Anda di halaman 1dari 4

KATA PENGANTAR

Permasalahan yang dihadapi di Indonesia salah satunya adalah masih tingginya angka
kejadian BBLR yang menjadi penyumbang utama angka kematian pada neonatus. Sebagian
besar BBLR terjadi akibat gangguan pada pertumbuhan intrauterine. Di Indonesia, perawatan
BBLR masih memprioritaskan penggunaan inkubator tetapi keberadaanya masih sangat
terbatas. Hal ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas BBLR menjadi sangat tinggi, bukan
hanya akibat kondisi prematuritasnya tetapi juga diperberat oleh hipotermi dan infeksi
nosokomial.
Di sisi lain pengunaan inkubator memiliki banyak keterbatasan. Selain jumlahnya yang
terbatas, inkubator membutuhkan biaya perawatan yang tinggi, serta memerlukan tenaga
terampil yang mampu mengoperasikannya. Selain itu dengan menggunakan inkubator bayi
dipisahkan dari ibunya, hal ini akan menghalangi kontak kulit langsung antara ibu dan bayinya
yang sangat diperlukan bagi tumbuh kembang bayi.
Dalam beberapa penelitian, dikembangkan metode yang praktis sebagai alternatif
pengganti inkubator yang secara ekonomis cukup efisien dan efektif. Dengan ditemukannya
metode kangguru ini telah terjadi perubahan dalam perawatan bayi BBLR. Metode ini
bermanfaat bagi BBLR untuk membantu pertumbuhannya dan menjadikan orang tua lebih
percaya diri serta dapat berperan aktif dalam merawat bayinya.
RS Prof. Dr. Tabrani sebagai rumah sakit rujukan ikut berperan serta aktif dalam
menurunkan morbiditas dan mortalitas bayi terutama bayi BBLR. Dengan adanya buku
Panduan Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Perawatan Metode
Kangguru (PMK) ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan dan memberikan
pelayanan kesehatan.
Tim penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
kontribusi dalam penyusunan buku panduan ini.

Pekanbaru, 01 Juni 2015

Tim Penyusun

i1
SAMBUTAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT PROF. DR. TABRANI

Assalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita selalu dalam keadaan sehat. Tak lupa kita
haturkan salam serta salawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta
keluarganya.
Seperti kita ketahui permasalahan BBLR di Indonesia sangat komplek dan BBLR adalah
penyumbang kematian terbesar di negara kita selain masalah-masalah lain yang menyertai.
Salah satu penyebab BBLR adalah gangguan pada pertumbuhan intrauterin. Adanya intervensi
diharapkan akan menurunkan angka kejadian BBLR meskipun secara perlahan. Akan tetapi
karena faktor penyebabnya sangat beragam dan masih banyak yang belum diketahui,
intervensi yang efektif masih sangat terbatas sehingga intervensi pada BBLR menjadi sangat
penting.
BBLR di Indonesia perawatannya masih mengandalkan metode konvensional yaitu
dengan inkubator. Padahal kita ketahui, inkubator membutuhkan biaya yang tidak sedikit tidak
hanya dari segi perawatan tapi juga dari segi tenaga medis. Dengan inkubator bayi dipisahkan
dari ibunya sehingga si bayi tidak setiap saat berada dalam dekapan ibunya, padahal bayi
BBLR yang dibutuhkan adalah rasa asih, sayang dan asuh terutama dari ibunya.
Dengan adanya metode perawatan kangguru pada BBLR ini diharapkan angka
morbiditas dan mortalitas pada bayi dapat diturunkan walaupun belum secara signifikan. RS
Prof. Dr. Tabrani ikut berperan serta aktif dalam program pemerintah, sehingga dengan adanya
pelaksanaan metode ini di RS Prof. Dr. Tabrani diharapkan kasus BBLR dapat ditangani
dengan suatu metode yang efektif dan praktis sebagai pengganti inkubator yang secara
ekonomis cukup efisien dan efektif.

Pekanbaru, 01 Juni 2015


Direktur Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani

Dr. Dovy Saptika Faulin


NIK : 2014001651

i2
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PROF. DR. TABRANI
TENTANG PELAKSANAAN PERAWATAN METODE KANGGURU (PMK)
PADA BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
NOMOR : ... / RSTAB/ SK-DIR/... /2015
DIREKTUR RUMAH SAKIT PROF. DR. TABRANI

Menimbang :
Bahwa dalam rangka peran serta aktif menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi
terutama bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani maka perlu
penerapan program pelaksanaan Perawatan Metode Kangguru (PMK) sesuai pedoman yang
berlaku

Mengingat :
1 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
2. UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.450/Menkes/SK/IV/2004 tentang
. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara Eksklusif pada Bayi di Indonesia
4 Keputusan Menteri Kesehatan No.938/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Standar Asuhan
Kebidanan
5 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.410/2032/Sj/2005 tanggal 11 Agustus 2005 tentang
Upaya Peningkatan Perlindungan Anak

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : Menetapkan berlakunya pelaksanaan Perawatan Metode Kangguru pada bayi
dengan BBLR
KEDUA : Surat keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan disampaikan kepada yang
bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagai amanat dengan
ketentuan akan ditinjau kembali apabila dipandang perlu sebagaimana
mestinya

Pekanbaru, 01 Juni 2015


Direktur Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani

Dr. Dovy Saptika Faulin


NIK : 2014001651

i3
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...... i
Sambutan Direktur RS Prof. Dr. Tabrani...... ii
Surat Keputusan Direktur RS Prof. Dr. Tabrani ......... iii
Daftar Isi. iv
BAB I Pendahuluan 1
1. Latar Belakang.. 1
2. Tujuan... 2
BAB II Perawatan Metode Kangguru (PMK)... 3
1. Pengertian.. 3
2. Sejarah... 3
3. Manfaat PMK 4
4. Kriteria Pelaksanaan PMK 6
5. Persyaratan PMK.. 8
6. Komponen PMK... 9
7. Tata Laksana. 13
BAB III Monitoring dan Evaluasi 18
1. Tujuan Tindak Lanjut dan Pemantauan 20
2. Tempat Pemantauan.. 20
3. Waktu Pemantauan 20
4. Pemeriksaan Saat Kunjungan Ulang. 22
5. Komponen yang Dinilai 23
BAB IV Penutup 25
Daftar Pustaka... 26

i4