Anda di halaman 1dari 24

DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN

Ragil Setiyabudi, SKM

A. Konsep dan Batasan Kesehatan Lingkungan

1. Pengertian kesehatan

a) Menurut WHO

“Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu
keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”

b) Menurut UU No 23 / 1992 ttg kesehatan

“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”

2. Pengertian lingkungan

Menurut Encyclopaedia of science & technology (1960)

“ Sejumlah kondisi di luar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme.”

Menurut Encyclopaedia Americana (1974)

“ Pengaruh yang ada di atas/sekeliling organisme.”

Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976)

“ Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta
segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt diduga ikut
mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari organisme itu.”

3. Pengertian kesehatan lingkungan

Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia)

“ Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis
antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia
yang sehat dan bahagia.”

Menurut WHO (World Health Organization)

“Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat
menjamin keadaan sehat dari manusia.”

Menurut kalimat yang merupakan gabungan (sintesa dari Azrul Azwar, Slamet Riyadi,
WHO dan Sumengen)

“ Upaya perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju
keseimbangan ekologi pd tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat.”

B. Ruang lingkup kesehatan lingkungan

Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan :

1) Penyediaan Air Minum

2) Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran

3) Pembuangan Sampah Padat

4) Pengendalian Vektor

5) Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia

6) Higiene makanan, termasuk higiene susu

7) Pengendalian pencemaran udara

8) Pengendalian radiasi

17) Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan. Menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8 : 1) Penyehatan Air dan Udara 2) Pengamanan Limbah padat/sampah 3) Pengamanan Limbah cair 4) Pengamanan limbah gas 5) Pengamanan radiasi 6) Pengamanan kebisingan 7) Pengamanan vektor penyakit 8) Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana.9) Kesehatan kerja 10) Pengendalian kebisingan 11) Perumahan dan pemukiman 12) Aspek kesling dan transportasi udara 13) Perencanaan daerah dan perkotaan 14) Pencegahan kecelakaan 15) Rekreasi umum dan pariwisata 16) Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah. bencana alam dan perpindahan penduduk. .

pasar. Muchtar mempelopori tindakan kesehatan lingkungan di Pasar Minggu.C. Th 1959 : Dicanangkan program pemberantasan Malaria sebagai program kesehatan lingkungan di tanah air (12 Nopember = Hari Kesehatan Nasional) 2) Setelah Orba Th 1968 : Program kesehatan lingkungan masuk dalam upaya pelayanan Puskesmas . Th 1956 : Integrasi usaha pengobatan dan usaha kesehatan lingkungan di Bekasi hingga didirikan Bekasi Training Centre Prof. Sejarah perkembangan kesehatan lingkungan 1) Sebelum Orba Th 1882 : UU ttg hygiene dlm Bahasa Belanda. laut dan udara yang digunakan untuk umum. Sasaran kesehatan lingkungan (Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992 1) Tempat umum : hotel. reaktor/tempat yang bersifat khusus. asrama/yang sejenis 3) Lingkungan kerja : perkantoran. terminal. 4) Angkutan umum : kendaraan darat. D. kawasan industri/yang sejenis. dan usaha-usaha yang sejenis 2) Lingkungan pemukiman : rumah tinggal. bencana perpindahan penduduk secara besar2an. Th 1924 Atas Prakarsa Rochefeller foundation didirikan Rival Hygiene Work di Banyuwangi dan Kebumen. 5) Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat. pertokoan.

Kimia. Agent (Agen/penyebab) : adalah penyebab penyakit pada manusia Host (tuan Rumah/Induk semang/penjamu/pejamu) adalah manusia yang ditumpangi penyakit. Konsep hubungan interaksi antara Host – Agent Environmental 1. E. Gambar sebagai berikut : . host dan lingkungan serta model ekologinya adalah sebagai berikut : Antara agent Host dan lingkungan dalam keadaan seimbang sehingga tidak terjadi penyakit. Gambar sebagai berikut : Pejamu Agent Lingkungan Peningkatan kemampuan agent untuk menginfeksi manusia serta mengakibatkan penyakit pada manusia. dll. Kampanye Keselamatan dan kesehatan kerja. Th 1974 : Inpres Samijaga (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) Adanya Program Perumnas. Interaksi antara agent. Lingkungan/environmental : Segala sesuatu yang berada di luar kehidupan organisme Cth : Lingkungan Fisik. Tiga komponen/faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit Model Ecology (JHON GORDON). Proyek Husni Thamrin. Biologi.

Perumahan. Geografis. organisasi sosial politik. Udara. agama. Panas. Gambar sebagai berikut : Pejamu Agent Lingkungan 2. binatang. dll. Sosial : Status sosial. serangga. Pejamu Agent Lingkungan Perubahan lingkungan menyebabkan meningkatnya perkembangan agent. adat istiadat. Biologis : Mikroorganisme. 2) Karakteristik Agent/penyebab penyakit . Iklim. Tanah. Pangan. Karakteristik 3 komponen/ faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit 1) Karakteristik Lingkungan Fisik : Air. tumbuh-tumbuhan. radiasi.

d. metabolit. Agent nutrien : protein. hormon. Agent fisik : suhu. panas. Agent penyakit dapat dikualifikasikan menjadi 5 kelompok. mineral. debu. Agent chemis/kimia : eksogen contoh . c. Agent mekanis : gesekan. yaitu : a. radiasi. tumbukan. kebisingan. endogen contoh . tekanan. e. kelembaban. dan air. yakni : . alergen. yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan.gas. pukulan. karbohidrat. vitamin.Agent penyakit dapat berupa agent hidup atau agent tidak hidup. 3) Karakteristik Host/pejamu Faktor manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya penyakit dan tergantung dari karakteristik yang dimiliki oleh masing – masing individu. lemak. Agent biologis Beberapa penyakit beserta penyebab spesifiknya Jenis agent Spesies agent Nama penyakit Metazoa Ascaris lumbricoides Ascariasis Protozoa Plasmodium vivax Malaria Quartana Fungi Candida albicans Candidiasis Bakteri Salmonella typhi Typhus abdominalis Rickettsia Rickettsia tsutsugamushi Scrub typhus Virus Virus influenza Influenza b.

3 mg/l. f. Pekerjaan : asbestosis. bysinosis. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Nutrisi : gizi kurang menyebabkan TBC. Adat istiadat : kebiasaan makan ikan mentah menyebabkan cacing hati. obesitas. kanker prostat pada laki-laki c. h. Psikis : stress menyebabkan hypertensi. Gaya hidup : merokok. i. Status kekebalan : kekebalan terhadap penyakit virus yang tahan lama dan seumur hidup. thalassemia e. F. Genetik : buta warna. diabetes g. Syarat Fisik : Tidak berbau. minum alkohol j. Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air) 2. Kesadahan (maks 500 mg/l) c. tidak berasa. Pembuangan Kotoran/Tinja Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut : . Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut : a. Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia 1. Umur : penyakit arterosklerosis pada usia lanjut. a. hemofilia. penyakit kanker pada usia pertengahan b. dan tidak berwarna b. Seks : resiko kehamilan pada wanita. Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0. ulkus peptikum. insomnia. Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. diabetes. Ras : sickle cell anemia pada ras negro d.

Pembuangan Sampah Teknik pengelolaan sampah yang baik harus memperhatikan faktor-faktor/unsur : . b. bila memang benar-benar diperlukan. a. Tidak boleh terkontaminasi air permukaan d. yaitu : privacy yang cukup. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. atau. f. 3. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. tidak mudah terbakar. Kesehatan Pemukiman Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a. konstruksi yang tidak mudah roboh. yaitu : pencahayaan. Memenuhi kebutuhan fisiologis. Memenuhi kebutuhan psikologis. g. harus dibatasi seminimal mungkin. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah c. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih. Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain e. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur c. Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang. Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi b. d. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar . 4. cukup sinar matahari pagi. bebas vektor penyakit dan tikus. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan.

kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah- masalah ini secara efisien. Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi. Serangga dan Binatang Pengganggu Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar. Penimbulan sampah. b. . Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi : a. Makanan dan Minuman Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran. a. Pembuangan Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah. Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus). Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab. Persyaratan lokasi dan bangunan. letak geografis. Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD. Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria. rumah makan. 5. musim. dan hotel). Penyimpanan sampah. iklim. c. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya. Pengumpulan. pola kehidupan/tk sosial ekonomi. Pengangkutan e. dan kemajuan teknologi. tingkat aktivitas. rumah makan/restoran. pengolahan dan pemanfaatan kembali. d. 6.

Hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman . bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah. Persyaratan pengolahan makanan. pencemaran udara. d. Belum memadainya pelaksanaan fungsi manajemen. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius. G. b. Keadaan ini. 7. pencemaran tanah. Persyaratan dapur. bagi jenis pencemar yang akumulatif. mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. ruang makan dan gudang makanan. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum. Keanekaragaman sosial budaya dan adat istiadat dari sebagian besar penduduk. terganggunya jadual penerbangan. dll. Persyaratan peralatan yang digunakan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Besar resiko relatif tersebut adalah 12. Diduga akibat pembakaran kayu bakar. iritasi pada mata. tentu akan lebih buruk di masa mendatang. c.5 kali lebih besar. Pertambahan dan kepadatan penduduk. Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi. misalnya infeksi saluran pernafasan akut. Persyaratan fasilitas sanitasi. 2. Penyebab masalah kesehatan lingkungan di Indonesia 1. H. Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi. e. Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya. bis kereta api. terganggunya ekologi hutan. berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. f. g. 3.

dimana disebutkan bahwa Rumah Tangga sehat adalah Proporsi Rumah Tangga yang memenuhi minimal 11 (sebelas) dari 16 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga. Healthy City (Kabupaten/kota sehat) Dalam tatanan desentralisasi/otonomi daerah di bidang kesehatan. cuci. 3. I. kakus>>>penyakit menular. Kegiatan di kota (lalu lintas alat transportasi)>>>emisi gas buang (asap) >>>mencemari udara kota>>>udara tidak layak dihirup>>>penyakit ISPA. Di dalam SPM Kab/kota di Propinsi Jawa Tengah (Keputusan Gubernur Jawa Tengah ) pada point (huruf) “U” tentang Penyuluhan Perilaku Sehat disebutkan terdapat item Rumah Tangga Sehat (item 1). Contoh hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman diantaranya sebagai berikut : 1. Lima diantara 16 indikator merupakan Perilaku yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan. SPM ini dimasukkan sebagai bagian dari Indikator Kabupaten/Kota Sehat. Urbanisasi >>>kepadatan kota >>> keterbatasan lahan >>>daerah slum/kumuh>>>sanitasi kesehatan lingkungan buruk 2. pencapaian Visi Indonesia Sehat 2010 ditentukan oleh pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan setiap provinsi (yaitu Provinsi sehat). Kegiatan di kota (industrialisasi) >>> menghasilkan limbah cair >>>dibuang tanpa pengolahan (ke sungai) >>>sungai dimanfaatkan untuk mandi. Menggunakan Air Bersih untuk kebutuhan sehari-hari 2. Menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan . yaitu : 1. Kemudian ditambah ha-hal spesifik yang hanya dijumpai/dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. penetapan indikator hendaknya mengacu kepada indikator yang tercantum dalam Standard Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. Khusus untuk Kabupaten/Kota. Misalnya Kota/Kabupaten yang area pertaniannya luas dicantumkan indikator pemakaian pestisida.

Perkantoran. Industri Rumah Tangga dan Industri Kecil serta tempat penampungan pengungsi. kelembaban. Puskesmas. Terdapat juga Penilaian Rumah Sehat (rumah secara fisik : pencahayaan. Membuang sampah pada tempat yang disediakan 4. Secara garis besar dapat diterangkan dengan diagram berikut : Indonesia Sehat 2010 Indikator Indonesia Sehat (Kep. Instalasi Pengolahan Air Minum. Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. Sekolah.3. ventilasi. dll) Selain Rumah Tangga sehat terdapat pula point “R” yakni Pelayanan Kesehatan Lingkungan dimana item pertama (Institusi yang dibina) meliputi RS. Institusi yang dibina tersebut adalah unit kerja yang dalam memberikan pelayanan/jasa potensial menimbulkan resiko/dampak kesehatan. MenKes No 1202/MENKES/SK/VIII/2003) Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kab/Kota (KepMen 1457/Menkes/SK/X/2003) Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah (Kep.Gub. Jateng No 71 tahun 2004) Point “U” dan “R” yaitu : . Membuang air limbah pada saluran yang memenuhi syarat 5.

. 1965. Jakarta : Rineka Cipta. Sistem Kesehatan Nasional. et al. Mutiara. Azwar. New Delhi. 3th Edition. Preventive Medicine for the Doctor in His Community. Victor M.2003. Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 71 tahun 2004 tentang Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah Keputusan Menteri Kesehatan No 1202/MENKES/SK/VIII/2003 tentang Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat Keputusan Menteri Kesehatan No 1457/Menkes/SK/X/2003 Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kab/Kota Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran Leavel and Clark. New York. 1965. Graw Hill. Jakarta Depkes RI. Harsanto. Depkes RI. Prinsip-prinsip Dasar. Umar Fahmi. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Rumah Tangga Sehat dan Institusi-institusi yang dibina akan mewujudkan Kabupaten/Kota sehat (Healthy City) Kepustakaan : Achmadi.2002. Notoatmodjo. Institusi yang dibina Rumah Tangga Sehat Rumah Sehat Kumpulan Rumah Sehat. 1982. 1991.Jakarta Ehler. Jakarta : UI Press. Municifal and Rural Sanitation. Transformasi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja di Indonesia.. Ilmu Kesehatan Masyarakat . Jakarta : Depkes RI. Mc. McGraw-Hill Inc. Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat. 1983. Publishing Company Ltd. Soekidjo.

World Health Organization. Academic Press. Soeparman dan Suparmin. Excreta Disposal for Rural Areas and Small Comunities.or. Slamet Riyadi.walhi.Pembuangan Tinja dan Limbah Cair : Suatu Pengantar.Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Purdom. 1980. Sebutkan pengertian kesehatan lingkungan menurut sintesa dari Azrul Azwar. Sebutkan karakteristik host.id/kampanye/cemar/udara/penc_udara_info_020604/ . Sebutkan masalah-masalah kesehatan lingkungan di Indonesia dan apa penyebabnya ? 6. Jakarta : EGC. agent dan environmental dan beri contoh masing-masing 2 (diua) buah ! 5. Jelasakan konsep hubungan interaksi antara tiga komponen yang berperan dalam menimbulkan penyakit model ecology (Jhon Gordon) 4.1958. Jelaskan dengan contoh (2 saja). Jelaskan dengan diagram.second edition. Soal Latihan : 1. kaitan antara Indonesia sehat 2010. Geneva. Environmental Health. Sebutkan ruang lingkup kesehatan lingkungan menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ! 3. 2001. hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman ! 7. kesehatan lingkungan dan Healty city ! -oOo- Advokasi Pencemaran Udara http://www. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Wagner & Lanoix. WHO dan Sumengen ! 2.

dan lain-lain. oksida nitrogen (NOx). Dengan pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor sebesar 300% dan 50% diperkirakan tahun 2001 polusi akibat timbal (Pb) meningkat.diakses tanggal 12 Nopember 2007 Secara umum. hidrokarbon (HC).181.05 ppm). Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif. laju pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 15% per tahun sehingga pada tahun 2005 diperkirakan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 2. NOx mencapai 0. oksida sulfur (SOx). Sementara itu. konsentrasi timbal di Jakarta akan mencapai 1. partikulat. oksida nitrogen (NOx). Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas. Seiring dengan laju pertambahan kendaraan bermotor. Menurut penelitian Jakarta Urban Development Project. dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). Laporan Tahunan 1999 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi].076 ppm (baku mutu: 0.515.8 juta kendaraan.24 ppm). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal. hidrokarbon (HC).5 mikrogram/meter kubik (ìg/m3) pada tahun 2000. seperti timbal/timah hitam (Pb). Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga.57 ppm (baku mutu PP 41/1999: 0. Menurut Bapedalda Bandung.7-3. Jakarta sendiri adalah kota dengan kualitas terburuk ketiga di dunia. emisi pabrik. dikenal 6 jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). terkandung timbal (Pb) sebesar 0. Dalam setiap liter premium yang diproduksi. termask ozon. pencemaran udara merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta.401 kilo liter [Statistik Perminyakan Indonesia. konsentrasi hidrokarbon mencapai 4. yaitu Karbon monoksida (CO). konsumsi premium untuk transportasi mencapai 11. suspended particulate matter (SPM). yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources). Di Indonesia. 34-73% NOx. 13-44% suspended particulate matter (SPM). kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. dan oksida fotokimia. Tahun 1999. seperti yang berasal dari transportasi. . maka konsumsi bahan bakar juga akan mengalami peningkatan dan berujung pada bertambahnya jumlah pencemar yang dilepaskan ke udara. dan debu mencapai 172 mg/m3 (baku mutu: 150 mg/m3). dan oksida fotokimia (Ox).930 ton. Dampak Pencemaran Udara Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 1994. terdapat 2 sumber pencemaran udara. karbon monoksida (CO). di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta. seperti letusan gunung berapi. 71-89% hidrokarbon. 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia.45 gram sehingga jumlah Pb yang terlepas ke udara total sebesar 5. baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan. Di dunia.

mempengaruhi perilaku dan intelejensia. Apa yang Harus Dilakukan? Penanggulangan pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya.html . "60 persen pencemaran udara di Jakarta disebabkan karena benda yang bergerak atau transportasi umum.com/hg/jakarta/2005/01/18/brk.id. sehingga mereka lebih banyak menghirup zat-zat pencemar. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan berakibat pada berbagai gangguan kesehatan. seperti ginjal.  WALHI menyerukan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada saat ini. utamanya bagi anak-anak. meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak.  Di sektor industri. penurunan fungsi pendengaran. dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh publik. 18 Januari 2005 | 07:16 WIB http://www. Kelompok balita lebih rentan karena mereka lebih aktif dan dengan demikian menghirup udara lebih banyak. Populasi yang paling rentan adalah kelompok individu berusia lanjut dan balita. kelompok balita mempunyai kerentanan enam kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. merusak fungsi organ tubuh. dan reproduksi. Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia.  WALHI juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal. Mempertimbangan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran udara berbeda-beda antarindividu. sistem syaraf. Jakarta: Tingginya tingkat pencemaran udara di Jakarta tidak lain disebabkan TEMPO Interaktif oleh meningkatnya jumlah angkutan umum yang menggunakan bahan bakar solar.Dampak terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. dan kanker paru-paru. Menurut penelitian di Amerika Serikat. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. maka sektor ini harus mendapat perhatian utama. emphysema. " kata Senior Program Officer Clean . Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan tidak berbasis kendaraan pribadi. Diperkirakan nilai sosial setiap tahun yang harus ditanggung akibat pencemaran timbal ini sebesar 106 juta Dollar USA atau sekitar 850 miliar rupiah. terutama karena mereka memakai bahan bakar solar. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif. penegakan hukum harus dilaksanakan bagi industri pencemar. seperti bronchitis. kemampuan belajar.tempointeraktif. memendekkan tinggi badan. -oOo- Metromini Penyebab Pencemaran Udara Terbesar Di Jakarta Selasa.20050118-10.

suryani ika sari Sampah Swakelola Sha-Link WALHI Yogyakarta . "Denda itu terlalu kecil. dasar acuan penetapan sanksi berdasar pada UU No. " jelas Paul. Paul menilai. Yaitu dengan mengacu pada UU No. Seharusnya. Mengingat kondisi udara Jakarta yang semakin mengkhawatirkan." kata Denny. uji emisi yang telah diluncurkan sejak 2002. 50 persen kendaraan yang ada itu tidak lolos uji emisi. 94 persen penyakit pernafasan yang diderita oleh masyarakat Jakarta disebabkan oleh pencemaran udara luar ruang. Denda maksimal Rp 5 juta dan hukuman pidana kurungan paling lama 6 bulan dinilai terlalu ringan bagi pelanggar pencemaran udara. Kadar CO2 mereka berada di atas ambang batas (500). Jakarta. Paul berharap agar pemerintah segera menetapkan kebijakan khusus yang mengatur hal tersebut. Denny Taloga sependapat dengan Paul. Untuk mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh angkutan umum. Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzy Bowo. " kata Fauzy. Seperti yang disebabkan oleh asap dari angkutan umum.Air Project (Swisscontact). "Sebagai langkah awal. pemerintah saat ini harus bisa melakukan tindakan yang tegas terhadap pada pelanggar pencemaran udara. pemasyarakatan BBG ini akan diberlakukan pada berbagai kendaraan dinas operasional instansi pemerintah maupun BUMD. Sedangkan 30 persen penyakit pernafasan. Menurut Denny. 32 tahun 2004 yang menetapkan denda sebanyak-banyaknya Rp 50 juta dan pidana kurungan paling lama 6 bulan. khususnya sanksi yang tegas dan lebih berat. seharusnya Rp 50 juta bukan Rp 5 juta. yang telah dirintis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan berbagai LSM tidak menghasilkan dampak yang signifikan. kata Paul. menyatakan setuju besaran denda yang disampaikan oleh beberapa fraksi beberapa waktu lalu. misalnya metromini yang menggunakan bahan bakar solar. Karena masih banyaknya kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar dan tidak layak jalan. Paul Butar-Butar saat pertemuan dengan Komisi D DPRD DKI di ruang rapat komisi D. Anggota komisi D dari Fraksi Partai Demokrat. dalam rapat paripurna DPRD. Senin (17/1). "Dari hasil survei karbonmonoksida (CO2). Paul menyatakan. pihaknya juga kan menggalang aksi pemasyarakatan pemakaian Bahan Bakar Gas (BBG). disebabkan oleh pencemaran dalam ruang seperti adanya asap rokok di ruang yang menggunakan AC. 32 tahun 2004 yang menetapkan denda sebanyak-banyaknya Rp 50 juta.

yaitu dari rumah tangga. tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. lahan kosong. Pengelolaaan sampah swakelola Sukunan. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan. merupakan paradigma yang terbukti mampu menangani permasalahan sampah secara mandiri. yaitu hanya dengan cara memindahkan. Kondisi ini diperparah dengan pola hidup masyarakat yang instan dan paradigma masyarakat yang masih menganggap sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang dan disingkirkan. memakai kembali (“re-use”). tetapi juga pada jenis sampah yang semakin beragam.145 m3/hari sampah yang terangkut 178 m3/hari dan kabupaten Sleman dari 1. Dengan pendekatan sumber sampah ditangani dari sumber pembuangannya.walhi. Di Kota Yogyakarta sendiri. telah menimbulkan akibat bertambahnya pola konsumsi masyarakat yang akhirnya menyebabkan bertambahnya volume sampah. atau di rumah. Bagaimana potret kehidupan masyarakat ke depan. Banyuraden. Berbagai kasus.http://www. Pada akhirnya.321 m3/hari. Kabupaten Bantul dari 1. mengurangi (“reduce’). dan Leuwigajah. terdapat 24 TPS/TPA ilegal di sungai. terdapat paling tidak 12 TPA/TPS ilegal lahan kosong dan di sungai mencapai 7 TPA/TPS ilegal. sampah yang tidak terangkut berada di sungai.id/kampanye/cemar/sampah/060120_sm phswkl_/ tanggal 12 Nopember 2007 Pertumbuhan penduduk diakui atau tidak. Itu terlihat di Kota Yogyakarta dari 1.724 m3 sampah yang terangkut 1. Hal ini lebih efektif daripada pengolahan di TPA (tempat pembuangan akhir).or. menyebabkan merebaknya TPA/TPS ilegal di berbagai tempat baik lahan kosong maupun di sungai – sungai yang terdapat di wilayah DI Yogyakarta. Kabupaten Sleman adalah salah satu contohnya. terbukti mampu mengelola potensi sampah yang selama ini luput dari perhatian masyarakat. dan memusnahkan sampah. terdapat 10 TPA/TPS ilegal lahan kosong dan di sungai mencapai 21 TPA/TPS ilegal. Bisa dibayangkan. Sampah organik yang selama ini dibuang karena bau dapat dimanfaatkan lagi menjadi kompos. Ribuan m3/hari sampah yang ada tidak terangkut semuanya. Bojong Gede. Di sisi lain. Gamping. Pendekatan persoalan sampah biasanya menggunakan paradigma end–pipe of solution (pendekatan ujung-pipa) sudah saatnya digeser ke pendekatan sumber. Penerapan prinsip 4R: mengganti (“replace”). Bertambahnya volume bukan hanya pada jumlah. jika persoalan ini tidak segera diselesaikan. Di Kabupaten Bantul saja. mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. hal ini berdampak pada semakin langkanya tempat untuk membuang sampah dan produksi sampah yang semakin banyak mencapai ribuan m3/hari. Penanganan sampah mulai dari sumbernya. Di Kabupaten Sleman. . seperti di Bantargerbang.268 m3/hari sampah yang terangkut 285 m3/hari. pengelolaan sampah hanya dilakukan sebagai sesuatu yang bersifat rutin. mendaur ulang (“recycle”). membuang.

padahal kesehatan lingkungan bisa berakibat positif terhadap kondisi elemen-elemen hayati dan non hayati dalam ekosistem itu sendiri. 1001 Permasalahan Sanitasi http://www. dimana salah satu fungsinya adalah sebagai pusat pelatihan pendidikan lingkungan. Bila lingkungan tidak sehat maka sakitlah elemennya. dan pemanfaatan sampah menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi. Ironisnya. 19/2). . seperti dimuat Pikiran Rakyat (Senin. Cokrodiningratan. Terobosan masyarakat ini.htm diakses 8 Maret 2007 Berbicara sanitasi. Kota Yogyakarta.com/cetak/2007/032007/08/cakrawala/lainnya05. pengolahan. dimanfaatkan dan dikelola. baik dari segi lingkungan maupun sosial. bisa berkurang.00/orang/tahun yang disediakan pemerintah dalam 30 tahun terakhir untuk mengatasi masalah ini. mampu dimanfaatkan sebagai kerajinan seni atau dijual ke industri pengolahan selanjutnya.Sedangkan sampah kertas. merupakan sesuatu yang perlu kita dorong dan kembang-tularkan ke tempat-tempat yang lain. Saat ini sekitar 70 persen air tanah di daerah perkotaan sudah tercemar berat bakteri tinja. sehingga permasalahan sampah.000. dan kaca. yang merupakan anggota WALHI Yogyakarta. padahal kebutuhan ideal per orang setiap tahunnya adalah Rp 47. serta sampah non organik lainnya akan dibuang di tempat khusus. padatnya perumahan bisa mempercepat terjadinya kondisi ini. padahal separuh penduduk perkotaan masih menggunakan air tanah. berarti kita lebih jauh membicarakan kesehatan lingkungan. 2007 merupakan tahun emas industri perumahan. Pertama. Saat ini. plastik. mulai dari pemilahan. beserta masyarakat dampingannya ke Sukunan pada tanggal 21 Desember 2005. mulai plastik dan kertas yang masih mempunyai nilai ekonomis. hanya Rp 200. banyak sekali permasalahan lingkungan yang harus dihadapi dan sangat mengganggu terhadap tercapainya kesehatan lingkungan. logam. tapi sebaliknya jika lingkungan sehat maka sehat pulalah ekosistem tersebut. Kegiatan ini juga melibatkan anggota WALHI Yogyakarta yang lain. Kegiatan ini merupakan upaya menciptakan budaya baru dalam masyarakat.pikiran-rakyat. yaitu Mitra Tani (sebagai narasumber) dan kegiatan ini dilaksanakan di Gubuk Rembug Lingkungan yang merupakan Crisis Center WALHI Yogyakarta. bahkan dapat teratasi. Satu kondisi yang perlu diantisipasi dampaknya sejak dini. Mereka juga memilah sampah non organik. kebocoran septic tank. Banyak hal yang mengakibatkan kebocoran atau bahkan rembesan limbah septic tank. Perilaku kurang baik dari manusia. dan juga menindaklanjuti hasil kunjungan Sahabat Lingkungan bersama Sheep dan Yasanti. telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan timbulnya sejumlah permasalahan sanitasi. tengah memproduksi secara massal alat pembuatan kompos. Jetis. Contoh lain adalah di Gondolayu Lor. Sungguh satu nilai yang jauh berbeda.00. merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan di atas. Kegiatan simulasi pengolahan sampah swakelola dan pembuatan bakteri yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2006 ini.

Ketiga. Demikian pula dengan aturan yang mewajibkan penyedotan tinja secara rutin dan pihak yang merasa berkepentingan memeriksa isi septic tank. Kerugian yang dialami akibat bencana ini mencapai Rp 8 triliun dan berdampak luas pada perekonomian bangsa. dua kota besar yang ada di Indonesia sekaligus ibu kota provinsi dan negara. alasannya tidak ada IPLT. sanitasi yang baik mampu mengurangi biaya kesehatan 6 . masih ada anggapan dari masyarakat bahwa bagus dan tidaknya septic tank hanya dirasakan oleh pemiliknya saja. Kedelapan. saat ini standar nasional tentang konstruksi septic tank sudah ada. belum ada. buang air besar sembarangan. Contoh konkret bisa kita lihat di Bandung dan Jakarta. Pada kenyataannya. pembuangan liar lumpur tinja.19 persen. (alm) semasa hidupnya. Kelima. belasan juta penduduk perkotaan Indonesia masih membuang tinja langsung di kebun. siapa yang pantas disalahkan atau bahkan apa yang salah dalam hal ini? Satu pertanyaan yang harus dicari jawabannya karena dari hasil penelitian menyatakan bahwa sanitasi yang baik ternyata meningkatkan waktu produktif masyarakat sekitar 34-79 persen. ataupun sungai. bahkan mengurangi biaya pengobatan sekitar 2 . saat ini banyak truk tinja membuang langsung muatannya ke sungai. 35 persen jamban di kawasan perkotaan tidak ada air. selokan.. melakukan aktivitas harian di sungai yang tercemar terjadi akibat terbatasnya akses masyarakat terhadap sarana MCK dan air bersih.Bappenas menyatakan. Kedua. Keenam. Tentunya tanpa harus mengurus lumpur banjir yang mampir ke rumah mereka. jamur.. sedikitnya 70 persen wilayah Jakarta terendam banjir sebagai akibat kesalahan dalam rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Artinya. berarti juga mengurangi penyakit-penyakit akibat buruknya sanitasi di masyarakat yang disebabkan oleh bakteri patogen.” itulah sepenggal syair yang pernah dinyanyikan oleh Benyamin S. hasil riset Bappenas menyatakan. seperti belum adanya aturan yang membatasi jumlah septic tank per satuan luas kawasan. Tahun 2007. Seharusnya fungsi saluran tersebut adalah mengalirkan air hujan. Meluasnya penyakit seperti flu burung juga disebabkan oleh buruknya sanitasi. Kasus banjir ini sudah menyita banyak waktu dan perhatian masyarakat. MCK yang tidak berfungsi secara optimal baik karena usang. tidak ada air. Pembangunan masyarakat kota Membaiknya sanitasi suatu kota. IPLT tidak berfungsi atau petugasnya malas. influein industri di kawasan pemukiman sebagian besar dialirkan ke sungai tanpa proses pengelolaan terlebih dahulu.. ”Jakarta kebanjiran. Setidaknya syair tersebut menunjukkan betapa banjir senantiasa menjadi kejadian tahunan di ibu kota. tidak ada atap atau tidak tersambung ke septic tank. tetapi dalam pelaksanaannya dipakai menampung air kakus dan sampah sehingga jadi sarang penyakit. salah konstruksi. Keempat. maupun masyarakat yang belum siap menerima keberadaannya sesuai fungsinya.5 persen. Ketujuh. pembuatan jamban yang asal-asalan. saluran air yang tersumbat. tetapi dalam implementasinya kurang ditunjang oleh aturan-aturan lainnya. Padahal jelas. maupun cacing parasit. Lebih dari 12 persen penduduk perkotaan Indonesia sama sekali tidak memiliki akses ke sarana jamban (Susenas 2004). Selain itu. tidak terawat. .

Tidak pelak lagi terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Wajar kalau kemudian Ir. Bahkan. Tanggal : 20 Februari 2007 12:08 WIB Judul : Seminal Nasional Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Di Indonesia Sumber : Sesmen . seorang peneliti lingkungan pengairan.*** Dine Andriani S. TPA itu pun ditutup.Pt. Akibatnya. Banyak yang mengeluh karena sakit diare atau pernapasan. sampah berserakan.coli-nya mencapai 50. belum lagi pencemaran air akibat lindi sampah yang tidak tertangani. akibat buruknya sanitasi mengakibatkan 70 persen air tanah tercemar dan 75 persen air sungai tercemar.000/100 ml. Koordinator Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A). pastinya investor pun akan datang dengan sendiriya dan tentunya disambut dengan tangan- tangan handal dari SDM-SDM yang terlahir dari bangsa yang berhasil menata lingkungannya dengan baik. Biaya produksi PDAM meningkat sekitar 25 persen dari rata-rata tarif air nasional. konsumen-konsumen di pasar-pasar tradisional pun merasa tidak nyaman saat berbelanja. bau tak sedap tercium setiap kali melewati daerah timbunan sampah. sempat membuat pusing tujuh keliling pemerintah Kota Bandung. pengguna kendaraan banyak yang mengeluh karena baunya. mulai dari gubernur hingga Menteri Lingkungan Hidup. sehingga perlu proses yang agak panjang dalam memanfaatkannya (Pikiran Rakyat. Para pejabat negara turun tangan. 4/12/2006). Kota Bandung kembali harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk mengatasi masalah ini. Longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. Bangsa yang maju bisa terlihat dari kemampuan SDM-nya dalam menata lingkungan atau tempat tinggalnya. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Kembali pemerintah dan masyarakat Bandung harus menanggung malu. lalat beterbangan menebar penyakit. 50 persen penduduk perkotaan saat ini masih menggunakan air tanah untuk kehidupan sehari-hari.Kejadian serupa pernah mampir di Kota Bandung tahun 2006 lalu. menyatakan bahwa kondisi air Citarum sangat kritis dengan kandungan bakteri E. Data Bappenas menyebutkan. dua negara yang mampu membiayai operasional wilayahnya hanya dengan mengelola sampah dengan baik. Kanada dan Brasil. ekspor hasil perikanan Indonesia pun pernah ditolak karena diindikasikan tercemar salmonella. Padahal. Ratna Hidayat. karena mendapat predikat “kota terkotor”. bahkan para pejalan kaki. pengangkutan sampah masyarakat oleh petugas dari PD Kebersihan terhenti. karena minimnya biaya operasional dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi kota.

Hal ini banyak disebabkan oleh tingkat persaingan untuk mencari penghidupan di perkotaan semakin ketat seiring dengan bertambhanya jumlah penduduk. sementara itu ketersediaan lahan menjadi semakin langka.http://www. pinggir rel kreta api. dimana perkotaan dengan kompleksitas permasalahan yang ada di tambah laju urbanisasi yang mencapai 4. Akibatnya berbagai dampak lingkungan lanjutan seperti banjir. berkesinambungan dan menjawab semua tantangan dan permasalahan yang ada pada permukiman penduduk di perkotaan. dan tidak teratur (kumuh). Bertempat di Aula Barat Institut Teknologi Bandung. Selain juga mengupayakan penyediaan kawasan permukiman berserta fasilitas yang memadai. Sedangkan sebagian masyarakat tinggal di kawasan yang tidak jauh dari pusat aktivitas ekononomi.asp?id=34 tanggal 12 nopember 2007 Pada tanggal 15 Februari 2007 diadakan Seminal Nasional Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Di Indonesia. waktu tempuh.4% per tahun membuat kebutuhan perumahan di perkotaan semakin meningkat. Pemerintah kota didorong untuk menjadi motor dalam mengkondisikan penduduk agar dapat memahami pentingnya menjada lingkungan permukiman merek secara swadaya. sehingga menyebabkan ketidak- teraturan tata ruang kota dan dapat menumbuhkan kawasan kumuh baru. Kelangkaan ini menyebabkan semakin mahalnya harga lahan di pusat kota.go.id/detail_warta. Kondisi ini menyebabkan meningkatkan biaya transportasi. Melalui seminar nasional dengan tema “Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Planologi ITB dapat memberikan masukan bagi perencaan permukiman yang memiliki kualitas. dan areal tidak resmi lainnya.kemenpera. Bila dihubungkan dengan fenomena tersebut membawa kondisi kemasyarakatan di kawasan perkotaan menjadi lebih kompleks berikut permasalahan yang timbul. . Lokasi permukiman tersebut cenderung berada pada kawasan yang tidak diperentukan sebagai kawasan hunian seperti pinggir kali. penyakit menular dan keamanan lingkungan menambah tugas rumah bagi pemerintah kota dan pusat. Keterbatasan kemampuan pemerintah daerah merupakan hambatan utama bagi penyediaan kawasan pemukiman penduduk yang layak. Seminar yang dibuka oleh Staf Ahli Menteri Negara Perumahan Rakyat Bidang Tehnologi (mewakili Menteri) diharapkan akan membuka wacana para akademisi dan para pemangku pemerintahan kota dalam memberikan perencanaan kawasan permukiman yang berwawasan lingkungan. sehingga mendorong masyarakat berpeng-hasilan menengah-bawah tinggal di kawasan pinggiran kota yang jauh dari tempat kerja. kurang sarana – prasarana. kemanusiaan dan berkeadilan bagi para penghuni dan warga sekitar kawasan tersebut. dan pada akhirnya akan menurunkan mobilitas dan produktivitas masyarakat. Dampak lingkungan hunian yang lazim adalah bertambahnya jumlah masyarakat kawasan permukiman yang tidak layak huni. Mendorong inovasi teknologi yang dapat diadaptasikan kepada lingkungan serta melakukan penyebarannya. Kecenderungan Global menuju Abad Perkotaan dimana petumbuhan penduduk lebih cepat bila dibandingkan dengan pertambahan penduduk di perdesaan (urbanisasi).