Anda di halaman 1dari 25

PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN

PEDOMAN/ MANUAL MUTU
PUSKESMAS PANEKAN
TAHUN 2015

Disahkan oleh Revisi Tanggal
00 1 JULI 2015

Kepala UPTD Puskesmas Panekan
dr. NURHAYATI TRIASIH
NIP. 19800920 200901 2 007

PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PANEKAN
JL. RAYA NO 08 PANEKAN TELP.(0351)892445
EMAIL. PANEKAN.PUSK@GMAIL.COM

PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN

I. PENDAHULUAN

1. 1.Latar belakang:

A. Profil organisasi

Puskesmas Panekan adalah salah satu Puskesmas rawat inap dan Poned yang
ada di Kabupaten Magetan.Puskesmas Panekan didirikan oleh Pemerintah
Kabupaten Magetan pada tahun 1978, dan saat itu bernama Balai Pengobatan.
Berlokasi di Kelurahan Panekan, Kecamatan Panekan. Puskesmas Panekan
merupakan puskesmas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Magetan,
Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Terletak di sisi utara
Gunung Lawu, Puskesmas Panekan memiliki wilayah pegunungan dan sebagian
dataran rendah dengan luas wilayah 64,24 km2, terdiri dari 17 desa.

Surat keputusan pembentukan Puskesmas terbit pada tahun 2008 berdasarkan
Peraturan Bupati Nomor : 89 Tahun 2008. Puskesmas Panekan yang semula
merupakan Puskesmas rawat jalan mengalami peningkatan menjadi Puskesmas
rawat Inap pada tahun 2003, dan menjadi Puskesmas Rawat Inap plus PONED
sejak tahun 2009 sampai sekarang.

Batas wilayah kerja

 Utara : Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi
 Timur : Kecamatan Sukomoro
 Selatan : Kecamatan Sidorejo
 Barat : Hutan Gunung lawu

Pustu. Dari sisi sarana dan prasarana pendukung terdiri dari a. Pustu Sumberdodol . Ponkesdes Terung . Pustu Banjarejo . Polindes. Polindes Rejomulyo d. Polindes Manjung . tersebar di Puskesmas Induk. tenaga magang. Pustu Cepoko . NO JENIS TENAGA JUMLAH 1 Dokter Umum 2 2 Dokter Gigi 1 3 Perawat 30 4 Perawat Gigi 1 5 Bidan 30 6 Asisten Apoteker 2 7 Analis laboratorium 1 8 Nutrisionis 1 9 Sanitarian 2 10 Tata Usaha 1 11 Administrasi 4 12 Keuangan 1 13 Sopir 1 14 Penjaga Malam 1 15 Cleaning Service 4 Total 88 2. Polindes Tanjungsari . PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Sumber daya manusia. Pustu Milangasri . PTT. Puskesmas pembantu 5 yaitu : . terdiri dari PNS. Potensi sumber daya manusia ada 88 orang. Poskesdes / Ponkesdes. sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Puskesmas Panekan antara lain : 1. Ponkesdes yaitu : . Pustu Ngiliran c. Polindes yaitu : . Puskesmas induk rawat jalan rawat inap dan PONED: 1 b.

3. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN . Ponkesdes Turi . Sepeda motor : 6 unit f. 6. Pusling : 2 unit . Ada enam ( 6 ) Upaya Kesehatan wajib Puskesmas. 5. Upaya Kesehatan Lingkungan. b. c. 2. Komputer : 7 unit . Ponkesdes Wates . Sarana transportasi . Ponkesdes Bedagung . Ponkesdes Tapak . Upaya Kegawatdaruratan. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit. Upaya Kesehatan Wajib Upaya Kesehatan wajib adalah upaya pelayanan kesehatan yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. b. 4. Lain – lain : . Ponkesdes Jabung . Sarana Komunikasi ( telepon ) : 1 unit g. Upaya Pelayanan Laboratorium. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. terdiri dari: a. d. Pelayanan Kesehatan yang ada di Puskesmas Panekan antara lain : a. Upaya Pengobatan. Ponkesdes Sukowidi . Slide proyektor : 3 unit B. Upaya Pengobatan Dasar. meliputi: . yaitu: 1. Ponkesdes Sidowayah e. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana. regional dan global yang mempunyai daya ungkit tinggi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kamera digital : 2 unit . Upaya Pengobatan Gigi dan Mulut. Laptop : 1 unit . Upaya Kesehatan Pengembangan Upaya Kesehatan Pengembangan yang dimaksud adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan di masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa/ kelurahan dan kemampuan Puskesmas setempat. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat.

C. Pelayanan Antar Jemput Ibu Bersalin Gratis 2. Kepedulian. Upaya Kesehatan Indra Penglihatan dan Pendengaran. Mengembangkan Sarana dan Prasarana yang mengutamakan kualitas pelayanan. c. 2. Upaya Kesehatan Kerja. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Keakraban adalah bentuk hubungan pertemuan yang sangat dekat yang seolah – olah keluarga sendiri. 8. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN 1. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional. dan Komunikatif C. Keiklasan adalah : perbuatan hati yaitu suatu tindakan atau perbuatan yang sifatnya memberi / kepedulian untuk membantu / menolong sesama untuk kebaikan manusia / masyarakat dengan kekuatan pikiran yang bekerja tanpa pamrih. 7. 6. c. Kepedulian adalah emosi yang muncul akibat penderitaan orang lain lebih kuat dari empati. Upaya Kesehatan Jiwa. Keikhlasan. . c. Nilai – nilai Dasar Puskesmas Panekan adalah : a. Upaya Kesehatan Sekolah. Pemulasaran jenazah pasien HIV / AIDS B. d. b. Visi Puskesmas Panekan adalah : Puskesmas Idaman yang Ramah. 4. b. Upaya Rawat Inap. Keakraban. 3. Program inovatif 1. 5. Upaya Usia Lanjut. Meningkatkan profesionalisme SDM Puskesmas. perasaan yang memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain. Responsif. Kejujuran. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Misi Puskesmas Panekan adalah : a.

transparan. Strategi Puskesmas Panekan adalah : a. g. terjangkau. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata. berdayaguna dan berhasilguna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggungjawab. berkeadilan. Kebijakan Puskesmas Panekan adalah : Menggerakkan segenap potensi yang ada diwilayah Puskesmas Panekan untuk memberikan pelayanan berkualitas yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. dengan mengutamakan pada upaya promotif dan preventif. serta berbasis bukti. c. Keramahan Keramahan adalah sikap terbuka dalam menerima orang lain dan berusaha memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat di wilayah Panekan b. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Kejujuran adalah sikap untuk menyatakan kebenaran sesuai dengan kenyataan e. Profesional Keprofesionalan adalah melakukan sesuatu sesuai dengan tata aturan f. E. D. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel. Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu. . d. bermutu. Kesabaran Kesabaran adalah kekuatan hati untuk menerima sesuatu dengan lapang hati.

PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN F. Struktur organisasi Kepala UPTD Puskesmas Kepala SuBagTata Usaha Koordinator Tim Manajemen Mutu Bendahar Kepeg. SP2TP &Umum Tata Usaha Koordinator Upaya Koordinator Upaya Koordinator Upaya Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Perorangan ( Pemberdayaan ) (Surveilans dan Pengendalian Penyakit ) Penanggungjawab Penanggungjawab Penanggungjawab .

PENGERTIAN Kebijakan mutu ini merupakan suatu komitmen dari jajaran pengelola dan seluruh karyawan Puskesmas Panekan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan. serta komitmen untuk memperbaiki pelayanan yang ada di Puskesmas Panekan.1. Istilah dan definisi : . PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN  Perkesmas  Imunisasi  TPP  KIA-KB  P2 DBD  Klinik Umum  UKS. KEBIJAKAN MUTU 2. Jemaah haji  Batra   Kesehatan Usila  Pengawasan makmin Polindes Koordinator Puskesmas Koordinator Pembantu Ponkesdes Polindes Manjung Polindes Rejomulyo Pustu Banjarejo Ponkesdes Tapak Polindes Tanjungsari Pustu Milangasri Ponkesdes Sukowidi Pustu Cepoko Ponkesdes Bedagung Pustu Ngiliran Ponkesdes Jabung Pustu Sumberdodol Ponkesdes Terung Ponkesdes Wates Ponkesdes Sidowayah Ponkesdes Turi II. UKGS dan  P2 Diare  Klinik KIA-KB ARU  P2 TB  Klinik Gilut  Perbaikan Gizi  P2 Kusta  UGD  Kesehatan Jiwa  P2 ISPA  Rawat inap  Kesehatan Kerja  Surveilans KLB  Poned  Promkes dan  PTM  Laboratorium Pemberdayaan  Kefarmasian &  Bencana Masyarakat gudang obat  Napza  Kesling  Klinik Gizi  HIV / AIDS  Kesehatan Indera  Ambulan  Kesh. Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membangun sistem manajemen mutu yang baik untuk penyelenggaraan UKM maupun pelayanan klinis.

Prasarana : peralatan yang ada untuk menunjang kegiatan . Tindakan korektif : tindakan untuk memperbaiki hal yang tidak tepat f. Pedoman mutu : panduan yang digunakan oleh Puskesmas Panekan dalam menjamin kualitas pelayanan h. Koreksi : tindakan perbaikan yang dilakukan apabila ada kesalahan e. Perencanaan mutu : suatu proses perencanaan dalam hal menjaga kualitas o. Rekaman : semua catatan tertulis yang ada di Puskesmas yang merupakan hasil dari kegiatan yang dilakukan j. Pelanggan : adalah seluruh masyarakat pengguna layanan di Puskesmas Panekan b. Kepuasan pelanggan : perasaan senang dan nyaman yang diperoleh akibat dari pelayanan yang dierikan oleh Puskesmas Panekan. kotak saran maupun wawancara langsung c. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN a. Dokumen : rekaman segala kegiatan yang dilakukan di Puskesmas i. Pasien : seorang pelanggan yang menderita sakit dan mendapatkan pelayanan klinis dari Puskesmas Panekan d. Sarana : fasilitas yang ada untuk menunjang kegiatan q. Tindakan preventif : tindakan untuk uncegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan g. Sasaran mutu : yang menjadi target dari kegiatan n. Proses : suatu perjalanan kegiatan yang dilakukan di Puskesmas m. diukur melaui metode kuisioner. Efektivitas : suatu pekerjaan yang dilakukan secara tepat waktu k. Efisiensi : suatu kegiatan yang tepat sasaran yang dilakukan tanpa prosedur yang berbelit l. Kebijakan mutu : hal-hal yang dilakukan untuk melegalkan suatu kegiatan yang berkaitan dengan mutu p.

Umum Persyaratan untuk dokumentasi.  Dokumen level 3: standar prosedur operasional (SOP)  Dokumen level 4: rekaman-rekaman sebagai catatan sebagai akibat pelaksanaan kebijakan. Hierarki dokumen adalah :  Dokumen level 1 : Kebijakan  Dokumen level 2: pedoman/manual. yang secara efektif diterapkan oleh semua bagian yang terkait. Persyaratan Dokumentasi a. pedoman. 2. . Panduan Mutu Tim Manajemen Mutu menyusun dan memelihara Panduan Mutu. pemeliharaan dan perbaikan yang berkesinambungan atas seluruh proses yang terkait dengan sistem atas semua aktifitas Puskesmas Panekan B. penerapan. Penjelasan interaksi antara proses dari Sistem Manajemen Mutu. b. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN 2. Ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu. Persyaratan Umum Sistem Manajemen Mutu mencakup dokumentasi. Referensi proses yang dibuat untuk menunjang Sistem Manajemen Mutu. Panduan Mutu tersebut berisi : a. didokumentasikan kedalam Panduan Mutu dan Prosedur Tetap. yang akan ditinjau ulang secara periodik saat tinjauan manajemen dan disetujui oleh Kepala Puskesmas. dsb C. SISTEM MANAJEMEN A. termasuk detail dan pengecualian penerapan. termasuk yang dipersyaratkan oleh Standart Mutu dan juga disyaratkan oleh Puskesmas. dan prosedur : rekam medik. Pengendalian Dokumen Puskesmas Panekan telah menetapkan dan memelihara prosedur pengendalian dokumen untuk memastikan dokumen-dokumen sistem manajemen mutu dalam kondisi terkendali.

jika diperlukan dan disetujui ulang. pengesahan. (5) Memastikan dokumen dalam kondisi baik. meliputi : 1. maka Puskesmas Panekan telah menetapkan dan memelihara prosedur pengendalian catatan mutu ini. Proses penyusunan dokumen. penomoran. perlindungan. pengambilan. distribusi. dsb) 2. proses penarikan dokumen yang kadaluwarsa. (4) Memastikan revisi yang sesuai tersedia di tempat dimana dokumen digunakan. penanggung jawab upaya. (6) Memastikan dokumen luar diidentifikasi dan distribusinya dikendalikan. (3) Memastikan perubahan dan status revisi dokumen yang terkini diidentifikasi. Komitmen manajemen Kepala Puskesmas. Pengendalian Catatan Mutu Puskesmas Panekan mempunyai catatan mutu. Tanggung jawab manajemen: 1. (2) Meninjau dan memperbaharui. penanggung jawab . dan memberi identifikasi yang jelas jika dokumen kadaluarsa tersebut disimpan. Pengendalian rekam implementasi D. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Yang dimaksud kondisi terkendali adalah : (1) Persetujuan dokumen untuk kecukupan sebelum disebarkan. Catatan mutu yang telah diidentifikasi harus dikendalikan untuk memastikan penyimpanan. penyimpanan. pencarian kembali. masa simpan dan disposisinya. pemberlakukan. yaitu: rekam medis (catatan mutu yang berhubungan dengan persyaratan medis) . penanggung jawab manajemen mutu. Untuk memastikan hal ini. (7) Mencegah penggunaan yang tidak sengaja dokumen kadaluarsa.

Penerapan manajemen risiko pada area prioritas d. Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan. perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis. dan seluruh karyawan puskesmas bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual mutu ini 2. Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien berisi program- program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi: a. hak dan kewajiban pelanggan. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP b. Fokus pada sasaran/pasien: Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. 3. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN pelayanan klinis. memperhatikan keselamatan pelanggan. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien . Kebijakan mutu: Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berfokus pada pelanggan. Kebijakan mutu dituangkan dalam surat keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu pelayanan klinis dan kebijakan mutu pelayanan UKM 4. dan melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/ standar pelayanan minimal yang meliputi indikator pelayanan klinis. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga e. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien c. indikator penyelenggaraan upaya puskesmas. pelaksanaan pelayanan. serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan. monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Bertanggung jawab melakukan koordinasi. Melakukan pertemuan tinjauan manajemen untuk membahas umpan balik pelanggan. Memastikan system manajemen mutu ditetapkan. g. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium g. Melaporkan kepada manajemen kinerja dari system manajemen mutu dan kinerja pelayanan c. Menyusun pedoman (manual) mutu dan kinerja bersama dengan Pimpinan Puskesmas d. hasil penilaian kinerja. Peningkatan mutu pelayanan obat h. Melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Menyusun pedoman peningkatan mutu dan kinerja yang memuat kebijakan mutu dan tata nilai sesuai visi. Melakukan pendelegasian wewenang berkaitan dengan manajemen mutu kepada Penanggungjawab Upaya/Program pelayanan kesehatan dan pelaksanan kegiatan yang diatur dengan sistem kelompok kerja. Menggalang komitmen bersama untuk meningkatkan mutu dan kinerja secara konsisten dan berkesinambungan. hasil audit internal. b. dan tujuan Puskesmas. Membahas hasil pertemuan tinjauan manajemen mutu sebelumnya dan rekomendasi untuk perbaikan. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien Tanggung jawab. h. Dalam hal ini Kepala Puskesmas menunjuk seorang wakil manajemen mutu yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas: a. wewenang Tim Manajemen Mutu Puskesmas Panekan : 1 Pembina Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan manajemen mutu. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN f. . e. diimplementasikan. misi. Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan harapan sasaran/pasien 2 Wakil Ketua Manajemen Mutu : a. dan dipelihara b. c. f. monitoring dan membudayakan kegiatan perbaikan mutudan kinerja secara berkesinambungan dalam upaya menjamin pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu dan kinerja dilakukan secara konsisten dan sistematis.

Melakukan evaluasi terhadap penilaian mutu dan kinerja secara periodik. kebutuhan. dan arsip kegiatan manajemen mutu. penyusunan rencana perbaikan. Penanggungjawab Upaya/program dan pelaksana kegiatan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. penilaian. Menyampaikan hasil temuan audit internal kepada Pimpinan Puskesmas. b. pelaksanaan perbaikan dan evaluasi. Melakukan upaya korektif untuk perbaikan terhadap hasil yang tidaksesuai. yaitu dengan menganalisa dan menentukan akar penyebab masalah. Menjaring aspirasi dan inovasi dari lintas sektor dan pihak terkait dalam rangka perbaikan mutu pelayanan Puskesmas. analisis. c. . SDM (termasuk kredensialing kompetensi petugas). Menyiapkan administrasi berkaitan dengan kegiatan manajemen mutu. Menetapkan mekanisme pemberdayaan masyarakat dalam rangka memperoleh masukan. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN 3 Sekretaris a. dan harapan masyarakat sebagai pengguna layanan Puskesmas terhadap kinerja Puskesmas (misalnya : kotak saran. b. b. Menyusun sasaran/indikator mutu dan kinerja sebagai tolok ukur pebaikan mutu dan kinerja yang ditetapkan dengan keputusan Kepala UPTD Puskesmas. hotline services lewat sms/telpon/email. menganalisa dan memberikan umpan balik untuk selanjutnya dijadikan sebagai bahan perbaikan peningkatan mutu pelayanan Puskesmas d. d. c. notulen. c. e. Melakukan Survey Kepuasan Masyarakat. survey. Membuat laporan. Penanggungjawab manajemen mutu. Membuat dan melaksanakan SOP Mendapatkan Asupan Pengguna Layanan terhadap Kinerja Puskesmas (SOP Melakukan Survey. Membuat SOP Pertemuan Tinjauan Manajemen Mutu. 4 Pokja Layanan Pengaduan dan Survey Kepuasan Masyarakat : a. Mendokumentasikan kegiatan perbaikan standar dan kinerja program mulai dari monitoring. Melakukan pemantauan dan penilaian terhadap standar Puskesmas yang meliputi : bangunan. f. dan kinerja Puskesmas minimal setahun 1 kali dan melaporkan kepada Kepala Puskesmas serta melakukan upaya perbaikan apabila hasil penilaian tidak mencapai target yang diharapkan. SOP Pertemuan dalam rangka mendapatkan Asupan Masyarakat) 5 Pokja Audit Internal : a. pertemuan). musyawarah.

diskusi. Membuat dan melaksanakan SOP Rujukan Hasil Audit Internal (yang tidak dapat diselesaikan di Puskesmas) m. analisis dan tindak lanjut untuk meminimalkan resiko e. Terdiri dari seluruh tenaga klinis yang bertanggung jawab terhadap upaya peningkatan pelayanan mutu klinis dan keselamatan pasien b. h. identifikasi permasalahan. Melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan dan pemantauan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) 2. l. Menyusun prioritas pelayanan yang akan diperbaiki. penyusunan rencana perbaikan. Kejadian Tidak Cedera (KTC).3. dll) n. TINJAUAN MANAJEMEN . pertemuan. Melakukan upaya keselamatan pasien untuk mencegah terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD). Menganalisa hasil kaji banding. memo dan media lain yang tepat untuk melakukan komunikasi 2. j. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN g. Melakukan upaya preventif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hasil yang tidak sesuai. pelaksanaan tindak lanjut d. rencana tindak lanjut hasil kaji banding q. KOMUNIKASI INTERNAL Komunikasi internal Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (minilokakarya). Membuat dan melaksanakan SOP Audit Internal. melakukan analisis. kunjungan.3. Kejadian Potensi Cidera (KPC) berupa monitoring pelaksanaan. yang ditetapkan dengan keputusan Kepala UPTD Puskesmas f. Membuat dan melaksanakan SOP Tindakan Korektif. email. k. Menetapkan mekanisme kaji banding (pertemuan. Menyusun indikator dan standar mutu klinis untuk monitoring dan penilaian mutu klinis yang ditetapkan dengan keputusan Kepala UPTD Puskesmas c. Membuat dan melaksanakan SOP TindakanPreventif. Melaksanakan tindak lanjut hasil kaji banding 6 Pokja Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien : a. sms. Menyusun rencana dan instrument kaji banding bersama Kepala UPTD Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya / Program Kesehatan o. Melakukan identifikasi permasalahan mutu pelayanan klinis. i. Kejadian Nyaris Cidera (KNC). Melaksanakan kaji banding p. Melakukan rujukan masalah yang tidak dapat diselesaikan di Puskesmas ke Dinas Kesehatan.

 Tingkat perkembangan dari Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. Luaran tinjauan : Hasil yang diharap dari tinjauan manajemen adalah peningkatan efektivitas system manajemen mutu.  Unjuk kerja proses dan kesesuaian pelayanan. termasuk penyediaan sumber daya yang perlu dilakukan 2.  Status tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan.  Komplain pelanggan dan evaluasi. Menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu. c. dan identifikasi perubahan-perubahan. peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan pelanggan.  Perubahan yang mempunyai pengaruh terhadap Sistem Manajemen Mutu. Kepala Puskesmas membuat perencanaan sumber daya yang dibutuhkan oleh Puskesmas untuk: a. Penyediaan Sumber Daya Setiap tengah tahun. MANAJEMEN SUMBER DAYA A.  Survey Pelanggan. Masukan tinjauan manajemen meliputi :  Hasil audit mutu eksternal dan internal. Sumber Daya Manusia Umum . B. Umum : Rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali dalam setahun b.  Rekomendasi untuk peningkatan. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN a. b.  Tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya. 4. Mencapai kepuasan pelanggan. dan secara berkesinambungan menyempurnakannya supaya lebih efektif.

Gedung/ruangan untuk pelayanan pasien dan sarana pendukungnya. c.5. b. jika pelatihan internal tidak memungkinkan. Memastikan bahwa seluruh karyawan peduli dan menyadari keterkaitan dan pentingnya peran serta mereka.  Evaluasi pelatihan dilakukan melalui form “Evaluasi Pelatihan” untuk diisi oleh atasan peserta pelatihan bekerjasama dengan administrasi non keuangan. Semua data pelaksanaan pelatihan dipelihara dan didokumentasikan. penanggung jawab pelayanan dan Bagian Kepegawaian bertanggungjawab untuk : a. pengalaman. Memelihara Berkas Kualifikasi Karyawan untuk menyimpan catatan riwayat pendidikan. pelatihan. Menyelenggarakan pelatihan atau tindakan lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut.  Setiap karyawan berhak mendapatkan pelatihan internal yang dilaksanakan oleh Puskesmas/ Dinkes melalui Bagian Kepegawaian. ketrampilan dan pengalaman. serta bagaimana mereka memberikan kontribusi pada pencapaian sasaran mutu. 2. Kompetensi. . e. dan kualifikasi-kualifikasi karyawan. Mengevaluasi efektifitas pelatihan yang telah dilakukan. Menentukan kebutuhan kompetensi karyawan yang mendukung aktifitas kerja yang mempengaruhi mutu. Kesadaran dan Pelatihan Koordinator. menyediakan dan memelihara infrastruktur medis dan non medis yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian pelayanan termasuk di dalamnya : a. INFRASTRUKTUR Puskesmas Panekan menetapkan.  Pelatihan eksternal dapat dilakukan. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Karyawan yang diberi tanggung jawab didalam Sistem Manajemen Mutu harus memiliki kompetensi yang didasarkan atas pendidikan yang sesuai. pelatihan. d.

PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN b. Kegiatan verifikasi. sirkulasi udara. Ruangan kantor untuk karyawan c. Persyaratan yang ditentukan oleh Puskesmas . Proses yang Berkaitan dengan Pelanggan Penentuan Persyaratan yang Berhubungan dengan Pelayanan Puskemas dalam memberikan pelayanan kepada pasien menentukan : a.6. c. Dalam merencanakan realisasi produk/pelayanan. LINGKUNGAN KERJA Puskesmas memelihara lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk mencapai kesesuaian pelayanan. validasi. Sarana pendukung lainnya seperti: Ambulance.5. Persyaratan yang diminta pasien. Membentuk proses-proses. Catatan. yang diperlukan untuk menunjukkan bukti kesesuaian proses dan produk/pelayanan terhadap persyaratan. Persyaratan yang tidak disebutkan atau peraturan pemerintah jika ada c. Perencanaan Realisasi Produk/ Pelayanan Puskesmas telah membentuk proses-proses yang dibutuhkan untuk realisasi produk / pelayanan. perangkat keras medis & non medis. b. sarung tangan dll. Puskesmas telah menentukan hal-hal sbb : a. Realisasi Produk Pelayanan. baik medis maupun non-medis. penerangan di ruang kerja. d. 2. 2. Sasaran mutu dan persyaratan pelayanan b. termasuk jika ada persyaratan untuk kegiatan penyerahan dan kegiatan setelah penyerahan. penggunaan masker. d. Peralatan medis & non medis. dokumen-dokumen dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk pelayanan. seperti suhu ruangan.7. 2. pemantauan dan inspeksi dan tes yang berhubungan dengan produk/pelayanan dan kriteria untuk penerimaan produk/pelayanan.

Komunikasi Pelanggan Puskesmas harus melakukan aktifitas komunikasi kepada pelanggan mengenai: a. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Tinjauan Persyaratan yang Berhubungan dengan Produk Puskesmas harus meninjau persyaratan yang berhubungan dengan pelayanan sebelum Puskesmas memberikan komitmen untuk menyediakan pelayanan. Umpan-balik pelanggan. Puskesmas harus memastikan seluruh dokumen terkait diubah dan personil yang terkait mengetahui adanya perubahan tersebut. leaflet. Puskesmas harus memastikan: a. Pelayanan yang diberikan. Pembelian Proses Pembelian Puskesmas telah menetapkan dan menerapkan prosedur tetap permintaan pembelian dari masing-masing bagian ke bagian Bendahara Barang Puskesmas untuk memastikan barang-barang dan jasa yang dibeli sesuai dengan persyaratan pembelian yang telah ditentukan. Puskesmas mempunyai kemampuan untuk melakukannya Catatan hasil tinjauan dan tindakan yang timbul harus disimpan. Jika persyaratan berubah. Persyaratan pelayanan telah ditentukan b. papan pengumuman. Jika pasien tidak memberikan persyaratan yang tertulis. b. Informasi Pembelian Informasi produk yang diperlukan oleh tiap-tiap unit dituangkan dalam Bon Permintaan Barang ke bagian Bendahara Barang Puskesmas. maka Puskesmas harus memastikan persyaratan telah dikonfirmasi sebelum diterima. Hal ini dilakukan melalui: brosur. Verifikasi Produk yang Dibeli . termasuk keluhan pelanggan.

penyerahan dan setelah penyerahan Validasi Penyediaan Proses untuk Pelayanan Proses dalam Puskesmas yang hasil akhirnya tidak dapat diverifikasi. Farmasi dan Laboratorium dengan suplier barang/obat menggunakan nota pembelian. Contoh : label. Penerapan pemantauan dan pengukuran f. pada tahap pemeriksaan berikutnya harus divalidasi untuk menunjukkan kemampuan dari proses dalam meghasilkan pelayanan yang diinginkan. Serah terima antara bagian bendahara barang. Ketersediaan peralatan pemantau dan pengukuran e. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Bagian Farmasi. misal : sampel darah. Identifikasi dan Mampu Telusur Puskesmas memberi setiap pasien nomor rekam medis untuk memastikan Puskesmas dapat melakukan penelusuran kembali. dll. . pemisahan. Puskesmas juga memberikan status terhadap produk/pelayanan setelah kegiatan pemantauan dan pengukuran dengan metode yang sesuai. Penerapan kegiatan. Produk Milik Pelanggan Puskesmas harus menjaga barang milik pelanggan. Penggunaan peralatan yang sesuai d. Ketersediaan instruksi kerja. sesuai keperluan c. tanda tangan dokter. sampel urine. Kondisi terkendali termasuk hal-hal sbb : a. Ketersediaan informasi yang menjelaskan karakteristik produk/pelayanan b. Penyediaan Pelayanan Pengendalian Penyediaan Pelayanan Puskesmas merencanakan dan memberikan pelayanan dalam kondisi terkendali. Bendahara Barang dan Laboratorium harus memastikan bahwa produk yang diterima sudah sesuai dengan informasi pembelian yang tertuang dalam Bon Permintaan Barang. barang-barang milik pasien. foto. check mark.

Jika hilang. Pasien dipastikan mendapatkan sarana pelayanan yang sesuai dengan kondisinya. dan jika diperlukan segera di tangani para medis yang relevan. .. penggunaan alat kesehatan. Puskesmas memastikan proses pengukuran dan pemantauan didokumentasikan untuk memastikan proses tersebut dapat dilaksanakan. Selain itu dipastikan juga penanganan yang benar terhadap sampah medis dan non medis yang dihasilkan selama melayani pasien untuk mencegah timbulnya kontaminasi/bahaya yang tidak diinginkan terhadap pasien. pemberian obat. alat medis dsb mengikuti ketentuan dari dokter yang bersangkutan. setiap sampel yang diterima dicatat dalam Formulir Permintaan Pemeriksaan Laboratorium. Setiap terjadi perubahan kondisi pasien selama penanganan di Puskesmas di catat pada rekam medik atau kartu Status. Perlindungan pasien Untuk menjaga agar kondisi pasien tetap terjaga selama pelayanan di Puskesmas. pemantauan kondisi pasien. rusak atau tidak bisa digunakan harus dilaporkan kepada pelanggan dan laporan harus disimpan. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Di bagian Laboratorium. maka para medis dalam melakukan penanganan. Pengendalian Alat Monitoring dan Pengukuran Puskesmas melaksanakan tes fungsi dan kalibrasi terhadap peralatan ukur dan monitor.

ANALISA DAN PENGEMBANGAN III. termasuk penggunaan teknik statistik. . analisa dan peningkatan proses yang dibutuhkan untuk memastikan kesesuaian pelayanan. Audit Internal Untuk memastikan bahwa aktifitas mutu diterapkan dan dipelihara sebagaimana telah direncanakan. menyusun rencana audit mutu internal. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN III. pengukuran. PENGUKURAN. Umum Seluruh bagian yang terkait dengan pelayanan pasien merencanakan dan menerapkan aktifitas monitoring.1. maka audit mutu internal harus dilaksanakan paling sedikit setiap 6 bulan. Wakil manajemen Mutu menentukan personal pelaksana audit mutu internal (auditor) dari personal internal perusahaan yang mempunyai kemampuan dan harus mandiri dari tanggungjawab bagian yang diaudit.3.2. Cara untuk memperoleh dan menggunakan informasi ini dapat melalui pemberian kuesioner pada pasien secara periodik (minimal 6 bulan sekali) melalui Survei Kepuasan Pelanggan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan. Hal ini meliputi penetapan Instruksi Kerja yang diperlukan dan dipergunakan. III. III. Audit dilakukan berdasarkan kepentingan dan status dari aktifitas mutu. Monitoring dan Pengukuran Kepuasan Pelanggan Kepala Puskesmas harus memonitor informasi mengenai kepuasan pelanggan sebagai salah satu pengukuran prestasi dari Sistem Manajemen Mutu.

Sejauh diperlukan.5. III. III. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Auditor Mutu Internal harus membuat Laporan Audit terhadap ketidaksesuaian yang berhasil diidentifikasi pada saat audit dan meminta tindakan perbaikan setelah mendapat persetujuan koordinator Upaya yang bersangkutan.7. III. Monitoring dan Pengukuran Hasil Pelayanan Pasien Paramedis bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap tahap-tahap pelayanan sesuai dengan aturan kerja masing-masing bagian. Monitoring dan Pengukuran Proses Pelayanan Pasien Proses-proses yang berhubungan dengan proses realisasi pelayanan terhadap pasien dipantau untuk memastikan proses-proses tersebut dapat menghasilkan pelayanan yang sesuai dengan persyaratan.4. Sesuai dengan instruksi .6. auditor harus melaksanakan audit tindak lanjut dan memverifikasi status dan efektifitas tindakan perbaikan yang dilakukan oleh Bagian yang bersangkutan dalam Laporan Audit. Jika terjadi kematian pada pasien maka Dokter membuat surat keterangan kematian dan langsung pasien di serahkan ke keluarga. auditor membuat rekomendasi untuk perbaikan atas ketidaksesuaian yang teridentifikasi. Bukti pemeriksaan ini di catat di Rekam Medis Pasien atau dokumen terkait lainnya. Ketua Pokja yang bersangkutan menjelaskan secara rinci tindakan perbaikan dan tanggal penyelesaian pada Laporan Audit. Jika dibutuhkan untuk dilakukan penangan operasi bahkan merujuk kerumah sakit maka akan di laporkan ke keluarga pasien. III. Pengendalian Ketidaksesuaian Produk Perawat/Dokter bertanggungjawab untuk segera mengambil tindakan jika terjadi sesuatu yang diluar harapan terhadap kondisi pasien dan mencatat segala tindakan yang diambil di dalam Rekam Medis Pasien. Analisa Data . dengan cara menetapkan sasaran mutu yang terkait dengan proses tersebut.

dianalisa untuk memberikan berbagai informasi mengenai/dan digunakan untuk mengetahui : a. Peningkatan Peningkatan Berkesinambungan Koordinator upaya bekerjasama dengan Waki Manajemen Mutu merencanakan dan mengatur proses yang perlu untuk peningkatan berkesinambungan terhadap Sistem Manajemen Mutu melalui Kebijakan Mutu. e. Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan untuk mengurangi penyebab ketidaksesuaian yang potensial untuk mencegah agar ketidaksesuaian . Meninjau ketidaksesuaian termasuk komplain pelanggan. b. Tindakan perbaikan yang diambil harus tidak berpotensi menimbulkan masalah baru. Menentukan penyebab dari ketidaksesuaian. Kemampuan supplier. Menetapkan dan menerapkan tindakan perbaikan yang dibutuhkan. Karakteristik dan kecenderungan proses dan pelayanan termasuk kemungkinan untuk tindakan pencegahan. b. Sasaran Mutu. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan.8. d. serta Tinjauan Manajemen. Mengevaluasi kebutuhan untuk suatu tindakan untuk memastikan ketidaksesuaian tidak terulang. Analisa Data. f. Mencatat hasil tindakan yang dilakukan. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN Seluruh data yang dihasilkan dari monitoring dan pengukuran. Hasil-hasil Audit. d. Tindakan perbaikan juga meliputi : a. Kepuasan pelanggan. Tindakan Perbaikan Tindakan perbaikan diambil untuk mengurangi ketidaksesuaian agar tidak terulang kembali. III. c. Kesesuaian dengan persyaratan pelayanan c. Meninjau tindakan perbaikan yang dilaksanakan. Analisa data dilakukan secara periodik sesuai dengan sifat dari laporan tersebut.

Tindakan pencegahan juga meliputi : a. Menetapkan dan menerapkan tindakan yang dibutuhkan. e. d. Meninjau tindakan pencegahan yang dilakukan. Menetapkan ketidaksesuaian yang potensial dan penyebabnya. PEDOMAN MUTU PUSKESMAS PANEKAN tidak terjadi. Mencatat hasil tindakan yang dilakukan. . Tindakan pencegahan yang diambil harus tidak berpotensi menimbulkan masalah baru. b. c. Mengevaluasi kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian.