coloni Perhitungan ( 45−3 ) × 100+ ( 20−3 ) ×1000 Angka Lempeng Total (ALT) = 2 4.000 = 2 = 10.700 coloni/cm2 Rata-rata jumlah koloni pada piring = 10600 + 12.400+21.600 coloni/cm2 RIA PURNAMA SARI Piring C = 3 coloni 10⁻2 = 47 coloni 10⁻3 = 24 coloni Perhitungan ( 47−3 ) × 100+ ( 24−3 ) ×1000 Angka Lempeng Total (ALT) = 2 4.000 = 2 = 12.

S Gelas C = 3 coloni 10⁻2 = 27 coloni 10⁻3 = 13 coloni Perhitungan ( 27−3 ) ×100+ ( 13−3 ) ×1.000 Angka Lempeng Total (ALT) = 2 2. ( 32−3 ) × 100+ ( 13−3 ) × 1000 Angka Lempeng Total (ALT) = 2 2.400+ 10.450 coloni/cm2 SYAHRIL.200 coloni/cm2 Rata-rata jumlah koloni pada gelas = 6450 + 6200 /2 = 6325 coloni/cm2 MULKI ANWAR Garpu C = 3 coloni 10⁻2 = 23 coloni 10⁻3 = 8 coloni Perhitungan ( 23−3 ) ×100+ ( 8−3 ) ×1000 Angka Lempeng Total (ALT) = 2 7 .000 = 2 = 6.900+ 10.000 = 2 = 6.

Piring 1/WKL/2/201 13650 Tidak Memenuhi 0 Syarat 3.  Kurang bersihnya lantai. K. 2.500 coloni/cm2 No Nama Alat Makan Kode Jumlah coloni Keterangan .000 = 2 = 3. J. dinding. KESIMPULAN 8 . 1. Mangkok 1/WKL/1/201 5100 Tidak Memenuhi 0 Syarat 2. Hal-hal inilah yang menyebabkan tingginya jumlah kuman ( >100 coloni/cm2 ).000+ 5. piring. ANALISA HASIL Dari hasil di atas yang menyatakan bahwa jumlah coloni pada masing- masing alat yang diperiksa tidak memenuhi syarat kesehatan ( >100 coloni/cm2 ) ini dikarenakan hal-hal sebagai berikut :  Tempat penyimpanan alat makan sangat dekat dengan tempet pewadahan sampah rumah tangga (sampah warung)  Alat makan tidak dilap setelah pencucian. Gelas 1/WKL/3/201 6325 Tidak Memenuhi 0 Syarat 4. gelas dan sejenisnya) yaitu jumlah coloni maksimal mencapai 100 coloni / cm2. sehingga memugkinkan kuman untuk berkembangbiak. sendok/garpu. Garpu 1/WKL/4/201 3500 Tidak Memenuhi 0 Syarat KETERANGAN : Kelayakan diatas di dasarkan dari peraturan menteri kesehatan RI Nomor 715 / MENKES / SK / V /2003 yang menyatakan bahwa persyaratan untuk alat makan (mangkok. dan tempat penyimpanan alat makan. meja makan.

meja makan. dinding. piring. sendok/garpu. L. dinding. 1. SARAN Disarankan kepada pemilik/pengelola warung kesehatan lingkungan agar “senantiasa menjaga kebersihan tempat penyimpanan alat makan.” 9 . serta meja makan dari berbagai macam kotoran yang dapat mengundang penyakit. Berdasarkan dari peraturan menteri kesehatan RI Nomor 715 / MENKES / SK / V /2003 (terlampir) yang menyatakan bahwa persyaratan untuk alat makan (mangkok. gelas dan sejenisnya) yaitu jumlah coloni maksimal mencapai 100 coloni / cm2. lantai. Maka hasil diatas dapat kita simpulkan bahwa alat makan dari warung kesling tidak memenuhi syarat. Sebagai feed back (umpan balik) kepada pengusaha yaitu  jangan menyimpan alat makan di dekat tempet pewadahan sampah rumah tangga (sampah warung)  Alat makan sebaiknya dilap setelah dicuci dan dibilas dengan menggunakan larutan sanitaiser  Meningkatkan kebersihan lantai. 2. dan tempat penyimpanan alat makan.