Anda di halaman 1dari 112

Edisi 3

Cetakan Keempat Tahun 2015

Buku Log dan Kumpulan Borang Program Internsip Dokter Indonesia

BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG INTERNSIP DOKTER INDONESIA

Data Peserta

Administrasi (diisi oleh administrator wahana rumah sakit)

Nama peserta

:

 

Nama Pendamping

:

 

Nama Wahana

:

 

KIDI propinsi

:

 

Mulai Tanggal

:

 

Selesai Tanggal

:

 

Tanda tangan peserta

:

 

Identitas:

Nama Dokter

 

No. Sertifikat Kompetensi

 

No. STR Internsip

 

No. SIP Internsip

 

Alumnus FK Universitas

Tahun lulus:

Alamat Rumah

 

Telp:

Fax:

Email:

Catatan (diisi administrator) Perpanjangan masa Internsip……………minggu/bulan dengan alasan:

Borang SURAT LAPORAN PELAKSANAAN INTERNSIP

Surat laporan Pelaksanaan Internsip No.

KOP WAHANA
KOP
WAHANA

Pada hari ……… tanggal ……….setelah mempertimbangkan kinerja yang dilakukan oleh para pendamping kepada peserta Nama

………… bersangku. Sudah selesai melaksanakan seluruh kegiatan internsip. Semua dokumen pendukung kegiatan peserta disimpan di Wahana …………………………,tanggal …………tahun……

, No ID …….tempat Wahana Rumah Sakit ………… dan Puskesmas …………

maka

pada rapat penilaian akhir dinyatakan yang

Pendamping I,

ttd…………………

Nama……………….

Pendamping II

ttd…………………

Nama……………….

Pendamping III

ttd…………………

Nama……………….

Pendamping IV

ttd…………………

KoordinatorWahana,

Nama……………….

Ttd Nama Catatan: Surat ini ditujukan ke KIDI Provinsi untuk diteruskan ke KIDI Pusat dengan tindasan ybs.

SURAT REKOMENDASI PENERBITAN SURAT TANDA SELESAI INTERNSIP

No.

:

Hal

: permohonan penerbitan STSI

Lampiran

: (sebanyakjumlah peserta)

Kepada Yth:

Ketua KIDI Pusat Di

Jakarta

Bersama ini kami sampaikan Surat Laporan Penyelesaian Internsip (terlampir), untuk penerbitan STSI dan permohonan dari KIDI Pusat ke KKI

untuk penerbitan STR.

Terima kasih atas kerja samanya

(

Bentuk Lampiran :

No.

Nama Peserta

Wahana RS dan Puskesmas

1

2.

3.

dst

)

No

:

Hal

: Penerbitan STR

Lamp

: Sebanyak peserta yang selesai

Kepada Yth:

Ketua KKI

Di Jakarta

SURAT PERMOHONAN PENERBITAN STR

Bersama ini kami mohon diterbitkan STR atas nama (terlampir), yang telah menyelesaikan Internsip Dokter Indonesia

Terimakasih atas kerja samanya

(

Ketua KIDI,

)

No

Na ma

No Reg KKI

1

   

2

   

dst

SURAT PERMOHONAN PENERBITAN STR INTERNSIP

No

:

Hal

: STR internsip

Lamp

:

Kepada Yth.

Ketua KKI

Di Jakarta

Sehubungan dengan kegiatan Internsip Dokter Indonesia yang mewajibkan memiiliki STR Internsip, maka kami mohon diterbitkannya STR Internsip atas nama (terlampir). Bersama ini kami sertakan data pendukung dan syarat yang bersangkutan

Atas kerja samanya, terima kasih.

(

Ketua KIDI,

)

No

Na ma

No Reg KKI

1

   

2

   

3

   

dst

SURAT PERMOHONAN PENERBITAN SIP INTERNSIP

No

:

Lamp

:

Hal

: SIP Internsip

Kepada Yth:

Kepala Dinas Kesehatan

Kabupaten/ Kota

Di

Sehubungan akan dilaksanakannya kegiatan intersip di Kab/ kota Saudara, dan surat rekomendasi dari KIDI Pusat, maka kami

mohon diterbitkannya SIP Internsip kolektifatas nama (terlampir(. Bersama ini kami sertakan berkas pendukungnya.

(Ketua KIDI Propinsi)

NO

Nama

No Reg KKI

Wahana RS dan Puskesmas

1

2

3

dst

SURAT PERNYATAAN PENGISIAN BUKU LOG

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama

:

No. STR Internsip

:

No. SIP Internsip

:

Ala mat Rumah

:

Telp./ HP

:

Menyatakan bahwa saya mengisi Buku Log Internsip Dokterdenganjujurdan sebenar ~benarnya. Semua konsekuensi akibat ketidakjujuran pengisian menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Yang bertandatangan,

Materai

Rp 6.000,-

(

Nama Jelas

,

-

)

- 20

A. KRITERIA PENCAPAIAN SASARAN

Selama mengikuti Program Internsip Dokter Indonesia, peserta harus mencapai sasaran program, yang meliputi pengelolaan kasus Upaya Kesehatan perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Pengelolaan kasus UKP ditargetkan harus memenuhi jumlah dan jenis yang cukup dengan kode kegiatan:

a. Kasus Medik

b. Kasus Bedah

c. Kasus Kegawat daruratan

d. Kasus Jiwa

e. Medikolegal

2. Selama satu tahun, setiap peserta internsip secara keseluruhan telah menangani sekurang -kurangnya 400 kasus dan telah

menjalani proses internsip selama paling kurang 1 tahun dengan rincian:

a. Berdasarkan umur:

2.1.1. Bayianak

25-40%

2.1.2. Dewasa (15-60 th)

40-60%

2.1.3. Lansia (>60th)

15-25%

b. Berdasarkan jenis kelamin, kasus laki-laki dan perempuan 50%+10%

c. Berdasarkan kelompok:

2.3.1. Medik

50-70 %

2.3.2. Bedah

10-40 %

2.3.3. Kegawat-daruratan

10-30 %

2.3.4. Kejiwaan

1-5%

2.3.5. Medikolegal

0-5 %

3. Pengelolaan kasus UKM Dilaksanakan di Puskesmas (Kesehatan Masyarakat) ditargetkan harus memenuhi jumlah dan jenis

yang cukup dengan kode kegiatan:

a. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer (PKMP)* dengan kode kegiatan:

3.1.1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

3.1.2.

Upaya Kesehatan Lingkungan

3.1.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KB)

3.1.4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

3.1.5. Upaya surveillance, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular

3.1.6. Upaya Pengobatan Dasar

3.1.7. Mini project dengan pendekatan lingkaran pemecahan masalah.

3.1.8. Masing-masing kode kegiatan sekurang-kurangnya satu kasus

b. Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer (PKPP)**

c. Penelitian sederhana mengenai status kesehatan masyarakat

Semua data tersebut dilaporkan kepada dan ditandatangani oleh dokter Pendamping secara berkala dan bersinambung. Tugas peserta selama mengikuti program internsip adalah:

1. Setiap peserta membuat dan menyajikan sekurang-kurangnya 2 laporan kasus dalam pertemuan klinik. Aspek evaluasi laporan kasus adalah kognitif, sikap dan perilaku peserta.

2. Pelaporan kasus menggunakan format portofolio.

3. Melaksanakan kelima prinsip program kedokteran pencegahan dalam mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambun, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan tingkat primer setidaknya 1 kasus per minggu.

FORMAT BUKU LOG

Format dan contoh pengisian Buku Log untuk Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer (PKPP) / Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)

Tanggal

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Kegiatan

Catatan dan usulan Pendamping terhadap kinerja

Tandatangan

Keterangan

Diagnosis

Penatalaksanaan

DPJP dan

 

Pendamping

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

8/10/09

A/Tn C, 45 tahun, laki-laki, perokok, TD 70/110 mmHg, GDS 240g/DL

DM dan

Olahraga, diet

Perbaiki kinerja komunikasi khususnya edukasi pasien

Pasien adalah pasien lama sehingga sudah mengetahui hal-hal terkait penyakitnya

hipertensi

DM,

Medimentosa

12/1/2012

A/Ny S, 36 tahun

G1P1O, hamil

Rujuk ke poli kebidanan

Perbaiki ketrampilan kebidanan khususnya leopold 1, 2, dan 3

 

32 minggu,

gemeli

 

Keterangan format:

(1) Tanggal pelaksanaan kegiatan

(2)

Kode Kegiatan dan Data Dasar

(3)

Data dasar mencakup umur dan jenis kelamin sedangkan

(4)

Kode kegiatan sebagai berikut:

a. KasusMedik

b. Kasus Bedah

c.

Kasus Kegawat daruratan

d. Kasus Kejiwaan

e. Kasus Medikolegal

(5)

Diagnosis untuk kegiatan A s/d E

(6)

Penatalaksanaan untuk kegiatan A s/d E

(7)

Catatan dan usulan pendamping

a. Evaluasi kinerja peserta

b. Usulan perbaikan kinerja

c. Tanda tangan pendamping

(8)

Keterangan: Hal-hal lain yang dianggap perlu, antara lain umpan balik positif bagi peserta, tempat/lokasi kasus ditemukan (wahana)

Format dan contoh pengisian Buku Log untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer (PKMP) / Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM)

Kode

Uraian Kegiatan

 

Tanggal

Tanda tangan

Catatan

Kegiatan

 

pendamping

pendamping

F.1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

 

(1)

(2)

 

(3)

(4)

(5)

1.

Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Sehat

11/8/2012

9/9/2012

6/10/2012

$

Metode

Dr. Widjaya

penyuluhan

tepat

F.2.

Upaya Kesehatan Lingkungan

 

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1.

Melakukan kunjungan rumah untuk menilai tempat tinggal (mendiagnosis rumah sehat/tidak sehat)

     

$

Diagnosis

Dr. Widjaya

kurang tepat

Tingkatkan

 

kemampuan

F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

 

(1)

(2)

 

(3)

(4)

(5)

1.

Melakukan pelayanan antenatal sesuai standar

   

$

Kinerja

Dr. Widjaya

sudah baik

F.4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

 

(1)

(2)

 

(3)

(4)

(5)

1.

Melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak

   

$

Kemampuan

Dr. Widjaya

sangat baik

balita menggunakan KMS F.5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular

 

(1)

(2)

 

(3)

(4)

(5)

1.

Melakukan active case finding

   

$

Metode

Dr. Widjaya

kerja baik

F.6. Upaya Pengobatan Dasar

 

(1)

(2)

 

(3)

(4)

(5)

1.

Melaksanakan klasifikasi penyakit/ coding penyakit (KLB, wabah, penyakit program)

$

Peserta

Dr. Widjaya

sudah

 

mampu

F.7 Mini Project

(1)

(2)

 

(3)

(4)

(5)

1.

Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang di RT X

15/9/2012

$

Tujuan sudah

Dr. Widjaya

tercapai

Keterangan format:

1. Kode Kegiatan

2. Uraian Kegiatan: jenis kegiatan dan materi kegiatan yang dilakukan

3. Tanggal Pelaksanaan kegiatan: kegiatan selama di wahana

4. Tanda tangan pendamping

a. Catatan pendamping

b. Evaluasi kinerja peserta

5. Usulan perbaikan kinerja

Format Mini Project

Mini project adalah kegiatan yang dilakukan untuk membantu pelaksanaan upaya kesehatan di Puskesmas. Untuk itu setiap peserta diminta memilih salah satu upaya kesehatan di Puskesmas, menentukan indikator hasil pelaksanaan yang masih dapat ditingkatkan atau diperbaiki, kemudian memilih dan melaksanakan solusi mampu laksana selama mereka bertugas di Puskesmas. Contoh kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam bentuk mini project adalah; edukasi kesehatan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat dalam bentuk gotong royong, sosialisasi kepada tokoh masyarakat, dll.

Langkah-langkah dalam pelaksanaanmini project adalah sebagai berikut:

1. Tetapkan topik masalah (dari upaya pokok puskesmas)

2. Analisis masalah dengan mengumpulkan data

3. Analisis data primer dan sekunder

4. Tetapkan diagnosis komunitas dan faktor terkait

5. Kembangkan solusi penatalaksanaan

6. Pilih dan rencanakan solusi yang mampu laksana

7. Laksanakan solusi

8. Evaluasi keberhasilan mini project

Format laporan mini project sebagai berikut:

Bab I

: Pendahuluan, terdiri atas:

1. Latar belakang

2. Pernyataan masalah

3. Tujuan

4. Manfaat

Bab II

: Tinjauan Pustaka berisi tinjauan tentang program yang diintervensi

Bab III : Metode, berisi metode dan langkah-langkah yang dilakukan Bab IV : Hasil terdiri atas

1. Profil komunitas umum

2. Data geografis

3. Data demografik

4. Sumber daya kesehatan yang ada

5. Sarana pelayanan kesehatan yang ada

6. Data kesehatan masyarakat (primer) yaitu:

a. Prevalensi masalah kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi

b. Perilaku kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi

Bab V

: Diskusi, berisi pendapat dan masukan dari hasil pelaksanaan mini project.

Bab VI : Kesimpulan dan Saran.

BORANG RESUME AKHIR SEMESTER KINERJA PESERTA INTERNSIP

(1) Isilah lembar evaluasi kinerja internsip dibawah ini menggunakan data mingguan yang telah dikerjakan peserta.

(2) Simpulkan kinerja peserta dalam huruf E sampai A sesuai dengan baku mutu berikut ini:

a. Melebihi standar; sudah patut bekerja mandiri dan bahkan kreatif

b. Sesuai dengan standar; sudah mampu bekerja mandiri tanpa pengarahan lanjut

c. Perlu perbaikan; masih perlu arahan di sejumlah kegiatan

d. Perlu dibentuk; masih perlu mendapat arahan menyeluruh

e. Belum tampak adanya perubahan menuju yang lebih baik

TABEL PENILAIAN KINERJA

Form 3.x1

NO.

UKP MEDIK, BEDAH, KEGAWATDARURATAN, JIWA, MEDIKOLEGAL

 

KINERJA

 

Perilaku

A

B

C

D

E

 

Disiplin (kehadiran tepat waktu)

  Disiplin (kehadiran tepat waktu)
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)

Partisipasi (ikut serta memberi masukan)

Partisipasi (ikut serta memberi masukan)
Partisipasi (ikut serta memberi masukan)
Partisipasi (ikut serta memberi masukan)
Partisipasi (ikut serta memberi masukan)
Partisipasi (ikut serta memberi masukan)

Argumentasi (rasionalitas)

Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)

Tanggungjawab(misalnya, mengisi rekam medis)

Tanggungjawab(misalnya, mengisi rekam medis)
Tanggungjawab(misalnya, mengisi rekam medis)
Tanggungjawab(misalnya, mengisi rekam medis)
Tanggungjawab(misalnya, mengisi rekam medis)
Tanggungjawab(misalnya, mengisi rekam medis)

Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)

Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)

Klinis (dapat dinilai melalui wawancara dan atau presentasi kasus)

 
 

Ilmu pengetahuan (mempunyai ilmu yang memadai dan mampu menerapkannya, di nilai melalui presentasi kasus dan atau portofolio)

pengetahuan (mempunyai ilmu yang memadai dan mampu menerapkannya, di nilai melalui presentasi kasus dan atau portofolio)
pengetahuan (mempunyai ilmu yang memadai dan mampu menerapkannya, di nilai melalui presentasi kasus dan atau portofolio)
pengetahuan (mempunyai ilmu yang memadai dan mampu menerapkannya, di nilai melalui presentasi kasus dan atau portofolio)
pengetahuan (mempunyai ilmu yang memadai dan mampu menerapkannya, di nilai melalui presentasi kasus dan atau portofolio)
pengetahuan (mempunyai ilmu yang memadai dan mampu menerapkannya, di nilai melalui presentasi kasus dan atau portofolio)
 

Keterampilan medis klinis (Keterampilan klinis yang memadai termasukanamnesisdan pemeriksaanjasmani, dinilai melalui audit medis)

medis klinis (Keterampilan klinis yang memadai termasukanamnesisdan pemeriksaanjasmani, dinilai melalui audit medis)
medis klinis (Keterampilan klinis yang memadai termasukanamnesisdan pemeriksaanjasmani, dinilai melalui audit medis)
medis klinis (Keterampilan klinis yang memadai termasukanamnesisdan pemeriksaanjasmani, dinilai melalui audit medis)
medis klinis (Keterampilan klinis yang memadai termasukanamnesisdan pemeriksaanjasmani, dinilai melalui audit medis)
medis klinis (Keterampilan klinis yang memadai termasukanamnesisdan pemeriksaanjasmani, dinilai melalui audit medis)
 

Kemampuan membuat keputusan klinis (“Clinical reasoning” dinilai melalui presentasi kasus)

  Kemampuan membuat keputusan klinis (“Clinical reasoning” dinilai melalui presentasi kasus)
  Kemampuan membuat keputusan klinis (“Clinical reasoning” dinilai melalui presentasi kasus)
  Kemampuan membuat keputusan klinis (“Clinical reasoning” dinilai melalui presentasi kasus)
  Kemampuan membuat keputusan klinis (“Clinical reasoning” dinilai melalui presentasi kasus)
  Kemampuan membuat keputusan klinis (“Clinical reasoning” dinilai melalui presentasi kasus)
 

Kemampuan mengatasi kegawatan medis (kemampuan bertindak cepat dan tepat mengatasi kedaruratan sekalgus menyadari keterbatasannya)

mengatasi kegawatan medis (kemampuan bertindak cepat dan tepat mengatasi kedaruratan sekalgus menyadari keterbatasannya)
mengatasi kegawatan medis (kemampuan bertindak cepat dan tepat mengatasi kedaruratan sekalgus menyadari keterbatasannya)
mengatasi kegawatan medis (kemampuan bertindak cepat dan tepat mengatasi kedaruratan sekalgus menyadari keterbatasannya)
mengatasi kegawatan medis (kemampuan bertindak cepat dan tepat mengatasi kedaruratan sekalgus menyadari keterbatasannya)
mengatasi kegawatan medis (kemampuan bertindak cepat dan tepat mengatasi kedaruratan sekalgus menyadari keterbatasannya)
 

Keterampilan prosedural (kemampuan menyelesaikan tindak medis secara ”lege artis”, sesuai dengan SOP, diniliai melalui laporan periodik.

(kemampuan menyelesaikan tindak medis secara ”lege artis”, sesuai dengan SOP, diniliai melalui laporan periodik.
(kemampuan menyelesaikan tindak medis secara ”lege artis”, sesuai dengan SOP, diniliai melalui laporan periodik.
(kemampuan menyelesaikan tindak medis secara ”lege artis”, sesuai dengan SOP, diniliai melalui laporan periodik.
(kemampuan menyelesaikan tindak medis secara ”lege artis”, sesuai dengan SOP, diniliai melalui laporan periodik.
(kemampuan menyelesaikan tindak medis secara ”lege artis”, sesuai dengan SOP, diniliai melalui laporan periodik.
 

Komunikasi

         
 

Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan pasien, keluarganya, sejawat, dan staf klinik)

  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan pasien, keluarganya, sejawat, dan staf klinik)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan pasien, keluarganya, sejawat, dan staf klinik)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan pasien, keluarganya, sejawat, dan staf klinik)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan pasien, keluarganya, sejawat, dan staf klinik)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan pasien, keluarganya, sejawat, dan staf klinik)
 

Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di dalam maupun di luar klinik)

  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di dalam maupun di luar klinik)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di dalam maupun di luar klinik)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di dalam maupun di luar klinik)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di dalam maupun di luar klinik)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di dalam maupun di luar klinik)

Kepribadian dan profesionalisme

         
 

Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)

  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
 

Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)

  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
 

Menghargai kepentingan dan pendapat pasien (Menjelaskan semua pilihan tindak media yang dapat dilakukan dan membiarkan pasien/keluarganya memilih yang terbaik untuk pasien ybs)

semua pilihan tindak media yang dapat dilakukan dan membiarkan pasien/keluarganya memilih yang terbaik untuk pasien ybs)
semua pilihan tindak media yang dapat dilakukan dan membiarkan pasien/keluarganya memilih yang terbaik untuk pasien ybs)
semua pilihan tindak media yang dapat dilakukan dan membiarkan pasien/keluarganya memilih yang terbaik untuk pasien ybs)
semua pilihan tindak media yang dapat dilakukan dan membiarkan pasien/keluarganya memilih yang terbaik untuk pasien ybs)
semua pilihan tindak media yang dapat dilakukan dan membiarkan pasien/keluarganya memilih yang terbaik untuk pasien ybs)
 

Partisipasi dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak medis dalam setiap kegiatan pembelajaran)

dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak medis dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak medis dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak medis dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak medis dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak medis dalam setiap kegiatan pembelajaran)

Kemampuan membagi waktu (menyelesaikan semua tugas pada waktunya dan tetap mempunyai waktu untuk membantu orang lain)

Kemampuan membagi waktu (menyelesaikan semua tugas pada waktunya dan tetap mempunyai waktu untuk membantu orang lain)
Kemampuan membagi waktu (menyelesaikan semua tugas pada waktunya dan tetap mempunyai waktu untuk membantu orang lain)
Kemampuan membagi waktu (menyelesaikan semua tugas pada waktunya dan tetap mempunyai waktu untuk membantu orang lain)
Kemampuan membagi waktu (menyelesaikan semua tugas pada waktunya dan tetap mempunyai waktu untuk membantu orang lain)
Kemampuan membagi waktu (menyelesaikan semua tugas pada waktunya dan tetap mempunyai waktu untuk membantu orang lain)

Pengelolaan rekam medis (selalu menulis data medis secara benar dan baik dalam rekam medis)

Pengelolaan rekam medis (selalu menulis data medis secara benar dan baik dalam rekam medis)
Pengelolaan rekam medis (selalu menulis data medis secara benar dan baik dalam rekam medis)
Pengelolaan rekam medis (selalu menulis data medis secara benar dan baik dalam rekam medis)
Pengelolaan rekam medis (selalu menulis data medis secara benar dan baik dalam rekam medis)
Pengelolaan rekam medis (selalu menulis data medis secara benar dan baik dalam rekam medis)

NO

 

UKM

 

KINERJA

 

Perilaku

A

B

C

D

E

 

Disiplin (kehadiran tepat waktu)   

 
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)  
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)  
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)  
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)  
  Disiplin (kehadiran tepat waktu)  

Partisipasi (dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7)D E   Disiplin (kehadiran tepat waktu)   Argumentasi (rasionalitas) Tanggungjawab(misalnya, rumah,

Partisipasi (dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7)
Partisipasi (dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7)
Partisipasi (dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7)
Partisipasi (dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7)
Partisipasi (dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7)

Argumentasi (rasionalitas)(dalam melakukan assessment dan intervensi F.1 s/d F.7) Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) menulis

Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)
Argumentasi (rasionalitas)

Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) rumah, penyuluhan)

menulis

laporan

kasus,

laporan

kunjungan

Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) menulis laporan kasus, laporan kunjungan
Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) menulis laporan kasus, laporan kunjungan
Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) menulis laporan kasus, laporan kunjungan
Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) menulis laporan kasus, laporan kunjungan
Tanggungjawab(misalnya, rumah, penyuluhan) menulis laporan kasus, laporan kunjungan

Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap) 

 
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)  
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)  
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)  
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)  
Kerjasama (tenggang rasa, tolong~menolong, tanggap)  

Manajerial (dinilai berdasarkan laporan dan atau presentasi kasus)

 
 

Latar Belakang permasalahan atau kasus

 
  Latar Belakang permasalahan atau kasus  
  Latar Belakang permasalahan atau kasus  
  Latar Belakang permasalahan atau kasus  
  Latar Belakang permasalahan atau kasus  
  Latar Belakang permasalahan atau kasus  
 

Permasalahan di keluarga, masyarakat maupun kasus

 
  Permasalahan di keluarga, masyarakat maupun kasus  
  Permasalahan di keluarga, masyarakat maupun kasus  
  Permasalahan di keluarga, masyarakat maupun kasus  
  Permasalahan di keluarga, masyarakat maupun kasus  
  Permasalahan di keluarga, masyarakat maupun kasus  
 

Perencanaan dan Pemilihan Intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)

  Perencanaan dan Pemilihan Intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)
  Perencanaan dan Pemilihan Intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)
  Perencanaan dan Pemilihan Intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)
  Perencanaan dan Pemilihan Intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)
  Perencanaan dan Pemilihan Intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)
 

Pelaksanaan (proses intervensi)

  Pelaksanaan (proses intervensi)
  Pelaksanaan (proses intervensi)
  Pelaksanaan (proses intervensi)
  Pelaksanaan (proses intervensi)
  Pelaksanaan (proses intervensi)
 

Monitoring dan Evaluasi termasuk didalamnya pengambilan kesimpulan

  Monitoring dan Evaluasi termasuk didalamnya pengambilan kesimpulan
  Monitoring dan Evaluasi termasuk didalamnya pengambilan kesimpulan
  Monitoring dan Evaluasi termasuk didalamnya pengambilan kesimpulan
  Monitoring dan Evaluasi termasuk didalamnya pengambilan kesimpulan
  Monitoring dan Evaluasi termasuk didalamnya pengambilan kesimpulan
 

Komunikasi

         
 

Kemampuan berkomunikasi secara efektif(dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)

  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)
  Kemampuan berkomunikasi secara efektif (dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)
 

Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di masyarakat)

  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di masyarakat)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di masyarakat)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di masyarakat)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di masyarakat)
  Kemampuan bekeja dalam tim (kerjasama dengan semua unsur di masyarakat)

Kepribadian dan profesionalisme

         
 

Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)

  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
  Tanggungjawab profesional (kejujuran, keandalan)
 

Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)

  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
  Menyadari keterbatasan (merujuk, konsultasi pada saat yang tepat)
 

Menghargai kepentingan dan pendapat kasus maupun pihak lain (Menjelaskan semua pilihan tindak UKP dan UKM yang dapat dilakukan dan membiarkan kasus/ keluarga/ masyarakat untuk memutuskan pemecahan masalah)

tindak UKP dan UKM yang dapat dilakukan dan membiarkan kasus/ keluarga/ masyarakat untuk memutuskan pemecahan masalah)
tindak UKP dan UKM yang dapat dilakukan dan membiarkan kasus/ keluarga/ masyarakat untuk memutuskan pemecahan masalah)
tindak UKP dan UKM yang dapat dilakukan dan membiarkan kasus/ keluarga/ masyarakat untuk memutuskan pemecahan masalah)
tindak UKP dan UKM yang dapat dilakukan dan membiarkan kasus/ keluarga/ masyarakat untuk memutuskan pemecahan masalah)
tindak UKP dan UKM yang dapat dilakukan dan membiarkan kasus/ keluarga/ masyarakat untuk memutuskan pemecahan masalah)
 

Partisipasi dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan pembelajaran)

dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan pembelajaran)
dalam pembelajaran (aktif mengutarakan pendapat dan rasionalisasi tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan pembelajaran)
 

Kemampuan membagi waktu

  Kemampuan membagi waktu
  Kemampuan membagi waktu
  Kemampuan membagi waktu
  Kemampuan membagi waktu
  Kemampuan membagi waktu

Keterangan:

1. Lembar evaluasi kinerja internsip di atas diisi dengan data pekerjaan 2 mingguan yang telah dikerjakan peserta.

2. Simpulkan kinerja peserta dalam huruf A sampai E sesuai dengan baku mutu berikut ini:

a. Melebihi standar; sudah patut bekerja mandiri dan bahkan kreatif

b. Sesuai dengan standar; sudah mampu bekerja mandiri tanpa pengarahan lanjut

c. Perlu perbaikan; masih perlu arahan di sejumlah kegiatan

d. Perlu dibentuk; masih perlu mendapat arahan menyeluruh

e. Belum tampak adanya perubahan menuju yang lebih baik

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari ini tanggal

Nama Peserta

:

telah

dipresentasikan portofolio oleh:

………

Dengan judul/topik :……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Nama Pendamping :……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Nama Wahana

:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

No.

Nama Peserta Presentasi

No.

Tanda Tangan

1

1

2

2

3

3

4

4

5

5

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesunguhnya.

Pendamping

Catatan:

(

)

Halaman protofolio ini sebaiknya disalin~sinar (fotokopi) karena anda akan membuat sejumlah laporan yang sekaligus merupakan catatan untuk bekal dan berpraktik nantinya.

Borang Portofolio

Nama Peserta: Nama Wahana: Topik: Tanggal (kasus): Nama Pasien: No. RM Tanggal Presentasi: Nama Pendamping:
Nama Peserta:
Nama Wahana:
Topik:
Tanggal (kasus):
Nama Pasien:
No. RM
Tanggal Presentasi:
Nama Pendamping:
Tempat Presentasi:
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Bayi
Anak
Neonatus
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi:
Tujuan:

Bahan bahasan:

Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus   Audit

Tinjauan Pustaka

RisetBahan bahasan: Tinjauan Pustaka Kasus   Audit

Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus   Audit

Kasus

 
Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus   Audit

Audit

Cara membahas:

Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi   Email   Pos

Diskusi

Presentasi dan diskusiCara membahas: Diskusi   Email   Pos

 
Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi   Email   Pos

Email

 
Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi   Email   Pos

Pos

Data pasien:

Nama:

 

Nomor Registrasi:

 

Nama klinik:

Telp:

Terdaftar sejak:

 

Data utama untuk bahan diskusi:

 

1. Diagnosis/Gambaran Klinis:

 

2. Riwayat Pengobatan:

 

3. Riwayat kesehatan/Penyakit:

 

4. Riwayat keluarga:

5. Riwayat pekerjaan:

6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN)

 

7. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus):

 

8.

Lain-lain: (diberi contoh : PEMERIKSAAN FISIK, PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan TAMBAHAN YANG ADA, sesuai dengan FASILITAS WAHANA)

Daftar Pustaka: (diberi contoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK)

1.

2.

3.

Hasil Pembelajaran:

1.

2.

3.

4.

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:

Uraikan secara singkat dan jelas semua butir yang sudah dipelajari sesuai dengan yang tercantum dalam bagian akhir borang portofolio. Hasil pembelajaran diurai secara singkat. Supaya menjadi lebih runut dan terpadu, rangkuman disusun berdasarkan pedoman rekam medis, SOAP.

”Subjektive”(keluhan pasien, diperoleh darianamnesis dan alo~anamnesis), (keluhan pasien, diperoleh darianamnesis dan alo~anamnesis),

”Objektive” (yang ditemukan oleh dokter dari pemeriksaan jasmani maupun penunjang) (yang ditemukan oleh dokter dari pemeriksaan jasmani maupun penunjang)

”Assessment”(Penalaran klinis/ kasus/ masalah, membahas hubungan antara S dan O, di antara komponen S dan (Penalaran klinis/ kasus/ masalah, membahas hubungan antara S dan O, di antara komponen S dan O)

”Plan” = rencana tindakan dan tindak lanjut terhadap diagnosis, terapi, konsultasi, rujukan, kontrol, dan terapi berdasarkan = rencana tindakan dan tindak lanjut terhadap diagnosis, terapi, konsultasi, rujukan, kontrol, dan terapi berdasarkan A

Contoh Pengisian Portofolio

Ini adalah contoh laporan yang cukup ideal. Upayakan anda dapat membahas kasus anda sedalam dan seluas mungkin seperti pada kasus ini.Pembahasan itulah yang akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan anda. Banyak jenis kasus yang dapat dibahas menggunakan format ini, termasuk kasus:

1. “General check~up”atau

2. “KB dan KIA”

3. “Kegawatdaruratan medik”di layanan primer

4. “Ceramah kesehatan”untuk awam

5. “Kunjungan rumah”

6. “Pembinaan keluarga”

7. “Tumbuh kembang anak normal”.

8. “Masalah menajemen klinik misalnya asuransi kesehatan”

9. Dsb. yang mungkin anda akan hadapi dalam praktik mandiri nantinya.

Dalam buku ini dicontohnya kasus yang cukup menarik dan membawa banyak masalah sehingga bermanfaat untuk pembelajaran yaitu “spondilitis TBC”.

Kasus 1

Topik: Spondilitis TBC

Tanggal (kasus): 13 Mei 2004

 

Persenter: Dr. Dani Pattiradjawane

 

Tangal presentasi: 14Juni 2004

Pendamping: Dr. SugitoWonodirekso

 

Tempat presentasi: RR PDKI

 

Obyektif presentasi:

KeilmuanKeterampilan Penyegaran   Tinjauan Pustaka  

KeterampilanKeilmuan Penyegaran   Tinjauan Pustaka  

PenyegaranKeilmuan Keterampilan   Tinjauan Pustaka  

 

Tinjauan PustakaKeilmuan Keterampilan Penyegaran    

 

DiagnostikManajemen Masalah Istimewa

ManajemenDiagnostik Masalah Istimewa

MasalahDiagnostik Manajemen Istimewa

IstimewaDiagnostik Manajemen Masalah

NeonatusBayi Anak   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

Neonatus Bayi Anak   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

Bayi

AnakNeonatus Bayi   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

 
Neonatus Bayi Anak   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

Remaja

 
Neonatus Bayi Anak   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

Dewasa

Neonatus Bayi Anak   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

Lansia

Neonatus Bayi Anak   Remaja   Dewasa Lansia Bumil

Bumil

Deskripsi: Gadis, 29 thn, nyeri pungung kronik, spondilitis TBC, destruksi ringan Th 7~8 gibus (~), hendak menikah 5 bulan bulan

yad.

Tujuan: mengobati TBC non pulmonar, menyikapi kemungkinan hamil

Tujuan: mengobati TBC non pulmonar, menyikapi kemungkinan hamil

 

Bahan bahasan:

Tinjauan PustakaBahan bahasan: Riset   Kasus Audit

RisetBahan bahasan: Tinjauan Pustaka   Kasus Audit

 
Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset   Kasus Audit

Kasus

AuditBahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset   Kasus

Cara membahas:

DiskusiCara membahas: Presentasi dan diskusi Email Pos

Presentasi dan diskusiCara membahas: Diskusi Email Pos

Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos

Email

PosCara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email

Data pasien:

Nama:

Nomor Registrasi:

Nama klinik:

Telp:

Terdaftar sejak:

Data utama untuk bahan diskusi:

 

1. Diagnosis/ Gambaran Klinis:

 
 

Spondilitis TBC, deformitas minimal, Keadaan umum baik, ingin menunda kehamilan sampai benar-benar sembuh, nyeri punggung kambuhjika tidak memakai korset khusus.

2. Riwayat Pengobatan:

 
 

Rifampisin, Streptomisin, INH, Pirazinamid, roboransia, korset khusus setelah konsultasi dengan URM (Unit Rehabiltasi Medis RSCM, Jakarta.

3. Riwayat kesehatan/ Penyakit:

 
 

Pasien belum pernah TBC paru, nyeri punggung sejak awal tahun 2004, diobati sendiri dan pijat refleksi, tidak ada kemajuan.

4. Riwayat keluarga:

 
 

Anak perempuan terbesar, ayah sdh. pensiun hipertensi, pernah strok ringan dansembuh total

5. Riwayat pekerjaan:

 
 

Sekretaris perusahaan swasta, komputer.

6. Lain~lain :

 
 

kondisi lingkungan fisik dan sosial untuk mencari fokus infeksi dan memutus rantai penularan

Daftar Pustaka:

 

a.

Harrison text~book of medicine, Edisi 16

b.

c.

Hasil pembelajaran:

1. Diagnosis TBC non~pulmonar

2. Waspadai nyeri punggung kronik

3. Regimen terapi TBC non~pulmonar pada wanita hamil

4. Manfaat kerjasama dengan URM

5. Mekanisme nyeri pungung pada sponsilitisTBC

6. Edukasi untuk pencegahan penularan

7. Motivasi untuk kepatuhan berobat

8. Edukasi tentang hubungan gibus dengan resiko kehamilan

Catatan:

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:

Uraikan secara singkat dan jelas semua butir yang sudah dipelajari sesuai dengan yang tercantum dalam bagian akhir borang portofolio. Hasil pembelajaran diurai dan dikemas secara singkat. Supaya menjadi lebih runut dan terpadu, rangkuman disusun berdasarkan pedoman rekam medis, SOAP.

”Subjective”(keluhan pasien, diperoleh darianamnesis dan alo~anamnesis), (keluhan pasien, diperoleh darianamnesis dan alo~anamnesis),

”Objective” (yang ditemukan oleh dokter dari pemeriksaan jasmani maupun pen u nja ng) (yang ditemukan oleh dokter dari pemeriksaan jasmani maupun pen u nja ng)

”Assessment”(Penalaran klinis, membahas hubungan antara S dan O, di antara komponen S dan O) (Penalaran klinis, membahas hubungan antara S dan O, di antara komponen S dan O)

”Plan” = rencana tindakan dan tindak lanjut terhadap diagnosis, terapi, konsultasi, rujukan, kontrol, dan terapi berdasarkan = rencana tindakan dan tindak lanjut terhadap diagnosis, terapi, konsultasi, rujukan, kontrol, dan terapi berdasarkan A

Contoh dalam hal kasus no 1:

1.

Subyektif: Pasien mengeluh nyeri punggung kronis di tempat yang sama harus diwaspadai adanya kelainan tulang belakang oleh

2.

berbagai sebab termasuk spondilitis, osteoartrosis, hiperskoliosis, kiposis, lordosis, masalah ergonomis,dsb. Objektif:

Hasil pemeriksaan jasmani, foto ronsen toraks AP dan lateral, pemeriksaan darah tepi, dan tinjauan ergonomis berdasarkan pekerjaannya sehari~hari sangat mendukung diagnosis TBC tulang belakang (spondilitis TB). Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan:

Gejala klinis (nyeri punggung di tempatyang sama yang tidak kunjung mereda)

Gejala klinis (nyeri punggung di tempatyang sama yang tidak kunjung mereda)

Gambaran ronsen yang khas

Gambaran ronsen yang khas

Endemisitas TB di Idnonesia

Endemisitas TB di Idnonesia

Kelainan sesibilitas minimal(neuropati)setinggi L1 – L3

Kelainan sesibilitas minimal(neuropati)setinggi L1L3

Tidak ditemukan hiperskoliosis, spondiloartrosis, ataupun gangguan ergonomis yang berarti.

Tidak ditemukan hiperskoliosis, spondiloartrosis, ataupun gangguan ergonomis yang berarti.

3.

”Assessment”(penalaran klinis): Nyeri punggung berawal dari destruksi ruas tulang belakang yang menyebabkan deformitas ringan. Secara biomekanik kejadian ini mengubah garis berat yang melalui sumbu tulang belakang, yang semula lurus menjadi tergeser dan bersudut di daerah punggung sehingga beban yang dipikul oleh ”m. errector trunci”kiridan kanan tidak seimbang dan muncullah nyeri punggung yang merupakan manifestasi kelelahan otot di satu sisi. Itulah sebabnya, ketika dalam posisi tiduran pasien merasa nyerinya hilang dan ketika bangun muncul lagi. Keadaan ini membawa konsekuensi pemberian penghilang nyeri dan pelemas otot untuk sementara. Selanjutnya harus dicari cara untuk mengurangi beban yang berat sebelah dengan pengunaan korset khusus hasil konsultasi dengan Unit Rehabilitasi Medis RS. Penggunaan korset khusus ini ternyata sangat membantu sehingga pasien terbebas darikebutuhan akan analgetik sehingga upaya pengobatan terfokus untuk mengatasi spondilitisnya. Kepada pasien perlu ditekankan bahwa kehamilan tidak terpengaruh oleh pemakaian OAT (Obat Anti TB) kecuali streptomisin yang dapat bersifat ototoksik dan nefrotoksik terutama pada janin, oleh karena itu selama penggunaan streptomisin pasien dianjurkan untuk tidak hamil dulu dengan berbagai cara, misalnya menggunakan kondom jika bersanggama di saat masa subur. Selain itu, agar tidak terlalu membebani tulang belakang,jika bersanggama pasien dianjurkan dalam posisi terlentang. Keluarganya, terutama suaminya diminta ikut mengawasi pengobatan di rumah, mengingatkan pasien minum obat dan suntik streptomisin pada waktunya sampai selesai. Perlu dijelaskan kepada pasien dan keluarganya bahwa deformitas tulang belakang tidak dapat pulih seperti sediakala dan karenanya harus menggunakan korset seumur hidup dan olah raga terbaiknya adalah berenang.

4.

”Plan”:

Diagnosis: kecil kemungkinannya keluhan ini bukan disebabkan oleh TB.Upaya diagnosis sudah optimal.

Pengobatan:penggunaan analgetik sudah selayaknya distop dan pasien dianjurnya sepenuhnya menggunakan korset. Pengunaan sejumlah obat secara sinkron dilakukan untuk menghindari MDR (Multiple Drug Resistance) dan memperpendek masa pengobatan serta membatasi disabilitas akibat deform itas.

Pendidikan: dilakukan kepada pasien dan keluarganya untuk membantu proses penyembuhan dan pemulihan, untuk itu pada tahap awal pasien dan keluarganya diminta datang untuk pengarahan secara bertahap. Anjurkan pasien dan atau keluarganya segera meneleponjika ada hal-hal yang meragukan.

Konsultasi: Dijelaskan secara rasional perlunya konsultasi dengan spesialis Rehabilitasi Medis. Konsultasi ini merupakan upaya, agar keterbatasan akibat deformitas dapat teratasi tanpa harus makan analgetik sepanjang hayat untuk nyeri pingangnya.

Kegiatan

Periode

Hasil yang diharapkan

nyeri pingangnya. Kegiatan Periode Hasil yang diharapkan Kepatuhan makan obat dan pemantauan efek samping obat

Kepatuhan makan obat dan pemantauan efek samping obat

10harisekali untuk bulan I Sebulan sekali untuk selanjutnya

Segera diketahui efek samping obat dan atau kesalahan cara minum obat

Laboratorium

Setiap 3 bulan kecuali jika gejala semakin parah

Parameter laboratorium semuanya membaik

Ronsen

Setelah 6 bulan kecuali jika gejala semakin parah

Terjadi proses perbaikan, deformitas tidak makin parah.

Kehamilan

Segera lapor jika ada tanda kehamilan

Jika hamil streptomisin harus segera distop

Nasihat

Setiap kali kunjungan

Kepatuhan minum obat dan pemahaman akan

Jika hamil streptomisin harus segera distop Nasihat Setiap kali kunjungan Kepatuhan minum obat dan pemahaman akan

BORANG PEDOMAN PRESENTASI KASUS UKP, UKM

Slide

no:

Isi slide

1.

Judul (kasus yang dipresentasikan)

Nama presentan

Nama anggota kelompok (jika ada)

2.

Pendahuluan

Kasus Anda rekaan atau asli

Alasan mengapa kasus ini diajukan:

r ekaan atau asli • Alasan mengapa kasus ini diajukan: Alasan klinis, epidemiologis, atau apa pun

Alasan klinis, epidemiologis, atau apa pun presentasi kasus ini

Yang menarik dari kasus ini

Fokus pembicaraan

Masalah pada kasus ini

Tujuan presentasi ini (terutama yang berkaitan dengan dampak yang merugikan atau membahayakan pasien)

3.

Data administrasi pasien

Nama,atau membahayakan pasien) 3. Data administrasi pasien No register, Status kepegawaian, Status sosial, dsb… BUKU

No register,atau membahayakan pasien) 3. Data administrasi pasien Nama, Status kepegawaian, Status sosial, dsb… BUKU LOG KUMPULAN

Status kepegawaian,pasien) 3. Data administrasi pasien Nama, No register, Status sosial, dsb… BUKU LOG KUMPULAN BORANG PROGRAM

administrasi pasien Nama, No register, Status kepegawaian, Status sosial, dsb… BUKU LOG KUMPULAN BORANG PROGRAM

Status sosial, dsb…

4.

 

Data Demografis

Alamat4.   Data Demografis Agama Suku Pekerjaan Bahasaibu Jenis kelamin 5. Data biologik   Tinggi badan

Agama4.   Data Demografis Alamat Suku Pekerjaan Bahasaibu Jenis kelamin 5. Data biologik   Tinggi badan

Suku4.   Data Demografis Alamat Agama Pekerjaan Bahasaibu Jenis kelamin 5. Data biologik   Tinggi badan

Pekerjaan4.   Data Demografis Alamat Agama Suku Bahasaibu Jenis kelamin 5. Data biologik   Tinggi badan

Bahasaibu4.   Data Demografis Alamat Agama Suku Pekerjaan Jenis kelamin 5. Data biologik   Tinggi badan

Jenis kelamin  Data Demografis Alamat Agama Suku Pekerjaan Bahasaibu 5. Data biologik   Tinggi badan Beratbadan

5.

Data biologik

 

Tinggi badanBahasaibu Jenis kelamin 5. Data biologik   Beratbadan Habitus Dsb, …. 6. Data Klinis  

BeratbadanJenis kelamin 5. Data biologik   Tinggi badan Habitus Dsb, …. 6. Data Klinis   Anamnesis

Habitus5. Data biologik   Tinggi badan Beratbadan Dsb, …. 6. Data Klinis   Anamnesis terfokus

Dsb, ….Data biologik   Tinggi badan Beratbadan Habitus 6. Data Klinis   Anamnesis terfokus diagnosis

6.

Data Klinis

 
Anamnesis terfokus diagnosis

Anamnesis terfokus diagnosis

 
  A

A

B

B

B

B

Dst (tambahkan slide baru jika diperlukan)

Dst (tambahkan slide baru jika diperlukan)

 
  Anamnesis penyingkir DD (Diagnosis banding,DB)

Anamnesis penyingkir DD (Diagnosis banding,DB)

Berkaitan dengan DD~1 DD~1

 

……. 

…….banding,DB) Berkaitan dengan DD~1   ……. …….Dst.   Berkaitan dengan DD 2 Berkaitan dengan

…….Dst.banding,DB) Berkaitan dengan DD~1   ……. …….   Berkaitan dengan DD 2 Berkaitan dengan DD 3

 

Berkaitan dengan DD 2 DD 2

Berkaitan dengan DD 3 DD 3

Dst. (tambahkan slide jika diperlukan)  Berkaitan dengan DD 2 Berkaitan dengan DD 3 7. Pemeriksaan jasmani Tanda vital   Tensi

7.

Pemeriksaan jasmani

Tanda vital 

 

Tensidiperlukan) 7. Pemeriksaan jasmani Tanda vital   Nadi Dst… Untukdugaan diagnosis   Status lokalis

Nadi7. Pemeriksaan jasmani Tanda vital   Tensi Dst… Untukdugaan diagnosis   Status lokalis sesuai

Dst…7. Pemeriksaan jasmani Tanda vital   Tensi Nadi Untukdugaan diagnosis   Status lokalis sesuai dengan

Untukdugaan diagnosisPemeriksaan jasmani Tanda vital   Tensi Nadi Dst…   Status lokalis sesuai dengan dugaan diagnosis (tanda

 
  Status lokalis sesuai dengan dugaan diagnosis (tanda klinis yang ditemukan yang mendukung dugaan diagnosis)

Status lokalis sesuai dengan dugaan diagnosis (tanda klinis yang ditemukan yang mendukung dugaan diagnosis)

Dugaan DD (sebaiknya selalu dibuat DD)klinis yang ditemukan yang mendukung dugaan diagnosis)   Status lokalis penyingkir DD (tanda klinis yang

 
  Status lokalis penyingkir DD (tanda klinis yang ditemukan yang tidak mendukung DD)

Status lokalis penyingkir DD (tanda klinis yang ditemukan yang tidak mendukung DD)

8.

Pemeriksaan penunjang yang diperlukan (tuliskan “tidak perlu”jika memang tidak diperlukan dan cantumkan alasannya mengapa tidak diperlukan)

Laboratorium untuk mencari tanda~tanda sbb.:

1

2

3

• Dst…….

• Pemeriksaan lain …………………………

9.

Hasil yang diperoleh atau prakirakan data yang akan diperoleh

1

2

3

• Dst…….

Komentar/ kesimpulan atas hasil tersebut

10.

Pemeriksaan penunjang lain

Alasan pemeriksaan

Hasil yang dicari

Hasil yang diperoleh

Komentar/simpulan atas hasil

Tuliskan tidak perlujika memang tidak memerlukannya

11.

Diagnosis

Tuliskan diagnosis di sini11. Diagnosis Alasannya adalah: Dari Anamnesis Dari Pemeriksaanjasmani Dari pemeriksaan penunjang Dari data lain nya

Alasannya adalah:11. Diagnosis Tuliskan diagnosis di sini Dari Anamnesis Dari Pemeriksaanjasmani Dari pemeriksaan penunjang Dari data

Dari Anamnesis11. Diagnosis Tuliskan diagnosis di sini Alasannya adalah: Dari Pemeriksaanjasmani Dari pemeriksaan penunjang Dari

Dari PemeriksaanjasmaniTuliskan diagnosis di sini Alasannya adalah: Dari Anamnesis Dari pemeriksaan penunjang Dari data lain nya ……

Dari pemeriksaan penunjangAlasannya adalah: Dari Anamnesis Dari Pemeriksaanjasmani Dari data lain nya …… 12. Diagnosis holistic •

Dari data lain nya …… data lain nya ……

12.

Diagnosis holistic

Diagnosis klinis

Diagnosis biologis

Diagnosis psikologis

Diagnosis sosial

13.

Strategi Penanganan Masalah

Untuk diagnosis klinis

Untuk diagnosis biologis

Untuk diagnosis psikologis

Untuk diagnosis sosial

14.

Alasan Konsultasi dan Rujukanjika diperlukan

 

Tandaobyektif 

1

1

2

2

4, dst

4, dst

Tandasubyektifdan Rujukanjika diperlukan   Tandaobyektif 1 2 4, dst 1 2 3 dst Alasan lainnya? 15.

1

1

2

2

3

3

dst

dst

Alasan lainnya?  Tandaobyektif 1 2 4, dst Tandasubyektif 1 2 3 dst 15. Penjelasan untuk pasien dan

15.

Penjelasan untuk pasien dan keluarganya

Diagnosis dan konsekuensinyalainnya? 15. Penjelasan untuk pasien dan keluarganya Masalah dan risiko yang dihadapi Berbagai jalan keluar Apa

Masalah dan risiko yang dihadapiuntuk pasien dan keluarganya Diagnosis dan konsekuensinya Berbagai jalan keluar Apa yang sebaiknya dilakukan (Biarkan

Berbagai jalan keluardan konsekuensinya Masalah dan risiko yang dihadapi Apa yang sebaiknya dilakukan (Biarkan pasien dan keluarganya

Apa yang sebaiknya dilakukanMasalah dan risiko yang dihadapi Berbagai jalan keluar (Biarkan pasien dan keluarganya memilih sendiri) Khasiat dan

(Biarkan pasien dan keluarganya memilih sendiri)Masalah dan risiko yang dihadapi Berbagai jalan keluar Apa yang sebaiknya dilakukan Khasiat dan efek samping

Khasiat dan efek samping obatrisiko yang dihadapi Berbagai jalan keluar Apa yang sebaiknya dilakukan (Biarkan pasien dan keluarganya memilih sendiri)

16.

Peran pasien dan keluarganya dalam penanganan masalah

Berkaitan dengan obat

Berkaitan dengan diet

Berkaitan dengan kegiatan lain,

Berkaitan dengan masalah agama

Berkaitan dengan masalah budaya

• ….dsb ……

17.

Identifikasi Risikodan Pencegahannya

Adakah risiko kambuh, menularatau menurun

Bagaimana mencegahnya (mungkin juga tidak bisa dicegah)

18.

Ilmu yang dipunyai untuk menanganani kasus ini Ilmu Dasar Kedokteran:

A

B

Dsb.

Ilmu Klinik

A

B

Dsb

Ilmu Kedokteran Komunitas

Keterampilan

A

B

Dsb

19.

Ilmu yang diperoleh daripresentasi ini (inilah yang dirangkum dalam laporan portofolio,berupa uraian rasionalitas tindak medis yang dilakukan)

Ilmu dasar kedokteran:uraian rasionalitas tindak medis yang dilakukan) A B Dsb. Ilmu klinik A B Dsb Ilmu Kedokteran

A

A

B

B

Dsb.

Dsb.

Ilmu kliniktindak medis yang dilakukan) Ilmu dasar kedokteran: A B Dsb. A B Dsb Ilmu Kedokteran Komunitas

A

A

B

B

Dsb

Dsb

Ilmu Kedokteran Komunitasrasionalitas tindak medis yang dilakukan) Ilmu dasar kedokteran: A B Dsb. Ilmu klinik A B Dsb

Keterampilantindak medis yang dilakukan) Ilmu dasar kedokteran: A B Dsb. Ilmu klinik A B Dsb Ilmu

A

A

B

B

Dsb.

Dsb.

Borang Format Laporan Kegiatan UKM (baik dalam bentuk penyuluhan, kunjungan rumah dan dinas luar)

Latar belakang permasalahan atau kasus

Permasalahan di keluarga, masyarakat, maupun kasus

Perencanaan dan pemilihan intervensi (misalnya metode penyuluhan, menetapkan prioritas masalah dan intervensi)

Pelaksanaan (proses intervensi)

Monitoring dan ealuasi termasuk di dalamnya pengambilan keputusan

(

Peserta

)

Komentar/umpan balik dari pendamping:

1. Komunikasi

2. Kepribadian dan Profesionalisme

,

(

Pendamping

)

LAPORAN PENYULUHAN

Nama Peserta

:

Tanda tangan :

Nama Pendamping

:

Tanda tangan :

Nama Wahana

:

Tema Penyuluhan

:

Tujuan Penyuluhan

:

Hari/Tanggal

:

Waktu

:

Tempat

:

Jumlah Peserta

:

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan

Keterangan

Tanggal

Diagnosis

Penatalaksanaan

Pembimbing

Pembimbing

Tambahan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

LAPORAN PELAYANAN

 

Kode Kegiatan dan Data Dasar Pasien

Topik Kegiatan

Catatan

Tanda tangan