Anda di halaman 1dari 11

PENINGKATAN MUTU GURU MELALUI PENILAIAN KINERJA

GURU (PKG)
lpmpjogja.org/peningkatan-mutu-guru-melalui-penilaian-kinerja-guru-pkg/

11/6/2013

PENINGKATAN MUTU PENDIDIK MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)

BAGI GURU KELAS/MATA PELAJARAN

oleh

Wendhie Prayitno, S.Kom , MT

Widyaiswara LPMP D.I.Yogyakarta

wendhies@yahoo.com

Abstrak

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara,
sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara
terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat
pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan penilaian kinerja
guru yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan penilaian kinerja guru dimaksudkan bukan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat
dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. Selain hal tersebut penilaian
kinerja guru juga untuk menunjukkan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan membantu mereka
untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan
kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan, sekaligus membantu
pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional.

Untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di bidangnya, maka penilaian kinerja guru harus
dilakukan terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah
daerah, dan masyarakat.

Hasil penilaian kinerja guru dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam
penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Jika semua ini dapat dilaksanakan dengan baik
dan obyektif, maka cita-cita pemerintah untuk menghasilkan ”insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing
tinggi” lebih cepat direalisasikan.

Kata Kunci : Peningkatan Kompetensi Guru, Penilian Kinerja Guru.

A. Pendahuluan

Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan sebagai tenaga pendidik profesional yang mempunyai
1/11

Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan. sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional. B. Penguasaan dan penerapan kompetensi sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran. dan masyarakat. Hasil penilaian kinerja guru dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi diri guru dan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru itu sendiri dan penyelenggara pendidikan baik di tingkat Satuan Pendidikan maupun Pemerintah Daerah/Pusat. kepangkatan. pemerintah daerah. karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. kemampuan seorang guru sebagai profesi pendidik perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Pelaksanaan penilaian kinerja guru dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru. sebagian besar ditentukan melalui pendidikan oleh guru. Sistem 2/11 .tugas pokok. Sosial. Selain hal tersebut penilaian kinerja guru juga memiliku maksud untuk menunjukkan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisah-pisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya yang meliputi kompetensi Pedagogik. kepribadian dan Profesional. Oleh sebab itu. Kompetensi yang harus dikuasai guru tersebut seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. maka cita-cita pemerintah untuk menghasilkan ”insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi” lebih cepat direalisasikan. dan berkepribadian. perlu dikembangkan sistem penilaian kinerja guru yang tersistematis Sistem penilaian kinerja guru merupakan sebuah sistem yang dikembangkan oleh para pakar pendidikan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dalam hal pengelolaan kinerja terhadap kinerja guru. 16 Tahun 2009). dan peran sangat penting dalam mencerdaskan anak bangsa. etis. baik guru Negeri maupun Swasta. tetapi juga mencakup guru yang bekerja di satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. tetapi sebaliknya penilaian kinerja guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional. atau hanya untuk mencari-cari kesalahan/kelemahan guru kemudian diberikan sangsi atau vonis hukuman. Untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di bidangnya. pembimbingan peserta didik. Guru yang profesional diharapkan mampu aktif berpartisipasi dalam upaya mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME. Hasil penilaian kinerja guru juga merupakan dasar pemberian penghargaan terhadap prestasi guru dalam mengembangankan pembelajaran dengan digunakan sebagai penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karir guru sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. memiliki jiwa estetis. dan membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya dengan memperbaiki segala kekurangan dan kelemahannya melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan. Guru dimaksud tidak terbatas pada guru yang bekerja di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jika semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dan obyektif. Untuk itu. dan jabatan seorang guru (Permeneg PAN dan Rb No. maka penilaian kinerja guru harus dilakukan terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dapat dikatakan bahwa kemajuan suatu dan negara. Selain itu. agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. fungsi. Konsep Penilaian Kinerja Guru (PKG) Penilaian kinerja guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama sebagai guru dalam upaya pembinaan karir. berbudi pekerti luhur. dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan yang sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah. unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. maka diperlukan evaluasi atau penilaian terhadap kinerja guru yang menjamin dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas pula di semua jenjang pendidikan.

Bagan Tujuan Penilaian Kinerja Guru C. maka akan selalu dilakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru. atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah serta menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran.. Sedang hasil penilaian kinerja guru bagi satuan pendidikan bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik dan profesional diterapkan dalam pembelajaran siswa di sekolah. Dengan adanya penilaian kinerja guru. Aspek-aspek dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG) 3/11 .penilaian kinerha guru didesain untuk mengevaluasi tingkatan kinerja guru secara individu dalam rangka mencapai kinerja guru yang maksimal dan optimal serta menjadikan guru yang professional dan dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Gambar. Sejak awal sistem penilaian kinerja guru dikembangkan bertujuan meningkatkan kualitas guru dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai tenaga pendidik bukan untuk mencari kesalahan-kesalahan guru sehingga diberikan sangsi atau hukuman. sehingga berdampak pada peningkatan prestasi peserta didik.sehingga sekolah dapat menyusun program kerja melalui rencana kerja sekolah yang terkait dengan peningkatan kompetensi guru yang dapat diselenggarakan di tingkat sekolah. meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru dan sekolah. menyediakan landasan untuk program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Hasil penilaian kinerja guru bagi guru bermanfaat sebagai bahan evaluasi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan guru dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik.menyajikan suatu landasan untuk pengambilan keputusan dalam mekanisme penetapan efektif atau kurang efektifnya kinerja guru. sehingga guru dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensinya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan profesionalitas guru melalui program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). pembimbingan. penilaian kinerja guru memiliki dua fungsi utama. yaitu untuk menilai unjuk kerja (kinerja) guru dalam menerapkan semua kompetensi yang diperlukan pada proses pembelajaran. Dalam konteks peraturan menteri yang mengatur tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah pada tahun penilaian kinerja guru dilaksanakan. menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya serta mempertahankan sikap-sikap yang positif dalam mendukung pembelajaran peserta didik untuk mencapai prestasinya dan menyediakan dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir guru serta bentuk penghargaan lainnya. pembimbingan. Sistem penilaian kinerja guru yang dikembangkan merupakan bentuk penilaian yang sangat penting untuk mengukur kinerja guru dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai bentuk akuntabilitas sekolah dan memiliku tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi seorang guru.

Kepanitian. mempunyai tugas utama mendidik. membimbing. melatih. Berikut beberapa indikator yang digunakan untuk penilaian kinerja guru : Perencanaan Pembelajaran 1. Tiap-tiap indikator kinerja guru diberikan nilai indikator melalui penskoran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. mengarahkan. Guru menyusun bahan ajar secara runut. Wakil Kepala Sekolah. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah No. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran 10. dalam masing-masing terdiri atas beberapa indikator kinerja guru. dan pendidikan menengah. menilai. Guru menguasai materi pelajaran 7. Koordinator Kegiatan dan sebagainya. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif Penilaian Pembelajaran 4/11 . pendidikan dasar. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi RB No. maupun yang tidak mengurangi jam mengajar seperti Wali Kelas. Aspek-aspek yang dinilai dalam sistem penilaian kinerja guru terutama guru kelas/mata pelajaran merupakan aspek-aspek yang meliputi tugas utama dan gungsi sebagai guru yang meliputi Perencanaan Pembelajaran. Dalam setiap aspek yang terdiri tugas utama guru itu. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif 4. mengajar. Kepala Perpustakaan. Guru memilih sumber belajar/ media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran 5. Guru menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif 8. Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran 11. Kepala Laboratorium/Bengkel dan Kepala Program Studi/Keahlian. Guru memulai pembelajaran dengan efektif 6.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pelaksanaan Pembelajaran yang Aktif dan Efektif dan Penilaian Pembelajaran. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan karakteristik peserta didik 2. 74 tahun 2008 tentang Guru. guru juga dimungkinkan memiliki tugas-tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dikatakan sebagai tugas tambahan guru baik tugas tambahan yang mengurangi jam mengajar seperti Kepala Sekolah.Guru sebagai tenaga pendidik yang professional. logis. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran 9. kontekstual dan mutakhir 3. Hal ini tertuang dalam peraturan-peraturan yang berlaku yang dikeluarkan pemerintah seperti dalam Undang-undang No. Selain tugas utama tersebut.

b. Guru menyusun bahan ajar a. dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan karakteristik b. Tujuan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik 2. yang meliputi : Dimensi Perencanaan Pembelajaran Indikator Butir Penilaian Indikator Kinerja 1. 5/11 . Tujuan pembelajaran dirumuskan dan dikembangkan pembelajaran dalam RPP sesuai berdasarkan SK/KD yang akan dicapai. Tujuan pembelajaran memuat gambaran proses dan hasil belajar peserta didik. Guru memanfatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya Dalam penilaian kinerja guru. yang dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajarnya c. kontekstual dan sulit dan/atau konkrit ke abstrak sesuai dengan tujuan pembelajaran mutakhir. Keluasan dan kedalaman bahan ajar disusun dengan memperhatikan potensi peserta didik (termasuk yang cepat dan lambat. Guru merancang alat evaluasi untuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik 13. logis. Bahan ajar disusun dari yang sederhana ke kompleks. mudah ke secara runut.16 Tahun 2009) Dari 14 indikator kinerja yang terdapat pada Dimensi Tugas Utama Guru tediri atas beberapa butir indikator pada masing-masing Indikator Kinerja. seperti pada tabel berikut di bawah ini : Tabel Konversi Nilai Kinerja (Permenegpan & RB No.motivasi tinggi dan rendah) c. 12. Hasil konversi nilai kinerja guru dapat dilihat pada tabel konversi nilai kinerja guru sesuai dengan peraturan yang berlaku. Guru memformulasikan tujuan a. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP 14. Bahan ajar dirancang sesuai dengan konteks kehidupan dan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi. nilai akhir kinerja yang dihasilkan dikonversi menjadi kategori penilaian dan digunakan untuk menentukan nilai prosentase kinerja (NPK) Nilai Prosentase Kinerja (NPK) yang diperoleh akan menentuka nperolehan Angka Kredit (AK) kinerja guru dalam satu tahun.

Guru merencanakan kegiatan a. Setiap tahapan pembelajaran diberi alokasi waktu secara proporsional dengan memperhatikan tingkat kompleksitas materi dan/atau kebutuhan belajar peserta didik. pendekatan. modul untuk kompetensi kognitif. Bahan ajar dirancang dengan menggunakan sumber yang bervariasi (tidak hanya buku pegangan peserta didik) 3. dan kehidupan nyata . dan psikomotor peserta didik. Guru menguasai materi pelajaran a. afektif. d. b. b. Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif. globe. lampu senter. Strategi. Dimensi Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran yang Aktif dan Efektif Indikator Butir Penilaian Indikator Kinerja 5. b. dan psikomotor peserta didik. afektif. Kemampuan menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit. c. 4. dan metode pembelajaran relevan untuk pembelajaran yang efektif mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai /kompetensi harus dikuasai peserta didik. Sumber belajar/media pembelajaran termasuk TIK yang dipilih dapat memudahkan pemahaman peserta didik (misalnya lidi/sempoa digunakan untuk operasi hitung matematika. dan bola untuk mengilustrasikan proses terjadinya gerhana). Melakukan apersepsi efektif b. Guru memilih sumber belajar/ a. d. c. Strategi dan metode pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif. d. Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran. Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan. Tingkat ketepatan pembahasan dengan materi pembelajaran. Strategi dan metode pembelajaran yang dipilih dapat memudahkan pemahaman peserta didik c. Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih dapat dipakai media pembelajaran sesuai dengan untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin materi dan strategi pembelajaran. perkembangan Iptek . Komputer untuk kompetensi keterampilan). Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam rencana kegiatan 6. Guru memulai pembelajaran dengan a. dicapai (misalnya buku. dari konkrit ke abstrak) 6/11 . media audio visual.

keterlibatan siswa dalam pembelajaran siswa. Guru menggunakan bahasa yang a. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang strategi pembelajaran yang efektif akan dicapai b. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif e. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan dengan efektif melibatkan siswa b. Merespon positif partisipasi siswa c. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa d. Melaksanakan pembelajaran secara runtut c. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar benar dan tepat dalam pembelajaran b. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect) f. atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan Dimensi Penilaian Pembelajaran 7/11 . Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual e. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar/media dalam pembelajaran belajar/media pembelajaran b. Guru menerapkan pendekatan/ a. sumber belajar b. Guru mengakhiri pembelajaran a. 7. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 11. atau kegiatan. Menguasai kelas d. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar c. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 8. Guru memanfaatan sumber a. Melibatkan siswa dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran 9. Menghasilkan pesan yang menarik c. Guru memicu dan/atau memelihara a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar 10.

afektif dan/atau psikomotor.) untuk dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai memantau kemajuan belajar peserta didik. dan ulangan semester) disusun untuk mengukur hasil belajar peserta didik dalam aspek kognitif. Rancangan penilaian portofolio peserta didik minimal 1 kali per semester. dan/atau menyempurnakan rancangan dan/atau pelaksanaan pembelajaran) 13. Menggunakan hasil analisis penilaian untuk penilaian untuk memberikan umpan balik bagi mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang mudah. 14. b. teman guru dan bagi peserta didik sebagai refleksi belajarnya. pengayaan. UN) digunakan untuk keperluan program perbaikan (remedial. UAS. tantangan dan masalah potensial untuk peningkatan keprofesian dalam menunjang proses pembelajaran 8/11 . b. Indikator Butir Penilaian Indikator Kinerja 12. kelemahan. Menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi ajar sebagaimana disusun dalam RPP. tes perbuatan) sesuai dengan tujuan peserta didik pembelajaran. kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP b. metode penilaian untuk memantau kemajuan pertanyaan lisan. Menerapkan penilaian portofolio dalam bentuk berbagai tugas terstruktur d. c. afektif dan/atau psikomotorik. Menggunakan teknik penilaian otentik (kuis. Menggunakan teknik penilaian (ulangan harian. Alat tes dirancang untuk dapat mengukur kemajuan belajar peserta didik dari aspek kognitif. pemberian tugas. d. Guru menggunakan berbagai strategi dan a. Memanfaatkan hasil penilaian secara efektif untuk mengidentifikasi kekuatan. Guru memanfatkan berbagai hasil a. c. Hasil analisis penilaian sebelumnya (UH. peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan sedang dan sulit sehingga diketahui kekuatan dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan selanjutnya remedial dan pengayaan. d. dsb. Guru merancang alat evaluasi untuk a. Melaporkan kemajuan dan hasil belajar peserta didik kepada orang tua. Kesesuaian teknik dan jenis penilaian (tes lisan. tengah semester. Menggunakan hasil penilaian untuk menyempurnakan rancangan dan/atau pelaksanaan pembelajaran c. tes mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar tertulis.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Indikator-indikator kinerja yang dinilai menjadi dasar kompetensi yang harus diperbaiki atau ditingkatkan bagi guru. guru dapat memetakan kondisi kompetensi diri guru dengan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan guru terhadap kompetensi dalam ranah pedagogic dan professional. Mekanisme Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru Penilaian kinerja guru yang dilaksanakan di sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah atau Guru Senior (guru pembina) yang kompeten. telah mengikuti pelatihan penilaian dan ditunjuk oleh kepala sekolah. dilakukan sekali dalam rentang 2 semester (pada akhir semester ke 2) dan diawali dengan Evaluasi Diri (pada awal semester ke 1). Penilaian kinerja yang dilaksanakan di sekolah. yang akan dijadikan sebagai tim penilai dalam kegiatan penilaian kinerja guru. Guru menyusun bahan ajar secara runut. kontekstual dan mutakhir 2 3. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus 2 dan memperhatikan karakteristik peserta didik 2. Bagan Periodisasi Rangkaian Kegiatan Penilaian Kinerja Guru E. Hasil evaluasi diri yang telah dibuat guru menjadi dasar bagi guru untuk melakukan upaya peningkatan kompetensi dengan melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) sesuai dengan kebutuhan. Penilaian Kinerja Guru sebagai dasar evaluasi diri guru Hasil evaluasi diri guru yang dilengkapi dengan dokumen pendukung antara lain perangkat pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru yang bersangkutan selanjutnya akan digunakan untuk menentukan profil kinerja guru dalam menetapkan apakah guru akan mengikuti program peningkatan kinerja untuk mencapai standar kompetensi profesinya atau kegiatan pengembangan kompetensi lebih lanjut. Kepala Sekolah memiliki wewenang untuk menentukan seorang atau lebih guru yang dianggap senior. logis.D. NO DIMENSI TUGAS UTAMA / INDIKATOR KINERJA GURU NILAI KINERJA I. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif 2 9/11 . Dengan melakukan evaluasi diri yang berdasarkan hasil penilaian kinerja. Berikut contoh hasil penilaian kinerja guru.

Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran 4 C. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran 4 10. Kegiatan pendahuluan 5. PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF DAN EFEKTIF A. 4. Guru memulai pembelajaran dengan efektif 4 B. Guru merancang alat evaluasi untuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta 2 didik 13. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif 3 III. PENILAIAN PEMBELAJARAN 12. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau kemajuan dan 2 hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP 14. Guru memilih sumber belajar/ media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi 3 pembelajaran II. yaitu melaksanakan pembelajaran. Penutup Penilaian kinerja guru dilakukan untuk melihat kinerja guru dalam melaksanakan tugas utamanya. Guru memanfatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta 3 didik tentang kemajuan belajarnya dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya TOTAL NILAI KINERJA GURU 40 Berdasarkan contoh hasil nilai PKG di atas. Guru memanfaatkan sumber belajar/media dalam pembelajaran 3 9. sehingga pada indikator tersebut yang menjadi prioritas untuk dilakukan peningkatan atau perbaikan. Guru menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif 3 8. Kegiatan inti 6. Kegiatan penutup 11. pembimbingan dan/atau pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi 10/11 . F. terdapat 5 (lima) indikator yang memiliki niali dibawah standar yaitu bernilai 2 (dua). Guru menguasai materi pelajaran 3 7.

Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2011). 2.Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2011). Jakarta. Hasil penilaian kinerja guru selanjutnya digunakan untuk membantu guru dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya pada kompetensi tertentu sesuai keperluan. Jakarta.sekolah/madrasah. Peraturan Mendiknas No. Peraturan Meneg PAN dan RB No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerga Guru (PK Guru). Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional (2010). 3. penilaian kinerja guru merupakan bagian dari proses untuk meyakinkan semua pihak bahwa setiap guru adalah seorang yang profesional. Dengan demikian. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 11/11 . Peraturan Meneg PAN dan RB No. DAFTAR PUSTAKA 1. Dengan demikian diharapkan guru akan mampu berkontribusi secara optimal dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik dan sekaligus membantu guru dalam pengembangan karirnya sebagai seorang yang profesional. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 4. Jakarta. Jakarta. dan peserta didik dapat memperoleh kesempatan terbaik untuk dapat berkembang sesuai kapasitas masing-masing. Kementerian Pendidikan Nasional (2010).