Anda di halaman 1dari 9

1

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI REMAJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI
PADA SISWA SMK YOSONEGORO MAGETAN

Edy Subowo, Nuke Martiarini
Universitas Setia Budi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan motivasi
berprestasi pada remaja siswa SMK Yosonegoro Magetan. Harga diri sebagai variabel bebas,
dan motivasi berprestasi sebagai variabel tergantung. Hipotesis yang diajukan adalah hubungan
positif antara harga diri dengan motivasi berprestasi pada remaja siswa SMK Yosonegoro
Magetan. Subjek penelitian yang diambil sejumlah 110 siswa kelas II yang berusia 15-17 tahun.
Alat ukur yang digunakan adalah skala harga diri dan skala motivasi berprestasi. Sedangkan
pengolahan data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product
moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan korelasi sebesar 0,653 dengan p < 0,01,
hal ini berarti ada korelasi positif yang signifikan antara harga diri dengan motivasi berprestasi
pada remaja siswa SMK Yosonegoro Magetan. Hal ini berarti semakin tinggi harga diri semakin
tinggi pula motivasi berprestasinya. Adapun koefisien determinasi dari korelasi tersebut adalah
sebesar R2 = 0,427 artinya harga diri memberikan sumbangan efektif terhadap sumbangan
efektif terhadap motivasi berprestasi sebesar 42,7% sedangkan sisanya (57,3%) ditentukan oleh
variabel lain.
Kata kunci : harga diri, motivasi berprestasi

PENDAHULUAN ada hubungan yang positif dan sangat
signifikan antara kemandirian dan motivasi
Tantangan kedepan dalam suasana berprestasi, baik pada individu yang
kompetisi yang lebih ketat dan kompleks menderita asma maupun pada individu yang
menuntut remaja supaya menjadi individu tidak menderita asma, sesuai dengan hasil
yang tangguh. Dalam kehidupan yang penuh penelitian yang menunjukkan besarnya
persaingan, individu harus mempunyai tekad korelasi antara kemandirian dan motivasi
yang kuat untuk dapat beradaptasi dengan berprestasi pada penderita asma sebesar
situasi yang ada. Untuk meraih keberhasilan, 0,615, sedangkan untuk anak yang tidak
individu memerlukan motivasi yang tinggi, menderita asma besarnya korelasi antara
sehingga dapat mendorong individu kemandirian dengan motivasi berprestasi
berusaha dengan sungguh-sungguh untuk sebesar 0,642. Semakin tinggi tingkat
mencapai prestasi tertentu. kemandirian individu akan semakin tinggi
Terkait dengan kegiatan belajar di pula motivasi berprestasinya, ini berarti
sekolah, motivasi merupakan hal yang tinggi rendahnya kemandirian ikut
sangat penting. Motivasi akan mengarahkan mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi
tingkah laku dan menentukan kekuatan dari berprestasi. Selain kemandirian, harga diri
perilaku yang ditampilkan. Motivasi cukup yang ada pada diri individu juga dapat
berperan untuk mendapatkan nilai terbaik, mempengaruhi motivasi berprestasi
disertai dengan penguasaan materi kegiatan individu.
belajar di sekolah. Yunita, dkk (2002), Individu yang mempunyai harga diri
dalam penelitiannya yang menggunakan rendah sering menunjukkan perilaku yang
sampel sebanyak 56 siswa SLTP yang kurang aktif, tidak percaya diri dan tidak
menderita asma dan 56 siswa SLTP yang mampu mengekspresikan diri. Sebaliknya
tidak menderita asma yang berasal dari tujuh individu yang mempunyai harga diri yang
SLTP di Yogyakarta diperoleh hasil bahwa tinggi cenderung dengan penuh keyakinan,

semua kebutuhan yang ada bahwa motivasi berprestasi yang muncul dalam diri individu tersebut saling bersaing. Harga diri memungkinkan (need of power). memiliki untuk meraih kesuksesan dalam tanggung jawab pribadi dan tidak menyukai kehidupannya. harga diri makhluk biologis maupun makhluk sosial. Menurut Suryabrata (2002) faktor- (1995) memberikan pengertian motivasi faktor yang dapat mempengaruhi motivasi adalah sebagai satu variabel penyelang berprestasi adalah sebagai berikut: (yang ikut campur tangan) yang digunakan a. memanipulasi. keinginan. berprestasi dan sukses. dari kebutuhan (Anoraga. Mengenai yang muncul secara tiba-tiba dibawa sejak pengertian motivasi berprestasi. Mc. Faktor-faktor yang berasal dari luar untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu individu (eksternal) didalam organisme. 2 mempunyai kompetensi dan sanggup mengelola. maka sasaran. lingkungan sosial atau fisik. mengungguli. menerima harga diri tinggi akan lebih termotivasi umpan balik untuk perbaikan. David Mc. diperoleh remaja dapat memberikan motivasi berprestasi merupakan dorongan sumbangan yang cukup besar terhadap untuk menguasai. baik sebagai Menurut Branden (2001). 1992). 1) Faktor-faktor non sosial . bermacam-macam motivasi. minat biasanya disertai dengan dimana hal-hal yang memberikan pemuasan rasa senang karena merasa ada kepentingan pada suatu kebutuhan adalah menjadi tujuan dengan sesuatu yang dituju (Sardiman. dapat ditarik kesimpulan kebutuhan. yang membangkitkan. suatu Motivasi dalam pengertian umum objek. tetapi melalui suatu proses Clelland mengemukakan bahwa motivasi perkembangan yang terjadi sepanjang hidup berprestasi (N-ach) adalah kebutuhan untuk manusia. Menurut Atkinson (1992). Harga diri bukanlah sesuatu berprestasi (need of achievement). mengatur peningkatan harga dirinya (Coopersmith. Selain sikap faktor lain yang diartikan sebagai kebutuhan yang mempengaruhi motivasi berprestasi adalah mendorong perbuatan ke arah suatu tujuan minat. Salah satu faktor yang Berdasarkan masalah-masalah mempengaruhi motivasi berprestasi adalah tersebut di atas. 2001). merupakan perpaduan antara kepercayaan Manusia dipengaruhi oleh tiga macam diri (self-confidence) dengan penghormatan motivasi. Chaplin 1996). 2004) sikap diartikan sebagai kesediaan Motivasi Berprestasi individu bereaksi terhadap suatu hal. bersaing untuk melebihi atau penghargaan pribadi seorang individu perbuatannya yang lampau dan mengungguli yang diekspresikan dalam sikap-sikap orang lain. terhadap dirinya sendiri. Peran harga diri sangat besar dalam Individu dengan N-ach tinggi suka mencari dunia pendidikan. dilanjutkan dengan kebutuhan lainnya (Thoha 1994). motivasi bersahabat (need individu mampu menikmati dan menghayati of affiliation). mengatasi 1967). Coopersmith (1967) menjelaskan rintangan dan memelihara kualitas kerja bahwa harga diri merupakan hasil penilaian yang tinggi. Minat diartikan sebagai suatu kondisi tertentu karena pada hakekatnya manusia yang terjadi apabila seseorang melihat ciri- mempunyai sejumlah kebutuhan yang pada ciri yang dihubungkan dengan keinginan- saat-saat tertentu membutuhkan pemuasan. terkait dengan harga diri yang dimiliki artinya satu kebutuhan telah terpuaskan akan seorang remaja. menurut Gerungan (Atmowidjoyo. Remaja yang memiliki tantangan dengan resiko sedang. Pengalaman sukses yang spekulasi. yaitu motivasi untuk berkuasa diri (self-respect). menyalurkan tingkah laku menuju satu Semakin tinggi harga diri seseorang. Clelland (1986) semakin hormat dan bijak dalam menguraikan bahwa manusia mempunyai memperlakukan orang lain (Branden. Faktor lain yang mempengaruhi motivasi berprestasi adalah TINJAUAN PUSTAKA sikap. dan motivasi untuk kehidupannya. lahir. mempertahankan dan mengatasi masalah-masalah kehidupan.

tempat dan sebagainya. Harga Diri 2) Faktor-faktor sosial Chaplin (1995) memberikan Faktor-faktor sosial yang pengertian tentang harga diri adalah dimaksud adalah faktor manusia penilaian diri yang dipengaruhi oleh sikap (sesama manusia). sukses dan layak diterima dan waktu. perencanaan jangka panjang akan diakui keberadaannya dalam lingkungannya. tetapi dengan mudah berprestasi pada individu adalah karena individu dapat memandangnya sebagai banyak segi positif pada individu yang realita. Mc. baik ketika interaksi. waktu (pagi. Individu tidak merasa malu Alasan dibangkitkannya motivasi atas keterbatasannya. mereka tidak menyukai suatu . 1976). Noesjirwan sehat atau sakit (keadaan jasmani). Faktor-faktor yang berasal dari dalam bahwa dirinya berhasil. Bila individu memiliki rasa harga diri yang motif yang mendorong belajar siswa. bukanlah rasa percaya diri yang berlebihan. lebih cepat dibandingkan individu yang Aspek-aspek harga diri menurut memiliki motivasi berprestasi rendah. sehat. (dalam Achir. memilih sasaran pencapaian maupun tujuan hidup. mampu dan berguna diri individu (internal) sekalipun dia memiliki kelemahan dan 1) Faktor fisiologis pernah mengalami kegagalan. sehingga didalam diri tujuan yang menantang usaha maksimal. Berdasarkan beberapa teori tersebut memiliki motivasi berprestasi tinggi. penghargaan dan penerimaan menurut Mc. adanya perasaan cemas karena didesak penting. merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang dapat memberi perasaan b. orang lain dilihat dari kemampuan mereka b. Mereka adalah faktor yang berada diluar lebih menyukai tantangan untuk lingkungan sosial yaitu suhu. pengalaman dan motif. jawab dalam situasi yang dapat tingkat emosi. Clelland (1986) adalah : orang lain terhadap individu. Clelland (1986) bagaimana individu menilai keadaan dirinya menjelaskan bahwa peraih prestasi tinggi berdasarkan nilai-nilai pribadi yang dapat membedakan diri mereka dengan diamatinya. Menurut Byrne. keterbatasannya. dkk (1988) rasa harga diri motivasi. perhatian. 3 Faktor-faktor non sosial keberhasilan dikatakan kebetulan. bertanggung tersebut mempengaruhi proses berpikir. menyelesaikan suatu problem. dimana hal memiliki rasa percaya diri. ingatan. Kebutuhan Faktor-faktor fisiologis yang akan harga diri ini tidak akan pernah dimaksud adalah keadaan jasmani berhenti sehingga mendominasi perilaku fisik individu apakah dalam keadaan individu (Daradjat. penghargaan dan penerimaan manusia itu hadir secara langsung orang lain terhadap individu. dimaksud disini adalah cita-cita. udara. sore ataupun malam). maka individu dapat mengenal dan Kebutuhan psikologis ini pada menerima dirinya sendiri dengan segala umumnya bersifat individual. dan Coopersmith untuk menggambarkan pantang menyerah. Harga diri maupun tidak langsung. Harga diri mempunyai untuk menyelesaikan hal-hal dengan lebih hubungan dengan bagaimana corak dasar baik. dapat disimpulkan bahwa harga diri adalah Beberapa segi positif dari individu yang penilaian diri yang dipengaruhi oleh sikap memiliki motivasi berprestasi tinggi interaksi. penjudi. keinginan. individu tersebut terdapat perasaan mampu. Proses belajar hasil kerjanya sehingga perencanaan kerja merupakan istilah yang digunakan oleh dapat disesuaikan menurut kebutuhan. Penghargaan. Peraih prestasi tinggi bukanlah remaja dalam menghadapi lingkungan. keputusan yang diambil. cuaca. Coopersmith (1967) antara lain: berusaha mendapatkan umpan balik dari a. 1979) menyatakan bahwa 2) Faktor psikologis konsep diri sangat penting dan memiliki Faktor psikologis yang hubungan yang erat sekali dengan harga diri. nilai dikontrolnya. Proses belajar.

disusun dengan menggunakan lima pilihan perkembangan psikis. perbuatan yang dilakukan dan pantang Beberapa macam ciri perkembangan yang menyerah yang dikemukakan oleh Mc.17 tahun. menyenangi manusia. 31. masa remaja merupakan masa tugas yang menantang. 35 14. 23. Penerimaan. Sesuai sosial. sedangkan variabel bebasnya cara orang tua memperlakukan anak sangat adalah harga diri. 24. 30 6 3 Menyenangi tugas yang menantang 3. 42 6 Jumlah 21 21 42 . 20. 15. 27. bertanggung jawab dalam (Monks. Remaja penghargaan. 29. 37 2. 32 6 5 Memiliki perencanaan jangka panjang 5. 11. adalah skala harga diri yang disusun berdasarkan aspek proses belajar. 38 10 2 Penghargaan 5. 33 12. 14. dialami seseorang pada masa remajanya. 36 6 2 Bertanggung jawab 9. 39 4. 32. menyenangi umpan balik atas dan emosi (Stone dan Curch. 9. Dalam perkembangan situasi yang dapat dikontrolnya. dan variabel kontrolnya mempengaruhi pembentukan harga diri. dan perkembangan jawaban yaitu : Sangat Sesuai (SS). 38 6 4 Ada perasaan cemas 11. Pernyataan dalam skala antara lain perkembangan fisik dan seksual. 28. d. 41 6. 28. 17. Clelland (1986). 21. 26. Remaja Subjek dalam penelitian ini adalah remaja dengan harga diri yang tinggi memiliki siswa SMK Yosonegoro Magetan yang sejumlah karakteristik kepribadian yang berusia 15 . 15. 22. Skala yang digunakan dapat mengarah pada kemandirian sosial dan untuk mengambil data dalam penelitian ini kreativitas yang tinggi. 37 2. 20. yang dimulai cemas. 36 10 Jumlah 20 20 40 Tabel 2. 29 8. 25. 40 10 4 Interaksi dengan lingkungan 7. 40 6 6 Menyenangi umpan balik 13. 30. Blue print Skala Harga Diri No Aspek Nomor Aitem Jumlah Favorable Unfavorable 1 Proses Belajar 1. 16. 16. Interaksi dengan lingkungan. 1982). 17. 23. 33 6. yang dimodifikasi dengan menghilangkan jawaban entah (E). Blue print Skala Motivasi Berprestasi No Aspek Nomor Aitem Jumlah Favorable Unfavorable 1 Memiliki rasa percaya diri 1. 22. 39 4. (S). 12. 19. 4 c. 25. 31 10. 34 6 7 Pantang menyerah 7. 13. 18. adanya perasaan yang penuh badai dan tekanan. 27. psikis panjang.. dkk. 34 10 3 Penerimaan 3. Tabel 1. 1979). 35 8. 26. 18. 19. Keluarga merupakan METODE PENELITIAN tempat sosialisasi pertama bagi anak. Tidak Sesuai (TS) dan Sangat Tidak Sesuai. 24. 21. adalah usia (remaja SMK usia 15-17 tahun). Entah (E). Penerimaan keluarga yang positif akan Variabel tergantung yang digunakan sangat berpengaruh pada perkembangan dalam penelitian ini adalah motivasi harga diri anak pada masa dewasa kelak dan berprestasi. memiliki perencanaan jangka dengan adanya perubahan biologis. 10. Secara global masa remaja berprestasi yang disusun berdasarkan aspek berlangsung antara umur 12 hingga 21 tahun rasa percaya diri. penerimaan dan interaksi Masa remaja merupakan masa dengan lingkungan yang dikemukakan oleh peralihan dari masa kanak-kanak ke masa Coopersmith (1967) dan skala motivasi dewasa.

13. Skala Harga Diri untuk Penelitian No Aspek Nomor Aitem Jumlah Favorable Unfavorable 1 Proses Belajar 1. 27. 33 10. 31 14.05). dengan p = 0. 23. 24 5 Jumlah 17 18 35 HASIL DAN PEMBAHASAN signifikansi berada pada level signifikan. 30 8 2 Penghargaan 5. dengan nilai Z = 0. 17. 19. 11. sangat signifikan antara harga diri dengan Berdasarkan hasil pengujian. Data penelitian dikatakan SMK Yosonegoro Magetan menunjukkan terdistribusi secara normal apabila bahwa terdapat hubungan positif yang probabilitas diatas 0.01). 28 8 Jumlah 18 16 34 Tabel 4. 5 Tabel 3. 22 6 4 Ada perasaan cemas 11 4. 427.917 (p > 0. 29. 9. Hipotesis empirik dengan mean hipotetiknya. 31 4. 22.907 (p > 0.05). 24. 21. 12. Hasil menggunakan program SPSS 12. Hasil pengujian terhadap ada hubungan yang positif antara harga diri motivasi berprestasi juga menunjukkan dengan motivasi berprestasi. 34 4 5 Memiliki perencanaan jangka panjang 5.427 Uji normalitas dilakukan pada menunjukkan bahwa sumbangan efektif masing-masing variabel harga diri dan harga diri pada munculnya motivasi variabel motivasi berprestasi yang berprestasi adalah sebesar 42.05 yang berarti korelasinya motivasi berprestasi yang dimiliki subjek linear.01) serta kefisien Berdasarkan perbandingan antara mean determinasi (R2) sebesar 0. 35.358 dan p Tinggi rendahnya harga diri dan (0. 20 3 2 Bertanggung jawab 9. maka motivasi berprestasi. 32 6 3 Menyenangi tugas yang menantang 3. 15. Skala Motivasi Berprestasi untuk Penelitian No Aspek Nomor Aitem Jumlah Favorable Unfavorable 1 Memiliki rasa percaya diri 1 8. berprestasi F beda sebesar 80.05). 18. 19. 21 2. 16. 28. 30 6 6 Menyenangi umpan balik 13.653 variabel harga diri menunjukkan sebaran dengan p = 0. 33 2. 17. Semakin tinggi bahwa sebaran datanya memenuhi kurva harga diri maka semakin tinggi pula normal.7 %. Hal ini ditunjukkan diperoleh kesimpulan bahwa sebaran data oleh besarnya koefisien korelasi rxy = 0. diperoleh membandingkan mean empirik subjek nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0.00 for analisis data dengan subjek penelitian siswa Windows Release. 20. 14. 29. yaitu 0. 25 6.565 dan p = diajukan dalam penelitian ini diterima. 23 12.653 penelitian dan mean hipotetiknya. Hasil uji coba linearitas semakin rendah harga diri maka semakin menunjukkan harga diri dengan motivasi rendah pula motivasi berprestasinya. dengan nilai Z = 0. 15. 26. 34 8.000 (p < 0.000) < 0. 26 9 3 Penerimaan 3. tampak yang diajukan diterima dengan taraf bahwa mean empirik harga diri subjek (me = . Hipotesis yang normal.05 (p > 0. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0. 25.555 dan p = motivasi berprestasinya dan sebaliknya 0. 18 5 7 Pantang menyerah 7. 27 6.000 (p < 0. 16. 10. penelitian ini dapat diketahui dengan cara Berdasarkan uji hipotesis. 32 9 4 Interaksi dengan lingkungan 7.

efektif. perhatian yang cukup terhadap lingkungan kategori motivasi berprestasi sedang (Coopersmith. prestasi dan sukses di sekolah kemungkinan Sebaliknya.36% dan kategori harga aktif. kategorisasi untuk nilai tinggi merupakan prediktor dari harga diri skala motivasi berprestasi pada siswa yang tinggi (Adam & Gullota. Tentu bukan berdasarkan kebetulan. harga diri yang rendah cenderung menilai Coopersmith (1967) menegaskan dirinya tidak mampu.5).5) lebih tinggi dibandingkan dengan jadi itu akan berpengaruh terhadap harga mean hipotetiknya (mh = 87. 2000).73) berada di atas mean hipotetiknya (mh Sebuah penelitian yang dilakukan = 85) sehingga dapat disimpulkan bahwa oleh Bachman & O’Malley (1977) berdasarkan mean empirik kelompok subjek membuktikan bahwa selama masa remaja penelitian ini mempunyai harga diri yang kemampuan dan kinerja akademi yang sedang. keuletan menunjukkan terdapat beberapa hal yang dalam meraih keberhasilan. 6 99. Seperti yang dikemukakan oleh dapat disimpulkan bahwa berdasarkan mean Ekilson (dalam Carolina. ketekunan. Pada mempengaruhi harga diri siswa. yaitu menunjukkan bahwa murid yang pandai di dengan menentukan batasan masing-masing sekolah memiliki harga diri yang tinggi. sebaliknya . dan akan melihat bahwa dirinya cukup mampu menghadapi dunianya. persentasenya 36. 2000) mengatakan penelitian ini. kategori harga diri sedang yang tinggi adalah orang yang mandiri. ekspresif. dalam tergantung pada usaha dirinya sendiri dan kompetensi dan dalam nilai kebaikan. Hal ini membuat siswa harga diri. Klass & motivasi berprestasi yang dimiliki subjek Hadge (dalam Carolina. Akibatnya saja semua ini tidak dapat diperoleh kalau siswa yang harga dirinya rendah punya tidak didukung oleh lingkungan disekitarnya kecenderungan menganggap lebih banyak seperti orang tua. diri tinggi persentasenya 63. Suatu analisis tentang harga diri merasa tidak mampu untuk memadukan yang berorientasi pada diri individu antara kerja keras. setiap kendala dengan dorongan meraih Kesuksesan tersebut dapat timbul melalui kesuksesan berdasarkan kerja keras dan kesuksesan pengalaman dalam lingkungan. Berdasarkan perbandingan antara Melihat keadaan ini dapat diprediksi.64%. karena kurang ada pada harga diri yang dapat dijelaskan yakin bahwa dirinya mampu mengatasi melalui konsep-konsep kesuksesan. 1983). Selanjutnya. cenderung sukses dalam bidang Sedangkan pada kategori motivasi akademik dan sosialnya mempunyai berprestasi rendah persentasenya 0%. siswa SMK dengan besar memiliki harga diri yang rendah. berpikir rasional bahwa keberhasilan itu dalam bidang kekuatan (power).73% dan kategori motivasi dirinya tinggi akan menyukai dirinya sendiri berprestasi persentasenya 57. sehingga kurang bahwa faktor internal atau psikologis memiliki keyakinan terhadap keadaan dan individu juga mempengaruhi perkembangan kemampuannya. subjek penelitian ini. memikirkan kegagalan yang akan diperoleh Coopersmith juga menambahkan bahwa daripada usaha yang perlu dilakukan. guru atau teman sebaya.27%. Individu yang harga persentasenya 42. dapat menerima kritik. apabila mean empirik dengan mean hipotetiknya remaja mendapatkan tekanan dari sekolah menunjukkan bahwa mean empirik (me = dalam hal pencapaian prestasi maka dapat 103. kategori harga diri rendah persentasenya Individu yang memiliki harga diri 0%. perlakuan adil. dapat diketahui dengan Artinya faktor eksternal yaitu sekolah cara menetapkan suatu kategorisasi. sehingga dirinya. Tinggi rendahnya harga diri bahwa lingkungan sosial sangat dan motivasi berprestasi yang dimiliki mempengaruhi perubahan harga diri. Hal ini diperoleh dengan cara yang sama. 1967). remaja empirik kelompok subjek penelitian ini yang merasa tertekan untuk mencapai memiliki motivasi berprestasi yang sedang. pemberian kesempatan untuk Berdasarkan data yang ditunjukkan dalam aktif dan pendidikan yang demokratis deskripsi data penelitian dan hipotetik dapat terbukti didapati pada anak-anak yang diketahui gambaran tentang harga diri dan memiliki harga diri yang tinggi. kategori.

427). 5. sering melamun. Jakarta: Jurnal 2. L. P. 1. dapat diberikan beberapa saran terhadap Rieneka Cipta.7% (R2 = 0. 1988. Atkinson. Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga. Psikologi Kerja. Berdasarkan hasil kesimpulan di atas Anoraga. Seyogyanya guru dapat lebih Byrne. ekonomi.3 persen. Sutardjo. Jakarta: Departemen motivasi berprestasi masih cukup besar yaitu Pendidikan dan Kebudayaan. Bekasi Jawa Barat). Jakarta. mudah tersinggung dan mudah dari penelitian ini. . 1992. 57. mengembangkan bakat takut menghadapi pendapat yang dan minat siswa melalui wadah kegiatan bertentangan dengan dirinya. L. Hal ini menunjukkan Achir. bahkan cenderung depresif. sebaliknya hasil penelitian yang lebih baik. Berdasarkan kesimpulan di atas Jilid II (terjemahan Nurdjanah walaupun menunjukkan adanya motivasi Taufik). keterampilan. berbagai pihak yang berkepentingan dalam penelitian ini yaitu : Atkinson. semakin rendah harga diri semakin rendah pula motivasi berprestasi remaja. Korelasi motivasi berprestasinya dengan cara Motivasi Berprestasi dan Sikap memaksimalkan kegiatan-kegiatan Terhadap Profesi dengan Kinerja akademik dan non akademik yang Guru (survey di SLTPN Kodia diikutinya. 1992. kurang dapat 4. & Hilgard. P. motivasi berprestasi pada siswa SMK Disamping itu alat ukur skala harga diri Yosonegoro Magetan. tetapi diharapkan kepada siswa SMK untuk dapat terus meningkatkan Atmowidjoyo. mengarahkan dan memperhatikan Membangun Harga Diri Anak. yaitu lebih memperhitungkan variabel-variabel lain Berdasarkan hasil analisis data. memberikan saran kepada peneliti selanjutnya yang ingin menggali lebih dalam mengenai harga diri dan motivasi KESIMPULAN DAN SARAN berprestasi. 2004. sering Berdasarkan keterbatasan-keterbatasan melamun. Sumbangan efektif variabel harga DAFTAR PUSTAKA diri terhadap motivasi berprestasi sebesar 42. Perkembangan Anak dan bahwa sumbangan variabel lain diluar Remaja. R. 7 orang yang memilki harga diri rendah mengaktualisasikan dirinya dalam cenderung kurang percaya diri. H & Savary. Saran bagi guru Psikologi Islam Vol VII. Saran bagi subjek penelitian E. R. takut tindakan nyata berupa kerja keras. kurang aktif dan ekspresif. A. dan ekspresif. dalam Carolina 2000). semakin tinggi pula dikembangkan lagi agar dapat diperoleh motivasi berprestasi remaja. 1979. siswanya supaya dapat Ygyakarta: Kanisus. Semakin tinggi harga dan skala motivasi berprestasi juga perlu diri remaja maka. R. tinggi. mudah Diharapkan pihak sekolah lebih tersinggung dan mudah dipengaruhi oleh memperhatikan sarana dan prasarana lingkungan (Cohen. dapat yang mempengaruhi motivasi berprestasi disimpulkan bahwa ada hubungan positif seperti faktor keluarga. yang signifikan antara harga diri dengan interaksi remaja dengan teman sebaya. menghadapi pendapat yang bertentangan ketekunan dan ulet untuk meraih prestasi dengan dirinya. maka penulis dapat dipengaruhi oleh lingkungan. kurang aktif ekstrakurikuler. bahkan cenderung depresif. M. C. yang menunjang kualitas proses Sebaliknya individu yang memiliki harga pembelajaran dan dapat memberi bekal diri rendah cenderung kurang percaya diri. di sekolah. Saran bagi sekolah menerima kritik. Saran bagi peneliti selanjutnya kurang dapat menerima kritik.

Raja Grafindo Persada.. 2001. J. 1979. Chaplin. Kesehatan Mental. & Mustagfirin. Jakarta : Rajawali. Fakultas Psikologi. S. 1967. Sardiman. Psikologi Perkembangan. Interaksi dan Mtivasi Belajar Mengajar Pedoman bagi Guru dan Calon Guru. A. H.. Mc. Vol. S. Jakarta: CV. 8 Berprestasi pada Anak Penderita Branden.1995. Jakarta: PT. D. 1976. Jakarta: PT. Thoha. & Haditono. Psikologi Pendidikan. 1986. R. H. O. Kamus Lengkap Psikologi. 1996. Wimbrarti. Human Motivation. Suryabrata. Freeman and Company. Kners. M. 1994. Fak Psikologi. Perilaku Organisasi dan Pola Organisasi. A. Z. 1982. Jurnal Ilmiah INDIGENOUS Harga Diri. C. Grafindo Perkasa. Hubungan Harga Diri dengan Motivasi Berprestasi pada Siswa SLTP. O. New York: London House. Jakarta: PT. Clelland. 2002. Kiat Jitu Meningkatkan Asma. Daradjat. J. S. Kemandirian dan Motivasi . B. The Antecedentes of Self-esteem. J. Gunung Agung. B. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. R.. R. Surakarta: UMS. F. N. UGM. Jakarta: Delaprasata. J. Cambridge University Press. hal 809-815. 1981. and Curch.L. Stone. 2002. Goebel. Journal of Development Psychology. 1. M. Childhood and Adelescence. D. and Brown. Siti Rahayu. Skripsi. Yunita. 117.. M. No. 6. P. Monks. New York. Rajawali. Coopersmith. Age Differences in Motivation Related to Maslow’s Need Hierarchy. 2002. Yogyakarta. Carolina. San Fransisco: W.

9 .