Anda di halaman 1dari 1

TableTop Exercise (TTX) dengan tema Ambon Disaster Emergency Response Exercise

(DiREx) 2016, telah diikuti oleh pejabat dari Australia, Indonesia dan negara-negara yang
tergabung dalam East Asia Summit (EAS). Kegiatan simulasi ini akan mengeksplorasi
koordinasi bantuan dari kawasan pascabencana tsunami yang dipicu gempabumi
berkekuatan 8,7 SR, melalui tema Promoting the EAS Rapid Disaster Response Toolkit as
a Regional Protocol in Strengthening Effective Collaboration on Disaster Response and
Resilience in the Region.

Skenario latihan dikembangkan oleh DMInnovation, suatu program sains di bidang


penanggulangan bencana sebagai upaya Australia dan Pemerintah Indonesia untuk
memperkuat kemampuan dalam merespon krisis kemanusiaan. DMInnovation telah
membantu untuk pemetaan bahaya dan keterpaparan serta perangkat yang menghasilkan
produk seperti peta terdampak dan terpapar tsunami, seperti yang digunakan pada latihan
ini.

Fokus latihan adalah aplikasi praktek dari perangkat bernama EAS Rapid Disaster
Response Toolkit, sebuah panduan komprehensif yang telah selesai disusun pada 2015.
Panduan ini disusun untuk para pengambil kebijakan baik pada pengiriman dan
penerimaan bantuan kemanusiaan internasional. Latihan ini juga memberikan kesempatan
untuk menguji ASEANs Standard Operating Procedure for Regional Standby Arrangement
and Coordination of Joint Disaster Relief and Emergency Response Operations (SASOP),
Bab VI tentang Pemanfaatan dan Penggunaan Aset Militer dan Kapasitasnya.

Pada kesempatan ini, Pusat Studi Kebencanaan (PSB) Universitas Khairun yang diwakili
ketua PSB Mohammad Ridwan - diundang sebagai pengamat (observer) bersama-sama
dengan beberapa NGO Nasional dan International. Keterlibatan ini diharapkan dapat
memebrikan pemahaman pengetahuan dan pengalaman yang berharga bagi semua
negaradan peserta yang terlibat dalam upaya mengurangi risiko bencana terutama tsunami
yang menjadi focus pada kegiatan ini.