Anda di halaman 1dari 14

SKENARIO 3

Menggigil disertai Demam
Tn C, laki-laki, 35 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan utama demam sejak satu minggu
lalu. Demam di rasakan setiap dua hari sekali. Setiap kali demam didahului menggigil dan
diakhiri berkeringat. Setelah demam dapat pulih seperti biasa. Beliau baru kembali dari
melakukan studi lapangan di Sumatera Selatan selama dua minggu. Setelah melakukan
pemeriksaan sediaan apus darah tepi, dokter mengatakan pasien terinfeksi Plasmodium vivax.

1

Penyakit yang dapat disebabkan oleh Plasmodium vivax? 5. Bagaimana siklus hidup Plasmodium vivax? 12. 3. Bagaimana akibatnya bila tidak segera ditangani? 11. Morfologi Plasmodium vivax? 4. Cara mendiagnosa penyakit tersebut? 9. Menggigil : Perasaan dingin yang disertai dengan getaran tubuh. Malaria vivax 5. Pemberian obat : Klorokuin + Primakuin.demam tidak teratur (2 – 4 hari) 48 jam berikutnya : Fase demam teratur ditandai dengan stadium menggigil dan tubuh berada disuhu 40 derajat celcius sehingga menyebabkan tubuh menjadi panas dan berkeringat. terdapat titik schufner. 3. Pencegahan untuk malaria? JAWABAN 1. Bagaimana cara pasien terinfeksi Plasmodium vivax? 7. Masa inkubasi Plasmodium vivax? 8. Mengapa demam didahului menggigil dan dan diakhiri dengan berkeringat? 3.limfosit. PERTANYAAN 1. Pemeriksaan hapus darah tepi : Pemeriksaan yang dilakuakan untuk menilai berbagai unsur sel darah tepi. Mengapa demam dirasakan setiap dua hari sekali? 2. Bagaimana cara mengatasi penyakit malaria? 6. KATA SULIT 1. Hipotalamus Mengeluarkan sitokin TNF ke aliran darah Siklus Hidup = 48 jam 2. Plasmodium vivax : Parasit yang menyebabkan penyakut malaria vivax yang juga disebut malaria tersiana. Fase prodromal : nyeri. Pada sediaan darah tipis : eritrosit membesar.monosit. Bagaimana cara penularan penyakit tersebut? 10. Pada sediaan darah tebal : terdapat zona merah 4. Skizon pecah dalam darah  menegeluarkan gen  merangsang makrofag.tidak boleh diberikan pada pasien defisiensi G6PD Tetrasiklin atau Kloramfenikol. 2 . 2.

Waktu gigit : senja – malam hari 10. 9. 3 .6 dan 11. Gebrak Malaria.Penyakit ini dapat diobati denganpemberianKlorokuin + Primakuin. Anamnesa : Demam Pemeriksaan Labaoratorium : Anemia dan Trombositopenia Pemeriksaan Penunjang : PCR dan RDT .Diagnosa dari penyakit ini ditandai dengan demam menggigil pada pemeriksaan laboratorium dan ditemukannya parasite pada pemeriksaan PCR dan RDT.4M. 12.mencelup kelambu dalam insektisida dan 4M.Untuk mencegah malaria dpat dilakukan gebrak malaria.Menggunakan kelambu yang dicelup insektisida. Prognosis baik apabila tidak ditangani akan berlangsung lebih lama sekitar 2 bulan sampai 3 tahun. HIPOTESA Plasmodium vivax adalah parasit yang dapat menyebabkan penyakit malaria vivax dengan hospes perantara manusia dan hospes definitive nyamuk Anopheles betina.dan menggunakan repellent.Penularannya dengan cara interior inokulatid(menusukkan probosis yang mengandung sporozoit) . Fase Seksual : Zigot  Ookinet  Ookista  Sporozoit Fase aseksual : Sporozoit Skizon Hipnozoit Merozoit Tropozoit Gametosit 7. Melalui gigitan nyamuk Anopheles betina . Masa inkubasi : 8-14 hari 8.dengan masa inkubasi selama 8-14 hari.yang probosis/anterior inokulatifnya terdapat sporozoit.

2 Habitat 3.4 Pengendalian 4 .SASARAN BELAJAR LI 1 Memahami dan Menjelaskan Plasmodium 1.6 Pencegahan 2.7 Komplikasi 2.4 Penegakkan Diagnosis 2.1 Definisi dan Etiologi 2.5 Penatalaksanaan 2.3 Perilaku 3.1 Morfologi 3.3 Transmisi LI 2 Memahami dan Menjelaskan Malaria 2.2 Epidemiologi 2.8 Prognosis LI 3 Memahami dan Menjelaskan Vektor Malaria 3.3 Patogenesis 2.2 Klasifikasi 1.1 Morfologi 1.

plasma biru. biru kelabu inti pucat. eritrosit membesar. Skizon muda jumlah inti 2-6. b) Plasmodium falciparum : Trofoid muda (bentuk cincin) eritrosit tidak membesar dan terdapat titik maurer. initi kecil. sitoplasma pucat. Pada trofozid (multipel) terdapat lebih dari satu parasit dalam sebuah eritrosit. sitoplasma berwarna biru. Makrogametosit bentuk pisang. Pada trofozoid tua sitoplasma berbentuk ameboid. stadium trofozoid dapat melintang di sepanjang sel darah merah dan membentuk seperti pita.malariae. Memahami dan Menjelaskan Plasmodium 1. inti padat kecil.L1 1.pada stadium ini eritrosit agak membesar dan sebagian besar berbentuk lonjong. Hanya ada satu parasit dalam sebuah eritrosit. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (malaria tertiana begigna). dan pigmen kuning tengguli.Stadium gamettosit betina bentuk bulat. Trofozoid yang lebih tua bila membulat besarnya setengah eritrosit. pigmen tersebar. dan mulai tampak titik schuffner. agak lonjong. Plasmodium falciparum menyebabkan malaria topika (malaria tertiana maligna) c) Plasmodium malariae : stadium trofozoid muda dalam darah tepi tidak berbeda dengan plasmodium vivax. Pada makrogametosit bulat.1 Morfologi a) Plasmodium vivax : Pada trofozid muda terdapat bentuk cincin. pigmen di sekitar inti. Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana d) Plasmodium Ovale trofozoid muda berukuran kira-kira 2 mikron (1/3 eritrosit). stadium trofozoid berbentuk bulat dan kompak dengan granula pigmen yang lebih kasar tetapi tidak sekasar pigmen P. titik schuffner jelas. pigmen sudah menggumpal warna hitam. Pada skizon muda. Mikrogametosit bentuk sosis. inti tidak padat. Pada sediaan darah tipis. inti membelah 4-8 skizon matang inti membelah 12-24 buah. plasma pucat.puna inti kecilkompak dan sitoplasma warna biru. titik schufner terbentuk saat dini dan tampak jelas. merah muda.gametosit jantan punya inti difus. meskipun sitoplasmanya lebih tebal dan pada pulasan giemza lebih gelap.sitoplasma warna pucat kemerah- merahan berbentuk bulat. padat berwarna merah. Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale 5 . Pada mikrogametosit bulat. Skizon matang inti membelah 8-24.

malariae Masa Inkubasi 9-14(12) 12-17(15) 16-18(17) 18-40(28) (hari) Daur Siklus .2 Klasifikasi 1. gelap 1. acide Ameboid.ovale P.vivax P. Tertiana Tertiana Kuartana Eritrosit Sama Lebih besar.Morfologi P. kasar.falciparum P. 48 jam 50 jam 72 jam Jenis Malaria . ring Pita trofozoit Bentuk stadium Bunga skizon Bentuk stadium Bulan sabit.3 Transmisi 6 . Lebih besar Sama dengan dengan normal pucat normal Tanda khas Maurer spots Schuffner Schuffner Ziemann’s dots Bentuk stadium Ringform. Sferis sferis Sferis gametosit pisang Pigmen tengguli Besar.

401 orang. malaria ditemukan hampir di semua wilayah. 2. yang sering dijumpai ialah plasmodium vivax yang menyebabkan malaria tropika. Plasmodium vivax yang resisten klorokuin ditemukan di Papua Nugini. Pada tahun 1996 ditemukan kasus malaria di Jawa-Bali dengan jumlah penderita sebanyak 2. Permasalahan resistensi terhadap obat malaria semakin lama semakin bertambah. malaria masih merupakan persoalan kesehatan yang besar di daerah tropis dan subtropics seperti Brazil. Resistensi obat menyebabkan semakin kompleksnya pengobatan dan penanggulangan malaria.341. ordo eucoccidiorida. Plasmodium falciparum dilaporkan resisten terhadap klorokuin dan sulfadoksinpirimetamin di wilayah Amazon dan Asia Tenggara. Sementara itu terdapat empat plasmodium yang dapat menginfeksi manusia. Papua Barat. Secara keseluruhan ada lebih dari 100 pasmodium yang menginfeksi binatang. dan Sumatera. dan seluruh Sub-Sahara Afrika. reptile dan mamalia.1 Definisi dan Etiologi Penyebab infeksi malaria ialah plasmodium. dan filum apicomplexa. 2.3 Patogenesis 7 . Plasmodium ini pada manusia menginfeksi eritrosit dan mengalami pembiakan aseksual di jaringan hati dan di eritrosit. klas sporozoasida. Di Indonesia. Pembiakan seksual terjadi pada tubuh nyamuk anopheles betina.LI 2 Memahami dan Menjelaskan Malaria 2. provinsi Papua. Profesional kesehatan harus mengetahui darimana seseorang penderita berasal. Namun demikian. Termasuk genus plasmodium dan family plasmodidae. yang selain menginfeksi manusia juga menginfeksi binatang seperti golongan burung.2 Epidemiologi Pada negara yang beriklim dingin sudah tidak ditemukan lagi daerah endemik malaria. Asia Tenggara.

Demam (pengukuran dengan thermometer >37.mual.diare dan nyeri otot atau pegal-pegal b Riwayat berkunjung dan bermalam 1-4 minggu yang lalu ke daerah endemic malaria c Riwayat tinggal di daerah endemik malaria d Riwayat minum obat malaria satu bulan terakhir e Riwayat mendapat transfuse darah -PEMERIKSAAN FISIK a.dan dapat disertai sakit kepala. 2.Pembesaran limpa (splenomegaly) d.pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.muntah. -Diagnosis Banding 8 .menggingil. Diagnosis pasti malaria harus ditegakkan dengan pemeriksaan sediaan darah secara mikroskopik atau test diagnostic cepat -ANAMNESIS pada anamnesis sangat penting dipertahankan: a Keluhan utama : demam.Konjungtiva atau telapak tangan pucat c.4 Penegakkan Diagnosis Diagnosis Malaria ditegakkan seperti diagnosis penyakit lainnya berdasarkan anamnesis.berkeringat.5) b.Pembesaran hati (hepatomegaly) -DIAGNOSIS ATAS DASAR PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Pemeriksaan dengan mikroskop Pemeriksaan sediaan darah tebal dan tipis untuk menentukan: 1 ada tidaknya parasite malaria (positif dan gram) 2 spesies dan stadium plasmodium 3 kepadatan parasit : a Semi Kuantitatif (-)= negative (tidak ditemukan parasite) (+)= positif 1 (ditemukan 1-10 parasit dalam 100 lapangan pandang besar) (++)= positif 2 (ditemukan 11-100 PLB) (+++)= positif 3 (ditentukan 1-10 parasit dalam 1 LPB) (++++)= Positif 4 (ditentukan 10 parasit dalam 1 LPB) b Kuantitatif Jumlah parasit dihitung permikro liter darah pada sediaan darah tebal (leukosit) atau sediaan darah tipis (eritrosit).

spesies h. Radang otak (meningitis/ensefalitis) b. Stroke (gangguan serebrovaskular) c. Infeksi virus akut lainnya. Diagnosis banding malaria dengan komplikasi a. Leptosprisosis ringan e. demam berdarah dengue atau dengue shock syndrome 9 . Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) d. Tifoid ensefalopati d. hepatitis e. Glomerulonefritis akut atau kronik g. Diagnosis banding malaria komplikasi a. leptospirosis berat f.1. Demam dengue c. Demam tifoid b. 2.

6 Pencegahan 10 .5 Penatalaksanaan 2.2.

dan sering terjadi pada penderita yang tidak imun seperti pada orang pendatang dan kehamilan. Setelah dilakukan rehidrasi. 2. Infeksi P. falciparum dengan penyulit prognosis 11 . vivax pada umumnya baik. Yang tidak disebabkan oleh penyakit lain atau lebih dari 30 menit setelah seragam kejang : derajat penurunan kesadaran harus dilakukan penilaian berdasar GCS (Glasgow Cona Scale) ialah dibawah 7 atau equal dengan keadaan klinis soporous. 2 Acidemia/Acidosis : PH darah<>respiratory distress 3 Anemia berat (Hb<> 10.falciparum dengan satu atau lebih komplikasi sebagai berikut: 1 Malaria serebral (coma). Penderita malaria dengan komplikasi umumya digolongan sebagai malaria berat yang menurut WHO didefinikasikan sebagai infeksi P. 2. Sering terjadi mendadak tanda gejala-gejala sebelumnya.7 Komplikasi Komplikasi malaria umumnya disebabkan karena P. sedangkan P.falciparum dan sering disebut perniciousmani festasions. walaupun apabila tidak diobati infeksi rata-rata dapat berlangsung sampai 3 bulan atau lebih lama oleh karena mempunyai sifat relaps. talasemia/hemoglobinapati lainnya.Malariae dapat berlangsung sangat lama dengan kecenderungan relaps. Komplikasi terjadi 5-10% pada seluruh penderita yang dirawat di RS dan 20% diantaranya merupakan kasus yang fatal. falciparum tanpa penyulit berlangsung sampai satu tahun. pernah dilaporkan sampai 30-50 tahun.bila anemianya hipokromik atau miktositik harus dikesampaingkan adanya anemia difisiensi besi. 4 Gagal ginjal akut (urine kurang dari 400 ml/24 jam pada orang dewasa atau 12ml/kg BB pada anak-anak.saluran cerna dan disertai kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi intravaslar. 9 Kejang berulang lebih dari 2 kali/24 jam 10 Makroskopik hemoglobinuri oleh karena infeksi malaria akut (bukan karena obat anti malaria/kelainan eritrosit (kekurangan G-6-PD) 11 Diagnosis post-mortem dengan ditemukannya parasite yang padat pada pembuluh kapiler pada jaringan otak.8 Prognosis Prognosis malaria yang disebabkan oleh P. tidak menyebabkan kematian.disertai kreatinin > 3mg/dl 5 Edema paru non-kardiogenetik/ARDS (adult respiratoru distress syndrome) 6 Hipoglikemi : gula darah <> 7 Gagal sirkulasi atau syok: tekanan sistolik <> 10oC:8) 8 Perdarahan spontan dari hidung atau gusi.000/ul. Infeksi P.

apabila tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat bahkan dapat meninggal terutama pada gizi buruk.0 mg/dl  Laktat likuor serebrospinalis meningkat  SGOT meningkat > 3 kali normal  Antitrombin rendah  Peningkatan kadar plasma 5-nukleotidase LI 3. Memahami dan Menjelaskan Vektor Malaria 3.1 Morfologi 12 .menjadi buruk.000/ml atau >5%)  Skizontemia dalam darah perifer  Leukositosis  PCV (packed cell volume) <20 %  Glukosa darah <40 mg/dl  Ureum >60 mg/dl  Glukosa likuor serebrospinalis rendah  Kreatinin > 3. edema paru)  Terdapat perdarahan retina  Indikator laboratorium:  Hiperparasitemia (>250. WHO mengemukakan indikator prognosis buruk apabila :  Indikator klinis:  Umur 3 tahun atau kurang  Koma yang berat  Kejang berulang  Refleks kornea negatif  Deserebrasi  Dijumpai disfungsi organ (gagal ginjal.

3 Perilaku Aktivitas nyamuk Anophelini sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara dan suhu. tetapi dapat mencapai puluhan km karena dipengaruhi oleh transportasi dan kencangnya angin. rawa dan empang sepanjang pantai. Di kawasan pantai dengan tanaman bakau.pengangkatan tumbuhan air. dapat juga ditemukan An. An.kimia.2 Habitat Dapat dibagi menurut 3 kawasan yaitu kawasan pantai.di danau pantai atau lagun. An. Umur nyamuk dewasa anophelini di alam bebas 1-2 minggu. saluran irigasi dan sungai ditemukan An. Selain An.sundaicus. An.subpictus di tempat perindikan tersebut terutama danau di pantai dan empang.4 Pengendalian Pengendalian vector terpadu dilaksanakan secara bersamadari beberapa metode. Umumnya anophelini aktif menghisap darah hospes pada malam hari atau sejak senja sampai dini hari.3. 3. sedangkan di daerah gunung ditemukan An.barbirostris.sinesis. di kawasan kaki gunung dengan perkebunan atau hutan ditemukan An.farauti. 3. di temukan Anopheles sundaicus. c) Pengendalian Kimia 13 . pedalaman.bancrofti. empang. Di kawasan pedalaman yang ada sawah.5-3 km. a) Pengendalian Fisik Pengendalian fisik dapat berupa penimbunan kolam. kaki gunung dan kawasan gunung. tetapi di laboratorium mencapai 3-5 minggu.biologi.balabacensis. Jarak terbang anophelini biasanya 0.maculatus.meliputi pengendalian fisik. An. rawa. b) Pengendalian Biologi Pengendalian biologi dapat berupa penebaran ikan dan Bacillus thuringiensis serta predator larva lainnya.aconitus.subpictus. An.dan pemberdayaan masyarakat.nigerrimus dan An.pengeringan swah secara berkala setidaknya setiap dua minggu sekali dan pemasangan kawat kasa pada jendela.

insektisida rumah tangga dan penaburan larvasida.Pengendalian kimia dapat menggunakan kelambu berinsektisida.repellent. DAFTAR PUSTAKA 14 .indoor residual spray.