Anda di halaman 1dari 16

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota

Institut Teknologi Indonesia
2017

PERMODELAN SPASIAL
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK PEMETAAN
TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI DI KABUPATEN SUKABUMI

Disusun Oleh:
Nur Amalia Safitri (123.13.0022)

Materi Substansi PENDAHULUAN 1. Ruang Lingkup Substansi GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI HASIL ANALISIS METODELOGI KESIMPULAN 1. Tinjauan Teori . Tujuan dan Sasaran 3. Latar Belakang 2. Ruang Lingkup Wilayah •. Ruang Lingkup •.

Tujuan Memetakan risiko tsunami Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar untuk dilanda bencana tsunami. Memetakan peta indeks Geografi wilayah Kabupaten Sukabumi penduduk terpapar terdapat banyak muara sungai 2. berisiko tsunami Kesiapan warga dalam menghadapi bahaya tsunami yang masih minim. di Kabupaten Sukabumi Kabupaten Sukabumi berada di Ring of Fire Kabupaten Sukabumi berbatasan langsung dengan Samudera hindia b. Sasaran 1.Latar Belakang a. Memetakan peta pola ruang di kawasan Banyak masyarakat pesisir membangun perumahan di sekitar wilayah pantai. dan penataan bangunan yang tidak teratur . Memetakan peta risiko kondisi Kabupaten Sukabumi relatif tsunami rendah sampai bibir pantai. 3.

Secara Administrasi terdiri dari 47 Kecamatan.070 25’ LS. Luas wilayah ± 4.1070 00’ BT dan 060 57’ LS .Ruang Lingkup Wilayah Letak Kabupaten Sukabumi : 1060 49’ BT .162 km2. .

rasio penduduk cacat. 6. 4. data mengenai rasio kependudukan seperti rasio jenis kelamin rasio penduduk miskin. 2. Data Kepadatan Penduduk Data kepadatan penduduk yang dimaksud yaitu data mengenai tingkat intensitas penduduk dalam satu satuan wilayah. 7. Data Rasio Penduduk Miskin Data rasio penduduk miskin yang dimaksud yaitu data mengenai rasio jumlah penduduk sejahtera dan pra sejahtera (satuan KK) dalam suatu wilayah (kecamatan). Peta Indeks Penduduk Terpapar Data yang dimaksud yaitu data kepadatan penduduk. Data Rasio Penduduk Cacat Data rasio penduduk cacat yang dimaksud yaitu data mengenai rasio jumlah penduduk cacat terhadap jumlah penduduk tidak cacat dalam suatu wilayah (kecamatan). Data Rasio Ketergantungan Penduduk Data rasio ketergantungan penduduk yang dimaksud yaitu data mengenai rasio jumlah penduduk tidak produktif terhadap jumlah penduduk produktif dalam suatu wilayah (kecamatan). dan rasio ketergantungan penduduk 3. Peta Indeks Ancaman Tsunami Peta proyeksi yang menggambarkan wilayah mana terpapar peristiwa tsunami terjadi dengan kelas ancaman yaitu rendah. Pola Ruang Kabupaten Sukabumi . 5. Ruang Lingkup Substansi 1. sedang dan tinggi. Data Rasio Jenis Kelamin Data rasio jenis kelamin yang dimaksud yaitu data mengenai rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan dalam suatu wilayah (kecamatan). 8.

33 0. 2. Tinjauan Teori Menurut Pasal 172 ayat (3) PP No. pembatasan pendirian bangunan kecuali untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana dan kepentingan umum Parameter Konversi Indeks Penduduk Terpapar Kelas Rendah Sedang Tinggi Bobo Parameter t Hasil dari indeks ancaman tsunami dengan 0. 22 tahun 2012 Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan rawan gelombang pasang atau tsunami sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disusun dengan ketentuan : 1. dan 3. pelarangan kegiatan yang mengganggu fungsi lindung kawasan rawan gelombang pasang atau tsunami. pengoptimalan konservasi pada kawasan rawan longsor. < 500 500-1000 >1000 Kepadatan Penduduk jiwa/km 60 % jiwa/km2 Jiwa/km2 2 Rasio Jenis Kelamin 10 % Rasio Penduudk rumah tangga 10 % miskin 20%- < 20% >40% Rasio Orang Cacat 40% 10 % Rasio Ketergantungan 10 % Penduduk Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 Indeks Penduduk Terpapar   Matriks Penentuan Tingkat Risiko Bencana Tsunami Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 .67 1 indeks penduduk terpapar menghasilkan matriks tingkat ancaman bencana tsunami.

>> KERANGKA BERFIKIR METODELOGI 1. Metodelogi Pendekatan Konsep • Studi Literatur • Pengumpulan Data 2. Metodelogi Analisis Data  Analisis Indeks Penduduk Tepapar  Analisis Resiko tsunami  Analisis Pola Ruang di Kawasan Berisiko Tsunami .

. Mrs. SPPS. Word. Excel. Kerangka Proses GIS KEBUTUHAN DATA PERALATAN  Laptop dengan tipe CORE i5. Mrs. dan software pemetaan GIS (Geografis Information System).

Gambaran Umum .

SHP kepadatan penduduk yang telah dinput skor. yaitu: 1. SHP depedency ratio yang telah dinput skor. 6. SHP pola ruang Kabupaten Sukabumi. SHP sex ratio yang telah dinput skor. 4. 3. diperlukan data-data dasar. Pra Analisis Ada 3 analisis utama yang dilakukan dalam pemetaan risiko tsunami di Kabupaten Sukabumi: 1. SHP rasio penduduk miskin yang telah dinput skor. 7. 2. 5. Pemetaan Risiko Bencana Tsunami 3. Pemetaan Indeks Penduduk Terpapar 2. SHP rasio penduduk cacat yang telah dinput skor. Model Builder GIS Proses Penyiapan Data Untuk dapat melakukan pemetaan risiko tsunami di Kabupaten Sukabumi. SHP indeks ancaman tsunami Kabupaten Sukabumi. Pemetaan Pola Ruang di Kawasan Rawan Bencana Tsunami .

.Hasil Analisis Spasial Pemetaan Indeks Penduduk Terpapar Berdasarkan output  semua kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerentanan sosialnya sedang.

Tegal Buleud Tegal Buleud 3. Kecamatan Risiko terpapar 1.443874 tsunami rendah.057.83 Terkecil 4.000002 Kecamatan 3.16 Terbesar 2.65 Kecamatan 592. Analisis Pemetaan RisikoRisiko Tsunami Risiko Risiko Berdasarkan output  diketahui Rendah Sedang Tinggi bahwa Luasanterdapat 4 klasifikasi risiko (Ha) Kecamatan 7.084. Tegaltsunami Risiko terpapar Buleud sedang. 0.95 tsunami.007.30 Kecamatan 1.968.86 Kecamatan 6. Kecamatan 3.HasilNo. yaitu : Tepapar 1.546847 Kecamatan 4. Bantargadung Tidak berisiko tsunami. Risiko terpapar Terpapar tsunami tinggi Kecamatan . Bantargadung Cibitung .

Hasil Pemetaan Pola Ruang Di Daerah Rawan Tsunami .

Kawasan Peruntukan Pemukiman Perkotaan 3. kawasan peruntukan pertanian lahan basah Pola ruang yang tidak sesuai dengan Perda Nomor 22 Tahun 2012 ada 5 (lima). tubuh air 5. kawasan peruntukan pertanian lahan kering 13. sepadan pantai 6. yaitu: 1. kawasan peruntukan pemukiman perkotaan 7. kawasan hutan produksi terbatas 10. PLTA. kawasan peruntukan pemukiman pedesaan 8. Kawasan Peruntukan Pemukiman Pedesaan 2. kawasan hutan konservasi 11. sepadan sungai 9. kawasan peruntukan perkebunan 12. Kawasan Peruntukan Pertanian LahanKering . 3. Kawasan Peruntukan Perkebunan 4. kawasan hutan lindung 4. Berdasarkan hasil pemetaan  terdapat 13 jenis pola ruang yang berada di kawasan rawan bencana tsunami : 1. kawasan hutan produksi 2. Kawasan Peruntukan Pertanian Lahan Basah 5.

Dari penjelasan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Sukabumi tersebut. Kawasan Peruntukan Pemukiman Perkotaan 3. sepadan pantai. KESIMPULAN Berdasarkan output dari pemetaan indeks penduduk terpapar Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan output dari pemetaan risiko tsunami Kabupaten Sukabumi. kawasan hutan lindung. dan kawasan peruntukan pertanian lahan basah. Kawasan Peruntukan Pertanian Lahan Kering . tubuh air. Dari peta indeks penduduk terpapar tersebut dilakukan overlay dengan peta indeks ancaman tsunami sehingga menghasilkan peta risiko bencana tsunami Kabupaten Sukabumi. kawasan peruntukan pemukiman pedesaan. sepadan sungai. kawasan hutan produksi terbatas. dapat diketahui terdapat beberapa pola ruang yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Sukabumi. Dari peta risiko bencana tsunami tersebut kemudian dioverlay dengan peta pola ruang Kabupaten Sukabumi. dapat diketahui bahwa kegiatan yang diperbolehkan di kawasan lindung yaitu hanya bersifat konservasi dan pembatasan pendirian bangunan kecuali untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana dan kepentingan umum. 3. kawasan peruntukan pertanian lahan kering. Pola ruang yang ada di kawasan rawan bencana tsunami. yaitu: 1. kawasan hutan konservasi. Berdasarkan hasil pemetaan pola ruang di daerah rawan tsunami dapat diketahui bahwa terdapat 13 jenis pola ruang yang berada di kawasan rawan bencana tsunami di Kabupaten Sukabumi. kawasan peruntukan perkebunan. Pola ruang yang tidak sesuai dengan Perda Nomor 22 Tahun 2012 ada 5 (lima). kawasan peruntukan pemukiman perkotaan. 2. Risiko terpapar tsunami rendah. Risiko terpapar tsunami sedang. diketahui bahwa semua kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerentanan sosialnya yang sedang. yaitu : 1. Berdasarkan data hasil pemetaan pola ruang di kawasan rawan bencana tsunami Kabupaten Sukabumi. yaitu : kawasan hutan produksi. Kawasan Peruntukan Perkebunan 4. Risiko terpapr tsunami tinggi . PLTA. Kawasan Peruntukan Pemukiman Pedesaan 2. dapat diketahui bahwa terdapat 4 klasifikasi risiko tsunami. Kawasan Peruntukan Pertanian Lahan Basah 5. 4. Sehingga menghasilkan output berupa peta pola ruang di kawasan bencana tsunami. Tidak berisiko tsunami.

Tabel Rekomendasi Pola Ruang yang Pelu Dilakukan Revisi di Kawasan Rawan Tsunami Kabupaten Sukabumi .Rekomendasi  diperlukan revisi terhadap pola ruang yang ada di Kabupaten Sukabumi dengan mempertimbangkan kawan rawan bencana.